Anda di halaman 1dari 10

Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi A.

Pendahuluan Ruang lingkup kegiatan perpustakaan meliputi pengembangan bahan pustaka,pengolahan bahan pustaka, penyimpanan dan pendistribusian informasi. Semua kegiatan tersebut tentunya harus kita kelola dengan baik. Untuk mengelola kegiatan tersebut dengan baik kita membutuhkan suatu ilmu yang dinamakan dengan ilmu manajemen. Manajemen perpustakaan dapat ditinjau dari beberapa aspek diantaranya adalah manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, manajemen koleksi dan manajemen pemasaran. Karena luasnya aspek manajemen di perpustakaan, maka dalam makalah ini penulis hanya akan menekankan pembahasan dalam satu aspek yaitu manajemen pemasarannya. Manajemen pemasaran sangat penting dalam menentukan

perjalanan ke depan sebuah perusahaan termasuk juga perpustakaan agar tetap eksis dalam kancah persaingan usaha. Strategi pemasaran modern yang dikembangkan Hermawan Kertajaya dengan konsep sembilan elemen pemasarannya atau milik Michael orter dengan model ! "he #i$e #orces!

banyak diadopsi dan diadaptasikan di banyak perusahaan kelas dunia, misalnya %ntel, &u', (ma)on dan "he *ody Shop. +i negara maju, implementasi prinsip pemasaran untuk organisasi nirlaba telah berkembang sejak tahun ,-./0an. 1fekti$itas konsep tersebut baik untuk organisasi bisnis maupun organisasi nirlaba telah mendorong para pustakawan untuk mengadopsinya. ara pustakawan di %ndonesia sejak

tahun ,--/0an telah banyak mencoba untuk mengimplementasikan konsep tersebut walupun masih banyak kendala yang dihadapi. erpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu jenis

perpustakaan yang sangat mempunyai peran penting di dalam memberikan informasi berkenaan ilmu pengetahuan dan lain sebgainya kepada pengguna nya. +alam kehidupan kampus 2 perguruan tinggi 3, perpustakaan dianggap sebagai jantungnya uni$ersitas. 4adi, apabila sebuah uni$ersitas tidak punya perpustakaan, uni$ersitas tersebut dianggap mati. Kenyataannya tidaklah demikian, hal ini dikarenakan peran perpustakaan perguruan tinggi hanyalah sebagai penunjang dalam melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Sebagaimana disebutkan dalam buku pedoman perpustakaan perguruan tinggi, bahwa perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang perguruan tinggi dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat 2 1R US"(K((5 1R6URU(5 "%566%7 *UKU 1+8M(5,

9//:7,0-3. 8leh karena itu, istilah jantung uni$ersitas dirasakan kurang pas dengan tugas yang diemban. Mungkin lebih pas jika diumpakan sebagai kaki tangan uni$ersitas. Karena sering juga kita dengar bahwa ada masiswa yang dapat luslus tanpa memanfaatkan perpustakaan mungkin mereka hanya melalui dunia maya saja dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Meski demikian pentingnya perpustakaan bagi kehidupan kampus sanagt lah penting mengingat salah satunya pusata informasi yang lengkap bias ditemukan di perpustakaan. +an oleh karena perpustakaan juga

harusmenunjukkan eksistensinya maka perpustakaan perguruan tinggi juga harus dipasarkan kepada masyarakat khususnya ci$itas akademika supaya seluruh layanana yang ada di perpustakaan dapat di nikmati.

B. Perpustakaan perguruan tinggi erpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang berfaliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya yakni tri dharma perguruan tinggi 2 pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat3. 2sulistiyo basuki, ,--,7;,3 +alam buku pedoman perpustakaan perguruan tinggi disebutkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang

perguruan tinggi dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. +alam rangka menunjang kegiatan tri darma tersebut, maka perpustakaan diberi beberapa fungsi di antaranya< fungsi edukasi, sumber informasi, penunjang riset, rekreasi, publikasi, deposit, dan interpretasi informasi 2 9//:7=0:3. +emikian luasnya fungsi perpustakaan bagi para pemakainya 2si$itas akademik3. ada kenyataannya, tugas dan fungsi tersebut di atas belum

dapat dilakukan dengan optimal oleh pihak perpustakaan. Hal ini dikarenakan berbagai kendala yang terkadang sulit dipecahkan misalnya dalam

pemenuhan kebutuhan sumberdaya manusia dan sarana dalam pelaksanaan tugas. (danya aturan0aturan panjang dalam rangka pengadaan sumberdaya manusia atau peralatan perpustakaan. Selain itu, perbandingan antara etugas

pemakai yang dilayani dengan petugas yang ada belum sesuai.

