Anda di halaman 1dari 20

1 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) I. Memahami dan menjelaskan UMN dan LMN 1.

Anatomi

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 2

3 Gea Puteri Pertiwi (1102008109)

Proses berjalan merupakan suatu proses yang kompleks yang membutuhkan keutuhan berbagai struktur dan mekanisme saraf. Struktur dan mekanisme saraf ini menyelenggarakan pengaturan untuk proses berjalan. Korteks motorik

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 4 Korteks motorik primer (area Brodmann 4) terletak pada gyrus presentalis lobus frontalis, terbentang dari fisura lateralis hingga batas dorsal hemisfer dan sebagian permukaan media lobus frontalis rostal dari lobulus parasentralis. Korteks motorik primer berhubungan dengan penampilan gerakan. Disebelah rostal area motorik primer tedapat kortesk premotor (area Brodmann 6). Pada permukaan lateral hemisper yang berhubungan dengan pemuliaan (inisiasi)gerakan. Area motorik tambahan terdapat pada aspek medial dari area 6 pada penampang sagital, rostal dari lobulus parasentral. Area ini aktif selama persiapan gerakan setelah inisasi gerakan. Fungsi area ini terutama berhubungan dengan gerakan kompleks pada anggota gerak termasuk gerakan anggota gerak bersama pada kedua sisi tubuh. Jarasjaras desenden dari korteks serebri yang mempengaruhi aktivitas motorik.

Traktus kortikospinalis (piramidalis) Jaras ini mulanya dianggap sebagai yang memulai dan mengendalikan setiap aktifitas otot volunter. Kemudian diketahui bahwa jaras ini terutama berhubungan dengan gerakan terlatih dari otot-otot distal anggota gerak dan dengan fasilitasi motorneuron. 1/3 akson-akson dari jaras ini berasal dari korteks motorik primer (area 4 dan 6) sepertiga lainnya dari area promotor dan area motorik tambahan, dan sepertiga sisanya berasal dari lobus parietalis (area 3, 1 dan 2). Traktus kortikospinalis kemudian berjalan kedistal yang kemudian terbagi menjadi traktus kortikospinalis lateralis (90%) dan traktus kortikospinalis ventralis. Traktus kortikospinalis lateralis berjalan pada funikulus lateralis medula spinalis dan mengadakan sinaps pada aspek lateral lamina IV hingga VIII. Banyak sel-sel pada lamina ini adalah interneuron yang mengadukan sinaps dengan a, b dan motor neuron pada lamina IX. Traktus kortikospinalis menimbulkan pengaruh fasilitasi dan inhibisi pada interneuron spinal dan motor neuron. Aktivasi traktus kortikospinalis umumnya menimbulkan potensial eksitatorik postsinaptik pada interneuron dan motorneuron dari otot-otot fleksor dan potensial inhibitorik postsinaptek pada otototot ekstensor. Traktus kortikorubral dan rubrospinal Dari korteks serebri serabut-serabut menuju ke nukleus rubra ipsilateral pada tegmentum mesensefalon. Traktus rubrospinal berasal dari nukleus ruber yang menyilang garis tengah pada persilangan tegmental ventral dan turun melalui tegmentum pons lateral dan messensepalon menuju medula spinalis. Pada medula spinalis jaras ini terdapat dibagian arterior traktus kortikospinalis lateralis pada funikulus lateralis. Serabut-serabutnya bersinaps pada setiap tingkatan medula spinalis pada aspek lateral lamina V, VI dan VIII. Fungsi traktus ini memfasilitasi fleksor dan inhibisi ekstensor motor neuron ,, terutama yang mensarafi bagian distal lengan. Traktus vestibulospinal

Traktus vestibulospinal ini berjalan menuju funikulus anterior dan bersinaps dengan sel-sel pada lamina VII dan VIII. Trataktus vestribulospinal lateral berjalan pada seluruh panjang medula spinalis, sedangkan

