Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL PENDIRIAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL QUR'AN albayan lil muslimin

PROPOSAL PENDIRIAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL QUR'AN albayan lil muslimin

Assalamualaikum warohmatulloh

Bismillahirrohmanirrohim
tbqptm: ms9 $R)ur t.e%!$# $uZ9 tR `twU $R)
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benarbenar memeliharanya[793]. ayat Ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,[ Q.S .almaidah 2 ]

Akan didirikan pondok pesantren tahfidzul Qur'an, untuk mencetak generasi Islam yang Qur'ani, bisa mengikuti perkembangan zaman serta mempunyai iman, ketaqwaan dan akhlaq yang baik.

YAYASAN PENDIDIKAN ALQURAN

ALBAYAN LIL MUSLIMIN


Alamat kantor pusat : Jl. Mertojoyo blok M16 RT 04 RW 10 Kel. Merjosari Kec. Lowokwaru Kota Malang Jawa Timur 65144 Telepon : (0341)560314-7312946 Hanphone : 085233322648,/08990399026 E-Mail : muslimin.pppa@gmail.com Website : http://albayan lil muslimin.blogspot.com

NAMA KEGIATAN

PENDIRIAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL QUR'AN albayan lil muslimin


LATAR BELAKANG
Kemajuan zaman yang telah terjadi dewasa ini, tidak serta merta menjadikan akhlak dan pengetahuan agama seseorang semakin menjadi baik. Bahkan, kemajuan teknologi yang ada sekarang telah banyak disalahgunakan untuk kepentingan yang merusak jati diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang beradab, bahkan merusak tatanan agama yang telah disyariatkan oleh sang pemilik kehidupan ini. Akibat yang terjadi adalah kita sulit mendapatkan anak-anak yang mampu mempelajari dan menghafal al Quran dengan baik dan benar, apalagi mau mengamalkan kandungan yang ada di dalamnya. Bahkan anak-anak tersebut sudah sangat jarang mengenal siapa saja tokoh-tokoh pejuang Islam dikalangan para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan generasi-generasi sesudahnya. 3 NktJ=B y6Ks? 4Lym 3 t|Y9$# wur qku 9$# y7Yt 4ys? `s9ur y t/ Ndu!#uqdr& |Mt7?$# s9ur 3 3 y l;$# uqd !$# y d c) @% A tR wur <c <ur `B !$# z`B y7s9 $tB O=9$# z`B x8u!%y` %!$# Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Al Baqarah [2] : 120) Adanya pola pikir dan pendidikan yang demikian membentuk karakter anak yang brutal dan susah terkendali, sehingga mereka mempunyai sifat egois yang tinggi, mudah tersinggung, melalai-lalaikan bahkan meremehkan masalah agama, bersikap masa bodoh, tidak mau diatur, dan berbagai sifat yang buruk lainnya. Lebih parahnya lagi adalah dengan sebab kebodohan dan ketidakpedulian ummat muslim akan masalah agamanya, banyak anak-anak sekarang yang sudah tidak mempunyai adab (akhlak) lagi kepada orangtuanya. Anak-anak tersebut mulai berani membantah perkara maruf yang diperintahkan orangtuanya, bahkan banyak diantara mereka yang mulai berani melawan atau bahkan dengan tega menyakiti maupun membunuh orangtuanya sendiri (akibat permintaannya tidak dituruti). Selain akibat dari kurangnya perhatian orangtua atas perkara agama dan akhlak, pola fikir dan sifat yang demikian juga terbentuk akibat salah dalam memilih lingkungan dan teman

