Anda di halaman 1dari 38

1

BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Anak adalah buah hati yang sangat berharga bagi setiap keluarga, sebagai pewaris dan penerus kedua orang tuanya. Sedangkan seorang ibu adalah sosok yang penuh kasih sayang, apapun dikorbankan demi anak buah hatinya. Oleh karena itu seorang anak harus mendapatkan perlindungan baik masih dalam kandungan maupun setelah dilahirkan. Tetapi sekarang ini berita-berita tentang ditemukannya bayi yang baru lahir dalam keadaan meninggal karena dibunuh oleh ibunya, seringkali dijumpai di media massa. Pembunuhan anak sendiri adalah suatu bentuk kejahatan terhadap nyawa dimana kejahatan ini bersifat unik. Keunikan tersebut dikarenakan pelaku pembunuhan haruslah ibu kandungnya sendiri dan alasan atau moti asi untuk melakukan kejahatan tersebut adalah karena ibu kandungnya takut ketahuan bahwa dia telah melahirkan anak, salah satunya karena anak tersebut adalah hasil hubungan gelap. Selain itu, keunikan lainnya yaitu saat dilakukan tindakan menghilangkan nyawa anaknya yaitu saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian. Patokannya yaitu dapat dilihat apakah sudah ada atau belum tandatanda perawatan, dibersihkan, dipotong tali pusat atau diberikan pakaian. Akan tetapi, banyak negara yang menganut bahwa pembunuhan anak sendiri bukanlah tindakan kriminal, tetapi merupakan tindakan akibat tuntutan sosial ekonomi. !i "nggris dan #ales sejak $%&&, infanti'ide tidak dimasukkan ke dalam undang-undang kriminalitas. !i "ndonesia, infanti'ida juga memiliki kekhususan dalam penanganan hukum, dimana pembunuhan ini tidak dikategorikan dalam aturan pembunuhan yang bersifat umum ( pasal ))* dan )+, K-.P/. Pembunuhan bayi oleh ibu kandungnya ini didasarkan atas motif takut ketahuan melahirkan anak, baik itu dilakukan tanpa ren'ana sebelumnya (kinderdoodslag/ ataupun telah diren'anakan sebelumnya (kindermood/. 0otif ini

dikaitkan dengan kultur dalam masyarakat "ndonesia yang masih tabu dan merupakan aib yang besar jika melahirkan tanpa suami. Saat ini ada ke'enderungan kejadian infantisida meningkat yang dipi'u oleh berbagai faktor. Perilaku seks bebas yang berkembang di kalangan masyarakat "ndonesia yang menghasilkan anak tidak sah mendorong ibu untuk membunuh bayinya demi menjaga kehormatan dan harga dirinya. Keterpurukan ekonomi negara yang menyebabkan angka penduduk miskin meningkat tajam turut menjadi pemi'u kejadian ini.

BAB II LAPORAN KASUS Telah dilakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam oleh dr. "ndra Syakti 1asution,Sp.2 dokter forensik pada !epartemen "lmu Kedokteran 2orensik 3umah Sakit dr. 0ohammad .oesin Palembang. Telah melakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam terhadap jena4ah, tidak berlabel, dan tidak bersegel, dengan keterangan 5isum et 3epertum tertera sebagai berikut 6 1ama 9enis Kelamin PEMERIKSAAN $. 9ena4ah tidak berlabel dan tidak bersegel. &. Tutup mayat 6 mayat di masukan dalam kardus merk ;3inso<. ). 7ungkus mayat 6 mayat di bungkus menggunakan kain sarung kotak-kotak warna 'okelat ukuran $,, 'm = $,, 'm, kemudian dilapisi plastik putih >?,'m = +,'m, dan diikat tali plastik ;rapiah< warna kuning ukuran > @, 'm di bagian atas kepala dan kaki. +. Pakaian 6 Tidak menggunakan pakaian. @. Perhiasan 6Tidak ada. A. 7enda disamping mayat 6Tidak ada. ?. Tanda kematian 6 a. :ebam mayat 6 Tidak ada. b. Kaku mayat 6 Tidak ada. '. Pembusukan 6 Tampak bewarna kehijauan dan bau busuk di seluruh tubuh. *. "dentifikasi umum 6 !ijumpai sesosok mayat bayi laki-laki tak dikenal. 7erumur > $hari, dengan panjang badan lima puluh satu sentimeter dan berat badan dua koma delapan kilogram. Tampak seluruh tubuh telah berwarna kehijauan dan mengeluarkan bau busuk. 6 7y.8 6 :aki-laki

%. "dentifikasi khusus6 Tidak ada. PEMERIKSAAN LUAR 1. KEPALA 7entuk simetris, utuh dengan lingkar kepala tiga puluh tujuh sentimeter dan tidak terdapat luka. !ijumpai rambut kepala hitam, lurus, pendek dua sentimeter, tidak mudah di'abut dan sedikit. Tidak ada 'aput su''edaneum. a. Dahi 7entuk simetris dan utuh. b. Mata 7entuk simetris, kelopak mata kanan kiri terbuka, tidak terdapat ber'ak perdarahan pada kedua mata. alis berwarna hitam, tipis, lurus dan sukar di'abut. 7ulu mata berwarna hitam, dan lurus. c. Hidung 7entuk simetris, dari lubang hidung tidak ditemukan adanya perdarahan dan bulu hidung berwarna hitam. d. Mu ut 7entuk simetris, terbuka, bibir bewarna pu'at. !. Gigi g! igi P!"!#i$%aan gigi& Kanan atas 6 belum tumbuh.

Kanan bawah 6 belum tumbuh. Kiri atas Kiri bawah '. T! inga 7entuk simetris, utuh dan tidak keluar apa-apa. 6 belum tumbuh. 6 belum tumbuh.

g. Pi(i 7entuk simetris dan utuh. ). LEHER 7entuk simetris dan utuh. Tidak ditemukan tanda kekerasan.

