Anda di halaman 1dari 11

BAB 1 PENDAHULUAN Diafragma adalah otot inspirasi utama. Sewaktu diafragma berkontraksi, ia bergerak ke kaudal.

Dengan menurunnya diafragma, vicera abdomen terdorong ke kaudal pula. Akibatnya ialah bahwa volume cavitas thoracalis dan terjadi penurunan tekanan intra thoracal, sehingga udara tersedot ke dalam paru. Selain itu, volume cavitas abdominalis sedikit berkurang dan tekanan intraabdominal agak meningkat. Diafragma dibentuk dari 3 unsur yaitu membran pleuroperitonei, septum transversum dan pertumbuhan dari tepi yang berasal dari otot-otot dinding dada. angguan pembentukan itu dapat berupa kegagalan pembentukan sebagian diafragma, gangguan fusi ketiga unsur dan gangguan pembentukan otot. !ada gangguan pembentukan dan fusi akan terjadi lubang hernia, sedangkan pada gangguan pembentukan otot akan menyebabkan diafragma tipis dan menimbulkan eventerasi. Sekitar ",#-$,%& pasien yang mengalami trauma tumpul abdomen mengalami ruptur diafragma. !erbandingan insiden pada laki-laki dan perempuan sebesar '($. !aling sering terjadi pada usia dekade ketiga. )uptur diafragma *+ & disebabkan oleh trauma tumpul, ,+ & disebabkan trauma tembus- tajam. *+ & ruptur diafragma terjadi disisi kiri,hal ini terjadi karena adanya hepar di sisi sebelah kanan yang berperan sebagai proteksi dan memperkuat struktur hemidiafragma sisi sebelah kanan. Sedangkan pada anak-anak kemungkinan terjadi pada sisi manapun sama, hal ini terjadi oleh karena masih besarnya pergerakan hepar .nsiden pada neonatus tercatat $ ( ,""" / +""", pada dewasa dilaporkan insidensi bervariasi antara ",$*& yang dilaporkan oleh mullens dkk sampai setinggi %& yang dilaporkan oleh ale. 0al ini didapatdari penelitian retrospektif dari pemeriksaan 12 Scan yang dilakukan untuk berbagai tujuan. 0ernia 3ockdalek paling banyak dijumpai pada bayi dan anak-anak. !ada dewasa sangat jarang 4sekitar $"& dari semua kasus5 dan sering terjadi misdiagnosis dengan pleuritis atau tuberkulosis paru. 6adang-kadang pada anak yang lebih besar juga sering diduga sebagai staphylococcal pneumonia.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi 0ernia Diafragmatika adalah penonjolan organ perut ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada diafragma. Diafragma adalah sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut. !embagian 0ernia diafragmatika ( a. 2raumatica ( hernia akuisita, akibat pukulan, tembakan, tusukan b. 7on-2raumatica $5 6ongenital a5 0ernia 3ochdalek atau !leuroperitoneal 1elah dibentuk pars lumbalis, pars costalis diafragma b5 0ernia 8orgagni atau !ara sternalis 1elah dibentuk perlekatan diafragma pada costa dan sternum ,5 Akuisita 0ernia 0iatus esophagus Ditemukan pada $ diantara ,,""-+""" kelahiran dan #"-9"& terjadi pada sisi tubuh bagian kiri.

:ubang hernia dapat terjadi di peritoneal 4tipe 3ochdalek5 yang tersering ditemukan, anterolateral 4tipe 8orgagni5 atau di esofageal hiatus hernia. ;oramen bochdalek merupakan celah sepanjang ,-3 cm di posterior diafragma setinggi costa $" dan $$, tepat di atas glandula adrenal. 6adang-kadang defek ini meluas dari lateral dinding dada sampai ke hiatus esophagus. 6analis pleuroparietalis ini secara normal tertutup oleh membran pleuroparietal pada kehamilan minggu ke-# sampai ke-$". 6egagalan penutupan kanalis ini dapat menimbulkan terjadinya hernia 3ochdalek. 0ernia ini merupakan kelainan yang jarang terjadi. 8c 1ulley adalah orang pertama yang mendeskripsikan kelainanini

