Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN I.

Latar Belakang Penyakit tulang dan patah tulang merupakan salah satu dari sindrom geriatric, dalam arti insidens dan akibatnya pada usia lanjut yang cukup significant. Dengan bertambahnya usia terdapat peningkatan hilang tulang secara linear. Hilang tulang ini lebih nyata pada wanita disbanding pria. Tingkat hilang tulang ini sekitar 0,5 !" per tahun dari berat tulang pada wanita pasca menopause dan pada pria # $0 tahun. Hilang tulang ini lebih mengenai bagian trabekula disbanding bagian korteks, dan pada pemeriksaan histologik wanita dengan osteoporosis spinal pasca menopause tinggal mempunyai tulang trabekula % !&" 'nilai normal pada lansia !& (&" ) 'Peck, !*$*). +epanjang hidup tulang mengalami perusakan 'dilaksanakan oleh sel osteoklas) dan pembentukan 'dilakukan oleh sel osteoblas) yang berjalan bersama,sama, sehingga tulang dapat membentuk modelnya seseuai dengan pertumbuhan badan 'proses remodelling)# -leh karena itu dapat dimengerti bahwa proses remodelling ini akan sangat cepat pada usia remaja 'growth spurt). Terdapat berbagai factor yang mempengaruhi pembentukan dan pengrusakan oleh kedua jenis sel tersebut. .pabila hasil akhir perusakan 'resorbsi/destruksi) lebih besar dari pembentukan 'formasi) maka akan timbul osteoporosis. 0ondisi ini tentu saja sangat mencemaskan siapapun yang peduli, hal ini terjadi karena ketidaktahuan pasien terhadap osteoporosis dan akibatnya. 1eberapa hambatan dalam penanggulangan dan pencegahan osteoporosis antara lain karena kurang pengetahuan, kurangnya fasilitas pengobatan, factor nutrisi yang disediakan, serta hambatan,hambatan keuangan. +ehingga diperluan kerja sama yang baik antara lembaga,lembaga kesehatan, dokter dan pasien. Pengertian yang salah tentang perawatan osteoporosis sering terjadi karena kurangnya pengetahuan. Peran dari petugas kesehatan dalam hal ini adalah dokter dan perawat sangatlah mutlak untuk dilaksanakan. 0arena dengan perannya akan membantu dalam mengatasi peningkatan angka pre2alensi dari osteoporosis. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan berperan dalam upaya pendidikan dengan memberikan penyuluhan tentang pengertian osteoporosis, penyebab dan gejala osteoporosis serta pengelolaan osteoporosis. 1erperan juga dalam meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan serta peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik pasien serta keluarganya dalam melaksanakan pengobatan osteoporosis. Peran yang terakhir adalah peningkatan kerja sama dan system rujukan antar berbagai tingkat fasilitas pelayanan kesehatan, hal ini akan memberi nilai posistif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. II. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini adalah 3 !. Tujuan 4mum 3 4ntuk megetahui gambaran secara nyata dan lebih mendalam tentang pemberian asuhan keperawatan pada kelayan dengan osteoporosis di panti werha (. Tujuan 0husus 3 a. 4ntuk mengaplikasi teori dan konsep asuhan keperawatan khususnya pada lansia denan osteoporosis b. 4ntuk mengetahui hambatan dan per5assalahan yang timbul dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada lansia dengan osteoporosis.

c. 5engembangkan pengetahuan, ketrampilan, kreatifitas penulis berdasarkan teori dan praktik klinik keperawatan di panti werdha 6eing 6ardoyo 4ngaran III.Proses Pembuatan Makalah Penulisan makalah pada studi kasus menggunakan metode deskriptif yaitu menggambarakan 5assalah,5assalah yang terjadi dan didapat pada saat melaksanakan asuhan keperawatan. .dapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 3 a. 6awancara 7aitu melakukan Tanya jawab langsung kepada klien dan keluarga, perawat, dokter serta tim kesehatan lainnya b. -bser2asi partisipatif aktif 7aitu mengadakan pengawasan langsung terhadap kelayan serta melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan per5assalahan yang dihadapi c. +tudi 0epustakaan 7aitu mempelajari literature,literatur yang berhubungan dengan ekspresi menarik diri d. +tudi Dokumentasi 7aitu pengumpulan data dengan mempelajari catatan medik dan hasil pemeriksaan yang ada