*. DADA 7entuk simetris, utuh, dan lingkar dada tiga puluh sembilan senimeter. Tidak ditemukan tanda kekerasan. +. PERUT 7entuk simetris, terdapat tali pusat yang belum diikat dengan panjang lima puluh empat sentimeter yang masih terhubung dengan tembuni yang berukuran empat belas sentimeter kali tujuh sentimeter, dan tidak ditemukan tanda kekerasan. ,. -ENIS KELAMIN :aki-laki, belum dikhitan, tidak dijumpai keluar 'airan dan tidak dijumpai tanda-tanda kekerasan. .. PUNGGUNG 7entuk simetris, tidak ditemukan tanda kekerasan. /. PINGGANG 7entuk simetris, tidak ditemukan tanda kekerasan. 0. PINGGUL 7entuk simetris, tidak ditemukan tanda kekerasan.

1. BOKONG 7entuk simetris, tidak ditemukan tanda kekerasan. 12. DUBUR Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan tidak keluar tinja dari dubur

11. ANGGOTA GERAK ATAS a. Kanan 6 7entuk simetris, warna putih pu'at pada seluruh ujung jari di bawah kuku. -kuran lingkar lengan atas didapatkan tiga belas koma lima sentimeter dan tidak ditemukan tanda kekerasan. b. Kiri 6 7entuk simetris, warna putih pu'at pada seluruh ujung jari di bawah kuku dan tidak ditemukan tanda kekerasan. 1). ANGGOTA GERAK BA3AH a. Kanan 6 7entuk simetris, warna putih pu'at pada seluruh ujung jari di bawah kuku dan tidak ditemukan tanda kekerasan. b. Kiri 6 7entuk simetris, warna putih pu'at pada seluruh ujung jari di bawah kuku dan tidak ditemukan tanda kekerasan. B. PEMERIKSAAN DALAM 1. a. Kulit Pada pembukaan kulit kepala didapatkan resapan darah pada kulit belakang yang luas b. Tulang kepala !idapatkan sutura bayi tersebut terpisah. Tampak tulang kepala bagian tengah dari pun'ak kepala sebelah kanan patah dengan ukuran lima sentimeter atau sekitar delapan sentimeter dari garis tengah kepala. Tulang kepala bagian belakang sebelah kanan retak dengan panjang tiga sentimeter. '. Selaput keras otak !idapatkan resapan darah yang luas pada selaput kepala otak kiri. KEPALA

d. Selaput lunak otak !idapatkan resapan darah bewarna kemerahan.

e. Otak

). LEHER

Otak telah 'air atau membubur disertai dengan perdarahahan

f. !asar tulang tengkorak Tidak ada retak ataupun patah.

a. 9aringan otot B jaringan ikat 9aringan kulit di bawah leher tidak terdapat resapan darah. 9aringan otot berwarna merah, utuh, tidak terdapat resapan darah. b. Saluran pernafasan Permukaan dinding berwarna merah. Tulang-tulang rawan pembentuk saluran pernafasan utuh, tidak terdapat retak. Selaput dinding dalam saluran pernafasan berwarna merah muda, li'in, dan utuh, tidak terdapat benda asing. '. Saluran pen'ernaan !inding luar saluran pen'ernaan (kerongkongan/ berwarna merah, utuh, tidak ada yang robek. !inding dalam saluran pen'ernaan berwarna merah muda, li'in, dan utuh , tidak terdapat benda asing. *. DADA a. !inding dada Otot-otot warna merah, utuh, tidak ada respan darah atau robekan Tulang-tulang dada, selangka, belikat utuh, tidak ada resapan darah, tidak terdapat patah tulang ataupun retak. 3uas-ruas tulang belakang bagian dada utuh, tidak terdapat patah tulang ataupun retak. b. 3ongga dada 3ongga dada didominasi oleh jantung. Paru kanan terdiri atas tiga lobus, berwarna merah kehitaman, pada perabaan teraba lembut seperti spons, tidak terdapat perlengketan pada

bagian paru kanan,pada pengirisan tidak keluar darah, dan pada penekanan keluar buih-buih halus sukar pe'ah. Sudut paru tumpul.Tes apung paru positif. Paru kiri terdiri atas dua lobus, berwarna merah kehitaman, pada perabaan teraba lembut seperti spons, tidak terdapat perlengketan pada bagian paru kiri bawah, pada pengirisan tidak keluar darah, dan pada penekanan keluar buih- buih halus sukar pe'ah. Sudut paru tumpul. Tes apung positif. +. PERUT a. !inding perut Otot-otot dinding perut berwarna merah, utuh, tidak terdapat resapan darah dan robekan. Selaput dinding perut berwarna putih, li'in, mengkilat. !iafragma setinggi iga ke enam.

'. 9antung Selaput kantung jantung warna putih, utuh, tidak ada yang robek. 9antung sebesar kepalan tangan kanan mayat, berwarna merah kehitaman hampir diseluruh permukaan jantung, perabaan li'in. Tidak terdapat pelebaran pembuluh darah.

b. "si perut :ambung bewarna kuning pu'at , tidak ada sisa makanan. -sus halus dan usus besar warna putih pu'at, mengembang, tidak terdapat resapan darah. .ati berwarna merah gelap, tidak melebihi lengkung iga kanan, permukaan li'in. 7reslauCs se'ond life test positif menandakan bahwa bayi telah bernafas.

,. ANGGOTA GERAK Pada pemeriksaan pusat penulangan pada ujung paha bagian bawah dan pangkal atas tulang kering sebelah kanan terletak di tengah, bentuk o al, warna merah kehitaman, diameter nol koma lima sentimeter. RINGKASAN PEMERIKSAAN Ring$a%an (!"!#i$%aan ua# !ijumpai kepala dengan bentuk simetris, utuh dan lingkar kepala tiga puluh tujuh sentimeter. !ijumpai mata dengan bentuk simetris, kelopak mata kanan kiri terbuka, tetapi tidak terdapat ber'ak perdarahan pada kedua mata. !ijumpai mulut terbuka. !ijumpai tali pusat yang belum terpotong atau terikat dengan panjang lima puluh empat sentimeter dan masih terhubung dengan tembuni yang berukuran empat belas sentimeter kali tujuh sentimeter. !ijumpai warna putih pu'at pada seluruh ujung jari dibawah kuku pada anggota gerak atas dan bawah. Ring$a%an (!"!#i$%aan da a" !ijumpai resapan darah pada kulit belakang kepala. !ijumpai sutura mayat bayi tersebut terpisah. !ijumpai tulang kepala bagian tengah dari pu'ak kepala sebelah kanan dengan ukuran lima sentimeter. !ijumpai tulang kepala bagian belakang sebelah kanan retak sepanjang tiga sentimeter. !ijumpai resapan darah yang luas pada selaput kepala otak. !ijumpai otak telah 'air disertai perdarahan Pada tes apung paru kanan dan kiri positif. !ijumpai diafragma setinggi iga keenam. 7relauCs se'ond life tes didapatkan hasil positif.