5 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) trakatus vestibulospinal medial berjalan hingga setinggi bagian atas torakal. Stimulasi traktus vestibulosspinal lateral mencetuskan potensial eksitatorik postsinaptik pada motor neuron ekstensor yang mensarafi otot-otot leher, punggung, anggota gerak. Stimulasi traktus vestibulospinal medial tidak mempengaruhi motor neuron anggota gerak. Jaras-jaras vestibulospinal berhubungan dengan postural tubuh saat gerakan kepala dan pemeliharaan tonus postural. Jaras sistem motorik yang berasal dari korteks serebri dan batang otak mencapai medula spinalis dan secara fungsional terdiri atas 2 sistem proyeksi umum, ventromedial dan lateral. Sistem ventromedial batang otak terdiri atas serabut-serabut yang berasal dari nukleus interstisial (Cajal), kolikulus superior, formasio retikularis (mesensefalik, pons, medula oblongata), dan inti vestibularis. Traktus yang terbentuk dari serabut ini berakhir pada aspek ventral dan medial kornu anterior (termasuk lamina VII dan VIII). Jaras ventromedial terutama berkaitan dengan pemeliharaan postur tegak, gerakan terintegrasi dari badan dan anggota gerak dan progresi gerakan anggota gerak. Jaras ini umumnya memfasilitasi aktifitas motor neuron yang berproyeksi pada otot-otot ekstensor dan meninginhibisi aktivitas motor neuron yang berproyeksi pada otot-otot fleksor. Sitem lateral batang otak terdiri atas serabut-serabut yang berasal dari nukleus rubber magnoseluler kontralateral yang menuju medula spinalis melalui traktus rubrosspinalis, dan serabut-serabut dari bagian ventrolateral tegmentum pontis kontralateral yang menuju medula spinalis melalui kolumna lateralis medula spinalis. Serabut jaras lateral ini berakhir pada aspek dorsal dan lateral kornu anterior, termasuk lamina V, VI dan VII. Jaras ini berhubungan dengan gerakan halus terutama tangan dan kaki. Jaras ini umumnya menfasilitasi aktifitas motorneuron untuk otot-otot fleksor dan menginhibisi aktivitas untuk otot-otot ekstensor.

Serebelum Serbelum terletak di fossa posterior, dibelakang pons dan medula oblongata. Dipisahkan dari serebrum dibagian atasnya oleh tentorium serebeli. Serebelum terdiri atas 3 komponen anatomis utama yaitu, lobus flokulonodular (archiserebelum) lobus anterior (paleo serebelum) dan lobus posterior (neoserebelum). Lobus flokulonoduler menerima proyeksi terutama dari inti-inti vestibuler. Lobus anterior terutama pada bagian vermis menerima input dari jaras spinocerebelaris. Lobus posterior menerima proyeksi dari hemisfer serebri. Korteks serebelum terdiri atas 3 lapisan yaitu, lapisan molekuler, lapisan sel-sel purkinje dan lapisan granuler. Pada hemisfer serebri terdapat 4 pasang inti yaitu fastigial, globosus, emboliformis dan dentatus. Terdapat 3 pasang berkas proyeksi utama yaitu pedunkulus serebeli superior(brachium conjuncyivum), pedunkulus serebeli media (brachium pontis) dan pedunkulus serebeli inferior (corpus restiforme) Fungsi serebelum adalah sebagai pusat koordinasi untuk mempertahankan keseimbangan dan Tonus otot. Serebelum diperlukan untuk mempertahankan postur dan keseimbangan untuk berjalan dan berlari.

Basal ganglia Basal ganglia adalah kompleks inti subkortika yang komponen utamanya terdiri atas nukleus kaudatus, putamen dan globus palidus. Komponen lain dari basal ganglia adalah kompleks inti amigdaloid dan

