Anda di halaman 1dari 108

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI SUMATERA

BARAT TAHUN 2012 - 2032 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA BARAT, Menimbang : a. bahwa ruang merupakan komponen lingkungan hidup yang bersifat terbatas dan tidak terbaharui, sehingga perlu dikelola secara bijaksana dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang; b. bahwa perkembangan dalam pembangunan rangka khususnya arat

pemanfaatan ruang di wilayah Provinsi Sumatera diselenggarakan

meningkatkan

kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumberdaya alam, sumberdaya buatan, dan sumberdaya manusia dengan tetap memperhatikan daya dukung, daya tampung, dan kelestarian lingkungan hidup; c. bahwa perubahan kebijakan pemerintah dalam skala besar, serta terjadinya perubahan faktor!faktor eksternal dan internal membutuhkan penyesuaian penataan ruang wilayah Provinsi Sumatera arat secara dinamis dalam satu kesatuan tata lingkungan berlandaskan kondisi fisik, kondisi sosial budaya, dan kondisi sosial ekonomi melalui penetapan Sumatera d. "encana #ata "uang $ilayah Provinsi arat sampai tahun %&'%;

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal () ayat *+, butir b -ndang!-ndang .omor %/ #ahun %&&(

tentang Penataan "uang perlu dilakukan penyesuaian terhadap Peraturan 0aerah #ingkat 1 Sumatera $ilayah Provinsi Sumatera e. bahwa maka berdasarkan menetapkan arat; pertimbangan Peraturan sebagaimana tentang arat arat .omor 2' #ahun 233+ tentang "encana #ata "uang

dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d, perlu 0aerah "encana #ata "uang $ilayah Provinsi Sumatera tahun %&2%!%&'%; Mengingat : 2. -ndang!-ndang .omor /2 #ahun 234) tentang

Penetapan -ndang!-ndang 0arurat .omor 23 #ahun 234( tentang Pembentukan 0aerah!daerah Swatantra #ingkat 1 Sumatera arat, 5ambi, dan "iau sebagai -ndang!-ndang *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun 234) .omor 22%, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor 2/+/,; %. -ndang!-ndang .omor 4 #ahun 23/& tentang Peraturan 0asar Pokok!Pokok 7graria *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun 23/& .omor 2&+, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor %&+',; '. -ndang!-ndang .omor 4 #ahun 23)' tentang 8ona 9konomi 9ksklusif 1ndonesia *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun 23)' .omor ++, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor '%/&,; +. -ndang!-ndang .omor 4 #ahun 233& tentang :onservasi Sumber 0aya 7lam ;ayati dan 9kosistemnya *6embaran .egara '+23,; 4. -ndang!-ndang .omor / #ahun 233/ tentang Perairan 1ndonesia *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun 233/ .omor (', #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor '/+(,; /. -ndang!-ndang .omor 4 #ahun 2333 tentang :onservasi Sumber 0aya 7lam ;ayati dan 9kosistemnya *6embaran "epublik 1ndonesia #ahun 233& .omor +3, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor

'

.egara '+23,;

"epublik

1ndonesia

#ahun

2333

.omor

+3,

#ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor

(. -ndang!-ndang

.omor

+2

#ahun

2333

tentang

:ehutanan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun 2333 .omor 2/(, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor '))), sebagaimana telah diubah dengan -ndang!-ndang Penetapan .omor 23 #ahun %&&+ tentang -ndang! tentang Peraturan Pemerintah +2 Pengganti 2333

-ndang .omor 2 #ahun %&&+ tentang Perubahan 7tas -ndang!-ndang .omor #ahun :ehutanan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&+ .omor )/, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor ++2%,; ). -ndang!-ndang .omor %% #ahun %&&2 tentang Minyak dan <as umi *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&2 .omor 2'/, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +24%,; 3. -ndang!-ndang .omor %) #ahun %&&% tentang angunan

<edung *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&% .omor 2'+, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +%+(,; 2&. -ndang!-ndang .omor %( #ahun %&&' tentang Panas umi *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&' .omor 224, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +'%(,; 22. -ndang!-ndang .omor ( #ahun %&&+ tentang Sumber 0aya 7ir *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&+ .omor 2'+, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor '+((,; 2%. -ndang!-ndang .omor 2) #ahun %&&+ tentang

Perkebunan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&+ .omor )4, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor ++22,; 2'. -ndang!-ndang .omor '2 #ahun %&&+ tentang Perikanan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&+ .omor

22), #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor ++'', sebagaimana telah diubah dengan -ndang! -ndang .omor +4 #ahun %&&3 tentang Perubahan 7tas -ndang!-ndang .omor '2 tahun %&&+ tentang Perikanan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&3 .omor 24+, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor 4&(+,; 2+. -ndang!-ndang Pemerintahan .omor 0aerah '% #ahun %&&+ .egara tentang "epublik

*6embaran

1ndonesia #ahun %&&+ .omor 2%4, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor ++'( ,, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan -ndang! -ndang .omor 2% tahun %&&) *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&) .omor 43, #ambahan 6embaran .egara .omor +)++,; 24. -ndang!-ndang .omor ') #ahun %&&+ tentang 5alan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&+ .omor 2'%, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +++,; 2/. -ndang!-ndang .omor %' #ahun %&&( tentang

Perkeretaapian *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&( .omor /4, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +(%%,; 2(. -ndang!-ndang Penanggulangan .omor %+ #ahun %&&( tentang

encana *6embaran .egara "epublik

1ndonesia #ahun %&&( .omor //, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +(%',; 2). -ndang!-ndang .omor %/ #ahun %&&( tentang Penataan "uang *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&( .omor /), #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +(%4,; 23. -ndang!-ndang Pengelolaan .omor %( #ahun dan %&&( tentang :ecil

$ilayah

Pesisir

Pulau!Pulau

*6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&( .omor )+, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +('3,;

%&. -ndang!-ndang .omor '& #ahun %&&( tentang 9nergi *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&( .omor 3/, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +(+/ ,; %2. -ndang!-ndang .omor 2( #ahun %&&) tentang Pelayaran *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&) .omor /+, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +)+3,; %%. -ndang!-ndang Pengelolaan .omor 2) #ahun %&&) tentang "epublik

Sampah

*6embaran

.egara

1ndonesia #ahun %&&) .omor /3, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +)42,; %'. -ndang!-ndang Penerbangan .omor 2 #ahun %&&3 tentang 1ndonesia

*6embaran

.egara

"epublik

#ahun %&&3 .omor 2, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +34/,; %+. -ndang!-ndang .omor + #ahun %&&3 tentang

Pertambangan Mineral dan

atubara *6embaran .egara

"epublik 1ndonesia #ahun %&&3 .omor +, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +343,; %4. -ndang!-ndang .omor 2& #ahun %&&3 tentang

:epariwisataan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&3 .omor 22, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +3//,; %/. -ndang!-ndang .omor %% #ahun %&&3 tentang 6alu 6intas dan 7ngkutan 5alan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&3 .omor 3/, #ambahan 6embaran .eagara "epublik 1ndonesia .omor 4&%4, %(. -ndang!-ndang Perlindungan .omor dan '% #ahun %&&3 tentang ;idup

Pengelolaan

6ingkungan

*6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&3 .omor 2+&, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor 4&43,; %). -ndang!-ndang Perlindungan .omor +2 #ahun Pangan %&&3 tentang

6ahan

Pertanian

erkelanjutan

*6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&3 .omor 2+3, #ambahan 6embar .egara "epublik 1ndonesia .omor 4&/),; %3. -ndang!-ndang .omor % #ahun %&2% tentang Pengadaan #anah agi Pembangunan -ntuk :epentingan -mum *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&2% .omor %%, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor 4&%&,; '&. Peraturan Pemerintah .omor 2& #ahun %&&& tentang #ingkat :etelitian Peta -ntuk Penataan "uang $ilayah *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&& .omor %&, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia '&'+,; '2. Peraturan Pemerintah Penatagunaan #anah .omor 2/ #ahun %&&+ tentang *6embaran .egara "epublik

1ndonesia #ahun %&&+ .omor +4 #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +')4,; '%. Peraturan Pemerintah .omor ++ #ahun %&&+ tentang Perencanaan :ehutanan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&+ .omor 2+/; #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor ++4%,; ''. Peraturan Pemerintah .egara ++3&,; '+. Peraturan Pemerintah Pembinaan dan Pemerintahan 0aerah .omor (3 #ahun %&&4 tentang 7tas Penyelenggaraan .egara "epublik *6embaran "epublik .omor 2/ #ahun %&&4 tentang #ahun %&&4 .omor '',

Pengembangan Sistem Penyediaan 7ir Minum *6embaran 1ndonesia #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor

Pengawasan

1ndonesia #ahun %&&4 .omor 2/4; #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +43',; '4. Peraturan Pemerintah .omor +/, .omor %& #ahun %&&/ tentang 6embaran .egara "epublik

1rigasi *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&/ #ambahan 1ndonesia .omor +/%+,;

'/. Peraturan Pemerintah .omor )/,

.omor '+ #ahun %&&/ tentang 6embaran .egara "epublik

5alan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&/ #ambahan 1ndonesia .omor +/44,; '(. Peraturan Pemerintah .omor / #ahun %&&( tentang #ata ;utan dan Penyusunan "encana Pengelolaan ;utan serta Pemanfaatan ;utan *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&( .omor %%; #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +/3/,; '). Peraturan Pemerintah .omor ') #ahun %&&( tentang

Pembagian -rusan Pemerintahan 7ntara Pemerintah, Pemerintahan 0aerah Provinsi dan Pemerintahan 0aerah :abupaten=:ota *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&( .omor )%, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +('(,; '3. Peraturan Pemerintah .omor %2 #ahun %&&) tentang Penyelenggaraan Penanggulangan .egara +)%),; +&. Peraturan Pemerintah .omor %/ #ahun %&&) tentang "epublik 1ndonesia #ahun encana *6embaran %&&) .omor +%,

#ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor

"encana #ata "uang $ilayah .asional *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&) .omor +), #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +)'',; +2. Peraturan Pemerintah .omor +% #ahun %&&) tentang Pengelolaan Sumber 0aya 7ir *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&) .omor )%, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +)4),; +%. Peraturan Pemerintah .omor +' #ahun %&&) tentang 7ir #anah *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&) .omor )', #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +)43,; +'. Peraturan Pemerintah .omor %+ #ahun %&&3 tentang :awasan 1ndustri *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&&3 .omor +(, #ambahan 6embaran .egara "epublik 1ndonesia .omor +3)(,;

++. Peraturan Pemerintah .omor %' #ahun %&2& tentang Pelaksanaan -saha Pertambangan Mineral dan atubara *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&2& .omor %3, #ambahan 6embaran .egara "publik 1ndonesia .oor 42%,; +4. Peraturan Pemerintah .omor /+ #ahun %&2& tentang Mitigasi encana 0i $ilayah Pesisir dan Pulau!Pulau :ecil *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&2& .omor 2&3, #ambahan 6embaran .egara "publik 1ndonesia .omor 424+,; +/. Peraturan Pemerintah .omor () #ahun %&2& tentang "eklamasi dan Pascatambang *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&2& .omor 2'), #ambahan 6embaran .egara "publik 1ndonesia .oor 42(%,; +(. Peraturan Pemerintah .omor %) #ahun %&22 tentang Pengelolaan :awasan Suaka 7lam dan :awasan Pelestarian 7lam *6embaran .egara "epublik 1ndonesia #ahun %&22 .omor 4/, #ambahan 6embaran .egara "publik 1ndonesia .oor 4%2(,; +). Peraturan Presiden .omor () #ahun %&&4 tentang

Pengelolaan Pulau!Pulau :ecil #erluar; +3. Peraturan Presiden .omor 2' #ahun %&2% tentang

"encana #ata "uang Pulau Sumatera ; 4&. :eputusan Presiden .omor '% #ahun 233& tentang Pengelolaan :awasan 6indung; 42. :eputusan Presiden .omor %/ #ahun %&22 tentang Penetapan >ekungan 7ir #anah; 4%. Peraturan Menteri :elauatan 0an Perikanan .omor 2% #ahun %&2& tentang Minapolitan; 4'. Peraturan 0aerah Provinsi Sumatera Provinsi sumatera arat .omor ( #ahun

%&&) tentang "encana Pembangunan 5angka Panjang arat #ahun %&&4 ? %&%4 *6embaran arat #ahun %&&) .omor (, arat 0aerah Provinsi Sumatera .omor %(,;

#amabahan 6embaran 0aerah Provinsi Sumatera

4+. Peraturan 0aerah Provinsi Sumatera Provinsi Sumatera

arat .omor 4 #ahun

%&22 tentang "encana Pembangunan 5angka Menengah arat #ahun %&2&!%&24 *6embaran arat #ahun %&22 .omor 2/, arat 0aerah Provinsi Sumatera .omor 4/,;

#amabahan 6embaran 0aerah Provinsi Sumatera

0engan Persetujuan

ersama 7"7#

09$7. P9"$7:167. "7:@7# 079"7; P"AB1.S1 S-M7#9"7 dan <- 9".-" S-M7#9"7 M9M-#-S:7. : Menetapkan : 7"7#

P9"7#-"7. 079"7; #9.#7.< "9.>7.7 #7#7 "-7.< $167@7; P"AB1.S1 S-M7#9"7 7 1 7"7# #7;-. %&2% ? %&'%

:9#9.#-7. -M-M Pasal 2 0alam Peraturan 0aerah ini yang dimaksud dengan : 2. Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden "epublik 1ndonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara "epublik 1ndonesia sebagaimana dimaksud dalam -ndang!-ndang 0asar .egara "epublik 1ndonesia #ahun 23+4. %. Pemerintah daerah adalah <ubernur, arat. arat. arat. arat. upati, atau $alikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. '. Provinsi adalah Provinsi Sumatera +. Pemerintah Provinsi adalah Pemerintah Provinsi Sumatera 4. <ubernur adalah <ubernur Sumatera

/. 0ewan Perwakilan "akyat 0aerah yang selanjutnya disingkat 0P"0 adalah 0ewan Perwakilan "akyat 0aerah Provinsi Sumatera arat. ). Pemerintah :abupaten=:ota adalah Pemerintah 0aerah :abupaten=:ota yang berada di wilayah Provinsi Sumatera arat. (. :abupaten=:ota adalah :abupaten=:ota dalam wilayah Provinsi Sumatera

2&

3. "uang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya. 2&. #ata "uang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. 22. Struktur ruang adalah susunan pusat!pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional. 2%. Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. 2'. Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. 2+. "encana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. 24. $ilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan= atau aspek fungsional. 2/. "encana #ata "uang $ilayah Provinsi yang selanjutnya disingkat "#"$P adalah arahan kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang wilayah provinsi. 2(. :awasan adalah wilayah dengan fungsi utama lindung atau budi daya. 2). :awasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. 23. :awasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumberdaya buatan. %&. :awasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang menudukung perikehidupan dan penghidupan. %2. :awasan perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

22

%%. :awasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. %'. :awasan agropolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditujukan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarkis keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. %+. :awasan metropolitan adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang!kurangnya 2.&&&.&&& *satu juta, jiwa. %4. :awasan strategis nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan=atau lingkungan, termasuk wilayah yang ditetapkan sebagai warisan dunia. %/. :awasan strategis provinsi adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan =atau lingkungan. %(. :awasan Pesisir adalah wilayah pesisir tertentu yang ditunjukan dan atau ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan kriteria tertentu, seperti karakter fisik, biologi, sosial dan ekonomi untuk dipertahankan keberadaannya. %). :awasan andalan adalah bagian dari kawasan budi daya, baik di ruang darat maupun ruang laut yang pengembangannya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan tersebut dan kawasan di sekitarnya. %3. :awasan alur pelayaran adalah wilayah perairan yang dialokasikan untuk alur pelayaran bagi kapal. '&. :awasan pertahanan negara adalah wilayah yang ditetapkan secara nasional yang digunakan untuk kepentingan pertahanan. '2. :awasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.

2%

'%. :awasan hutan lindung adalah kawasan hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitarnya maupun bawahannya sebagai pengatur tata air, pencegahan banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. ''. :awasan resapan air adalah kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi *akifer, yang berguna sebagai sumber air. '+. :ebandarudaraan penyelenggaraan melaksanakan adalah bandar segala udara sesuatu dan yang kegiatan berkaitan lainnya kelancaran, dengan dalam dan

fungsi

keselamatan,

keamanan,

ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan =atau pos, tempat perpindahan intra dan =atau antarmoda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. '4. #atanan kebandarudaraan nasional adalah sistem kebandarudaraan secara nasional yang menggambarkan perencanaan bandar udara berdasarkan rencana tata ruang, pertumbuhan ekonomi, keunggulan komparatif wilayah, kondisi alam dan geografi, keterpaduan intra dan antarmoda keamanan '/. transportasi, kelestarian serta lingkungan, keterpaduan keselamatan dengan dan penerbangan, sektor

pembangunan lainnya. andar udara adalah kawasan di daratan dan=atau perairan dengan batas!batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang '(. '). dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. andar udara umum adalah bandar udara yang digunakan untuk melayani kepentingan umum. andar udara khusus adalah bandar udara yang hanya digunakan untuk melayani pokoknya. '3. +&. andar udara domestik adalah bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri. andar udara internasional adalah bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri dan rute penerbangan dari dan ke luar negeri. +2. andar udara pengumpul *hub, adalah bandar udara yang mempunyai cakupan pelayanan yang luas dari berbagai bandar udara yang kepentingan sendiri untuk menunjang kegiatan usaha

2'

melayani provinsi. +%. andar

penumpang

dan=atau

kargo

dalam

jumlah

besar

dan

mempengaruhi perkembangan ekonomi secara nasional atau berbagai udara pengumpan *spoke, adalah bandar udara yang

mempunyai cakupan pelayanan dan mempengaruhi perkembangan ekonomi terbatas. +'. Pangkalan udara adalah kawasan di daratan dan=atau di perairan dengan batas!batas tertentu dalam wilayah "epublik 1ndonesia yang digunakan untuk kegiatan lepas landas dan pendaratan pesawat udara guna keperluan pertahanan negara oleh #entara .asional 1ndonesia. ++. :awasan :eselamatan Aperasi Penerbangan *::AP, adalah wilayah daratan dan=atau perairan serta ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan. +4. Penerbangan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya. +/. 7ngkutan udara niaga adalah angkutan udara untuk umum dengan memungut pembayaran. +(. 7ngkutan udara bukan niaga adalah angkutan udara yang digunakan untuk melayani kepentingan sendiri yang dilakukan untuk mendukung kegiatan yang usaha pokoknya selain di bidang angkutan udara. +). 7ngkutan udara dalam negeri adalah kegiatan angkutan udara niaga untuk melayani angkutan udara dari satu bandar udara ke bandar udara lain di dalam wilayah .egara :esatuan "epublik 1ndonesia. +3. 7ngkutan udara kuar negeri adalah kegiatan angkutan udara niaga untuk melayani angkutan udara dari satu bandar udara di dalam negeri ke bandar udara lain di luar wilayah .egara :esatuan "epublik 1ndonesia dan sebaliknya. 4&. 7ngkutan udara perintis adalah kegiatan angkutan udara niaga dalam negeri yang melayani jaringan dan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain dan secara komersial belum menguntungkan. 42. "ute penerbangan adalah lintasan pesawat udara dari bandar udara asal ke bandar udara tujuan melalui jalur penerbangan yang telah ditetapkan.

2+

4%. 5aringan

penerbangan

adalah

beberapa

rute

penerbangan

yang

merupakan satu kesatuan pelayanan angkutan udara. 4'. #atanan kepelabuhanan nasional suatu sistem kepelabuhanan yang memuat peran, fungsi, jenis, hirarki pelabuhan, rencana induk pelabuhan nasional dan lokasi pelabuhan serta keterpaduan intra dan antar moda serta keterpaduan dengan sektor lain. 4+. Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan=atau perairan dengan batas!batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang dan=atau bongkar muat barang, berupa terminan dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi. 44. Perkeretaapian adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas prasarana, sarana, dan sumber daya manusia, serta norma, kriteria, persyaratan dan prosedur untuk penyelenggaraan transportasi kereta api. 4/. Prasarana perkeretaapian adalah jalur kereta api, stasiun kereta api dan fasilitas operasi kereta api agar kereta api dapat dioperasikan. 4(. 5aringan jalur kereta api adalah seluruh jalur kereta api yang terkait satu dengan yang lain yang menghubungkan berbagai tempat sehingga merupakan satu sistem. 4). Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang. 43. :awasan peruntukan pertambangan adalah wilayah yang memiliki potensi sumber daya bahan tambang yang berwujud padat, cair, atau gas yang berdasarkan meliputi peta=data geologi dan umum, merupakan eksplorasi, tempat operasi dilakukannya sebagian atau seluruh tahapan kegiatan pertambangan penelitian, penyidikan produksi=eksploitasi dan pasca tambang, baik di wilayah daratan maupun perairan, serta tidak dibatasi oleh penggunaan lahan, baik kawasan budidaya maupun kawasan lindung. /&. Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta susunan kristal teratur atau

24

gabungannya yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu. /2. atubara adalah endapan senyawa organik karbonan yang terbentuk secara alamiah dari sisa tumbuh tumbuhan. /%. Pertambangan mineral adalah pertambangan kumpulan mineral yang berupa bijih atau batuan, di luar panas bumi, minyak dan gas bumi, serta air tanah. /'. Pertambangan batubara adalah pertambangan endapan karbon yang terdapat di dalam bumi, termasuk bitumen padat, gambut, dan batuan aspal. /+. -saha pertambangan adalah kegiatan dalam rangka pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan, konstruksi, dan penambangan, penjualan, serta pengolahan pemurnian, pengangkutan

pascatambang. /4. 1Cin -saha Pertambangan, yang selanjutnya disebut 1-P adalah iCin untuk melaksanakan usaha pertambangan. //. Penambangan adalah bagian kegiatan usaha pertambangan memproduksi mineral dan =atau batubara dan mineral ikutannya. /(. :egiatan pascatambang, yang selanjutnya disebut pascatambang adalah kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah penambangan. /). $ilayah Pertambangan, yang selanjutnya disebut $P adalah wilayah yang memiliki potensi mineral dan=atau batubara dan tidak terikat dengan batasan administrasi pemerintahan yang merupakan bagian dari tata ruang nasional. /3. $ilayah -saha Pertambangan, yang selanjutnya disebut $-P adalah bagian dari $P yang telah memiliki ketersediaan data, potensi, dan=atau informasi geologi. (&. $ilayah 1Cin -saha Pertambangan, yang selanjutnya disebut $1-P adalah wilayah yang diberikan kepada pemegang 1-P. (2. $ilayah Pertambangan "akyat, yang selanjutnya disebut $P" adalah bagian dari $P tempat dilakukan kegiatan usaha pertambangan rakyat. (%. $ilayah Pencadangan .egara, yang selanjutnya disebut $P. adalah bagian dari $P yang dicadangkan untuk kepentingan strategis nasional. untuk

2/

('. $ilayah -saha Pertambangan :husus yang selanjutnya disebut $-P: adalah bagian dari $P. yang dapat diusahakan. (+. $ilayah 1Cin -saha Pertambangan :husus dalam $-P:, yang selanjutnya disebut $1-P: adalah wilayah yang diberikan kepada pemegang 1-P:. (4. $isata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. (/. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah 0aerah. ((. :epariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah 0aerah, dan pengusaha. (). 0aya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa kunjungan wisatawan. (3. 0aerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut 0estinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. )&. :awasan pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang dibangun atau didirikan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata. )2. Abjek dan 0aya #arik $isata :husus, selanjutnya disebut A0#$:, adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata dengan kekhususan pengembangan sarana dan prasarana. )%. :awasan strategis pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama aspek, pariwisata seperti atau memiliki potensi untuk sosial pengembangan dan budaya, pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan

2(

)'. Sempadan pantai adalah kawasan perlindungan setempat sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian )+. Sempadan dan sungai kesucian adalah pantai, kawasan keselamatan sepanjang bangunan, kiri!kanan dan tersedianya ruang untuk lain lintas umum. sungai, termasuk sungai buatan=kanal=saluran irigasi primer yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. )4. :awasan sekitar danau =waduk adalah kawasan sekeliling danau atau waduk yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi danau=waduk. )/. :awasan sekitar mata air adalah kawasan sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk kelestarian fungsi mata air. )(. :awasan pantai berhutan bakau adalah kawasan pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau yang berfungsi memberi perlindungan kepada kehidupan pantai dan laut. )). :awasan suaka alam adalah kawasan yang mewakili ekosistem khas yang merupakan habitat alami yang memberikan perlindungan bagi perkembangan flora dan fauna yang khas dan beraneka ragam. )3. :awasan taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem Conasi yang dimanfaatkan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, pariwisata, rekreasi dan pendidikan. 3&. :awasan taman hutan raya adalah kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuh!tumbuhan dan satwa alami atau buatan, jenis asli atau bukan asli, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan rekreasi. 32. :awasan taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam darat maupun perairan yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. 3%. :awasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan adalah tempat serta ruang di sekitar bangunan bernilai budaya tinggi dan sebagai tempat serta ruang di sekitar situs purbakala dan kawasan yang memiliki bentukan geologi alami yang khas. 3'. :awasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industry yang telah memiliki iCin usaha kawasan industri. 3+. :awasan peruntukan industri adalah bentangan lahan yang diperuntukan bagi kegiatan industry berdasarkan rencana tata ruang

2)

wilayah

yang

ditetapkan

sesuai

dengan

ketentuan

peraturan

perundang!undangan. 34. $ilayah prioritas adalah wilayah yang dianggap perlu diprioritaskan penanganannya serta memerlukan dukungan penataan ruang segera dalam kurun waktu perencanaan. 3/. Pusat :egiatan .asional yang selanjutnya disebut P:. adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional, nasional, atau beberapa provinsi. 3(. Pusat :egiatan $ilayah yang ditetapkan secara nasional selanjutnya disebut P:$ adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala provinsi atau beberapa kabupaten =kota. 3). Pusat :egiatan $ilayah yang di promosikan oleh provinsi selanjutnya disebut P:$p adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala provinsi atau beberapa kabupaten =kota. 33. Pusat :egiatan 6okal yang selanjutnya disingkat P:6 adalah adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten=kota atau beberapa kecamatan. 2&&. $ilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumberdaya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan=atau pulau!pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan %.&&& km%. 2&2. 0aerah 7liran Sungai =$ilayah Sungai yang selanjutnya disingkat 07S =$S adalah suatu wilayah tertentu yang bentuk dan sifat alamnya merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak!anak sungainya yang berfungsi menampung air yang berasal dari curah hujan dan sumber air lainnya dan kemudian mengalirkannya melalui sungai utama ke laut; Satu $S dipisahkan dari wilayah lain di sekitarnya *$S!$S lain, oleh pemisah alam topografi seperti punggung perbukitan dan pegunungan. 2&%. Pengelolaan $S adalah upaya manusia dalam mengendalikan hubungan timbal balik antara sumberdaya alam dengan manusia di dalam $S dan segala aktifitasnya, dengan tujuan membina kelestarian dan keserasian ekosistem serta meningkatkan kemanfaatan sumberdaya alam bagi manusia secara berkelanjutan. 2&'. >ekungan 7ir #anah *>7#, adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung. 2&+. 1mbuhan air tanah adalah daerah resapan air yang mampu menambah air tanah secara alamiah pada cekungan air tanah.