pergaulannya. Padahal teman dan lingkungan merupakan salah satu aspek yang terpenting dalam pembentukan karakter dan akhlak Allah swt telah mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya mendidik anak dan mengarahkan mereka agar memilih teman-teman yang baik, serta siapa-siapa saja yang harus dan layak kita gauli; Nk]t r's $uZFt #u tbqq s t%!$# |M r&u #s)ur `s 9$# y7Zu Y $B)ur 4 n x B] tn (#qq s 4Lym tH>9$# Qqs)9$# ytB 3 t2j 9$# y t/ )s? xs Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (Al Anam [6] : 68) Og?sur #Yqgs9ur $Y6s9 Nks] (#r s B$# %!$# sur Mt6|x. $yJ/ 6tR @|6? br& m/ e2sur 4 $u R 9$# o4qu ys9$# x wur @ <ur !$# cr `B $olm; } s9 Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan AlQuran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah.. (Al Anam [6] : 70) =gpg:$# `t r&ur $9$$/ D&ur uqy9$# { Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (Al Araaf [7] : 199) Rasulullah r sendiri telah memberikan nasehat kepada kita agar mampu menjadi pribadi muslim yang baik. Abu Hurairah berkata, telah bersabda Rasulullah , Tanda-tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. (HR Tirmidzi) Pada hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda, Seseorang tidak akan sampai pada derajat taqwa sebelum ia meninggalkan perkara yang tidak berguna karena khawatir berbuat sia-sia. Adanya degradasi moral yang sudah begitu parah ini menyebabkan beralihnya kebiasaan dan kesenangan anak-anak serta para remaja muslim, dari senang berlama-lama membaca Al Quran menjadi senang berlama-lama membaca koran dan majalah atau melihat TV/bioskop; dari senang menghadiri majelis-majelis talim menjadi senang mencari dan menghadiri acaraacara hiburan (seperti konser, pesta-pesta atau perayaan, diskotik atau acara pertemanan); dari senang menolong dan mengutamakan (itsar) sesama menjadi senang membuat susah orang lain (dengan cara mengghibah, menfitnah, menjatuhkah dan berbagai tipu daya lainnya); dari senang menyedekahkan hartanya di jalan Allah menjadi senang membelanjakan dan menghambur-hamburkan uangnya.

Ini adalah sebagain kecil dari berbagai macam penyimpangan moral dan akhlak yang sudah begitu akut dan telah menjangkiti generasi ummat Islam dewasa ini. Maka sudah sewajarnya jika pada masa sekarang ini kemampuan anak dalam memahami Al Quran sangat rendah, apalagi untuk mau menghafalkan dan mengamalkan isinya. Sehingga yang akan terjadi adalah lambat laun agama Islam hanyalah tersisa namanya saja, dan Al quran hanya tersisa tulisannya saja. Dan ini mulai terbukti dimana sangat banyak dikalangan orang Islam sendiri yang tidak mengerti apa itu Islam, meninggalkan sebagian (ataupun seluruhnya) ajaran Islam, bahkan mulai banyak yang berani menentang dan mempertanyakan kebenaran ajaran Islam. Mereka mulai ragu dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama Islam. Ini sangat sesuai dengan apa yang telah diberitakan oleh Rasulullah dalam kitab Al Misykat; Artinya; Akan datang suatu zaman bahwa tidak akan tersisa Islam kecuali namanya saja dan tidak pula Al Quran kecuali tulisannya saja. Dikalangan anak-anak, para remaja, orang-orang dewasa bahkan sampai pada orang tua, banyak yang belum bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar (mengerti hukum -hukum tajwid dan mengamalkan tanda baca dan waqafnya). Kemampuan membaca mereka hanya sekedar mampu membedakan huruf-hurufnya saja, atau hanya mampu membaca Al Quran dengan terbata-bata, bahkan ada yang sama sekali tidak bisa membedakannya (membaca). Mereka membaca Al Quran dengan terbata-bata dan sama sekali tidak memperhatikan makhrojul huruf dan maad bacaan Al Quran serta tanda-tanda waqafnya. Itupun masih bisa dikatakan lumayan karena mereka masih mau membaca Al Quran. Dan banyak pula diantara orang-orang Islam yang sama sekali tidak mau (peduli) membaca Al Quran, padahal hak Al Quran itu minimal dihatamkan dua kali dalam setahun. Penyusun Majma (dalam Kitab Fadhilah Al Quran, oleh Syekhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandhalawi rah.) telah mengutip babarapa hadits dari Rasulullah yang diantara isinya adalah barangsiapa mengkhatamkan Al Quran dalam empat puluh hari, maka sungguh ia telah berlambat-lambat (dalam agama). Yang paling baik adalah menghatamkan Al Quran dalam masa tiga hari ataupun tujuh hari, kemudian disertai dengan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Inilah yang menjadi kebiasaan para sahabat, tabiin dan para shalihin. Mereka menghatamkan Al Quran setiap pekan, dimulai pada hari jumat dan akan selesai (khatam) pada hari kamis. Malam hari mereka sibukkan dirinya dengan membaca dan merenungi makna Al Quran, kemudian pada siang harinya mereka disibukkan mengamalkan apa-apa yang terkandung di dalam Al Quran. Wahai Ahli Al Quran, jangan jadikan Al Quran sebagai bantal, dan bacalah dengan sungguhsungguh pada siang dan malam, sebarkanlah ia, dan bacalah ia dengan suara yang merdu. Renungkanlah isinya agar kamu beruntung, dan janganlah kamu meminta disegerakan upahnya (di dunia), karena sesungguhnya ia memiliki ganjaran (di akherat). (HR Baihaqi, dalam kitab Syubul Imaan. Diriwayatkan oleh Ubaidah Al Mulaiki dari Rasulullah )