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 6 klaustrum. Kompleks inti lain yang mempunyai hubungan erat dengan basal ganglia adalah nukleus subthalamikus dan substansia nigra. Kontrol aktivitas motorik dilakukan melalui berbagai sirkuit yang melibatkan basal ganglia, korteks serebri dan serebelum kemudian diteruskan melalui jaras motorik desendens yang selanjutnya mempengaruhi aktivitas lower motorneuron. Gerakan yang dipengaruhi oleh basal ganglia adalah yang berhubungan dengan postur, gerakan otomatis (ayunan tangan waktu berjalan), dan gerakan terampil. Basal ganglia diduga mempunyai peran dalam perencanaan gerakan dan sinergi gerakan. Medula spinalis Serabut-serabut dari traktus piramidalis dan berbagai jaras ekstrapiramidalis, dan serabut aferen yang memasuki medula spinalis melalui radiks posterior, berakhir pada badan sel atau dendrit dari , motor neuron besar dan kecil dan motor neuron secara langsung atau melalui interneuron dalam medula spinalis. Serabut saraf dengan diameter yang lebih besar (alpha-1) berjalan langsung menuju otot-otot ekstrafusal berakhir sebagai motor end plate. Serabut saraf dari motor neuron mensarafi muscle spindle. Unit dasar dalam pengorganisasian pada medula spinalis adalah refleks-refleks spinal. Refleks spinal ini mendapat pengaruh inhibisa dan eksitasi dari pusat-pusat yang lebih tinggi. Refleks spinal diaktivasi dan dipertahankan oleh stimulus eksternal. Terdapat suatu interaksi yang berkesinambungan antara input sensorik, eksitasi interneuron melalui jaras spinal dan supraspinal dan output motorik. Efek aktivitas pusat yang lebih tinggi adalah memodifikasi dan mengatur aktivitas dalam refleks spinal. Suatu lengkung refleks spinal terdiri atas suatu neuron sensorik, satu atau lebih interneuron dan neuron motorik dengan akson dan cabang-cabangnya menuju ke serabut-serabut otot dari motor unit. Spinal refleks berhubungan dengan eksitasi inhibisi, kontraksi otot secara bersama (cocontraction) dan persarafan timbal balik otot-otot antagonis. Keutuhan refleks spinal ini penting dalam terjadinya gerakan 2. Fisiologi

Jalur saraf motorik Impuls berjalan dari korteks serebri menuju sumsum belakang melalui jalur traktus serebrospinalis atau traktus piramidalis. Neuron pertama yaitu neuronmotorik atas memiliki baadan sel dalam daerah prerolandi pada korteks serebri.Serabut-serabutnya berpadu erat pada saat melintasi antara nucleus kaudatus danlentiformis dalam kapsula interna. Neuron motorik bawah yang bermula sebagai badan sel dalam kornu anterior sumsum tulang belakang keluar dan masuk ke akar anterior saraf spinalis lalu didistribusikan ke perifer dan berakhir pada organ motorik.

Macam Saraf 1. Saraf sensoris adalah saraf yang membawa impuls dari reseptor ke SSP (Sistem Saraf Pusat)

7 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) 2. Saraf konektor adalah saraf menghubungkan saraf sensoris dan saraf motoris di medula spinalis pada gerak reflek 3. Saraf motoris adalah saraf yang membawa impuls dari SSP ke efektor

Macam Saraf

Sistem Lokomotorius

Gerak Reflek

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 8 Gerak reflek adalah gerak (respon terhadap impuls sensoris) yang tidak disadari

Jarasnya: reseptor saraf sensoris saraf konektor (medulla spinalis) saraf motorik efektor

Reseptor Sensoris Reseptor sensorik adalah organ/sel yang berfungsi menerima rangsang/stimulasi lingkungan menjadi impuls saraf Reseptor dibagi berdasarkan: Sumber (lokasi) sensasi Jenis sensasi yang terdeteksi

Macam Reseptor Eksteroseptor: reseptor yang menerima rangsang dari luar tubuh. (sentuhan, tekanan, nyeri, suhu, penciuman, penglihatan, pendengaran) Propioseptor: reseptor yang menerima rangsang dari dalam tubuh. (otot, tendon, persendian, keseimbangan) Interoseptor/viseroseptor: reseptor yang terletak di organ visera dan pembuluh darah yang diinervasi oleh SSO. (digesti, ekskresi dan sirkulasi) Mekanoreseptor: reseptor untuk rangsangan mekanik. (vibrasi, tekanan, propriosepsi, pendengaran, keseimbangan, tekanan darah) Termoreseptor: reseptor untuk suhu Reseptor nyeri/nosiseptor: reseptor untuk kerusakan jaringan Fotoreseptor: reseptor untuk cahaya Kemoreseptor: reseptor untuk zat kimia

Sistem Saraf Sistem Saraf Pusat (SSP) terdiri dari cerebrum dan medulla spinalis

9 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) Sistem Saraf Tepi (SST) adalah saraf yang keluar dari SSP yang terdiri dari nervi cranialis dan nervi spinalis Sistem Saraf Otonom (SSO) adalah saraf SST yang sifatnya tidak sadar (involunter) terdiri dari nervi simpatis dan nervi parasimpatis

