Anda di halaman 1dari 2

I.

Mangan Pertama kali ditemukan pada tahun 1854 di karang nunggal, Tasikmalaya, jawa barat. Ciri - ciri mangan : a) warna abu - abu, b) merupaka logam transisi, c) density 7,34 g/cm3 , d) berat atom 54,9380, e) volume 7,4 cm3/mol. Endapan bijih mangan dapat terbentuk melalui proses hydrotermal, yang dapat dijumpai dalam bentuk vein, metamorfik, sedimenter, ataupun residu. Terdapat 4 jenis mineral bijih yang mengandung Mn yaitu : Pirolusit (BMnO2), Hollandite (BaMn8O16), Kriptomelan (K2Mn8O16), Psilomelan (BaH2O)2 Mn5O10. Cebakan mangan dibagi menjadi : a) cebakan hydrotermal, b) cebakan sedimenter, baik bersam - sama maupun tanpa affiliasi, c) cebakan yang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut, d) cebakan metamorfosa, e) cebakan laterit dan akumulasi residual. Mangan digunakan untuk produksi pasir besi dan baja, juga digunakan sebagai katalis untuk industri baja selain itu untuk industri kimia, batere kering, korek api, gelas, cat, bahan celup, pupuk. Penambangan ditentukan oleh letak deposit yang bersangkutan, jika terdapat pada permukaan maka dilakukan tambang terbuka, namun jika berada jauh dari permukaan dibuat suatu sumuran yang dilanjutkan dengan gophering. Batu gamping di Maros Prosesnya dapat terbentuk dengan cara organik, mekanik atau secara kimia. Sebagian esar terjadi dengan cara organik yang berasal dari pengendapan cangkang/rumah karang dan siput, forminifera atau gangang atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Sifat batu gamping : Warna : putih, putih kecoklatan, dan putih keabuan Kilap : kaca dan tanah Goresan : putih sampai putih keabuan Belahan : tidak terarah Pecahan : UnEven Kekerasan : 2,7 - 3,4 Berat jenis : 2,387 ton/m3 Manfaat batu gamping untuk bahan bangunan, penstabil jalan raya, penjerni air, bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian, bahan baku semen portland. Proses penambangan dilakukan dengan tambang terbuka dalam bentuk quary dengan menggunakan alat berat excavator dan peledakan.

IV.

V.

II.

VI.

III.

Oker Penambangannya dapat dilakukan dengan cara tambang terbuka dan tunneling, baik dengan peralatan manual dan mekanik. Lapisan oker dapat digali dengan menggunakan excavator dan dimuat langsung dengan truck ke pabrik pengolahan. Cara penyelidikannya dapat dilakukan dengan cara penyelidikan geologi yang diperkirakan terdapat oker melalui pemboran, sumuran, serta parit - parit eksplorasi. Pengolahan dilakukan dengan cara digiling sampai halus namun harus dilakukan pembersihan sebelumnya untuk memisahkan kotorannya dan jika batuannya keras dapat dicuci dengan air. Pemanfaatan oker digunakan sebagai zat pewarna (sebagai pewarna permukaan karena sifat daya warnanya tidak mudah luntur) dalam pembuatan cat, tinta, untuk memberi warna dalam industri karet, kertas, tegel, permadani, plastik, mortar, semen, juga sebagai bahan poles logam dan gelas

Semen bosowa Semen terbentuk dari batu gamping, lempung, pasir kuarsa, pasir besi dan gypsum. Syarat terbentuknya batu kapur : airnya harus jernih dengan arus tidak kuat sehingga memungkinkan terjadinya pengendapan, kedalaman maksimal 76 m dan tembus sinar matahari, sehingga tumbuhan laut dapat berfotosintesis, temperatur 25 - 30 C, salinitas 27 %. Kegiatan penambangan dilakukan dengan menggunakan alat mekanis dan juga melalui proses peledakan kemukian diangkut ke tempat pengolahan selanjutnya. Kegiatan pengolahan dibagi menjadi beberapa proses antara lain : blending (raw mill), pembakaran (Pyro), Finish mill (cement mill), dan packing. Kaolin Digunakan sebagai bahan baku utama dan pembantu dalam berbagai industri. Kaolin merupakan massa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandung besi rendah dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan dengan kekerasan 2 - 2,5; berat jenis 2,6 - 2,63 ; bersifat plastis, mempunyai daya hantar panas dan listrik rendah. Proses terbentuknya kaolin melalui proses pelapukan dan proses hidrotermal alterasi pada batuan beku feldspartik, mineral potas silica dan feldspar diubah menjadi kaolin. Mineral yang termasuk dalam kelompok kaolin adalah kolinit, nakrit, halloysit, dengan kaolinit sebagai mineral utamanya.penambangan kaolin dapat dilakukan secara tambang terbuka dengan menggunakan alat mekanis atau dengan hydraulicking (tambang semprot), endapan kaolin yangtelah dikupas lapisan penutupnya disemprot dengan menggunakan air hingga membentuk lumpur dan selanjutnya dipompa ke ke tempat pengolahan dengan menggunakan pipa. Proses pengolahan kaolin ditujuak nuntuk membuang mineral pengotor seperti pasir kuarsa, mineral oksida besi, oksida titanium dan mika. Penggunaan kaolin yang utama adalah dalam industri kertas, keramk, cat, sabun, karet/ban, dan pestisida. Semen tonasa Semen adalah hasil industri dari paduan bahan baku, batu kapur/gamping, dan lempung/tanah liat atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhhir berupa padatan berbentuk bubuk, yang mengeras dengan air. Bahan baku pembuatan semen : 1) Batu kapur : terbentuk dengan beberapa cara yaitu secara organik, secara mekanik, secara kimia. Jumlah campuran untuk pembuatan semen 80%. 2) Tanah liat (lempung) : terbentuk dari proses pelapukan batuan silika, jumlah cmpuran untuk pembuatan semen 20%. 3) Pasir besi : terdiri dari mineral opaque yang tercampur dengan mineral non logam seperti kuarsa, kalsit, feldspar, amphibol, piroksin, biotit dan tourmalin. Mineral bijih terbentuk dari batuan basaltik dan vulkanik. Untuk pembuatan semen 5%. 4) Gypsum : umumnya berwarna putih, kuning, abu - abu, merah jingga dan hitam, diperlukan untuk pembuatan semen sebanyak 3 %. 5) Pasir kuarsa : merupakan bahan gaian yang terdiri atas kristal silika (SiO2) dan mengandung senyawa pengotor yangterbawa selama proses pengendapan. Proses pembuatan semen dibedakan menjadi : 1) proses basah yaitu dengan semua bahan baku yang ada dicampur dengan air, dihancurkan, dan diuapkan kemudian dibakar dengan menggunakan bahan bakar minyak; 2) proses kering yaitu dengan menggunakan teknik penggilingan kemudian dibakar dengan bahan bakar batubara.

