Anda di halaman 1dari 18

BAB II KONSEP DASAR

A. Pengertian Jatuh adalah suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata, yang melibatkan kejadian mengakibatkan seseorang mendadak terbaring/ terduduk dilantai /tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka (Roeben, 1996). Keamanan adalah kebutuhan dasar manusia prioritas kedua berdasarkan kebutuhan isiologis dalam hirarki !aslo" yang harus terpenuhi selama hidupnya, sebab dengan terpenuhinya rasa aman setiap indi#idu dapat berkarya dengan optimal dalam hidupnya. Keamanan isik (Biologic safety) merupakan keadaan isik yang aman terbebas dari an$aman ke$elakaan dan $edera (injury) baik se$ara mekanis, thermis, elektris maupun bakteriologis. B. Etiologi !enurut %armojo (&''(), penyebab jatuh pada lansia biasanya merupakan gabungan berberapa aktor, antara lain) 1. Ke$elakaan merupakan penyebab jatuh yang utama (*'+,'- kasus jatuh pada lansia). a. !urni ke$elakaan misalnya kepleset dan tersandung b. .abungan antara lingkungan yang jelek dengan kelainan+kelainan akibat proses menua misalnya karena mata kurang a"as, benda+benda yang ada dirumah tertabrak lalu jatuh. &. /yeri kepala dan atau #ertigo *. 0ipotensi orthostati$) a. 0ipo#olemia/ $urah jantung rendah

b. %is ungsi otonom $. 1enurunan kembalinya darah #ena ke jantung d. 2erlalu lama berbaring e. 1engaruh obat+obatan hipotensi . 0ipotensi sesudah makan (. 3bat+obatan a. %iuretik/ antihipertensi b. 4ntidepresan trisiklik $. 5edati a d. 4ntipsikotik e. 3bat+obat hipoglikemik . 4lkohol ,. 1enyakit yang spesi ik 1enyakit+penyakit akut seperti) a. Kardio#askuler) aritmis, stenosis aorta, sinkope sinus karotis b. /eurologi) 5troke, serangan kejang, parkinson, kompresi syara spinsl karena spondilosis, penyakit serebelum. 6. 6diopatik ) tak jelas sebabnya 7. 5inkope ) kehilangan kesadaran se$ara tiba+tiba a. %rop atta$k (serangan roboh) b. 1enurunan darah keotak se$ra tiba+tiba $. 2erbakar matahari 8aktor+ aktor lingkungan yang sering dihubungkan dengan ke$elakaan pada lansia) 1. 4lat+alat atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua, tidak stabil, atau tergelak diba"ah &. 2empat tidur atau 9: yang rendah atau jongkok *. 2empat berpegangan yang tidak kuat atau tidak mudah dipegang a. ;antai yang tidak datar baik ada trapnya atau menurun

b. Karpet yang tidak dilem dengan baik, keset yang tebal, dan benda+ benda alas lantai yang li$in atau mudah tergeser $. 1enerangan yang tidak baik d. 4lat bantu jalan yang tidak tepat ukuran, berat, maupun $ara penggunaanya 8aktor+ aktor situasional yang mungkin mempresentasi jatuh antara lain) (Reuben, 1996). 1. 4kti#itas 5ebagian besar jatuh terjadi pada saat lansia melakukan akti#itas biasa terjadi berjalan, naik atau turun tangga, mengganti posisi. 0anya sedikit sekali (,-), jatuh pada saat lansia melakukan akti#itas berbahaya seperti mendaki gunung atau olahraga. Jatuh juga sering terjadi pada lansia dengan banyak kegiatan dan olahraga, mungkin disebabkan karena kelelahan atau terpapar bahaya yang lebih banyak. Jatuh juga sering terjadi pada lansia yang imobil (jarang bergerak) ketika tiba+tiba dia ingin pindah tempat atau mengambil sesuatu tanpa pertolongan. &. ;ingkungan 5ekitar 7'- jatuh pada lansia terjadi dirumah, 1'- terjadi ditangga, dengan kejadian jatuh saat turun tangga lebih banyak saat naik, yang lainya terjadi karena tersandung, menabrak benda, lantai yang li$in atau trak rata, penrangan yang kurang. *. 1enyakit akut %i<<ines dan syn$ope, sering menyebabkan jatuh. =ksaserbasi akut penyakit kronik yang diderita lansia juga menyebabkan jatuh, misalnya sesak na as, nyeri dada tiba+tiba pada penderita penyakit jantung iskemik dan lain+lain.