23

2&4. ;utan adalah satu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya dipisahkan. 2&/. "uang terbuka hijau adalah area memanjang=jalur dan=atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. 2&(. 6ingkungan adalah sumberdaya fisik dan biologis yang menjadi kebutuhan dasar agar kehidupan masyarakat *manusia, dapat bertahan. 2&). 6ingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. 2&3. 0aya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. 22&. 0aya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap Cat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. 222. 9kosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan hidup. 22%. ;abitat adalah lingkungan fisik, kimia dan biologis dengan ciri!ciri khusus yang mendukung spesies atau komunitas biologis tertentu. 22'. :onservasi adalah pengelolaan pemanfaatan oleh manusia terhadap biosfer sehingga dapat menghasilkan manfaat berkelanjutan yang terbesar kepada generasi sekarang sementara mempertahankan potensinya untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi generasi akan datang *suatu variasi defenisi pembangunan berkelanjutan,. 22+. Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang tumbuh dan berkembang pada daerah air payau atau daerah pasang surut dengan substrat berlumpur dicampur dengan pasir; sungai. 224. Pulau kecil adalah pulau dengan ukuran luas kurang atau sama dengan 2&.&&& kmD, jumlah penduduk kurang dari %&&.&&& *duaratus ribu, jiwa, terpisah dari pulau induk, bersifat insuler, memiliki biota indemik, memiliki daerah tangkapan air yang relatif kecil dan sempit, kondisi iasanya berada di mulut utuh, menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktifitas lingkungan alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat

%&

sosial, budaya dan ekonomi masyarakatnya bersifat khas dan berbeda dengan pulau induk. 22/. Minapolitan adalah konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip!prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan. 22(. :awasan Minapolitan adalah suatu bagian wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan, pelayanan jasa, dan=atau kegiatan pendukung lainnya. 22). 8ona 9konomi 9ksklusif 1ndonesia yang selanjutnya disebut 899 1ndonesia adalah jalur di luar dan berbatasan dengan laut wilayah 1ndonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang!undang yang berlaku tentang perairan 1ndonesia yang meliputi dasar laut, tanah di bawahnya, dan air di atasnya dengan batas terluar %&& *dua ratus, mil laut diukur dari garis pangkal laut wilayah 1ndonesia. 223. 1Cin pemanfaatan ruang adalah iCin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang! undangan. 2%&. Arang adalah orang perseorangan dan=atau korporasi; 2%2. Masyarakat adalah orang, perseorangan, kelompok orang termasuk masyarakat hokum adat, korporasi, dan=atau pemangku kepentingan non pemerintah lain dalam penyelenggaraan penataan ruang. 2%%. Peran masyarakat tata adalah ruang, partisipasi pemanfaatan aktif ruang, masyarakat dan dalam perencanaan pengendalian

pemanfaatan ruang. 2%'. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumberdaya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. 2%+. Mitigasi buatan encana adalah upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik maupun nonstruktur atau nonfisik melalui peningkatan secara struktur atau fisik melalui pembangunan fisik alami dan=atau kemampuan menghadapi ancaman bencana di wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil. 2%4. adan :oordinasi Penataan "uang 0aerah yang selanjutnya disebut :P"0 adalah badan bersifat ad!hoc yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan -ndang!-ndang .omor %/ #ahun %&&( tentang Penataan

%2

"uang di Provinsi Sumatera daerah.

arat dan mempunyai fungsi membantu

pelaksanaan tugas <ubernur dalam koordinasi penataan ruang di

agian :edua #ujuan Pasal % #ujuan penataan ruang wilayah adalah #erwujudnya :eterpaduan Pola "uang Provinsi #ahun %&%3 Melalui Pengembangan Potensi Sumber 0aya 7lam 0engan #etap Memperhatikan 9kosistem 7lam dan 0aya 0ukung $ilayah Secara erkelanjutan. 7 11

:9 157:7. 07. S#"7#9<1 P9.7#77. "-7.< Pasal ' -ntuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal %, maka kebijakan dan strategi yang akan dilaksanakan, meliputi : a. Pengurangan kesenjangan pembangunan dan perkembangan wilayah -tara!Selatan Provinsi Sumatera arat, melalui: 2. pengembangan interaksi kawasan untuk meningkatan perkembangan ekonomi kawasan dengan pengembangan jalan arteri primer dan sarana pendukungnya; %. peningkatan akses kawasan budi daya ke sistem jaringan transportasi melalui peningkatan jalan kolektor primer; '. peningkatan sarana dan prasarana pendukung untuk menunjang pengembangan pengembangan pusat!pusat fasilitas primer muat dan dan sekunder sarana berupa bongkar pelabuhan

perikanan di P:., P:$ dan=atau P:$p; +. peningkatan pemanfaatan potensi sumberdaya alam di wilayah selatan melalui pengolahan produk perkebunan dan perikanan. b. Pengembangan ekonomi sektor primer, sekunder dan tersier sesuai daya dukung wilayah, melalui: 2. peningkatan kegiatan pertanian, kehutanan dan perkebunan melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi dengan tetap mempertahankan ekosistem lingkungan;

%%

%. peningkatan pengembangan kawasan agropolitan dengan melengkapi fasilitas perdagangan pusat koleksi distribusi dan jasa pendukung komoditas pertanian kawasan; '. peningkatan +. peningkatan pengembangan pengembangan industri kegiatan berbasis jasa pertanian berupa untuk perlengkapan saprodi dan sarana pendukungnya; perdagangan mendukung kegiatan primer dan sekunder, serta menciptakan lapangan kerja perkotaan terutama di kawasan metropolitan; 4. pengembangan kegiatan sektor unggulan pada kawasan andalan antara lain pertanian, perkebunan, pertambangan, industri, perikanan dan pariwisata dengan tetap mempertahankan kawasan hutan dan ruang terbuka hijau minimum mencapai '&E dari total luas kawasan. c. Penetapan pusat!pusat kegiatan untuk mendukung pelayanan

sosial=ekonomi dan pengembangan wilayah, melalui : 2. pemantapan pengembangan P:. :ota Padang sebagai pusat orientasi wilayah menuju Metropolitan Padang, P:$ yang terdiri dari :ota ukittinggi, :ota Pariaman, :ota Sawahlunto, :ota Solok dan Muara Siberut sesuai arahan "#"$.; %. penetapan pusat!pusat kegiatan lingkungan dalam rangka Peningkatan pelayanan intra wilayah di 23 *sembilan belas, kabupaten =kota di Provinsi Sumatera arat; '. pembangunan yang terkait dengan kegiatan dan akses dalam kawasan agropolitan berupa pengembangan jalan kolektor primer ke pusat pengembangan agropolitan. d. Peningkatan fungsi :ota Padang menjadi :ota Metropolitan, melalui : 2. fasilitasi peningkatan fungsi :ota Padang menjadi kawasan

metropolitan dengan kajian wilayah yang berbatasan langsung dengan :ota Padang sebagai wilayah pengaruh dan kota!kota sekitar sebagai pendukungnya; %. penyusunan perkotaan; '. peningkatan pelayanan sarana dan prasarana kawasan perkotaan metropolitan sesuai hirarki pelayanan dan tetap memperhatikan kaidah lingkungan, terutama kawasan "#; minimal '&E *tigapuluh persen,, prasarana pejalan kaki dan pedagang informal; sinkronisasi penataan ruang kawasan perkotaan metropolitan terutama sistim jaringan prasarana dan sarana fasilitas

%'

+. pengembangan dan Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana transportasi laut dan udara dalam rangka menunjang kegiatan koleksi dan distribusi barang =penumpang di Pelabuhan 6aut 1nternasional #eluk ayur dan andar -dara 1nternasional Minangkabau.

e. Penetapan dan Peningkatan :ota Payakumbuh, Pulau Punjung, #apan, dan Simpang 9mpat menjadi Pusat :egiatan $ilayah yang dipromosikan provinsi *P:$p, untuk melayani beberapa kabupaten, dan Pusat :egiatan 6okal *P:6, yaitu Painan, 6ubuk 7lung, Parik Malintang, 6ubuk 6ubuk Sikaping, Sarilamak, :ota Padang Panjang, asung, atusangkar, Muaro

Sijunjung, 7ro Suka, Padang 7ro, dan #uapejat untuk melayani satu wilayah kabupaten atau beberapa kecamatan, melalui: 2. pengembangan fungsi pusat!pusat sesuai dengan potensi kegiatan wilayah; %. pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan fungsi pusat kegiatan baik internal maupun eksternal; '. peningkatan prasarana transportasi dalam rangka menunjang pengembangan ekonomi daerah. f. Pendorongan terbentuknya aksesibilitas jaringan transportasi dalam rangka menunjang perkembangan wilayah, melalui : 2. perwujudan dan peningkatan hubungan lintas barat, tengah dan timur Sumatera dengan mengembangkan jaringan jalan arteri primer dan kolektor primer; %. peningkatan akses wilayah!wilayah di Provinsi Sumatera arat yang belum berkembang dengan pembangunan jaringan jalan kolektor primer dan pelayanan kapal perintis ke daerah!daerah terisolir di Pantai arat Provinsi Sumatera arat dan :epulauan Mentawai; '. pengembangan sistem transportasi kereta api di Provinsi Sumatera arat dalam rangka menunjang jaringan transportasi kereta api Pulau Sumatera; +. peningkatan pelayanan angkutan kereta api di Provinsi Sumatera arat untuk angkutan barang dan penumpang. g. Penetapan kawasan lindung untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam secara terpadu dengan provinsi berbatasan, melalui : 2. pemantapan fungsi kawasan lindung; %. prioritas penyelesaian konflik penggunaan ruang berdasarkan aspek hukum dan pertimbangan kondisi sosial masyarakat setempat;

%+

'. sinkronisasi berbatasan. h. Peningkatan

fungsi

kawasan

lindung

dengan

provinsi

yang

pemanfaatan

kawasan

budi

daya

untuk

mendukung

pengembangan ekonomi daerah, melalui: 2. pengembangan kawasan andalan sesuai dengan potensi unggulan, yang meliputi :awasan Padang Pariaman dan sekitarnya, 7gam! ukittinggi *P6#7 :oto Panjang,, :epulauan Mentawai dan sekitarnya, Solok dan sekitarnya *0anau :embar!P1P 0anau Singkarak!6ubuk 7lung!:etaping, dan :awasan 6aut :epulauan Mentawai!Siberut dan sekitarnya; %. pemanfaatan kawasan budi daya sesuai dengan kapasitas daya dukung lingkungan.

111

F-.<S1 07. :90-0-:7. Pasal + *2, "#"$P berfungsi sebagai arahan struktur dan pola ruang, pemanfaatan sumberdaya, dan pembangunan daerah serta penyelaras kebijakan penataan ruang .asional, Provinsi, dan :abupaten =:ota. "#"$P juga berfungsi sebagai pedoman dalam penyusunan "encana Pembangunan 5angka Menengah Provinsi dan pedoman penyusunan "encana Pembangunan 5angka Panjang Provinsi. *%, :edudukan "#"$P adalah : a. sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun tata ruang nasional; penyelaras bagi kebijakan penataan ruang kabupaten =kota di wilayah Provinsi Sumatera arat; dan pedoman bagi pelaksanaan arat; dalam penyelarasan perencanaan, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang di kabupaten =kota se Provinsi Sumatera b. sebagai dasar pertimbangan

penataan ruang Provinsi lain yang berbatasan; dan kebijakan pemanfaatan ruang provinsi, lintas kabupaten =kota, dan lintas ekosistem.

1B

%4

61.<:-P $167@7; P9"9.>7.77., S- S#7.S1, 07. 57.<:7 $7:#- "#"$P Pasal 4 *2, 6ingkup wilayah perencanaan merupakan daerah dengan batas yang ditentukan berdasarkan aspek administratif mencakup wilayah daratan, wilayah pesisir dan laut, perairan lainnya, serta wilayah udara. *%, atas!batas wilayah meliputi: a. sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera -tara; b. sebelah timur berbatasan dengan Provinsi "iau dan Provinsi 5ambi; c. sebelah selatan dengan Provinsi engkulu; dan d. sebelah barat dengan Samudera ;india. *', 6ingkup wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat *2, meliputi : a. :abupaten Pesisir Selatan; b. :abupaten Solok; c. :abupaten Sijunjung; d. :abupaten #anah 0atar; e. :abupaten Padang Pariaman; f. :abupaten 7gam; g. :abupaten 6imapuluh :ota; h. :abupaten Pasaman; i. :abupaten :epulauan Mentawai. j. :abupaten 0harmasraya k. :abupaten Solok Selatan; l. :abupaten Pasaman arat; m. :ota Padang; n. :ota Solok; o. :ota Sawahlunto; p. :ota Padang Panjang; G. :ota r. ukittinggi; :ota Payakumbuh; dan

s. :ota Pariaman. *+, 6ingkup wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat *', tergambar dalam Peta $ilayah 7dministrasi Provinsi Sumatera arat dengan tingkat ketelitian 2 : %4&.&&& sebagaimana tercantum dalam 6ampiran 1 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan 0aerah ini.

Pasal /

%/

"#"$P yang diatur dalam Peraturan 0aerah ini substansinya memuat: tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruang, rencana struktur ruang, rencana pola ruang, penetapan kawasan strategis, arahan pemanfaatan ruang, dan arahan pengendalian pemanfaatan ruang, kelembagaan dan peran masyarakat.

Pasal ( *2, 5angka waktu "#"$P berlaku untuk %& *dua puluh, tahun terhitung sejak tahun %&2% ! %&'%. *%, "#"$P sebagaimana dimaksud dalam Pasal / ditinjau kembali 2 *satu, kali dalam 4 *lima, tahun. *', 0alam kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar dan yang ditetapkan dengan peraturan yang perundang!undangan =atau perubahan batas wilayah

ditetapkan dengan -ndang!-ndang, "#"$P dapat ditinjau kembali lebih dari 2 *satu, kali dalam 4 *lima, tahun. 7 B

"9.>7.7 S#"-:#-" "-7.< agian :esatu -mum Pasal ) *2, "encana struktur ruang wilayah meliputi : a. sistem perkotaan; b. sistem jaringan transportasi; c. sistem jaringan energi; d. sistem jaringan telekomunikasi; e. sistem jaringan sumberdaya air; dan f. sistem prasarana lingkungan.

*%, "encana struktur ruang wilayah digambarkan dalam peta dengan tingkat ketelitian 2 : %4&.&&& sebagaimana tercantum dalam 6ampiran 11 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan 0aerah ini.

agian :edua

%(

"encana dan :riteria Sistem Perkotaan Paragraf 2 "encana Sistem Perkotaan Pasal 3 *2, "encana sistem perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ) ayat *2, huruf a dikembangkan secara hirarki dan dalam bentuk pusat kegiatan, sesuai kebijakan nasional dan provinsi, potensi, dan rencana pengembangan. *%, Pengembangan pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat *2, terdiri dari : a. Pusat :egiatan .asional *P:.,; b. Pusat :egiatan $ilayah *P:$,; c. Pusat :egiatan $ilayah yang dipromosikan oleh Provinsi *P:$p,; dan d. Pusat :egiatan 6okal *P:6,. *', :ota yang ditetapkan sebagai P:. sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf a adalah :ota Padang. *+, :ota!kota yang ditetapkan sebagai P:$ sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf b adalah : a. :ota ukittinggi; b. :ota Pariaman; c. :ota Sawahlunto; d. :ota Solok; dan e. Muara Siberut. *4, :ota!kota yang ditetapkan sebagai P:$p sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf c adalah : a. :ota Payakumbuh; b. Pulau Punjung; c. #apan; dan d. Simpang 9mpat. */, :ota!kota yang ditetapkan sebagai P:6 sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf d adalah kota!kota yang tidak termasuk sebagai P:., P:$ dan P:$p, yaitu : a. Painan; b. :ota Padang Panjang;

%)

c. 6ubuk Sikaping; d. Sari 6amak; e. f. atusangkar; Padang 7ro; asung;

g. #uapejat; h. 6ubuk i. j. l. Muaro Sijunjung; 6ubuk 7lung; Parik Malintang. Pasal 2& *2, Selain rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat *2, juga dikembangkan :awasan Metropolitan Padang untuk sinkronisasi pembangunan :awasan Perkotaan Padang dengan kawasan perkotaan sekitarnya. *%, :awasan Metropolitan Padang sebagaimana dimaksud pada ayat *2, meliputi : a. :ota Padang; b. 6ubuk 7lung *:abupaten Padang Pariaman,; c. :ota Pariaman; d. 7ro Suka *:abupaten Solok,; e. :ota Solok; dan f. Painan *:abupaten Pesisir Selatan,. *', :etentuan batas kawasan Metropolitan Padang sebagaimana dimaksud pada ayat *%, diatur sesuai peraturan perundang!undangan dan ditetapkan melalui Padang. :eputusan <ubernur setelah dilakukan kajian kawasan dan penyusunan rencana tata ruang :awasan Metropolitan

k. 7ro Suka; dan

Paragraf % :riteria Sistem Perkotaan Pasal 22 *2, :riteria Pusat :egiatan .asional *P:., sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat *%, huruf a adalah :

%3

a. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul utama kegiatan ekspor!impor atau pintu gerbang menuju kawasan internasional; b. kegiatan industri dan jasa skala nasional atau yang melayani beberapa provinsi; dan =atau c. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul utama transportasi skala nasional atau melayani beberapa provinsi. *%, :riteria Pusat :egiatan $ilayah *P:$, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat *%, huruf b adalah : a. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul kedua kegiatan ekspor!impor yang mendukung P:.; b. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala provinsi atau beberapa kabupaten=kota; dan=atau c. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala provinsi atau beberapa kabupaten =kota. d. ditetapkan secara nasional. *', :riteria Pusat :egiatan $ilayah yang di promosikan Provinsi *P:$p, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat *%, huruf c adalah : a. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul kedua kegiatan ekspor!impor; b. kawasan perkotaan yang berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala provinsi atau beberapa kabupaten =kota; dan =atau c. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala provinsi atau beberapa kabupaten =kota; d. dipromosikan oleh pemerintah provinsi. *+, :riteria Pusat :egiatan 6okal *P:6, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat *%, huruf d adalah : a. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala kabupaten =kota atau beberapa kecamatan; dan =atau b. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kabupaten =kota atau beberapa kecamatan;

'&

c. diusulkan oleh pemerintah kabupaten =kota.

Pasal 2% :riteria penetapan kawasan metropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2& adalah : a. memiliki jumlah penduduk paling sedikit 2.&&&.&&& *satu juta, jiwa; b. terdiri atas satu kawasan perkotaan inti dan beberapa kawasan perkotaan disekitarnya yang membentuk satu kesatuan pusat perkotaan; dan c. terdapat keterkaitan fungsi antar kawasan perkotaan dalam satu sistem metropolitan.

agian :etiga "encana dan :riteria Sistem 5aringan #ransportasi Paragraf 2 "encana Sistem 5aringan #ransportasi Pasal 2' *2, "encana pengembangan sistem jaringan transportasi meliputi sistem transportasi darat, laut, dan udara. *%, Sistem jaringan transportasi darat sebagaimana dimaksud pada ayat *2, terdiri dari jaringan jalan, jaringan jalur kereta api, sistem terminal, dan jaringan transportasi sungai, danau, dan penyeberangan. *', Sistem jaringan transportasi laut terdiri dari tatanan kepelabuhanan dan alur pelayaran. *+, Sistem jaringan transportasi udara terdiri dari tatanan kebandarudaraan dan ruang udara untuk penerbangan. Pasal 2+ *2, Pengembangan jaringan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2' ayat *%, meliputi pengembangan jaringan jalan dan penanganan jalan. *%, Pengembangan jaringan jalan sebagaimana dimaksud pada ayat *2, ditujukan untuk penyediaan prasarana transportasi jalan guna menunjang pembentukan sistem perkotaan yang direncanakan, meliputi peningkatan fungsi jalan dan =atau pembangunan jalan baru.

