Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Kista radikuler disebut juga kista periapikal. Kista ini merupakan jenis kista yang paling sering ditemukan. Kista radikuler terbentuk oleh karena iritasi kronis gigi yang sudah tidak vital. Kista ini tumbuh dari epitel rest of Malassez yang mengalami proliferasi oleh karena respon terhadap proses radang yang terpicu oleh karena infeksi bakteri pada pulpa yang nekrosis.1,2 Kista radikuler disebut juga kista inflamasi, kista periapikal. Kista radikuler merupakan kista yang paling sering dijumpai di rongga mulut, kurang lebih 6 !"#$! dari seluruh kista odontogenik, dengan frekuensi tersering di rahang atas terutama di regio anterior lebih kurang sekitar 6 !, sedangkan pada rahang ba%ah sering terjadi pada regio posterior, namun kista ini dapat terjadi di region mana saja pada rahang. &iasanya peradangan mengikuti kematian pulpa gigi dan kista yang timbul dengan cara ini tersering ditemukan apeks gigi yang terkena. 'ering terjadi pada usia 2 "( tahun. )ebih sering terjadi pada laki" laki. )okasi yang paling sering terkena adalah ma*illa teruatma pada region anterior ma*illa.
1,2

I.2 Tujuan +ntuk mengetahui pengertian dari kista radikuler, serta untuk memenuhi tugas Kepaniteraan Klinik di &agian ,igi dan Mulut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


1

II. 1. Definisi Kista a!ikuler Kista radikuler adalah kista odontogenik yang terjadi pada apeks gigi nonvital yang mengalami peradangan. -erjadinya kista ini diakibatkan oleh infeksi gigi yang berkembang dari granuloma berisi sel epitel massez. 1,2 Kista radikuler disebut juga kista inflamasi, kista periodontal, atau kista periodontal apikal.kista radikuler merupakan kista paling sering dijumpai di rongga mulut .sekitar 6 " #$! dari seluruh kista odontogen/ dengan frekuensi tersering di rahang atas terutama regio anterior .kurang lebih 6 !/ dan di rahang ba%ah terutama regio posterior. 0kan tetapi, kista ini dapat terjadidi regio mana saja di rahang. 1,2,1

II. 2. Eti"l"gi Kista radikuler diperkiarkan terjadi karena faktor fisik, kimia, atau luka karena bakteri yang mengakibatkan pulpa mati dan diikuti stimulasi dari sel epitel rest of Malaseez yang muncul pada ligamen periodontal. 2,1 'ifat dan reaksi lesi yang terbentuk di apeks gigi adalah bayangan kondisi yang memulai penghancuran dari pulpa gigi yang terserang. 2mpat faktor mayor yang berperan 3 0. -imbulnya pulpitis terbuka maupun tertutup &. &erbagai jenis mikroorganisme yang bersangkutan 4. -ingkat sklerosis dari tubulus dentis 5. Kemampuan dari respon imun host 6aktor"faktor tersebut dikatakan optimal saat timbul pulpitis kronis terbuka, bakteri bervirulensi rendah, gigi tua dengan sklerosis tubulus dentis, pasien sehat, serta perubahan dari apeks gigi menjadi jinak dan kronis. &anyaknya faktor optimal kadang"kadang berhubungan dengan sedkit atau tanpa aktivitas dari respon imun. 'ebagai gantinya faktor" faktor tersebut menjadi stimulus sel fibroblastik, sel osteoblastik, jaringan tulang, dan jaringan parut untuk berproduksi terus sehingga menebal di daerah tersebut. Ketika kondisi merugikan seperti timbulnya pulpitis akut tertutup, peningkatan jumlah bakteri bervirulensi tinggi, dan pembukaan tubulus dentin muda, inflamasi dari apeks gigi akan lebih ganas dan banyak toksin bakteri dan enzim otolitik yang diproduksi dan menyebar. 5i dalam kondisi penghancuran cepat dari jaringan periapikal dan tulang"tulang di sekitar, proses akan cepat meluas ke dalam ruang sumsum tulang yang berdampingan. 1,( II. # . EPIDE$I%L%&I
2