C. Patofisiologi 5e$ara singkat aktor resiko jatuh pada lansia dibagi dalam dua golongan besar, yaitu) (Kane dal>am %armojo, 199(). 1. 8aktor intrinsik ( aktor dari dalam) &. 8aktor ekstrinsik ( aktor dari luar

D. Manifestasi klisnis Jatuh dapat mengakibatkan berbagai jenis $edera dan kerusakan isik dan psikologis. Konsekuensi yang paling ditakuti dari kejadian jatuh adalah patah tulang panggul. Jenis raktur lain yang sering terjadi akibat jatuh adalah raktur pergelangan tangan, lengan atas, dan pel#is. Konsekuensi lain dari jatuh termasuk kerusakan jaringan lunak dan akibat terbaring lama, yaitu terbaring di permukaan tanah selama sedikitnya , menit setelah jatuh. !ani estasi psikososial dari jatuh dapat memeliki banyak dampak sama halnya seperti dampat akibat $idera isik, tidak lebih berat. 9alaupun $idera isik tidak terjadi, syok setelah jatuh dan rasa takut akan jatuh lagi dapat memiliki banyak konsekuensi, termasuk ansietas, hilangnya rasa per$aya diri, menarik diri dari kegiatan sosial, pembatasan dalam akti#itas sehari+hari, sindroma setelah jatuh (?menggenggam dan men$engkeram?), ? ala obia? ( obia jatuh), hilangnya kemandirian pengendalian, depresi, perasaan rentan dan rapuh, perhatian tentang kematian dan keadaan menjelang ajal, menjadi beban keluarga dan teman+teman atau memerlukan instistusionalisasi (5tanley, &''6).

E. Komplikasi Jatuh pada lansia menimbulkan komplikasi+komplikasi seperti) 1. 1erlukaan (injury) a. Rusaknya jaringan lunak yang terasa sangat sakit berupa robek atau tertariknya jaringan otot, robeknya arteri/#ena b. 1atah tulang atau raktur) 1) 1el#is &) 8emur (terutama kollum) *) 0umerus () ;engan ba"ah tungkai ba"ah ,) Kista $. 0ematom subdural &. 1era"atan Rumah 5akit a. Komplikasi akibat tidak dapat bergerak (imobilisasi) b. Resiko penyakit+penyakit iatrogenik *. %isabilitas a. 1enurunan mobilitas yang berhubungan dengan perlukaan isik b. 1enurunan akibat mobilitas akibat jatuh, kehilangan keper$ayaan diri, dan pembatasan gerak (. Resiko untuk dimasukkan dalam rumah pera"atan (nursing home) ,. !ati F. Penatalaksanaan Jatuh dapat juga disebabkan oleh aktor intrinsik ( internal ).8aktor internal adalah #ariabel yang menentukan mengapa seseorang dapat jatuh pada "aktu tertentu dan orang lain dalam kondisi yang sama mungkin tidak jatuh.adapun pen$egahan jatuh yaitu ) 1. pen$egahan primer

1en$egahan primer meminimalkan resiko jatuh dan men$egah jatuh. 6nter#ensi untuk pen$egahan primer termasuk pengkajian isik dan psikososial yang seksama, peninjuan ulang tentang penggunaan obat+ obatan, pengkajian dan lingkungan, dan perbaikan penatalaksanaan masalah+masalh potensial. &. pen$egahan sekunder !en$egah lansia mengalami kejadian jatuh lagi.tetapi suatu kejadian jatuh mungkin tidak dianggap penting pada lansia ke$uali jika hal tersebut menyebabkan $edera. *. pen$egahan tersier 2ersier penting dalam mengembalikan lansia setelah jatuh.tingkat pen$egahan inin ditujukan pada lansia yang mengalami $edera serius karena jatuh, yang mengalami gangguan psikologis serius, karena merasa takut jatuh atau mengalami jatuh yang berulang+ulang. G. Diagnosa kepera atan 1. %iagnosa kepera"atan yang mun$ul adalah) Resiko tinggi $edera) jatuh berhubungan dengan penurunan sensori (tidak mampu melihat) dan penurunan kelemahan otot (paralisis). !. Peren"anaan 5e$ara umum ren$ana asuhan kepera"atan harus men$akup dua aspek yaitu) 1endidikan kesehatan tentang tindakan pen$egahan dan memodi ikasi lingkungan agar lebih aman. Diagnosa) Resiko tinggi $edera) jatuh berhubungan dengan penurunan sensori (tidak mampu melihat) dan penurunan kelemahan otot (paralisis). #$%$an) Klien memperlihatkan upaya menghindari $edera (jatuh) atau $idera (jatuh) tidak terjadi Kriteria &asil) 5etelah dilakukan tindakan kepera"atan berupa modi ikasi

lingkungan 1. &. kemungkinan

dan

pendidikan bahaya

kesehatan lingkungan pre#enti

diharapkan yang atas

Klien

mampu)