'2

*', "encana peningkatan fungsi jalan sebagaimana dimaksud pada ayat *%, meliputi jalan arteri primer, jalan kolektor primer, jalan strategis nasional, dan jalan bebas hambatan. *+, Pengembangan jaringan jalan arteri primer meliputi ruas jalan yang menghubungkan simpul!simpul sebagai berikut : a. :ota Padang ! :ota b. :ota d. :ota f. ukittinggi; ukittinggi ! :ota Payakumbuh; ukittinggi ! 6ubuk Sikaping;

c. :ota Payakumbuh ! Sarilamak ! atas Provinsi "iau; e. 6ubuk Sikaping ! atas Provinsi Sumatera -tara; :ota Padang ! :ota Solok; g. 6ubuk Selasih ! Padang 7ro ! atas Provinsi 5ambi; h. :ota Solok ! :iliranjao; i. j. l. :iliranjao ! atas Provinsi "iau; :iliranjao ! atas Provinsi 5ambi; :ota Padang ! Painan; engkulu;

k. :ota Padang Panjang ! :ota Solok; m. Painan ! atas Provinsi

n. :ota Padang ! :ota Pariaman; o. :ota Pariaman ! Simpang 9mpat; dan p. Simpang 9mpat ! atas Provinsi Sumatera -tara; *4, Pengembangan jaringan jalan kolektor primer meliputi ruas jalan yang menghubungkan simpul!simpul sebagai berikut: a. Pasar aru ! 7lahan Panjang ! :iliranjao; b. Simpang 9mpat ! #alu ! Panti; c. "ao ! :oto #inggi; d. 6ubuk f. g. h. i. j. l. asung ! :ota ukittinggi; e. :ota Pariaman ! Sicincin; :ota Payakumbuh ! Sitangkai ! Muaro Sijunjung; aso ! atusangkar; atu Sangkar; atusangkar ! :ota Sawahlunto; :ota Padang Panjang ! atu Sangkar ! Sitangkai; Padang 7ro ! :abupaten 0harmasraya; alingka ! 5embatan .garai Sianok ! :ota ukit #inggi;

k. :ota Solok ! 7lahan Panjang; m. 0uku ! Sicincin ! Malalak !

'%

n. 7ro Suka ! Pintu 7ngin ! 6ubuk Selasih; dan o. 7lai ! y Pass. */, Pengembangan jaringan jalan strategis nasional yaitu ruas jalan yang menghubungkan Silaping ! Manggopoh. *(, Pengembangan jaringan jalan bebas hambatan yaitu ruas jalan yang menghubungkan :ota Padang ? :ota Padang Panjang ? #anah 0atar ! :ota ukittinggi ! :ota Payakumbuh ! atas Provinsi "iau.

*), "encana pembangunan jalan baru sebagaimana dimaksud pada ayat *%, meliputi jaringan jalan arteri primer dan jaringan jalan kolektor primer. *3, Pembangunan jalan baru jaringan jalan arteri primer meliputi ruas jalan dan jembatan sebagai berikut : a. ruas jalan "ao ! "okan ;ulu; b. ruas jalan c. Pariaman; d. ruas jalan Sicincin ! Malalak ! Panta ! 5embatan .garai Sianok ? ukittingi; dan e. jembatan kelok 3. *2&, Pembangunan jalan baru jaringan jalan kolektor primer meliputi ruas jalan dan jembatan sebagai berikut : a. ruas jalan Pangkalan :oto "iau; b. ruas jalan :oto #inggi ? c. onjol; ruas jalan Palupuh ? Suliki; aru ! Sialang ? <elugur ? atas Provinsi uluh :asok ! atas Provinsi "iau; ayur ! Pesisir Pantai Padang ! andara :etaping ? ruas jalan #eluk

d. ruas jalan -nggan ! :alo kalo ? Pamusian; e. ruas jalan 6ubuk Minturun ? Paninggahan; f. ruas jalan 7lahan Panjang ! :iliran 5ao; g. ruas jalan Pasar aru ! 7lahan Panjang. h. ruas jalan Mande ! Sungai Pinang ! Sungai Pisang; i. j. jembatan 6ayang 0uku; ruas jalan Palembayan ! Muko Muko ! Puncak 6awang!Matur!9mbun Pagi; k. ruas jalan 6ingkar 0anau Maninjau; l. ruas jalan Solok ! :ubang 0uo ! 7lahan Panjang; m. ruas jalan 6ingkar 6ubuk 7lung; n. ruas jalan 6ingkar Selatan :ota Padang Panjang; o. jembatan Simpang 0elapan :ota Padang Panjang;

''

p. ruas jalan 6ingkar :ota Payakumbuh; G. ruas jalan 6ingkar :ota Solok; r. s. ruas jalan :ayu 7ro y Pass; ruas!ruas jalan di :abupaten :epulauan Mentawai.

Pasal 24 *2, Pengembangan jaringan jalur kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2' ayat *%, meliputi peningkatan kapasitas dan revitalisasi jalur kereta api yang sudah ada serta pengembangan jalur kereta api baru. *%, Pengembangan jaringan jalur kereta api sebagaimana dimaksud pada ayat *2, ditujukan untuk meningkatkan perekonomian daerah, angkutan barang dan angkutan penumpang serta keterpaduan antar moda transportasi dilakukan melalui : a. pelayanan kawasan sentra produksi pertanian, perkebunan, ayur; pertambangan, industri dan sinergi dengan Pelabuhan #eluk dan memperkuat posisi jaringan kereta api Sumatera *Trans Sumatera Railways,; c. pengoperasian kereta api komuter dan kereta api bandara. *', Pengembangan jaringan jalur kereta api berikut prasarananya pada lintas barat Sumatera di Provinsi ini meliputi jalur 6ubuk 7lung ! .aras ! Sungai 6imau ! Simpang 9mpat, Padang *#eluk ayur, ! 6ubuk 7lung ! ukittinggi ! ayur ! Padang Panjang ! Solok ! Sawahlunto, Padang Panjang ! 1ndarung. *+, Pembangunan jalur pintas atau shortcut Pauh 6imo *Padang, ! Solok, Sawahlunto ! Muaro ! #eluk :uantan =Pekanbaru dan Muaro ! Muaro ungo yang merupakan bagian dari rencana pembangunan jaringan :ereta 7pi #rans Sumatera *Connecting Trans Sumatera Railway,. *4, Pengoperasian kereta api komuter dan kereta api bandara sebagaimana dimaksud dalam ayat *%, huruf c meliputi jalur Padang *Pulau 7ir ! Simpang ;aru, ! 0uku ! 6ubuk 7lung ! Pariaman ! Minangkabau * 1M,. */, Pengembangan prasarana penunjang lainnya terutama untuk penunjang kawasan pariwisata dan kelancaran serta keamanan operasi kereta api. andara 1nternasional

b. pengoperasian kereta api penumpang reguler, wisata dan barang arat dalam rencana pengembangan jaringan jalur kereta api #rans Sumatera

Payakumbuh dan jalur % *dua, arah atau double track #eluk

'+

Pasal 2/ *2, Pengembangan sistem terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2' ayat *%, meliputi terminal regional tipe 7 dan terminal regional tipe perkotaan dan perdesaan. *%, Pengembangan terminal regional tipe 7 sebagaimana dimaksud pada ayat *2, meliputi : a. peningkatan fungsi #erminal "egional 6ubuk egalung di :ota Padang; b. pemindahan #erminal :ota c. optimalisasi #erminal :abupaten Sijunjung; d. pengembangan #erminal 6ubuk Sikaping di :abupaten Pasaman; e. pembangunan #erminal "egional baru di :ota Sawahlunto, #apan =Silaut di :abupaten Pesisir Selatan, :abupaten Padang Pariaman, dan :abupaten 7gam. *', Pengembangan terminal regional tipe ayat *2, meliputi : a. optimalisasi #erminal Pesisir Selatan; b. pengembangan #erminal Simpang 9mpat di :abupaten Pasaman arat; c. pembangunan #erminal Pulau Punjung= Sei "umbai di :abupaten 0harmasraya, #erminal :abupaten 6ima Puluh :ota, #erminal :abupaten Solok Selatan, #erminal :abupaten Solok, dan #erminal Muaro Sijunjung di :abupaten Sijunjung. *+, Pengembangan angkutan umum massal perkotaan dan perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat *2, adalah pengembangan angkutan umum massal mendukung fungsi kawasan Metropolitan Padang dan sekitarnya, pusat!pusat permukiman perkotaan, dan daerah terpencil dapat diadakan melalui subsidi bus perintis. ukit Surungan di :ota Padang Panjang, #erminal 5ati di :ota Pariaman, dan #erminal Sago di :abupaten sebagaimana dimaksud pada ukittinggi dan :ota Payakumbuh; areh Solok di :ota Solok, #erminal Piliang uaya dan =atau 6ubuk , terminal barang, serta pengembangan sistem angkutan umum massal

atusangkar di :abupaten #anah 0atar, dan #erminal :iliranjao di

'4

Pasal 2( *2, Pengembangan penyeberangan jaringan transportasi sungai, danau, dan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2' ayat *%,

meliputi peningkatan dan pengembangan jalur baru. *%, Peningkatan jaringan transportasi sungai dan danau sebagaimana dimaksud pada ayat *2, ditujukan untuk menunjang kegiatan pariwisata di 0anau Maninjau :abupaten 7gam, 0anau Singkarak :abupaten Solok dan :abupaten #anah 0atar, 0anau :embar *0anau 0iatas dan 0anau 0ibawah, dan 0anau #alang :abupaten Solok, 0anau uatan :oto Panjang :abupaten 6imapuluh :ota *batas Provinsi "iau,, dan Sungai 0areh :abupaten 0harmasraya, serta peningkatan dermaga sungai dan danau. *', Peningkatan dan pengembangan jaringan transportasi penyeberangan dilakukan melalui peningkatan pelayanan transportasi penyeberangan yang meliputi: a. Pelabuhan b. Pelabuhan Mentawai; c. Pelabuhan Sikakap di Pulau Pagai -tara :abupaten :epulauan Mentawai; d. Pelabuhan Muara Siberut di Pulau Siberut :abupaten :epulauan Mentawai; dan e. Pelabuhan Mentawai. *+, Pengembangan jalur baru sebagaimana dimaksud pada ayat *2, yaitu lintasan penyeberangan >arocok Painan ! Mentawai terutama untuk angkutan barang yang ditunjang oleh angkutan pengumpan antar pulau di :epulauan Mentawai. *4, Peningkatan pelayanan transportasi penyeberangan sebagaimana Simailepet di Pulau Siberut :abupaten :epulauan ungus di :ota Padang; #ua Pejat di Pulau Sipora :abupaten :epulauan

dimaksud pada ayat *', dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana penyeberangan *dermaga,, juga dilakukan pengembangan lintasan penyeberangan: a. Painan ? Mentawai; b. Mentawai ! Padang ! Pantai c. Mentawai ! Padang ! 5akarta. arat $ilayah Provinsi;

'/

Pasal 2) *2, Pengembangan sistim transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2' ayat *', ditujukan untuk mendukung sistem produksi, sistem pergerakan penumpang dan barang dengan kegiatan sistem perekonomian antar kawasan maupun internasional. *%, Pengembangan sistem transportasi laut dilakukan melalui

pengembangan dan =atau pembangunan pelabuhan internasional, pelabuhan nasional, pelabuhan regional, dan pelabuhan lokal serta pembangunan pelabuhan baru. *', -ntuk menunjang pengembangan perekonomian daerah, maka

pengembangan pelabuhan dilakukan melalui: a. peningkatan pelabuhan 1nternasional #eluk pelabuhan -tama serta pengembangan dengan kapasitas +& feet. b. peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan nasional =regional yang merupakan pelabuhan pengumpul dan pelabuhan pengumpan yaitu Pelabuhan Muara Padang, pelabuhan Panasahan!>orocok Painan, pelabuhan Sioban, pelabuhan Pokai, pelabuhan #ua Pejat, pelabuhan Simailepet, pelabuhan Sikakap, Muara Sikabaluan dan Pelabuhan ake; ungus ! Painan, c. pengembangan angkutan wisata ke :epulauan Mentawai, dan pengembangan angkutan pesisir Pasaman ! #iku ! fungsi pelabuhan. a. pengembangan dan pembangunan pelabuhan perikanan untuk menunjang perekonomian daerah antara lain: 2. :abupaten Pasaman Pelabuhan Sasak; %. :abupaten 7gam, meliputi Pelabuhan #iku dan Pelabuhan Muaru Putus; '. :abupaten Padang Pariaman, meliputi Pelabuhan Pasir Pelabuhan atang <asan, Pelabuhan -lakan #apakis Pelabuhan 7nai :etaping; aru, dan arat, meliputi Pelabuhan 7ir angis dan peningkatan sarana dan prasarana serta fasilitas pelabuhan sesuai ayur yang merupakan sistem kontainerisasi

'(

+. :abupaten Pesisir Selatan, meliputi Pelabuhan >aracok #arusan, Pelabuhan >aracok Painan, Pelabuhan Muara atang :apas, Pelabuhan Surantih, Pelabuhan Pasar :ambang, Pelabuhan Muara 5ambu, Pelabuhan Muara <adang dan Pelabuhan 7pi!api; 4. :abupaten :epulauan Mentawai, meliputi Pelabuhan Sikakap dan Pelabuhan #ua Pejat; /. :ota Padang, meliputi Pelabuhan .an #igo; (. :ota Pariaman, meliputi Pelabuhan Muaro Pariaman, Pelabuhan :aran 7wur dan Pelabuhan .areh. *+, -ntuk meningkatkan pelayanan angkutan laut, direncanakan ungus, Pelabuhan Muara 7nai, Pelabuhan <aung, Pelabuhan Sungai Pisang dan Pelabuhan Pasie

pembangunan pelabuhan baru berupa pelabuhan pengumpul dan pelabuhan pengumpan yang meliputi: a. Pelabuhan #eluk #apang di :abupaten Pasaman arat; b. Pelabuhan Malakopak di :abupaten :epulauan Mentawai; c. Pelabuhan Muara Saibi di :abupaten :epulauan Mentawai; d. Pelabuhan Singapokna di :abupaten :epulauan Mentawai; e. Pelabuhan 6abuhan f. g. Pelabuhan ajau di :abupaten :epulauan Mentawai; Pelabuhan Sinakak di :abupaten :epulauan Mentawai; dan erilau, Pasapuat =Simanganyak, Pei!pei =#eluk :aturai, #aleleu di :abupaten :epulauan Mentawai.

Pasal 23 *2, Pengembangan sistim transportasi udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2' ayat *+, diarahkan untuk mendorong penguatan andar -dara 1nternasional Minangkabau dengan memadukan berbagai pelayanan transportasi serta mengembangkan kegiatan komersial yang bernilai tambah tinggi, dan penguatan pelayanan kargo, serta pengembangan jalur penerbangan baru. *%, Peningkatan keterpaduan berbagai pelayanan transportasi serta

mengembangkan kegiatan komersial yang bernilai tambah tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat *2, dilakukan melalui: a. pengembangan terminal; fasilitas penerbangan menuju bandar udara berstandar internasional, meliputi runway, taHiway, apron dan

')

b. memperkuat

simpul

bandar

udara

dengan

mengkombinasikan

menuju terminal terpadu meliputi

angkutan bus, kereta api dan

angkutan kota serta mendukung kegiatan komersial dan pariwisata; c. mengembangkan fasilitas kargo serta fasilitas pemprosesan barang guna meningkatkan nilai tambah komoditas; d. mengembangkan penerbangan langsung dengan lebih banyak kota potensi wisatawan, baik melalui penerbangan reguler maupun charter; e. pengembangan bandar udara pengumpul skala pelayanan sekunder menjadi bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan primer. *', Pengembangan jalur penerbangan baru sebagaimana dimaksud pada ayat *2, dilakukan melalui pembukaan jalur penerbangan ke kota!kota di Sumatera, andung, @ogyakarta, Surabaya, dan anjarmasin serta jalur penerbangan internasional. *+, Selain andar -dara 1nternasional Minangkabau, bandar udara lain yang andar -dara "okot di :abupaten andar -dara di :abupaten 6imapuluh :ota, arat yang berfungsi I Three in

akan dikembangkan meliputi :epulauan Mentawai, dan

serta pembangunan bandar udara baru di :abupaten :epulauan Mentawai dan di :abupaten Pasaman OneJ sebagai bandara darurat =evakuasi bencana =tsunami=perang, penerbangan umum dan angkutan udara perintis. *4, 0alam pengembangan dan pembangunan bandar udara sebagaimana dimaksud pada ayat *%, sampai ayat *+,, memperhatikan masalah kawasan keselamatan operasi penerbangan *::AP, sesuai ketentuan peraturan perundang!undangan tentang penerbangan.

Paragraf % :riteria Sistem 5aringan #ransportasi Pasal %& *2, 5alan arteri primer diarahkan untuk melayani pergerakan antar kota antar provinsi, dengan kriteria sebagai berikut: a. menghubungkan antar!P:.; b. menghubungkan antara P:. dan P:$; c. menghubungkan P:. dan=atau P:$ dengan bandar udara pusat penyebaran skala pelayanan primer =sekunder =tersier dan pelabuhan internasional =nasional;

'3

d. berupa jalan umum yang melayani angkutan utama; e. melayani perjalanan jarak jauh; f. memungkinkan untuk lalu!lintas dengan kecepatan rata!rata tinggi; dan g. jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. *%, 5alan kolektor primer dikembangkan untuk menghubungkan antar kota dalam provinsi, dengan kriteria sebagai berikut: a. menghubungkan antar!P:$= P:$p; b. menghubungkan antara P:$= P:$p dengan P:6; c. berupa jalan umum yang melayani angkutan pengumpul atau pembagi; d. melayani perjalanan jarak sedang; e. memungkinkan untuk lalu!lintas dengan kecepatan rata!rata sedang; dan f. membatasi jumlah jalan masuk. Pasal %2 *2, 5alan strategis nasional dikembangkan berdasarkan kriteria

menghubungkan P:. dan =atau P:$ dengan kawasan strategis nasional. *%, 5alan tol dibangun untuk memperlancar lalu lintas di daerah yang telah berkembang dan meningkatkan hasil guna dan daya guna pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pasal %% Pengembangan jalan kereta api ditetapkan dengan kriteria menghubungkan antar P:., P:$ =P:$p dengan P:., antar P:$ dan =atau P:$p, dan menghubungkan pusat!pusat produksi.

Pasal %' *2, Pengembangan terminal regional tipe 7, dengan kriteria sebagai berikut: a. lokasi terletak di P:. dan =atau di P:$ =P:$p dalam jaringan trayek antar kota, antar provinsi *7:7P,; b. terletak di jalan arteri primer dengan kelas jalan minimum 1117;

+&

c. jarak antara terminal regional tipe a sekurang!kurangnya %& *dua puluh, km; d. luas minimum 4 *lima, ha; e. mempunyai akses masuk atau keluar jalan dari terminal minimum 2&& *seratus, meter; dan f. berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan 7:7P, 7:0P, 7ngkutan Perkotaan, serta 7ngkutan Pedesaan. *%, Pengembangan terminal regional tipe berikut: a. lokasi terletak di P:$ =P:$p dan =atau di P:6 dalam jaringan trayek antar kota, antar provinsi *7:7P,; b. terletak di jalan arteri atau kolektor primer dengan kelas jalan minimum 111 ; c. jarak antara terminal regional tipe regional tipe 24 *lima belas, km; d. luas minimum ' *tiga, hektar; e. mempunyai akses masuk atau keluar jalan dari terminal minimum 4& *lima puluh, meter; dan f. berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan 7:0P, angkutan perkotaan, serta angkutan pedesaan. dan =atau antara terminal dengan terminal regional tipe 7 sekurang!kurangnya , dengan kriteria sebagai

Pasal %+ *2, "encana pengembangan pelabuhan internasional dengan fungsi

pelabuhan utama ditetapkan dengan kriteria: a. melayani kegiatan pelayaran dan alih muat peti kemas angkutan laut internasional dalam jumlah besar; b. menjangkau wilayah pelayanan sangat luas; c. menjadi simpul utama pendukung pengembangan produksi kawasan andalan ke pasar internasional; d. berhadapan lansung dengan alur laut kepulauan 1ndonesia dan=atau jalur pelayaran internasional; e. berjarak paling jauh 4&& *lima ratus, mil dari alur laut kepulauan 1ndonesia atau jalur pelayaran internasional; f. bagian dari prasarana penunjang fungsi pelayanan P:. dalam sistem transportasi antar negara; g. berada di luar kawasan lindung; dan

+2

h. berada pada perairan yang memiliki kedalaman paling sedikit 2% *dua belas, meter untuk pelabuhan internasional hub dan 3 *sembilan, meter untuk pelabuhan internasional. *%, "encana pengembangan pelabuhan nasional dengan fungsi pelabuhan pengumpul ditetapkan dengan kriteria: a. melayani kegiatan pelayaran dan alih muat peti kemas angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah menengah; b. menjangkau wilayah pelayanan menengah; c. memiliki fungsi sebagai simpul pendukung pemasaran produk kawasn andalan ke pasar nasional; d. merupakan bagian dari prasarana penunjang fungsi pelayanan P:. dalam sistem transportasi antar provinsi; e. memberikan akses bagi pengembangan pulau!pulau kecil dan kawasan andalan laut, termasuk pengembangan kawasan tertinggal; f. berada di luar kawasan lindung; dan *sembilan, meter. *', "encana pengembangan pelabuhan regional dengan fungsi pelabuhan pengumpul ditetapkan dengan kriteria: a. melayani kegiatan pelayaran dan alih muat angkutan laut nasional dan regional, pelayaran rakyat, angkutan sungai, dan angkutan perintis dalam jumlah menengah; b. merupakan bagian dari prasarana penunjang fungsi pelayanan P:. dan P:$ =P:$p dalam sistem transportasi antar provinsi; c. berfungsi sebagai simpul pendukung pemasaran produk kawasan andalan ke pasar regional; d. memberi akses bagi pengembangan kawasan andalan laut, kawasan pedalaman sungai, dan pulau!pulau kecil, termasuk pengembangan kawasan tertinggal; e. berada di luar kawasan lindung; dan f. berada pada perairan yang memiliki kedalaman paling sedikit + *empat, meter. *+, "encana pengembangan pelabuhan lokal dengan fungsi pelabuhan pengumpan ditetapkan dengan kriteria: a. melayani kegiatan pelayaran dan alih muat angkutan laut lokal dan regional, pelayaran rakyat, angkutan sungai, dan angkutan perintis dalam jumlah kecil; g. berada pada perairan yang memiliki kedalaman paling sedikit 3

+%

b. merupakan bagian dari prasarana penunjang fungsi pelayanan P:$ =P:$p atau P:6 dalam sistem transportasi antar kabupaten =kota dalam satu provinsi; c. berfungsi sebagai simpul pendukung pemasaran produk kawasan budi daya di sekitarnya ke pasar lokal; d. berada di luar kawasan lindung; e. berada pada perairan yang memiliki kedalaman paling sedikit 2,4 *satu koma lima, meter; dan f. dapat melayani pelayaran rakyat.

agian :eempat "encana dan :riteria Sistem 5aringan 9nergi Paragraf 2 "encana Sistem 5aringan 9nergi Pasal %4 *2, Pengembangan sistim jaringan prasarana energi sebagaimana

dimaksud dalam Pasal ) ayat *2, huruf c ditujukan bagi pengembangan jaringan prasarana energi listrik yang meliputi prasarana pembangkit dan jaringan listrik. *%, Pengembangan sistem prasarana pembangkit dan jaringan listrik sebagaimana dimaksud pada ayat *2, adalah untuk meningkatkan ketersediaan energi=listrik bagi kegiatan permukiman dan kegiatan non permukiman dan mendukung kegiatan perekonomian, pengembangan kawasan. *', Pengembangan prasarana pembangkit energi listrik sebagaimana

dimaksud pada ayat *2, dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumber energi primer, terutama sumber energi terbarukan dan =atau sumber energi baru yang banyak tersedia di kabupaten=kota diantaranya panas bumi, tenaga air, gas, batubara, dan gelombang laut. *+, Pengembangan jaringan energi listrik dilakukan melalui pembangunan jaringan interkoneksi 5awa ! Sumatera meliputi pengembangan jaringan kawat saluran udara, kabel bawah tanah, dan =atau kabel bawah laut.