10

Pembentukan pusat penulangan di ujung paha bagian bawah dan pangkal atas tulang kering sebelah kanan telah ada, letak ditengah, bentuk o al, warna merah kehitaman, diameter nol koma lima sentimeter. KESIMPULAN

Telah diperiksa sesosok mayat bayi laki-laki, dengan panjang badan lima puluh satu sentimeter dan berat badan dua koma delapan, berumur )A-)* minggu dan lahir hidup. !ari hasil pemeriksaan luar dan dalam, diambil kesimpulan penyebab kematian yaitu adanya trauma tumpul pada kepala yang menyebabkan perdarahan pada jaringan otak. BAB III TIN-AUAN PUSTAKA *.1 D!'ini%i dan Bata%an P!ng!#tian P!"bunuhan Ana$ S!ndi#i Pembunuhan anak sendiri (infanticide / Late-Term Abortion/ yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anak kandungnya pada saat lahir atau tidak lama kemudian karena takut ketahuan telah melahirkan anak. Pengkhususan infantisida sebagai tindakan pidana yang hukumannya lebih ringan tersebut didasarkan atas bahwa kondisi mental pada saat hamil, melahirkan, dan menyusui sangat labil dan mudah tergon'ang akibat gangguan keseimbangan hormon. !i "ndonesia infantisida dikhususkan dalam dua bagian yaitu,

kinderdooodslag dan kindermoord yang didasarkan atas motif takut ketahuan melahirkan anaknya. Kinderdoodslag adalah dilakukan tanpa peren'anaan sedangkan kindermoord dilakukan dengan peren'anaan. Sehingga, hukuman kindermoord lebih berat dari kinderdoodslag. !engan demikian berdasarkan pengertian di atas, persyaratan yang harus dipenuhi dalam kasus pembunuhan anak (infanticide/ yaitu6 1. P! a$u ada ah ibu $andung

11

). K4#ban ada ah ana$ $andung *. A a%an "! a$u$an tinda$an t!#%!but 5aitu ta$ut $!tahuan t! ah "! ahi#$an ana$ +. 3a$tu (!"bunuhan 5aitu t!(at (ada 6a$tu "! ahi#$an atau b!b!#a(a %aat %!t! ah "! ahi#$an. -ntuk itu dengan adanya batasan yang tegas tersebut maka suatu pembunuhan yang tidak memenuhi salah satu kriteria di atas tidak dapat disebut sebagai pembunuhan anak (infanticide/, melainkan suatu pembunuhan biasa.

*.) Da%a# Hu$u" M!n5ang$ut P!"bunuhan Ana$ S!ndi#i !alam K-.P, pembunuhan anak sendiri ter'antum di dalam bab kejahatan terhadap nyawa orang yang memiliki pasal khusus. Adapun bunyi pasalnya yaitu6

Pa%a *+16 Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam karena membunuh anak sendiri dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun

Pa%a *+)6 Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa ia akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun

12

Pa%a *+*6

!agi orang lain yang turut serta melakukan kejahatan yang

diterangkan dalam pasal "#$ K%&' diartikan sebagai pembunuhan atau pembunuhan berencana

7erdasarkan undang-undang tersebut kita dapat melihat adanya tiga faktor penting yaitu6@ Ibu yaitu hanya ibu kandung yang dapat dihukum karena

melakukan pembunuhan anak sendiri. Tidak dipersoalkan apakah ibu telah menikah atau tidak, sedangkan bagi orang lain yang melakukan atau turut membunuh anak tersebut dihukum karena pembunuhan atau pembunuhan beren'ana, dengan hukuman yang lebih berat yaitu $@ tahun penjara (pasal ))* pembunuhan tanpa ren'ana/, atau &, tahun, seumur hidupBhukuman mati ( pasal ))% dan )+,, pembunuhan dengan ren'ana/.

3a$tu yaitu dalam undang-undang tidak disebutkan batasan waktu

yang tepat, tetapi hanya dinyatakan pada saat dilahirkan atau tidak lama kemudian. Sehingga boleh dianggap pada saat belum timbul rasa kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. 7ila rasa kasih sayang sudah timbul maka ibu tersebut akan merawat dan bukan membunuh anaknya.

P%i$i% yaitu ibu membunuh anaknya karena terdorong oleh rasa

ketakutan akan diketahui orang lain telah melahirkan anak itu , biasanya anak yang dilahirkan tersebut didapatkan dari hubungan tidak sah. *.* D!'ini%i dan Bata%an P!ng!#tian P!"bunuhan Ana$ Bia%a 7 N4n

13

In'anti%ida8 Pembunuhan anak biasa adalah pembunuhan pada anak diatas usia satu hari yang dilakukan oleh ibu, ayah, atau orang tua tiri. Pembunuhan anak sendiri merupakan kejadian yang relatif jarang. Pembunuhan anak biasa adalah pembunuhan yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri dan tidak memenuhi syarat pembunuhan infanti'ide. 3esni'k mengklasifikasikan pembunuhan terhadap anak berdasarkan motif dari pembunuhan, yang terdiri dari altruism, a'ute psy'hosis, unwanted 'hild, a''idental, dan sposal re enge. 7ourger and bradford merupakan peneliti pertama yang mengungkapkan bahwa faktor gender merupakan faktor yang penting dalam pembunuhan anak sendiri. Klasifikasi pembunuhan anak berdasarkan 3esni'k ( Altruism