6rekuensi terjadinya paling banyak dari semua lesi kistik rahang .kira"kira $2,1!/. 'ering terjadi pada usia 2 "( tahun dengan jumlah laki"laki lebih banyak dari %anita .$7! 3 (2!/.orang kulit putih mempunyai frekuensi 2 kali lipat terkena kista jenis ini daripada ras kulit hitam. Kista ini dapat terjadi di semua gigi di kedua rahang, tetapi lebih banyak terjadi di regio ma*illa anterior. 1,2,1,( Jenis kista ra!ikuler 0. 0pikal Kista radikuler mengarah ke puncak akar. &. )ateral Kista radikular mengarah ke bagian samping saluran akar yang terbuka daru gigi yang terserang

II. ' . PAT%&ENESIS )apisan kista radikuler berasal dari proliferasi sisa epitel Malassez yang terjadi sebagai efek proses inflamasi. 6aktor pencetusnya belum dapat dipastikan. 2ndotoksin bakteri dan sitokin sel"sel inflamasi serta faktor pertumbuhan epidermal terbukti sebagai salah satu

pencetus proliferasi epitel. 8roliferasi epitel akan terus berlanjut selama masih ada faktor stimulus. (,$,6,# A. True cyst -ahap a%al ditandai dengan proliferasi sisa sel Malassez sebagai reaksi inflamasi. 8ada tahap kedua terbentuk rongga yang dilapisi epitel. 0da 2 hipotesis mengenai pembentukan rongga kista 3 1. Nutritional deficiency theory 'el"sel mengalami kekurangan nutrisi dan mengalami nekrosis menuju degenerasi likuifaktif. 0kumulasi produk nekrotik ini akan menarik granulosit neutrofilik ke daerah nekrotik. 'el"sel akan berdegenaratif. )eukosit yang terinfiltrasi bersama eksudat jaringan akan menjadi satu membentuk rongga kista yang dilapisi oleh epitel skuamos nonkeratinisasi. 2. Abscess theory 2pitel yang berproliferasi akan menutupi abses yang terbentuk di jaringan nekrotik yang lisis. 'ecara alamiah sel"sel epitel akan melindungi jaringan ikat yang terekspos. 1. Kista akan mulai membesar. Mekanisme pertumbuhan kista juga belum diketahui pasti. -elah dikemukan teori tekanan osmotik sebagai sebagai salah satu faktor dalam pertumbuhan kista. )ikuifikasi sel"sel menyebabkan tekanan osmotik di dalam rongga kista menjadi tinggi menyebabkan resorpsi tulang alveolar di sekitarnya dan rongga kista membesar. Karies nekrosis pulpa inflamasi periapikal granuloma periapikal timbul area kaya vaskularisasi untuk rest of Malassez proliferasi rest of Malassez terbentuk massa besar inner cells of mass deprived of nourishment terjadi liquefaction necrosis muncul kavitas di tengah"tengah granuloma kista radikuler

B. Poc et cyst 8embentukan poc et cyst dimulai dengan akumulasi neutrofil di sekitar foramen apikalis sebagai respon terhadap eksistensi bakteri di dalam saluran akar. Kemudian terjadi mikroabses yang dilapisi oleh epitel yang berproliferasi. Ketika berkontak dengan ujung akar akan terbentuk leher epitel dengan perlekatan epitel. Keadaan ini akan memisahkan saluran akar yang terinfeksi dan mikroabses dengan lingkungan periapeks. 9eutrofil di dalam mikroabses akan mati den berintegrasi membentuk kantung mikrositik. &akteri dalam saluran akar dan produknya beserta sel"sel mati akan menarik lebih banyak granulosit neutrofilik ke dalam lumen kista. 0kumulasi sel"sel nekrotik akan menyebabkan kantung membesar guna mengakomodasi debris yang terbentuk membentuk perpanjangan dari ruang saluran akar ke arah periapeks. 'ecara histologis lapisan epitel dan dinding kista mirip dengan true cyst. (,$,6,#