Jaras Saraf Sensoris Jaras mulai dari reseptor cortex sensoris cerebri membawa impuls dari reseptor ke SSP Badan sel saraf sensoris ada di ganglion radik posterior dekat medulla spinalis Kerusakan pada jaras sensoris menyebabkan anestesia

Ada dua jalur: 1. Untuk Sentuhan/posisi saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian melalui serabut sentralis naik didalam kolumna dorsalis lalu menyilang di medulla oblongata dan berakhir di cortex sensoris cerebri 2. Untuk Nyeri/suhu saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian memotong medulla spinalis lalu naik pada traktus antero lateral sisi yang berlawanan menuju cortex sensoris cerebri Jaras Motoris Jaras motoris adalah jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebri sampai ke efektor (otot, kelenjar) 1. 2. Jaras menyilang di medulla oblongata Dibagi dua yaitu: UMN LMN

Upper Motor Neuron (UMN) Jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebrum sampai cornu anterior medulla spinalis Kerusakan pada jaras UMN akan menyebabkan paralisa yang bersifat spastik

Lower Motor Neuron (LMN) Jaras saraf mulai dari cornu anterior medulla spinalis sampai ke efektor

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 10 II. Definisi Stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal atau global, dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler (Kelompok Studi Serebrovaskuler dan Neurogeriatri Perdossi,1999). Kerusakan LMN akan mengakibatkan paralise yang bersifat flacid (layuh) Memahami dan menjelaskan stroke

Etiologi dan Klasifikasi Dikenal bermacam-macam klasifikasi stroke berdasarkan atas patologi anatomi (lesi), stadium dan lokasi (sistem pembuluh darah) (Misbach, 1999). 1. Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya: Stroke iskemik Transient Ischemic Attack (TIA) Trombosis serebri Emboli serebri

Stroke hemoragik Perdarahan intraserebral Perdarahan subarachnoid

2. Berdasarkan stadium: Transient Ischemic Attack (TIA) Stroke in evolution Completed stroke 3. Berdasarkan lokasi (sistem pembuluh darah): Tipe karotis Tipe vertebrobasiler Faktor Resiko 1) Non modifiable risk factors : Usia Jenis kelamin

11 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) Berat badan lahir rendah Ras/etnis Genetic

2) Modifiable risk factors Well-documented and modifiable risk factors a) Hipertensi b) Paparan asap rokok c) Diabetes d) Atrial fibrilasi dan beberapa kondisi jantung tertentu e) Dislipidemia f) Stenosis arteri karotis

g) Sickle cell disease h) Terapi hormonal pasca menopause i) j) Diet yang buruk Inaktivitas fisik

k) Obesitas Less well-documented and modifiable risk factors a) Sindroma metabolic b) Penyalahgunaan alcohol c) Penggunaan kontrasepsi oral d) Sleep-disordered breathing e) Nyeri kepala migren f) Hiperhomosisteinemia

g) Peningkatan lipoprotein (a) h) Peningkatan lipoprotein-associated phospholipase i) j) Hypercoagulability Inflamasi

k) Infeksi Patofisiologi Iskemik otak mengakibatkan perubahan dari sel neuron otak secara bertahap (Sjahrir,2003) Tahap 1 :

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 12 1) Penurunan aliran darah 2) Pengurangan O2 3) Kegagalan energy 4) Terminal depolarisasi dan kegagalan homeostasis ion Tahap 2 : 1) 2) Eksitoksisitas dan kegagalan homeostasis ion Spreading depression

Tahap 3 : Inflamasi Tahap 4 : Apoptosis Proses patofisiologi pada cedera SSP akut sangat kompleks dan melibatkan permeabilitas patologis dari sawar darah otak, kegagalan energi, hilangnya homeostasis ion sel, asidosis, peningkatan kalsium ekstraseluler, eksitotoksisitas dan toksisitas yang diperantarai oleh radikal bebas. (Sherki dkk,2002)

13 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) Manifestasi Klinis Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala stroke terbagi menjadi berikut: 1. 2. Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik. Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah. 3. Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan. Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke.

Faktor Resiko Faktor resiko medis, antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol, Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain. Faktor resiko perilaku, antara lain Merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat (junk food, fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepsi oral, Narkoba, Obesitas. 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, Menurut statistik. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi. Pemicu stroke pada dasarnya adalah, suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah), terlalu banyak minum alkohol, merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak.

Diagnosis Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut. Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 14 tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi.