BAB II TINJAUAN TEO I A. DE!INI"I .dalah suatu keadaan pengurangan jaringan tulang per unit 2olume, sehingga tidak mampu melindungi atau mencegah terjadinya fraktur terhadap trauma minimal. +ecara histopatologis osteoporosis ditandai oleh berkurangnya ketebalan korteks disertai dengan berkurangnya jumlah maupun ukuran trabekula tulang. Penurunan 5assa tulang ini sebagai akibat dari berkurangnya pembentukan, meningkatnya perusakan 'destruksi) atau kombinasi dari keduanya 'Hadi,5artono, !**8). 5enurut pembagiannya dapat dibedakan atas 3 'Peck, !*$* 9 :hestnut, !*$*) 3 ;) -steoporosis Primer yang terjadi bukan sebagai akibat penyakit yang lain, yang dibedakan lagi atas 3 , , , -steoporosis tipe < 'pasca menopause), yang kehilangan tulang terutama dibagian trabekula -steoporosis tipe << 'senilis), terutama kehilangan 5assa tulang daerah korteks -steoporosis idiopatik yang terjadi pada usia muda denganpenyebab yang tidak diketahui

;) -steoporosis sekunder, yang terjadi pada /akibat penyakit lain, antara lain hiperparatiroid, gagal ginjal kronis, arthritis rematoid dan lain,lain. B. ETIOLO#I !. Determinan 5assa Tulang 5assa tulang maksimal pada usia dewasa ditentukan oleh berbagai factor antara lain 3 =aktor genetic Perbedaan genetic mempunyai pengaruh terhadap kepadatan tulang =aktor mekanik 1eban mekanik berpengaruh terhadap massa tulang, bertambahnya beban akan menambah massa tulang dan berkurangnya massa tulang. .da hubungan langsung dan nyata antara massa otot dan massa tulang. 0edua hal tersebut menunjukkan respon terhadap kerja mekanik. 1eban mekanik yang berat akan mengakibatkan massa otot besar dan juga massa tulang yang besar =aktor makanan dan hormon Pada seseorang dengan pertumbuhan hormon dengan nutrisi yang cukup 'protein dan mineral), pertumbuhan tulang akan mencapai maksimal sesuai dengan pengaruh genetic yang bersangkutan (. Determinan pengurangan 5assa Tulang =aktor,faktor yang berpengaruh terhadap penurunan massa tulang pada usia lanjut yang dapat mengakibatkan fraktur osteoporosis pada dasarnya sama seperti pada factor,faktor yang mempengaruhi massa tulang. =aktor genetic =actor genetic berpengaruh terhadap resiko terjadinya fraktur. Pada seseorang dengan tulang yang kecil akan lebih mudah mendapat resiko fraktur dari seseorang denfan tulang yang besar.

=actor mekanis Pada umumnya aktifitas fisik akan menurun dengan bertambahnya usia dan karena massa tulang merupakan fungsi beban mekanik, massa tulang tersebut pasti akan menurun dengan bertambahnya usia. =aktor lain , 0alsium 0alsium merupakan nutrisi yang penting, dengan masukan kalsium yang rendah dan absorbsinya tidak baik akan mengakibatkan keseimbangan kalsium yang negatif begitu sebaliknya. , Protein Parotein yang berlebihan akan keseimbangan kalsium yang negatif , >strogen 1erkurangnya/hilangnya estrogen dari dalam tubuh akan mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan kalsium, karena menurunnya efisiensi absorbsi kalsium dari makanan dan juga menurunnya konser2asi kalsium diginjal. , ?okok dan kopi 5erokok dan minum kopi dalam jumlah banyak cenderung akan mengakibatkan penurunan massa tulang, lebih,lebih bila disertai masukan kalsium yang rendah. 5ekanisme pengaruh rokok terhadap penurunan massa tulang tidak diketahui, akan tetapi kafein dapat memperbanyak ekskresi kalsium melalui urin maupun tinja. , .lkohol <ndi2idu dengan alkoholisme mempunyai kecenderungan masukan kalsium yang rendah, disertai dengan ekskresi lewat urin yang meningkat. 5ekanisme yang pasti belum diketahui. $. PATO!I"IOLO#I ?emodeling tulang normal pada orang dewasa akan meningkatkan massa tulang sampai sekitar usia @5 tahun. Aenetik, nutrisi, gaya hidpu 'merokok, minum kopi), dan aktifitas fisik mempengaruhi puncak massa tulang. 0ehilangan karena usia mulai segera setelah tercapai puncaknya massa tulang. 5enghilangnya estrogen pada saat menopause mengakibatkan percepatan resorbsi tulang dan berlangsung terus selama tahun,tahun pasca menopause. =aktor nutrisi mempengaruhi pertumbuhan osteoporosis. Bitamin D penting untuk absorbsi kalsium dan untuk mineralisasi tulang normal. Diet mengandung kalsium dan 2itamin D harus mencukupi untuk mempertahankan remodelling tulang dan fungsi tubuh. .supan kalsium dan 2itamin D yang tidak mencukupi selama bertahun,tahun mengakibatkan pengurangan massa tulang dan pertumbuhan osteoporosis. D. TANDA DAN #EJALA Cyeri dengan atau tanpa adanya fraktur yang nyata Cyeri timbul secara mendadadak Cyeri dirasakan ringan pada pagi hari 'bangun tidur) mengakibatkan kecenderungan