II. ( . &a)*aran Kista a!ikuler


5

1. &a)*aran klinis kista ra!ikuler Kebanyakan pada penyakit kista radikuler tersebut tidak terdapat gejala"gejala yang signifikan .asimptomatik/, terutama pada kista yang berukuran kecil. :al ini baru akan terlihat setelah dilakukannya pemeriksaan rontgen foto pada pasien, kecuali jika kista tersebut bernanah, di mana rasa sakit terjadi seperti pada gejala yang biasa ditunjukkan. Kista yang besar akan menghasilkan pembengkakan pada bagian bukal dan meluas hingga bagian lingual atau palatal. 8embengkakan ini terjadi sebagai bentuk perluasan pada dasar kortikal bukal, yang menyebabkannya menjadi tipis dan dapat menimbulkan bunyi ;cracking< .crepitus/. =ika tulang sudah benar"benar hancur maka kista tersebut akan terhubung dengan periosteum dan mukosa pada daerah tersebut akan terlihat ber%arna merah kebiru"biruan. 6,#,7 2. ga)*aran ra!i"grafis kista ra!ikuler 'ecara radiografi kista radikuler menunjukkan adanya osteolytic atau lesi radiolucent .berbentuk bulat atau oval/ dengan pinggiran radiopac yang terlihat jelas, kecuali jika daerah tersebut sudah terinfeksi maka gambaran perifer radiopac tidak akan terlihat.

#. as+irasi +a!a isi kantung kista 'ebagai tambahan dari pemeriksaan klinis dan radiologi, aspirasi terhadap isi kantung kista tersebut merupakan diagnosis tambahan yang sangat berharga. Kista dengan ukuran yang lebih besar dari 1,$"2 cm, sedikit atau banyaknya cairan, tetap dapat diaspirasi untuk mencegah timbulnya lesi yang lebih padat lainnya
6

II. , . DIA&N%SIS 5iagnosis ditegakan dengan cara 3 0. >adiografi ,ambarannya khas. Kista memiliki dinding epitel gepeng berlapis berkeratin dan berisi cairan kental, berbentuk bundar atau oval, dan besarnya bervariasi. )amina dura dan membran periodontal menghilang. ?leh karena cairan yang bertambah besar dan menekan ke segala arah sehingga gambaran radiolografisnya berbentuk bundar atau oval, berbatas garis putih yang tegas dan jelas, dindingnya halus, dna teratur sehingga dapat dibedakan dengan daerah sekitarnya yang normal. )okasinya dapat mengenai hanya satu atau beberapa gigi sekaligus. 1,2,1,(,$

&. :istopatologi 1. )apisan epitel Kebanyakan kista radikuler merupakan suatu satu kesatuan atau dalam bagian"bagian berlapis dengan stratified squamous epithelium dan jangkuan ketebalannya dari 1 sampai $ lapis sel 2. !ushton hyalin bodies Kira"kira 1 ! dari kista radikuler ditemukan !ushton hyalin bodies di lapisan epitel. Kadang"kadang, namun sangat jarang bisa juga ditemukan di kapsul fibrous. 1. &elahan kolesterol
8

5eposisi kristal kolesterol ditemukan pada banyak kista radikuler. 0kumulasi kolesterol dapat terjadi melalui degenerasai dan deintegrasi dari limfosit, plasma sel, dna makrofag yang memiliki peran pada proses inflamasi. 8ada akhirnya kolesterol ini akan keluar dari dinding sel. (. Kapsul fibrous Kapsul fibrous kista radikuler tersusun terutama dari pemadatan kolagen perifer dan jaringan pengikat longgar yang berdampingan dengan lapisan epitel. $. 'el inflamasi 'el inflamasi akut muncul ketika terjadi proliferasi epitel. 'el inflamasi kronis muncul pada jaringan pengikat segera berdampingan ke epitel. 6. 'el mast 'isa"sisa dari epitel odontogenik dan kadang"kadang satelite microcyst juga muncul. &eberapa kista tampak jelas bervaskularisasi. &erbagai macam kalsifikasi juga muncul.