Paragraf % :riteria Sistem 5aringan 9nergi

+'

Pasal %/ *2, Pengembangan prasarana energi ditujukan untuk peningkatan kapasitas pembangkit listrik dengan kriteria: a. mendukung ketersediaan pasokan tenaga listrik untuk kepentingan di kawasan perkotaan, perdesaan, dan pulau!pulau kecil; b. mendukung pemanfaatan teknologi tinggi yang mampu menghasilkan energi energi tak terbarukan; c. berada pada lokasi aman dari bahaya bencana alam dan aman terhadap kegiatan lain; d. diperbolehkan berada di kawasan lindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan. *%, Pengembangan prasarana jaringan energi listrik ditetapkan dengan kriteria: a. mendukung ketersediaan pasokan tenaga listrik untuk kepentingan di kawasan perkotaan, perdesaan, dan pulau!pulau kecil; b. melintasi kawasan permukiman, wilayah sungai, laut, hutan, mampu pertanian, dan jalur transportasi; c. mendukung pemanfaatan teknologi tinggi yang menghasilkan energi energi tak terbarukan. agian :elima "encana dan :riteria Sistem 5aringan #elekomunikasi Paragraf 2 "encana Sistem 5aringan #elekomunikasi Pasal %( *2, Pengembangan prasarana telekomunikasi sebagaimana dimaksud untuk mengurangi ketergantungan sumber untuk mengurangi ketergantungan sumber

dalam Pasal ) ayat *2, huruf d, meliputi sistem terestrial yang terdiri dari sistem kabel, sistem seluler, dan sistem satelit sebagai penghubung antara pusat! pusat pertumbuhan. *%, Pengembangan prasarana telekomunikasi dilakukan hingga ke pelosok wilayah yang belum terjangkau sarana prasarana telekomunikasi. Paragraf % :riteria Sistem 5aringan #elekomunikasi

++

Pasal %) *2, Pengembangan jaringan telekomunikasi dengan sistem terestrial

ditetapkan dengan kriteria: a. jaringan dikembangkan secara berkesinambungan dan terhubung dengan jaringan nasional; b. menghubungkan antar pusat kegiatan; dan c. mendukung kawasan pengembangan ekonomi. *%, Pengembangan jaringan sistem satelit ditetapkan dengan kriteria: a. mendukung dan melengkapi pengembangan jaringan terestrial; b. mendukung pengembangan telekomunikasi seluler; dan c. pemanfaatan bersama menara untuk paling sedikit ' *tiga, operator setiap menara.

agian :eenam "encana dan :riteria Sistem 5aringan Sumber 0aya 7ir Paragraf 2 "encana Sistem 5aringan Sumber 0aya 7ir Pasal %3 *2, Sistem jaringan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal ) ayat *2, huruf e meliputi : a. sistem jaringan sungai; b. sistem jaringan irigasi; c. sistem jaringan air baku; d. sistem pengendalian banjir; dan e. sistem pengamanan pantai. *%, Sistem jaringan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat *2, direncanakan melalui pendekatan 07S dan cekungan air tanah serta keterpaduannya dengan pola ruang dengan memperhatikan neraca penatagunaan air. *', 0alam rangka pengembangan penatagunaan air pada 07S dan

>ekungan 7ir #anah *>7#, diselenggarakan kegiatan penyusunan dan penetapan neraca penatagunaan sumberdaya air dengan mengacu pada peraturan perundang!undangan.

Pasal '&

+4

(1)

"encana pengembangan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal ) ayat *2, huruf e meliputi konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air.

(2)

:onservasi sumber daya air dilakukan melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air, pengawetan air, pengelolaan kualitas air, pengendalian pengambilan air tanah, dan pencegahan pencemaran air.

(3)

Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui pengembangan jaringan irigasi pada seluruh wilayah kabupaten yang memiliki lahan pertanian lahan basah.

(4)

Pengendalian daya rusak air dilakukan melalui pembangunan dan=atau pengembangan prasarana pengendalian banjir dan pengamanan pantai.

Pasal '2 "encana pengembangan wilayah sungai lintas provinsi dan lintas kabupaten =kota dilakukan secara terpadu dalam penataan ruang, upaya konservasi dan pemanfaatan sungai lintas provinsi dan lintas kabupaten=kota.

Paragraf % :riteria Sistem 5aringan Sumber 0aya 7ir Pasal '% $ilayah sungai dan cekungan air tanah lintas provinsi dan lintas

kabupaten=kota ditetapkan dengan kriteria melintasi dua atau lebih provinsi dan kabupaten=kota.

agian :etujuh "encana dan :riteria Sistem Prasarana 6ingkungan Paragraf 2 "encana Sistem Prasarana 6ingkungan Pasal '' *2, Sistem prasarana lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ) ayat *2, huruf f meliputi: a. tempat pemrosesan akhir *#P7, terpadu *regional,; b. tempat pengolahan dan atau pengelolaan limbah industri non '; ' dan

+/

c. sistem drainase; d. sistem pengelolaan air minum *SP7M,; e. sarana dan prasarana lingkungan yang sifatnya menunjang kehidupan masyarakat. *%, "encana pengembangan sistem prasarana lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat *2, adalah upaya bersama dalam menghadapi dampak lingkungan, maka perlu dikembangkan lokasi yang digunakan bersama antara kabupaten=kota dengan sistem pengelolaan yang berwawasan lingkungan.

Paragraf % :riteria Sistem Prasarana 6ingkungan Pasal '+ Sistem prasarana lingkungan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal '' ayat *2, dan ayat *%, ditetapkan dengan kriteria mengacu pada peraturan perundang!undangan yang berlaku.

B1

"9.>7.7 PA67 "-7.< agian :esatu -mum Pasal '4 *2, "encana pola ruang meliputi: a. pola ruang kawasan lindung; dan b. pola ruang kawasan budi daya. *%, Penetapan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf a dilakukan dengan mengacu pada kawasan lindung yang telah ditetapkan secara nasional dan memperhatikan kawasan lindung yang ditetapkan oleh provinsi dan kabupaten =kota. *', Penetapan kawasan budi daya sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf b dilakukan dengan mengacu pada kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis nasional, serta memperhatikan kawasan budi daya provinsi dan kabupaten=kota.

+(

*+, :etentuan yang mengatur pola ruang kawasan hutan diberlakukan setelah ditetapkannya perubahan kawasan hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan tentang kehutanan. *4, :etetapan perubahan kawasan hutan seperti dimaksud pada ayat *+,, maka pola ruang kawasan kehutanan mengacu pada :eputusan Menteri :ehutanan .omor 2+2=Menhut!11=%&2%, tentang Perubahan atas keputusan menteri nomor S: '&+= Menhut!11= %&22 tentang perubahan Peruntukan :awasan ;utan Menjadi ukan :awasan ;utan seluas kurang lebih 3/.3&+ *sembilan puluh enam ribu sembilan ratus empat, ;ektar, Perubahan 7ntar Fungsi :awasan ;utan seluas kurang lebih 2+(.%2' *seratus empat puluh tujuh dua ratus tiga belas, ;ektar dan Penunjukan ukan :awasan ;utan Menjadi :awasan ;utan seluas arat. kurang lebih 3.3&/ *sembilan ribu sembilan ratus enam, ;ektar di Provinsi Sumatera */, "encana pola ruang digambarkan dalam peta dengan tingkat ketelitian 2 : %4&.&&& sebagaimana tercantum pada 6ampiran 111, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan 0aerah ini.

agian :edua "encana Pengembangan :awasan 6indung Pasal '/ "encana pengembangan kawasan lindung meliputi : a. kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya; b. kawasan perlindungan setempat; c. kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya; d. e. f. kawasan rawan bencana alam; kawasan lindung geologi; dan kawasan lindung lainnya.

Pasal '( *2, :awasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya

sebagaimana dimaksud dalam Pasal '/ huruf a, meliputi: a. kawasan hutan lindung seluas 2.&&2.()&,+' ;a, yang menyebar di seluruh wilayah kabupaten =kota kecuali :abupaten Pesisir Selatan, :ota ukittinggi dan :ota Pariaman; arat, b. kawasan bergambut, yang menyebar di :abupaten Pasaman

:abupaten 7gam bagian barat, dan :abupaten Pesisir Selatan; dan

+)

c. kawasan resapan air, yang menyebar di :abupaten :epulauan Mentawai, :abupaten Solok, :abupaten Solok Selatan, :abupaten 6imapuluh :ota, :abupaten Pasaman arat, :abupaten Pasaman, :abupaten 7gam, :abupaten Sijiunjung dan :ota Padang. *%, :etentuan lebih lanjut mengenai kawasan hutan lindung, kawasan bergambut dan kawasan resapan air diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan.

Pasal ') *2, :awasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal '/ huruf b, meliputi: a. sempadan pantai di :abupaten :epulauan Mentawai, :abupaten Pesisir Selatan, :ota Padang, :abupaten Padang Pariaman, :ota Pariaman, :abupaten 7gam, dan :abupaten Pasaman arat; b. sempadan sungai dikembangkan pada seluruh aliran sungai yang ada di provinsi, baik yang mengalir di kawasan perkotaan maupun di luar kawasan perkotaan; c. kawasan sekitar danau =waduk, yaitu 0anau Singkarak, 0anau Maninjau, 0anau 0iatas dan 0anau 0ibawah *0anau :embar,, 0anau #alang, dan 0anau buatan :oto Panjang; d. kawasan sempadan mata air yang menyebar di seluruh wilayah provinsi; dan e. kawasan terbuka hijau kota, yang menyebar di kawasan perkotaan dan bukan perkotaan. *%, :etentuan lebih lanjut mengenai kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud pada ayat *2, ditetapkan dengan Peraturan <ubernur.

Pasal '3 *2, :awasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal '/ huruf c, meliputi: a. >agar 7lam, yang tetap akan dikembangkan di >agar 7lam "imbo Panti dan >agar 7lam Malampah 7lahan Panjang di :abupaten aringin Sakti di atang Pangean 1 dan >agar Pasaman, >agar 7lam 6embah 7nai dan >agar 7lam :abupaten #anah 0atar, >agar 7lam 7lam

atang Pangean 11 di :abupaten Sijunjung, >agar 7lam 7rau

+3

;ilir di :ota Padang, >agar 7lam <unung Sago di :abupaten 6imapuluh :ota dan :abupaten #anah 0atar, >agar 7lam Maninjau -tara dan Selatan di :abupaten 7gam dan :abupaten Padang Pariaman, >agar 7lam <unung Singgalang #andikat di :abupaten 7gam, :abupaten Padang Pariaman dan :abupaten #anah 0atar, >agar 7lam <unung Marapi di :abupaten 7gam dan :abupaten #anah 0atar, >agar 7lam 7ir Putih dan >agar 7lam 6embah ;arau di :abupaten 6imapuluh :ota, >agar 7lam :abupaten Padang Pariaman, arisan 1 di :ota Padang, #anah 0atar dan :abupaten

:abupaten Solok, >agar 7lam 7ir #arusan di :abupaten Solok dan :abupaten Pesisir Selatan, >agar 7lam 7gam; b. :awasan Suaka Margasatwa dan Suaka Margasatwa 6aut di Pulau Pagai Selatan :abupaten :epulauan Mentawai, Pulau Penyu, Pulau Marak, Pulau .yamuk di :abupaten Pesisir Selatan, dan Pulau Panjang di :abupaten Padang Pariaman; c. :awasan Suaka 7lam Selasih #alang di :abupaten Solok; d. :awasan Suaka 7lam 6aut dan Perairan lainnya adalah kawasan konservasi laut daerah Pulau Pasumpahan dan Pulau Pisang, kawasan pengawasan keanekaragaman hayati biota laut di Pulau Sikuai, kawasan konservasi laut daerah Pulau -jung 7gam, daerah perlindungan laut #iku 7gam, kawasan perlindungan laut daerah berbatasan dengan Provinsi Sumatera -tara *Pulau dan perbatasan dengan Provinsi e. :awasan Pantai 7ir erhutan engkulu *Pulau :abupaten akau, berada di daerah atu akudung,, aringin,; atang #omak, Pasaman arat; atang Palupuh di :abupaten

angis, dan Simpang 9mpat di

6unang Silaut di :abupaten Pesisir Selatan; sebagian besar kawasan pantai :epulauan Mentawai; :abupaten 7gam, :abupaten Padang Pariaman, :ota Pariaman, dan f. *#.:S, yang berada di ungus #eluk :abung di :ota Padang; :abupaten Pesisir Selatan, :awasan #aman .asional, adalah #aman .asional :erinci Seblat wilayah :abupaten Solok Selatan, dan #aman .asional Siberut di :abupaten :epulauan Mentawai; g. :awasan #aman ;utan "aya *#ahura,, adalah #aman ;utan "aya ung ;atta di :ota Padang; h. :awasan #aman $isata 7lam, meliputi #aman $isata 7lam Mega Mendung di :abupaten #anah 0atar, #aman $isata 7lam 6embah ;arau di :abupaten 6imapuluh :ota, #aman $isata 7lam "imbo

4&

Panti di :abupaten Pasaman, #aman $isata 7lam

ukit

atu Patah

di :abupaten #anah 0atar; serta taman wisata alam di :abupaten Padang Pariaman, :abupaten 7gam, :ota Padang Panjang, dan :ota ukittinggi; i. j. :awasan #aman $isata 7lam 6aut di Pulau Pieh :abupaten Padang Pariaman dan #eluk Saibi Sarabua :abupaten :epulauan Mentawai; :awasan >agar udaya diarahkan pengembangannya di seluruh arat. kabupaten=kota dalam wilayah Provinsi Sumatera

k. :onservasi terumbu karang dan kawasan wisata bahari Pulau -jung, Pulau #angah dan Pulau 7ngso di :abupaten Padang Pariaman; l. :onservasi penyu dan kawasan wisata bahari Pulau :asiak di :abupaten Padang Pariaman; m. :awasan Pasaman Saibi, konservasi perairan payau 5orong Maligi di :abupaten arat; Saliguma, suaka dan alam 0esa :aturai, di :abupaten <asang di

n. :awasan konservasi laut daerah :epulauan Mentawai *lokasi 0esa Samukop, Mentawai; o. :awasan konservasi perairan atang :abupaten Padang Pariaman; p. :awasan konservasi dan wisata laut Pulau Penyu di :abupaten Pesisir Selatan; dan G. #aman wisata perairan Pulau Pieh dan laut disekitarnya di :abupaten Padang Pariaman. *%, :etentuan lebih lanjut mengenai penetapan dan pengaturan kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya sebagaimana dimaksud pada ayat *2, diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang! undangan. Pasal +& *2, :awasan rawan bencana alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal '/ huruf d, meliputi: a. kawasan rawan tanah longsor, tersebar di seluruh wilayah provinsi terutama sepanjang jalur sesar aktif *Patahan Semangko,, mulai dari :abupaten Pasaman sampai pada perbatasan Provinsi Sumatera -tara, :abupaten 6ima Puluh :ota sampai wilayah perbatasan Provinsi "iau, :abupaten #anah 0atar, :abupaten 7gam, :ota Padang Panjang, :ota Padang, :ota Solok, :abupaten Sijunjung,

42

:ota Sawahlunto, :abupaten Pesisir Selatan hingga ke perbatasan Provinsi engkulu; b. kawasan rawan gelombang pasang, tersebar pada kawasan pantai di :abupaten Pesisir Selatan, :ota Padang, :ota Pariaman, :abupaten Padang Pariaman, :abupaten 7gam, :abupaten Pasaman :abupaten :epulauan Mentawai; c. kawasan rawan banjir, tersebar di kawasan :inali, 7ir Sasak di :abupaten Pasaman angis, dan arat, kawasan Painan, 7ir ;aji, arat, dan

6unang Silaut, #arusan, dan :ambang di :abupaten Pesisir Selatan, kawasan :ota Solok, :ota Padang, :ota Pariaman, :abupaten Solok, :abupaten Solok Selatan, :abupaten Padang Pariaman, :abupaten 6imapuluh :ota, :abupaten Sawahlunto, :abupaten Sijunjung, :abupaten #anah 0atar, :abupaten :epulauan Mentawai, dan :abupaten 7gam. *%, :etentuan lebih lanjut mengenai penetapan, pengaturan, dan

pengelolaan kawasan rawan bencana alam sebagaimana dimaksud pada ayat *2, diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang! undangan.

Pasal +2 *2, :awasan lindung geologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal '/ huruf e, meliputi: a. kawasan cagar alam geologi, adalah kawasan keunikan bentang alam berupa kawasan karst di daerah :ubah Sijunjung, .garai Sianok di :ota atusangkar, dan bukit! bukit karst di Sungaidareh :abupaten 0harmasraya, :abupaten ukittinggi, 6embah ;arau, 0anau Singkarak, 0anau Maninjau, 0anau 0iatas, dan 0anau 0ibawah; b. kawasan rawan bencana alam geologi terdiri dari: 2. kawasan rawan letusan gunung berapi yang terdapat di kawasan gunung api aktif yaitu kawasan sekitar <unung Marapi, <unung #andikat, <unung #alang dan <unung :erinci; %. kawasan rawan gempa bumi sepanjang pantai barat Sumatera mencakup :abupaten Pesisir Selatan, :ota Padang, :abupaten Padang Pariaman, :ota Pariaman, :abupaten 7gam, :abupaten Pasaman arat, dan :abupaten :epulauan Mentawai; '. kawasan rawan gerakan tanah tersebar di :abupaten Pasaman, :abupaten 6imapuluh :ota, :abupaten #anah 0atar, :abupaten

4%

7gam, :abupaten Padang Pariaman, :ota Padang Panjang, :ota Padang, :ota Solok, :ota Sawahlunto, :abupaten Solok, :abupaten Solok Selatan, :ota Sawahlunto, :abupaten Sijunjung, dan :abupaten Pesisir Selatan; +. kawasan yang terletak di Cona patahan aktif berada di sekitar patahan Semangko yang mencakup wilayah :abupaten Pasaman, :abupaten 6ima Puluh :ota, :abupaten 7gam, :ota ukittinggi, :ota Padang Panjang, :abupaten #anah 0atar, :abupaten Solok, :ota Solok, dan :abupaten Solok Selatan; 4. kawasan rawan bencana tsunami, menyebar diseluruh kawasan pesisir pantai wilayah provinsi termasuk :epulauan Mentawai beserta pulau!pulau kecil lainnya; /. kawasan rawan abrasi pantai menyebar mulai dari :ota Padang hingga :ota Pariaman, :abupaten 7gam, :abupaten Pasaman arat, dan :abupaten Pesisir Selatan serta :abupaten :epulauan Mentawai. c. kawasan yang memberikan perlindungan meliputi: 2. kawasan imbuhan air tanah; dan %. sempadan mata air. *%, :etentuan lebih lanjut mengenai pengaturan, dan pengelolaan kawasan lindung geologi sebagaimana dimaksud pada ayat *2, diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan. terhadap air tanah,

Pasal +% *2, :awasan lindung lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal '/ huruf f, meliputi : a. cagar biosfer, di #aman .asional Siberut; b. taman buru di ukit Sidoali; c. kawasan perlindungan Plasma .utfah, adalah kawasan di #aman .asional :erinci Seblat *#.:S,, dan di :awasan #aman .asional Siberut; d. terumbu karang, ditetapkan di seluruh kawasan perairan laut yang potensial dan sesuai untuk pengembangan terumbu karang; dan e. alur migrasi hewan laut yang dilindungi. f. lubuk larangan yang terdapat di :ota Payakumbuh, :abupaten 6ima Puluh :ota, :ota Sawahlunto, :abupaten 7gam, :ota ukittinggi,

4'

:ota

Padang

Panjang,

:ota

Solok,

:abupaten

#anah

0atar,

:abupaten Padang Pariaman, :abupaten Pesisir Selatan, dan :ota Padang. *%, :etentuan lebih lanjut mengenai pengaturan, dan pengelolaan kawasan lindung lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat *2, diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan.

agian :etiga "encana Pengembangan :awasan Pasal +' "encana pengembangan kawasan budi daya terdiri atas: a. kawasan peruntukkan hutan produksi; b. kawasan peruntukkan hutan rakyat; c. kawasan peruntukkan pertanian; d. kawasan peruntukkan perikanan; e. kawasan peruntukkan pertambangan; f. kawasan peruntukkan industri; g. kawasan peruntukkan pariwisata; h. kawasan peruntukkan permukiman; dan i. kawasan peruntukan lainnya. udi 0aya

Pasal ++ *2, "encana pengembangan kawasan hutan produksi sebagaimana

dimaksud dalam Pasal +' huruf a, meliputi: a. kawasan hutan produksi terbatas *;P#, dikembangkan diseluruh wilayah provinsi kecuali :abupaten :epulauan Mentawai, :abupaten Padang Pariaman, :abupaten #anah 0atar, :ota Padang, :ota Padang Panjang, :ota Pariaman, :ota Payakumbuh, dan :ota Solok; b. kawasan hutan produksi tetap *;P, dikembangkan di seluruh wilayah provinsi kecuali :abupaten Padang Pariaman, :ota dan :ota Solok; c. kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi *;P:, dikembangkan di seluruh wilayah provinsi kecuali :abupaten Padang Pariaman, :ota ukittinggi, :ota Padang, :ota Padang Panjang, :ota Pariaman, :ota Payakumbuh,

4+

ukittinggi, :ota Padang, :ota Padang Panjang, :ota Pariaman, :ota Payakumbuh, dan :ota Solok. *%, "encana pengembangan kawasan hutan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal +' huruf b, dilakukan di seluruh wilayah provinsi yang memiliki potensi dan sesuai untuk pengembangan hutan rakyat. *', "encana pengembangan kawasan perkebunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal +' huruf c, dilakukan di seluruh wilayah provinsi yang memiliki potensi dan sesuai untuk pengembangan perkebunan, meliputi :abupaten 6imapuluh :ota, :abupaten Pasaman, :abupaten Pasaman arat, :abupaten Pesisir Selatan, :abupaten #anah 0atar, :abupaten Sijunjung, :abupaten 0harmasraya, :abupaten 7gam, :abupaten Solok, :abupaten Solok Selatan, :abupaten Padang Pariaman, dan :abupaten :epulauan Mentawai. *+, "encana pengembangan kawasan pertanian pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal +' huruf d, dilakukan di seluruh wilayah provinsi yang memiliki potensi dan sesuai untuk pengembangan pertanian pangan, meliputi: a. kawasan pertanian lahan sawah irigasi dikembangkan di :abupaten Pasaman, :abupaten 0harmasraya, :abupaten Pasaman #anah 0atar dan :abupaten Sijunjung; b. kawasan pertanian sawah tadah hujan dikembangkan di seluruh wilayah provinsi yang memiliki kesesuaian lahan untuk kegiatan pertanian tadah hujan; c. kawasan pertanian lahan kering dan hortikultura dikembangkan di wilayah :abupaten Padang Pariaman, :abupaten Pasaman, :abupaten 6imapuluh :ota, :abuputen 7gam, :abupaten #anah 0atar, :abupaten Solok, :abupaten Solok Selatan, :abupaten Sijunjung, :abupaten 0harmasraya, :abupaten :epulauan Mentawai, :ota Pariaman, :ota ukittinggi, :ota Padang Panjang, arat, :abupaten Pesisir Selatan, :abupaten Padang Pariaman, :abupaten

:ota Padang, dan :ota Payakumbuh; d. kawasan agropolitan dikembangkan di wilayah :abupaten 7gam, :abupaten Solok, :abupaten #anah 0atar, :abupaten Pesisir Selatan, :abupaten Padang Pariaman, :abupaten 6imapuluh :ota, dan :abupaten Pasaman.