Cyeri akan bertambah karena melakukan aktifitas atau pekerjaan sehari,hari atau karena pergerakan yang salah ?asa sakit karena oleh adanya fraktur pada anggota gerak ?asa sakit karena adanya kompresi fraktur paa 2ertebra ?asa sakit hebat yang terlokalisasi pada daerah 2ertebra ?asa sakit akan berkurang apabila pasien istirahat di tempat tidur E. PEME I%"AAN PENUNJAN# -steoporosis teridentifikasi pada pemeriksaan sinar,D rutin bila sudah terjadi demineralisasi (5" sampai &0". Tampak radiolusesnsi tulang. 0etika 2ertebra kolaps, 2ertebra torakalis menjadi berbentuk baji dan 2ertebra lumbalis menjadi bikonkaf. Pemeriksaan laboratorium 'missal kalsium serum, fosfat, serum, fosfatase alkalu, ekskresi kalsium urine, ekskresi hidroksi prolin urine, hematokrit, laju endap darah), dan sinar,D dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis medis lain 'missal 9 osteomalasia, hiperparatiroidisme, dlll) yang juga menyumbang terjadinya kehilangan tulang. .bsorbsiometri foton,tunggal dapat digunakan untuk memantau massa tulang pada tulang kortikal pada sendi pergelangan tangan. .bsorpsiometri dual,foton, dual energy D,ray absorpsiometry 'D>E.) , dan :T mampu memberikan informasi menganai massa tulang pada tulang belakang dan panggul. +angat berguna untuk mengidentifikasi tulang osteoporosis dan mengkaji respon terhadap terapi. !. PENATALA%"ANAAN Diet kaya kalsium dan 2itamin D yang mencukupi dan seimbang sepanjang hidup, dengan peningkatan asupan kalsium paa permulaan umur pertengahan, dapat melindungi terhadap demineralisasi skeletal. Pada menopause, terapi penggantian hormon dengan estrogen dan progesterone dapat diresepkan untuk memperlambat kehilangan tulang dan mencegah terjadinya patah tulang yang diakibatkannya. -bat,obat yang lain yang dapat diresepkan untuk menanngani osteoporosis termasuk kalsitonin, natrium florida, dan natrium etidronat. 0alsitonin secara primer menekan kehilangan tulang dan diberikan secara injeksi subkutan atau intramuskular. >fek samping 'missal 3 gangguan gastrointestinal, aliran panas, frekuensi urin), biasanya ringan dan hanya kadang,kadang dialami. Catrium florida memperbaiki aktifitas osteoblastik dan pembentukan tulang. #. PEN#%AJIAN Promosi kesehatan, identifikasi indi2idu dengan resiko mengalami osteoporosis, dan penemuan masalah yang berhubungan dengan osteoporosis membentuk dasar bagi pengkajian keperawatan. 6awancara meliputu pertanyaan mengenai terjadinya osteoporosis dalam keluarga, fraktur sebelumnya, konsumsi kalsium diet harian, pola latihan, awitan menopause, dan penggunaan kortikosteroid selain asupan alcohol, rokok dan kafein. +etiap gejala yang dialami pasien, seperti nyeri pingggang, konstipasi atau gangguan citra diri, harus digali. Pemeriksaan fisik kadang menemukan adanya patah tulang, kifosis 2ertebra torakalis atau pemendekan tinggi badan. 5asalah mobilitas dan pernafasan dapat terjadi akibat perubahan postur dan kelemahan otot. 0onstipasi dapat terjadi akibat inaktifitas. H. DIA#NO"A %EPE A&ATAN 'AN# DAPAT MUN$UL 0urang pengetahuan mengenai proses osteoporosis dan program terapi