pada tahun $*+'. 3ochdalek pada $#'# menggambarkan secara detil aspek embriologi pada hernia ini yang merupakan defek tersering 4#"&5. 2.2 Etiologi !enyabab pasti hernia masih belum diketahui. )uptur diafragma traumatik dapat terjadi karena cedera tajam atau cedera tumpul. !ada trauma tumpul abdomen, penyebab paling sering adalah akibat kecelakaan sepeda motor, hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intraabdominal yang dilanjutkan dengan adanya ruptur pada otot / otot diafragma. 0al ini sering dihubungkan dengan penggunaan thalidomide, <uinine, nitrofenide, antiepileptik, atau defisiensi vitamin A selama kehamilan. !ada neonatus hernia ini disebabkan oleh gangguan pembentukan diafragma. Seperti diketahui diafragma dibentuk dari 3 unsur yaitu membran pleuroperitonei, septum transversum dan pertumbuhan dari tepi yang berasal dari otot-otot dinding dada. angguan pembentukan itu dapat berupa kegagalan pembentukan sebagian diafragma, gangguan fusi ketiga unsur dan gangguan pembentukan otot. !ada gangguan pembentukan dan fusi akan terjadi lubang hernia, sedangkan pada gangguan pembentukan otot akan menyebabkan diafragma tipis dan menimbulkan eventerasi. 2.3 Patofisiologi 3anyak kasus yang mengenai diafragma kiri adalah akibat dari efek buttressing dari liver. =rgan abdomen yang dapat mengalami herniasi antara lain gaster, omentum, usus halus, kolon, lien dan hepar. >uga dapat terjadi hernia inkarserata maupun strangulata dari usu yang mengalami herniasi ke rongga thorak ini. 0ernia diafragmatika akan menyebabkan gangguan kardiopulmoner karena terjadi penekanan paru dan terdorongnya mediastinum ke arah kontralateral. Sekitar #"-9"& ruptur diafragma terjadi akibat kecelakaan sepeda motor. 8ekanisme terjadinya ruptur berhubungan dengan perbedaan tekanan yang timbul antara rongga pleura dan rongga peritoneum. 2rauma dari sisi lateral menyebabkan ruptur diafragma 3 kali lebih sering dibandingkan trauma dari sisi lainnya oleh karena langsung dapat menyebabkan robekan diafragma pada sisi ipsilateral. 2rauma dari arah depan menyebabkan peningkatan tekan intra abdomen yang mendadak sehingga menyebabkan

'

robekan radier yang panjang pada sisi posterolateral diafragma yang secara embriologis merupakan bagian terlemah. Sekitar *+ & ruptur diafragma terjadi disisi kiri, dan pada beberapa kasus terjadi pada sisi kanan yang biasanya disebabkan oleh trauma yang hebat dan biasanya menyebabkan gangguan hemodinamik, hal ini disebabkan oleh karena letak hepar disebelah kanan yang sekaligus menjadi suatu proteksi. !ada trauma kendaraan bermotor arah trauma menentukan lokasi injuri di kanada dan Amerika Serikat biasanya yang terkena adalah sisi kiri khususnya pada pasien yang menyetir mobil, sedangkan pada penumpang biasanya yang terkena sisi kanan. !ada trauma tumpul biasanya menyebabkan robekan radier pada mediastinum dengan ukuran + / $+ cm, paling sering pada sisi posterolateral, sebaliknya trauma tembus menyebabkan robekan linear yang kecil dengan ukuran kurang dari , cm dan bertahuntahun kemudian menimbulkan pelebaran robekan dan terjadi herniasi. 3erikut ini mekanisme terjadinya ruptur diafragma ( 4$5 robekan dari membran yang mengalami tarikan (stretching ), 4,5 avulsi diafragma dari titik insersinya, 435 tekanan mendadak pada organ viscera yang diteruskan ke diafragma. 0ernia diafragmatika kongenital disebabkan oleh gangguan pembentukan diafragma. Diafragma dibentuk dari 3 unsur yaitu membrane pleuroperitonei, septum transversum dan pertumbuhan dari tepi yang berasal dari otot-otot dinding dada. angguan pembentukan itu dapat berupa kegagalan pembentukan seperti diafragma, gangguan fusi ketiga unsure dan gangguan pembentukan seperti pembentukan otot. !ada gangguan pembentukan dan fusi akan terjadi lubang hernia, sedangkan pada gangguan pembentukan otot akan menyebabkan diafragma tipis dan menimbulkan eventerasi. !ara ahli belum seluruhnya mengetahui faktor yang berperan dari penyebab hernia diafragmatika, antara faktor lingkungan dan gen yang diturunkan orang tua.