Diagnosis serangan mendadak Cincinnati Prehospital Stroke Scale (CPSS). Menurut suatu studi oleh University of North Carolina, tiga perintah-perintah mungkin digunakan untuk menilai apakah seseorang mungkin mengalami suatu stroke. Orang-orang awam dapat memerintahkan seorang korban stroke yang berpotensi untuk: a) Senyum b) Mengangkat kedua tangan c) Mengucapkan suatu kalimat sederhana Jika seseorang mempunyai kesulitan dengan salah satu dari perintah-perintah sederhana ini, pelayanan-pelayanan darurat (911) harus segera dipanggil dengan suatu penjelasan situasi, memberitahukan bahwa anda mencurigai orang itu sedang mendapat suatu stroke.

Pemeriksaan Computerized tomography Digunakan untuk mencari perdarahan atau massa didalam otak. MRI scan: Magnetic resonance imaging (MRI) MRA (magnetic resonance angiogram) Suatu MRI scan dapat juga digunakan untuk secara khusus melihat pembuluh-pembuluh darah secara non-invasif (tanpa menggunakan tabung-tabung atau suntikan-suntikan), suatu prosedur yang disebut suatu MRA (magnetic resonance angiogram). Diffusion weighted imaging (DWI) Teknik ini dapat mendeteksi area kelainan beberapa menit setelah aliran darah ke suatu bagian dari otak telah berhenti. Computerized tomography dengan angiography Menggunakan dye yang disuntikan kedalam suatu vena di tangan, gambar-gambar dari pembuluh-pembuluh darah didalam otak dapat memberikan informasi tentang aneurysms atau arteriovenous malformations. Begitu juga, kelainan-kelainan lain dari aliran darah otak mungkin dievaluasi.Dengan peningkatan teknologi yang canggih, CT angiography telah menggantikan angiogram-angiogram konvensional.

15 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) Angiogram Konvensional Suatu angiogram adalah tes lain yang adakalanya digunakan untuk melihat pembuluhpembuluh darah. Suatu tabung kateter yang panjang dimasukkan kedalam suatu arteri (biasanya di area pangkal paha) dan dye disuntikan ketika x-rays secara simultan diambil. Dimana suatu angiogram memberikan beberapa dari gambar-gambar yang paling detil dari anatomi pembuluh darah, ia juga adalah suatu prosedur invasif dan digunakan hanya ketika diperlukan secara mutlak. Carotid Doppler ultrasound Suatu carotid Doppler ultrasound adalah suatu metode non-invasif yang menggunakan gelombang-gelombang suara untuk menyaring/melihat penyempitan-penyempitan dan

pengurangan aliran darah pada arteri karotid (arteri utama pada leher yang mensuplai darah ke otak). Tes-Tes Jantung Tes-Tes Darah Tes-tes darah seperti suatu angka pengendapan (sedimentation rate) dan C-reactive protein dilakukan untuk mencari tanda-tanda dari peradangan yang dapat menyarankan arteri-arteri yang meradang.Protein-protein darah tertentu yang dapat meningkatkan kesempatan stroke dengan menebalkan atau mengentalkan darah diukur.Tes-tes ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab stroke yang dapat dirawat atau untuk membantu mencegah luka yang lebih jauh.Tes-tes penyaringan darah yang mencari infeksi yang potensial, anemia, fungsi ginjal, dan kelainan-kelainan elektrolit mungkin juga dipertimbangkan. Diagnosis Banding Diagnosis banding penyebab stroke non haemoragik, yaitu thrombosis dan emboli menurut Chusid (1993) yaitu onset yang relatif lambat menyokong diagnosa thrombosis. Sedang endocarditis infeksiosa, fibrilasi atrium dan infark myocard menyokong diagnosa emboli. Ada beberapa penyakit yang memiliki tanda dan gejala yang menyerupai stroke, misalnya trauma kepala, tumor intracranial, meningitis atau virus. Untuk menegakkan diagnosis tersebut diperlukan pemeriksaan yang lebih spesifik misalnya: Coputerized Tomography Scanning (CT Scan), Magnetic Resonace Imaging (MRI), Possitron Emesion Tomograph Scanning (PET Scan) dan pemeriksaan penunjang laboratorium

Penatalaksanaan Tissue plasminogen activator (TPA)

