Anda di halaman 1dari 8

Mekanisme Impuls Saraf

Fitantra on 05 30, 2010 Impuls Saraf Sel-sel di dalam tubuh dapat memiliki potensial membran akibat adanya distribusi tidak merata dan perbedaan permeabilitas dari Na+, +, dan anion besar intrasel! "otensial istirahat merupakan potensial membran konstan ketika sel yan# dapat tereksitasi tidak memperlihatkan potensial $epat! Sel saraf dan otot merupakan %arin#an yan# dapat tereksitasi karena dapat men#ubah permeabilitas membran sehin##a men#alami perubahan potensial membran sementara %ika tereksitasi! &da dua ma$am perubahan potensial membran' 1! Potensial berjenjang yakni sinyal %arak dekat yan# $epat men#hilan#! "otensial ber%en%an# bersifat lokal yan# ter%adi dalam berba#ai dera%at! "otensial ini dipen#aruhi oleh semakin kuatnya ke%adian pen$etus dan semakin besarnya potensial ber%en%an# yan# ter%adi! e%adian pen$etus dapat berupa' 1! Stimulus 2! Interaksi li#an-reseptor permukaan sel saraf dan otot 3! "erubahan potensial yan# spontan (akibat ketidakseimban#an siklus pen#eluaran pemasukan) kebo$oran-pemompaan* &pabila potensial ber%en%an# se$ara lokal ter%adi pada membran sel saraf atau otot, terdapat potensial berbeda di daerah tersebut! &rus (se$ara pasif *men#alir antara daerah yan# terlibat dan daerah di sekitarnya (di dalam maupun di luar membran*! "otensial ber%en%an# dapat menimbulkan potensial aksi %ika potensial di daerah trigger zone di atas amban#! Sedan#kan %ika potensial di ba+ah amban# tidak akan memi$u potensial aksi! ,aerah-daerah di %arin#an tempat ter%adinya potensial ber%en%an# tidak mempunyai bahan insulator sehin##a ter%adi kebo$oran arus dari daerah aktif membran ke $airan ekstrasel (-.S* sehin##a potensial semakin %auh semakin berkuran#! -ontoh potensial ber%en%an#' 1! 2! 3! /! "otensial pas$a sinaps "otensial reseptor "otensial end-plate "otensial alat pa$u

1! Potensial aksi merupakan pembalikan $epat potensial membran akibat perubahan permeabilitas membran! "otensial aksi berfun#si seba#ai sinyal %arak %auh! Istilah-istilah' 1! Polarisasi (potensial istirahat* 0 membran memiliki potensial dan terdapat pemisahan muatan berla+anan

2! Depolarisasi 0 potensial lebih ke$il daripada potensial istirahat (menu%u 0 m1* 3! Hiperpolarisasi 0 potensial lebih besar daripada potensial istirahat (potensial lebih ne#atif dan lebih banyak muatan yan# dipisah dibandin#kan den#an potensial istirahat* Selama potensial aksi, depolarisasi membran ke potensial amban# menyebabkan seran#kaian perubahan permeabilitas akibat perubahan konformasi saluran-saluran #erban#-2oltase! "erubahan permeabilitas ini menyebabkan pembalikan potensial membran se$ara sin#kat, den#an influks Na+ (fase naik3 dari -40 m1 ke +30 m1* dan efluks K+ (fase turun' dari pun$ak ke potensial istirahat*! Sebelum kembali istirahat, potensial aksi menimbulkan potensial aksi baru yan# identik di dekatnya melalui aliran arus sehin##a daerah tersebut men$apai amban#! "otensial aksi ini menyebar ke seluruh membran sel tanpa menyebabkan penyusutan! -ara perambatan potensial aksi' 1! Hantaran oleh aliran arus lokal pada serat tidak bermielin 0 potensial aksi menyebar di sepan%an# membran 2! Hantaran saltatorik yan# lebih $epat di serat bermielin 0 impuls melompati ba#ian saraf yan# diselubun#i mielin "ompa Na+- +memulihkan ion-ion yan# berpindah selama perambatan potensial aksi ke lokasi semula se$ara bertahap untuk mempertahankan #radien konsentrasi! 5a#ian membran yan# baru sa%a dile+ati oleh potensial aksi tidak mun#kin diran#san# kembali sampai ba#ian tersebut pulih dari periode refrakternya! Periode refrakter memastikan perambatan satu arah potensial aksi men%auhi tempat pen#aktifan semula! "otensial aksi timbul se$ara maksimal seba#ai respon terhadap ran#san#an atau tidak sama sekali (all or none*! 1ariasi kekuatan ran#san# dlihat dari 2ariasi frekuensi, bukan dari 2ariasi kekuatan (besarnya* potensial aksi! Sinaps dan Inte#rasi Neuron Susunan saraf memiliki banyak neuron yan# salin# berhubun#an membentuk %aras konduksi fun#sional (functional conducting pathway*! Sinaps merupakan tempat dua neuron yan# berdekatan satu sama lain dan ter%adi komunikasi interneuronal! "otensial aksi di neuron prasinaps menyebabkan pen#eluaran neurotransmitter yan# berikatan den#an reseptor di neuron pas$asinaps! Sinaps berdasarkan letak' 1! Sinaps aksodendritik 2! Sinaps aksosomatik 3! Sinaps aksoaksonik 6enis sinaps' 1! a. Sinaps Kimiawi "ermukaan yan# berhadapan den#an perluasan akson terminal dan neuron disebut membran prasinaptik dan pas asinaptik yan# dipisahkan oleh elah sinaptik. 7embran prasinaptik dan pas$asinaptik menebal dan sitoplasma menin#kat densitasnya! "rasinaptik terminal banyak men#andun# !esikel"!esikel prasinaptik