Ini merupakan salah satu bagian dari beberapa penyebab yang menjadikan ummat ini semakin rusak dan melemah. Kita semua tahu bagaimana kondisi anak-anak dan pemuda pemudi Islam dewasa ini!? Kehancuran akhlak, kebobrokan moral, menjadi anak yang cengeng dan manja, tidak punya pendirian dan jati diri, serta suka akan berbagai bentuk permainan dan hurahura, merupakan beberapa hal dari sekian banyak penyakit yang telah menjangkiti generasi ummat Islam. Dan semua itu berawal dari ditinggalkannya Al Quran sebagai pegangan hidup dan penyelamat masa depannya. Imam Malik bin Anas rah telah meriwayatkan di dalam kitab beliau Al Muwaththa, sesungguhnya telah sampai berita kepadanya bahwa Rasulullah r bersabda, Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang mana kalian sekali-kali tidak akan pernah tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya. (HR Imam Malik, di dalam Al Muwaththa, Bab Larangan Membicarakan Perihal Taqdir, hal 702) Aku tinggalkan pada kalian dua nasehat, yang satu berbicara dan yang lainnya diam. Yang berbicara adalah Al Quran dan yang diam adalah mengingat maut. Dari Abu Najih al-'Irbadh bin Sariyah t, katanya: "Pada suatu hari setelah shalat shubuh, Rasulullah r pernah memberikan nasehat kepada kami dengan sebuah nasehat yang amat menyentuh hingga membuat air mata berlinangan dan hati bergetar. Karenanya ada seseorang berkata: Sesungguhnya nasehat ini merupakan ucapan selamat tinggal, karena itu kepada apakah engkau mengajak kami wahai Rasulullah? Rasulullah r menjawab, Saya wasiatkan kepada kalian, hendaklah kalian semua bertaqwa kepada Allah, juga harus mendengarkan dan mentaati pemimpin (Amir) walaupun yang memerintah kalian itu seorang hamba sahaya dari Habsyi. Kerana sesungguhnya barangsiapa yang masih (dikaruniai) hidup panjang di antara kalian (setelahku), ia akan melihat berbagai perselisihan yang banyak sekali. Maka dari itu hendaklah engkau semua berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang memperoleh petunjuk (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali y). Gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi-gigi geraham kalian (yakni berpegang teguhlah padanya sekuat-kuatnya). Dan jauhilah olehmu semua dari melakukan perkara-perkara yang baru, kerana sesungguhnya yang demikian itu adalah sesat." (HR Imam Abu Dawud dan Tirmidzi) Ketika berbagai macam penyakit telah menggerogoti ummat ini, maka harus segera dicarikan solusi dan obat yang tepat untuk menyembuhkannya. Jika tidak, maka penyakitpenyakit tersebut akan semakin parah dan sulit untuk disembuhkan. Begitu juga ibaratnya hati setiap manusia, jika manusia berbuat satu kemaksiatan (dosa), maka akan terbentuk satu titik hitam yang menempel lekat di dalam hati. Jika ia sungguh-sungguh bertaubat maka titik hitam itu akan menghilang. Namun jika mereka berbuat kemaksiatan lagi maka titik hitam yang berikutnya juga akan menempel, dan begitulah seterusnya hingga semua titik hitam tersebut akan menutupi seluruh hati manusia (seiring dengan bertambahnya perbuatan maksiat yang mereka kerjakan), sehingga hati menjadi keras dan berkarat. Akibatnya adalah manusia sudah tidak mempunyai kemampuan lagi untuk melaksanakan perintah-perintah Allah Y dan menjauhi segala larangan-Nya, tidak ada lagi perasaan benci atas perbuatan mungkar walaupun itu dilakukan di depan matanya (bahkan dirinyapun turut larut dalam perbuatan mungkar tersebut), tidak bisa membedakan lagi mana yang makruf dan mana

yang mungkar, tidak mau (sulit untuk) berbuat kebaikan dan hatinya selalu cenderung pada kemaksiatan. Allah Y telah menerangkan perbuatan mereka yang telah saya sebutkan di muka dengan firman-Nya;

tbq63t (#qR%x. $B Nk5q=% 4 n?t tb#u 2@t/ ( xx.


Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hatihati mereka. (Al Muthaffifiin : 14) Mudah-mudahan Allah Y melindungi diri kita dari perkara yang demikian, amiin. Selain dari pada itu, orang yang tidak terdapat Al Quran di dalam hatinya maka akan sangat sulit untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang maruf. Mereka akan selalu terpuruk dan terjerumus dalam lembah kemaksiatan, dan sulit untuk keluar daripadanya. Tiadalah kebaikan yang tersisa di dalam hatinya kecuali kalimat Tuhannya Laa ilaaha illallaah. Bagaikan rumah kosong yang di dalamnya tidak menyisakan barang-barang apapun sebagai keperluan hidup dalam berumah tangga, kecuali hanya tinggal bangunan rumahnya saja. Dan sungguh orang yang menjadi penghuni rumah kosong tersebut sangat jauh dari kebahagiaan dan ketentraman, dan bahkan yang terjadi adalah sebaliknya, para penghuninya lebih dekat pada kehinaan dan kebinasaan. Dari Ibnu Abbas y, telah bersabda Rasulullah r, Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tiada sedikitpun dari Al Quran adalah seperti rumah yang kosong. (HR Tirmidzi) Dan salah satu cara untuk menghapus titik-titik hitam yang sudah melekat kuat di dalam hati adalah dengan memperbanyak membaca, bertafakkur dan bertadabbur akan kandungan yang terdapat di dalam Al Quran. Inilah kabar yang telah diberitakan oleh Allah Y dan telah disampaikan Rasulullah r, serta merupakan salah satu cara yang paling mujarab yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ummat yang sudah sedemikian parah (berkarat) ini.

N6n/ `iB psqB N3?u!$y_ s% $Z9$# $pk r't tYBsJ=j9 puHqu ur Y dur r 9$# $yJj9 !$xur
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Yunus : 57) Dari Ibnu Umar y, telah bersabda Rasulullah r, Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat jika terkena air. Tanya sahabat, Apa pembersihnya ya Rasulullah? Beliau bersabda, Banyak mengingat maut dan membaca Al Quran. (HR Baihaqi) Kalau kita hanya berpangku tangan melihat semua penderitaan, kehinaan dan keruntuhan ummat ini, maka tunggulah saat terjadinya kehancuran agama yang sangat kita cintai ini. Akan terjadi fitnah besar yang segera menimpa ummat ini atas kelalaian akan tugas dan tanggungjawabnya untuk menjaga, menyebarkan dan mengamalkan ajaran Al Quran. Para pemimpin akan berbuat semena-mena, rakyat banyak yang tertindas dan berbuat anarkis, korupsi merajalela, kemaksiatan terjadi merata dimana-mana, semua orang akan berlaku seenaknya