!engidenti ikasi !engidenti ikasi

dapat bahaya

meningkatkan tertentu,

$idera tindakan

*. !elaporkan penggunaan $ara yang tepat dalam melindungi diri dari $idera. Inter'ensi( 1. &. Kaji 2ulis ulang dan adanya aktor+ aktor adanya resiko jatuh pada klien. laporkan aktor+ aktor resiko

*. ;akukan modi ikasi lingkungan agar lebih aman (memasang pinggiran tempat tidur, dll) sesuai hasil pengkajian bahaya jatuh pada poin 1 (. !onitor klien se$ara berkala terutama * hari pertama kunjungan rumah ,. 4jarkan klien tentang upaya pen$egahan $idera (menggunakan aman) pen$ahayaan yang baik, memasang penghalang tempat tidur, menempatkan benda berbahaya ditempat yang 6. Kolaborasi dengan dokter untuk penatalaksanaan glaukoma dan gangguan penglihatannya, serta pekerja sosial untuk pemantauan se$ara berkala.

BAB III AS)!AN KEPERA*A#AN DENGAN RESIKO +A#)! DI BANGSA, -ANGGREK PAN#I *RED!A P)CANG GADING SEMARANG A. DA#A )M)M 1. &. *. (. ,. /ama panti 4lamat panti /ama pimpinan panti 1engelola Karakteristik penghuni a. @erdasar umur $. @erdasarkan agama 6nisial /y. 1 /y. 5 /y. ! /y. ! /y. 5 /y. B /y. 2 /y. 9 /y. K /y. 0 /y. K /y. 1 /y. 9 /y. 5 /y. 5 /y. ! /y. 5 /y. ! umur A, 7, 7* 7, A, A' 7A 7' 7' 7* A' A* 69 A, 69 A' 71 7' ) 6slam 1endidikan + 5% 5% + 5% + 5% + + 5% + + 5% 5% + 5% 5% 5% 4gama 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam Kristen 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam 6slam Keluhan utama !ata kabur !ata kabur 1egel + pegel !ata kabur 1egel + pegel !ata kabur 1egel + pegel !ata kabur 1using+pusing !ata kabur 1egel +pegel .atal + gatal !ata kabur .atal C gatal 1using !ata kabur 1egal C pegal 1egal C pegal ) 6'+A, tahun b. @erdasarkan pendidikan ) 5ekolah dasar (5%) ) 1u$ang .ading 5emarang ) Jl 1u$ang .ading ) )

1 & * ( , 6 7 A 9 1' 11 1& 1* 1( 1, 16 17 1A

19 &' &1 && &* &( &, &6 &7

/y. / /y. K /y. 1 /y. R /y. J /y. 4 /y. 5 /y. 5 /y. K

7, 7' 7* 7A 7' 7& A' A' 7,

+ + 5% + + 5% + + 5%

6slam 6slam Kristen 6slam 6slam Kristen 6slam 6slam 6slam

1using !ata kabur @atuk !ata kabur 1egel C pegel !ata kabur 1egal C pegal !ata kabur !ata kabur

B. DA#A K!)S)S 1. @iologis a. Keadaan kesehatan ) 1' keluhan 6 bulan terakhir Keadaan kesehatan klien dalam 6 terakhir ) 1) Klien sering pusing + pusing &) Klien merasa linu + linu dan pegal + pegal di bagian ekstrimitas atas dan ba"ah. *) 1era"atan kebersihan diri kurang () Klien pernah mengalami mata kabur ,) Klien pernah mengalami %iare 6) Klien pernah mengalami demam 7) Klien pernah mengalami batuk + batuk A) Klien pernah mengalami gastristis b. 1ola !akan dan !inum 1ola makan klien teratur *D sehari, klien mengatakan makan setiap hari habis 1 porsi dalam sehari. %an klien tidak mengetahui menu makanan yang sesuai dengan kondisi isiknya sekarang, makan yang di konsumsi ) nasi, sayur, lauk C pauk ( menu tergantung dari panti ). Entuk pola minum klien F & gelas mug besar dalam sehari ( & mug A'' $$ ).

