Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH KIMIA ANALITIK PEMICU-3 Spektroskopi Atomik 2013

Kelompok 4
Abi Satrio 1206261296 Atan Tuahta 1206227535 Danar Aditya S. 1206263401 Farah Diba Toya 1206229995 Kamelia Rinati 1206241792

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami yang membahas mengenai spektroskopi atomik. Penulisan makalah ini bertujuan untuk pembuatan tugas penulisan laporan pemicu 3 mata kuliah Kimia Analitik Semester Ganjil. Selain itu, tujuan penulis dalam penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui konsep spektroskopi atomik beserta aplikasinya dalam penentuan kandungan logam pada barang kosmetik. Makalah ini telah dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Depok, Oktober 2013

Tim Penulis

Page | 1

Daftar Isi

Bab 1 ................................................................................................................ 3 - 4 Bab 2 ................................................................................................................ 5-18 Kesimpulan ........................................................................................................ 19 Referensi ............................................................................................................ 20

Page | 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Barang kosmetik seringkali menjadi sosok utama penjualan bagi para penjual yang ingin mencari keuntungan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kaum wanita dan pria yang ingin mempercantik diri dengan berbagai keuntungan yang diberikan oleh barang-barang kosmetik tersebut. Sayangnya, seringkali barang kosmetik yang diperjualbelikan di pasaran Negara Indonesia tidak memenuhi kriteria kesehatan yang telah ditentukan. Banyak barang kosmetik yang menggunakan bahan berbahaya sehingga bukan mempercantik diri namun menjadi sumber penyakit. Di Indonesia kulit putih merupakan sesuatu yang dicari-cari orang khususnya kaum wanita, tentunya ini menjadi sasaran utama penjualan dimana banyak barang kosmetik yang dapat memutihkan kulit. Permasalahannya terdapat pada bahan-bahan yang terkandung di dalam barang kosmetik tersebut salah satunya adalah merkuri (Hg). Dengan melihat kondisi tersebut maka harus dilakukan analisis terlebih dahulu apakah terdapat bahan berbahaya di dalam barang kosmetik yang dijual atau tidak. Saat ini dapat kita temukan begitu banyak metode-metode analisis dalam menentukan sampel. Pada makalah kali ini kami menggunakan salah satu metode dalam mata ajar kuliah kimia analitik yaitu metode spektroskopi serapan atom. Secara umum spektroskopi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang materi dengan menganalisis cahaya, bunyi atau partikel yang dipancarkan, diaborpsi oleh materi. Dengan keunggulan metode ini, kita dapat menganalisis bagaimana spektra dari merkuri dan melihat apakah terdapat bahan berbahaya (dalam hal ini adalah merkuri) yang terkandung di dalam barang-barang kosmetik.

Page | 3

1.2 Perumusan Masalah


Apakah bahaya dari merkuri yang terkandung di dalam bahan kosmetik? Apakah yang dimaksud dengan AAS dan AES? Bagaimanakah hubungan antara frekuensi, panjang gelombang, dan kecepetan cahaya dalam menentukan frekuensi sinar yang diemisi oleh atom Hg dan menentukan perbedaan energi antara keadaan dasar dan keadaan tereksitasi Hg? Bagaimana aplikasi AAS untuk menganilis Hg?

1.3 Tujuan penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar setiap orang yang membaca makalah ini dapat mengerti tentang spektofometri serapan atom. Makalah ini juga disusun dengan harapan agar setiap orang yang membacanya tidak hanya menggunakan makalah ini sebagai bahan ajar saja, namun juga dapat mengaplikasikannya di dalam kehidupan.

Page | 4

BAB II ISI
1. Mengapa merkuri merupakan logam yang berbahaya jika digunakan dalam kosmetik? Bagaimana merkuri dapat memutihkan wajah dan berapa lama itu akan bertahan?