sendiri (dengan dalih kebebasan), anak-anak tidak lagi menghormati orang tua dan orang tuapun tidak menyayangi anak-anak, para ulama tidak ditempatkan sebagaimana mestinya (dimuliakan) bahkan ajarannyapun dianggap sebagai mainan dan gurauan belaka, orang-orang berani melakukan kemaksiatan secara terang-terangan, yang halal diharamkan dan yang harampun banyak yang dihalalkan, serta masih banyak lagi berbagai macam bentuk fitnah yang sedang/dan akan menimpa ummat ini. Ibnu Abbas y telah berkata, ketika Jibril u turun menemui Rasulullah r, maka ia mengabarkan akan adanya banyak fitnah kepada beliau. Rasulullah r bertanya, Bagaimana jalan keluar darinya, wahai Jibril? Jibril menjawab, Kitabullah. (HR Razin, dalam kitab Ar Rahmatul Mahdah) Dan semua bentuk fitnah tersebut sudah banyak yang terjadi di depan kita, dan bahkan anda bisa mendengar dan juga bisa kita lihat dengan mata kepala sendiri. Berapa banyak ummat muslim yang saat ini ditindas, dilecehkan, dihinakan, dijajah, dibunuh, diperkosa, harta benda mereka dirampas, dan yang diusir dari kampung halamannya. Demikian juga fitnah-fitnah yang terjadi diantara kaum muslimin sendiri seperti adanya sikap saling merendahkan satu dengan yang lainnya, mencemooh, menghina, menghalalkan darah saudara seiman, berpecah belah, timbulnya berbagai macam amalan (juga agama atau aliran baru) yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah r, bahkan sampai dengan munculnya banyak orang yang mengaku sebagai nabi palsu. Bahkan mereka (orang-orang kafir) sangat berani menghina dan melecehkan nabi kita Muhammad r, yang mana tidak pernah terjadi ketika ummat ini dalam keadaan kuat dan disegani. Belum lagi fitnah-fitnah yang dengan sengaja telah disebarkan oleh kaum misionaris yang ingin melemahkan dan menghancurkan agama Islam. Mereka telah merusak pola pikir, budaya dan akhlak (moral) generasi Islam, bahkan mereka telah berani membuat hadits-hadits palsu, dan yang terkini adalah membuat quran palsu dalam bahasa (tulisan) arab. Mereka telah menyebarkan quran tersebut di kalangan masyarakat (Islam) awam dan masyarakat (awam) menyangka bahwa itu adalah sama seperti Al Quran yang selama ini menjadi pegangan dan rujukan kaum muslimin. Bagaimana tidak mereka (ummat Islam) tidak pernah menghapalkan Al Quran, tidak mengerti isinya, tidak pernah mengajarkan kepada anak-anaknya mengenai Al Quran, tidak mengerti bahasa arab, bahkan tidak bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar. Dengan kondisi pengetahuan dan kefahaman ummat Islam terhadap agamanya yang seperti ini, bagaimana mungkin ummat ini bisa menjaga kemuliaan dan kehormatan agamanya!? Dari Abu Musa Al Asyari t berkata, telah bersabda Rasulullah r, Sesungguhnya sebagian dari mengagungkan Allah adalah memuliakan seorang muslim yang sudah tua, memuliakan seorang penghapal Al Quran yang tidak melampaui batas dalam bacaan dan tajwidnya juga tidak pernah meninggalkan baca Al Quran, dan menghormati pemimpin yang adil. (HR Abu Dawud, bab Tentang Memperlakukan Orang Lain Sesuai dengan Kedudukannya, Hadits Nomor 4843) Maka jika ummat Islam tidak segera bangkit dan saling bahu-membahu untuk menegakkan dan mengokohkan agama ini, mereka akan semakin terjerumus ke lubang kebinasaan dan kehinaan yang paling dalam, serta akan semakin jauh meninggalkan agamanya. Dan kita hanya tinggal menunggu waktu saja, bagaimana keruntuhan dan kehancuran ummat Islam ini akan segera terjadi. Maka pantaslah jika Rasulullah r bersabda, Akan datang suatu zaman bahwa

tidak akan tersisa Islam kecuali namanya saja dan tidak pula Al Quran kecual i tulisannya saja. Dan semuanya itu sudah mulai (banyak yang) terjadi di tengah-tengah kemerosotan dan penderitaan ummat Islam.

: r : t
Dari Hadzaifah bin Yaman t berkata, dari Rasulullah r bersabda, Barangsiapa tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk golongan mereka
(HR At Tahabrani, At Targhib Wat Tarhib) Demikian ini merupakan kondisi nyata yang telah menimpa ummat Islam, yang berawal dari ditinggalkannya ajaran Islam dan tidak mendakwahkan serta tidak mau menyebarkan Al Quran. Maka pantaslah kala itu bahwa Imam Malik rah. telah memberikan arahannya untuk mengembalikan kejayaan dan kewibawaan ummat ini dengan berkata;


Tidak akan menjadi baik ummat (pada kurun atau abad) terakhir ini, kecuali dengan cara perbaikan (seperti yang terjadi pada) ummat terdahulu. Jika ummat ini mau kembali kepada ajaran yang benar, mau mendakwahkan dan menyebarkan Al Quran (mau mengusahakan agar Al Quran bisa wujud dalam hati setiap ummat Islam), mau mengukuti jalan hidup orang-orang yang telah sukses (yaitu Rasulullah dan para sahabatnya), mau berlaku zuhud dan tidak cinta akan dunia, serta bersabar dalam menghadapi segala kesulitan dan tidak mengharap untuk dimulyakan (dihormati) oleh orang lain, maka kemuliaan dan kehormatan Islam akan kembali bersinar. Allah swt akan kembali menolong dan memuliakan ummat Islam, dan Allah swt akan memasukkan rasa takut dalam hatihati orang kafir (terhadap Islam), dan mereka (orang-orang kafir) akan menghormati atau tunduk patuh di bawah panji-panji Islam.

