Anda di halaman 1dari 7

Kelompok III

Bentuk Kanonik dari Persamaan Euler

Nama Kelompok : 1. Rezki Setiawan Bachrun 2. Ainun Mawaddah Abdal 3. Nielmi 4. Winda Aritonang 5. Dewi Puspawati (H11 111 256) (H11 111 260) (H11 111 ) (H11 111 ) (H11 111 )

Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin 2013

16. Bentuk Kanonik dari Persamaan Euler Persamaan Euleryang bersesuaian dengan fungsional [ ] ( ) fungsi) membentuk ( ) sistem persamaan

(dimana bergantung pada diferensial orde kedua Untuk Untuk

Untuk Jadi bentuk umumnya yaitu : ( ) ( )

Sistem ini dapat direduksi (dalam berbagai hal) ke persamaan sistem persamaan diferensial orde pertama. Sebagai contoh, menganggap sebagai fungsi baru, yang bebas dari , Pers. ( ) dapat dituliskan dalam bentuk ( ) ( )

dimana adalah fungsi yang tidak diketahui, dan adalah variabel bebas. Namun, dapat diperoleh bentuk yang lebih baik dan bentuk simetris dari persamaan Euler jika mengganti dengan satu set variabel lain, variabel kanonik diperkenalkan pada bab sebelumnya. Dalam Section 13, menggunakan persamaan : ( ) ( ) mengubah sebagai fungsi dari variabel ( ) ) yang muncul pada ) yang berkaitan

Kemudian menyatakan fungsi ( Pers. ( ) dalam bentuk fungsi baru dengan dengan persamaan

( )

dimana dianggap sebagai fungsi dari variabel pada Pers. ( ). Fungsi ]). disebut Hamiltonian (yang bersesuaian dengan fungsional [ Akhirnya menghasilkan variabel baru

( ) ]), disebut variabel kanonik (yang bersesuaian dengan fungsional [ yang digunakan pada p. menuliskan secara ringkas untuk variasi umum ], dan pada p. dari fungsional [ yang memberikan penafsiran sederhana dari kondisi Weierstrass-Erdmann. Sekarang menunjukkan bagaimana persamaan Euler ( ) ditransformasikan ketika meninjau kembali ke variabel kanonik. Untuk membuat perubahan dalam persamaan Euler, maka harus ditunjukkan turunan parsial (turunan parsial dari terhadap , untuk konstanta ) dalam turunan parsial dari (untuk konstanta ). Oleh karena itu, untuk menghindari perhitungan yang panjang, untuk menulis ekspresi diferensial fungsi . Kemudian, dengan menggunakan apa yang ada bahwa turunan pertama fungsi tidak bergantung pada pilihan variabel bebas (adalah invarian dalam perubahan variabel bebas), maka didapatkan persamaan yang mudah. Berdasarkan definisi dari , diperoleh ( ( ) ( ) )

Biasanya, sebelum Pers. ( ) untuk mendapatkan persamaan turunan parsial dari , harus menyelesaikan terhadap dan . Namun (ini adalah hal penting dari variabel kanonik), karena hubungan ( Sesuatu yang mengandung sama lain dan diperoleh )

dalam Pers. ( ) saling meniadakan satu

( )

Jadi, untuk mendapatkan turunan parsial dari , hanya perlu menuliskan koefisien yang sesuai dari turunan di sisi kanan dari Pers. ( ), diperoleh : ( Maka )

Dengan kata lain, jumlah dari fungsi dengan rumus

dan

berhubungan dengan turunan parsial

( Akhirnya, dengan menggunakan Pers. ( Euler ( ) dalam bentuk

), kita dapat menulis persamaan

-persamaan diferensial orde pertama ini membentuk sistem yang ekuivalen dengan sistem ( ) dan disebut sistem kanonik persamaan Euler (atau hanya persamaan Euler kanonik) untuk fungsional (1). 17. Integral Pertama dari Persamaan Euler Perlu diingat bahwa integral pertama dari sistem persamaan diferensial adalah fungsi yang memiliki nilai konstan sepanjang masing-masing kurva integral dari sistem. Sekarang mencari integral pertama dari sistem kanonik ( ), dan karenanya sistem ( ) yang ekuivalen dengan ( ). Pertama, mempertimbangkan kasus di mana fungsi mendefinisikan fungsional ( ) ). yang tidak bergantung pada eksplisit, dari bentuk ( Maka fungsinya ini juga tidak bergantung pada x eksplisit, dan karenanya ( ( ) ) ( )

dimana

Maka Pers. ( (

) menjadi ( ) ( ) ) ( ) ), ( )

Dengan menggunakan persamaan Euler dalam bentuk kanonik Pers. ( dapat ditentukan bahwa persamaan ( ) menjadi ( ( dimana ( ) ))

sepanjang setiap extremal. Jadi, jika tidak bergantung pada eksplisit, ) adalah integral pertama dari persamaan Euler. fungsi ( Selanjutnya, menganggap fungsinya berbentuk ( ) dan menguji kondisi dimana akan menjadi integral pertama dari sistem ( ). Diasumsikan bahwa tidak bergantung pada eksplisit, dan sebaliknya kita menguji untuk kasus umum. Sepanjang setiap kurva integral dari sistem ( ), diperoleh ( ( ) )

( ( ( dimana [ ] ( ( )

) )) [ ]

) dan . Dengan demikian, ( )

disebut dengan Poisson Bracket dari fungsi telah dibuktikan persamaan [ ]

Ini mengikuti dari Pers. ( ) bahwa syarat perlu dan syarat cukup dari fungsi ( ) menjadi integral pertama dari sistem persamaan ] menghilang secara identik. Euler ( ) adalah Poisson Bracket [

Anda mungkin juga menyukai