Cyeri b.d spasme otot, fraktur 0onstipasi b.d imobilitas atau terjadi ileus ?esiko terhadap cidera 3 farktur b.d osteoporosis I. INTE (EN"I %EPE A&ATAN Memaham) Osteo*oros)s +an Program T)n+akan. Pengajaran kepada kelayan dipusatkan pada factor yang mempengaruhi terjadinya osteoporosis, inter2ensi untuk menghentikan atau memperlambat proses, dan upaya mengurangi gejala. Diet atau suplemen kalsium yang memadai, latihan pembebaban berat badan teratur, dan memodifikasi gaya hidup, bila perlu. Fatihan dan aktifitas fisik merupakan kunci utama untuk menumbuhkan tulang dengan kepadatan tinggi yang tahan terhadap terjadinya osteoporosis. Ditekankan pada lansia harus tetap membutuhkan kalsium, 2itamin D, sinar matahari, dan latihan yang memadai untuk meminimalkan efek osteoporosis Mere+akan N,er). Peradaan nyeri pinggang dapat dilakukan dengan istirahat di tempat tidur dengan posisi telentang atau miring kesamping selama beberapa hari. =leksi lutut dapat meningkatkan rasa nyaman dengan merelaksasi otot. 0ompres panas intermiten dan pijatan punggung memperbaiki relaksasi otot. Mem*erba)k) *engosongan usus. 0onstipasi merupakan masalah yang berkaitan dengan imobilitas, pengobatan dan lansia. Pemberian awal diit tinggi serat, tambahan cairan, dan penggunaan pelunak tinja sesuai ketentuan dapat membantu meminimalkan konstipasi. Men-egah -)+era. .ktifitas fisik sangat penting untuk memperkuat otot, mencegah atrofi dan memperlambat demineralisasi tulang progresif. Fatihan isometric dapat digunakan untuk memperkuat otot batang tubuh. J. E(ALUA"I !. 5endapatkan pengetahuan mengenai osteoporosis dan program penanganannya. a. 5enyebutkan hubungan asupan kalsium dan latihan terhadap massa tulang b. 5engkonsumsi kalsium diet dengan jumlah yang mencukupi c. 5eningkatkan tingkat latihan d. 5enggunakan terapi hormon yang direspkan (. 5endapatkan peredaan nyeri a. 5engalami redanya nyeri saat beristirahat b. 5engalami ketidaknyamanan minimal selama aktifitas kehidupan sehari,hari c. 5enunjukkan berkurangnya nyeri tekan pada tempat fraktur @. 5enunjukkan pengosongan usus yang normal a. 1ising usus aktif b. Aerakan usus teratur &. Tidak mengalami fraktur baru a. 5empertahankan postur yang bagus b. 5empergunakan mekanika tubuh yang baik c. 5engkonsumsi diet seimbang tinggi kalsium dan 2itamin D d. ?ajin menjalankan latihan pembebanan berat badan 'jalan,jalan setiap hari) e. <stirahat dengan berbaring

DA!TA PU"TA%A Doengoes, 5arilynn >, Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan pasien, Gakarta, Penerbit 1uku 0edokteran, >A:, (000 1runner H +uddarth. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 3, Gakarta, >A:, (00( ?. 1oedhi Darmojo, Geriatri (Ilmu Kesehatan sia !anjut", Gakarta, 1alai Penerbit =akultas 0edokteran 4ni2ersitas <ndonesia, !***