dengan kualifikasi pendidikan selain ilmu perpustakaan, kadang kurang pas ditempatkan di perpustakaan, atau mutasi petugas yang tidak berkenaan

dengan

peran

perpustakaan. dijalankan

(kibatnya, >semau

peranan gue?<

sebagai karena

pelayan kurangnya

perpustakaan

dengan

penghayatan@pemahaman tentang perpustakaan. (khirnya pelayanan yang diberikan kurang ikhlas@sabar. pustakawan3 perpustakaan. sangatlah (sumsi adahal, peran petugas 2dalam hal ini berfungsi pengguna tidaknya sebuah mau

menentukan kita, apabila

perpustakaan

menggunakan perpustakaan lebih dari sekali, maka dapat diartikan bahwa perpustakaan berfungsi dalam menjalankan tugasnya, dan pengguna paham peran perpustakaan untuk kepentingannya. erpustakaan perguruan tinggi juga sering disebut sebagai

perpustakaan khusus. Hal ini dikarenakan perpustakaan perguruan tinggi pada umumnya khusus melayani si$itas akademik masing0masing. +i

samping itu, koleksi yang dimiliki perpustakaan perguruan tinggi pun khusus untuk konsumsi mahasiswa maupun dosen. *ila dibandingkan dengan pepustakaan umum, maka perpustakaan perguruan tinggi memiliki kelebihan berupa hasil0hasil karya para si$itas akademik. C. Startegi Pemasaran Perpustakaan Perguruan Tinggi Murphy medefinisikan pemasaran sebagai berikut 7

A( marketing concept as an integral part of strategic planning that starts with identification of customer need and ends with the successful sale and distribution of the product or ser$ice.B emasaran adalah sebuah konsep yang merupakan bagian integral dari suatu perencanaan strategis yang dimulai dengan mengidentifikasikan kebutuhan pengguna dan diakhiri dengan suksesnya penjulan dan

pendistribusian dari suatu produk atau jasa.

Secara kontekstual definisi tersebut di atas dapat dinyatakan bahwa apapun layanan jasa yang ditawarkan oleh perpustakaan harus diawali dan berorientasi kepada kebutuhan pengguna dan diakhiri dengan keberhasilan layanan yang ditawarkannya. Konsep tersebut sebetulnya sudah banyak dipahami oleh para pustakawan di %ndonesia. 5amun dalam prakteknya masih banyak kendala yang dihadapi, misalnya tentang proses pengadaan bahan pustaka yang memakan waktu yang lama dan minimnya dana untuk perpustakaan. Untuk memperjelas tinjauan konsep pemasaran untuk perpustakaan perlu kita ulas apa yang dinamakan dengan Amarketing mi'B C. Marketing Mix (da empat $ariable yang perlu didiskusikan dalam membahas marketing mi' yaitu 7 product, price, place, dan promotion. ,. roduct roduct@produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk memperoleh kepuasan. +alam konteks perpustakaan, produk ini dapat berupa layanan jasa perpustakaan antara lain 7 C C C C C C C C &ayanan sirkulasi 2peminjaman dan pengembalian koleksi3 &ayanan majalah &ayanan referensi &ayanan administrasi &ayanan internet &ayanan D+0R8M &ayanan fotokopi &ayanan skripsi, tesis, dan disertasi

Usaha0usaha pemasaran yang sukses tergantung pada kualitas dan keunggulan dari produk@jasa yang ditawarkan. 8leh karena itu jasa layanan yang ditawarkan oleh perputakaan harus berorientasi kepada kebutuhan pengguna seperti yang sudah diuraikan di atas. +alam menentuan kebutuhan pengguna ini, perpustakaan sering mendapatkan kesulitan@keluhan dari pengguna. Keluhan yang sering diutarakan adalah pengguna merasa sudah pesan buku, namun buku yang diharapkan tidak dapat segera ada di perpustakaan. Sementara pimpinan dan staf perpustakaan juga sudah mengusulkan buku yang dipesan oleh pengguna ke proyek pengadaan buku, namun kendala yang dihadapi adalah lamanya proses pengadaan buku. Selama ini pengadaan buku di

erpustakaan 5egeri Mengandalkan dana dari proyek. adahal dengan cara tersebut,proses pengadaan buku dari perencanaan sampai buku tersedia di rak

membutuhkan waktu cukup lama yaitu lebih dari satu tahun. +ari contoh kasus di atas 2 hal kami alami di perpustakaan perguruan tinggi negeri3 , menandakan bahwa perpustakaan belum mampu secara optimal untuk memuaskan kebutuhan pengguna. 8leh karena itu pada kesempatan diskusi ini, penulis berharap ada jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut. 9. rice #ree or fee E to charge or not to charge E adalah pertanyaan yang sering diperdebatkan dalam perpustakaan. %dealnya perpustakaan adalah

bebas tanpa bayar untuk segala layanannya. 5amun demikian banyak perpustakaan yang telah melakukan layanan yang tidak gratis seperti

misalnya, layanan internet, layanan D+0R8M, layanan fotokopi. Semua layanan tersebut pada perpustakaan tertentu telah mampu membantu untuk menutup sebagian dana operasional perpustakaan, walaupun tentunya tidak akan menutup biaya secara keseluruhan. Keterbatasan dana adalah persoalan yang dihadapi hampir semua perpustakaan di %ndonesia termasuk di perpustakaan0perpustakaan umum. &ebih0lebih dalam masa krisis sekarang ini, dana pengadaan bahan pustaka pasti semakin berkurang kecuali pada perpustakaan0perpustakaan yang dapat bantuan dari *ank +unia. +i beberapa perpustakaan perguruan tinggi di %ndonesia, dana operasional termasuk dana pengadaan buku ditarik langsung dari mahasiswa. +engan cara ini, perpustakaan sudah bisa menyediakan buku yang di pesan oleh pengguna 2mahasiswa atau dosen3 sampai di rak dalam jangka waktu relatif pendek. Kebijaksanaan ini barangkali bisa di adopsi oleh perpustakaan0perpustakaan umum. =. lace &etak erpustakaan yang strategis adalah syarat mutlak bagi