44

*4, "encana pengembangan kawasan perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal +' huruf e, dilakukan di seluruh wilayah provinsi yang memiliki potensi dan sesuai untuk pengembangan perikanan, meliputi: a. perikanan tangkap dikembangkan di wilayah pesisir dan laut :ota Padang, :ota Pariaman, :abupaten Pesisir Selatan, :abupaten Padang Pariaman, :abupaten 7gam, :abupaten Pasaman arat, dan :abupaten :epulauan Mentawai; b. perikanan budi daya yang terdiri dari budi daya laut, budi daya tambak dan budi daya air tawar, dikembangkan di seluruh wilayah kabupaten =kota;dan c. kawasan pengelolaan hasil perikanan */, "encana pengembangan kawasan pertambangan sebagaimana

dimaksud dalam Pasal +' huruf f, dilakukan di $ilayah -saha Pertambangan *$-P, mineral dan batubara, $ilayah :erja *$:, minyak dan gas bumi, serta $ilayah :erja Pertambangan *$:P, panas bumi yang menyebar di seluruh kabupaten=kota yang memiliki potensi bahan tambang, baik sumber daya mineral, batu bara maupun energi. *(, "encana pengembangan kawasan industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal +' huruf g, dilakukan pada kawasan yang sesuai untuk pengembangan industri besar, sedang, dan industri kecil, baik yang dikembangkan dalam bentuk kawasan industri, lingkungan industri, maupun industri rumah tangga. *), "encana pengembangan kawasan pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal +' huruf h, memperhatikan 0estinasi Pengembangan Pariwisata *0PP, yang terdiri dari : a. 0PP 1, meliputi karidor :ota ukittinggi, :abupaten 7gam, :abupaten

Pasaman, :abupaten 6imapuluh :ota, dan :ota Payakumbuh. 0ominasi atraksi adalah budaya, belanja, M1>9, kerajinan, kesenian, peninggalan sejarah, danau, pegunungan, serta flora dan fauna dengan pusat layanan di :ota ukittinggi;

b. 0PP 11, meliputi karidor :ota Padang, :abupaten Padang Pariaman, :ota Pariaman, :abupaten Pasaman jenis wisata bahari seperti arat. 0ominasi atraksi adalah pulau!pulau, serta M1>9, pantai,

peninggalan sejarah, budaya, kesenian, pegunungan, sungai, dan hutan dengan pusat layanan di :ota Padang;

4/

c. 0PP 111, meliputi karidor :abupaten #anah 0atar, :ota Padang Panjang dimana didominasi jenis wisata budaya, peninggalan sejarah, kesenian, rekreasi, danau, agro, olah raga, pegunungan, hutan, dan kerajinan dengan pusat layanan di atusangkar;

d. 0PP 1B, meliputi karidor :abupaten Solok, :abupaten Solok Selatan dan :ota Solok dengan pusat layanan di 7rosuka yang didominasi jenis wisata rekreasi danau dan sungai, pegunungan, hutan, agro, taman nasional budaya dan kesenian; e. 0PP B, meliputi koridor :ota Sawahlunto, :abupaten Sijunjung dan :abupaten 0harmasraya yang didominasi oleh jenis wisata peninggalan sejarah, tambang, rekreasi agro, olah raga, hutan dengan pusat layanan di :ota Sawahlunto; f. 0PP B1, meliputi :abupaten Pesisir Selatan dengan pusat layanan di Painan, berupa objek wisata bahari, seperti :awasan $isata Mandeh, yang berfungsi sebagai Pusat Pengembangan $isata ahari $ilayah arat; g. 0PP B11, meliputi :abupaten :epulauan Mentawai dengan pusat layanan #ua Pejat =Muara Siberut. Sesuai dengan kondisi geografis berupa kepulauan dan berbatasan langsung dengan laut lepas Samudera ;india, maka kawasan ini didominasi oleh wisata bahari yang dilengkapi dengan wisata budaya, alam laut, dan rekreasi. *3, "encana pengembangan kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal +' huruf i, meliputi permukiman perkotaan dan permukiman perdesaan dikembangkan diseluruh wilayah provinsi yang memenuhi kriteria sebagai permukiman. *2&, "encana pengembangan kawasan budi daya peruntukan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal +' huruf j diatur dalam standar dan kriteria teknis pemanfaatan ruang dan merupakan persyaratan minimal untuk seluruh kabupaten =kota yang akan diatur lebih lanjut oleh kabupaten=kota yang bersangkutan, meliputi: a. kawasan tempat beribadah; b. kawasan pendidikan; c. kawasan pertahanan keamanan; d. kawasan perternakan; dan e. wilayah pesisir dan pulau pulau kecil.

4(

Pasal +4 Pengembangan lebih lanjut kawasan budi daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal ++ diatur melalui surat keputusan oleh pejabat berwenang sesuai kewenangannya. Pasal +/ "encana pengembangan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis meliputi : *2, :awasan andalan yang ditetapkan secara nasional berdasarkan

Peraturan Pemerintah *PP, .omor %/ #ahun %&&) tentang "encana #ata "uang $ilayah .asional *"#"$., %&&)!%&%), terdiri dari: a. :awasan Padang Pariaman dan sekitarnya; b. :awasan 7gam ? ukittinggi *P6#7 :oto Panjang,; c. :awasan :epulauan Mentawai dan sekitarnya; d. :awasan Solok dan sekitarnya *0anau :embar 0iatas =0ibawah!P1P 0anau Singkarak! 6ubuk 7lung!:etaping,; e. :awasan 6aut :epulauan Mentawai *Siberut dan sekitarnya,. *%, :awasan di wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil yang dikembangkan untuk kepentingan nasional dan provinsi, terdiri atas: a. kawasan pertahanan keamanan yang digunakan untuk pangkalan, daerah latihan dan kegiatan #.1 lainnya; dan b. pelabuhan kelas 7 yang diperuntukkan bagi pelabuhan samudera, terminal peti kemas, dan pelabuhan skala nasional lainnya.

Pasal +( *2, :awasan pertahanan keamanan yang berada di wilayah Provinsi Sumatera arat meliputi: raja di :ota Padang; ukittinggi; a. :orem &'%=$ira c.

b. :odim &'&+=7gam di :ota

:odim &'&4=Pasaman di 6ubuk Sikaping, :abupaten Pasaman; atusangkar, :abupaten #anah 0atar;

d. :odim &'&/=Payakumbuh di :ota Payakumbuh; e. :odim &'&(=#anah 0atar di f. :odim &'&)=Pariaman di :ota Pariaman;

g. :odim &'&3=Solok di :ota Solok; h. :odim &'2&=Sawahlunto Sijunjung di :abupaten Sijunjung;

4)

i. j. l.

:odim &'22=Pesisir Selatan di Painan, :abupaten Pesisir Selatan; :odim &'2%=Padang di :ota Padang; @onif 2'2= raja Sakti di :ota Payahkumbuh

k. :odim &'23=Mentawai di #ua Pejat, :abupaten :epulauan Mentawai; m. @onif 2''=@udha Sakti di :ota Padang; n. 6antamal 11=Padang di :ota Padang; dan o. 6apangan -dara #abing Padang. *%, :awasan instalasi militer sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal +/ ayat *%, huruf a kriteria untuk seleksi lokasi didasarkan pada karakteristik pemanfaatan khusus yang ditetapkan dapat menyebar di seluruh wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil provinsi. Sedangkan tujuan pengelolaannya adalah di samping penekanan pada penentuan lokasi untuk instalasi militer diperbolehkan membangun konstruksi infrastruktur di lahan pesisir dan pulau!pulau kecil terluar, juga untuk melindungi segenap perairan .egara :esatuan "epublik 1ndonesia *.:"1,. *', :awasan pelabuhan kelas 7 sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal +/ ayat *%, huruf b kriteria untuk seleksi lokasi didasarkan pada karakteristik pelabuhan yang diperlukan dan dapat menyebar di seluruh wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil provinsi. Sedangkan tujuan pengelolaannya adalah penekanan pada semua kegiatan untuk pembangunan pelabuhan dan fasilitas pendukungnya yang ditujukan check point kegiatan perikanan tangkap di 899 *8ona 9konomi 9ksklusif,, terminal peti kemas internasional, pelabuhan penampungan, pengolahan dan =atau distribusi minyak dan gas serta areal untuk lego jangkar pelayaran internasional, di samping itu juga memperbolehkan akses publik secara bebas sepanjang memenuhi kondisi dan tidak melanggar pelabuhan. *+, 0alam pengembangan dan pengelolaan kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat *2, dan *%, harus memperhatikan kawasan larangan!larangan yang ditetapkan guna melindungi infrastruktur penting dan lalulintas yang aman bagi kapal menuju

konservasi laut disekitarnya dan mempertahankan sedapat mungkin keaslian *keasrian, pemandangan, faktor biologi, kualitas air dan nilai! nilai penting lingkungan lainnya. Pasal +)

43

Pengembangan dan pengelolaan lebih lanjut kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis di wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal +( dilakukan oleh pejabat berwenang sesuai kewenangannya dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang! undangan .

B11

P9.9#7P7. :7$7S7. S#"7#9<1S Pasal +3 *2, "encana pengembangan kawasan strategis meliputi kawasan strategis nasional yang berada di provinsi dan kawasan strategis provinsi; *%, :awasan strategis di Provinsi Sumatera arat digambarkan dalam peta

dengan tingkat ketelitian 2 : %4&.&&& sebagaimana tercantum dalam 6ampiran 1B yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan 0aerah ini. *', Pengembangan kawasan strategis nasional sebagaimana dimaksud pada ayat *2, adalah kawasan strategis nasional yang berada di provinsi, meliputi: a. Stasiun Pengamat 0irgantara :ototabang di :abupaten 7gam; b. ;utan 6indung ukit atabuh di perbatasan Provinsi Sumatera arat dan Provinsi "iau; c. #aman .asional :erinci Seblat *#.:S, tersebar di :abupaten Pesisir Selatan dan :abupaten Solok Selatan; dan d. Pulau!pulau :ecil terluar Sinyaunyau dan Sibarubaru di :abupaten :epulauan Mentawai. *+, Pengembangan kawasan strategis provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat *2, adalah kawasan strategis provinsi yang ditetapkan di Provinsi meliputi : a. :awasan 1ndarung!#eluk ayur! ungus!Mandeh *1# M, yang berada

di wilayah :ota Padang dan :abupaten Pesisir Selatan; b. :awasan 1ndustri *:1, yang berada di wilayah :abupaten Padang Pariaman;

/&

c. :awasan Poros

arat!#imur, yaitu koridor jalan nasional dari :ota

Padang sampai batas Provinsi "iau yang berada di wilayah :ota Padang, :abupaten Padang Pariaman, :abupaten #anah 0atar, :ota Padang Panjang, :abupaten 7gam, :ota ukittinggi, :ota Payakumbuh, dan :abupaten 6imapuluh :ota; d. :awasan minapolitan di :abupaten 0harmasraya, kabupaten 7gam, :abupaten Pasaman arat, :abupaten Pesisir Selatan, :abupaten 6ima puluh :ota dan :ota Padang; e. :awasan #apus, "ao, dan Mapat #unggul yang berada di perbatasan Provinsi Sumatera f. arat dengan Provinsi Sumatera -tara dan Provinsi "iau di :abupaten Pasaman; :awasan Sungai "umbai yang berada di perbatasan Provinsi Sumatera g. :awasan Sumatera Selatan; h. :awasan Pangkalan :oto i. j. :awasan Sumatera Sumatera k. :awasan l. :amang aru aru di perbatasan Provinsi Sumatera yang berada di perbatasan Provinsi arat dengan Provinsi "iau di :abupaten 6imapuluh :ota; arat dengan Provinsi "iau di :abupaten Sijunjung; arat dengan Provinsi 5ambi di :abupaten Solok Selatan; atu Sangkar dan sekitarnya di :abupaten #anah 0atar; ukittinggi; arat dengan Provinsi 5ambi di :abupaten 0harmasraya; 6unang Silaut yang berada di perbatasan Provinsi arat dengan Provinsi engkulu di :abupaten Pesisir

:awasan 7bai Sangir!#aluak 7ie Putiah di perbatasan Provinsi

:awasan .garai Sianok di :ota 0atar;

m. :awasan 0anau Singkarak di :abupaten Solok dan :abupaten #anah n. :awasan 0anau Maninjau di :abupaten 7gam; o. :awasan 0anau 0iatas, 0anau 0ibawah dan 0anau #alang di :abupaten Solok; dan p. :awasan Silaping di :abupaten Pasaman arat. *4, Pengembangan sebagaimana berwenang dan pengelolaan pada lebih *2, lanjut kawasan oleh strategis pejabat pada

dimaksud sesuai

ayat

dilakukan

kewenangannya

dengan

berpedoman

ketentuan peraturan perundang!undangan. */, Pembiayaan pengembangan kawasan strategis sebagaimana dimaksud pada ayat *2, dialokasikan dari sumber dana anggaran Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah 0aerah :abupaten=:ota serta dari

/2

dana investasi perorangan dan masyarakat *swasta =investor) maupun dana yang dibiayai bersama *sharring ) baik antar Pemerintah Pusat dan Provinsi, antar Pemerintah dan Pemerintah 0aerah *:abupaten =:ota, maupun antara swasta=investor dengan Pemerintah dan =atau Pemerintah 0aerah, dan dana lain!lain dari penerimaan yang sah. *(, :etentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan, penggunaan, dan bentuk! bentuk kerjasama pembiayaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat *4, diatur lebih lanjut berdasarkan peraturan perundang!undangan .

B111

7"7;7. P9M7.F77#7. "-7.< $167@7; P"AB1.S1 Pasal 4& *2, Pemanfaatan ruang wilayah mengacu pada rencana struktur ruang, rencana pola ruang provinsi dan kawasan strategis. *%, Pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah provinsi sebagaimana

dimaksud pada ayat *2, dilakukan melalui penyusunan program pemanfaatan ruang. *', Pembiayaan untuk merealisasikan program pemanfaatan ruang dalam rangka perwujudan rencana struktur ruang dan perwujudan rencana pola ruang dialokasikan dari sumber dana anggaran Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah 0aerah *:abupaten =:ota, serta dari dana investasi perorangan dan masyarakat *swasta =investor) maupun dana yang dibiayai bersama (sharing) baik antar Pemerintah *Pusat dan Provinsi,, antar Pemerintah dan Pemerintah 0aerah *:abupaten =:ota, maupun antara swasta =investor dengan Pemerintah dan=atau Pemerintah 0aerah, dan dana lain!lain dari penerimaan yang sah.

Pasal 42 *2, Program pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4& ayat *%, disusun berdasarkan indikasi program pembangunan yang memiliki jangka waktu pelaksanaan selama %& tahun, pentahapan kegiatan tersebut dituangkan dalam kegiatan per 4 *lima, tahun dengan indikasi program utama lima tahun pertama diuraikan per tahun

/%

kegiatan yang meliputi perwujudan rencana struktur ruang, perwujudan rencana pola ruang dan perwujudan kawasan strategis. *%, 1ndikasi program perwujudan rencana struktur ruang mencakup

program perwujudan pusat!pusat kegiatan yang akan dikembangkan dan perwujudan sistem prasarana. *', 1ndikasi program perwujudan rencana pola ruang mencakup progam pembangunan kawasan lindung dan kawasan budi daya. *+, 1ndikasi program perwujudan penetapan kawasan strategis mencakup progam pembangunan kawasan strategis yang ditetapkan provinsi. *4, 1ndikasi program pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat *2, tercantum dalam 6ampiran B dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan 0aerah ini. */, :etentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan, penggunaan, dan bentuk! bentuk kerjasama pembiayaan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 4& ayat *', diatur berdasarkan peraturan perundang!undangan.

Pasal 4% *2, 7rahan pemanfaatan ruang dalam rangka perwujudan struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat *%, dilakukan melalui perwujudan pusat kegiatan berupa sistem perkotaan yang meliputi P:., P:$, P:$p, P:6, dan perwujudan pengembangan sistem prasarana wilayah. *%, Perwujudan P:. dilakukan melalui: a. peningkatan kapasitas pelayanan andara 1nternasional Minangkabau sebagai pengumpul; b. pengembangan pelabuhan laut #eluk internasional; c. fungsionalisasi #erminal "egional 6ubuk egalung tipe 7 di :awasan 7ia Pacah; d. peningkatan dan pengembangan prasarana dan sarana #erminal arang, serta prasarana dan sarana Sistem 7ngkutan -mum Massal; e. pengembangan infrastruktur jalan kota; f. peningkatan pelabuhan perikanan Samudera industri Semen Padang di :awasan 1ndarung; ungus; g. pengembangan agro industri dan manufaktur di kawasan P1P, uaya dan =atau 6ubuk ayur sebagai pelabuhan laut

/'

h. pengembangan sarana perdagangan Pasar "aya Padang sebagai pasar induk antar wilayah; i. pengembangan sarana pendidikan tinggi -niversitas 7ndalas *-.7.0, dan -niversitas .egeri Padang *-.P, sebagai perguruan tinggi terkemuka di tingkat nasional; j. pengembangan sarana kesehatan "umah Sakit -mum *"S-, dr. M. 0jamil sebagai salah satu rumah sakit tipe 7 di 1ndonesia; k. peningkatan kapasitas pelayanan air minum sesuai kebutuhan masyarakat; l. peningkatan #P7 "egional di 7ie 0ingin serta prasarana dan sarana persampahan; m. peningkatan dan pengembangan sistem pengelolaan limbah terpadu melalui pipanisasi; n. pembangunan prasarana dan sarana air limbah kawasan "S;; o. pembangunan $aste $ater, 9codrain dan 9cosan; p. pembangunan sistem drainase primer; dan G. peningkatan dan pengembangan prasarana dan sarana permukiman lainnya. *', Perwujudan P:$ dan P:$p dilakukan melalui: a. peningkatan pelayanan rumah sakit kelas 7 atau kelas 7; c. peningkatan pasar regional; d. pembangunan atau peningkatan terminal regional tipe tipe 7; e. peningkatan fasilitas terminal regional tipe 7 atau f. ; peningkatan dan pengembangan prasarana dan sarana #erminal arang, serta prasarana dan sarana Sistem 7ngkutan -mum Massal; g. pengembangan bandar udara pengumpan di Pasaman Siberut di :abupaten :epulauan Mentawai; h. pengembangan pelabuhan laut nasional :ota Simpang 9mpat di 7ir angis :abupaten Pasaman Pesisir i. j. Selatan, dan Muara Mentawai; peningkatan kapasitas pelayanan air minum di perkotaan; pembangunan sistem drainase ukittinggi; primer di :ota Solok, :ota Payakumbuh, dan :ota arat, #apan di 7ir ;aji :abupaten Siberut di :abupaten :epulauan arat, Muara menjadi ; menjadi b. pembangunan dan =atau peningkatan rumah sakit kelas

/+

k. peningkatan persampahan; l.

#P7

"egional

serta

prasarana

dan

sarana

peningkatan dan pengembangan instalasi pengelolaan air limbah *1P76,;

m. pembangunan 1nstalasi Pengelolaan 6imbah #erpusat *1P6#, di :ota ukittinggi; n. pembangunan prasarana dan sarana air limbah kawasan "S; di :ota Pariaman, :ota Payakumbuh, dan :ota Solok; dan o. peningkatan kapasitas prasarana dan sarana permukiman lainnya. *+, Perwujudan P:6 dilakukan melalui : a. peningkatan pelayanan rumah sakit kelas b. peningkatan sarana pasar; c. pembangunan atau peningkatan pelayanan terminal regional tipe > menjadi tipe ; d. peningkatan dan pengembangan prasarana dan sarana #erminal arang, serta prasarana dan sarana Sistem 7ngkutan -mum Massal; e. peningkatan kapasitas pelayanan air minum di perkotaan; f. pengembangan prasarana dan sarana permukiman; dan g. pengembangan prasarana dan sarana agropolitan=minapolitan atau >;

Pasal 4' *2, Perwujudan pengembangan sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4% ayat *2, meliputi: a. perwujudan pengembangan sistem prasarana transportasi; b. perwujudan pengembangan sistem prasarana energi dan sumberdaya mineral; c. perwujudan pengembangan sistem prasarana telekomunikasi; d. perwujudan pengembangan sistem prasarana sumberdaya air; dan e. perwujudan permukiman. *%, Perwujudan pengembangan sistem prasarana transportasi sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf a terdiri dari: a. program transportasi darat; b. program transportasi udara; dan c. program transportasi laut. *', Perwujudan pengembangan sistem prasarana transportasi darat pengembangan sistem prasarana perumahan dan

sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf a dilakukan melalui:

/4

a. pembangunan jaringan jalan arteri primer; b. peningkatan kapasitas pelayanan sistem jaringan jalan arteri primer; c. pembangunan jaringan jalan kolektor primer; d. peningkatan kapasitas pelayanan sistem jaringan jalan kolektor primer; e. peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana terminal umum dan terminal barang, serta sistem angkutan umum masal; f. rehabilitasi =fungsionalisasi, dan pengembangan angkutan kereta api; jaringan transportasi sungai, danau dan penyeberangan. *+, Perwujudan pengembangan kapasitas sistem dan 1M; =perpanjangan landasan dan prasarana transportasi andara udara g. pengembangan

sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf b dilakukan melalui: a. peningkatan pelayanan 1nternasional Minangkabau * 1M,; b. perpanjangan landasan c. operasional, pengamanan pantai 6imapuluh :ota, dan pengembangan

andara "okot Sipora, Minas *MP6>, Sikakap di andara Piobang di :abupaten andara #idar :erinci 7gung *#:7, di :abupaten

:abupaten :epulauan Mentawai,

Solok Selatan sebagai bandara pengumpan; d. pembangunan bandara baru di Pulau Siberut Selatan dan Pulau Pagai Selatan :abupaten :epulauan Mentawai, di :abupaten Pasaman arat, yang berfungsi I#hree in AneJ sebagai bandara darurat=evakuasi bencana=tsunami=perang, dan penerbangan sipil; e. penetapan *4, Perwujudan andara #abing menjadi pengembangan sistem andara 6anud *kawasan militer,. prasarana transportasi laut

sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf c dilakukan melalui: a. peningkatan kapasitas Pelabuhan #eluk ayur sebagai pelabuhan laut arat; ungus *:ota internasional=nasional dan diarahkan untuk eksport komoditi, juga sebagai simpul transportasi laut di Provinsi Sumatera 7gam,, .aras *:ota Pariaman,, Muara Padang dan Siberut, b. pengembangan pelabuhan laut regional =lokal di #iku *:abupaten Padang,, #ua Pejat, Sioban, Sikakap, Muara Sikabaluan, Muara ake *:abupaten :epulauan Mentawai,, Pelabuhan >arocok arat,; Painan, 7ir ;aji #apan *:abupaten Pesisir Selatan, dan Pelabuhan 7ir angis *:abupaten Pasaman

//

c. pengembangan pelabuhan untuk kegiatan wisata yang tersebar di beberapa wilayah Provinsi Sumatera arat; d. pengembangan pelabuhan khusus untuk menunjang pengembangan kegiatan atau fungsi tertentu, misalnya untuk kepentingan militer atau pertahanan =keamanan di #eluk ayur dan :epulauan Mentawai.