Adalah pembunuhan anak yang dilakukan berdasarkan motif rasa tidak tahan melihat atau membayangkan anaknya menderita. 9enis pembunuhan ini dilakukan dengan tujuan menghilangkan penderitaan dari anaknya, biasanya pembunuhan dengan motif ini akan disertai dengan bunuh diri dari pelaku. 0isal anak yang dibunuh oleh ibunya karena mempunyai penyakit yang tidak dapat sembuh atau anak yang dibunuh oleh ibunya karena selalu disiksa oleh keadaan atau seseorang. $ Acute 'sychosis

Adalah pembunuhan anak sendiri yang dilakukan berdasarkan motif orang tua yang mengalami gangguan kejiwaan. " %nwanted children

Adalah pembunuhan anak sendiri yang dilakukan karena orang tua tidak mengharapkan anak tersebut. Pembunuhan anak berdasarkan motif ini biasanya sering terjadi pada pernikahan yang tidak dinginkan atau pada

14

kasus pemerkosaan. # Accidental

Adalah pembunuhan anak sendiri se'ara tidak sengaja. Pembunuhan jenis ini sering berkaitan dengan penyiksaan terhadap anak yang berujung ke kematian anak tersebut. 7iasa pembunuhan dengan motif ini akan tampak tanda-tanda battered 'hild syndrome, 'edera yang dihasilkan dari penyiksaan se'ara fisik bisa berupa bengkak, luka bakar, patah tulang dan lain-lain. ) Spousal *e+ange

Adalah pembunuhan terhadap anak sendiri dengan tujuan untuk balas dendam terhadap pasangannya atau untuk memberi hukuman terhadap pasangannya. Seperti yang telah dijelaskan bahwa pembunuhan anak sendiri dapat dilakukan oleh ibu atau ayah korban. Tahun pertama kehidupan merupakan waktu kritikal terjadinya pembunuhan anak sendiri. !ari beberapa penelitian mengatakan bahwa ibu lebih sering melakukan pembunuhan anak sendiri dibandingkan ayah tetapi dari penelitian yang lain mengatakan bahwa ayah lebih sering melakukan pembunuhan anak. 7ourget dan Dagne sebagai peneliti pertama yang memasukan faktor gender sebagai selah satu faktor yang penting pada pembunuhan anak, mereka juga mengkategorikan kemungkinan pelaku melakukan bunuh diri dan penyiksaan diri. 0ereka mengklasifikasikan pembunuhan anak menjadi. $. 0entally ill &. 2atal abuse ). 3etaliating +. 0er'y @. Other or "nsuffi'ient information A. -nknown

15

*.+ Da%a# Hu$u" M!n5ang$ut P!"bunuhan Ana$ Bia%a 7 N4n In'anticid!8 !alam K-.P, belum terdapat pasal yang mengatur se'ara langsung pembunuhan anak biasa (non infanti'ida/. Oleh karena itu, pembunuhan anak biasa dapat dimasukkan dalam bab kejahatan terhadap nyawa orang. Selain itu, pada -ndang--ndang juga terdapat pasal yang mengatur mengenai perlindungan anak. 7erikut merupakan isi-isi pasal tersebut. Pa%a **0 ; 7arang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, dian'am karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.< Pa%a **1 ;Pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya,atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya se'ara melawan hukum, dian'am dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.<

Pa%a *+2 ,!arang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun Pasal )++ ,!arang siapa merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan dengan kesungguhan hati, diancam dengan pidana penjara palinglama dua belas tahun -

16

Undang9Undang P!# indungan Ana$ Pa%a 1* ($/ Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan6 a. diskriminasiE b. eksploitasi, baik ekonomi maupun seksualE '. penelantaranE d. kekejaman, kekerasan, dan penganiayaanE e. ketidakadilanE dan f. perlakuan salah lainnya. (&/ !alam hal orang tua, wali atau pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana dimaksud dalam ayat ($/, maka pelaku dikenakan pemberatan hukuman. 7ila ditemukan mayat bayi di tempat yang tidak semestinya, misalnya tempat sampah, got, sungai dan sebagainya, maka bayi tersebut mungkin adalah korban pembunuhan anak sendiri (pasal )+$, )+&/ pembunuhan (pasal ))*, ))%, )+,, )+)/, lahir mati kemudian dibuang (pasal $*$/ atau bayi yang ditelantarkan sampai mati (pasal ),*/.

*., D!'ini%i P!nggu#an Kandungan 7 Ab4#tu% 8 Dugur kandungan atau aborsi (bahasa :atin6 abortus/ adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan &, minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup/ sebelum )* minggu namun setelah &, minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur. "stilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Abortus sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin men'apai berat @,, gram atau usia kehamilan &, minggu (#.OB2"DO/

17

K!:ahatan P!nggugu#an Kandungan 7Ab4#tu% P#4;4catu% K#i"ina i%8

Pengguguran kandungan (abortus/ adalah suatu kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat utamanya bagi generasi muda, dimana sering diba'a di dalam media massa sungguh sangat mengerikan, karena dilakukan dengan berbagai 'ara, baik dengan bantuan alat maupun segala ma'am ramuan yang bersifat ra'un yang khususnya ditujukan untuk janin yang ada di dalam kandungan tersebut agar meninggal dunia lalu keluar sebelum tiba waktunya untuk lahir. Ketidakinginan seorang ibu melihat bayi itu lahir dan hidup di dunia walaupun berasal dari rahimnya sendiri.

Abortus pada dasarnya dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu 6 $. Abortus yang tidak disengaja. &. Abortus yang disengaja.