yan# berisi neurotransmiter! 1esikel-2esikel ber#abun# den#an membran prasinaptik dan men#eluarkan neurotransmiter ke $elah sinaptik melalui melalui proses eksositosis! 7itokondria berperan dalam menyediakan &8" untuk sintesis neurotransmiter baru! Seba#ian besar neuron hanya men#hasilkan dan melepaskan neurotransmitter utama di semua u%un#-u%un# sarafnya! 7isalnya, asetilkolin di#unakan di susunan saraf pusat dan susunan saraf tepi, sedan#kan dopamin di substansia nigra! #lisin ditemukan terutama di sinaps-sinaps medulla spinalis! $abel %. &ontoh Neurotransmiter 'tama (Klasik) dan Neuromodulator di Sinaps

Neuromediator

*ungsi

Neurotransmitter .ksitasi $epat utama Inhibisi $epat ,setilkolin (nikotinik)- +" 7odulasi dan glutamat modifikasi akti2itas #,., Neuromodulator ,setilkolin (muskarinik)serotoninhistaminadenosin

Mekanisme Mekanisme +okasi reseptor Ionik 9eseptor kanal ion 7embuka kanal Sensorik utama ion (."S" dan sistem $epat* motorik 9eseptor :potein-coupled 7embuka kanal Sistem yan# ion (I"S" $epat* men#ontrol homeostasis 7embuka atau menutup kanal + atau -a2+ (."S" dan I"S" lambat*

$abel /. Neurotransmitter dan Neuromodulator (0ang Diketahui dan Diduga)

Neurotransmiter Klasik &setilkolin ,opamin Norepinefrin .pinefrin Serotonin ;istamin

Neuromodulator <-endorfin Somatostatin olesistokinin (-- * Neurotensin .nfekalin leusin .nfekalin metionin 5ambosin arnosin :astrin Substansi " 7otilin Insulin

