Anda di halaman 1dari 11

PLASTIK POLIPROPILENA

2010

Teknologi Limbah Industri

POLIPROPILENA
Polimer Sintetik

Adalah suatu polimer thermo-plastic yang seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya polimer ini berlambangkan PP dengan simbol daur ulang nomor "5".

Shinta Khalistyawati SMK Negeri 1 Temanggung 8/22/2010

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

POLIPROPILEN
A. PLASTIK Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005. Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara Eropa Barat mencapai 60kg/orang/tahun, di Amerika Serikat mencapai 80kg/orang/tahun, sementara di India hanya 2kg/orang/tahun. Plastik dapat digolongkan berdasarkan:

Sifat fisikanya
o

Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)

Termoset. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida

Kinerja dan penggunaanya


o

Plastik komoditas
sifat

mekanik tidak terlalu bagus tahan panas PE, PS, ABS, PMMA, SAN

tidak

Contohnya: Aplikasi:

barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol

minuman
o

Plastik teknik
Tahan Sifat

panas, temperatur operasi di atas 100C

mekanik bagus PA, POM, PC, PBT

Contohnya: Aplikasi: o

komponen otomotif dan elektronik

Plastik teknik khusus

PLASTIK POLIPROPILENA
Temperatur Sifat

Teknologi Limbah Industri

operasi di atas 150C

mekanik sangat bagus (kekuatan tarik di atas 500 Kgf/cm) PSF, PES, PAI, PAR

Contohnya: Aplikasi:

komponen pesawat

Berdasarkan jumlah rantai karbonnya


o o o o o o

1~4 5 ~ 11 9 ~ 16 16 ~ 25 25 ~ 30 1000 ~ 3000

Gas (LPG, LNG) Cair (bensin) Cairan dengan viskositas rendah Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk) Padat (parafin, lilin) Plastik (polistiren, polietilen, dll)

Berdasarkan sumbernya
o o

Polimer alami: Polimer sintetis:


Tidak terdapat Terdapat Polimer

kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut

secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren

di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya

dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya).

Keterangan: 1. Polietilen Tereftalat (PET) berlabel angka 01 dalam segitiga, 2. High Density Polyethylene (HDPE) berlabel angka 02 dalam segitiga, 3. Polivinil Klorida (PVC) berlabel angka 03 dalam segitiga, 4. Low Density Polyethylene (LDPE) berlabel angka 04 dalam segitiga, 5. Polipropilen (PP) berlabel angka 05 dalam segitiga, 6. Polistirena berlabel angka 06 dalam segitiga.

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

B. POLIPROPILEN Polipropilen adalah salah satu jenis plastik yang sangat baik bagi tubuh manusia. Plastik ini memiliki satu kelebihan dan satu kekurangan contohnya: 1. Mampu menahan kimia meski dipanaskan dalam suhu tinggi (antara suhu 800C dan suhu 999C) inilah rekor terbaik bagi seluruh plastik. 2. Dapat pecah, meski tidak melukai diri sendiri dan orang lain. Plastik ini bisa pecah (bagi minuman yang dikemas dalam gelas plastik).
Polipropilena

Nama IUPAC1 poly(propene) Nama lain: Polipropilena; Polipropena; Polipropena 25 [USAN];Polimer propena; Polimer propilena; homopolimer 1-Propena Identifikasi Nomor CAS [9003-07-0] Sifat Rumus molekul (C3H6)x Densitas Titik leleh 0.855 g/cm , tak berbentuk 0.946 g/cm , kristalin ~ 160 C
3 3

Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25C, 100 kPa) Sangkalan dan referensi

Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya pengemasan, tekstil (contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagai tipe wadah terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium, pengeras suara, komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer, permukaannya tidak

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

rata serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam. Polipropena biasanya didaur-ulang, dan simbol daur ulangnya adalah nomor "5": Pengolahan lelehnya polipropilena bisa dicapai melalui ekstrusi (peleleran) dan pencetakan. Nantinya lelehan ini diubah menjadi beragam produk yang berguna seperti masker muka, penyaring, popok dan lap. Teknik pembentukan yang paling umum adalah pencetakan suntik, yang digunakan untuk berbagai bagian seperti cangkir, alat pemotong, botol kecil, topi, wadah, perabotan, dan suku cadang otomotif seperti baterai. Polipropilena pertama kali dipolimerisasikan oleh Dr. Karl Rehn di Hoechst AG, Jerman, pada 1951, yang tidak menyadari pentingnya penemuan itu. Ditemukan kembali pada 11 Maret 1954 oleh Giulio Natta, Polipropilena pada awalnya diyakini lebih murah daripada polietilena.