Jawab

Merkuri merupakan logam berat beracun yang berpengaruh bagi kesehatan manusia. Pemakaian kosmetik yang mengandung merkuri dapat mengakibatkan: Dapat memperlambat pertumbuhan janin, mengakibatkan keguguran maupun kematian janin, dan bahkan kemandulan. Flek hitam pada kulit yang memucat (seakan pudar), akan timbul lagi dan bertambah parah (melebar) bila pemakaian dihentikan. Efek rebound yaitu memberikan respon berlawanan pada kulit, atau dengan kata lain akan membuat kulit menjadi gelap dan kusam saat pemakaian kosmetik dihentikan. Bagi wajah yang tadinya bersih lambat laun akan timbul flek yang sangat parah (lebar) dan lama-kelamaan berubah keabu-abuan selanjutnya

kehitaman. Dapat mengakibatkan kanker kulit. Hal ini dapat terjadi sebab merkuri akan menghambat pembentukan melanin yang berfungsi melindungi wajah dari radiasi sinar matahari yang dapat menyebabkan kanker kulit. Pada pemakaian awal dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan kemerahan bila terkena sinar matahari. Tidak timbul jerawat sama sekali, hal ini disebabkan lapisan kulit epidermis kita telah rusak, kulit sudah tidak mengandung protein & melanin yang berfungsi untuk memberi perlindungan dari radiasi paparan matahari juga sudah tidak berfungsi, sehingga jasad renik ataupun kuman tidak akan menyukai kulit yang telah tercemar merkuri termasuk nyamuk sekalipun. Tapi hal ini juga hanya bersifat sementara, jika kondisi kulit telah rusak bisa timbul benjolan-benjolan bernanah. Pori-pori tampak mengecil & halus, ini sebenarnya disebabkan lapisan kulit terluar wajah kita telah tipis & tergerus oleh logam merkuri, tampak sepintas Page | 5

terlihat mengecil & halus. Untuk mengujinya Anda bisa merasakan dengan mencobanya pada sinar matahari, kulit terasa terbakar, gatal disertai kemerahan, hal ini dikarenakan kulit wajah sudah tidak mendapat

perlindungan dari melanin yang berfungsi melindungi wajah kita dari radiasi.

Walau efek pemekaian kosmetik yang mengandung merkuri tidak seburuk efek merkuri bila tertelan, dan hanya dioleskan pada permukaan kulit, merkuri mudah diserap tubuh dan masuk ke dalam darah, lalu memasuki system saraf. Keracunan merkuri yang termenifestasi pada sistem saraf memiliki gejala, tremor (gemetar), insomnia, pikun, gangguan penglihatan, ataxia (gerakan tangan tak normal), gangguan emosi, depresi dan lain-lain. Merkuri dalam darah akan mengendap dalam ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

Mekanisme Merkuri Memutihkan Wajah

Merkuri memutihkan wajah dengan menghambat pembentukan melanin pada wajah. Warna kulit ditentukan oleh jumlah melanin. Melanin merupakan pigmen yang dihasilkan oleh sel spesifik yang disebut melanosit. Orang dengan wajah jitam memiliki jumlah melanin yang tinggi pada kulit. Banyaknya jumlah melanin yang terdapat pada kulit ditentukan kondisi genetik masing-masing individu, tetapi paparan sinar matahari, hormon, kerusakan kulit, dan paparan terhadap bahan kimia tertentu juga dapat mempengaruhi produksi melanin. Melanin, selain berfungsi untuk memberi warna pada kulit, juga berfungsi untuk melindungi kulit dari radiasi sinar matahari (sinar UV). Melanin pada lapisan kulit melindungi nucleus dari radiasi ultraviolet. Nukleus yang mengandung DNA didalamnya bisa mengalai mutasi apabila terkena radiasi ultraviolet, dan mutasi DNA menyebabkan kanker kulit dan berbagai penyakit kulit lainnya. Merkuri menghalangi pembentukan melanin dengan mengambat atau menonaktifkan enzim tirosinase yang berfungsi untuk membentuk melanin bersama melanosit. Dengan terhambatnya enzim tirosinase, maka melanin dalam wajah sedikit, dan kulit menjadi putih. Page | 6

2. Bagaimana anda menetapkan konsentrasi Merkuri dalam krim kosmetik bila anda memperoleh sinyal (intensitas sinar yang diemisi) sebesar 0.85 satuan. Kurva kalibrasi berikut adalah kurva kalibrasi dari larutan standard Hg sebanyak 1000 mg dalam 1 L aquades. Pada analisis Hg dalam sampel larutan yang berasal dari 2.5 gram krim dalam 200 mL aqua DM, anda memipet 10 mL larutan sampel ke dalam labu takar berukuran 100 mL. Anda mengencerkan hingga tercapai tepat volume 100 mL

Signal (Intensity of Emitted Light)

Calibration Curve (Standard Curve)