2.4 Manifestasi lini a. 0ernia Diafragmatika 2raumatik )uptur diafragma traumatik dapat terjadi karena cedera tajam atau cedera tumpul. !ada trauma tumpul abdomen, penyebab paling sering adalah akibat kecelakaan sepeda motor, hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intraabdominal yang dilanjutkan dengan adanya ruptur pada otot / otot diafragma. 8enurut lokasinya diafragma traumatika %9& terjadi pada sisi kiri, ,'& pada sisi kanan dan $+& bilateral. 0al ini terjadi karena adanya hepar di sisi sebelah kanan yang berfungsi sebagai proteksi dan memperkuat struktur hemidiafragma sisi sebelah kanan . =rgan abdomen yang dapat mengalami herniasi antar lain gaster, omentum,usus halus, kolon limpa dan hepar. ?iscera seperti lambung dapat masuk ke dalam toraks segera setelah trauma, atau berangsur / angsur dalam waktu berbulan / bulan atau bertahun / tahun. 0ernia karena cedera tumpul mungkin tidak menimbulkan gejala atau tanda .3ergantung pada banyaknya visera yang masuk ke dalam rongga toraks, dapat timbul gejala atau tanda obstruksi. b. 0ernia Diafragmatika 6ongenital

angguan fusi bagian sentral dan bagian kostal diafragma di garis median mengakibatkan defek yang disebut foramen 8orgagni. 2empat ini dapat menjadi lokasi hernia retrosternal yang disebut juga hernia parasternal. >ika penutupan diafragma tidak terganggu, foramen morgagni dilalui oleh a. 8ammaria interna dengan cabangnya a. @pigastrika superior. lokasi hernia pleuroperitoneal. 0ernia morgagni jarang menimbulkan gejala sebelum usia dewasa, sedangkan hernia 3ochdalek menyebabkan gangguan pernafasan segera setelah lahir sehingga membutuhkan pembedahan darurat. Secara klinis hernia diafragmatika akan menyebabkan gangguan kardiopulmoner karena terjadi penekanan paru dan terdorongnya mediastinum kearah kontralateral. Anak sesak terutama kalau tidur datar, dada tampak menonjol, tetapi gerakan nafas tidak nyata. !erut kempis dan menunjukkkan gambaran scapoid. !ulsasi apek jantung bergeser sehingga kadangkadang terletak di hemithoraks kanan. 3ila anak didudukan dan diberi oksigen, maka sianosis akan berkurang. :ambung, usus dan bahkan hati dan limpa menonjol melalui hernia. >ika hernianya besar, biasanya paru-paru pada sisi hernia tidak berkembang secara sempurna.Setelah lahir, bayi akan menangis dan bernafas sehingga usus segera terisi oleh udara. 2erbentuk massa yang mendorong jantung sehingga menekan paru-paru dan terjadilah sindroma gawat pernafasan. ejalanya dapat berupa( - angguan pernafasan yang berat. - Sianosis 4warna kulit kebiruan akibat kekurangan oksigen5. - 2akipneu 4laju pernafasan yang cepat5. - 3entuk dinding dada kiri dan kanan tidak sama 4asimetris5. - 2akikardia 4denyut jantung yang cepat5. !emeriksaan fisik didapatkan gerakan pernafasan yang tertinggal, perkusi pekak, fremitus menghilang, suara pernafasan menghilang dan mungkin terdengar bising usus pada hemitoraks yang mengalami gangguan. angguan penutupan diafragma disebelah posterolateral meninggalkan foramen 3ochdalek yang mungkin menjadi

6esulitan

untuk

menegakkan

diagnosis

hernia

diafragma

preoperative

menyebabkan sering terjadinya kesalahan diagnosis dan untuk itu diperlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hernia diafragmatika. 2.! Pe"e#i saan Pen$n%ang !emeriksaan penunjang yang penting adalah dilakukannya pemeriksaan radiologi yaitu pemeriksaan foto thorak. Sekitar ,3 / *3& ruptur diafragma karena trauma dapat dideteksi dengan pemeriksaan radiologi thoraks. ;oto thoraks sangat sensitif dalam mendeteksi adanya hernia diafragma kiri. Adanya ruptur diafragma akibat trauma bila diliat dari foto thoraks dapat ditemukan gambaran abnormal seperi adanya isi abdomen pada rongga thoraks terlihat selang 7 2 di dalam rongga thoraks, peninggian hemidiafragma 4 kiri lebih tinggi dari pada kanan5, dan batas diafragma yang tidak jelas. !emasangan sonde langsung dapat digunakan untuk memastikan diagnosis sebab sonde nampak membelok kembali ke atas diafragma. ;oto Aat kontras kadang diperlukan jika kolon tersangkut didalamnnya. 3ila didapatkan abnormalitas pada pemeriksaan foto thorak, selanjutnya dilakukan pemeriksaan 12 Scan atau BS ;AS2 untuk memastikan diagnosis rupture diafragma dan hernia diafragma. 3anyak kasus yang mengenai diafragma kiri adalah akibat dari efek buttressing dari liver. !ada hernia morgagni pemeriksaan thoraks memperlihatkan massa retrosternal yaitu viskus yang berisi udara atau memberikan gambaran serupa di sebelah dorsal jika ada hernia 3ochdalek. )ontgen dada menunjukkan adanya organ perut di rongga dada.

ambar Anteroposterior 4A!5 pada pasien dengan 0ernia diafragmatika congenital menunjukkan herniasi di hemithiraC kiri.

