Anda di halaman 1dari 8

1.

B e s i (Fe) Besi (Fe)Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk kation Fe dan esensi dari unsur iniadalah: 1. Sebagai gugus prostetik enzim katalase dan peroksidase dan sebagai

penyusunferedoxin yang terdapat dalam klorofil. 2. Didalam tubuh tanaman Fe berada sebagai penyusun Fitoferitin yaitu garam Feri PosfoProtein yang terdapat didalam kloroplas dan senyawa ini yang menentukan proses pembentukan klorofil kalau defisiensi Fe sebagai penyusun klorfil tetapi untuk pem- bentukan klorofil Fitoferitin yang mengandung Fe. Dari dua esensi unsur Fe ini terlihat bahwa Fe berkaitan erat dengan klorofil yang berhubungan erat dengan proses fotosintesis. Jadi kalau Fe defisiensi maka prosesfotosintesis juga terhambat maka produksi pun terhambat.

Besi adalah suatu unsur yang mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi merupakan logam yang terletak dalam golongan VIIIB dan periode 4. Besi adalah salah satu elemen yang dapat ditemui hampir pada setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air.

Ion Fe atau besi selalu di jumpai pada air alami dengan kadar oksigen yang rendah, seperti pada air tanah dan pada daerah danau yang tanpa udara. Besi (Fe) ditemukan oleh John Martin pada akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an. Martin mengajukan hipotesis pada tahun 1990 bahwa pemupukan Fe di alam dapat menyebabkan perubahan iklim pada skala geologi. Air hujan yang turun jatuh ke tanah dan mengalami infiltrasi masuk ke dalam tanah yang mengandung FeO akan bereaksi dengan H2O dan CO2 dalam tanah dan membentuk Fe (HCO3)2 dimana semakin dalam air yang meresap ke dalam tanah semakin tinggi juga kelarutan besi karbonat dalam air tersebut. Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan 0,1 mg/l. Fe sebagian besar berasal dari kontaknya dengan tanah dan pembentukan batuan. Pada umumnya kandungan Fe berasal dari daerah di mana lapisan humusnya (top soil) agak

tebal. Kandungan besi dalam air minum dapat bersifat terlarut sebagai Fe2+ atau Fe3+ tersuspensi sebagai butir kolodial atau lebih besar seperti FeO, dan yang tergabung dengan zat organik/anorganik. Besi juga berperan pelaksanaan transport oksigen dari paru-paru ke jaringan begitu pula dalam proses respirasi sel, pembentukan hemoglobin juga memerlukan adanya ion besi Gejala kekurangan dan kelebihan ferrit/besi (fe)

Berfungsi untuk pembentukan klorofil. berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan, selain itu besi berfungsi sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman, dan pembentuk beberapa enzim. Gejala kekurangan besi pada tanaman dapat menimbulkan korosi, lembaran daun menjadi kuning/pucat. Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman. Besi tersedia dalam tanah berkisar 2-150ppm. Dan kebutuhan normal tanaman berkisar 40-250ppm.

Kekurangan unsur hara Besi (Fe) Defisiensi (kekurangan) zat besi sesungguhnya jarang terjadi. Terjadinya gejala-gejala pada bagian tanaman (terutama daun) kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedianya zat besi adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur (Ca) pada tanah yang berlebihan kapur dan yang bersifat alkalis. Jadi masalah ini merupakan masalah pada daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur. Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mula secara setempatsetempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan ada pula yang menjadi putih Gejala selanjutnya yang lebih hebat terjadi pada musim kemarau, daundaun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan Pertumbuhan tanaman seolah terhenti akibatnya daun berguguran dan akhirnya mati mulai dari pucuk. Kelebihan unsur hara Besi (Fe) Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.

2. M a n g a n (Mn) Mangan ( Mn )Unsur ini diserap dalam bentuk Mn++. Unsur ini dalam tubuh tanamanmempunyai dua fungsi esensi: 1. Mn mengaktifkan enzim IAA Oksidate yang berfungsi memecahkan IAA ( IndolAcetic Acid ) yang tidak lain adalah hormon auksin. Bila tanaman kekurangan Mn makaauksin berada dalam konsentrasi tinggi dalam tubuh tanaman sehingga