1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 0.00

y = 0.259x + 0.002

1.00

2.00

3.00

4.00

5.00

6.00

[Analyte] g analyte/mL solution


Jawab : Ada tiga teknik yang biasa dipakai dalam analisis secara spektrometri. Ketiga teknik tersebut adalah :

(1) Metoda Standar Tunggal Metoda sangat praktis karena hanya menggunakan satu larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya (Cstd). Selanjutnya absorbsi larutan standar (Asta) dan absorbsi larutan sampel (Asmp) diukur dengan Spektrofotometri. Dari hukum Beer diperoleh : Page | 7

sehingga,

Dengan mengukur Absorbansi larutan sampel dan standar, konsentrasi larutan sampel dapat dihitung.

(2) Metode Kurva Kalibrasi Dalam metode ini dibuat suatu seri larutan standar dengan berbagai konsentrasi dan absorbansi dari larutan tersebut diukur dengan AAS. Langkah selanjutnya adalah membuat grafik antara konsentrasi (C) dengan Absorbansi (A) yang akan merupakan garis lurus melewati titik nol dengan slope = .b atau slope = a.b. Konsentrasi larutan sampel dapat dicari setelah absorbansi larutan sampel diukur dan diintrapolasi ke dalam kurva kalibrasi atau dimasukkan ke dalam persamaan garis lurus yang diperoleh dengan menggunakan program regresi linear pada kurva kalibrasi.

(3) Metoda Adisi Standar Metoda ini dipakai secara luas karena mampu meminimalkan kesalahan yang disebabkan oleh perbedaan kondisi lingkungan (matriks) sampel dan standar. Dalam metoda ini dua atau lebih sejumlah volume tertentu dari sampel dipindahkan ke dalam labu takar. Satu larutan diencerkan sampat volume tertentu kemudian diukur absorbansinya tanpa ditambah dengan zat standar, sedangkan larutan yang lain sebelum diukur absorbansinya ditambah terlebih dulu dengan sejumlah tertentu tarutan standar dan diencerkan seperti pada larutan yang pertama. Menurut hukum Beer akan berlaku hal-hal berikut :

Page | 8

Dimana., = konsentrasi zat sampel = konsentrasi zat standar yang ditambahkan ke larutan sampel = Absorbansi zat sampel (tanpa penambahan zat standar) = Absorbansi zat sampel + zat standar Jika kedua persarnaan diatas digabung akan diperoleh: ( ) ) dapat dihitung dengan mengukur dan

Konsentrasi zat dalam sampel (

dengan spektrofotometer. Jika dibuat suatu seri penambahan zat standar dapat pula dibuat suatu grafik antara AT = 0, sehingga diperoleh: ( ( ) ) lawan , garis lurus yang diperoleh diekstrapolasi ke

PADA SOAL MENGGUNAKAN METODE KURVA KALIBRASI Hukum Lambert Beer

A = Absorbansi = Absorbsivitas (tergantung jenis bahan) b = Tebal media c = Konsentrasi sampel

y= m x + c Untuk soal diatas, dengan A=0,85, maka

Page | 9

[Analyte]

analyte/mL solution = 3,274

Maka, merkuri yang terkandung dalam larutan sampel yaitu 3,274

Konsentrasi Hg dalam larutan sampel (setelah pengenceran):

Konsentrasi Hg dalam krim kosmetik (sebelum pengenceran)

Dalam pengenceran, digunakan rumus

Dimana;

= jumlah mol larutan sebelum pengenceran = jumlah mol larutan sesudah pengenceran = konsentrasi larutan sebelum pengenceran = konsentrasi larutan sesudah pengenceran = volume larutan sebelum pengenceran = volume larutan sesudah pengenceran

jadi konsentrasi merkuri dalam 2,5 g krim dalam 200 mL air yaitu sebesar

3. Menggunakan hubungan antara frekuensi, panjang gelombang dan kecepatan cahaya, bagaimana anda menentukan frekuensi sinar yang diemisi oleh atom Page | 10

Hg dan menentukan besarnya perbedaan energi antara keadaan dasar dan keadaan tereksitasi Hg?