Jika hal tersebut di atas juga dilakukan oleh generasi ummat pada saat ini, akan menjadikan ummat ini sebagai ummat yang berkualitas dan kuat. Al Quran akan hidup pada hati -hati setiap orang yang beriman, sehingga mereka mampu menampakkan akhlak yang mulia, mengembalikan moral yang telah tercabik-cabik, menghidupkan kembali amalan-amalan (dan budaya) Islam yang selama ini telah menghilang, menjadikan orang-orang Islam sebagai pribadipribadi yang Islami (Islam sejati) serta akan menjadi panutan bagi setiap orang (baik itu orang kafir, apalagi kaum muslimin), dan puncaknya adalah akan banyak orang-orang di luar Islam

yang masuk (tunduk atau pasrah) ke dalam agama Islam secara berbondong-bondong, sebagaimana telah terjadi pada zaman Nabi dan para sahabat

}$Y9$# |M r&u ur xGx9$#ur !$# tR u!$y_ #s) %[`#uqr& !$# ` cq={ t


Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. (An Nashr : 1-2) Ini adalah sedikit alasan yang melatarbelakangi mengapa perlunya didirikan Mahad Pendidikan Alquran dan Dakwah Islamiyah, Selain daripada itu semua adalah untuk mewujudkan beberapa perkara yang dirasa sangat penting demi kelangsungan hidup beragama, dan juga untuk kebahagiaan, ketentraman dan kesuksesan ummat Islam itu sendiri, diantaranya;

Menjaga kemurnian Al Quran dan Al Hadits serta ajaran-ajarannya dari penyimpanganpenyimpangan yang telah dilakukan oleh kaum misionaris, orang-orang munafik dan para penganut Islam Liberal. Mencetak generasi-generasi Islam yang hafal Al Quran dan Al Hadits. Memberikan pemahaman yang benar mengenai Al Quran dan As Sunnah, sesuai dengan petunjuk Rasulullah , para sahabat dan para ulama rasyidiin. Untuk membumikan Al Quran dan As Sunnah pada setiap orang mukmin (khususnya para hufadz Al Quran), sehingga bisa menjadi contoh kehidupan yang baik bagi kaum muslimin (khususnya) dan orang-orang non muslim (umumnya). Menumbuhkan ruh keislaman hingga mengakar kuat dalam hati-hati dan kehidupan kaum muminin. Mencetak kader-kader Islam yang rabbaniyah, berkualitas dan bertanggung jawab pada diri dan agamanya. Membentuk kader yang mau memikirkan kelangsungan perkembangan agama Islam dan kondisi ummat, yang dewasa ini semakin dilanda kemerosotan. Menciptakan kehidupan yang harmonis dan seimbang antara pemimpin (umara) dan rakyat, antara orang tua dan orang muda, antara orangtua dengan anak-anaknya, dan antara alim ulama dengan ummat.

DASAR PEMIKIRAN
Pendirian PPABM ini didasarkan pada firman-firman Allah swt dan hadits-hadits Rasulullah sebagaimana yang akan kami sebutkan di bawah ini. Selain itu juga mempertimbangkan akan besarnya fadhilah (keutamaan) dalam menghafal Al Quran dan Al Hadits serta menuntut Ilmu. Dan yang terutama sekali adalah untuk siar Islam serta li ilaai kalimatillah, sehingga dapat digunakan untuk mempersiapkan bekal dan sebagai tabungan masa

depan di akherat bagi orangtua, anak, pihak pengelola maupun kaum muslimin yang ikut membantu terlaksanannya pendirian pondok pesantren ini.