terjadi hambatan pertumbuhan ( tanaman kerdil ). Kita tahu bahwa auksin dalam kadar rendah memacu pembelahan dan pembesaran sel yang dimulai dari ekskresi ion H+ dari sitoplasma kedinding sel, akibatnya tekanan pada dinding sel makin kuat, dengan adanya imbibisi air maka sel terbelah dan membesar yang mendorong pertumbuhan tanaman tanamansebaliknya bila auksin berada dalam kadar tinggi akan menghambat pertumbuhantanaman. Auxsin berfungsi untuk: *Pembelahan dan pembesaran sel ( pertumbuhan tanaman). * Mengaktifkan RNA untuk pembentukan protein di ribosom. * Merangsang pertumbuhan kalus untuk menjadi akar. * Merangsang perkecambahan benih. 2. Fungsi Mn yang tidak kalah penting adalah pada proses fotolisis air (penguraian air) sehingga terbentuk energi yang dapat digunakan tanaman untuk proses proses metabolisme seperti absorbsi, transpirasi, pembelahan sel, pembungaan,

pembentukan buah dll. H2O 2H+ +2l + O2 Reaksi ini disebut juga reaksi Hill yang termasuk dalam fotosintesis fase terang.

Mangan adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mn dan nomor atom 25. 1. Siklus unsur Mangan (Mn) pada tanaman Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan da produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur esensial. ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu unsur dapat disebut sebagai unsur esensial: a. Unsur tersebut diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus hidup tanaman secara normal.

b. Unsur tersebut memegang peran yang penting dalam proses biokhemis tertentu dalam tubuh tanaman dan peranannya tidak dapat digantikan atau disubtitusi secara keseluruhan oleh unsur lain. c. Peranan dari unsur tersebut dalam proses biokimia tanaman adalah secara langsung dan bukan secara tidak langsung. Tanah merupakan suatu sistem yang kompleks, berperan sebagai sumber kehidupan tanaman yaitu air, udara dan unsur hara. Tembaga (Cu), seng (Zn), besi (Fe) dan mangan (Mn) merupakan beberapa contoh unsur hara mikro yang esensial bagi tanaman karena walaupun diperlukan dalam jumlah relatif sedikit tetapi sangat besar peranannya dalam metabolisme di dalam tanaman (Cottenie, 1983, Harmsen, 1977). Pemupukan yang tidak diikuti dengan peningkatan produksi karena hanya memenuhi beberapa unsur hara makro saja, sementara unsur mikro yang lain tidak terpenuhi. Padahal meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit, unsur mikro ini tidak kalah pentingnya dengan unsur hara makro sebagai komponen struktural sel yang terlibat langsung dalam metabolisme sel dan aktivitas enzim. Ketersediaan unsur-unsur esensial didalam tanaman sangat ditentukan oleh pH. N pada pH 5.5 - 8.5, P pada pH 5.5 - 7.5 sedangkan K pada pH 5.5 - 10 sebaliknya unsur mikro relatif tersedia pada pH rendah. Hal ini disebabkan karena pada pH tersebut semua unsur hara esensial baik makro maupun mikro berbeda dalam keadaan yang siap untuk diserap oleh akar tanaman sehingga dapat menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman. Tingkat ketersediaan unsur hara mikro bagi tanaman sangat tergantung pada pH tanah, proses oksidasi reduksi, adanya unsur yang berlebihan dan bahan organik tanah. Reaksi unsur hara mikro di dalam tanah pada setiap jenis tanah berbeda-beda. Pada tanah yang ber-pH rendah atau bersifat masam, beberapa unsur mikro lebih banyak tersedia terutama dalam bentuk kation diantaranya Fe, Mn, Zn dan Cu. Bila pH tanah naik maka bentuk ion dari kation tersebut berubah menjadi hidroksida/oksida yang tidak tersedia bagi tanaman. Hal yang perlu diperhatikan dalam hubungannya dengan tanaman adalah bahwa setiap jenis tanaman berbeda-beda kebutuhannya akan unsur mikro sehingga kelebihan sedikit saja akan bersifat racun bagi tanaman. Pada umumnya proses oksidasi terjadi bila didukung oleh pH yang tinggi sedangkan pada pH yang rendah/masam akan terjadi reduksi. Mn, Fe, dan Cu dalam kondisi teroksidasi umumnya kurang larut pada pH yang biasa dijumpai dalam tanah dibandingkan keadaan tereduksi pada tanah-tanah yang sangat masam (reduktif). Mangan paling banyak diserap dalam bentuk ion mangan. Keberadaan unsur mangan biasanya bersama-sama dengan unsur besi dan unsur besi biasanya terdapat di air tanah. Air tanah umumnya mempunyai konsentrasi karbon dioksida yang tinggi hasil penguraian kembali zat-zat organik dalam tanah oleh aktivitas mikroorganisme, serta mempunyai konsentrasi oksigen terlarut yang relatif rendah, menyebabkan kondisi anaerobik. Kondisi ini menyebabkan konsentrasi besi dan mangan bentuk mineral tidak larut (Fe3+ dan Mn4+) tereduksi menjadi besi dan mangan yang larut dalam bentuk ion bervalensi dua (Fe2+ dan Mn2+).Meskipun besi dan mangan pada umumnya terdapat dalam bentuk terlarut bersenyawa dengan bikarbonat dan sulfat, juga ditemukan kedua unsur tersebut bersenyawa