Jawab : Kita telah mengetahui rumus apa yang dapat menghubungkan antara frekuensi, panjang gelombang dan kecepatan cahaya. Rumusnya adalah sebagai berikut

Dimana o c = kecepatan cahaya (c = 3 x 108 m/s) o = panjang gelombang ( selenium = 253,75 x 10-9 m) o f = frekuensi Rumus tersebut dapat dirubah sehingga kita dapat mencari frekuensi dari merkuri, rumus tersebut dapat menjadi

Adapun perubahan energi pada keadaan tereksitasi dan keadaan dasar atau ground state dapat dirumuskan menjadi Dengan h adalah tetapan Planck (6,63 x 10-34 Js) Maka,

Jadi besar perbedaan energi antara keadaan dasar dan keadaan tereksitasi Hg adalah

4.

Bila pihak lain meragukan kecanggihan AAS yang anda gunakan, bagaimana meyakinkan pihak tersebut? Jelaskan lebih rinci karena orang yang anda hadapi tidak tahu sama sekali mengenai metode AAS ini.

Page | 11

Jawab: Spektrofotometer Serapan Atom merupakan alat untuk menganalisa unsurunsur logam dan semi logam dalam jumlah renik (trace), AAS pada umumnya digunakan untuk analisa unsur, spektrofotometer absorpsi atom juga dikenal sistem single beam dan double beam layaknya Spektrofotometer UV-VIS. Umumnya lampu yang digunakan adalah lampu katoda cekung yang mana penggunaanya hanya untuk analisis satu unsur saja. Metode serapan atom hanya tergantung pada perbandingan dan tidak bergantung pada temperatur. Setiap alat AAS terdiri atas tiga komponen yaitu unit teratomisasi, sumber radiasi, sistem pengukur fotometerik. Teknik AAS menjadi alat yang canggih dalam analisis. Ini disebabkan karena sebelum pengukuran tidak selalu memerlukan pemisahan unsur yang ditentukan karena kemungkinan penentuan satu unsur dengan kehadiran unsur lain dapat dilakukan, asalkan katoda berongga yang diperlukan tersedia. AAS dapat digunakan untuk mengukur logam sebanyak 61 logam. Sumber cahaya pada AAS adalah sumber cahaya dari lampu katoda yang berasal dari elemen yang sedang diukur kemudian dilewatkan ke dalam nyala api yang berisi sampel yang telah teratomisasi, kemudia radiasi tersebut diteruskan ke detektor melalui monokromator. Chopper digunakan untuk membedakan radiasi yang berasal dari sumber radiasi, dan radiasi yang berasal dari nyala api. Detektor akan menolak arah searah arus (DC) dari emisi nyala dan hanya mengukur arus bolak-balik dari sumber radiasi atau sampel. Atom dari suatu unsur pada keadaan dasar akan dikenai radiasi maka atom tersebut akan menyerap energi dan mengakibatkan elektron pada kulit terluar naik ke tingkat energi yang lebih tinggi atau tereksitasi. Jika suatu atom diberi energi, maka energi tersebut akan mempercepat gerakan elektron sehingga elektron tersebut akan tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi dan dapat kembali ke keadaan semula. Atom-atom dari sampel akan menyerap sebagian sinar yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Penyerapan energi oleh atom terjadi pada panjang gelombang tertentu sesuai dengan energi yang dibutuhkan oleh atom tersebut. Metode AAS dibandingkan dengan spektrofotometer biasa yaitu spesifik, batas deteksi yang rendah dari larutan yang sama bisa mengukur unsur-unsur yang berlainan, pengukurannya langsung terhadap contoh, output dapat langsung dibaca, cukup ekonomis, dapat diaplikasikan pada banyak jenis unsur, batas kadar penentuan luas (dari ppm sampai %). Sedangkan kelemahannya yaitu pengaruh kimia dimana AAS tidak mampu menguraikan zat menjadi atom misalnya pengaruh fosfat terhadap Page | 12

Ca, pengaruh ionisasi yaitu bila atom tereksitasi (tidak hanya disosiasi) sehingga menimbulkan emisi pada panjang gelombang yang sama, serta pengaruh matriks misalnya pelarut.