:lisin :lutamat &spartat

&n#iotensin II 1asopresin ;ormon adrenokortikotropik (&-8;*

:luka#on 5radikinin =ksitosin

&sam #ama>-melano$yte stimulatin# hormone (7S;* aminobutirat (:&5&* 8hyrotropin releasin# hormone (89;* :onadotropin releasin# hormone (:n9;* "olipeptida intestinal 2asoaktif (1I"* Neurotransmitter dilepaskan dari u%un# saraf ketika datan# impuls saraf (potensial aksi*! "otensial aksi menyebabkan influks + yan# menyebabkan 2esikel sinaptik ber#abun# den#an membran prasinaptik! emudian neurotransmitter dikeluarkan ke $elah sinaps! etika berada di $elah sinaptik, neurotransmiter men$apai sasarannya den#an menin#katkan atau menurunkan potensial istirahat (resting potential) pada membrane pas$asinaptik untuk +aktu yan# sin#kat! "rotein reseptor pada membran sinaptik men#ikat neurotransmitter dan melakukan penyesuaian den#an membuka kanal ion, memban#kitkan 12 itator0 Posts0napti Potential (1PSP) atau Inhibitor0 Posts0napti Potential (IPSP). .ksitasi $epat diketahui men##unakan asetilkolin (nikotinik* dan ?-#lutamat atau inhibisi men##unakan :&5&! 9eseptor protein lain men#ikat neuromodulator dan men#aktifkan sistem messenger kedua, biasanya melalui transduser molekuler, protein :! 9eseptor ini memiliki periode laten yan# lebih lama, berlan#sun# selama beberapa menit atau lebih! -ontoh neuromodulator adalah asetilkolin (muskarinik*, serotonin, histamin, neuropeptida, dan adenosin! .fek eksitasi atau inhibisi pada membran pas$asinaps neuron ber#antun# pada %umlah respons pas$asinaps pada sinaps yan# berbeda! 6ika efek keseluruhannya adalah depolarisasi, neuron akan terstimulasi dan potensial aksi akan diban#kitkan pada se#men inisial akson dan impuls saraf dihantarkan sepan%an# akson! Sebaliknya, %ika efek keseluruhannya adalah hiperpolarisasi- neuron diinhibisi dan tidak timbul impuls saraf! ,istribusi neurotransmitter ber2ariasi di berba#ai ba#ian susunan saraf! 7isalnya asetilkolin yan# ditemukan di taut neuromuskular, ganglia autonom, dan ujungujung saraf simpatis! "ada susunan saraf pusat, kolateral neuron motorik sampai selsel Renshaw, hippocampus, ascending reticular pathway, serta serabut aferen sistem penglihatan dan pendengaran memiliki neurotransmitter kolinergik. Norepinefrin ditemukan pada ujung-ujung saraf simpatis dan ditemukan dalam konsentrasi tin##i di hipotalamus! Dopamin terdapat dalam konsentrasi tin##i di berbagai bagian di sistem saraf pusat, misalnya di nucleus basalis (#an#lia basalis*! .fek neurotransmitter dipen#aruhi oleh destruksi atau reabsorpsi neurotransmitter tersebut! 7isalnya pada asetilkolin, efeknya dibatasi oleh en@im asetilkolinesterase

(&-h.* den#an mende#radasi asetilkolin! Namun, efek katekolamin dibatasi den#an kembalinya neurotransmitter ke u%un#-u%un# saraf prasinaps! Neuromodulator merupakan @at selain neurotransmitter yan# dikeluarkan dari membran prasinaps ke $elah sinaps, mampu memodulasi dan memodifikasi akti2itas neuron pas$asinaps! Neuromodulator dapat ditemukan bersama den#an neurotransmitter utama di sebuah sinaps tun##al! 5iasanya neuromodulator terdapat di dalam 2esikel prasinaps yan# berbeda! "elepasan neuromodulator ke $elah sinaps tidak memberikan efek lan#sun# pada membran pas$asinaps! Neuromodulator berperan men#uatkan, memperpan%an#, men#hambat, atau membatasi efek neurotransmitter utama di membrane pas$asinaps! Neuromodulator beker%a melalui sistem messenger kedua yan# biasanya melalui transdu$er mole$ular, protein :, dan men#ubah respons reseptor terhadap neurotransmitter! ,i daerah sistem saraf pusat tertentu, berba#ai neuron aferen yan# berbeda dapat melepaskan beberapa neuromodulator berlainan yan# diambil oleh neuron pas$asinaps! Susunan tersebut dapat menimbulkan berba#ai respon berbeda ter#antun# pada input dari neuron aferen! 1! b. Sinaps 1lektrik

Sinaps elektrik merupakan gap junction berupa kanal dari sitoplasma neuron prasinaps ke neuron pas$asinaps! Neuron-neuron berkomunikasi se$ara elektrik dan tidak ada transmitter kimia! Ion men#alir dari suatu neuron ke neuron lain melalui kanal"kanal penghubung. "enyebaran akti2itas yan# $epat dari satu neuron ke neuron lain menun%ukkan sekelompok neuron melakukan suatu fungsi bersama" sama! Sinaps elektrik dapat ber%alan dua arah sedan#kan sinaps kimia+i hanya satu arah! Sinaps elektrik memiliki respon yan# $epat sehin##a pentin# untuk #erakan refleks. 9eseptor Neurotransmitter 9eseptor berupa protein kompleks transmembran yan# seba#ian menon%ol ke lin#kun#an ekstrasel dan ba#ian lain yan# menon%ol ke lin#kun#an intrasel! 9eseptor neurotransmitter menan#kap neurotransmitter yan# dilepaskan dan menyalurkan

pesan yan# diba+a neurotransmitter ke intrasel! 9eseptor tersebut mempunyai tempat pen#ikatan yan# multipel (binding site)! lasifikasi reseptor neurotransmitter' 1! 9eseptor Ionotropik (ligand"gated ion hannel)

