Anda di halaman 1dari 6

http://www.hemofilia.or.id/koate.

php

Double Viral Inactivation Antihemophilic Factor (Human) The Golden Standard Theraphy for Hemophilia A (Factor VIII) 11751 hit(s) Koate-DVI merupakan konsentrat faktor VIII/faktor antihemofilia untuk terapi hemofilia klasik (hemofilia A). DESKRIPSI Koate-DVI mengandung faktor antihemofilia (AHF, AHG, faktor VIII) yang disterilkan, distabilkan, dimurnikan dengan memakai tri-n-butyl phosphare (TNBP) dan polysorbate 80, pemanasan dalam suhu 800C selama 72 jam dan melalui proses liofilisasi untuk mendapatkan bentuk akhir berupa bubuk konsentrat faktor VIII. Koate-DVI dibuat sebagai terapi bagi pasien hemofilia A (klasik). Koate-DVI dimurnikan dari cold insoluble fraction of pooled fresh-frozen plasma (fraksi yang tidak larut dari plasma segar beku) dengan modifikasi dan pemurnian menurut metode yang dideskripsikan oleh Hershgold, Pool, dan Pappenhagen. Koate-DVI mengandung konsentrat faktor VIII murni, dengan kemurnian 300 - 1000 kali dibandingkan dengan plasma. Proses pemurnian plasma juga dilakukan dengan seksama dan telah diuji dan disetujui dengan pengujian yang berulang. Bila Koate-DVI dicairkan dengan cara yang sesuai dengan petunjuk, Koate-DVI mengandung faktor VIII lebih banyak, 50 - 150 kali dibandingkan dengan faktor VIII dalam plasma dengan volume yang sama. Dalam pembuatan Koate-DVI diperlukan penambahan albumin (human). Aktivitas spesifik Koate-DVI sesudah pemberian albumin (human) adalah 9-22 IU/mg protein. Koate-DVI harus diberikan secara intravena.

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN Setiap botol Koate-DVI mengandung faktor anti hemofilia (faktor VIII) dengan jumlah unit tertera pada label di setiap botol. Koate-DVI diberikan secara intravena dengan memakai syringe atau drip infusion. Koate-DVI harus diberikan setelah dilarutkan, atau maksimum 3 jam sesudah dilarutkan. Manfaat Dan Penilaian Dari Terapi Dosis yang dianjurkan di bawah ini merupakan petunjuk umum, sebab pemberian Koate-DVI berdasar pada kebutuhan pasien, beratnya perdarahan, kadar faktor VIII pasien, ada tidaknya inhibitor terhadap faktor VIII, dan kenaikan kadar faktor VIII yang diinginkan. Dalam beberapa hal diperlukan pemeriksaan kadar faktor VIII pasien untuk menilai kemajuan terapi. Efek klinik dari pemeberian Koate-DVI merupakan elemen utama untuk menilai efektivitas terapi. Seringkali diperlukan peningkatan dosis yang diberikan untuk mencapai dan mempertahankan efek klinik yang memuaskan. Bila pemberian Koate-DVI dengan dosis yang telah diperhitungkan tidak memberikan efek klinik, perlu dipikirkan adanya inhibitor terhadap

faktor VIII. Dalam kasus ini pemberian Koate-DVI tetap dipertahankan sambil menunggu hasil laboratorium terhadap inhibitor faktor VIII. Bila dari pemeriksaan laboratorium dipastikan adanya inhibitor maka dosis Koate-DVI dapat sangat bervariasi tergantung pada respon klinik pasien. Pemberian Koate-DVI kepada pasien dengan kadar inhiobitor terhadap faktor VIII lebih rendah daripada 10 BU, pada umumnya memberikan efek klinik yang cukup baik tanpa adanya anamnestic respons dari inhibitor (titer inhibitor tidak meningkat). Penilaian terhadap kadar faktor VIII dan respon klinik sangat dperlukan sebagai dasar untuk memberikan terapi yang adekuat. Penggunaan terapi alternatif seperti F IX Complex Concentrates, Anti-hemophilic Factor (Porcine) atau Anti-hemophilic Coagulant Complex dapat diberikan kepada pasien dengan titer inhibitor yang tinggi. Immune Tolerance Therapy (Terapi Toleransi Imun) yaitu pemberian berulang konsentrat faktor VIII dalam dosis tertentu dan jadwal tertentu, dapat megeradikasi inhibitor. Sebagian besar upaya untuk menanggulangi inhibitor adalah dengan memberikan konsentrat faktor VIII dosis tinggi sekali sehari, namun sampai saat ini belum ditemukan cara efektif yang dapat dilakukan secara universal. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan para ahli hemofilia di bidang Immune Tolerance Therapy. Perhitungan Dosis Kanaikan kadar faktor VIII in vivo (dalam satuan IU) dapat diperkirakan dengan mengalikan dosis faktor VIII per Kg BB (berat badan) dengan 2%. Cara menghitung berdasar pada penemuan Abilgaard dan kawan-kawan adalah sebagai berikut : Kenaikan kadar faktor VIII yang diinginkan : Jumlah IU yang diberikan X 2% /IU/KgBB BB(Kg)

