Anda di halaman 1dari 8

SISTEM REPRODUKSI

Tugas : Manajemen Dilema Etik dan Prinsip Moral Etik Keperawatan Dosen : Yeni Maryam, S.Kep.,Ns Kelompok : 1. Tito Ahmad Rizkiawan 2. Miftah Maulid Maulana 3. Hafid Rifal Ramdani 4. Denden Nurkholis 5. Muhammad Irfan 6. Risna Nurwidiyanti 7. Mega Fauziah 8. Ahmad Ridwan SOAL!!! Ny. M seorang ibu rumah tangga, umur 35 tahun, mempunyai seorang anak umur 4 tahun, Ny.M. berpendidikan SMA, dan suami Ny.M bekerja sebagai PNS di suatu kantor kelurahan. Saat ini Ny.M dirawat di ruang kandungan sejak 3 hari yang lalu, hasil pemeriksaan Ny.M positif menderita kanker rahim grade III, dan dokter merencanakan untuk dilakukan operasi pengangkatan kanker rahim. Semua pemeriksaan telah dilakukan untuk persiapan operasi Ny.M. Menjelang dua hari operasi, Ny.M hanya diam dan tampak cemas dan bingung dengan rencana operasi yang akan dijalaninya. Dokter hanya menjelaskan bahwa Ny.M harus dioperasi Karena tidak ada tindakan lain yang dapat dilakukan dan dokter memberitahu perawat kalau Ny.M atau keluarganya bertanya, sampaikan operasi adalah jalan terakhir. Dan jangan dijelaskan tentang apapun. Tunggu saya yang akan menjelaskannya. Saat menghadapi hal tersebut Ny.M berusaha bertanya kepada perawat ruangan yang merawatnya. Ny.M bertanya kepada perawat beberapa hal, yaitu, apakah saya masih bisa punya anak setelah operasi nanti. Karena kami masih ingin punya anak. apakah masih ada pengobatan yang lain selain operasi dan apakah operasi saya bisa diundur dulu suster.

Dari beberapa pertanyaan tersebut perawat ruangan hanya menjawab secara singkat, ibu kan sudah diberitahu dokter bahwa ibu harus operasi. penyakit ibu hanya bisa dengan operasi, tidak ada jalan lain yang jelas ibu tidak akan bisa punya anak lagi Bila ibu tidak puas dengan jawaban saya, ibu tanyakan langsung dengan dokternyaya. Dan setelah menjawab beberapa pertanyaan Ny.M. perawat memberikan surat persetujuan operasi untuk ditanda tangani, tetapi Ny.M mengatakan saya menunggu suami saya dulu suster. Perawat mengatakan secepatnya ya bu besok ibu sudah akan dioperasi tanpa penjelasan lain. Perawat meninggalkan Ny.M. Sehari sebelum operasi Ny.M berunding dengan suaminya dan memutuskan menolak operasi dengan alas an, Ny. M dan suami masih ingin punya anak lagi. Dengan penolakan Ny.M dan suami, perawat mengatakan pada Ny.M dan suami ibu tidak boleh begitu, ibu harus dioperasi agar penyakit ibu tidak parah, kita hanya berusaha dan perawat meninggalkan pasien dan suami tanpa penjelasan apapun. Dan setelah penolakan pasien tersebut, perawat A datang ke kepala ruangan dan mengatakan bahwa Ny.M menolak untuk operasi. Ny.M masih ragu karena dokter belum menjelaskan rencana operasi yang akan dilakukan, Kepala ruangan bertanya kepada perawat A kenapa tidak dijelaskan perawat A menjawab pesan dokter , saya tidak boleh menjelaskan tentang operasi tersebut, disuruh menunggu dokter kepala ruangan mengatakan kalau begitu buat surat pernyataan saja dan kita sampaikan ke dokter bedahnya. Jawaban Pendahuluan (Konsep Teori) Prinsip Moral terdiri dari : Prinsip moral berperan penting dalam menentukan perilaku etis dan dalam pemecahan masalah etis. Merupakan standar umum dalam melakukan sesuatu sehingga membentuk sistem etik Berfungsi membuat secara spesifik apakah suatu tindakan dilarang, diperlukan, atau diizinkan dalam suatu keadaan.