$. 1ola 2idur Klien mengatakan pola tidur tidak ada gangguan (tidur F A jam dalam sehari). d. Kebersihan %iri %alam pola kebersihan diri klien tampak tidak rapi, jarang mandi rambut yang kotor, kuku panjang, bau pesing, pakain jarang ganti. (/y. 5, /y. 5, /y. B, /y. 5 ). &. 1sikologis dan 5osial a. ruangan. b. $. tergantung dengan orang lain.( petugas panti). d. Rekreasi Klien biasa mendengarkan radio, dan duduk di ba"ah pohon yang rindang sambil mengobrol dengan teman + temannya. e. pelayanan kesehatan Klien dalam men$ari pelayan kesehatan biasanya dengan mengungkapkan kondisi yang dialaminya ke petugas ruangan, sehinnga petugas dapat memba"anya ke poliklinik yang telah tersedia untuk di lakukan pemeriksaan. . Ketergantungan obat 5ebagian besar selama klien dipanti mengatakan dirinya tidak pernah mengalami penyakit yang kronis yang membutuh pengobatan yang lebih 1erilaku men$ari Keadaan emosi Klien sering marah C marah bila ada yang menyinggung perasaanya. 1engambilan keputusan Klien sudah tidak dapat mengambil keputusan sendiri karena klien sudah Kebiasaan buruk klien Klien sering membi$arakan orang lain yang biasanya tidak disukai pada

intensi , hanya ketika sakit saja meminta obat ke petugas ruangan, sehingga sampai sekarang klien tidak ketergantungan dengan obat. g. tubuh. h. Keadaan ekonomi %alam pemasukkan pendapatan ekonomi klien hanya menerima pemberian uang dari pihak panti dan pemberian orang lain dari kunjungan. i. so$ial Klien selama dipanti sering mengikuti kegiatan so$ial seperti, pengkajian atau terbangan dan senam lansia. j. kelompok 0ubungan klien selama dipanti khususnya diruangan baik dan sering berkumpul. k. anggota keluarga 5ebagian besar klien selama dira"at dipanti mereka kurang diperhatikan oleh anggota keluarganya, dan jarang sekali untuk di kunjungi oleh anggota keluarganya. 0ubungan dengan 0ubungan antara anggota Kegiatan organisasi Ke$a$atan 5ebagian besar klien tidak mengalami masalah dengan kelengkapan

*. 5piritual a. Ketaatan beribadah 5ebagian besar klien yang ada dipanti selalu megikuti kegiatan kerohanian atau ibadah sesuai dengan agama dan keper$ayaannya. b. Keyakinan tentang kesehatan

Klien sebagian besar beragama islam dan mereka per$aya atau menyakini bah"a usaha dengan berdoa dan beribadah dapat membantu dalam proses penyembuhan penyakit yang dialami. (. Kultural a. 4daptasi yang mempengaruhi kesehatan Klien merupakan R45 dari suku ja"a yang menyakini bah"a selama dira"at dipanti tidak ada pantangan tertentu dalam masalah kesehatan. b. 2abu C tabu Klien masih ada yang memper$ayai tentang kekuatan dukun (/y. B ) ,. Keadaan lingkungan dalam a. 1enerangan 1enerangan pada ruangan $ukup, dan untuk penerangan kamar mandi kurang karena tampak gelap dan dapat menyebabkan terjadinya resiko injuri. b. Kebersihan dan kerapian Kebersihan dan kerapian ruangan tampak rapi karena klien masih dapat berakti#itas dengan sendiri tanpa bantuan orang lain, adanya tenaga kebersihan yang setiap hari membersihkan dan merapikan ruangan. $. 5irkulasi udara Gentilasi yang ada disetiap ruangan sangat banyak, tera"at dan bersih karena klien dapat membersihkan sendiri dengan di bantu oleh petugas dan praktikan. d. 5umber air minum 5umber air minum yang ada dipanti berasal dari air 14!. 6. Keadaan lingkungan dan halaman a. 1eman aatan halaman 0alaman di sekitar ruangan digunakan untuk menjemur pakaian b. 1embuangan air limbah 1embuangan air limbah yang ada diruangan biasanya langsung masuk

kedalam sapiteng yang telah disediakan disetiap ruangan. $. 1embuangan sampah 1embuangan sampah yang ada di lingkungan halaman panti biasanya di timbun dan dibakar ditempat yang disediakan. d. 5anitasi 5anitasi yang ada di halaman ruangan tidak dapat ber ungsi dengan baik karena terjadinya sumbatan, sehinnga menyebabkan genangan air di selokan depan ruangan yang menimbulkan bau yang tidak sedap. e. 5umber pen$emaran 5umber pen$emaran di halaman lingkungan ruangan biasanya di sebabkan oleh sampah dan barang + barang klien yang sering di timbun di ruangan.dan bau selokan yang menimbulkan bau tidak sedap.