Cara Kerja AAS 1. Sumber sinar yang berupa tabung katoda berongga (Hollow Chatode Lamp) menghasilkan sinar monokromatis yang mempunyai beberapa garis resonansi 2. Sampel diubah fasenya dari larutan menjadi uap atom bebas di dalam atomizer dengan nyala api yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dengan oksigen 3. Monokromator akan mengisolasi salah satu garis resonansi yang sesuai dengan sampel dari beberapa garis resonansi yang berasal dari sumber sinar

4. Energi sinar dari monokromator akan diubah menjadi energi listrik dalam detector 5. Energi listrik dari detektor inilah yang akan menggerakkan jarum dan mengeluarkan grafik 6. Sistem pembacaan akan menampilkan data yang dapat dibaca dari grafik

Kelebihan dan Kekurangan AAS a. Kelebihan Kepekaan lebih tinggi Sistemnya relatif mudah Dapat memilih temperatur yang dikehendaki

b. Kekurangan Hanya dapat digunakan untuk larutan dengan konsentrasi rendah Memerlukan jumlah larutan yang cukup relatif besar (10-15 ml) Efisiensi nebulizer untuk membentuk aerosol rendah Sistem atomisasi tidak mampu mengatomkan

5.

Bagaimana anda menjelaskan tentang hal-hal yang membatasi penggunaan AAS dalam analisis unsur kimia?

Page | 13

Jawab: Adanya gangguan-gangguan dalam penggunaan AAS, diantaranya: (1) Gangguan ionisasi (2) Gangguan akibat pembentukan senyawa refractory (tahan panas) (3) Gangguan fisik alat

Gangguan lonisasi: Gangguan ini biasa terjadi pada unsur alkali dan alkali tanah dan beberapa unsur yang lain karena unsur-unsur tersebut mudah terionisasi dalam nyala. Dalam analisis dengan FES dan AAS yang diukur adalah emisi dan serapan atom yang tidak terionisasi. Oleh sebab itu dengan adanya atom-atom yang terionisasi dalam nyala akan mengakibatkan sinyal yang ditangkap detek'tor menjadi berkurang. Namun demikian gangguan ini bukan gangguan yang sifatnya serius, karena hanya sensitivitas dan linearitasnya saja yang terganggu. Gangguan ini dapat diatasi dengan menambahkan unsur-unsur yaug mudah terionisasi ke clalam sampel sehingga akan menahan proses ionisasi dari unsur yang dianalisis.

Pembentukan Senyawa Refraktori: Gangguan ini diakibatkan oleh reaksi antara analit dengan senyawa kimia, biasanya anion yang ada dalam larutan sampel sehingga terbentuk senyawa yang tahan panas (refractory). Sebagai contoh, pospat akan bereaksi dengan kalsium dalam nyala menghasilkan kalsium piropospat (CaP2O7). Hal ini menyebabkan absorpsi ataupun emisi atom kalsium dalam nyala menjadi berkurang. Gangguan ini dapat diatasi dengan menambahkan stronsium klorida atau lantanum nitrat ke dalam tarutan. Kedua logam ini lebih mudah bereaksi dengan pospat dihanding kalsium sehingga reaksi antara kalsium dengan pospat dapat dicegah atau diminimalkan. Gangguan ini juga dapat dihindari dengan menambahkan EDTA berlebihan. EDTA akan membentuk kompleks chelate dengan kalsium, sehingga pembentukan senyawa refraktori dengan pospat dapat dihindarkan. Selanjutnya kompleks Ca-EDTA akan terdissosiasi dalam nyala menjadi atom netral Ca yang menyerap sinar. Gangguan yang lebih serius terjadi apabi!a unsur-unsur seperti: AI, Ti, Mo,V dan lain-lain bereaksi dengan O dan OH dalam nyala menghasilkan logam oksida dan hidroksida yang tahan panas. Gangguan ini hanya dapat diatasi dengan menaikkan temperatur nyala., sehingga nyala yang urnum digunakan dalam kasus semacam ini adalah nitrous oksida-asetilen.

Page | 14

Gangguan Fisik Alat : yang dianggap sebagai gangguan fisik adalah semua parameter yang dapat mempengaruhi kecepatan sampel sampai ke nyala dan sempurnanya atomisasi. Parameter-parameter tersebut adalah: kecepatan alir gas, berubahnya viskositas sampel akibat temperatur atau solven, kandungan padatan yang tinggi, perubahan temperatur nyala dll. Gangguan ini biasanya dikompensasi dengan lebih sering membuat Kalibrasi (standarisasi).