1. Respect for Autonomy Menghargai hak klien yang diyakininya Penerapan dalam praktek : Memberikan informasi yang benar Privasi klien Melindungi informasi yang sifatnya rahasia Inform consent dalam menentukan diri sendiri dalam hal perawatan/pengobatan yang dijalani klien , sesuai dengan nilai dan norma

2. Non-Maleficence (Tidak merugikan/menyebabkan injuri) Injuri/tindakan merugikan pada klien dapat dicegah melalui penerapan : Standar praktik keperawatan Standar Asuhan Keperawatan Standar prosedur Standar ketenagaan keperawatan Prinsip dari Non-maleficence meliputi : Tidak membunuh (Do not kill) Tidak membuat sakit atau kambuh atau menimbulkan gejala yang baru (Do not cause pain or suffering others) Tidak menjadikan tidak mampu terhadap klien (Do not incapacitate others) Tidak melukai perasaan klien (Do not offense to others) Tidak menghilangkan/mencabut kesejahteraan hidup klien (Do not deprive others of the goods of life) 3. Beneficence (Murah hati) meliputi : Kewajiban moral untuk melakukan kebaikan Bertindak untuk meningkatkan kesejahteraan klien Melindungi hak klien dalam pelayanan kesehatan Hak-hak Klien meliputi : a. Mendapatkan pelayanan kesehatan; akses yang sama terhadap pelayanan, akses yang sesuai dengan nilai dan norma cultural klien dan berkualitas b. Mendapatkan informasi

c. Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan d. Mendapatkan inform consent e. Menolak Consent f. Mengetahui nama dan status kesehatan g. Mendapatkan second opinion h. Diperlakukan Respect i. Menjaga Rahasia (Confidentiality) 4. Justice (Keadilan) Kewajiban perawat bertindak fair/adil pada semua orang/klien. Justice hadir jika : Pembagian perhatian sama kepada individu Memperlakukan individu/klien sesuai dengan kebutuhannya. Sesuai dengan usaha yang dilakukannya. Sesuai dengan kontribusinya. sesuai dengan penghargaan

5. Fidelity (Kesetiaan) Penerapan dalam praktek Menepati janji dan menyimpan rahasia Melaksanakan caring dengan klien Hubungan saling percaya Penghargaan, pengharapan terhadap klien

6. Veracity (Kejujuran) 7. Confidentiality (Kerahasiaan) Informasi tetang klien harus dijaga Dokumen klien hanya boleh diketahui dalam rangka pengobatan Confidentiality akan meningkatkan kepercayaan terhadap tim kesehatan dan klien akan lebih suka untuk menyampaikan informasi terkait masalah dengan dirinya. 8. Accountability (Dapat dipertanggungjawabkan) Prinsip yang berhubungan erat dengan fidelity (Kejujuran) Perawat bertindak konsekwen dengan profesinya Tanggung jawab terhadap standar praktek.

Analisis Soal :
a. Respect for autonomy Perawat sudah memberikan informasi yang benar dan objektif terhadap pasien dan keluarga terhadap kondisi actual pasien yang berkutat dengan penyakit yang dialaminya. Perawat tidak melebihi dan mengurangi informasi yang didelegasikan dokter untuk disampaikan terhadap pasien dan keluarga. Perawat juga menjaga privasi klien dengan tidak membicarakan kondisinya terhadap orang lain yang berada di lingkungan masyarakat rumah sakit, hubungan privasi klien terjalin antara Tim medis, klien beserta sebagian keluarganya yakni suami tercintanya. Perawat juga melindungi informasi yang sifatnya rahasia baik informasi yang sifatnya Medical Privacy (kerahasiaan medis) dan sifatnya dengan keluarga. Perawat tidak membicarakan lebih informasi karena dokter yang memerintahkan hal tersebut untuk dijaga terlebih dahulu dengan ada waktu yang akan dijelaskan oleh dokter tersebut. Saran kami sebagai mahasiswa terhadap perawat ruangan yang merawat pasien tersebut ialah : 1. Gunakan bahasa yang ramah tamah terhadap klien, profesi kita menjunjung tinggi nilai-nilai moral baik agama maupun Negara. Kenapa harus menggunakan kata atau bahasa yang ramah tamah, karena kita melihat bahwa keadaan klien sedang dalam kondisi sakit ditambah dengan perasaan cemas yang menghantuinya serta ada dilema harus membicarakan hal tersebut kepada suaminya. 2. Perawat rungan harus menjujung nilai spiritual keagamaanya, karena hal ini sangat penting untuk mendukung kondisi perasaan, nilai-nilai aktivitas spiritual dan dukungan kelancaran tindakan pengobatan. 3. Perawat harus memberikan bahasa tubuh yang baik terhadap klien dengan mempertimbangkan nilai-nilai humanis dan keagamaan seperti mengawali dan mengakhiri pembicaraan dua arah dengan mengucapkan salam. Perawat memberikan inform consent terhadap klien dengan memberikan batas waktu terhadap klien untuk menyetujui tindakan operasi dengan mempertimbangkan hak otonomi klien akan berbicara terlebih dahulu terhadap suami tercintanya. Perawat memberikan arahan supaya secepatnya segera