*/, Perwujudan pengembangan sistem prasarana energi dan sumberdaya mineral sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf b dilakukan melalui: a. pembangunan instalasi baru pembangkit listrik. b. peningkatan pasokan daya listrik yang bersumber dari energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik perdesaan, diantaranya mikrohidro, angin, dan surya di perdesaan; c. pengoperasian instalasi penyaluran; d. pengembangan energi biodiesel dari tanaman jarak dan kelapa sawit untuk kebutuhan masyarakat; e. pengembangan energi panas bumi *geothermal, yang tersebar di Provinsi Sumatera f. arat; lok ukit arisan lok .orth :uantan. prasarana telekomunikasi eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi arat 0aya * lok Singkarak, dan *(, Perwujudan pengembangan

sistem

sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf c dilakukan melalui: a. pembangunan sistem jaringan telekomunikasi di seluruh ibukota kecamatan dan nagari; b. menciptakan keanekaragaman model telekomunikasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. *), Perwujudan pengembangan sistem prasarana sumberdaya air

sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf d dilakukan melalui: a. peningkatan dan pemeliharaan sumberdaya air yang berskala nasional guna menjaga kelestarian lingkungan dilakukan pada: 2. atang .atal ! atang atahan *Sumatera %. "okan *Sumatera -tara ! Sumatera +. 1ndragiri *Sumatera arat ! "iau,; arat ! 5ambi,; '. :ampar :anan dan :ampar :iri *Sumatera 4. atanghari *Sumatera arat ! Sumatera -tara,; arat ! "iau,; arat ! "iau,;

/. eberapa aliran sungai yang termasuk sungai strategis nasional, yaitu 7nai!:uranji!7rau!Mangau!7ntokan *7:-7M7.,. b. peningkatan pengairan irigasi teknis yaitu di:

/(

2. :abupaten Padang Pariaman melalui pengembangan 1rigasi 7nai 11;

atang

%. :abupaten Pesisir Selatan melalui pengembangan 1rigasi 1nderapura; '. :abupaten Pasaman #ongar dan arat melalui pengembangan 1rigasi atang atang atahan; atanghari; melalui

+. :abupaten Pasaman melalui pengembangan 1rigasi Panti "ao; 4. :abupaten 0harmasraya melalui pengembangan 1rigasi /. :abupaten #anah 0atar dan :abupaten pengembangan 1rigasi atang Sinamar. Sijunjung

c. pengembangan dan rehabilitasi area rawa dilakukan di :abupaten Pesisir Selatan, :abupaten Pasaman dan :abupaten Padang Pariaman; d. pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau serta sumber air lainnya, antara lain embung=bendungan, waduk, dan bangunan penampung air lainnya untuk penyediaan air baku alternatif sebanyak 24 lokasi dilakukan di :ota Padang, :ota ukittinggi, :ota Solok, :ota Sawahlunto, :ota Payakumbuh, :ota Muara Siberut, :abupaten Pasaman, :abupaten 7gam, :abupaten Padang Pariaman, :abupaten 6imapuluh :ota, :abupaten #anah 0atar, :abupaten Solok, :abupaten Sijunjung, :abupaten 0harmasraya dan :abupaten Pesisir Selatan. e. pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di seluruh kabupaten =kota dalam Provinsi Sumatera arat. f. pembangunan prasarana pengendalian banjir pada : 2. 7lur Sungai = atang :andis!7nai *:abupaten Padang Pariaman,; %. 7lur Sungai = atang 6engayang, Surantih, Selatan,; '. 7lur Sungai = atang Masang :anan dan Masang :iri *:abupaten 7gam,; +. 7lur Sungai = atang Sinamar, atang :apur, atang 6ampasi, atang Maek *:abupaten 6imapuluh :ota,; 4. 7lur Sungai = atang 6embang *:ota Solok,; /. 7lur Sungai = atang :andis; dan Pengembangan sistem pengendalian banjir :ota Padang dengan membangun integrasi saluran sekunder dan tersier; dan pembangunan kanal timur. ayang 6ubuk <ambir, atang 6umpo, atang :apeh, atang atang atang :ambang, dan seterusnya atang 6ubuk .yiur atang #apan,

atang Pelangai,

atang 7ir ;aji,

atang 1nderapura,

atang .ilau, *:abupaten Pesisir

/)

g. pengamanan abrasi pantai yaitu di : Pesisir Pantai Padang !

atas kota

*:ota Padang, :abupaten Padang Pariaman, 7ir ;aji dan 6uhung *:abupaten Pesisir Selatan,, #iku *:abupaten 7gam,, Sasak dan 7ir angis *:abupaten Pasaman arat,; h. pengamanan abrasi danau, yaitu 0anau Singkarak, 0anau Maninjau, 0anau 0iatas dan 0anau 0ibawah. *3, Perwujudan melalui : a. pembangunan perumahan untuk kebutuhan penduduk di Provinsi Sumatera rumah, arat sampai dengan tahun %&%3 dengan program sejuta perumahan swadaya, dan pembangunan pembangunan pengembangan sistem prasarana perumahan dan

permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf e dilakukan

"usunawa *rumah susun sederhana sewa,; b. pengembangan prasarana dan sarana perumahan, berupa jalan poros, jalan lingkungan, jalan setapak, dan drainase yang tersebar di 23 *sembilan belas kabupaten=kota,; c. penyediaan prasarana dan sarana air minum terutama pada kawasan rawan air minum di perkotaan dan perdesaan; d. pembangunan instalasi pengolahan air limbah *1P76, pada setiap rumah sakit; e. pembangunan tempat pemrosesan akhir *#P7, Sampah skala "egional :abupaten 7gam dan :ota ukittinggi di Sitingkai :ecamatan Palupuh, :abupaten Solok dan :ota Solok *7mpang :ualo :ota Solok,; f. pembangunan #P7 pada setiap kota dan kabupaten, meliputi :ota Padang *7ia 0ingin :ecamatan :oto #angah,, :ota Pariaman *#iram :anagarian #apakis,, :ota Padang Panjang *Sungai 7ndok :elurahan :ebun Sikolos :ecamatan Padang Panjang *:ayu <adang,, aru,, :oto :ota Payakumbuh Payakumbuh Padang atuk,, *Muaro aru,, 7mpangan *Panorama :abupaten *:ecamatan :ecamatan Sijunjung arat,, :ota Sawahlunto <adang, :ota *:oto Selatan :elurahan ukittinggi uruak,, * ukit 0harmasraya arat,, *:ubu

:abupaten

Pariaman :abupaten Pesisir

:abupaten

Penyambungan 6umpo, <unung :abupaten Pasaman :oto 6imo :aum,, *Manggis,;

ungkuk Salido, Painan,, :abupaten

6imapuluh :ota *"imbo Piobang,, :abupaten Pasaman *5ambak,, arat, :abupaten #anah 0atar * ukit Sangkiang :abupaten Solok Selatan, :abupaten 7gam

/3

g. rehabilitasi dan peningkatan pelayanan instalasi pengolahan limbah tinja *1P6#, di 4 *lima, kota di Provinsi Sumatera :ota Padang Panjang, :ota Solok,. arat *:ota Padang, atusangkar, :ota Payakumbuh, :ota

Pasal 4+ *2, 7rahan pemanfaatan ruang dalam rangka perwujudan pola ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat *', dilakukan melalui perwujudan kawasan lindung dan perwujudan kawasan budi daya. *%, Perwujudan kawasan lindung terdiri atas: a. pemantapan kawasan lindung; b. evaluasi kebijakan pemanfaatan lahan kawasan lindung; c. kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya; d. kawasan perlindungan setempat; e. kawasan suaka alam; f. kawasan pelestarian alam; g. kawasan cagar budaya; h. kawasan rawan bencana alam; i. kawasan lindung lainnya; dan j. kawasan lindung geologi. *', Pemantapan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf a dilakukan melalui: a. evaluasi kebijakan pemanfaatan lahan kawasan lindung; b. rehabilitasi dan konservasi lahan di kawasan lindung guna mengembalikan =meningkatkan fungsi lindung; c. pengembangan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan lindung; d. peningkatan pemanfaatan potensi sumberdaya hutan; e. pengembangan pola insentif dan disinsentif pengelolaan kawasan lindung; f. pengawasan kawasan lindung; dan g. pengamanan kawasan lindung. *+, 9valuasi kebijakan pemanfaatan lahan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf b dilakukan melalui: a. evaluasi kondisi eksisting pemanfaatan lahan kawasan lindung;

(&

b. penyusunan rekomendasi kebijakan pemanfaatan lahan kawasan lindung tanpa mengganggu fungsi lindung. *4, Pengelolaan melalui : a. mencegah timbulnya erosi, bencana banjir, sedimentasi, dan menjaga fungsi hidrologis tanah di kawasan hutan lindung; b. memberikan ruang yang cukup bagi resapan air hujan pada kawasan resapan air untuk keperluan penyediaan kebutuhan air tanah dan penanggulangan banjir. */, Pengelolaan kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf d dilakukan melalui : a. menjaga sempadan pantai untuk melindungi wilayah pantai dari kegiatan yang mengganggu kelestarian fungsi pantai; b. menjaga sempadan sungai untuk melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai; c. menjaga kawasan sekitar danau =waduk untuk melindungi danau =waduk dari berbagai usaha dan =atau kegiatan yang dapat mengganggu kelestarian fungsi waduk =danau; d. menjaga kawasan sekitar mata air untuk melindungi mata air dari dari berbagai usaha dan=atau kegiatan yang dapat merusak kualitas air dan kondisi fisik kawasan sekitarnya; e. menjaga kawasan terbuka hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota untuk melindungi kota dari polusi udara dan kegiatan manusia yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan kota, serta mengendalikan tata air, meningkatkan upaya pelestarian habitat flora dan fauna, meningkatkan nilai estetika lingkungan perkotaan dan kenyamanan kehidupan di kota. *(, Pengelolaan kawasan suaka alam sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf e bertujuan untuk perlindungan keanekaragaman biota, tipe ekosistem, gejala keunikan alam di kawasan suaka alam dan kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya untuk kepentingan plasma nutfah, keperluan pariwisata, ilmu pengetahuan dan pembangunan pada umumnya. kawasan yang memberikan perlindungan kawasan

bawahannya sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf c dilakukan

(2

*), Pengelolaan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf f bertujuan untuk pelestarian fungsi lindung dan tatanan lingkungan kawasan *peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya dan perlindungan dari pencemaran,, pengembangan pendidikan, rekreasi dan pariwisata. *3, Pengelolaan kawasan cagar budaya sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf g ditetapkan di seluruh kabupaten=kota dalam wilayah Provinsi Sumatera arat dalam rangka perlindungan kekayaan budaya bangsa yang meliputi peninggalan!peninggalan sejarah, bangunan arkeologi dan monumen nasional, serta keanekaragaman bentukan geologi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pencegahan dari ancaman kepunahan yang disebabkan oleh kegiatan alam maupun manusia. *2&, Pengelolaan kawasan rawan bencana alam sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf h dilakukan melalui: a. menginventarisasi Sumatera kawasan rawan bencana alam di Provinsi arat secara lebih akurat;

b. pengaturan kegiatan manusia di kawasan rawan bencana alam untuk melindungi manusia dari bencana yang disebabkan oleh alam maupun secara tidak langsung oleh perbuatan manusia; c. melakukan upaya untuk mengurangi =meniadakan resiko bencana alam seperti melakukan penghijauan pada lahan kritis; d. melakukan sosialisasi bencana alam pada masyarakat, terutama masyarakat yang berada pada =dekat dengan daerah rawan bencana alam. *22, Pengelolaan kawasan lindung lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat *%, huruf i dilakukan melalui: a. melindungi #aman uru Siduali dan ekosistemnya seluas %.'4+ ;a untuk kelangsungan perburuan satwa; b. melestarikan fungsi lindung dan tatanan lingkungan kawasan cagar biosfer untuk melindungi ekosistem asli, ekosistem unik, dan=atau ekosistem yang telah mengalami degradasi dari gangguan kerusakan seluruh unsur!unsur alamnya untuk penelitian dan pendidikan; c. cagar biosfer di Provinsi Sumatera luas 23&.4&& ;a; d. melestarikan perlindungan ekosistemnya, fungsi plasma serta lindung nutfah menjaga dan tatanan lingkungan flora dan daerah dan untuk melindungi daerah arat terdapat #. Siberut dengan

kelestarian

faunanya.

(%

:awasan ini meliputi #.:S dan #. Siberut dengan luas 4')./%4,2& ;a; e. melestarikan lingkungan dan tatanan lingkungan daerah pengungsian satwa untuk melindungi daerah dan ekosistemnya bagi kehidupan satwa yang sejak semula menghuni areal tersebut.

Pasal 44 *2, Perwujudan kawasan budi daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4+ ayat *2, terdiri atas: a. pengembangan kawasan permukiman; b. pengembangan kawasan hutan produksi dan hutan rakyat; c. pengembangan kawasan pertanian; d. pengembangan kawasan perkebunan; e. pengembangan kawasan peternakan; f. pengembangan kawasan perikanan dan kelautan; g. pengembangan kawasan pertambangan; h. pengembangan kawasan industri; i. pengembangan kawasan pariwisata; j. pengembangan kawasan peruntukan lainnya; dan k. pengembangan kawasan yang memiliki nilai strategis. *%, Pengembangan kawasan permukiman sebagaimana dimaksud dalam ayat *2, huruf a meliputi: a. pengembangan kawasan permukiman perdesaan dilakukan melalui: 2. pengembangan kota kecil dan nagari kawasan pusat pertumbuhan; %. pengembangan sarana prasarana nagari kawasan tertinggal; '. pengembangan dan pengamanan pulau!pulau kecil dan kawasan perbatasan laut di Pulau Sinyaunyau dan Pulau Sibarubaru yang berbatasan dengan Samudera ;india; +. revitalisasi kawasan tradisional =bersejarah, kawasan pariwisata dan kawasan lain yang menurun kualitasnya yang tersebar di 23 *sembilan belas, kabupaten =kota; 4. pengembangan sistem jaringan transportasi yang mendukung alur produksi!koleksi distribusi antar kota, antar wilayah dan antara perkotaan dan perdesaan; /. pengembangan prasarana dan sarana kawasan perdesaan lainnya. b. pengembangan kawasan permukiman perkotaan yang tersebar di pusat kota, kota kabupaten dan kota kecamatan dilakukan melalui:

('

2. percepatan penyediaan perumahan melalui kegiatan : penyediaan :P" ? "S; bersubsidi, Pengembangan perumahan swadaya dan Pengembangan :asiba =6isiba; %. penataan dan rehabilitasi lingkungan kawasan permukiman kumuh dan perkampungan nelayan. :egiatan ini ditujukan untuk kawasan yang memiliki lingkungan permukiman yang kurang sehat serta kondisi perumahan yang kurang layak pada kota!kota yang menjadi pusat pengembangan; '. revitalisasi kawasan tradisional =etnis =bersejarah yaitu kawasan yang mempunyai bangunan bersejarah yang bernilai atau bermakna penting +. peningkatan penyehatan lingkungan permukiman; 4. pengembangan prasarana dan sarana kawasan cepat tumbuh perkotaan. *', Pengembangan kawasan hutan produksi dan hutan rakyat sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf b dilakukan melalui: a. b. pengembangan hasil hutan bukan kayu *seperti komoditi rotan, tanaman obat, atau sutera alam,; pengembangan tanaman hutan atau tanaman obat!obatan pada lahan hutan rakyat. *+, Pengembangan kawasan pertanian sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf c dilakukan melalui: a. perluasan lahan padi sawah beririgasi teknis *01 01 1nderapura, 01 b. atang #ongar, 01 atang atanghari, 01 atang Sinamar,; peningkatan produktifitas lahan padi sawah yang ada di Provinsi Sumatera arat. atang 7nai 11, atahan, 01 Panti "ao, 01

*4, Pengembangan kawasan perkebunan sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf d dilakukan melalui : a. pengembangan kawasan tanaman tahunan =perkebunan yaitu pengembangan komoditi perkebunan antara lain kelapa sawit, karet, kelapa dalam, kakao, kopi, gambir, kasiavera, nilam, dan jarak; b. peremajaan dan rehabilitasi untuk tanaman yang sudah tua pada masing!masing kabupaten =kota yang diprogramkan. */, Pengembangan kawasan peternakan sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf e dilakukan melalui: a. pengembangan kawasan agribisnis peternakan;

(+

b. pengembangan kawasan integrasi di Provinsi Sumatera *organic farm,;

arat;

2. kawasan integrasi perternakan ? tanaman pangan dan hortikultura %. kawasan integrasi perternakan ! perkebunan *sawit, karet, coklat,; '. kawasan integrasi perternakan ? perikanan. c. prioritas pengembangan integrasi Solok arat, kawasan dengan terintegrasi Sawit untuk jangka 7gam, menengah *4 #ahun, yaitu: 2. kawasan :abupaten Pasaman %. ternak sapi Sapi Selatan, *:abupaten :abupaten 6ima Puluh :ota, :abupaten Sawahlunto Sijunjung, :abupaten Pesisir pangan Pasaman, Selatan, :abupaten :abupaten 7gam, :abupaten tanaman

0harmasraya,; dengan *:abupaten :abupaten Solok dan :abupaten #anah 0atar,; '. ternak sapi dengan hortikultura *:abupaten 7gam, :abupaten Solok dan :abupaten #anah 0atar,; +. ayam ras petelur dan pedaging, serta ayam buras dengan 5agung *:abupaten 6ima Puluh :ota, :abupaten Pesisir Selatan,; 4. sapi dengan padi *:abupaten Solok, :ota Sawahlunto,; /. kambing dengan >oklat *seluruh kabupaten, dan seluruh kota kecuali :ota Padang Panjang dan :ota ukittinggi,; (. ternak sapi dengan jagung *:abupaten Padang Pariaman,. *(, Pengembangan kawasan perikanan dan kelautan sebagaimana

dimaksud pada ayat *2, huruf f dilakukan melalui: a. pengembangan perikanan tangkap laut dalam; b. pengembangan sentra budi daya perikanan laut *udang, kerapu, dan rumput laut,; c. pengembangan sentra budi daya perikanan air tawar; d. rehabilitasi dan konservasi sumber daya pesisir dan laut: 2. konservasi biota laut langka di Pulau Penyu dan Pulau Pasumpahan; %. rehabilitasi terumbu karang; '. rehabilitasi hutan bakau Pesisir Selatan, atang #omak, 7ir besar kawasan angis, dan Simpang pantai :epulauan 9mpat di :abupaten Pasaman sebagian arat, 6unang Silaut di :abupaten ungus #eluk :abung

Mentawai, :abupaten 7gam, Pariaman, dan di :ota Padang.

(4

e. pengembangan industri pengolahan perikanan di :ota Padang; f. pengembangan industri maritim di #eluk arat; h. peningkatan sarana prasana pelabuhan perikanan: 2. :abupaten Pasaman arat *7ir angis, Sasak,; %. :abupaten 7gam *#iku,; '. :ota Pariaman *Pariaman,; +. :ota Padang * ungus, <aung, Muara, #eluk :abung,; 4. :abupaten Pesisir Selatan *>arocok #arusan,; /. :abupaten Mentawai *Sikakap,. i. pembangunan pelabuhan perikanan: 2. :abupaten Pesisir Selatan *Muara <adang,; %. :abupaten Mentawai * #ua Pejat,; '. :abupaten Padang Pariaman *Pasir aru,. ayur *:ota Padang,; g. pengembangan pulau!pulau kecil dalam wilayah Provinsi Sumatera

*), Pengembangan kawasan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf g dilakukan melalui: a. b. c. d. e. f. inventarisasi daerah yang berpotensi untuk usaha pertambangan yang berada pada kawasan hutan lindung; usulan kebijakan pertambangan di kawasan hutan lindung; penetapan aturan Conasi penambangan rakyat yang diijinkan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan; relokasi dan lokalisasi tambang rakyat; rehabilitasi lahan pasca tambang; pelarangan dan penghentian kegiatan penambangan yang menimbulkan kerusakan lingkungan. *3, Pengembangan kawasan industri sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf h dilakukan melalui: a. pengembangan industri unggulan Provinsi Sumatera 2. pengembangan industri pengolahan hasil laut; %. pengembangan industri pengolahan kakao; '. pengembangan industri pangan; +. pengembangan industri kulit; 4. pengembangan industri tekstil dan produk tekstil; /. pengembangan industri alsintan dan suku cadang; (. pengembangan industri gambir; ). pengembangan industri minyak atsiri; arat, yaitu:

(/

3. pengembangan industri minyak jarak *bio diesel,; 2&. pengembangan industri semen. b. pengembangan industri untuk kabupaten dan kota, menetapkan kompetensi inti di setiap kabupaten =kota, yang diprioritaskan untuk dikembangkan yaitu: 2. industri pengolahan hasil laut; %. industri pengolahan hasil ternak *industri pengolahan daging, susu dan kulit,; '. industri pengolahan hasil perkebunan; +. industri kerajinan *industri bordir =konveksi =pertenunan =garmen, mebel kayu dan rotan, kerajinan tanah liat,; 4. industri pakan ternak. *2&, Pengembangan kawasan pariwisata sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf i ditujukan pada kawasan unggulan wisata maupun kawasan potensial wisata, yaitu: a. b. c. d. e. g. h. :awasan $isata Pesisir :ota Padang; :awasan $isata Mandeh Pesisir Selatan; :awasan $isata :oridor 7nai "esort ! Minangkabau Billage ? 7mur Sekitarnya; :awasan $isata #eluk :aturai Siberut; :awasan $isata #aman .asional Siberut; :awasan $isata 0anau :embar Sekitarnya; :awasan $isata #aman .asional :erinci Seblat; ukittinggi sekitarnya;

f. :awasan $isata :ota #ambang Sawahlunto;

i. :awasan $isata k. m. n. o. p.

j. :awasan $isata 6embah ;arau; :awasan $isata Maninjau Sekitarnya; :awasan $isata 1stana Pagaruyung Sekitarnya; :awasan $isata Perkampungan 6ama di :abupaten #anah 0atar * alimbing dan Pariangan,; :awasan $isata >agar 7lam "imbo Panti; Pengembangan paket kereta api wisata Padang ? Sawahlunto. l. :awasan $isata 0anau Singkarak;

*22, Pengembangan kawasan peruntukan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf j mencakup kawasan tempat beribadah, kawasan pendidikan, kawasan pertahanan dan keamanan, kawasan perairan wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil ditujukan dalam rangka

((

peningkatan dan pembangunan prasarana dan infrastruktur kawasan tersebut untuk pemanfaatan umum. Selanjutnya pengembangan kawasan peruntukan lainnya mengacu pada standar dan kriteria teknis pemanfaatan ruang dan merupakan persyaratan minimal untuk seluruh kabupaten=kota yang akan diatur lebih lanjut oleh kabupaten=kota yang bersangkutan dan mengacu pada peraturan perundang!undangan . *2%, Pengembangan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis sebagaimana dimaksud pada ayat *2, huruf k mencakup kawasan andalan yang ditetapkan secara nasional, instalasi militer, dan kawasan strategis yang diperuntukan bagi pelabuhan :elas 7 *pelabuhan samudera, terminal peti kemas, dan pelabuhan skala nasional lainnya, yang ditetapkan provinsi. Selanjutnya program pengembangan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis mengacu pada pedoman dan peraturan perudang!undangan.

Pasal 4/ 7rahan pemanfaatan ruang dalam rangka perwujudan kawasan strategis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat *+, dilakukan melalui program penataan kawasan strategis berupa penyusunan rencana tata ruang kawasan strategis dan penyusunan Coning regulation terhadap masing! masing kawasan strategis. 7 1K

7"7;7. P9.<9.07617. P9M7.F77#7. "-7.< agian :esatu -mum Pasal 4( *2, 7rahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Provinsi menjadi acuan pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Provinsi. *%, 7rahan pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat *2, meliputi: a. indikasi arahan peraturan Conasi; b. arahan periCinan; c. arahan pemberian insentif dan disinsentif; dan d. arahan sanksi.