*.. Da%a# Hu$u" 5ang M!n5ang$ut T!ntang Ab4#tu% Ketentuan pengaturan aborsi dalam -ndang-undang Kesehatan dituangkan dalam Pasal ?@, Pasal ?A dan Pasal ?? sebagai berikut 6 Pa%a /, $. Setiap orang dilarang melakukan aborsi. &. :arangan sebagaimana dimaksud pada ayat ($/ dapat dike'ualikan berdasarkan6 a/ indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengan'am nyawa ibu danBatau janin, yang menderita penyakit genetik berat danBatau 'a'at bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandunganE atau

18

b/ kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. ). Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (&/ hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling danBatau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pas'a tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang. +. Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan, sebagaimana dimaksud pada ayat (&/ dan ayat ()/ diatur dengan Peraturan Pemerintah. Pa%a /. Aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal ?@ hanya dapat dilakukan6 a/ sebelum kehamilan berumur A (enam/ minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir, ke'uali dalam hal kedaruratan medisE b/ oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteriE '/ dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutanE d/ dengan i4in suami, ke'uali korban perkosaanE dan e/ penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh 0enteri. Pa%a // Pemerintah wajib melindungi dan men'egah perempuan dari aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal ?@ ayat (&/ dan ayat ()/ yang tidak bermutu, tidak aman, dan tidak bertanggung jawab serta bertentangan dengan norma agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Abortus pro o'atus 'riminalis tersebut di dalam norma hukum yang diatur

19

se'ara tegas dalam rumusan Pasal )+A, )A?, )+*, dan )+% K-.P. !engan demikian abortus jenis ini memberikan an'aman pidana bagi yang melakukannya. Kejahatan terhadap nyawa janin dapat dibagi menjadi empat golongan menurut kualifikasi pelakunya dengan keadaan yang menyertainya sebagai berikut6 $. Perempuan itu yang melakukan sendiri atau menyuruh untuk itu menurut Pa%a *+. KUHP. Abortus jenis ini se'ara tegas diatur dalam Pasal )+A K-.P. 3.Soesilo dalam bukunya berjudul ;Kitab -ndang--ndang .ukum Pidana serta Komentar-Komentar :engkap Pasal !emi Pasal< ($%*@6&+)/, merumuskan sebagai berikut 6 ,'erempuan yang dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungan atau menyuruh orang lain untuk itu, dihukum penjara selama-lamanya empat tahun-

&. Orang lain melakukan tanpa persetujuan wanita itu menurut Pa%a *+/ KUHP. Abortus jenis ini di'antumkan tegas dalam Pasal )+? K-.P. 3.Soesilo dalam bukunya yang berjudul ; Kitab -ndang--ndang .ukum Pidana serta KomentarKomentarnya :engkap pasal !emi Pasal< ($%*@6&+)/ merumuskannya sebagai berikut 6 'engguguran kandungan .abortus/ dengan cara ini dengan maksud untuk melindungi perempuan yang mengandung karena ada kemungkinan mengganggu kesehatannya ataupun keselamatannya terancam

20

). Orang yang melakukan dengan persetujuan perempuan itu menurut Pa%a *+0 KUHP. Pengguguran kandungan (abortus/ ini diatur dalam Pasal )+* K-.P sebagaimana yang dirumuskan oleh 3. Soesilo ($%*@6&++/ sebagai berikut 6 ,!arang siapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan dengan i0in perempuan itu dihukum penjara selama-lamanya lima belas tahun+. 7agi orang-orang tertentu diberikan pemberatan pidana dan pidana tambahan menurut Pa%a *+1 KUHP. !i dalam Pasal )+% K-.P ini mengatur mengenai orang-orang tertentu yang dipidananya diperberat. Adapun orang-orang tertentu yang dimaksud dalam rumusan Pasal )+% K-.P menurut 3. Soesilo ($%*@ 6 &++/ adalah sebagai berikut6 ,1ika seorang tabib, dukun beranak atau tukang obat membantu dalam kejahatan yang tersebut dalam 'asal "#2, atau bersalah atau membantu dalam salah satu kejahatan yang diterangkan dalam 'asal "#3 dan "#4, maka hukuman yang ditentukan dalam itu dapat ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya yang digunakan untuk melakukan kejahatan itu-

7erdasarkan uraian mengenai rumusan Pasal )+A, )+?, )+* dan )+% K-.P yang mengatur megenai ma'am-ma'am pengguguran kandungan (abortus/, maka adapun juga unsur-unsur pokok yang terdapat didalam Pasal )+A, )+?, )+*, dan )+% K-.P sebagai berikut6 Adanya perempuan yang mengandung atau hamil. Perempuan yang buah kandungannya hidup. Kandungan itu digugurkan atau dimatikan atau menyuruh untuk itu dengan

21

sengaja.

*./ P!#b!daan dan P!#%a"aan Anta#a P!nggugu#an Kandungan 7Ab4#tu%8 d!ngan P!"bunuhan Ana$ $. Pada pembunuhan anak harus ada bayi yang lahir hidup, kemudian mati karena dibunuh, sedangkan pada pengguguran kandungan (abortus/ yaitu adanya janin (embrio/ yang hidup dan ia merupakan bayi yang belum hidup atau suatu bayi yang sudah mati, atau dengan kata lain bayi atau janin yang masih dalam kandungan baik mati maupun hidup yang masih dalam kandungan dan sudah mati sebelum bayi itu lahir &. Pada pembunuhan anak diisyaratkan adanya rasa takut pada diri si ibu untuk diketahui oleh orang lain bahwa di ibu telah melahirkan anaknya, sedang pada pengguguran kandungan (abortus/ yaitu tidak dipedulikan alasan yang mendorong si ibu untuk melakukan pengguguran kandungan (abortus/ tersebut. ). Pada pembunuhan anak, perbuatan ini dilakukan pada saat anak itu lahir atau tidak lama setelah anak itu dilahirkan dan memang sudah waktunya untuk lahir, sedangkan pada pengguguran kandungan (abortus/ perbuatan itu dilakukan sebelum 'ukup waktu untuk lahir. Adapun persamaan-persamaan antara kedua hal tersebut. $. 7aik pembunuhan anak maupun pengguguran kandungan (abortus/ keduaduanya termasuk perbuatan makar mati. &. 7aik mengenai pembunuhan anak maupun pengguguran kandungan (abortus/ kedua-duanya harus ada kandungan atau bayi yang hidup kemudian mati. ). 7aik mengenai pembunuhan anak maupun pembunuhan atau pengguguran kandungan (abortus/, kedua-duanya dapat dikategorikan sebagai suatu

