Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN APPENDICITIS 1. Penatalaksanaan opic stic Penatalaksanaan ini dapat berupa : a.

Batasi diet dengan makan sedikit dan sering (4-6 kali perhari) b. Minum cairan adekuat pada saat makan atau membatu proses pasase makanan. c. Makan perlahan dan mengunyah sempurna untuk menambah saliva pada makanan. d. Hindari makan bersuhu ekstrim, pedas, berlemak, alcohol, kopi, coklat, dan jus jeruk. e. Hindari makan dan minum 3 jam sebelum istirahat untuk mencegah masalah refluks nonturnal. f. Tinggikan kepala tidur 6-8 inchi untuk mencegah refluks nonturnal. g. Turunkan berat badan bila kegemukan untuk menurunkan gradient tekanan gastro esophagus. h. Hindari salisilat dan fenibutazon yang dapat memperberat esofagitis. 2. Penatalaksanaan medis Pembedahan pada pasien appendicitis yaitu dengan apendiktomi. Dalam operasi tersebut dapat dipersiapkan hal-hal sebagai berikut : a. Pra operative 1) Pemasangan sonde lambung untuk dekompresi 2) Pemasangan kateter untuk control produksi urin. 3) Rehidrasi 4) Antibiotic dengan spectrum luas, dosis tinggi dan diberikan secara intravena. 5) Obat-obatan penurun panas, phenergan sebagai anti menggigil, largaktil untuk membuka pembuluh pembuluh darah perifer diberikan setelah rehidrasi tercapai. 6) Bila demam, harus diturunkan sebelum diberi anestesi. b. Intra operative 1) Insisi transversal 5 cm atau oblik dibuat diatas titik maksimal nyeri tekan atau massa yang dipalpasi pada fosa iliaka kanan. 2) Otot dipisahkan ke lateral rektus abdominalis. 3) Mesenterium apendikular dan dasar apendiks diikat dan apendiks diangkat. 4) Tonjolan ditanamkan kedinding sekum dengan menggunakan jahitan purse string untuk meminimalkan kebocoran intra abdomen dan sepsis. 5) Apendiks dibuang, jika apendiks mengalami perforasi bebas, maka abdomen dicuci dengan garam fisiologis dan antibiotika. 6) Abses apendiks diobati dengan antibiotika IV, massanya mungkin mengecil, atau abses mungkin memerlukan drainase dalam jangka waktu beberapa hari. 7) Kavum peritoneum dibilas dengan larutan tetrasiklin dan luka ditutup. Berikan antibiotic profilaksis untuk mengurangi luka sepsis pasca operasi yaitu metronidazole supositoria. (Syamsuhidayat, 2004)

c. Post operative 1) Observasi vital sign pasien. 2) Angkat sonde lambung bila pasien telah sadar sehingga aspirasi cairan lambung dapat dicegah. 3) Baringkan pasien dalam posisi semi fowler. 4) Pasien dikatakan baik bila dalam 12 jam tidak terjadi gangguan, selama pasien dipuasakan. 5) Bila tindakan operasi lebih besar, misalnya pada perforasi, puasa dilanjutkan sampai fungsi usus kembali normal. 6) Berikan minum mulai15 ml/jam selama 4-5 jam lalu naikkan menjadi 30 ml/jam. Keesokan harinya berikan makanan saring dan hari berikutnya diberikan makanan lunak. 7) Satu hari pasca operasi pasien dianjurkan untuk duduk tegak di tempat tidur selama 230 menit. a. Pada hari kedua pasien dapat berdiri dan duduk di luar kamar. b. Hari ke-7 jahitan dapat diangkat dan pasien diperbolehkan pulang. Pada keadaan massa apendiks dengan proses radang yang masih aktif ditandai dengan : a. Keadaan umum klien masih terlihat sakit, suhu tubuh masih tinggi b. Pemeriksaan lokal pada abdomen kuadran kanan bawah masih jelas terdapat tanda-tanda peritonitis c. Laboratorium masih terdapat lekositosis dan pada hitung jenis terdapat pergeseran ke kiri. Sebaiknya dilakukan tindakan pembedahan segera setelah klien dipersiapkan, karena dikuatirkan akan terjadi abses apendiks dan peritonitis umum. Persiapan dan pembedahan harus dilakukan sebaik-baiknya mengingat penyulit infeksi luka lebih tiggi daripada pembedahan pada apendisitis sederhana tanpa perforasi . Pada keadaan massa apendiks dengan proses radang yang telah mereda ditandai dengan : a. Keadaan umum telah membaik dengan tidak terlihat sakit, suhu tubuh tidak tinggi lagi. b. Pemeriksaan lokal abdomen tidak terdapat tanda-tanda peritonitis dan hanya teraba massa dengan jelas dan nyeri tekan ringan. c. Laboratorium hitung lekosit dan hitung jenis normal. Tindakan yang dilakukan sebaiknya konservatif dengan pemberian antibiotik dan istirahat di tempat tidur. Tindakan bedah apabila dilakukan lebih sulit dan perdarahan lebih banyak, lebih-lebih bila massa apendiks telah terbentuk lebih dari satu minggu sejak serangan sakit perut. Pembedahan dilakukan segera bila dalam perawatan terjadi abses dengan atau tanpa peritonitis umum.