N6n/ `iB psqB N3?u!$y_ s% $Z9$# $pk r't tYBsJ=j9 puHqu ur Y dur r 9$# $yJj9 !$xur
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(Yunus : 57)

(#q?r& %!$# r MoYit/ 7Mt #u uqd @t/ cqJ=9$# w) !$uZFt $t/ ysgs $tBur 4 zO=9$#
Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. (Al Ankabuut : 49)

b#u)9$# m n=t tAh R wqs9 (#rxx. t%!$# tA$s%ur ( x8y #xs m/ |Mm7s[Z9 y79x 2 4 Zoy nur \'s#Hd Wx ?s? moY=?u ur
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; Demikianlah[6] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). (Al Furqaan : 32)

x ?s? tb#u)9$# @o?u ur m n=t rr&


Atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al Quran itu dengan tartil[7] (perlahan-lahan). (Al Muzzammil : 4)

Dari Utsman bin Affan sesungguhnya Rasulullah bersabda, Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya. (HR Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah) Dari Umar bin Khaththab , telah bersabda Rasulullah , Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al Quran ini dan merendahkan yang lainnya dengannya pula. (HR Muslim) Dari Ibnu Masud , telah bersabda Rasulullah , Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu hasanah (kebaikan). Dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa alif laam miim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. (HR Tirmidzi) Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, saling mengajarkannya sesama mereka, kecuali diturunkan kepada mereka sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat akan mengerumuni mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di kalangan malaikat yang ada di sisi-Nya. (HR Muslim, Abu Daud)

Dari Muadz al Juhani sesungguhnya Rasulullah bersabda, Barangsiapa membaca Al Quran dan beramal dengannya, maka pada hari Kiamat kedua ibu-bapaknya akan dipakaikan mahkota yang sinarnya lebih bagus (terang) daripada sinar matahari, seandainya matahari itu berada dalam rumah-rumah kalian di dunia. (Jika ibu-bapaknya saja memperoleh pahala seperti itu) maka bagaimana menurut perkiraanmu pahala bagi orang yang mengamalkannya sendiri? (HR Abu Daud, bab Pahala Membaca Al Quran, Hadits nomor 1453) Imam Thabrani rah. di dalam kitab Jamul Fawaid telah meriwayatkan hadits dari Anas t, Rasulullah r bersabda, Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al Quran, maka dosadosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa yang mengajarkan anaknya hingga menjadi hafidz Al Quran, maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya seperti cahaya bulan purnama, dan dikatakan kepada anaknya, Mulailah membaca Al Quran! Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al Quran, ayah (orangtua)nya dinaikkan satu derajat hingga terus bertambah tinggi sampai tamat bacaannya. Dari Abdullah t berkata, telah bersabda Rasulullah r, Belajarlah Al Quran dan ajarkanlah kepada orang lain; Belajarlah (tuntutlah) ilmu dan ajarkanlah kepada orang lain; Pelajarilah perkara-perkara yang fardhu (ilmu faraaidh yaitu pembagian harta pusaka) dan ajarkanlah manusia dengannya, karena aku adalah manusia yang akan ditarik dari dunia ini (wafat), dan sesungguhnya ilmu pengetahuan juga akan segera diangkat, sehingga (suatu saat nanti) dua orang akan berselisih tentang perkara yang fardhu, sedangkan tidak ada seorangpun yang memberitahukan pada keduanya tentang perkara fardhu tersebut. (HR Baihaqi dalan Syubul Iman II/255) Dari Abu Hurairah t berkata, telah bersabda Rasulullah r, Sesungguhnya diantara amalamal kebaikan seorang mumin yang akan terus mengikutinya walaupun setelah wafatnya ialah; (1) Ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan; (2) Anak shalih yang ia tinggalkan; (3) Mushaf Al Quran yang ia wariskan (ajarkan); (4) Masjid yang ia bangun; (5) Rumah (peristirahatan) untuk para musafir yang ia bangun; (6) Sungai yang ia alirkan; dan (7) Sedekah yang ia berikan dari hartanya ketika ia masih hidup dan masih sehat. (Pahala amal-amal ini) terus mengalir kapadanya meskipun ia telah meninggal dunia. (HR Ibnu Majah, bab Pahala yang Mengajarkan Kebaikan pada Manusia, Hadits nomor 242)

MAKSUD DAN TUJUAN


Visi

Menjaga kemurnian Al Quran dan Al Hadits serta ajaran-ajarannya dari berbagai macam penyimpangan dan penyalahgunaan. Membumikan Al Quran dan As Sunnah pada setiap orang mukmin. Mencetak generasi generasi muda Islam yang rabbaniyah, berkualitas dan bertanggung jawab pada diri dan agamanya, serta hapal Al Quran dan Al Hadits. Membentuk mental yang baik dan akhlak yang mulia pada setiap santri, serta membina lingkungan sekitar yang kondusif bagi perkembangan mental anak dan jasmaninya. Membentuk kader yang mau memikirkan kelangsungan perkembangan agama Islam dan kondisi ummat, serta menyebarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Quran dan As Sunnah.

