Anda di halaman 1dari 4

1.

Kifosis

DEFINISI Penyakit Scheuermann adalah suatu keadaan yang ditandai dengan nyeri punggung dan adanya bonggol di punggung (kifosis). Kifosis adalah suatu kelainan bentuk pada tulang belakang yang bisa terjadi akibat trauma, gangguan perkembangan atau penyakit degeneratif. Kifosis pada masa remaja juga disebut penyakit Scheuermann. PENYEBAB Penyebab dari penyakit Scheuermann tidak diketahui. Penyakit ini muncul pada masa remaja dan lebih banyak menyerang anak laki-laki. GEJALA Gejalanya berupa: - nyeri punggung yang menetap tetapi sifatnya ringan - kelelahan - nyeri bila ditekan dan kekakuan pada tulang belakang - punggung tampak melengkung - lengkung tulang belakang bagian atas lebih besar dari normal. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (lengkungan punggung yang abnormal). Juga dilakukan pemeriksaan neurologis (saraf) untuk mengetahui adanya kelemahan atau perubahan sensasi). Rontgen tulang belakang dilakukan untuk mengetahui beratnya lengkungan tulang belakang. PENGOBATAN Kasus yang ringan dan non-progresif bisa diatasi dengan menurunkan berat badan (sehingga ketegangan pada punggung berkurang) dan menghindari aktivitas berat. Jika kasusnya lebih berat, kadang digunakan brace (penyangga) tulang belakang atau penderita tidur dengan alas tidur yang kaku/keras. Jika keadaan semakin memburuk, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki kelainan pada tulang belakang.

Kifosis (kyphosis) adalah gangguan tulang belakang progresif di mana punggung atas menunjukkan sebuah kelengkungan ke depan abnormal, mengakibatkan kelainan tulang yang kadang-kadang digambarkan sebagai bungkuk. Kifosis terdiagnosis jika kurvanya lebih dari 50 derajat, menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Mayo Clinic memberikan batas lebih rendah untuk diagnosis kifosis yaitu kelengkungan 40 derajat atau lebih. Pada remaja, penyebab paling umum dari kifosis adalah penyakit Sheuermann. Pada orang tua, penyebab paling umum kifosis adalah degenerasi diskus vertebralis. Kifosis terlokalisasi mungkin disebabkan oleh runtuhnya satu atau lebih tulang belakang toraks yang mungkin berhubungan dengan osteoporosis.

Kifosis merupakan salah satu bentuk kelainan yang terjadi pada tulang belakang manusia. Ciri-ciri kifosis ditandai dengan bentuk punggung yang tidak normal dan melengkung ke belakang lebih dari 50 derajat. Istilah kifosis dikenal oleh awam sebagai bungkuk. Dalam diskusi media bersama Anlene, dr. Siti Annisa Nuhonni, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR), Departemen Rehabilitasi Medik RSCM-FKUI mengatakan, Kifosis dapat menyebabkan beberapa masalah. Tidak hanya postur tubuh yang membungkuk, namun juga beberapa gejala lainnya seperti nyeri punggung, kelelahan otot dan kekakuan di bagian belakang punggung. Dan pada kasus yang parah, kifosis dapat mempengaruhi paru-paru, saraf, dan organ lainnya, sehingga menyebabkan rasa sakit dan mempengaruhi kualitas hidup. Penyebab kifosis pada dewasa: Kongenital, sebagai akibat dari masalah perkembangan Traumatik, karena cedera pada tulang belakang Iatrogenik, efek dari intervensi medis atau pembedahan Osteoporosis, seringkali disebut sebagai silent disease karena proses hilangnya kepadatan tulang berlangsung progresif selama bertahun-tahun dan biasanya tidak disadari oleh banyak orang hingga memberikan gejala-gejala seperti patah tulang, tulang punggung yang semakin membungkuk atau kifosis, berkurangnya tinggi badan serta nyeri punggung yang seringkali timbul pada tahap osteoporosis lanjut. Selain itu secara umum, kifosis juga dapat dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan penyebabnya yaitu sebagai berikut: 1. Kifosis postural (punggung bungkuk). Adalah jenis yang paling umum dari kifosis dan umumnya terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki dan gejalanya biasanya terlihat saat memasuki usia remaja. Disebabkan oleh postur tubuh yang buruk dan melemahnya otot-otot dan ligamen di bagian belakang (otot paraspinous). Tulang belakang biasanya berbentuk normal pada kifosis postural. Penderita penyakit ini memiliki gejala nyeri dan melemahnya otot. 2. Kifosis scheuermann. Gejalanya biasanya terlihat saat memasuki usia remaja. Jenis kifosis ini adalah hasil dari suatu kelainan struktural tulang belakang. Kifosis scheuermann merupakan salah satu jenis