keberhasilan perpustakaan untuk mencapai tujuannya. *agi perpustakaan umum harus mempertimbangkan misalnya apakah tempatnya mudah di akses dengan kendaraan umum, apakah letaknya berada di tengah0tengah pemukiman atau dekat dengan sekolahan dsb. Hal ini tentunya tidak mudah bagi perpustakaan umum yang saat ini letaknya tidak strategis. Karena untuk memindah lokasi pasti memerlukan dana yang besar. Fang tidak kalah pentingnya adalah pendekatan kita kepada pemerintah daerah. Karena

semua pemerintah daerah pasti punya lahan atau gedung yang letaknya strategis. Masalahnya adalah apakah pemerintah daerah mau memanfaatkan lahan atau gedung untuk perpustakaan. Hal ini tergantung pada kepedulian pejabat pemerintah daerah terhadap perpustakaan. :. romotion. roduk yang baik, harga yang layak, tempat yang strategis belum bisa menjamin akan lakunya jasa yang kita tawarkan kepada pengguna tanpa adanya promosi yang memadai. romosi dalam perpustakaan umum dapat

dilakukan dengan berbagai cara, antara lain 7 a.8rientasi siswa baru Siswa baru merupakan pasar yang sangat potensial untuk

diperkenalkan kepada perpustakaan. Mereka adalah siswa yang masih penuh semangat dan perlu diberitahu tentang, misalnya pengertian perpustakaan, bagaimana cara menelusur informasi yang benar, persyaratan apa yang diperlukan untuk menjadi anggota perpustakaan dan lain sebagainya. 8rientasi perpustakaan ini dapat dilakukan dengan kerjasama dengan sekolah0sekolah yang ada di sekitar perpustakaan. b. emajangan buku baru emajangan buku baru adalah cara yang mudah untuk dilaksanakan dan juga merupakan cara yang efektif untuk mempublikasikan layanan perpustakaan. (gar supaya dapat mudah terlihat dan menarik perhatian oleh pengguna, buku0buku baru diletakkan pada rak khusus dan tempat khusus pula. Sehingga para pengguna segera mengerti kalau seandainya buku0buku baru datang. c. apan pengumuman

4angan sepelekan papan pengumunan, karena media ini adalah media yang murah walaupun kurang efektif untuk publikasi layanan perpustakaan. Sering pengguna perpustakaan mengabaikan pengumuman yang dipasang. 5amun demikian media ini bermanfaat bagi perpustakaan untuk menarik pengunjung, asalkan informasinya selektif dan $ariatif. d. ersonal Selling Metode ini biasanya sangat efektif untuk menarik pengguna agar berkunjung ke perpustakaan. cara sebagai berikut 7 ustakawan secara proaktif membuat data tentang pengguna ersonal selling ini dapat dilakukan dengan

perpustakaan yang aktif atau yang mau aktif untuk diketahui tentang, misalnya, nama, nomor telepon, alamat rumah dan buku0buku bacaan yang digemari. Selanjutnya kita mengikuti perkembangan buku0buku bacaan atau informasi yang terbit saat ini. Mengibaratkan pengguna itu adalah konsumen sebagai raja yang patut kita layani dengan penuh kegembiraan. +an oleh karena itu perpustakaan

D. Penutup Kata kunci dari konsep pemasaran di perpustakaan adalah adanya jasa yang berorientasi kepada kebutuhan pengguna, adanya harga 2kalau dapat diterapkan3 yang layak dan dapat dipertanggungjawabkan, adanya tempat yang strategis dan nyaman, dan adanya pemasaran yang memadai. Kalau kombinasi ke empat $ariable di atas telah dikembangkan secara baik, maka niscaya untuk mencapai tujuan perpustakaan secara efektif akan mudah tercapai. 8leh karena itu kami merekomendasikan kepada pihak0pihak

yang berkepentingan dengan

erpustakaan untuk menindaklajuti konsep

pemasaran ini supaya diterapkan secara benar. Daftar Pustaka PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI: BUKU PEDOMAN. Jakarta: DEPDIKNAS RI, 2004 Sutarno NS. Manaj ! n P r"u#takaan: #uatu " n$ katan "rakt%#. Jakarta: Sa&un& S to, 200' sulistiyo *asuki. ustaka Utama, ,--, (ar!a)an, Manaj ! n P !a#aran $an I!"* ! nta#%n+a $% P r"u#takaan Art%k * P r"u#takaan S *a#a, , Jun% 200http7@@pustaka.uns.ac.id engantar ilmu perpustakaan, 4akarta7 6ramedia

Anda mungkin juga menyukai