22

tindak pidana yang harus ada unsur kesengajaan untuk melakukan kedua perbuatan yang ter'ela tersebut. *.0 PEMERIKSAAN KEDOKTERAN <ORENSIK Pemeriksaan kedokteran forensik berguna membantu penyidikan untuk memperoleh kejelasan di dalam hal sebagai berikut6 $. Apakah anak tersebut dilahirkan hidup atau lahir matiF &. Apakah terdapat tanda-tanda perawatanF ). Apakah ada luka-luka yang dapat dikaitkan dengan penyebab kematianF 5isum et 3epertum (5e3/ itu juga mengandung makna sebagai pengganti barang bukti. Oleh karena itu, segala hal yang terdapat dalam barang bukti, dalam hal ini yaitu tubuh anak, harus di'atat dan dilaporkan. !engan demikian, selain ketiga kejelasan di atas, masih ada dua hal lagi yang harus diutarakan dalam 5e3, yaitu6 +. Apakah anak yang dilahirkan itu 'ukup bulan dalam kandunganF @. Apakah pada anak tersebut didapatkan kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup bagi si anakF -ntuk memenuhi kriteria pembunuhan anak sendiri, bayi tersebut harus dilahirkan hidup setelah seluruh tubuhnya keluar dari tubuh ibu (separate e5istence/. Selain itu, iabilitas dan maturitas bayi juga perlu ditentukan untuk menerangkan sebab lahir mati. 7ila bayi tersebut lahir mati kemudian dibuang, maka hal tersebut bukanlah kasus pembunuhan anak sendiri, melainkan kasus lahir mati kemudian dibuang atau menyembunyikan kelahiran dan kematian. *.0.1 Lahi# hidu( atau ahi# "ati :ahir hidup (li+e birth/ adalah keluar atau dikeluarkannya hasil konsepsi yang lengkap, yang setelah pemisahan, bernapas atau menunjukkan tanda kehidupan lain tanpa mempersoalkan usia gestasi, sudah atau belumnya tali pusat dipotong dan ari dilahirkan. :ahir mati (stillbirth/ adalah kematian hasil konsepsi sebelum keluar atau

23

dikeluarkan oleh ibunya, tanpa mempersoalkan usia kehamilan (baik sebelum ataupun setelah kehamilan berumur &* minggu dalam kandungan/. Kematian ditandai oleh janin yang tidak bernapas atau tidak menunjukkan tanda kehidupan lain seperti denyut jantung, denyut nadi tali pusat atau gerakan otot rangka. Tanda-tanda kehidupan pada bayi yang baru dilahirkan adalah pernapasan (paru mengembang dan terdapat udara dalam lambung atau usus/, menangis, adanya pergerakan otot, sirkulasi darah dan denyut jantung serta perubahan hemoglobin, isi usus, dan keadaan tali pusat. $. Pernapasan Pernapasan spontan terjadi akibat rangsangan atmosfer dan adanya gangguan sirkulasi plasenta, dan ini menimbulkan perubahan penting yang permanen pada paru. Pernapasan setelah bayi lahir mengakibatkan perubahan letak diafragma dan sifat paru-paru. a. :etak !iafragma Pada bayi yang sudah bernapas, letak diafragma setinggi iga ke-@ atau keA. Sedangkan pada yang belum bernapas setinggi iga ke-) atau ke-+. b. Dambaran 0akroskopik Paru Paru-paru bayi yang sudah bernapas berwarna merah muda tidak homogen namun berber'ak-ber'ak (mottled/. Konsistensinya adalah seperti spons dan berderik pada perabaan. Sedangkan, pada paru-paru bayi yang belum bernapas berwarna merah ungu tua seperti warna hati bayi dan homogen, dengan konsistensi kenyal seperti hati atau limpa. '. -ji Apung Paru -ji apung paru dilakukan dengan teknik tanpa sentuh ( no touch techni6ue/, paru-paru tidak disentuh untuk menghindari kemungkinan timbulnya artefak pada sediaan histopatologik jaringan paru akibat manipulasi berlebihan. :idah dikeluarkan seperti biasa di bawah rahang bawah, ujung lidah dijepit dengan pinset atau klem, kemudian ditarik ke arah entrokaudal sehingga tampak palatum mole. !engan s'alpel yang tajam, palatum mole

24

disayat sepanjang perbatasannya dengan palatum durum. 2aring, laring, esophagus bersama dengan trakea dilepaskan dari tulang belakang. Gsofagus bersama dengan trakea diikat di bawah kartilago krikoid dengan benang. Pengikatan ini dimaksudkan agar pada manipulasi berikutnya 'airan ketuban, mekonium atau benda asing lain tidak mengalir ke luar melalui trakeaE bukan untuk men'egah masuknya udara ke dalam paru. Pengeluaran organ dari lidah sampai paru dilakukan dengan forsep atau pinset bedah dan s'alpel, tidak boleh dipegang dengan tangan. Kemudian esophagus diikat di atas diafragma dan dipotong di atas ikatan. Pengikatan ini dimaksudkan agar udara tidak masuk ke dalam lambung dan uji apung lambung-usus (uji 7reslau/ tidak memberikan hasil meragukan. Setelah semua organ leher dan dada dikeluarkan dari tubuh, lalu dimasukkan ke dalam air dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam. Kemudian paru-paru kiri dan kanan dilepaskan dan dimasukkan kembali ke dalam air, dilihat apakah mengapung atau tenggelam. Setelah itu tiap lobus dipisahkan dan dimasukkan ke dalam air, dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam. :ima potong ke'il dari bagian perifer tiap lobus dimasukkan ke dalam air, diperhatikan apakah mengapung atau tenggelam. .ingga tahap ini, paru bayi yang lahir mati masih dapat mengapung oleh karena kemungkinan adanya pembusukan. 7ila potongan ke'il itu mengapung, letakkan di antara dua karton dan ditekan dengan arah penekanan tegak lurus jangan digeser untuk mengeluarkan gas pembusukan yang terdapat pada jaringan interstisial paru, lalu masukkan kembali ke dalam air dan diamati apakah masih mengapung atau tenggelam. 7ila masih mengapung berarti paru terisi udara residu yang tidak akan keluar. 1amun, terkadang dengan penekanan, dinding al eoli pada mayat bayi yang telah membusuk lanjut akan pe'ah dan udara residu keluar dan memperlihatkan hasil uji apung paru negatif. -ji apung paru harus dilakukan menyeluruh sampai potongan ke'il