C. DEGRADASI POLIPROPILEN Polipropilena dapat mengalami degradasi rantai saat terkena radiasi ultraungu dari sinar matahari. Jadi untuk penggunaan propilena di luar ruangan, bahan aditif yang menyerap ultra-ungu harus digunakan. Jelaga (celak) juga menyediakan perlindungan dari serangan UV.

D. STRUKTUR DAN SIFAT-SIFAT POLIPROPILEN Monomer-monomer yang menyusun rantai polipropilena adalah propilena yang diperoleh dari pemumian minyak bumi. Propilena, merupakan senyawa vinil yang memiliki struktur: CH2=CH-CH3 Secara industry, polimerisasi polipropilena dilakukan dengan menggunakan katalisasi koordinasi. Proses polimerisasi ini akan menghasilkan suatu rantai linear yang terbentuk -A-A-A-A- dengan A merupakan propilena. Melalui penggabungan partikel karet, PP bisa dibuat menjadi liat serta fleksibel, bahkan di suhu yang rendah. Hal ini membolehkan polipropilena digunakan sebagai pengganti berbagai plastik teknik, seperti ABS (Alkil Benzena

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

Sulfonat). Polipropilena memiliki titik lebur ~160 C (320 F), sebagaimana yang ditentukan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Polipropilena memiliki permukaan yang tak rata, seringkali lebih kaku daripada beberapa plastik yang lain, lumayan ekonomis, dan bisa dibuat translusen (bening) saat tak berwarna tapi tidak setransparan polistirena, akrilik maupun plastik tertentu lainnya. Bisa pula dibuat buram dan/atau berwarna-warni melalui penggunaan pigmen, Polipropilena memiliki resistensi yang sangat bagus terhadap bahan.

Struktur tiga dimensi dari propilena dapat terjadi dalam tiga bentuk yang berbeda berdasarkan posisi relatif dari gugus metil satu sama lain di dalam rantai polimernya. Ketiga struktur tersebut dapat dilihat pada gambar di atas. Pada prinsipnya ketiga struktur polipropilena tersebut berbeda satu dengan yang lain secara kimiawi. Struktur yang satu tidak dapat berubah begitu saju menjadi struktur yang lain tanpa mengalami pemutusan dan penyusunan kembali ikatan kimia pada rantai polimernya. Dalam rantai polimemya, molekul-molekul yang tersusun secara teratur dapat membentuk daerah kristalin. Sedang daerah yang memiliki pola susunan yang tidak teralur akan memiliki susunan amort. MFR (Melt Flow Rate) maupun MFI (Melt Flow Index) merupakan suatu indikasi berat molekulnya PP serta menentukan seberapa mudahnya bahan mentah

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

yang meleleh akan mengalir saat pengolahan berlangsung. MFR PP yang lebih tinggi akan mengisi cetakan plastik dengan lebih mudah selama berlangsungnya proses produksi pencetakan suntik maupun tiup. Tapi ketika arus leleh (melt flow) meningkat, maka beberapa sifat fisik, seperti kuat dampak, akan menurun. Ada tiga tipe umumnya PP: homopolimer, random copolymer dan impact copolymer atau kopolimer blok. Comonomer yang digunakan adalah etena. Karet etena-propilena yang ditambahkan ke homopolimer PP meningkatkan kuat dampak suhu rendahnya. Monomer etena berpolimer acak yang ditambahkan ke homopolimer PP menurunkan kristalinitas polimer dan membuat polimer lebih tembus pandang.