9eseptor ionotropik merupakan transmitter-#ated $hannels! Neurotransmitter berikatan den#an reseptor yan# menempel pada pintu masuk kanal ion dan menyebabkan kanal ion terbuka! 9eseptor ionotropik mempunyai aksi san#at $epat, +aktu pen#ikatan neurotransmitter pada reseptor dan respon san#at pendek, respon sin#kat! 2 9eseptor neurotransmitter Kolinergik Setiap neurotransmitter menimbulkan efek di membran postsinaptik bila berikatan den#an reseptor spesifik! ,ua neurotransmitter tidak akan berikatan pada satu reseptor yan# sama, meskipun satu neurotransmitter dapat berikatan den#an reseptor yan# berbeda! ;al ini disebut seba#ai subtipe reseptor. ,setilkolin beker%a pada dua subtipe reseptor yan# berbeda! Satu tipe berada di otot skeletal (nikotinik) dan tipe lain berada di otot jantung (muskarinik). 2 9eseptor Nikotinik ,setilkolin (, h) 9eseptor ini berperan dalam penyaluran sinyal listrik dari suatu motor neuron ke serat saraf otot! &setilkolin yan# dilepaskan oleh neuron motorik berdifusi ke membran plasma sel miosit dan terkait pada reseptor asetilkolin! ;al ini menyebabkan ter%adinya perubahan konformasi reseptor dan akan menyebabkan kanal ion membuka! "er#erakan muatan positif akan mendepolarisasi membran plasma yan# menyebabkan kontraksi! "embukaan kanal hanya berlan#sun# sebentar meskipun asetilkolin masih menempel pada reseptor (periode desensitisasi). 9eseptor nikotinik asetilkolin yan# matan# terdiri atas / 3- 4- 5- dan 6! 5erbeda dari yan# ada di otot, struktur reseptor nikotinik asetilkolin di neuron hanya terdiri atas subunit >A< (374/). 2 8eseptor Muskarinik 9eseptor muskarinik yan# terdapat pada otot jantung mempunyai subunit 374/! Setelah asetilkolin berikatan den#an reseptor muskarinik, timbul sinyal den#an mekanisme berbeda! 7isalnya, bila reseptor 71 atau 72 diaktifkan, reseptor ini akan men#alami perubahan konformasi dan berinteraksi den#an protein : yan# selan%utnya akan men#aktifkan fosfolipase -! akibatnya ter%adi hidrolisis fosfatidilinositol-(/,5*bifosfate ("I"2* yan# menyebabkan penin#katan kadar -a2+ intrasel! Selan%utnya

kation ini akan berinteraksi mema$u atau men#hambat en@im-en@im, menyebabkan hiperpolarisasi, sekresi, atau kontraksi! Sebaliknya, akti2asi reseptor subtype 72 pada otot %antun# mema$u potein : yan# men#hambat adenilsiklase dan mempertin##i konduksi + sehin##a denyut %antun# dan kontraksi otot %antun# menurun! 2 ,mino , id"#ated &hannels &mino &$id-:ated -hannels memediasi seba#ian besar transmisi $epat sinapsis di -NS (-erebral Ner2ous System*! Fun#sinya lebih terbatas yakni pada sistem sensorik, memori, dan penyakit! 2 8eseptor #,.,, 9eseptor :&5&& mempunyai beberapa tempat pen#ikatan untuk berba#ai neuromodulator! 9eseptor ini merupakan tar#et yan# baik untuk obat 2 #lutamate"#ated &hannels 9eseptor a#onis #lutamate adalah ,MP, (alpha-amino-3-hydroBy-5methylisoBa@ole-/-propioni$ a$id*- NMD, (N-methyl ,-aspartate*, dan Kainate! &7,& dan N7,& berperan dalam transmisi sinaps eksitator yan# $epat di otak sedan#kan &IN&8. fun#sinya belum diketahui! &7"&-#ated $hannels permeabel terhadap Na+ dan + dan tidak permeabel terhadap -a2+! Sedan#kan reseptor N7,& permeabel terhadap Na+ , + dan -a2+! 1! 9eseptor Metabotropik (# protein" oupled) Metabotropik merupakan reseptor yan# berikatan den#an neurotransmitter dan membentuk se ond messenger seba#ai salah satu %alur transduksi sinyal! Neurotransmitter yan# berikatan yakni amin bio#eni$ (dopa, dopamine, serotonin, adrenalin, noradrenalin, histamine*, hormone peptide (an#iotensin II, somastosin, 89;*! ?i#an yan# berikatan bukan dari #olon#an neurotransmitter adalah eikosanoid! 5iasanya reseptor %enis ini merupakan reseptor :-potein-$oupled yan# mempunyai 3 subunit (>, <, C* dan memiliki 4 kompartemen! 2 $ransduksi sin0al pada reseptor metabotropik G-protein-coupled "ada keadaan inaktif, subunit > potein : men#ikat :,"! Saat diakti2asi oleh reseptor :-protein-$oupled, :," beruba men%adi :8"! emudian potein : akan terpe$ah men%adi :> (subunit :8"* dan :<C yan# akan men#aktifkan protein efektor! Se$ara perlahan subunit :> akan melepas "=/ dari :8" sehin##a berubah men%adi :," yan# menyebabkan aktifitas berhenti! $aut Neuromuskular pada 9tot 8angka Setiap serabut saraf bermielin yan# masuk ke otot ran#ka membentuk banyak $aban# yan# %umlahnya ter#antun# pada ukuran unit motoriknya! -aban# akan berakhir pada otot ran#ka di tempat yan# disebut taut neuromuskular (neuromuscular junction) atau motor-end-plate. Seba#ian besar serabut-serabut otot hanya dipersarafi oleh satu motor end-plate! Saat men$apai serabut otot, saraf kehilan#an selubun# mielin dan