II. - . PENATALAKSANAAN 0. &iopsi 1,(,$ 1. 0spirasi jarum halus .690&/ =arum diameter @ 1 mm, ujung jarum ditusukan A $ kali kemudian dibuat hapusannya .one layered smear/ 2. 2ksisi ,una mengambil lesi kecil yang secara klinis merupakan lesi jinak . @ 1 cm/ baik lesi superfisial maupun lesi profunda, lunak, atau keras. 8endekatan yang
9

dilakukan bisa insisi berbentuk elips .untuk lesi permukaan/ atau modifikasinya .apabila lesi terletak di jaringan lunak/ 1. Bnsisi 5igunakan pada lesi berukuran besar atau potensial ganas .nantinya memerlukan eksisi luas/ atau untuk menghindari struktur penting di sekitarnya .misalnya arteri atau saraf/. &iopsi insisional biasanya dipilih untuk lesi besar dan terletak di dalam tulang baik lesi kistik maupun solid. 5igunakan untuk menentukan sifatnya. :asil ini dapat digunakan untuk merencanakan tindakan rehabilitasi. (. 0spirasi 'uatu pendekatan untuk fluktuan di dalam lesi jaringan lunak baik superfisial atau profunda. )esi sentral pada tulang diaspirasi dahulu sebelum diambil karena dikha%atirkan akan terjadi perdarahan yang disebabkan oleh adanya hemangioma sentral atau anomali vaskuler. 0spirasi kurang bermanfaat untuk diagnosis lesi solid. &. 8erlakuan endodontik 1,(,$ )esi perifer termasuk juga kista radikuler disingkirkan oleh tubuh segera setelah agen penyebab disingkirkan. Kebanyakan kista radikuler dapat mengalami mengalami resolusi sebagai akibat pera%atan saluran akar dan tidak membutuhkan intervensi bedah. Mekanisme potensial untuk degenerasi kista dan perbaikan jaringan dengan pera%atan endodontik konvensial dapat dicapai dengan debridemen sistem saluran akar untuk mengangkat semua iritan. -ahapan pembentukan dan pembersihan sistem saluran akar merupakan suatu tahapan penting dalam mendukung suksesnya pera%atan saluran akar. 8embentukan dan pembersihan saluran akar akan memudahkan pengisian saluran akar yang benar"benar padat dalam tida dimensi. 'elain tahap pembentukan dan pembersihan saluran akar penggunaan medikamen saluran akar yang dapat dengan kalsium hidroksida juga sangat menunjang suksesnya pera%atan kista periapikal. 8ada gigi"gigi dengan lesi periapikal, pengangkatan iritan, atau jaringan yang mengalami inflamasi atau nekrotik dari sistem saluran akar akan menstimulasi proses perbaikan dan pengecilan lesi. 8erbaikan lesi periapikal terutama ditandai dengan infiltrasi sel"sel inflamasi yang berperan dalam mengangkat iritan endogenous dan
10