E. SINTESIS POLIPROPILEN

Ruas-ruas pendeknya polipropilena, menunjukkan berbagai contoh isotaktik (atas) dan taktisitas sindiotaktik (atas). Konsep yang penting untuk memahami hubungan antara struktur polipropilena dengan sifat-sifatnya adalah taktisitas. Orientasi relatifnya setiap gugus metil (CH3 dalam gambar sebelah kiri) yang dibandingkan dengan gugus metil di berbagai monomer yang berdekatan punya efek yang kuat pada kemampuan polimer yang sudah jadi untuk membentuk kristal, sebab tiap gugus metil memakan tempat serta membatasi pelenturan/pelentukan tulang punggung (backbone bending). Seperti kebanyakan polimer vinil yang lain, polipropilena yang berguna tak bisa dihasilkan oleh polimerisasi radikal dikarenakan lebih tingginya reaktivitas hidrogen alilik (yang mengarah ke dimerisasi) selama polimerisasi. Bahan yang dihasilkan dari proses itu akan memiliki gugus metil yang tersusun acak, yang disebut PP ataktik. Untuk menghasilkan polipropilena yang elastis, katalis yang menghasilkan polipropilena isotaktik bisa dibuat, tapi dengan gugus organik yang

mempengaruhi taktisitas yang ditahan di tempat oleh sebuah ikatan yang relatif lemah.

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

Katalis yang sering digunakan antara lain: a. Katalis Kaminsky b. Katalis Ziegler-Natta c. Katalis Metalosena

Sebuah model bola-dan-rantingnya polipropilena sindiotaktik.

F. PENGGUNAAN PRAKTIS POLIPROPILEN Berdasarkan sifatnya, beberapa penggunaan polipropilen dalam lingkungan hidup sehari-hari antara lain: 1. Polipropilena kebal dari lelah, Kebanyakan living hinge (engsel fleksibel tipis yang terbuat dari plastik yang menghubungkan dua bagian dari plastik yang kaku), seperti yang ada di botol dengan tutup flip top, dibuat dari bahan ini. 2. Lembar propilena yang sangat tipis, Dipakai sebagai kondensator frekuensi radio yang kehilangan frekwensinya rendah. 3. Tahan panas, Kebanyakan barang dari plastik untuk keperluan medis atau labolatorium bisa dibuat dari polipropilena karena mampu menahan panas di dalam autoklaf. Digunakan sebagai bahan untuk membuat ketel (ceret) tingkat-konsumen. Wadah penyimpan makan yang terbuat dari polipropilen takkan meleleh di dalam mesin cuci piring dan selama proses pengisian panas industri berlangsung.

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

Untuk alasan inilah, sebagian besar tong plastik untuk produk susu perahan terbuat dari propilena yang ditutupi dengan foil aluminium (keduanya merupakan bahan tahan-panas). Seusai produk didinginkan, tabung sering diberi tutup yang terbuat dari bahan yang kurang tahan panas, seperti polietilena berdensitas rendah (LDPE) atau polistirena. Wadah seperti ini merupakan contoh yang bagus mengenai perbedaan modulus, karena tampak jelas beda kekenyalan LDPE (lebih lunak, lebih mudah dilenturkan) dengan PP yang tebalnya sama. Jadi wadah penyimpan makanan dari polipropilena sering memiliki tutup yang terbuat dari LDPE yang lebih fleksible agar bisa tertutup rapat-rapat. 4. Sifatnya terhadap air, Polipropilena merupakan sebuah polimer utama dalam barang-barang tak tertenun. Sekitar 50% digunakan dalam popok atau berbagai produk sanitasi yang dipakai untuk menyerap air (hidrofil), bukan yang secara alami menolak air (hidrofobik). Penggunaan tak tertenun lainnya yang menarik adalah saringan udara, gas, dan cair dimana serat bisa dibentuk menjadi lembaran atau jaring yang bisa dilipat untuk membentuk kartrij (cartridge) atau lapisan yang menyaring dalam batas-batas 0,5 sampai 30 mikron. Aplikasi ini bisa ditemukan di dalam rumah sebagai saringan air. 5. Polipropilena Biaxially -dwisumbu- Oriented polypropylene (BOPP), Lembaran BOPP ini digunakan untuk membuat berbagai macam bahan seperti clear bag (tas yang transparan). Saat polipropilena berorientasi dwisumbu, ia menjadi sejernih kristal dan berfungsi sebagai bahan pengemasan untuk berbagai produk artistik serta eceran. 6. Pewarnaan yang mudah dan ke-fleksibilitas-an, Polipropilena yang berwarna-warni banyak dipakai dalam pembuatan permadani dan tatakan untuk digunakan di rumah. Militer AS pernah menggunakan polipropilena atau 'polypro' untuk membuat lapisan dasar cuaca dingin seperti kaos lengan panjang atau celana dalam yang panjang. (Saat ini, poliester menggantikan polipropilena dalam berbagai