pe$ah men%adi $aban#-$aban# halus! 7asin#-masin# saraf berakhir seba#ai akson yan# terbuka dan membentuk unsur neural motor end-plate. "ada motor end-plate, permukaan serabut otot sedikit menin##i serta membentuk unsur otot (sole plate*! .le2asi ter%adi akibat akumulasi sarkoplasma #ranular di ba+ah sarkolema serta banyak inti dan mitokondria! &kson terbuka yan# melebar terletak pada alur permukaan serabut otot yan# dibentuk oleh lipatan sarkolema ke dalam (jun tional fold D dasar alur dibentuk oleh sarkolema yan# membentuk lipatan-lipatan*! 6un$tional fold berfun#si memperluas area permukaan sarkolema yan# terletak di dekat akson yan# melebar! ,i antara membran plasma akson (aksolema atau membran prasinaps* dan membran plasma serabut otot (sarkolema atau membran pas asinaps* terdapat elah sinaps. Saat potensial aksi men$apai membran prasinaps motor end-plate, kanal voltagegated &a/+ terbuka dan -a2+ masuk ke dalam akson! ;al ini menstimulasi pen##abun#an 2esikel sinaptik den#an membran prasinaps dan menyebabkan pelepasan asetilkolin ke $elah sinaps! emudian asetilkolin menyebar dan men$apai reseptor , h tipe nikotinik di membran pas asinaps junctional fold! Setelah pintu kanal terbuka, membran pas$asinaps lebih permeabel terhadap Na+ yan# men#alir ke dalam sel-sel otot dan ter%adi potensial lokal (end-plate potential). "intu kanal &$h permeabel terhadap + yan# keluar dari sel namun dalam %umlah yan# lebih ke$il! 6ika end-plate potential $ukup besar, kanal !oltage"gated untuk Na+ terbuka dan timbul potensial aksi yan# menyebar sepan%an# permukaan sarkolema! :elomban# depolarisasi diteruskan ke serabut otot oleh sistem tubulus 8 menu%u miofibril yan# kontraktil! ;al ini menyebabkan pelepasan &a/+ dari retikulum sarkoplasma yan# akan menimbulkan kontraksi otot! ,isusun oleh ?yriestrata &nisa 81*181NSI 1! Sher+ood ?! Fisiolo#i 7anusia dari Sel ke Sistem! 6akarta' .:-3 2001! p!4E100 2! Snell 9S! Neuroanatomi linik untuk 7ahasis+a edokteran! .disi ke-5! 6akarta' .:-3 2001!p!5/-E310F-G 3! Ibrahim N! Neurophysiolo#y! 5ahan uliah 7odul Neurosains F HI! 2010 /! 7ud%ihartini N! Neurobiolo#i 7olekuler Sel Saraf! 5ahan uliah 7odul Neurosains F HI! 2010 5! Staf "en#a%ar ,epartemen Farmakolo#i F HNS9I! umpulan uliah Farmakolo#i! 6akarta' .:-3p!33E-G