A"UHAN %EPE A&ATAN PADA N,.T DEN#AN O"TEOPO O"I" DI PANTI &E DHA . &ENIN# &A DHO'O . "EMA AN# I. IDENTITA" Cama 3 Cy. + 4mur 3 II th Genis kelamin 3 Perempuan .lamat 3 Panti werdha 6ening 6ardhoyo 4ngaran Co. :5 3 -rang terdekat 3 .nak adik ipar .lamat orang terdekat 3 1rumbungan,+eamarang Tanggal pengkajian 3 !8 .gustus (00& II. I&A'AT %ELUA #A

0elayan dalam kehidupan berkeluarga menikah dua kali, suami yang pertama meninggal setelah ! tahun menikah dan memiliki satu anak tetapi anaknya juga meningga saat usia ! bulan karena panas dan kejang. Dua tahun kemudian menikah kembali tetapi tidak mempunyai anak. 0arena tidak ada kecocokan maka kelayan cerai setelah menikah selama $ tahun. 0emudian sampai sekarang tidak menikah lagi. 0elayan tinggal di Panti 6erdha sekitar !( tahun yang lalu. +ilsilah keluarga 0eterangan 3 3 laki,laki 3 wanita 3 cerai 3 meninggal 3 kelayan

III. I&A'AT PE%E JAAN +tatus pekerjaan saat ini adalah tidak bekerja dan merupakan salah satu penghuni Panti 6erdha 6ening 6erdhoyo. 4ntuk akti2itas sehari,hari mengikuti kegiatan yang ada di panti. Pekerjaan kelayan sebelumnya adalah tukang cuci dan seterika dan sumber pendapatan adalah selain dari penderita juga dari suaminya akan tetapi karena merasa tidak diperhatikan suami dan suami kurang bisa menggunakan uang sehingga kebutuhan keluarga kurang tercukupi. 0elayan mengatakan kalau uang hasil jerihpayahnya digunakan untuk main kartu oleh suaminya

I(. I&A'AT LIN#%UN#AN HIDUP 0elayan tinggal di Panti 6erdha J 6ening 6ardoyo J di wisma Palupi yang berpenghuni I orang dimana Cy + sekamar dengan Cy T. untuk jumlah kamar

yang ada & buah, tetangga terdekat yaitu Cy.0 . +uasana di wisma seperti layaknya disebuah masyarakat dimana kamar merupakan rumah dan harus dijaga untuk pri2asi dan keamanannya. +etiap penghuni kamar yang meninggalkan tempat selalu menutup kamar masing,masing dan menitipkan pada tetangga yang ada. (. I&A'AT E% EA"I 0elayan mengatakan tidak mempunyai hobi dan kemampuan apa,apa kecuali sebagai tukang cuci karena tidak sekolah. +aat ini kelayan merupakan anggota penghuni panti wisma Palupi dimana didalamnya merupakan suatu kumpulan sesama manula dengan pembagian kamar,kamar seperti layaknya di masyarakat dan terdapat juga susunan pengurus didalamnya, sedangkan penderita merupakan anggota baru didalamnya. Pada waktu rekreasi kelayan mengikuti jadwal dari Panti. (I. "UMBE / "I"TEM PENDU%UN# 'AN# DI#UNA%AN 4ntuk pemantauan kesehatan penderita dipantau di poliklinik Panti dimana dalam ! minggu mengadakan ( kali pelayanan pada hari +elasa dan GumKat dimana terdapat dokter geriatric dari ?+ Dr. 0ariadi +emarang. Dan apabila diluar jam pelayanan penderita mengalami sakit maka diperiksakan ke puskesmas terdekat atau jika memerlukan pengobatan lanjut biasanya dirujuk ke ?+ (II. DE"% IP"I HA I %HU"U" %EBIA"AAN ITUAL &A%TU TIDU 0elayan mengalami kesulitan tidur baik pada siang hari atau malam hari. 1iasanya kelayan jika istirahat siang hanya tidur,tiduran saja. +edangkan ritual sebelum tidur tidak ada. (III. "TATU" %E"EHATAN "AAT INI +tatus kesehatan umum selama setahun yang lalu yaitu kelayan sering mengeluhkan nyeri pada pinggang dan lutut kaki. +edangkan untuk kesehatan umum selama 5 tahun yang lalu kelayan mengatakan sama dengan keluhan setahun yang lalu dan barangkali untuk satu tahun terakhir merupakan kelanjutannya. 4ntuk keluhan yang sekarang adalah merasa lebih enak tetapi kadang masih masih terasa pegel,pegel. +ecara keseluruhan fungsi relatif terhadap kesehatan adalah baik dan hanya perlu dikontrol setiap hari. +tatus imunisasi 3 kelayan mengatakan kalau jaman dulu tidak ada imunisasi sehingga dirinya tidak diimunisasi Cutrisi 3 kelayan mengatakan kalau membatasi makanan seperti9 bayam, sawi, mlinjo, jerohan karena menganggap makanan ini dapat menyebabkan pegel,pegel di kaki 0elayan mengatakan kurang mengetahui tentang -steoporosis yang diderita bahkan tidak tahu apa itu -steoporosis dan menolak tentang -steoporosis pada kelayan, karena klien dulu tidak bersekolah. I0. "TATU" %E"EHATAN MA"A LALU 0elayan mengatakan kalau jaman kecilnya tidak pernah sakit yang aneh,aneh seperti sekarang paling hanya masuk angin saja dan itupun dikerik badannya sudah sembuh. 0. TINJAUAN "I"TEM 1. Umum 0ondisi umum penderita baik, penderita mengatakan kadang sulit tidur dan merasa pusing.