Contoh pada pasien dengan berat badan 70 kg : 1400 IU X 2% /IU/KgBB 70 kg atau dosis yang akan diberikan : BB (kg) X kenaikan % faktor VIII yang diinginkan 2 % /IU/kg Contoh pada pasien dengan berat badan 15 kg : 15 kg X 100% = 750 IU 2 % /IU/kg = 40 %

Dosis yang diperlukan untuk memberikan efek hemostatik tergantung pada tipe dan beratnya perdarahan seperti beberapa kasus di bawah ini : Perdarahan Ringan Perdarahan ringan atau perdarahan awal apda umumnya dapat diatasi dengan dosis tunggal 10 IU/Kg karena meningkatkan kadar faktor VIII sampai kurang lebih 20%. Sesudah pemberian ini, Koate-DVI tidak perlu diberikan kecuali bila terjadi perdarahan lanjut. Perdarahan Sedang Untuk perdarahan yang lebih serius, kadar faktor VIII sebaiknya dinaikkan sampai 30% - 50% dengan cara memberikan 15 - 25 IU/kg. Bila diperlukan terapi lebih lanjut, pemberian selanjutnya dapat diberikan setiap 8 - 12 jam dengan dosis 10 - 15 IU/kg. Perdarahan Berat Pada pasien yang mengalami perdarahan berat atau perdarahan yang beresiko fatal (antara lain : perdarahan pada susunan saraf pusat, perdarahan retrofaring, perdarahan retroperitonel, dan iliopsoas), kadar faktor VIII sebaiknya dinaikkan sampai 80% - 100%. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan Koate-DVI setiap 8-12 jam dengan dosis 40 - 50 IU/kg untuk dosis awal kemudian dosis lanjutan 20 25 IU/kg. Tindakan Bedah Untuk tindakan bedah mayor, kadar faktor VIII pasien sebaiknya dinaikkan sampai kurang lebih 100% melalui pemberian pra-operatif dengan dosis 50 IU/kg, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap kadar faktor VIII sebelum operasi dilakukan. Untuk mempertahankan hemostatic level (kadar hemostatik), pemberian berulang dapat dilakukan setiap 6-12 jam selama 10-14 hari atau sampai terjadi proses penyembuhan. Kebutuhan konsentrat faktor VIII dipengaruhi oleh jenis tindakan yang dilakukan dana terapi lainnya pasca operasi. Untuk tindakan bedah minor, kebutuhan untuk mencapai hemostatic level (kadar hemostatik), terhadap konsentrat faktor VIII, lebih rendah. Profilaksis Konsentrat faktor VIII dapat diberikan secara teratur sesuai dengan protokol untuk terapi profilaksis. Diagnosis yang kurang tepat, dosis yang tidak tepat, cara pemberian yang tidak benar, dan perbedaan biologik pada setiap penderita, dapat mengurangi kemanjuran terapi dan menimbulkan reaksi simpang. Konsentrat faktor VIII harus disimpan dengan cara yang benar, petunjuk pemakaian harus diperhatikan, dan efek samping berupa penularan penyakit melalui transfusi harus dipertimbangkan sebelum konsentrat faktor VIII diresepkan. Pemeriksaan kadar faktor VIII pasien dapat dilakukan untuk memantau kemajuan terapi atau bila gejala klinik kurang menunjang.