eksogenous diikuti dengan proliferasi kolagen oleh sel"sel fibroblas dan pembentukan tulang. 0danya integrasi seluler dan fenomena imunologi akan membersihkan semua debris dan benda"benda asing yang meningkatkan proses perbaikan. Kalsium hidroksida dapat dipakai sebagai medikamen saluran akar karena mempunyai efek antibakterial dan anti jamur karena p: nya tinggi dengan berkontak pada jaringan periapikal akan mempengaruhi aktivitas osteoklas dan memacu perbaikan. 8ada kasus di mana terjadinya resorpsi tulang oleh aktivitas enzimatik, kalsium hidroksida menyebabkan suasana alkalin sehingga deposit jaringan keras dapat terjadi. 8enempatan kalsium hidroksida berkontak dengan jaringan periapikal akan mempengaruhi langsung jaringan yang mengalami inflamasi. Kemampuan kalsium hidroksida menyebabkan nekrotik dan rusaknya dinding epitelium menyebabkan jaringan ikat dapat mengadakan invaginasi ke dalam lesi sehingga penyembuhan dapat terjadi. 0ksi kalsium hidroksida mele%ati apeks memberi empat keuntungan, yaitu3 1. 0nti inflamasi dengan sifat higroskopisnya membentuk jembatan dentin kalsium protein dan menginhibisi fosfolipase 2. Menetralkan produk"produk asam seperti hidrolase yang berpengaruh pada aktivitas osteoklastik 1. Mengaktifkan fosfatase alkali (. 0ksi antibakterial 8eletakan kalsium hidroksida sebagai medikamen intrakranial setelah overinstumen ke dalam kista periapeks dan hasil yang dicapai biasanya jauh lebih baik. Kalsium hidroksida berlebih mele%ati foramen apikal menunjukkan penyembuhan lesi yang tidak berbeda bila kalsium hidroksida tidak mele%ati apeks. 8enyembuhan kista terjadi dalam %aktu 6 bulan setelah dilakukan pera%atan endodontik non"bedah dengan kalsium hidroksida sebagai medikamen intrakanal. 8enyembuhan dapat dicapai dengan kemampuan neutrofil untuk merusak jaringan dengan enzim"enzim proteolitiknya dan kemampuan merusak epithelial linin" dari dinding kista. :al inilah yang diharapkan dalam proses penyembuhan kista radikuler. Bnstrumentasi pada a%al pera%atan mele%ati foramen apikal juga merupakan tindakan untuk mempercepat proses pengecilan kista melalui 3 1. Bnflamasi akut dengan terjadinya distraksi epitelial 2. 8erdarahan subepitelial dengan ulserasi dari epithelial linin"
11

4. 8erlakuan bedah 1,(,$ 1. 2nukleasi ,igi yang terpengaruhi diekstraksi atau dipelihara melalui pera%atan saluran akar dengan apicocetomy. )apisan mukoperiosteal di sekitar kista diangkat dan celah terbuka pada tulang untuk memberi akses yang cukup. Kista dengan hati"hati dipisahkan dari dinding tulang. 'eluruh kista disingkirkan. -epi dari lubang tulang dihaluskan, perdarahan dikendalikan, dan lubang diirigasi untuk membuang debris. )apisan mukoperiosteal dikembalikan dan disambungkan kembali. 2. Marsupialisasi Kista yang utama dibuka. 'ama seperti enukleasi tepi lapisan epitel dijahit ke membran mukosa di tepi dari tempat pembukaan. 5engan maksud untuk menghasilkan pembersihan dari rongga sendiri di mana menjadi sebuah invaginasi jaringan oral. 8ada a%alnya rongga ditutup dengan pita seperti kasa dan setelah bagian tepinya sembuh, penyumbat atau penyambung dari gigi buatan dibuat untuk menutup pembukaan. >ongga biasanya ditutup oleh pertumbuhan kembali dari jaringan di sekelilingnya dan terjadi perbaikan dari garis normal bagian itu. 8enggunaan utama adalah untuk mengurangi tekanan udara sementara dari kista yang luar biasa besar di mana fraktur rahang sebagai faktor risiko. Ketika tulang baru yang terbentuk cukup kista dapat dienukleasi.

12

II. . . P %&N%SIS 8rognosis tergantung dari gigi yang terkena, derajat kerusakan tulang, dan kemudahn pera%atan. -erapi dari kista radikuler sebagai penyakit dari infeksi saluran akar terdiri dari pembasmian mikroba atau pada hakikatnya menurunkan jumlah mikroba dari saluran akar dan mencegah infeksi kembali dari ortho"rade root fillin". -erapi ini memiliki tingkat kesuksesan tinggi, namun terapi endodonti dapat gagal. Kegagalan terbanyak terjadi pada saat prosedural terapi, kebanyakan dari teknik dasar tidak tercapai standar yang memuaskan, sebagai kontrol, dan pehilangan infeksi, bahkan ketika standar tinggi dan prosedur paling hati"hati telah dilaksanakan, kegagalan dapat terjadi. :al ini dikarenakan daerah saluran akar yang tidak dapat dibersihkan dan obturated peralatan yang ada, material, dan teknik sehingga menyebabkan infeksi menetap. 2,1,(,$ II. / . K%$PLIKASI 0. 8erubahan menjadi karsinoma atau neoplasma
13