Tanda 2ital 3 Pada hari +enin, !8/0$/0& TD 3 Tidur 3 !50/$0 mmHg Duduk 3 !50/$0 mmHg 1erdiri 3 !50/$0 mmHg Cadi 3 $0 D / menit 11 3 55 kg T1 3 !&$ cm Hasil pemeriksaan -s. :alcaneus 3 +core 3 ,@,& 'menunjukkan osteoporosis) Hasil Pemeriksaan Aula darah 3 !!& 2. Integumen Pada tubuh kelayan tidak ada lesi dan luka. 4ntuk rambut sudah mengalami perubahan yaitu memutih dan sedikit. Pada muka sedikit terdapat hitam,hitam akibat pemajanan sinar matahari. 0uku,kuku pasien bersih dan terpotong rapi. 3. Hemo*oet)k 0elayan tidak mengalami anemia dapat terlihat dari muka yang segar, konjungti2a tidak putih pucat, kelayan juga tidak mengeluh pusing akibat kurang darah seperti kalau berdiri dari duduk langsung pusing. 4. %e*ala Pemeriksaan kepala kelayan 3 bentuk kepala mesocephal, rambut memutih tapi belum semua, tipis dan sedikit, tidak ada luka, sedikit berbau, tidak berkutu. 5. Mata 0ondisi mata kelayan sudah mengalami perubahan dalam penglihatan 5ata kelayan berwarna putih kemerahan dan kehitaman, kurang jernih dan kadang berair. 0elayan mengatakan pandangan mata sudah kabur jadi kalau melihat sesuatu harus dari dekat. 6. Tel)nga Pendengaran kelayan sudah mulai berkurang tetapi tidak terlalu berat. Pada saat wawancara kelayan masih bisa mendengar dengan suara biasa tidak terlalu keras hanya saja harus mendekat. 0elayan mengatakan belum pernah sakit telinga hanya kadang mendenging saja. 4ntuk kebersihan telinga kelayan cukup terjaga. 7. H)+ung +an ")nus 0elayan mengatakan tidak mempunyai alergi terhadap udara dingin, hidung keluar air hanya ketika sedang masuk angin ' batuk dan pilek ) 8. Mulut +an tenggorok 0elayan mengatakan tidak mempunyai keluhan pada tenggorokan hanya mengeluhkan kesulitan jika mengunyah makanan karena sudah ompong. 5engalami perubahan suara saat batuk menjadi serak. 0elayan mengatakan jarang menggosok gigi karena giginya sudah mulai ompong. 9. Leher 0elayan mengatakan saat ini tidak mempunyai masalah dengan lehernya, tetapi dulu pernah beberapa kali merasakan berat di tengkuk, terasa pegel. 0elayan masih bisa menggerakkan leher dengan tidak terbatas. 0elayan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. 1:. Pa,u+ara 0elayan mengatakan tidak ada masalah dengan payudaranya hanya sekarang sudah mulai kempet/mengecil tidak seperti waktu masih gadis.