kifosis yang umumnya dapat berkembang menjadi skoliosis (kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping, dapat terjadi pada segmen servikal (leher), torakal (dada) maupun lumbal (pinggang) bila dibandingkan dengan jenis kifosis lainnya. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. 3. Kifosis bawaan. Merupakan jenis kifosis yang paling jarang terjadi. Kifosis jenis ini disebabkan oleh berkembangnya tulang belakang manusia secara abnormal pada proses pertumbuhannya sebelum dilahirkan (berkembang di dalam janin). 4. Kifosis akibat dari osteoporosis. Osteoporosis merupakan salah satu penyebab kifosis yang paling sering terjadi pada orang dewasa dan lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Tulang belakang yang rapuh dan lemah merupakan penyebab utama dari masalah ini. Hal ini dapat mengakibatkan tulang belakang mengalami fraktur kompresi, terutama pada wanita pasca menopause di atas usia 50 tahun. Fraktur kompresi paling banyak terjadi pada bagian depan tulang belakang, yang menyebabkan bagian depan tulang runtuh dan menciptakan tulang belakang berbentuk baji dan menciptakan postur tubuh membungkuk atau kifosis, atau punuk dowager. Tidak hanya menyebabkan masalah estetik, hal ini lebih jauh dapat menyebabkan beberapa masalah hingga pada kasus yang parah dapat mempengaruhi paru-paru, saraf, dan organ lainnya, sehingga menyebabkan rasa sakit dan harus berkonsultasi dengan dokter. "Wanita akan mengalami penurunan massa tulang khususnya ketika berusia di atas 30 tahun dan akan terus menurun seiring bertambahnya usia. Selain itu, kurangnya asupan nutrisi kalsium sejak usia muda hingga usia tua turut memperparah kondisi tersebut. Menjalani gaya hidup sehat - berolahraga dan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium dapat mencegah kifosis di kemudian hari," ujar dr. Nuhonni.

Kifosis merupakan salah satu bentuk kelainan yang terjadi pada tulang belakang manusia. Ciri-ciri kifosis ditandai dengan bentuk punggung yang tidak normal dan melengkung ke belakang lebih dari 50 derajat. Istilah kifosis dikenal oleh awam sebagai bungkuk. Kifosis dapat menyebabkan beberapa masalah, tidak hanya postur tubuh yang membungkuk, namun juga beberapa gejala lainnya seperti nyeri punggung, kelelahan otot dan kekakuan di bagian belakang punggung. Dan pada kasus yang parah, kifosis dapat mempengaruhi paruparu, saraf, dan organ lainnya, sehingga menyebabkan rasa sakit dan mempengaruhi kualitas hidup. "Kifosis dapat dicegah sejak dini jika rajin meminum susu atau makanan tinggi kalsium dan melakukan olahraga yang menarik atau menekan tulang," ujar dr. Siti Annisa Nuhonni, SpKFR, dari Departemen Rehabilitasi Medik RSCM-FKUI, dalam diskusi media bersama Anlene di Jakarta, akhir April 2013. Selain itu, dr. Siti menyarankan para ibu mengurangi beban tas sekolah anaknya agar punggung anak tidak bekerja keras mengangkat buku-buku anak. Anak juga harus dibiasakan duduk tegak, baik di meja belajar di rumah maupun di sekolah. Sebaiknya ajak keluarga rutin berjemur matahari setiap pagi sebelum jam 9 pagi untuk membantu tulang menyerap kalsium dan vitamin D dalam tubuh. Sebagai orang dewasa, Anda dan suami juga harus tetap minum

susu bersama anak, terutama yang tinggi kalsium, untuk mencegah osteoporosis. Sebab, osteoporosis merupakan salah satu penyebab terjadinya Kifosis. Namun, jika sudah terlanjur menderita kifosis, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan, yakni: Kifosis postural Biasanya dapat diobati dengan terapi fisik untuk membantu memperkuat otot-otot punggung dan memperbaiki postur tubuh. Penghilang rasa sakit ringan dan obat antiinflamasi juga dapat membantu mengurangi gejala. Bungkuknya punggung tidak menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Pembedahan tidak diperlukan untuk kifosis postural. Kifosis scheuermaan Pada awalnya biasanya diobati dengan kombinasi latihan dan terapi fisik dan pengobatan nyeri pinggang serta antiinflamasi. Jika kifosis terus berkembang, dapat menggunakan penyangga tulang. Seperti rekomendasi dokter, penyangga sebaiknya digunakan untuk punggung yang melengkung hingga kurang lebih 45 derajat dan dapat terus digunakan hingga kondisi mulai normal. Dalam beberapa kasus, pembedahan dianjurkan untuk kifosis scheuermaan. Indikasi untuk operasi meliputi kurva lebih dari 75 derajat, nyeri yang tidak terkontrol, dan kelainan syaraf, jantung, dan paru-paru. Pengobatan kifosis bawaan umumnya dilakukan pada saat penderita masih balita. Hal ini karena kifosis disebabkan oleh adanya kelainan pada tulang belakang saat bayi masih dalam janin ibu. Pembedahan sebaiknya dilakukan seawal mungkin untuk membantu mencegah kondisi kifosis bertambah parah. Terapi osteoporosis diperlukan untuk mencegah terjadinya fraktur di kemudian hari pada kasus kifosis yang disebabkan oleh osteoporosis. Terapi lain seperti olahraga, pengaturan pola makan dan asupan nutrisi dengan mengkonsumsi susu berkalsium tinggi dua kali sehari atau sesuai dengan jumlah harian yang direkomendasikan setiap hari juga dapat memperlambat atau menghentikan progresifitas osteoporosis. Namun untuk kasus kifosis yang parah, pembedahan merupakan pilihan terapi. Nekrosa Terjadi bila selaput tulang (periosteum) rusak sehingga sebagian tulang tidak memperoleh makanan, lalu mati dan mengering.

Anda mungkin juga menyukai