()

agian :edua 1ndikasi 7rahan Peraturan 8onasi Pasal 4) *2, 1ndikasi arahan peraturan Conasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4( ayat *%, huruf a, menjadi pedoman bagi penyusunan peraturan Conasi oleh pemerintah kabupaten=kota. *%, 1ndikasi arahan peraturan Conasi sebagaimana dimaksud pada ayat *2, meliputi: a. Conasi untuk kawasan lindung; b. Conasi untuk kawasan budi daya; dan c. indikasi Conasi sistem nasional dan sistem provinsi. Pasal 43 *2, 1ndikasi arahan peraturan Conasi untuk kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4) ayat *%, huruf *a, meliputi: a. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan hutan lindung; b. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan bergambut; c. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan resapan air; d. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan sempadan pantai; e. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan sempadan sungai; f. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan sekitar danau atau waduk; g. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan sempadan mata air; h. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan ruang terbuka hijau; i. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan suaka alam; j. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya; k. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut; l. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan pantai berhutan bakau; m.indikasi arahan peraturan Conasi kawasan taman nasional dan taman nasional laut; n. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan taman hutan raya; arahan peraturan indikasi arahan peraturan indikasi arahan peraturan

(3

o. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan taman wisata dan taman wisata laut; p. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan; G. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan rawan bencana alam; r. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan lindung geologi; s. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan lindung lainnya. *%, 1ndikasi arahan peraturan Conasi untuk kawasan budi daya

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4) ayat *%, huruf *b, meliputi: a. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan hutan produksi; b. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan hutan rakyat; c. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan perkebunan; d. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan pertanian; e. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan perikanan; f. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan pertambangan; g. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan industri; h. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan pariwisata; i. j. indikasi arahan peraturan Conasi kawasan permukiman; dan indikasi arahan peraturan Conasi kawasan peruntukan lainnya. arahan peraturan Conasi sistem nasional dan provinsi

*', 1ndikasi

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4) ayat *%, huruf *c, meliputi: a. indikasi arahan peraturan Conasi sistem perkotaan; b. indikasi arahan peraturan Conasi sistem jaringan transportasi; c. indikasi arahan peraturan Conasi sistem jaringan prasarana energi; d. indikasi arahan peraturan Conasi sistem prasarana telekomunikasi; e. indikasi arahan peraturan Conasi sitem jaringan sumberdaya dan f. indikasi arahan peraturan Conasi sistem prasarana lingkungan *#P7 regional,; Paragraf 2 1ndikasi 7rahan Peraturan 8onasi :awasan 6indung Pasal /& 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf a ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan hutan lindung masih diperkenankan dilakukan kegiatan lain yang bersifat komplementer terhadap fungsi hutan lindung air;

)&

sebagaimana ditetapkan dalam :eputusan Menteri :ehutanan .omor 4& tahun %&&/; b. kegiatan pertambangan di kawasan hutan lindung masih diperkenankan sepanjang tidak dilakukan secara terbuka, dengan syarat harus dilakukan reklamasi areal bekas penambangan sehingga kembali berfungsi sebagai kawasan lindung; c. kawasan hutan lindung dapat dialihfungsikan sepanjang mengikuti prosedur dan sesuai peraturan perundang!undangan yang berlaku; d. pembangunan prasarana wilayah yang harus melintasi hutan lindung dapat diperkenankan dengan ketentuan: 2. tidak menyebabkan terjadinya perkembangan pemanfaatan ruang budi daya di sepanjang jaringan prasarana tersebut; %. mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri :ehutanan.

Pasal /2 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan bergambut sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf b ditetapkan sebagai berikut : a. tidak diperkenankan adanya kegiatan budi daya di atas kawasan bergambut yang memiliki ketebalan L ' meter; b. pembangunan ketentuan: 2. tidak menyebabkan terjadinya perkembangan pemanfaatan ruang budi daya di sepanjang jaringan prasarana tersebut; %. mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri :ehutanan. prasarana wilayah yang harus melintasi kawasan bergambut dengan ketebalan L ' meter dapat diperkenankan dengan

Pasal /% 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan resapan air sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf c ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan resapan air tidak diperkenankan adanya kegiatan budi daya; b. permukiman yang sudah terbangun di dalam kawasan resapan air sebelum ditetapkan sebagai kawasan lindung masih diperkenankan namun harus memenuhi syarat :

)2

! tingkat kerapatan bangunan rendah *:0 maksimum +&E,;

maksimum %&E, dan :6

! perkerasan permukaan menggunakan bahan yang memiliki daya serap air tinggi; ! dalam kawasan resapan air wajib dibangun sumur!sumur resapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pasal /' 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan sempadan pantai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf d ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan sempadan pantai yang termasuk dalam Cona inti wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budi daya kecuali kegiatan penelitian, bangunan pengendali air, dan sistem peringatan dini atau 9$S *early warning system,; b. dalam kawasan sempadan pantai yang termasuk Cona pemanfaatan terbatas dalam wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil diperkenankan dilakukan tradisional; c. dalam kawasan sempadan pantai yang termasuk Cona lain dalam wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil diperkenankan dilakukan kegiatan budi daya sesuai peruntukan kawasan dan peraturan perundang!undangan yang berlaku. kegiatan budi daya pesisir, ekowisata, dan perikanan

Pasal /+ 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf e ditetapkan sebagai berikut : a. dalam kawasan sempadan sungai tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budi daya yang mengakibatkan terganggunya fungsi sungai; b. dalam kawasan sempadan sungai masih diperkenankan dibangun prasarana wilayah dan utilitas lainnya dengan ketentuan: 2. tidak menyebabkan terjadinya perkembangan pemanfaatan ruang budi daya di sepanjang jaringan prasarana tersebut; %. dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang!undangan.

Pasal /4

)%

1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan sekitar danau atau waduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf f ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan sempadan waduk =danau tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budi daya yang dapat merusak fungsi danau =waduk. b. dalam kawasan sempadan waduk =danau diperkenankan dilakukan kegiatan c. dalam penunjang pariwisata alam sesuai ketentuan peraturan dibangun perundang!undangan. kawasan sempadan sungai masih diperkenankan prasarana wilayah dan utilitas lainnya sepanjang: 2. tidak menyebabkan terjadinya perkembangan pemanfaatan ruang budi daya di sekitar jaringan prasarana tersebut; %. pembangunannya dilakukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Pasal // 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan sempadan mata air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf g ditetapkan sebagai berikut : a. dalam kawasan sempadan mata air tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budi daya yang dapat merusak mata air; b. dalam kawasan sempadan mata air masih diperkenankan dilakukan kegiatan penunjang pariwisata alam sesuai ketentuan peraturan perundang!undangan. Pasal /( 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan ruang terbuka hijau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf h ditetapkan sebagai berikut: a. kawasan ruang terbuka hijau tidak diperkenankan dialihfungsikan; b. dalam kawasan ruang terbuka hijau masih diperkenankan dibangun fasilitas pelayanan sosial secara terbatas dan memenuhi ketentuan peraturan perundang!undangan.

Pasal /) 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan suaka alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf i ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan suaka alam tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budi daya yang mengakibatkan menurunnya fungsi kawasan suaka alam;

)'

b. dalam kawasan suaka alam masih diperkenankan dilakukan kegiatan penelitian, wisata alam, dan kegiatan berburu yang tidak mengakibatkan penurunan fungsi kawasan; c. dalam kawasan suaka alam masih diperkenankan pembangunan prasarana wilayah, bangunan penunjang fungsi kawasan, dan bangunan pencegah bencana alam sesuai ketentuan yang berlaku.

Pasal /3 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf j ditetapkan sebagai berikut: a. tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budi daya yang mengakibatkan rusak dan menurunnya fungsi kawasan; b. tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budi daya perikanan skala besar atau skala usaha dan eksploitasi sumberdaya kelautan yang mengakibatkan menurunnya potensi alam laut dan perairan lainnya; c. dilarang dilakukan penambangan terumbu karang sehingga tutupan karang hidupnya kurang dari 4&E *lima puluh persen,; d. masih diperkenankan dilakukan kegiatan pariwisata alam secara terbatas dan kegiatan penelitian; e. masih diperkenankan dibangun pasarana wilayah bawah laut dan bangunan pengendali air; f. masih diperkenankan dipasang alat pemantau bencana alam seperti sistem peringatan dini atau 9$S *early warning system).

Pasal (& 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf k ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut tidak diperbolehkan dilakukan kegiatan budi daya yang mengakibatkan menurunnya fungsi kawasan; b. dalam kawasan suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut tidak diperbolehkan dilakukan kegiatan perburuan satwa yang dilindungi undang!undang;

)+

c. dilarang dilakukan penambangan terumbu karang sehingga tutupan karang hidupnya kurang dari 4&E *lima puluh persen,; d. dalam kawasan suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut masih diperbolehkan dilakukan kegiatan penelitian dan wisata alam secara terbatas; e. dalam kawasan suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut masih diperbolehkan dilakukan pembangunan prasarana wilayah, bangunan penunjang fungsi kawasan, dan bangunan pencegah bencana alam sesuai ketentuan peraturan perundang!undangan. Pasal (2 1ndikasi berikut: a. dilarang dilakukan reklamasi dan pembangunan permukiman yang mempengaruhi fungsi kawasan dan merubah bentang alam; b. penebangan mangrove pada kawasan yang telah dialokasikan dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau!pulau kecil untuk budi daya perikanan diperbolehkan sepanjang memenuhi kaidah!kaidah konservasi; c. diperbolehkan dilakukan kegiatan penelitian dan wisata alam sepanjang tidak merusak kawasan pantai berhutan bakau dan habitat satwa liar yang ada. arahan peraturan Conasi kawasan pantai berhutan bakau

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf l ditetapkan sebagai

Pasal (% 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan taman nasional dan taman nasional laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf m ditetapkan sebagai berikut : a. dalam kawasan taman nasional dilarang dilakukan kegiatan budi daya yang menyebabkan menurunnya fungsi kawasan; b. dalam kawasan taman nasional dilarang dilakukan penebangan pohon dan perburuan satwa yang dilndungi undang!undang; c. dalam kawasan taman nasional laut dilarang dilakukan penambangan terumbu karang; d. dalam kawasan taman nasional dan taman nasional laut masih diperbolehkan dilakukan kegiatan penelitian dan wisata alam sepanjang tidak merusak lingkungan;

)4

e. dalam

kawasan

taman

nasional

dan

taman

nasional

laut

masih

diperbolehkan dilakukan pembangunan prasarana wilayah dan prasarana bawah laut sepanjang tidak merusak atau menurangi fungsi kawasan.

Pasal (' 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan taman hutan raya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf n ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan taman hutan raya tidak diperkenankan dilakukan budi daya yang merusak dan=atau menurunkan fungsi kawasan taman hutan raya; b. kawasan taman hutan raya tidak dapat dialih fungsikan kecuali terjadi perubahan fungsi dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku; c. dalam kawasan taman hutan raya masih diperkenankan dilakukan kegiatan pariwisata alam dan pariwisata konvensi sesuai ketentuan yang berlaku; d. dalam kawasan taman hutan raya masih diperkenankan dilakukan budi daya lain yang menunjang kegiatan pariwisata; e. dalam kawasan taman hutan raya masih diperkenankan dibangun prasarana wilayah sesuai ketentuan peraturan perundang!undangan.

Pasal (+ 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan taman wisata dan taman wisata laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf o ditetapkan sebagai berikut: a. tidak diperkenankan dilakukan budi daya yang merusak dan=atau menurunkan fungsi kawasan taman wisata dan taman wisata laut; b. dalam kawasan taman wisata laut dilarang dilakukan reklamasi dan pembangunan perumahan skala besar yang mempengaruhi fungsi kawasan dan merubah bentang alam; c. dalam kawasan taman wisata laut dilarang dilakukan eksploitasi terumbu karang dan biota pendidikan; d. dalam kawasan taman wisata dan taman wisata laut masih diperbolehkan dilakukan pembangunan prasarana wilayah bawah laut sesuai ketentuan Peraturan perundang! undangan. lain kecuali untuk kepentingan penelitian dan

Pasal (4

)/

1ndikasi

arahan

peraturan

Conasi

kawasan

cagar

budaya

dan

ilmu

pengetahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf p ditetapkan sebagai berikut: a. kawasan cagar budaya dilindungi dengan sempadan sekurang!kurangnya memiliki radius 2&& *seratus, meter, dan pada radius sekurang! kurangnya 4&& *lima ratus, meter tidak diperkenankan adanya bangunan lebih dari 2 *satu, lantai; b. tidak diperkenankan adanya bangunan lain kecuali bangunan pendukung cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Pasal (/ 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan rawan bencana alam

sebagaimana dimaksud dalam dalam Pasal 43 ayat *2, huruf G ditetapkan sebagai berikut: a. perkembangan kawasan permukiman yang sudah terbangun di dalam kawasan rawan bencana alam harus dibatasi dan diterapkan peraturan bangunan *building code, sesuai dengan potensi bahaya =bencana alam, serta dilengkapi jalur evakuasi; b. kegiatan!kegiatan vital =strategis diarahkan untuk tidak dibangun pada kawasan rawan bencana; c. dalam kawasan rawan bencana masih dapat dilakukan pembangunan prasarana penunjang untuk mengurangi resiko bencana alam dan pemasangan sitem peringatan dini atau 9$S *early warning system,; d. dalam kawasan rawan bencana alam masih diperkenankan adanya kegiatan budi daya lain seperti pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta bangunan yang berfungsi untuk mengurangi resiko yang timbul akibat bencana alam.

Pasal (( 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan lindung geologi sebagaimana dimaksud dalam pasal 43 ayat *2, huruf r ditetapkan sebagai berikut: a. pada kawasan cagar alam geologi tidak diperkenankan adanya kegiatan budi daya permukiman; b. kegiatan permukiman yang sudah terlanjur terbangun pada kawasan rawan bencana geologi harus mengikuti peraturan bangunan *building code, yang sesuai dengan potensi bencana geologi yang mungkin timbul dan dibangun jalur evakuasi;

)(

c. pada kawasan bencana alam geologi budi daya permukiman dibatasi dan bangunan yang ada hatus mengikuti ketentuan bangunan pada kawasan rawan bencana alam geologi; d. pada kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah tidak diperkenankan adanya bangunan terkecuali bangunan yang terkait dengan sistem jaringan prasarana wilayah dan pengendali air; e. dalam kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah masih diperkenankan budi daya pertanian, perkebunan dan kehutanan secara terbatas; f. pada kawasan lindung geologi masih diperkenankan dilakukan budi daya pertanian, perkebunan dan kehutanan.

Pasal () 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan lindung lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *2, huruf s ditetapkan sebagai berikut: a. pada kawasan lindung lainnya *#aman uru, >agar iosfer, :awasan Perlindungan Plasma .utfah, tidak diperkenankan adanya kegiatan budi daya terkecuali bangunan terkait dengan sistem jaringan prasarana wilayah; b. sistem jaringan prasarana wilayah yang melintasi kawasan lindung lainnya harus memperhatikan perilaku satwa yang berada di dalamnya.

Paragraf % 1ndikasi 7rahan Peraturan 8onasi :awasan Pasal (3 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan hutan produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf a ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan hutan produksi tidak diperkenankan adanya kegiatan budi daya kecuali kegiatan kehutanan dan pembangunan sistem jaringan prasarana wilayah dan bangunan terkait dengan pengelolaan budi daya hutan produksi; b. kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi dapat dialihfungsikan untuk kegiatan lain di luar kehutanan setelah potensi hutan tersebut dimanfaatkan dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku; udi 0aya

))

c. kegiatan kehutanan dalam kawasan hutan produksi tidak diperkenankan menimbulkan gangguan lingkungan seperti bencana alam; d. kawasan hutan produksi tidak dapat dialihfungsikan untuk kegiatan lain di luar kehutanan; e. sebelum kegiatan pengelolaan hutan produksi dilakukan wajib dilakukan studi kelayakan dan studi 7M076 yang hasilnya disetujui oleh tim evaluasi dari lembaga yang berwenang.

Pasal )& 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan hutan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf b ditetapkan sebagai berikut: a. kegiatan pengusahaan hutan rakyat diperkenankan dilakukan terhadap lahan ! lahan yang potensial dikembangkan di seluruh wilayah kabupaten dan kota; b. kegiatan pengusahaan hutan rakyat tidak diperkenankan mengurangi fungsi lindung, sperti mengurangi keseimbangan tata air, dan lingkungan sekitarnya; c. kegiatan dalam kawasan hutan rakyat tidak diperkenankan menimbulkan gangguan lingkungan seperti bencana alam, seperti longsor dan banjir; d. pengelolaan hutan rakyat harus mengikuti peraturan perundang! undangan yang berlaku; e. pengusahaan hutan rakyat oleh badan hukum dilakukan harus dengan melibatkan masyarakat setempat; f. kawasan hutan rakyat dapat dialihfungsikan untuk kegiatan lain setelah potensi hutan tersebut dimanfaatkan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan.

Pasal )2 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan perkebunan sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf c ditetapkan sebagai berikut: a. dalam kawasan perkebunan dan perkebunan rakyat tidak diperkenankan penanaman jenis tanaman perkebunan yang bersifat menyerap air dalam jumlah banyak, terutama kawasan perkebunan yang berlokasi di daerah hulu =kawasan resapan air; b. bagi kawasan perkebunan besar tidak diperkenankan merubah jenis tanaman perkebunan yang tidak sesuai dengan periCinan yang diberikan;

)3

c. dalam kawasan perkebunan besar dan perkebunan rakyat diperkenankan adanya bangunan yang bersifat mendukung kegiatan perkebunan dan jaringan prasarana wilayah; d. alih fungsi kawasan perkebunan menjadi fungsi lainnya dapat dilakukan sepanjang undangan; e. sebelum kegiatan perkebunan besar dilakukan diwajibkan untuk dilakukan studi kelayakan dan studi 7M076 yang hasilnya disetujui oleh tim evaluasi dari lembaga yang berwenang; f. kegiatan perkebunan tidak diperkenankan dilakukan di dalam kawasan lindung. Pasal )% 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan pertanian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf d ditetapkan sebagai berikut: a. kegiatan budi daya pertanian tanaman pangan lahan basah dan lahan kering tidak diperkenankan menggunakan lahan yang dikelola dengan mengabaikan kelestarian lingkungan, misalnya penggunaan pupuk yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, dan pengolahan tanah yang tidak memperhatikan aspek konservasi; b. dalam pengelolaan pertanian tanaman pangan lahan basah tidak diperkenankan pemborosan penggunaan sumber air; c. peruntukan budi daya pertanian pangan lahan basah dan lahan kering diperkenankan untuk dialihfungsikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan yang berlaku, kecuali lahan pertanian tanaman pangan yang telah ditetapkan dengan undang!undang; d. pada kawasan budi daya pertanian diperkenankan adanya bangunan prasarana wilayah dan bangunan yang bersifat mendukung kegiatan pertanian; e. dalam kawasan pertanian masih diperkenankan dilakukan kegiatan wisata alam secara terbatas, penelitian dan pendidikan; f. kegiatan pertanian tidak diperkenankan dilakukan di dalam kawasan lindung. Pasal )' 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf e ditetapkan sebagai berikut: sesuai dan mengikuti ketentuan peraturan perundang!

3&

a. kawasan budi daya perikanan tidak diperkenankan berdekatan dengan kawasan yang bersifat polutif; b. dalam kawasan perikanan masih diperkenankan adanya kegiatan lain yang bersifat mendukung kegiatan perikanan dan pembangunan sistem jaringan prasarana sesuai ketentuan peraturan perundang!undangan; c. kawasan perikanan diperkenankan untuk dialihfungsikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan yang berlaku; d. dalam kawasan perikanan masih diperkenankan dilakukan kegiatan wisata alam secara terbatas, penelitian dan pendidikan; e. kegiatan perikanan tidak diperkenankan dilakukan di dalam kawasan lindung. Pasal )+ 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf f ditetapkan sebagai berikut:
a.

kegiatan usaha pertambangan sepenuhnya harus mengikuti ketentuan yang berlaku di bidang pertambangan; kegiatan usaha pertambangan dilarang dilakukan tanpa iCin dari instansi =pejabat yang berwenang; kawasan pascatambang wajib dilakukan rehabilitasi *reklamasi dan =atau revitalisasi, sehingga dapat digunakan kembali untuk kegiatan lain, seperti pertanian, kehutanan, dan pariwisata;

b.

c.

d.

seluruh kegiatan budidaya dapat dilakukan pada kawasan peruntukan pertambangan yang sudah mendapatkan iCin pertambangan eksplorasi; wilayah dalam kawasan peruntukan pertambangan yang sudah diberikan iCin usaha pertambangan operasi produksi=eksploitasi, masih dimungkinkan adanya kegiatan budidaya lain;

e.

f.

:etentuan kegiatan budidaya sebagaimana dimaksud huruf e, dilakukan dengan menyesuaikan:


2. %. '. +.

ketentuan rencana penambangan dan reklamasi; tidak mendirikan bangunan permanen; tidak menjadi kendala bagi aktifitas pertambangan; dan memperhatikan ketentuan yang berlaku dalam lingkungan kegiatan eksploitasi. kegiatan penambangan dilakukan, wajib dilakukan studi

g.

sebelum

kelayakan dan studi 7M076 yang hasilnya disetujui oleh tim evaluasi dari lembaga yang berwenang.

32 h.

penambangan tidak diiCinkan dilakukan di daerah tikungan luar sungai dan tebing sungai, namun di arahakan ke daerah!daerah sedimentasi tikungan dalam, bagian!bagian tertentu pada sungai dan daerah kantong!kantong pasir;

i.

percampuran kegiatan pertambangan dengan fungsi kawasan lain diperbolehkan sejauh tidak merubah dominasi fungsi utama kawasan.

Pasal )4 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf g ditetapkan sebagai berikut: a. untuk meningkatkan produktifitas dan kelestarian lingkungan pengembangan kawasan industri harus memperhatikan aspek ekologis; b. lokasi kawasan industri tidak diperkenankan berbatasan langsung dengan kawasan permukiman; c. pada kawasan industri diperkenankan adanya permukiman penunjang kegiatan industri yang dibangun sesuai ketentuan perundang!undangan; d. pada kawasan industri masih diperkenankan adanya sarana dan prasarana wilayah sesuai dengan ketentuan perundang!undangan; e. pengembangan kawasan industri harus dilengkapi dengan jalur hijau *greenbelt, sebagai penyangga antar fungsi kawasan, dan sarana pengolahan limbah. f. pengembangan Cona industri yang terletak pada sepanjang jalan arteri atau kolektor harus dilengkapi dengan frontage road untuk kelancaran aksesibilitas; g. setiap kegiatan industri harus dilengkapi dengan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan serta dilakukan studi 7M076. Pasal )/ 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf h ditetapkan sebagai berikut : a. pada kawasan pariwisata alam tidak diperkenankan dilakukan kegiatan yang dapat menyebabkan rusaknya kondisi alam terutama yang menjadi obyek wisata alam; b. dalam kawasan pariwisata dilarang dibangun permukiman dan industri yang tidak terkait dengan kegiatan pariwisata;

3%

c. dalam kawasan pariwisata diperkenankan adanya sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pariwisata dan sistem prasarana wilayah sesuai dengan ketentuan perundang!undangan ; d. pada kawasan pariwisata pendidikan; e. pada kawasan pariwisata alam tidak diperkenankan adanya bangunan lain kecuali bangunan pendukung kegiatan wisata alam; f. pengembangan pariwisata harus dilengkapi dengan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan serta studi 7M076. diperkenankan dilakukan penelitian dan

Pasal )( 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan permukiman sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf i ditetapkan sebagai berikut : a. peruntukan kawasan permukiman diperkenankan untuk dialihfungsikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan yang berlaku; b. pada kawasan permukiman diperkenankan adanya sarana dan prasarana pendukung fasilitas permukiman sesuai dengan petunjuk teknis dan peraturan yang berlaku; c. dalam kawasan permukiman masih diperkenankan dibangun prasarana wilayah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan; d. kawasan permukiman harus dilengkapi dengan fasilitas sosial termasuk "uang #erbuka ;ijau *"#;, perkotaan; e. dalam kawasan permukiman masih diperkenankan adanya kegiatan industri skala rumah tangga dan fasilitas sosial ekonomi lainnya dengan skala pelayanan lingkungan; f. kawasan permukiman tidak diperkenankan dibangun di dalam kawasan lindung =konservasi dan lahan pertanian dengan irigasi teknis; g. dalam kawasan permukiman tidak diperkenankan dikembangkan kegiatan yang mengganggu fungsi permukiman dan kelangsungan kehidupan sosial masyarakat; h. pengembangan kawasan permukiman harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku di bidang perumahan dan permukiman; i. pembangunan hunian dan kegiatan lainnya di kawasan permukiman harus sesuai dengan peraturan teknis dan peraturan lainnya yang berlaku *:0 , :6 , sempadan bangunan, dan lain sebagainya,.