dengan hidroden sulfida (H2S).Berikut ini berbagai bakteri berperan dalam mengkatalis reaksi pengubahan bentuk-bentuk Mn: Corynebacterium sp. mengoksidasi kation Mn2+ menjadi Mn4+ (Mn2O3dan MnO2).Mn2+ + O2 + H2O MnO2 + 2H+ Bacillus pycocyaneus mereduksi Mn4+ (Mn2O3 dan MnO2) menjadi kation Mn2+ yang mudah larut dan lebih mobil pada suasana anaaerob. 2. Siklus unsur Mangan (Mn) di dalam air tanah Selain itu besi dan mangan ditemukan pula pada air tanah yang mengandung asam yang berasal dari humus yang mengalami penguraian dan dari tanaman atau tumbuhan yang bereaksi dengan unsur besi untuk membentuk ikatan kompleks organik. konsentrasi mangan pada umumnya kurang dan 1,0 mg/l. Pada air permukaan yang belum diolah ditemukan konsentrasi mangan rata-rata lebih dari 1 mg/l, walaupun demikian dalam keadaan tertentu unsur mangan dapat timbul dalam konsentrasi besar pada suatu reservoir/tandon atau sungai pada kedalaman dan saat tertentu. Hal ini terjadi akibat adanya aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan dan mereduksi bahan organik dan mangan (IV) menjadi mangan (II) pada kondisi hypolimnion (kondisi adanya cahaya matahari). Mangan terdapat dalam bentuk kompleks dengan bikarbonat, mineral dan organik. Unsur mangan pada air permukaan berupa ion bervalensi empat dalam bentuk organik kompleks. 3. Siklus unsur Mangan (Mn) di dalam tanah Kadar Mn dalam kerak bumi sejkitar 900 ppm dan kadar dalam tanah bervariasi antara 20 ppm sampai 3.000 ppm dan nilai rata-rata yang relative tinggi sebesar 1.000 ppm. Mangan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan nama sebagai berikut : Nama Susunan Pyrolucite Manganite Braunite Hausmanite rhodochrocit MnO2 MnOOH (MnSi)2O3 Mn3O4 MnCO3 Mangan umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan

batuan adalah mineral sekunder terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 20 sampai 3000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua maupun valensi empat. Penggenangan dan pengeringan yang berarti reduksi dan oksidasi pada tanah berpengaruh terhadap valensi Mn. Sumber- sumber mangan (Mn) : a. Batuan mineral Pyroluste Mn O2 b. Batuan mineral Rhodonite Mn SiO3 c. Batuan mineral Rhodochrosit Mn CO3 d. Sisa-sisa tanaman Kelarutan Mn dipengaruhi oleh potensial redoks dan pH tanah. Makin tinggi pH, maka makin rendah tingkat kelarutannya. Dimulai pada pH 6,5 sampai reaksi netral dan alkalis dapat terjadi kekahatan Mn dan sebaliknya bila pH tanah rendah kemungkinan yerjadi keracunan Mn (Tanaka dan Yoshida,1970 .Pengapuran yang berlebihan menyebabkan berkurangnya ketersediaan Mn. Pada pH netral sampai alkalis, pengendapan Mn terjadi berupa MnCO3,oksida dan hidroksida Mn++ (Ponnamperuma, 1969). Disamping dua faktor di atas,ketersediaan Mn tergantung pada macam bahan induk, bahan organic tanah, garam, dan kelembapan tanah. Redoks potensial atau penggenangan berpengaruh terhadap ketersediaan Mn. Dalam suasana tergenang, Mn3+(mangani) direduksi menjadi Mn++(mangano). Dalam bentuk valensi 2 ini, ketersediaan Mn meningkat. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis asam, misalnya (NH4)2SO4, menyebabkan peningkatan ketersediaan Mn (Cottenie dan Kiekens, 1974). Khelasi Mn, misalnya Mn-EDTA, mudah diusir dengan Zn dan Cu, sehingga apabila digunakan pupuk Khelat Mn dapat berakibat Mn dalam larutan tanah menjadi tinggi dan mudah tercuci. Para ahli berpendapat bahwa mikrobia mampu melakukan oksidasi terhadap Mn ,misalnya dari genera Arthtrobacter,Bacillus, Klebsiella, Mettalogenium, Pedomicrobium, Pseudomonas, dan dari fungi termasuk genera Cladosperium, Curvularia, Fusarium, dan Chephasporium (Alexander,1977). Manganit mempunyai struktur kristal monoklin, dengan kristal umumnya prismatik. Manganit dikenal berwarna hitam atau abu-abu baja dengan cerat berwarna coklat tua. Mineral ini mempunyai kekerasan 4 dan berat jenis 4,3. Mineral ini ditemukan berasosiasi dengan oksida mangan yang lain. 3. Gejala Kelebihan Dan Kekurangan Unsur Mangan (Mn) Untuk penyusunan klorofil, perkecambahan, dan pemasakan buah. Fungsi adalah berfungsi dalam pembelahan sel, di gunakan dalam proses pernapasan dan fotosintesis. Ciri kekurangan Mn biji yang terbentuk akan sangat jelek, daun menguning dan beberapa jaringan akan mati. Gejala Kekurangan berupa daun akan tampak berwarna gelap dan muda, perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan, dan pertumbuhan tanaman terhambat. Kekurangan unsur hara Mangan (Mn) Gejala kekurangan Mangan (Mn) hampir sama dengan gejala kekurangan Besi (Fe) pada tanaman,yaitu: Pada daun-daun muda di antara tulang tulang dan secara setempat-