6. Bagaimana argumentasi anda bahwa alat pembuat plasma gas inert lebih unggul dibandingkan lampu katoda berongga? Jawab: Adapun beberapa argument yang dapat mrmbuktikan bahwa alat pembuat plasma gas inert lebih unggul apabila dibandingkan dengan lampu katoda berongga (hollow cathode lamp). Pertama, plasma gas inert dapat menganalisis bermacammacam unsur sedangkan untuk lampu katoda berongga satu katoda hanya untuk satu unsur. Dari segi biaya, biaya total untuk pengoperasian plasma gas inert lebih murah apabila dibandingkan dengan biaya total untuk instrumentasi dengan menggunakan lampu katoda berongga sehingga menggunakan plasma gas inert jelas lebih efisien dan menguntungkan. Plasma gas inert tidak memerlukan sumber radiasi. Berbeda dengan lampu katoda berongga yang membutuhkan sumber energi eksternal seperti sumber radiasi untuk mengeksitasi sampel, plasma gas inert memancarkan radiasi dari ion dan electron dari gas inert serta kation sampel yang tereksitasi Plasma gas inert memiliki efisiensi atomisasi dan eksitasi yang tinggi, hal ini menyebabkan sensitivitasnya yang tinggi apabila dibandingkan denga lampu katoda berongga. Berdasarkan beberapa argumentasi diatas, dapat terlihat bahwa plasma gas inert memiliki keunggulan apabila dibandingkan dengan lampu katoda berongga.

Page | 15

7. Bagaimana anda menjelaskan perbedaan prinsip dan aplikasi metode analisis spektrometri serapan atom dan spektrometri emisi atom? Jawab: Perbedaan AAS dan AES Perbedaan Prinsip AAS (absorbsi) untuk menganalisis konsentrasi metode yang rendah. konsentrasi didasarkan pada sangat AES (Emisi) eksitasi dan metode terhadap

Metode Analisis AAS digunakan Metode analisis AED terdiri atas Penentuan fotometri nyala. Metode eksitasi berpengaruh

kemampuan atom logam yang bentuk dan intensitas emisi. Pada terkandung dalam larutan sampel fotometri nyala Secara umum, untuk mengabsorpsi energi nyala mengubah padatan atau ke bentuk ke uap dan bentuk akhirnya radiasi yang dipancarkan oleh cairan

sumber cahaya (absorbansi). AAS memecahkannya menentukan konsentrasi hanya sederhana. jenis zat yang terkandung dalam mengeksitasi

hanya dapat digunakan untuk molekul atau atom-atom yang Mereka partikel-partikel

larutan sampel. Sumber cahaya tersebut sehingga menghasilkan yang memancarkan energi radiasi emisi cahaya. Pada nyala ini, air akan diserap oleh atom yang atau pelarut diuapkan dan garamterkandung oleh larutan sampel, garam kering tinggal dalam nyala. eksitasi dari atom yang menyerap Jika pemanasan diteruskan pada pancaran energi diabaikan. suhu yang lebih tinggi, garamgaram tersebut diuapkan dan molekul terdisosiasi menjadi atom-atom netral di mana akan menunjukkan emisi. Uap atom logam atau molekul atom-atom yang yang mengandung

diinginkan dieksitasi oleh energi termal dan nyala. Dari tingkat Page | 16

tereksitasi, elektron cenderung untuk kembali ke keadaan dasar dengan radiasi emisi. Suatu unsur akan mempelihatkan sifat-sifat spektrum yang khas. Aplikasi Teknik analisis dengan metode Teknik AAS telah diterapkan analisis atom spektrum digunakan AES biasa tertentu yang untuk pada digunakan untuk menganalisis

penetapan sekitar 67 unsur, dan keberadaan teknik ini merupakan alat utama berdasarkan logam runutan dalam lingkungan teknik dan dalam sampel AES

dalam pengkajian yang meliputi dihasilkannya. Kebanyakan dari biologis. menentukan molekul-molekul

Seringkali teknik itu juga berguna organik, misalnya kelat logam, dalam kasus-kasus dimana logam seringkali kelat logam diekstrak itu berada pada kadar yang cukup pada larutan berair menjadi suatu di dalam sampel itu, tetapi hanya pelarut organik, suatu proses tersedia analisis; demikianlah metaloprotein sedikit sampel pada yang sekaligus memisahkannya pengganggu dan kadang-kadang dari ion-ion kasus berpendar.

dengan mengkonsentrasikan spesies yang

8. Apakah menurut anda penentuan kandungan Hg ini juga dapat dilakukan dengan teknik penambahan standar? Bagaimana prosedur pelaksanaannya dan pengolahan data yang diperoleh?