3'

Pasal )) 1ndikasi arahan peraturan Conasi kawasan peruntukan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *%, huruf j ditetapkan sebagai berikut: a. peruntukan kawasan diperkenankan untuk dialihfungsikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan; b. diperkenankan adanya sarana dan prasarana pendukung fasilitas peruntukan tersebut sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan peraturan perundang!undangan; c. alokasi peruntukan yang diperkenankan adalah lahan terbuka *darat dan perairan laut, yang belum secara khusus ditetapkan fungsi pemanfaatannya dan belum banyak dimanfaatkan oleh manusia serta memiliki akses yang memadai untuk pembangunan infrastruktur; d. dilarang melakukan kegiatan yang merusak fungsi ekosistem dan=atau merubah fungsi utama kawasan; e. pembangunan kawasan peruntukan lainnya harus sesuai dengan peraturan teknis dan peraturan lainnya yang berlaku *:0 , :6 , sempadan bangunan,; f. kegiatan pembangunan tidak diperkenankan dilakukan di dalam kawasan lindung. Paragraf ' 1ndikasi 7rahan Peraturan 8onasi Sistem .asional dan Sistem Provinsi Pasal )3 1ndikasi arahan peraturan Conasi sistem perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *', huruf a ditetapkan sebagai berikut: a. fungsi dan peranan perkotaan yang bersangkutan; b. karakteristik fisik perkotaan dan sosial budaya masyarakatnya; c. standar teknik perencanaan yang berlaku; d. pemerintah kabupaten=kota tidak diperkenankan merubah sistem perkotaan yang telah ditetapkan pada sistem nasional dan provinsi, kecuali atas usulan pemerintah kabupaten =kota dan disepakati bersama; e. pemerintah kabupaten=kota wajib memelihara dan mengamankan sistem perkotaan nasional dan provinsi yang ada di wilayah kabupaten=kota yang bersangkutan. Pasal 3&

3+

1ndikasi arahan peraturan Conasi sistem jaringan transportasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *', huruf b ditetapkan sebagai berikut: a. transportasi darat: 2. di sepanjang sistem jaringan jalan nasional dan provinsi tidak diperkenankan adanya kegiatan yang dapat menimbulkan hambatan lalu lintas regional; %. di sepanjang sistem jaringan jalan nasional dan provinsi tidak diperkenankan adanya akses langsung dari bangunan ke jalan; '. bangunan di sepanjang sistem jaringan jalan nasional dan provinsi harus memilki sempadan bangunan yang sesuai dengan ketentuan setengah rumija M2 *plus satu,; +. lokasi terminal penumpang tipe 7 dan antar moda yang sangat diarahkan sebagai perpaduan aksesibilitas dan mempertimbangkan

mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku; 4. pengembangan jaringan pelayanan angkutan orang harus berdasarkan kepada /. setiap Sistem 7ngkutan -mum Masal dapat *S7-M, serta mempertimbangkan tingkat keselamatan jalan; pengembangan kawasan yang mengadakan =membangkitkan perjalanan harus membuat dokumen 7nalisis 0ampak 6alu lintas *7ndal 6alin,. b. transportasi laut: 2. pelabuhan laut diarahkan memiliki kelengkapan fasilitas pendukung sesuai dengan fungsi dari pelabuhan tersebut; dan %. pelabuhan laut diarahkan untuk memiliki akses ke jalan arteri primer. c. transportasi udara: 2. memperhatikan "encana 1nduk *"1,; %. memperhatikan 0aerah 6ingkungan :erja *06:r,; '. memperhatikan 0aerah 6ingkungan :epentingan *06:p,; +. memperhatikan *::AP,; /. pelabuhan udara diarahkan untuk memilki akses ke jalan arteri primer. atas :awasan :ebisingan * ::,; 4. memperhatikan :etentuan :eselamatan Aperasional Penerbangan

Pasal 32 1ndikasi arahan peraturan Conasi sistem jaringan prasarana energi

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *', huruf c ditetapkan pada ruang yang berada di bawah S-#-# dan S-#9# tidak diperkenankan adanya

34

bangunan permukiman, kecuali berada di kiri!kanan S-#-# dan S-#9# sesuai ketentuan peraturan perundang!undangan.

Pasal 3% 1ndikasi arahan peraturan Conasi sistem jaringan prasarana telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *', huruf d ditetapkan sebagai berikut: a. ruang bebas di sekitar menara berjari!jari minimum sama dengan tinggi menara; b. diarahkan untuk menggunakan menara telekomunikasi secara bersama! sama diantara para penyedia layanan telekomunikasi *provider,. Pasal 3' 1ndikasi arahan peraturan Conasi sistem jaringan sumberdaya air

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *', huruf e ditetapkan sebagaimana telah diatur pada arahan indikasi peraturan Conasi kawasan perlindungan setempat.

Pasal 3+ 1ndikasi arahan peraturan Conasi sistem prasarana lingkungan *#P7 regional, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat *', huruf f ditetapkan sebagai berikut: a. lokasi #P7 tidak diperkenankan terletak berdekatan dengan kawasan permukiman; b. lokasi #P7 harus didukung oleh studi 7M076 yang telah disepakati oleh instansi yang berwenang; c. pengelolaan sampah dalam #P7 dilakukan dengan sistem sanitary landfill sesuai ketentuan peraturan yang berlaku; d. dalam lingkungan #P7 disediakan prasarana penunjang pengelolaan sampah. agian :etiga 7rahan PeriCinan Pasal 34 *2, 7rahan periCinan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 4( ayat *%, huruf b merupakan acuan bagi pejabat yang berwenang dalam

3/

pemberian iCin pemanfaatan ruang sesuai rencana struktur ruang dan pola ruang yang ditetapkan dalam Peraturan 0aerah ini. *%, 1Cin pemanfaatan ruang diberikan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan kewenangannya dan ketentuan peraturan perundang! undangan. *', Pemberian iCin pemanfaatan ruang dilakukan menurut prosedur atau mekanisme sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan. *+, 1Cin pemanfaatan ruang yang memiliki dampak skala provinsi diberikan atau mendapat rekomendasi dari <ubernur. *4, :etentuan lebih lanjut mengenai ketentuan periCinan wilayah provinsi diatur dengan Peraturan <ubernur. agian :eempat 7rahan 1nsentif dan 0isinsentif Pasal 3/ *2, 7rahan pemberian insentif dan disinsentif sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 4( ayat *%, huruf c merupakan acuan bagi pejabat yang berwenang dalam pemberian insentif dan pengenaan disinsentif. *%, 7rahan insentif dan disinsentif untuk wilayah provinsi Sumatera meliputi: a. 7rahan umum insentif!disinsentif; dan b. 7rahan khusus insentif!disinsentif. *', 7rahan umum sebagaimana yang dimaksud pada ayat *%, huruf a berisikan arahan pemberlakuan insentif dan disinsentif untuk berbagai pemanfaatan ruang secara umum. *+, 7rahan khusus sebagaiamana yang dimaksud pada ayat *%, huruf b ditujukan untuk pemberlakuan insentif dan disinsentif secara langsung pada jenis!jenis pemanfaatan ruang atau kawasan tertentu di wilayah provinsi Sumatera arat. arat

*4, 1nsentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan Conasi yang diatur dalam Peraturan 0aerah ini. */, 0isinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatasi, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan 0aerah ini.

3(

*(, Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang wilayah dilakukan oleh pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten=kota dan kepada masyarakat *perorangan =kelompok,. *), Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan oleh instansi berwenang sesuai dengan kewenangannya. *3, Pemberian insentif dan pengenaan disinsentif dilakukan menurut prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan. *2&, 1nsentif dan pengenaan disinsentif diberikan oleh <ubernur. *22, :etentuan lebih lanjut mengenai ketentuan pemberian insentif dan disinsentif diatur dengan Peraturan <ubernur. Paragraf 2 7rahan -mum 1nsentif!0isinsentif Pasal 3( *2, Pemberian insentif diberlakukan pada pemanfaatan ruang yang didorong perkembangannya dan sesuai dengan rencana tata ruang. *%, Pemberian disinsentif diberlakukan bagi kawasan yang dibatasi atau dikendalikan perkembangannya bahkan dilarang dikembangkan untuk kegiatan budi daya. *', 7rahan pemberian insentif sebagaimana yang dimaksud pada ayat *2, meliputi: a. pemberian keringanan atau penundaan pajak * tax holiday, dan kemudahan proses periCinan; b. penyediaan sarana dan prasarana kawasan oleh pemerintah untuk memperingan biaya investasi oleh pemohon iCin; c. pemberian kompensasi terhadap kawasan terbangun lama sebelum rencana tata ruang ditetapkan dan tidak sesuai tata ruang serta dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan; d. pemberian kemudahan dalam periCinan untuk kegiatan yang menimbulkan dampak positif. *+, 7rahan pemberian disinsentif sebagaimana yang dimaksud pada ayat *%, meliputi: a. pengenaan pajak yang tinggi terhadap kegiatan yang berlokasi di daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti pusat kota, kawasan komersial, daerah yang memiliki tingkat kepadatan tinggi;

3)

b. penolakan pemberian iCin perpanjangan hak guna usaha, hak guna bangunan terhadap kegiatan yang terlanjur tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan Conasi; c. peniadaan sarana dan prasarana bagi daerah yang tidak dipacu pengembangannya, atau pengembangannya dibatasi; d. penolakan pemberian iCin pemanfaatan ruang budi daya yang akan dilakukan di dalam kawasan lindung; e. pencabutan iCin yang sudah diberikan karena adanya perubahan pemanfaatan ruang budi daya menjadi lindung. Paragraf % 7rahan :husus 1nsentif!0isinsentif Pasal 3) *2, Pemberian insentif dan disinsentif ditujukan pada pola ruang tertentu yang dinilai harus dilindungi fungsinya dan dihindari pemanfaatannya yang tidak sesuai, yaitu: a. pertanian pangan *khususnya pertanian lahan basah,; dan b. kawasan rawan bencana alam. *%, 7rahan pemberian insentif sebagaimana yang dimaksud pada ayat *2, huruf a meliputi: a. insentif fiskal; dan b. insentif non!fiskal agar pemilik lahan tetap mengusahakan kegiatan pertanian pangan. *', Pemberian insentif fiskal sebagaimana yang dimaksud pada ayat *%, huruf a meliputi: a. penghapusan semua retribusi yang diberlakukan di kawasan pertanian pangan; b. pengurangan atau penghapusan sama sekali P kawasan pertanian pangan produktif melalui mekanisme restitusi pajak oleh dana 7P 0. *+, Pemberian insentif non!fiskal sebagaimana yang dimaksud pada ayat *%, huruf b yaitu penyediaan prasarana pendukung produksi dan pemasaran produk. *4, 7rahan pemberian disinsentif sebagaimana yang dimaksud pada ayat *2, huruf a yaitu disinsentif non!fiskal, berupa tidak diberikannya sarana dan prasarana permukiman yang memungkinkan pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi perumahan atau kegiatan komersial.

33

*/, 7rahan pemberian insentif dan disinsentif sebagaimana yang dimaksud pada ayat *2, huruf b hanya diberlakukan disinsentif non fiskal, meliputi: a. pembatasan penyediaan prasarana dan sarana permukiman untuk mencegah perkembangan permukiman lebih lanjut; c. penolakan pemberian prasarana dan sarana permukiman untuk kawasan yang belum dihuni penduduk; dan b. penyediaan prasarana dan sarana permukiman hanya diperbolehkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang sudah ada saja.

agian :elima Sanksi Pasal 33 Pengenaan sanksi diberikan terhadap: a. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ruang wilayah provinsi; b. pelanggaran ketentuan indikasi arahan peraturan Conasi kawasan lindung, kawasan budi daya, sistem nasional dan provinsi; c. pemanfaatan ruang tanpa iCin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan "#"$P; d. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan iCin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan "#"$P; e. pelanggaran f. ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan iCin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan "#"$P; pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang!undangan dinyatakan sebagai milik umum; dan =atau g. pemanfaatan ruang dengan iCin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar dan =atau tidak sah. Pasal 2&& *2, #erhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 dapat dikenai sanksi pidana dan sanksi administratif. *%, Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap rencana tata ruang yang telah ditetapkan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan bidang penataan ruang.

2&&

*', Sanksi administratif sebagaimana yang dimaksud dalam ayat *2, dapat berupa: a. peringatan tertulis; b. penghentian sementara kegiatan; c. penghentian sementara pelayanan umum; d. penutupan lokasi; e. pencabutan iCin; f. pembatalan iCin; g. pembongkaran bangunan; h. pemulihan fungsi ruang; dan =atau i. denda administratif. *+, :etentuan lebih lanjut mengenai tata cara serta penetapan sanksi administratif diatur dalam Peraturan <ubernur.

Pasal 2&2 Sanksi Perdata adalah tindakan pidana yang menimbulkan kerugian secara perdata akibat pelanggaran yang ada dan menimbulkan masalah pada perorangan atau masyarakat secara umum dan diterapkan sesuai dengan peraturan perundangan!perundangan.

:969M 7<77. Pasal 2&% *2, 0alam rangka mengkoordinasikan penyelenggaraan penataan ruang dan kerja sama antarsektor dan antardaerah bidang penataan ruang dibentuk adan :oordinasi Penataan "uang 0aerah yang selanjutnya disebut :P"0. *%, #ugas, susunan organisasi, dan tata kerja :P"0 sebagaimana dimaksud

pada ayat *2, diatur dengan :eputusan <ubernur. 7 K11

;7:, :9$751 7. 07. P9"7. M7S@7"7:7# Pasal 2&' Penyelenggaraan penataan ruang dilakukan oleh pemerintah dengan

melibatkan berbagai unsur seperti masyarakat, pihak swasta, dunia usaha,

2&2

kelompok profesi, 6SM yang selanjutnya disebut peran masyarakat, memiliki hak dan kewajiban dalam penataan ruang, baik pada tahap penyusunan rencana tata ruang, pemanfaatan ruang, maupun tahap pengendalian pemanfaatan ruang. Pasal 2&+ Setiap orang dalam penataan ruang berhak: a. mengetahui rencana tata ruang wilayah provinsi; b. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang; c. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang; d. mengajukan pembangunan wilayahnya; e. mengajukan tuntutan pembatalan iCin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang; dan f. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan =atau pemegang iCin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian. keberatan yang tidak kepada sesuai pejabat dengan berwenang rencana tata terhadap ruang di

Pasal 2&4 Setiap orang dalam pemanfaatan ruang wajib: a. menaati "#"$P yang telah ditetapkan; b. memanfaatkan ruang sesuai dengan iCin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang; c. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan iCin pemanfaatan ruang; dan d. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundang!undangan dinyatakan sebagai milik umum.

Pasal 2&/ Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 2&4, dikenai sanksi administratif.

2&%

Pasal 2&( *2, Peran masyarakat dalam penataan ruang wilayah Provinsi Sumatera arat meliputi setiap tahapan penataan ruang, yaitu perencanaan tata ruang, pemanfaatan rencana tata ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. *%, Peran masyarakat dalam penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat *2, disampaikan dalam bentuk pemberian saran, pertimbangan, pendapat, tanggapan, keberatan, atau masukan.

Pasal 2&) entuk peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2&( ayat *2, berupa : a. masukan mengenai: 2. persiapan penyusunan rencana tata ruang; %. penentuan arah pengembangan wilayah atau kawasan; '. pengidentifikasian potensi dan masalah pembangunan wilayah atau kawasan; +. perumusan konsepsi rencana tata ruang; dan=atau 4. penetapan rencana tata ruang. b. :erjasama dengan pemerintah daerah dan=atau sesama unsur masyarakat dalam perencanaan tata ruang.

Pasal 2&3 entuk peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang dapat berupa: a. masukan mengenai kebijakan pemanfaatan ruang; b. kerjasama dengan Pemerintah, pemerintah daerah, dan=atau sesama unsur masyarakat dalam pemanfaatan ruang; c. kegiatan memanfaatkan ruang yang sesuai dengan kearifan lokal dan rencana tata ruang yang telah ditetapkan; d. peningkatan efisiensi, efektivitas, dan keserasian dalam pemanfaatan ruang darat, ruang laut, ruang udara, dan ruang di dalam bumi dengan memperhatikan kearifan lokal serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan;

2&'

e. kegiatan

menjaga

kepentingan

pertahanan

dan

keamanan

serta

memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam; dan f. kegiatan investasi dalam pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan.

Pasal 22& entuk peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang dapat berupa: a. masukan terkait arahan dan=atau peraturan Conasi, periCinan, pemberian insentif dan disinsentif serta pengenaan sanksi; b. keikutsertaan dalam memantau dan mengawasi pelaksanaan rencana tata ruang yang telah ditetapkan; c. pelaporan kepada instansi dan=atau pejabat yang berwenang dalam hal menemukan dugaan penyimpangan atau pelanggaran kegiatan pemanfaatan ruang yang melanggar rencana tata ruang yang telah ditetapkan; dan d. pengajuan keberatan terhadap keputusan pejabat yang berwenang terhadap pembangunan yang dianggap tidak sesuai dengan rencana tata ruang.

Pasal 222 *2,Peran masyarakat di bidang penataan ruang dapat disampaikan secara langsung dan=atau tertulis. *%,Peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat *2,, dapat disampaikan kepada <ubernur. *',Peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat *2, juga dapat disampaikan melalui unit kerja terkait yang ditunjuk <ubernur.

Pasal 22% 0alam rangka meningkatkan peran masyarakat, pemerintah daerah membangun sistem informasi dan dokumentasi penataan ruang yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Pasal 22' Pelaksanaan tata cara peran masyarakat dalam penataan ruang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan.

2&+

K1

:9#9.#-7. P9.@101:7. Pasal 22+ *2, Selain Pejabat Penyidik :epolisian .egara "epublik 1ndonesia, Pegawai .egeri Sipil #ertentu di lingkungan Pemerintah 0aerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk membantu Pejabat Penyidik :epolisian .egara "epublik sebagaimana dimaksud dalam kitab -ndang!-ndang ;ukum 7cara Pidana; *%, Penyidik Pegawai .egeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat *2, berwenang : a. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan yang berkenaan dengan tindak pidana dalam penataan ruang;; b. melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana dalam bidang penataan ruang; c. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang sehubungan dengan peristiwa tindak pidana dalam bidang penataan ruang; d. melakukan pemeriksaan atas dokumen!dokumen yang berkenaan dengan tindak pidana dalam bidang penataan ruang; e. melakukan pemeriksaan di tempat tertentu yang diduga terdapat bahan bukti dan dokumen lain serta melakukan penyitaan dan penyegelan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dalam bidang penataan ruang; dan f. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dalam bidang penataan ruang. *', Penyidik Pegawai .egeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat *2, memberitahukan dimulainya penyidikan kepada pejabat penyidik kepolisian negara "1. *+, 7pabila pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat *%, memerlukan tindakan penangkapan dan penahanan penyidik pegawai negeri sipil melakukan koordinasi dengan pejabat penyidik kepolisian .egara "1 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan. *4, Penyidik Pegawai .egeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat *2, menyampaikan hasil penyidikan kepada penuntut umum melalui pejabat penyidik kepolisian .egara "1.

2&4

*/, Pengangkatan pejabat penyidik pegawai negeri sipil dan tata cara serta proses penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan.

K11

:9#9.#-7. 671.!671. Pasal 224 *2, Peraturan 0aerah tentang "encana Sumatera #ata "uang $ilayah Provinsi Sumatera #ata "uang $ilayah Provinsi arat #ahun %&2%!%&'% dilengkapi dengan 0okumen "encana arat dan peta dengan tingkat

ketelitian 2 : %4&.&&& sebagaimana tercantum dalam Materi #eknis dan 7lbum Peta, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan 0aerah ini. *%, 0alam rangka implementasi, pelaksanaan dan=atau operasionalisasi "#"$P Sumatera arat, disusun "encana #ata ruang *"#", :awasan Strategis Provinsi dan 7rahan Peraturan 8onasi Sistem Provinsi. *', "#" :awasan Strategis Provinsi dan 7rahan Peraturan 8onasi Sistem Provinsi ditetapkan dengan Peraturan 0aerah.

K111

:9#9.#-7. P9"761;7. Pasal 22/ *2, 0engan berlakunya Peraturan 0aerah ini, maka pelaksanaan Peraturan 0aerah yang berkaitan dengan Penataan "uang 0aerah yang telah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan 0aerah ini. *%, 0engan berlakunya Peraturan 0aerah ini, maka: a. iCin pemanfaatan ruang pada masing!masing wilayah yang telah dikeluarkan dan telah sesuai dengan ketentuan Peraturan 0aerah ini tetap berlaku sesuai dengan masa berlakunya; b. iCin pemanfaatan ruang yang telah dikeluarkan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan 0aerah ini berlaku ketentuan: 2. untuk yang belum dilaksanakan pembangunannya, iCin tersebut disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana tata ruang yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan 0aerah ini;

2&/

%. untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya, pemanfaatan ruang dilakukan sampai iCin terkait habis masa berlakunya dan dilakukan penyesuaian dengan menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana tata ruang dan peraturan Conasi '. untuk yang yang ditetapkan sudah oleh pemerintah daerah berdasarkan dan tidak Peraturan 0aerah ini; dan dilaksanakan pembangunannya memungkinkan untuk menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana tata ruang dan peraturan Conasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan 0aerah ini, iCin yang telah diterbitkan dapat dibatalkan dan terhadap kerugian yang timbul sebagai akibat pembatalan iCin tersebut dapat diberikan penggantian yang layak. +. Penggantian yang layak sebagaimana dimaksud pada angka ' di atas, dengan memperhatikan indikator sebagai berikut: a, Memperhatikan harga pasaran setempat; b, Sesuai dengan .5AP; atau c, Sesuai dengan kemampuan daerah. 4. Penggantian terhadap kerugian yang timbul sebagai akibat pembatalan iCin tersebut dibebankan pada 7P 0 0aerah Provinsi dan :abupaten=:ota yang membatalkan=mencabut 1Cin. c. pemanfaatan ruang yang iCinnya sudah habis dan tidak sesuai dengan Peraturan 0aerah ini dilakukan penyesuaian dengan fungsi kawasan dalam rencana tata ruang dan peraturan Conasi yang ditetapkan pemerintah daerah berdasarkan Peraturan 0aerah ini; d. pemanfaatan ruang di daerah yang diselenggarakan tanpa iCin ditentukan sebagai berikut: 2, yang bertentangan dengan ketentuan Peraturan 0aerah ini, pemenfaatan ruang yang bersangkutan ditertibkan dan disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana tata ruang dan peraturan Conasi yang ditetapkan pemerintah daerah berdasarkan Peraturan 0aerah ini; %, yang sesuai dengan ketentuan Peraturan 0aerah ini, dipercepat untuk mendapatkan iCin yang diperlukan. e. Masyarakat yang menguasai tanahnya berdasarkan hak adat dan=atau hak!hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang! undangan, yang karena rencana tata ruang Provinsi Sumatera arat ini

2&(

pemanfaatannya tidak sesuai lagi, maka penyelesaiannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan. *', 0engan berlakunya Peraturan 0aerah ini, maka semua rencana terkait pemanfaatan ruang dan sektoral yang berkaitan dengan penataan ruang di provinsi tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan "#"$ Provinsi. *+, Pengaturan lebih lanjut mengenai teknis penggantian yang layak diatur dengan Peraturan <ubernur.

K1B

:9#9.#-7. P9.-#-P Pasal 22( Pada saat Peraturan 0aerah ini mulai berlaku, Peraturan 0aerah Provinsi Sumatera arat .omor 2' #ahun 233+ tentang "encana #ata "uang $ilayah arat dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Provinsi *"#"$P, Sumatera

Pasal 22) Peraturan 0aerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. 7gar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan 0aerah ini dengan penempatannya dalam 6embaran 0aerah Provinsi Sumatera arat. 0itetapkan di Padang pada tanggal %( .ovember %&2% <- 9".-" S-M7#9"7 7"7#

1"$7. P"7@1#.A

0iundangkan di Padang pada tanggal %( .ovember %&2% S9:"9#7"1S 079"7; P"AB1.S1

2&)

S-M7#9"7

7"7#

761 7SM7" 69M 7"7. 079"7; P"AB1.S1 S-M7#9"7 7"7# #7;-. %&2% .AMA" 2'