#quamous cell carcinoma atau epidermoid carcinoma biasanya tumbuh dari lapisan epitel kista radikuler &. 6raktur patologis pada rahang 0pabila kista telah tererosi seluruhnya khususnya saat muncul pada regio posterior yang kasusnya sangat jarang terkena ksita radikuler, bisa mengakibatkan $. #econdary infection Kista bisa menjadi secondary infection dan menimbulkan komplikasi lebih jauh. II. 10 .Diffential Diagn"sis 5ental granuloma -umor odontogenik

BAB III PENUTUP


III. 1 Kesi)+ulan Kista radikuler adalah kista odontogenik yang terjadi pada apeks gigi nonvital yang mengalami peradangan. -erjadinya kista ini diakibatkan oleh infeksi gigi yang berkembang menjadi granuloma yang berisikan sel epitel malassez. Kista radikuler disebut juga kista inflamasi, kista periodontal, atau kista periodontal apical. Kista radikuler merupakan kista yang paling sering dijumpai di rongga mulut, kurang lebih 6 !"#$! dari seluruh kista odontogenik, dengan frekuensi tersering di rahang atas terutama di regio anterior lebih kurang sekitar 6 !, sedangkan pada rahang ba%ah sering terjadi pada regio posterior, namun kista ini dapat terjadi di region mana saja pada rahang. &iasanya peradangan mengikuti kematian pulpa gigi dan kista yang timbul dengan cara ini tersering ditemukan apeks gigi yang terkena. 'ering terjadi pada usia 2 "( tahun. )ebih
14

sering terjadi pada laki"laki. )okasi yang paling sering terkena adalah ma*illa teruatma pada region anterior ma*illa. 8rognosis tergantung dari gigi yang terkena, derajat kerusakan tulang, dan kemudahn pera%atan. -erapi dari kista radikuler sebagai penyakit dari infeksi saluran akar terdiri dari pembasmian mikroba atau pada hakikatnya menurunkan jumlah mikroba dari saluran akar dan mencegah infeksi kembali dari ortho"rade root fillin".

DA1TA PUSTAKA
1. >egezi =0, 'cuiba =. ?ral 8athology 4linical"8athologic 4orrelation. 2nd ed. 8hiladelphia 3 C. &. 'aunders 4ompany, 1DD13 (2("#. 2. >uslijanto :artono, karsinoma 'el 'kuamosa 8ada )idah, 6orum Blmiah BB, 6akultas Kedokteran gigi +niversitas -risakti, 1D7#. 1. -orabinejad M., Calton >2. 8enyakit =aringan 8ulpa dan =aringan 'ekitar 0kar di dalam 8rinsip dan 8raktik Blmu 2ndodental. 2d2. 0lih bahasa 3 'uma%inata 9., 'hidarta C., 9ursasongko &. =akarta3 2,4, 1DD(3 6 "2 (. -heresia Bndah &udhy 'ulisetya%ati, Bnsidens -umor ganas >ongga Mulut di 'urabaya"=a%a -imur selama periode tahun 1D7#"1DD, Majalah kedokteran ,igi +niversitas 0irlangga, vol 1(, no (, ?ktober"5esember 1DD#. $. 'itanggang, Bma >. :., 'kripsi. 0bses 8eriapikal 'ebagai 'alah 'atu 8enyebab -erjadinya ?steeomiolitis 'upuratif 0kut. 6K,3 +'+, 2 2. 6. http3EE%%%.klikdokter.comEmedisazEreadE2 1 E #E $E211Ekista"periapikal.
15

5iakses tanggal 1 9ovember 2 11 pukul 1#.


7. http3EEflipper.diff.orgEappEitemsEinfoE2111.

CB&

5iakses tanggal 1 9ovember 2 11 pukul 1#.1 CB&


8. http3EE%%%.checkdent.comEdental"blogEradicular"cysts.htmlFlangGen

diakses tanggal 2 9ovembet 2 11 pukul 1#.1 CB&

16