25

paru mengingat kemungkinan adanya pernapasan sebagian (parsial respiration/ yang dapat bersifat buatan atau alamiah ( +agitus uternus atau +agitus +aginalis/ yaitu bayi sudah bernapas walaupun kepala masih dalam uterus atau dalam agina/. .asil negatif belum berarti pasti lahir mati karena adanya kemungkinan bayi dilahirkan hidup tapi kemudian berhenti bernapas meskipun jantung masih berdenyut, sehingga udara dalam al eoli diresorpsi. Pada hasil uji negatif ini, pemeriksaan histopatologik paru harus dilakukan untuk memastikan bayi lahir mati atau lahir hidup. 7ila sudah jelas terjadi pembusukan, maka uji apung paru kurang dapat diper'aya, sehingga tidak dianjurkan untuk dilakukan. d. 0ikroskopik paru-paru Setelah paru-paru dikeluarkan dengan teknik tanpa sentuh, dilakukan fiksasi dengan larutan formalin $, H. Sesudah $& jam, dibuat irisan melintang untuk memungkinkan 'airan fiksatif meresap dengan baik ke dalam paru. Setelah difiksasi selama +* jam, kemudian dibuat sediaan histopatologik. 7iasanya digunakan perwarnaan .G dan bila paru telah membusuk digunakan pewarnaan Domori atau :adewig. Struktur seperti kelenjar bukan merupakan 'iri paru bayi yang belum bernapas, tetapi merupakan 'iri paru janin yang belum men'apai usia gestasi &A minggu. Tanda khas untuk paru janin belum bernapas adalah adanya tonjolan (projection/ yang berbentuk seperti bantal (cushion-like/ yang kemudian akan bertambah tinggi dengan dasar menipis sehingga akan tampak seperti gada (club-like/. Pada permukaan ujung bebas proje'tion tampak kapiler yang berisi banyak darah. Pada paru bayi belum bernapas yang sudah membusuk dengan perwarnaan Domori atau :adewig, tampak serabut-serabut retikulin pada permukaan dinding al eoli berkelok-kelok seperti rambut yang keriting, sedangkan pada proje'tion berjalan di bawah kapiler sejajar dengan permukaan proje'tion dan membentuk gelung-gelung terbuka (open loops/.

26

Pada paru bayi yang lahir mati mungkin pula ditemukan tanda inhalasi 'airan amnion yang luas karena asfiksia intrauterin, misalnya akibat tertekannya tali pusat atau solusio plasenta sehingga terjadi pernapasan janin prematur (intrauterine submersion/. Tampak sel-sel erniks akibat deskuamasi sel-sel permukaan kulit, berbentuk persegi panjang dengan inti piknotik berbentuk huruf ;S<, bila dilihat dari atas samping terlihat seperti bawang. 9uga tampak sel-sel amnion bersifat asidofilik dengan batas tidak jelas dan inti terletak eksentrik dengan batas yang juga tidak jelas. 0ekonium yang berbentuk bulat berwarna jernih sampai hijau tua mungkin terlihat dalam bronkioli dan al eoli. kadang-kadang ditemukan deskuamasi sel-sel epitel bronkus yang merupakan tanda maserasi dini, atau fagositosis mekonium oleh sel-sel dinding al eoli. :ahir mati ditandai pula oleh keadaan yang tidak memungkinkan terjadinya kehidupaan seperti trauma persalinan yang hebat, perdarahan otak yang hebat, dengan atau tanpa robekan tentorium serebeli, pneumonia intrauterin, kelainan kongenitasl yang fatal seperti anensefalus. Adapun ringkasan perbedaan dari pemeriksaan paru6 n 1o. $. Paru belum bernapas Paru sudah bernapas 5olume +-A= lebih besar, sebagian menutupi jantung, konsistensi seperti karet busa (ada krepitasi/ Tepi paru tumpul #arna merah muda

&. ). +.

$ 5olume ke'il, kolaps, menempel pada ertebra, konsistensi padat, tidak ada krepitasi & Tepi paru tajam ) #arna homogen, merah kebiruanBungu @ Kalau diperas di bawah permukaan air tidak keluar gelembung gas atau bila sudah ada pembusukan gelembungnya besar dan tidak rata. A Tidak tampak al eoli yang berkembang pada permukaan

Delembung gas yang keluar halus dan rata ukurannya. Tampak al eoli, terpisah sendiri kadang-kadang

@.

27

A.

?. *.

A Kalau diperas hanya darah sedikit dan berbuih (ke'uali bila ada pembusukan/ * 7erat paru kurang $B?, 77 * Seluruh bagian tenggelam dalam air

keluar 7ila diperas keluar banyak darah tidak berbuih walaupun belum ada sudah pembusukan ( olume darah dua kali olume sebelum napas. lebih 7erat paru kurang lebih $B)@ 77 paru 7agian-bagian paru yang mengembang terapung dalam air.

&. 0enangis 7ernapas dapat terjadi tanpa menangis, tetapi menangis tidak dapat terjadi tanpa bernapas. Suara tangis yang terdengar belum berarti bayi tersebut lahir hidup karena suara tangisan dapat terjadi dalam uterus atau dalam agina. Iang merangsang bayi menangis dalam uterus adalah masuknya udara dalam uterus dan kadar oksigen dalam darah menurun dan atau kadar JO& dalam darah meningkat. ). Pergerakan Otot Keadaan ini harus disaksikan oleh saksi mata, karena post mortem tidak dapat dibuktikan. Kaku mayat dapat terjadi pada bayi yang lahir hidup kemudian mati maupun yang lahir mati. +. Peredaran !arah, !enyut 9antung, dan Perubahan pada .emoglobin 0eliputi bukti fungsional yaitu denyut tali pusat dan detak jantung (harus ada saksi mata/ dan bukti anatomis yaitu perubahan-perubahan pada .b serta perubahan dalam duktus arteriosus, foramen o ale dan dalam duktus enosus ('abang ena umbili'alis yang langsung masuk ena 'a a inferior/. 7ila ada yang menyaksikan denyut nadi tali pusatBdetak jantung pada bayi yang sudah terlahir lengkap, maka ini merupakan bukti suatu kelahiran hidup. 2oramen o ale tertutup bila telah terjadi pernapasan dan sirkulasi (satu hari sampai beberapa minggu/. !uktus arteriosus perlahan-lahan menjadi jaringan ikat (paling 'epat dalam &+ jam/ !uktus enosus menutup dalam &-) hari sampai beberapa minggu. @. "si -sus dan :ambung 7ila dalam lambung bayi ditemukan benda asing yang hanya dapat masuk akibat reflek menelan, maka ini merupakan bukti kehidupan (lahir