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

aplikasi di militer AS.) Kaos dari polipropilena tidak mudah terbakar, tapi bisa meleleh yang berakibat pada bekas terbakar pada bagian baju yang terkena apapun jenis ledakan atau api. Tali yang terbuat dari polipropilena cukup ringan untuk mengapung di air. 7. Lain-lain, Ember plastik, baterai mobil, kontainer penyejuk, piring, dan kendi sering terbuat dari polipropilena atau HDPE, keduanya memiliki penampilan, rasa, serta sifat yang hampir sama pada suhu ambien. Polipropilena sangat umum digunakan untuk pencetakan plastik dimana ia disuntikkan ke dalam cetakan dalam keadaan meleleh, membentuk berbagai bentuk yang kompleks pada volume yang tinggi dan biaya yang relatif rendah. Hasilnya bisa berupa tutup botol, botol, dll. Polipropilena yang diproduksi dalam bentuk lembaran telah digunakan secara meluas untuk produksi stationary folder, pengemasan, dan kotak

penyimpanan. Warna yang beragam, durabilitas, serta sifat resistensi PP terhadap debu membuatnya ideal sebagai sampul pelindung untuk kertas serta berbagai bahan yang lain. Karakteristik tadi juga membuat PP digunakan dalam stiker kubus Rubik. Expanded Polypropylene (EPP) merupakan bentuk busanya polipropilena. Karena kekakuannya yang rendah, EPP tetap mempertahankan bentuknya sesudah mengalami benturan. EPP digunakan secara luas dalam miniatur pesawat dan kendaraan yang dikontrol radio lainnya. Dikarenakan kemampuannya menyerap benturan, EPP menjadi bahan yang ideal untuk pesawat RC bagi para pemula dan amatir.

G. CONTOH ARTIKEL POLIPROPILEN 1. Tutup Tutup dari propilena sebuah kotak permen Tic Tac, dengan sebuah living hinge serta kode identifikasi resin di bawah sayapnya.

10

PLASTIK POLIPROPILENA

Teknologi Limbah Industri

2. Jarum Suntik Diafragma yang dibuat dengan sistem cetakan suntik ini menggunakan bahan polipropilen dicampur dengan mika, dengan struktur molekul yang mengembang dari dalam ke luar, sehingga menjadi cukup ringan namun kuat untuk menciptakan pengeras suara yang memiliki tingkat respon sempurna bahkan dalam kondisi ketika frekuensi sumber digital turun naik dengan cepat. 3. Alat Uji Elektrolit

Alat untuk menguji larutan elektrolit. Terdiri dari elektroda kuningan, pemegang baterai didalam kotak, dan lampu LED untuk mengindikasikan arus yang dihasilkan oleh larutan elektrolit. Sumber tenaga berasal dari 2 baterai 1.5 volt (baterai tercakup). Dimensi keseluruhan : 50 x 27 x 140 mm dengan kotak berukuran 50 x 27 x 74 mm. Kotak terbuat dari polipropilen.

Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Polipropilena http://id.wikipedia.org/wiki/Polipropilen http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik http://www.clarion.com/id/id/products/featuremark/MicaInjectionP.P.Cone/id -id-mark-pop_1149239533198.html http://www.pudak-scientific.com/detail_products.php?id=177 http://www.google.com/picture

11