disetujui karena besoknya harus dilakukan tindakan operasi. Perawat dengan mempertimbangkan nilai kebenaran atau kebaikan (Non-maleficence) tindakan operasi rahim (histerektomi) sangat penting bagi klien karena dilihat dari kondisi penyakit yang sudah menetap di grade III maka perlu tindakan yang cepat, efektif dan akuntabel terhadap kondisi klien untuk mendapatkan tingkat kesejahteraan kesehatan kedepannya. b. Non-Maleficence Tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga medis memiliki indikasi baik terhadap kondisi klien kedepannya dan tidak akan ada yang dirugikan. Meskipun suatu saat nanti setelah Post-operasi klien tidak akan mempunyai anak dan suaminya ingin punya anak lagi itu tidak bisa. Tenaga medis mempertimbangkan bahwa kondisi klien dan kehidupan klien sangat penting karena klien masih muda dan masih banyak sekali mungkin rencana hidup yang perlu dicapai dengan suaminya. c. Benficence Keseluruhan tindakan operasi sangat penting bagi klien, tidak ada prosedur lain yang bisa diberikan atau jalan pintas untuk menanggulangi penyakit yang dialaminya. Dokter tidak bisa memberikan prosedur lain yang diminta oleh pasien dan keluarga. Namun dalam hal ini perawat dengan murah hati harus membicarakan sebaik mungkin dan mengambil hati terhadap klien dan keluarga dengan menerapkan komunikasi yang terapeutik. Perawat harus berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan harus memberikan penjelasan yang runtut terhadap klien dan dalam hal ini tenaga medis harus berkumpul dan berdiskusi untuk mendapatkan jalan yang terbaik bagi klien terutama dokter harus ada dan menjelaskan sesuai dengan disiplin keilmuannya. Klien sudah mendapatkan inform consent dari perawat, perawat perlu menjelaskan terlebih dahulu inform consent itu seperti apa. Setelah inform consent dijelaskan klien menunggu pembicaraan dengan suaminya. Namun keputusan yang didapat ialah klien menolak tindakan operasi atau inform consent. Karena klien tidak akan bisa mendapatkan anak lagi. Dalam kondisi seperti ini perawat harus mengerti dan bersifat empati dengan status perasaan klien dan keluarga. Boleh saja menolak dengan catatan perawat harus terlebih dahulu memberikan penjelasan terhadap klien dan keluarga bagaimana kondisi

klien bila dibiarkan begitu saja dan akan terjadi bila tidak dilakukan tindakan tersebut. Menurut kelompok dengan adanya waktu yang disempatkan dengan keluarga serta bahasa, sikap dan perilaku yang diperlihatkan tenaga medis maka mengambil hati dengan keputusan yang ditetapkan akan bersedia menjalaninya. d. Justice Perawat memberikan perhatian yang lebih terhadap pasien yang sedang dirawatnya tanpa pandang bulu baik kondisi social-ekonomi maupun kondisi penyakit yang dialami oleh klien. Klien harus merasa dihargai oleh perawat dengan keputusan yang diambil oleh klien dan keluarganya. e. Fidelity Perawat bisa menepati janji dengan memberikan informasi yang apa adanya terhadap kondisi dan prosedur tindakan operasi yang harus dilakukan terhadap klien dan keluarga. Perawat harus peduli terhadap klien baik peduli terhadap kondisi fisik dan kondisi mental klien. Perawat jangan lupa memberikan tindakan asuhan kepada keluarga disamping memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Perawat harus memberikan asuhan keperawatan yang baik dan efektif terhadap klien dengan memandang kondisi kesehatan klien, baik tindakan asuhan keperawatan pre-operatif, intra-operatif dan post-operatif jika tindakan operasi dilakukan dengan target tingkat kesembuhan dapat diraih. Tetapi konsep asuhan keperawatan dapat diraih dengan hubungan saling percaya dari awal masuk sampai keluar dari perawatan di Rumah sakit. f. Veracity Segala tindakan yang dilakukan oleh perawat terhadap klien harus disertai kejujuran. Kejujuran tersebut harus disesuaikan dengan multidisiplin ilmu masing-masing baik perawat ataupun dokter sehingga tidak ada kebohongan kode etik yang mengarah pada malpraktik. g. Confidentiality Perawat harus menjaga informasi atau hak-hak privasi klien jangan sampai informasi klien dapat diketahui oleh orang lain. Efek yang akan diterima bila informasi tercecer kemana-mana ialah klien dengan keluarga tidak akan percaya terhadap tenaga medis terkait dan hal tersebut bisa merugikan profesi dan institusi.

h. Accountability Keseluruhan tindakan yang dilaksanakan harus disertai dengan kejujuran. Maka jika dilihat dengan seksama tindakan operasi sangat urgensi terhadap klien dengan mempertimbangkan hasil operasi yang sangat baik terhadap kondisi kesehatan di masa depan dengan mempertanggungjawabkan hasil terhadap klien dan profesi.

KLIEN

PERAWAT

KELUARGA KLIEN

Prinsip Moral Etik

Standar Asuhan Keperawatan

KEPUTUSAN TERCAPAI

Derajat Kesehatan Tercapai