C. ANA,ISA DA#A No 1 Data %s ) + kamar mandi li$in Pro.lem Klien mengatakan kondisi Resiko tinggi $idera) jatuh Etiologi penurunan sensori (tidak mampu

Klien kurang

mengatakan

melihat) penurunan kelemahan (paralisis).

dan otot

penerangan kamar mandi + Klien mengatakan sudah tidak + %o) + + + ;antai kamar mandi li$in 1enerangan kamar mandi kurang, kamar mandi gelap Klien terlihat gemetar saat berjalan & %s ) %o ) * %s) %o) bisa memandang jarak jauh (samar+samar) Klien mengatakan tidak kuat berdiri lama

D. PRIORI#AS MASA,A! KEPERA*A#AN 1. Resiko tinggi $edera) jatuh berhubungan dengan penurunan sensori (tidak mampu melihat) dan penurunan kelemahan otot (paralisis). E. RENCANA KEPERA*A#AN tanggal No #$%$an Inter'ensi

D/ 11 juni 1 &''7

2ujuan umum) Klien memperlihatkan upaya menghindari $edera (jatuh) atau $idera (jatuh) tidak terjadi 2ujuan khusus) 5etelah dilakukan tindakan kepera"atan berupa modi ikasi lingkungan dan pendidikan kesehatan diharapkan Klien mampu) 1. !engidenti ikasi bahaya lingkungan yang dapat meningkatkan kemungkinan $idera &. !engidenti ikasi tindakan pre#enti atas bahaya tertentu, *. !elaporkan penggunaan $ara yang tepat dalam melindungi diri dari $idera.

1. Kaji ulang adanya aktor+ aktor resiko jatuh aktor pada resiko klien. aktor+ &. 2ulis dan laporkan adanya

*. ;akukan modi ikasi lingkungan agar lebih aman (memasang pinggiran tempat tidur, dll) sesuai hasil pengkajian bahaya jatuh pada poin 1 (. !onitor klien se$ara berkala terutama * hari pertama kunjungan rumah ,. 4jarkan klien $idera yang tentang baik, upaya pen$egahan pen$ahayaan (menggunakan memasang

penghalang tempat tidur, menempatkan benda berbahaya ditempat yang aman) 6. Kolaborasi penatalaksanaan dengan dan dokter untuk gangguan

penglihatannya, serta pekerja sosial untuk pemantauan se$ara berkala.

11 juni &''7

11 juni &''7

F. IMP,EMEN#ASI DAN E0A,)ASI *akt$ No. D/ #gl 1%am 1& juni &''7 1'.'' 96@ 1. !engidenti ikasi bahaya yang meningkatkan lingkungan dapat 5) Kelayan mengatakan daerah area gatal punggung, paha, dan pantat. Kalayan mengerti penjelasan pera"at Implementasi E'al$asi 2 SOAP 3

kemungkinan $idera 3 ) &. !engidenti ikasi tindakan pre#enti atas bahaya tertentu, *. tampak adanya jaringan parut , tampak merah, panjangnya 1' $m. Kalayan mau minum obat Kalayan mau minum obat

4 ) masalah teratasi !elaporkan 2erkaji keadaan gatal penggunaan $ara 1 ) ;anjutkan yang tepat inter#ensi

dalam ( berikan penkes tenatng pera"atan diri). melindungi diri dari 1* juni 1 &''7 1'.'' 96@ $idera. 1. @erikan pendidikan 5 ) kelayan dapat memahami tentang kesehatan pentingnya pera"atan diri &. !engukur 22G * 1 *. !emberikan pera"atan gatal (. !enganjurkan kalayan 1 tentang pendidikan kesehatan yang diberikan praktikan Kelayan mengetahui tentang pentingnya pera"atan diri 3 ) kelayan tersenyum Kelayan kooperati 4 ) masalah teratasi Kelayan dapat memahami pentingnya pera"atan diri untuk 1 ) ;anjutkan inter#ensi dan mandiri ) pengetahuan tentang Kelayan menganggukkan kepala

menjaga kebersihan ( melakukan pera"atan diri se$ara teratur diri dan lingkungan ,. !enganjurkan kalayan memberikan untuk talk

kulit setelah mandi 1,& atau terasa gatal