Jawab : Penentuan kandungan Hg dapat dilakukan dengan teknik penambahan standar Prosedur pelaksanaan Dua atau lebih sejumlah volume tertentu dari sampel dipindahkan ke dalam labu takar. Satu larutan diencerkan sampai volume tertentu kemudiaan larutan yang lain sebelum diukur absorbansinya ditambah terlebih dahulu dengan sejumlah larutan standar tertentu dan diencerkan seperti pada larutan yang pertama. Page | 17

Menurut hukum Beer akan berlaku hal-hal berikut: Ax = k.Ck Dimana : Cx = konsentrasi zat sampel Cs = konsentrasi zat standar yang ditambahkan ke larutan sampel Ax = absorbansi zat sampel (tanpa penambahan zat standar) AT = absorbansi zat sampel + zat standar
Pengolahan Data

AT = k(Cs+Cx)

Jika kedua rumus digabung maka akan diperoleh Cx = Cs + {Ax/(AT-Ax)} Konsentrasi zat dalam sampel (Cx) dapat dihitung dengan mengukur Ax dan AT dengan spektrometri. Jika dibuat suatu seri penambahan zat standar dapat pula dibuat grafik antara AT lawan Cs garis lurus yang diperoleh dari ekstrapolasi ke AT = 0, sehingga diperoleh: Cx = Cs x {Ax/(0-Ax)} ; Cx = Cs x (Ax/-Ax) Cx = Cs x (-1) atau Cx = -Cs

Page | 18

Kesimpulan
Spektroskopi atomik adalah teknik penentuan komposisi dari suatu elemen berdasarkan spektrum elektromagnetik atau spektrum massanya. Spektroskopi atomik memiliki dua buah sumber yaitu spektra emisi dan spektra absorpsi Spektra emisi adalah sebuah metode analisis untuk penentuan unsur-unsur yang berada dalam jumlah yang kecil dengan berdasarkan pada emisi spontan Spektra absorpsi sangat erat kaitannya dengan AAS, dimana berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) merupakan salah satu metode analisis konsentrasi logam yang terdapat pada suatu sample. Prinsip dasar AAS adalah pada kemampuan absorpsi cahaya (energi pancaran radiasi dari atom yang tereksitasi) oleh atom Gangguan dalam analisis AAS yang umum adalah gangguan ionisasi, gangguan pada pembentukan senyawa refraktori, dan gangguan fisik alat Atomic Emission Spectroscopy (AES) atau spektroskopi emisi atomik adalah teknik tertua dalam analisis kimia yang hingga saat ini masih digunakan secara luas untuk identifikasi dan analisis elemen yang terkandung dalam sampel. AES memberikan cara kualitatif dan kuantitatif dalam menentukan konsentrasi analyte dengan cara mengukur emisi optik atom berenergi tinggi. Plasma gas inert lebih unggul dibandingkan lampu katoda berongga dilihat dari segi biaya, energi yang dibutuhkan, dan efisiensinya Merkuri merupakan bahan berbahaya yang jika dikonsumsi dalam bentuk barang kosmetik dapat menyebabkan kanker kulit

Page | 19

Referensi
Skoog, Douglas A., West, Donald M, dan Holler, F. James. 1996. Analytical Chemistry. Saunders College Publishing : Amerika http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-15284Chapter1-342618.pdf (Diakses pada pukul 13.24 tanggal 1 November 2013) http://www.bahayamerkuri.com/search/label/bahaya%20merku ri (Diakses pada pukul 12.28 tanggal 2 November 2013) http://www.bahayamerkuri.com/search/label/cara%20kerja%20 merkuri (Diakses pada pukul 12.50 tanggal 2 November 2013) http://www.chem-istry.org/materi_kimia/instrumen_analisis/spektrofotometriserapan-atom/spektrofotometri-serapan-atom/ pukul 15.20 tanggal 3 November 2013) http://staff.ui.ac.id/system/files/users/harmita/material/anfiski mssaatauaasdr.harmita.pdf (Diakses pada pukul 16.13 tanggal 3 November 2013) http://www.chem-istry.org/artikel_kimia/kimia_analisis/spektrofotometri/ pada pukul 01.10 tanggal 4 November 2013) (Diakses (Diakses pada

Page | 20