Anda di halaman 1dari 4

ISOLASI DAERAH KERJA Isolasi daerah kerja merupakan suatu keharusan.

Gigi yang dibasahi saliva, lidah yang mengganggu pengelihatan dan ginggiva yang berdarah adalah sedikit dari masalah masalah yang harus diatasi sebelum kerja yang di teliti dan tepat dapat dilakukan. Beberapa metode dapat digunakan untuk mengisolasi daerah kerja : Evakuasi kecepatan tinggi (HVE)

Saliva ejektor

Gulungan kapas dan Isolator karet

Saliva ejektor dan evakuator keceptan tinggi memiliki perbedaan : SALIVA EJEKTOR Per EVAKUATOR KECEPATAN

an

da

be

TINGGI Diameter 4mm Diameter 10mm

Untuk menghisap saliva yang tertumpuk Untuk menyerap semua air dan debris didasar mulut Dibiarkan tergantung didasar mulut dari daerah kerja Dioperasikan oleh asisten dokter gigi

Ujung saliva ejektor adalah bagian yang paling kritis karena terus berada didasar mulut, dibawah tekanan negatif yang konstan dan dapat menarik jaringan lunak kedalam orifisnya sehingga menimbulakn lesi yang jelek. Biasakan memiriksa ejektor untuk memastikan tidak terjadinya penutupan pada ujung ejektor, terutama menghilangkan respon respon sensori didasar mulut pasien saat melkukan anastesi lokal. Gulungan kapas untuk menyerap saliva adalah cara yang cukup efektif dalam menghasilkan isolasi jangka pendek, karena biasanya kapas harus sering diganti karena gulungan kapas yang sudah dipenuhi oleh saliva. Keuntungan pemakaian isolator karet ini adalah: a. Memberikan isolasi gigi yang sempurna dari saliva dan darah. b. Mencegah tertelannya instrumen endodontik yang digunakan. c. Daerah kerja kering dan jelas serta mudah didesenfeksi. d. Melindungi gusi, lidah dan pipi dari trauma iatrogenic (akibat tindakan operasi). e. Mempersingkat waktu perawatan yang dilakukan dokter gigi. f. Proteksi pasien dan operator selama bekerja. Sedangkan kerugiannya adalah: a. Pasien masih merasakan sensitif atau rasa nyeri setelah pemakaian rubber dam. b. Membutuhkan biaya perawatan yang besar dan waktu aplikasi yang lama.

c. Mempersulit foto rontgen. d. Dapat terjadi trauma pada papilla gingival. II.3 Pemilihan Bahan a. Isolator Karet ( Rubber Dam ) Bahan ini harus yang baru.setelah dalam 2-3 tahun dalam rak, isolator mudah berubah dan mudah koyak bila tertarik di atas gigi. Karena warnanya kontras dengan warna gigi yang putih, di pilih warna yang gelap karena lebih efektif. Ukuran standar untuk anak-anak adalah 5x5 inci dan untuk dewasa adalah 6x6 inci.

Isolator karet tersedia dalam berbagai ketebalan : tipis (0,15 mm), sedang (0,20 mm), tebal (0,25 mm), ekstra tebal (0,30 mm), khusus ekstra tebal (0,35 mm). Juga tersedia dalam berbagai warna : hijau dan biru. Keuntungan isolator karet yang tipis adalah mudah di pasang dan memberikan rasa nyaman pada pasien.sedangkan keuntungan isolator karet tebal adalah kemampuannya menarik jaringan lunak dan daya tahannya terhadap goresan bur gigi. Walaupun kesukaan individu berbeda sesuai dengan lokasi dan pemakaian tiap tipe,ketebalan medium dianjurkan untuk gigi molar,tebal (atau ekstra tebal)untuk gigi-gigi anterior dan premolar b.Klem (Helsi Yuliastri, 11-052)

Penjangkaran karet pada ujung distalnya dilakukan dengan klem.Bahan dasar untuk klem adalah dua jaw,dan 4prong,busur,lubang-lubang dan sayap,klem berbeda mengenai prong mesial dan distalnya tergantung pada keliling eksternal dan bentuk gigi.keempat prong harus memegang gigi dengan tepat pada keempat sudutnya.Bila prong mesial dan distal ditutup,maka menggenggam hanya permukaan bukal dan lingual gigi bila berjauhan akan tergantung bebs,membuat logam penghubung mencekeram gigi melalui kontak

tangensial.keadaan terakhir ini lebih buruk disbanding yang sebelumnya karena klem cenderung terdorong kebelakang dan kedepan,mengikis sementum lunak dariakar dan mengenai jaringan lunak gingiva. c. Pelumas Isolator karet lebih mudah dipasang bila digunakan pelumas.bila pelumasnya dapat larut dalam minyak dan dapat larut dalam air,akan berpenetrasi dan dengan cepat menyebabkan karet menjadi rusak.sabun cukur adalah pilihan pertama sebagai

pelumas.gosok permukaan batangan abun yang basah,ambil yang hacur dengan jari dan oleskan ke lubang-lubang pada prmukaan dalam isolator karet tersebut. d.Handuk (Reza Andika Putra, 11-054) Handuk digunakan untuk kenyamanan pasien.Keringat dan saliva yang keluar mudah di blok oleh handuk untuk memisahkan isolator dari kulit. e. Pemegang Isolator Karet Isolator katet harus di tarik umtuk mendapatkan akses yang luas ke rongga mulut. Ada berbagai type dan desain pemegang isolator karet. Pada dasarnya meliputi, (a).traksi servikal, dengan strap di sekeliling kepala atau leher atau (b).rangka fasialn yang menghasilkan tarikan sirkumferensial di sekeliling mulut itu sendiri.