Menciptakan kehidupan yang harmonis dan seimbang antara pemimpin (umara) dan rakyat, antara orang tua dan orang muda, antara orangtua dengan anak-anaknya, dan antara alim ulama dengan ummat.

Misi

Menyelenggarakan proses pendidikan yang mengajarkan materi Al Quran, Al Hadits dan Fiqih, dengan cara menghaal naskah dan pemberikan pemahaman yang benar mengenai Al Quran, As Sunnah dan ijma ulama. Mengajarkan dan menjelaskan kandungan yang ada di dalam Al Quran dan As Sunah serta mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, hingga dapat menumbuhkan ruh keislaman yang mengakar kuat dalam hati-hati dan kehidupan kaum muminin (khususnya para santri). Mengajarkan akhlak Rasulullah r serta cara mengatasi problem yang menimpa diri sendiri (dan orang lain). Membentuk mental yang kuat pada setiap santri. Menyelenggarakan kegiatan extra yang bermanfaat (seperti olahraga, skill ketrampilan dll) dan sesuai dengan sunnah Nabi Melatih setiap santri untuk terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, agar mau dan mampu mempraktekkan serta mendawahkan segala yang pernah didapat selama masa pembelajaran, yang sesuai dengan Al Quran dan Al Hadits serta ijma ulama. Belajar memberikan arahan kepada masyarakat (temasuk umara) dalam merealisasikan ajaran Nabi dan hubungan antar sesama masyarakat.

BENTUK KEGIATAN

1. 2. 3. 4. 5.

pembebasan tanah 5H Pembangunan gedung PPABM Pengadaan infrastuktur serta sarana dan prasara. Penyusunan dan evaluasi sistem pendidikan. Mencetak buku belajar mengaji metoda bm

1. Sub kegiatan: a. Pembuatan desain gedung b. Pembuatan bangunan pokok

c. Finishing gedung d. Starter santri e. Perumusan Sistem & Kurikulum Pendidikan

3. Gambar Desain Bangunan Lihat lampiran

4. Rencana anggaran awal: 1.Mencetak buku belajar mengaji metoda bm 1000 paket , [ I paket 25000 * 1000 = 25 jt ] 2. pembebasan tanah 5 hektar per meter 50 rb * 5h = 2.500,000,000:00 3. kendaraan mobil dan sepeda motor untuk operasional bm. [ hibah atau waqof ] 4. pengandaan alquran rosm utsmaniy [ hibah atau waqof ]

5. Susunan panitia pelaksana:

Susunan Panitia Pelaksana Pendirian

PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL QUR'AN albayan lil muslimin


Penasehat 1 bpk KH Marzuqi musytamar 2. bpk H Fahimin suharno 3 bpk H Siswo sofwan Pembina ust Ahmad Muslimin Alhafidh

Pengelola Ketua Pelaksana Sekertaris Bendahara Bid. Pembangunan Bid. Pendidikan Umum

: pondok pesantren alquran albayan lil muslimin : bpk H Fahimin Suharno : ust Hasan Bisri : ustdzah Robiatul Adawiyah : ust Alwi almajidi ust M Zainuddin :Ahmad Shodiqin

KONTAC PERSON : A Muslimin : (0341)7312946 ,0852 333 226 48 H Fahimin S : (0341) 560314 , -081310003405 Alamat kantor : Jl Mertojoyo m16 Rt 04 Rw 10 Merjosari Lowokwaru Malang 56144 Jawa Timur tlp : 0341560314-7312946 E-Mail : muslimin.pppa@gmail.com Website : http://albayan lil muslimin.blogspot.com salurkan donasi anda melalui : rek bank syariah mandiri malang. bsm: 7033528862 an. muslimin info program : 03417312946 08523322648 -081310003405

jazakumulloh khoiron katsiro...amiiin.

PENUTUP
Demikianlah proposal kami sampaikan. Semoga Allah meringankan langkah Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam mensukseskan pelaksanaan sehingga dapat menjadi tabungan amal saleh di akhirat kelak. Amin.

Anda mungkin juga menyukai