Cara Melarutkan Koate-DVI

Siapkan kapas, larutan alkohol, syringe, dan kemasan Koate-DVI Di dalam kemasan Koate-DVI terdapat 5 bagian (Gambar 1); yaitu 1unit botol berisi Koate-DVI yang berupa bubuk konsentrat faktor VIII, 1 unit botol strerile water for injection (pelarut), 1 unit transfer needle berupa 2 jarum dengan panjang yang berbeda (berwarna merah), 1 unit filter needle (warna putih), dan 1 unit winged needle. Buka penutup dari botol konsentrat dan pelarut, sehingga nampak stopper karet warna abu-abu. Lakukan tindakan aseptik dengan cara mengusap/membersihkan stopper karet dengan kapas alkohol, dan biarkan mengering. Sesudah dibersihkan, jaga agar stopper karet tidak tersentuh oleh jari/tangan, atau benda lain. Gambar 2 Ambil transfer needle (warna merah) dan pegang dalam posisi horisontal. Untuk membuka pengaman jarum, putar ujung yang tidak ada tulisannya atau lihat jarum yang lebih pendek (Gambar 2). Tusukkan jarum yang lebih pendek secara tegak lurus ke botol pelarut, kemudian lepaskan sisa pengaman jarum dengan cara memutarnya. Tusukkan jarum transfer needle yang lebih panjang ke botol konsentrat dengan posisi miring (45). Ruang hampa udara dalam botol konsentrat menyebabkan pelarut masuk ke botol konsentrat. Tunggu sampai semua pelarut masuk ke botol konsentrat (Gambar 3). Lepaskan transfer needle dan botol pelarut yang telah kosong dari botol konsentrat. Aduk konsentrat sampai rata selama 5-10 detik dengan cara memutar botol konsentrat. Kadangkala terlihat buih setelah diaduk. Jangan aduk terlalu keras agar tidak terbentuk buih berlebihan. Sekali lagi lakukan tindakan aseptik pada botol konsentrat. Ambil filter needle, pegang dalam posisi horisontal. Untuk membuka pengaman, putar ujung yang tidak ada tulisannya. Pasang syringe ke filter needle, kemudian tusukkan ke botol konsentrat (Gambar 4 & 5). Gambar 5 Gambar 3

Gambar 1

Gambar 4

Ambol konsentrat di botol sampai habis

Gambar 6 Gunakan winged needle untuk menyuntikkan konsentrat atau piranti lain yang memadai (Gambar 6). Bila seorang pasien memerlukan lebih dari 1 kemasan Koate-DVI, maka 1 syringe dapat dipakai untuk menampung beberapa kemasan. Bila seorang pasien memerlukan lebih dari 1 kemasan Koate-DVI, maka 1 syringe dapat dipakai untuk menampung beberapa kemasan. Disuntikkan dengan kecepatan sedang. Tidak perlu dilarutkan dengan pelarut lain. Buang semua peralatan bekas pakai.

KEMASAN Koate-DVI dikemas dalam botol dengan aktivitas total faktor VIII (dalam satuan unit) tertera pada label di setiap botol. Dalam kemasan telah disediakan pula cairan pelarut (Sterile Water for Injection), USP, transfer needle steril, filter needle steril dan peralatan suntuk steril lainnya. No NDC 0026-0665-20 0026-0665-30 0026-0665-50 Aktivitas Faktor VIII Volume Pelarut 250 IU 5 ml 500 IU 5 ml 1000 IU 10 ml

PENYIMPANAN Koate-DVI sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin (kulkas) bersuhu 2 - 8 C. Bila disimpan dalam suhu ruangan (25C), selama 6 bulan, maka aktivitasnya akan menurun. Jangan disimpan dalam freezer, karena dapat menyebabkan botol berisi cairan pelarut pecah.

PERHATIAN Harus dengan resep dokter.

BEBERAPA KEUNGGULAN Koate-DVI Keamanan Berasal dari plasma darah yang bebas dari virus hepatitis B serta anti - HIV dengan metode yang telah disetukui oleh FDA. Proses pemusnahan virus yang canggih Dilakukan dengan proses solvent/detergent dengan tujuan memusnahkan segala macam virus meskipun yang tidak dapat diskrining sekalipun, yang di akui oleh Yayasan Hemofilia Nasinal di USA (NHF). Kemurnian serta potensi yang tinggi AHF (Antihemophilic Factor (Human)) yang dimurnikan dengan kromatografi permeasi gel teknologi yang memurnikan dan membentuk konsentrat Koate-DVI Perangkat infus yang modern Perangkat infus yang modern sehingga akan meningkatkan efisiensi, menambah kenyamanan pada saat infus dan praktis diberikan pada paket Koate-DVI. Kemasan yang lebih baik Kemasan yang lebih kecil lebih mudah disimpan dan tidak mudah pecah. Kotak tahan lembab dengan label yang jelas pada suhu 2-8C (lemari pendingin).