11. Perna;asan 0elayan mengatakan tidak pernah sesak napas hanya batuk saja itupun ketika lagi masuk angin. Hasil pemeriksaan 3 <nspeksi 3 Dada simetris, tidak terdapat tarikan intercosta Palpasi 3 += kanan dan kiri sama Perkusi 3 +onor seluruh lapangan paru .uskultasi 3 +D 3 bronkhial +T 3 ?onkhi ',) 6heeLing ',) 12. %ar+)o<askuler 0elayan mengatakan tidak keluhan didadanya, baik nyeri atau sesak napas. Hasil pemeriksaan 3 <nspeksi 3 <: tak tampak Palpasi 3 <: teraba +!B! ( cm lat 5:F+ Perkusi 3 0onfigurasi bergeser .uskultasi 3 H? I0 D / menit regular, +<,<< murni, bising/gallop ',) 13. #astro Intest)nal 0elayan mengatakan tidak ada masalah dengan kondisi perutnya. +etiap habis makan tidak mengluh untuk muntah atau nyeri perut. 0elayan dalam 1.1 lancar setiap hari sekali pada sore hari. Hasil pemeriksaan 3 peristaltic dalam batas normal dan tidak ada nyeri tekan 14. Perkem)han 0elayan mengatakan tidak ada keluhan dengan 1.0, hanya saja setiap hari bisa sampai $ kali untuk 1.0 . 0elayan tidak mengeluhkan tentang nyeri saat berkemih. 0elayan mengeluh capek untuk bolak,balik kekamar mandi. 15. #en)to e*ro+uks) 0elayan mengatakan tidak ada masalah, dan untuk kebutuhan seksual sudah tidak membutuhkan lagi. +emenjak suami keduanya menghabiskan uang tidak pernah lagi berhubungan seksual. 0elayan mengalami menopause sejak mempunyai suami yang kedua. 4ntuk gejala menopause kelayan mengatakan hanya mempunyai rasa malas tetapi selebihnya kelayan sudah lupa. 16. Muskuloskleletal 0elayan mengatakan kalau kakinya terasa pegel,pegel terutama kaki kanan. Hal ini dirasakan ketika kaki kanannya tidak bisa digunakan untuk berjalan. +ekarang jika berjalan harus pelan,pelan dan jika berdiri dari duduk atau tidur harus berpegangan terlebih dahulu. 17. ")stem s,ara; *usat 0elayan mengatakan tidak pernah merasakan sakit kepala dan tengkuk terasa berat. ?asa pusing hanta muncul bila kelayan sakit gigi. 18. ")stem En+okr)n 0elayan mengatakan masih bisa membedakan antara panas dan dingin, serta masih bisa merasakan. 0elayan tidak mengalami kebiasaan makan yang berlebihan atau minum yang berlebihan hanya 1.0 sampai $D sehari

0I. NO !

ANALI"A DATA DATA MA"ALAH %EP=AN

D+ 9 Cyeri b. d spasme otot +tatus kesehatan umum selama setahun terakhir yaitu kelayan sering merasa pegal pada pinggang dan lutut Cyeri bertambah bila untuk berjalan dan beraktifitas 0elayan mengalami kesulitan tidur baik pada siang hari atau malam hari D- 3 TD 3 Tidur 3 !50/$0 mmHg Duduk 3 !50/!00 mmHg 1erdiri 3 !50/!00 mmHg Cadi 3 $0 D / menit 11 3 55 kg T1 3 !&$ cm Hasil pemeriksaan -s. :alcaneus 3 +core 3 ,@,& 'menunjukkan osteoporosis)

(.

D+ 9 ?esiko terjadi fraktur b.d +tatus kesehatan umum selama setahun osteoporosis terakhir yaitu kelayan sering merasa pegal pada pinggang dan lutut Cyeri bertambah bila untuk berjalan dan beraktifitas D- 3 Hasil pemeriksaan -s. :alcaneus 3 +core 3 ,@,& 'menunjukkan osteoporosis D+ 3 0elayan mengatakan kurang mengetahui tentang hipertensi yang diderita bahkan tidak tahu apa itu osteoporosis dan menolak tentang osteoporosis pada kelayan, karena klien dulu tidak bersekolah. 0urangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit dan perawatan diri

@.

0II. DIA#NO"A %EPE A&ATAN !. Cyeri berhubungan dengan spasme otot (. ?esiko terjadi fraktur berhubungan dengan osteoporosis @. 0urangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit dan perawatan diri