VII.

Pasir besi di Sulawesi Endapan pasir besi terbentuk karena adanya proses pelapukan dari batuan andesit yang umumnya mengandung unsur mineral seperti magnetite (FeO4), Hematite (Fe2O3) dan ilminite (FeTiO3). Selama proses transportasi dari endapan tersebut mengalami perubahan ukuran dan bentuk partikel (degradasi) menjadi lebih halus yang kemudian terbawa sampai ke laut. Kemudian endapan tersebut terhempas oleh gelombeng air laut kemudian terbentuk endapan di sepanjang pantai. Pirit, siderit, hematit dan Fe-oksida adalah mineral Fe yang dapat terbentuk di lingkungan air laut dangkal; sementara mineral Fe lainnya yang diendapkan di laut dalam/terbuka berupa silikat Fe-hidroksida, glaukonit, grinalit, chamosit dan thuringit. Potensi pasir besi di SulSel terdapat di kab. Takalar kampung pa'rampungta, galesong, jampera (Kab. Selayar) dan Kab. Jeneponto kampung kelar. Kab. Barru. Potensi di daerah SulTeng terdapat di batauga (kab. Buton); tapnggaya (Kab. Kolut); wawoni dan latoma (Kab. Konawe). Cara penambangannya hampir sama dengan cara penambangan pada umumnya. Pengolahannya dengan cara memisahkan material pengotor seperti Tl, Ti, V, Ni, Co dengan metode bubbling (meniupkan udara dalam cairan logam) dan compound separation kemudian unsur pengotor digunakan sebagai bahan lokal dalam industri pengecoran logam. Manfaat dari pasir besi adalah digunakan untuk industri logam besi sebagai pengganti baja, juga telah banyak dimanfaatkan pada industri semen dan bahan dasar tinta kering (toner) pada mesin fotokopi dan tinta laser, bahan utama pita kaset, pewarna serta (filter) unutk cat, bahan dasar untuk industri magnet permanen. Lempung Pada propinsi sulawesi terdapat di desa borimatangkasa, kec. Bajeng kab. Gowa. Merupakan bahan baku pembuatan batu bata, gerabah, keramik, genteng. Lempung dikelompokkan menjadi 2 yaitu 1) lempung residu dan 2) lempung sedimen, berdasarkan sifat fisiknya dikelompokkan menjadi : tanah liat gemuk dan tanah liat kurus. Tahapan pembuatan batubata : Tahap perintisan, tahap pengambilan bahan baku, tahap pengolahan, tahap penyimpanan sementara, tahap pencetakan, tahap pengeringan, tahap pembakaran, pemasaran. Pembuatan batubata sangat bergantung pada iklim karena proses pengeringan masih menggunakan matahari. Silika Merupakan bahan galian yang terdiri atas kristal - kristal silika (SiO2) dan mengandung sengawa pengotor selama proses pengendapannya. Warna putih bening atau warna lain tergantung kepada senyawa pengotornya, kekerasan berkisar antara 7 (skala mosh), berat jenis 2,50 2,70. Pasir kuarsa tersusun dari unsur - unsur : SiO2 ; Fe2O3 ; Al2O3 ; TiO2 ; CaO ; MgO ; K2O. Penambangan pasir silika dengan cara tambangan terbuka : a) Pengupasan (Stripping) b) Pengambilan pasir kuarsa c) Pemuatan dan pengangkutan Manfaat pasir silika yaitu untuk berbagai keperluan dengan berbagai ukuran tergantung pada aplikasi yang dibutuhkan seperti dalam industri ban, karet gelas, semen, beton, keramik, tekstil, kertas. Keramik, tekstil, kosmetik, elektronik, dll.

VIII.

IX.