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 16 Suatu obat penghancur bekuan atau gumpalan untuk memecahkan bekuan darah yang menyebabkan stroke. Ada suatu jendela yang sempit dari kesempatan untuk menggunakan obat ini. Lebih awal ia diberikan, lebih baik hasilnya dan lebih kurang berpotensi untk komplikasi perdarahan kedalam otak. Heparin dan aspirin Obat-obat untuk pengencer darah (anticoagulation; contohnya, heparin) juga adakalanya digunakan dalam merawat pasien-pasien stroke dalam harapan untuk memperbaiki kesembuhan atau kepulihan pasien. Mengendalikan Persoalan-Persoalan Medis Lain Kontrol tekanan darah dan Kolestrol Kontol gula darah (pasien DM)

Rehabilitasi Terapi kemampuan berbicara Terapi pekerjaan Terapi fisik Pendidikan keluarga untuk mengorientasikan mereka pada perawatan untuk orang yang dicintai mereka di rumah dan tantangan-tantangan yang akan mereka hadapi.

Pencegahan Mencegah lebih baik daripada mengobati". maka dari itu hal yang paling tepat dilakukan agar tidak terkena penyakit stroke adalah mencegahnya. Berikut adalah beberapa tips mencegah penyakit stroke. 1. Menjaga pola makan, makanlah makanan yang bergizi 2. Hindari alkohol 3. Rajin berolahraga, bisa dilakukan dengan olahraga yang murah yaitu lari marathon tiap hari 4. Hindari Merokok, bagi perokok yang ini yang sulit, baca tips berhenti merokok Semoga dengan melakukan tips-tips pencegahan stroke diatas, kita bisa terhindar dari bahaya penyakit stroke ini. Terakhir, kami hanya bisa berdoa agar kita semua selalu diberi kesehatan dan ceria dalam mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi setelah serangan stroke adalah: (1) kejang pada pasien pasca stroke sekitar 4-8 %, (2) Trombosis Vena Dalam (TVD) sekitar 11-75 % dan Embboli Pulmonum sekitar 3-10 %, (3) perdarahan saluran cerna sekitar 1-3 %, (4) dekubitus, (5) pneumonia, (6) stress, (7) bekuan darah,

17 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) (8) nyeri pundak dan subluxation (Junaidei, 2006).

Prognosis Indikator prognosis adalah : tipe dan luasnya serangan, age of onset, dan tingkat kesadaran. Hanya 1/3 pasien bisa kembali pulih setelah serangan stroke iskemik. Umumnya, 1/3-nya lagi adalah fatal, dan 1/3- nya mengalami kecacatan jangka panjang. Jika pasien mendapat terapi dengan tepat dalam waktu 3 jam setelah serangan, 33% diantaranya mungkin akan pulih dalam waktu 3 bulan. Prognosis pasien dgn stroke hemoragik (perdarahan intrakranial) tergantung pada ukuran hematoma : hematoma > 3 cm umumnya mortalitasnya besar Hematoma yang massive biasanya bersifat lethal

Jika infark terjadi pada spinal cord prognosis bervariasi tergantung keparahan gangguan neurologis, jika control motorik dan sensasi nyeri terganggu maka prognosis jelek.

III.

Memahami dan menjelaskan kewajiban suami terhadap istri

garis besar hak dan kewajiban suami isteri dalam Islam yang di nukil dari buku Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.

Hak Bersama Suami Istri - Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21) - Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa: 19 AlHujuraat: 10) - Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa: 19) - Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)

Adab Suami Kepada Istri . - Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 18 - Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14) - Hendaknya senantiasa berdoa kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74) - Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali) - Jika istri berbuat Nusyuz, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa: 34) Nusyuz adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah. - Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi) - Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7) - Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi) - Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri) - Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Yala) - Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa: 19) - Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud). - Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih) - Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali) - Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa: 3) - Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasai) - Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali) - Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AIBaqarah: ?40)

19 Gea Puteri Pertiwi (1102008109) Adab Isteri Kepada Suami - Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa: 34) - Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (AlBaqarah: 228) - Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa: 39) - Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah: a. Menyerahkan dirinya, b. Mentaati suami, c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya, d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali) - Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa i, Muttafaqun Alaih) - Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim) - Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi) - Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi) - Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi) - Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani) - Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani) - Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa: 34) - Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)

Skenario 2 Kelumpuhan wajah 20 - Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih) - Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (AnNur: 30-31)

Isteri Sholehah - Apabila seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban) - Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33) - Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban) - Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan utama.