setempat terjadi klorosis dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi-sisi dari tulang Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering, ada kalanya yang terus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama pada tanaman sayuran tomat, seledri, kentang dan lain-lain, begitu juga pada tanaman jeruk, tembakau dan kedelai Pada tanaman gandum, bagian tengah helai daun berwarna coklat, kemudian patah Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek). Kelebihan Unsur Hara Mangan Mangan merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu berperan sebagai koenzim, sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, dalam reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis. Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tunbuhan yang mengalami kekurangan mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan mangan dalam fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam pemecahannyamenjadi hidrogen dan oksigen. Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah: Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi Mn diperlukan dalam kultur kotiledon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah pucuk yang dihasilkan. Mn dalam level yang tinggi dapat mengsubstitusikan Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistem enzym tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948. 3. B o r o n (B) Boron (Br)Boron diserap oleh tanaman dalam bentuk BO3 .Unsur Boron mempunyai duafungsi fisiologis utama adalah:1. Membentuk ester dengan sukrosa sehingga sukrosa yang merupakan bentuk gulaterlarut dalam tubuh tanaman lebih mudah diangkut dari tempat fotosintesis ke tempat pengisian buah. Proses ini menyebabkan buah melon akan terasa lebih manis denganaroma yang khas.2. Boron juga memudahkan pengikatan molekul glukosa dan fruktosa menjadi selulosauntuk mempertebal dinding sel sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap seranganhama dan penyakit.Bila tanaman kekurangan unsur Boron maka:1. Dinding sel yang terbentuk sangat tipis, sel menjadi besar yang diikuti dengan penebalan suberin atau terbentuk ruang ruang reksigen karena sel menjadi retak dan pecah akibat tidak terbentuk selulosa untuk mempertebal dinding sel. Hal inimenyebabkan rasa buah melon menjadi tidak

manis, karena terlalu banyak air didalamruang sel.2. Pertumbuhan vegetatif akan terhambat karena akan terhambat karena Boron berfungsisebagai aktifator maupun inaktifator hormon auxsin dalam pembelahan dan pembesaransel.3. Laju proses fotosintesis akan menurun. Hal ini disebabkan karena gula yang terbentuk dari karbohidrat hasil fotosintesis akan tertumpuk didaun. Sebagai informasi tambahansaat ini pupuk boron yang beredar dipasaran adalah Fitomic dan pupuk Borax ( Na2Bo4O 10H2O ) dan Datolit ( Ca(OH)2 BoSiO4). 4. K h l o r (Cl)

Klor adalah suatu unsur esensial mikro yang mempunyai fungsi cukup penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Walaupun demikian kegunaanfisiologis dari unsur Cl sendiri bagi tanaman, belum banyakdiketahui orang. Hal inidisebabkan karena kurangnya penelitian penelitian tentang unsur yang satu ini,disamping kurangnya literatur yang menulis tentang Cl ini secara mendetail dan jelas.Perlu diingat bahwa Cl adalah salah satu unsur esensial mikro, sehingga walaupundiperlukan hanya dalam jumlah sedikit oleh tanaman ( Mg g/ tanaman ) tetapi unsur inimutlak diperlukan oleh tanaman karena : 1. Fungsi dan peranan unsur ini tidak dapat digantikan dengan unsur lain. 2. Fungsi dan peranan bio- kemisnya secara spesifik. 3. Fungsi dan peranannya secara langsung dalam proses fisiologis tanaman.Cl diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Cl.