;oto 2horaks akan memperlihatkan adanya bayangan usus didaerah thoraks. 6adangkadang diperlukan fluoroskopi untuk membedakan antara paralisis diafragmatika dengan eventerasi 4usus menonjol ke depan dari dalam abdomen5. 3ila perlu dapat pula dilakukan untuk membuktikan apakah kelainan itu eventerasi atau hernia biasa. 2.& Ko"'li asi !ada hernia diafragmatika dapat terjadi penyulit berupa perdarahan dan obstruksi. 3ila hernia besar mungkin terjadi insufisiensi kardiovaskular yang dapat mengancam jiwa. 6omplikasi yang paling membahayakan adalah strangulasi isi hernia. :ambung, usus dan bahkan hati dan limpa menonjol melalui hernia. >ika hernianya besar, biasanya paru-paru pada sisi hernia tidak berkembang secara sempurna. Setelah lahir, bayi akan menangis dan bernafas sehingga usus segera terisi oleh udara. 2erbentuk massa yang mendorong jantung sehingga menekan paru-paru dan terjadilah sindroma gawat pernafasan. Sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita hernia diafragmatika tipe 3ockdalek antara lain ," & mengalami kerusakan kongenital paru-paru dan + / $% & mengalami kelainan kromosom.

2.( Penatala sanaan Anak ditidurkan dalam posisi duduk dan dipasang pipa nasogastrik yang dengan teratur dihisap. Diberikan antibiotika profilaksis dan selanjutnya anak dipersiapkan untuk operasi. 0endaknya perlu diingat bahwa biasanya 4*"&5 kasus ini disertai dengan hipospadia paru. !embedahan elektif perlu untuk mencegah penyulit. 2indakan darurat juga perlu jika dijumpai insufisiensi jantung paru pada neonatus. )eposisi hernia dan penutupan defek memberi hasil baik.

DA)TA* PUSTAKA

$. 6illeen 6:, Shanmuganathan 6, 8irvis S@. .maging of traumatic diaphragmatic injuries. Semin Bltrasound, 12, 8). ,"", AprD ,34,5( $#'-9,. ,. ?ermillion >8, Eilson @3, Smith )E. 2raumatic diaphragmatic hernia presenting as a tension fecopneumothoraC. 0ernia, ,""$, Sept. +435( $+#-%". 3. .ochum S, :udig 2, Eatter ;, Sebbag 0, S$"3-$%. '. Shackleton 6:, Stewart @2, 2aylor A>. 2raumatic diaphragmatic injuries( Spectrum of radiographic findings. )adiographics, $99# >an - ;ebD $#4$5( '9-+9. +. :erner 1A, Dang 0, 6utilek )A. Strangulated traumatic diaphragmatic hernia stimulating a subphrenic abscess. > @merg 8ed. $99*, 7ov - DecD $+4%5( #'9-+3. %. Alimoglu =, @ryilmaA ), Sahin 8, =Asoy 8S. Delayed traumatic hernias presenting with strangulation. 0ernia, ,""' Apr. ,"D 4@pub ahead of print5. *. Eataya 0, 2suruta 7, 2akayama 6, 8itsudomi 2, 7akanishi G, 0ara 7. Delayed traumatic hernia diagnosed with 8).. 7ihon 6yobu Shikhan >an 3+4$5( $,'-#. akkai Hasshi $99* rosdidier , 3lum A . .maging of diaphragmatic injury( a diagnostic challengeF )adiographics ,"", =ctD ,, Spec 7o(

$"

#. Himmermann 2. An unusual trauma in labour( Diaphragmatic rupture. Hentrald ynakol. $999D $,$4,5( 9,-'. 9. Anggraini, D 8edan. $". Anonima ,"$", 0ernia Diafragmatika, 3edah B 8, diakses $9 8aret ,"$,. http(--www.bedahugm.net-hernia-diafragmatika. ,""+. Anatomi dan Aspek Klinis Diafragma Thorax, BSB !ress,

$$