28

hidup/.6-dara dalam saluran 'erna. 7ila hanya terdapat dalam lambung atau duodenum berarti hidup berarti saat, dalam usus halus berarti telah hidup $-& jam, bila dalam usus besar, telah hidup @-A jam dan bila telah terdapat dalam re'tum berarti telah hidup $& jam.0ekonium dalam kolon. 0e'onium akan keluar kira-kira dalam waktu &+ jam setelah lahir. A. Keadaan Tali Pusat Iang harus diperhatikan pada tali pusat adalah pertama ada atau tidaknya denyut tali pusat setelah kelahiran. "ni hanya dapat dibuktikan dengan saksi mata. Kedua, pengeringan tali pusat, letak dan sifat ikatan, bagaimana tali pusat itu di putus (se'ara tajam atau tumpul/. ?. Keadaan Kulit Tidak satupun keadaan kulit yang dapat membuktikan adanya kehidupan setelah bayi lahir, sebaliknya ada satu keadaan yang dapat memastikan bahwa bayi tersebut tidak lahir hidup yaitu maserasi, yang dapat terjadi bila bayi sudah mati di dalam uterus beberapa hari (*-$, hari/. .al ini harus dibedakan dengan proses pembusukan yaitu pada maserasi tidak terbentuk gas karena terjadi se'ara steril. Kematian pada bayi dapat terjadi waktu dilahirkan, sebelum dilahirkan atau setelah terpisah sama sekali dari ibu. Kematian pada bayi dapat terjadi saat bayi dilahirkan, sebelum dilahirkan, atau setelah terpisah sama sekali dari si ibu. 7ukti kematian dalam kandungan adalah6 a. b. Ante partum rigor mortis yang sering menimbulkan kesulitan waktu 0aserasi, yaitu perlunakan janin dalam air ketuban dengan 'iri-'iri6 #arna merah ke'oklatan (pada pembusukan warnanya hijau/. Kutikula putih, sering membentuk bula berisi 'airan kemerahan. Tulang-tulang lentur dan lepas dari jaringan lunak. Tidak ada gas, baunya khas. 0aserasi ini terjadi bila bayi sudah mati *-$, hari dalam kandungan. melahirkan

29

*.0.) Tanda P!#a6atan Penentuan ada tidaknya tanda perawatan sangat penting artinya dalam kasus pembunuhan anak. Keadaan baru lahir dan belum dirawat merupakan petunjuk dari bayi tersebut tidak lama setelah dilahirkan. 0enurut Ponsold, bayi baru lahir (neugeborenen/ adalah bayi yang baru dilahirkan dan belum dirawat. 9ika sudah dirawat, maka bayi itu bukan bayi baru lahir dan tidak dapat disebut sebagai pembunuhan anak sendiri. Adapun anak yang baru dilahirkan dan belum mengalami perawatan dapat diketahui dari tanda-tanda sebagai berikut6 Tubuh masih berlumuran darah. Ari-ari (plasenta/ masih melekat dengan tali pusat dan masih berhubungan dengan pusat (umbilikus/. 7ila ari-ari tidak ada, maka ujung tali pusat tampak tidak beraturan, hal ini dapat diketahui dengan meletakkan ujung tali pusat tersebut ke permukaan air. Adanya lemak bayi ( erni= 'aseosa/, pada daerah dahi serta di daerah yang mengandung lipatan-lipatan kulit, seperti daerah lipat ketiak, lipat paha dan bagian belakang bokong. *.0.* =iabi ita% 7ayi yang +iable adalah bayi yang sudah mampu untuk hidup di luar kandungan ibunya atau sudah mampu untuk hidup terpisah dari ibunya (separate e5istence/. 5iabilitas mempunyai beberapa syarat, yaitu6 a. -mur K &* minggu dalam kandungan. b. Panjang badan K )@ 'm. '. 7erat badan K &@,, gram. d. Tidak ada 'a'at bawaan yang berat. e. :ingkaran fronto-o'ipital K )& 'm. Selain itu, juga dilihat adanya kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup bayi, seperti kelainan jantung (AS!, 5S!/, otak (anensefalus atau mikrosefalus/, dan saluran pen'ernaan (stenosis esophagus, gastroski4is/.

30

*.0.+ >u$u( Bu an da a" Kandungan 7ayi yang 'ukup bulan (matur, term/ adalah bayi yang lahir setelah dikandung selama )? minggu atau lebih tetapi kurang dari +& minggu penuh. Pengukuran bayi 'ukup bulan dapat dinilai dari6 Jiri-'iri eksternal !aun telinga Pada bayi yang lahir 'ukup bulan, daun telinga menunjukkan pembentukan tulang rawan yang sudah sempurna, pada heli= teraba tulang rawan yang keras pada bagian dorsokranialnya dan bila dilipat 'epat kembali ke keadaan semula. Susu Pada bayi yang matur putting susu sudah berbatas tegas, areola menonjol diatas permukaan kulit dan diameter tonjolan susu itu ? milimeter atau lebih. Kuku jari tangan Kuku jari tangan sudah panjang, melampaui ujung jari, ujung distalnya tegas dan relatif keras sehingga terasa bila digarukkan pada telapak tangan pelaku autopsi. Kuku jari kaki masih relatif pendek. Pada bayi yang prematur kuku jari tangan belum melampaui ujung jari dan relatif lebih lunak sehingga ujungnya mudah dilipat. Daris telapak kaki Pada bayi yang matur terdapat garis-garis pada seluruh telapak kaki, dari depan hingga tumit. Iang dinilai adalah garis yang relatif lebar dan dalam. !alam hal kulit telapak kaki itu basah maka dapat juga tampak garis-garis yang halus dan superfisial. Alat kelamin luar Pada bayi laki-laki matur, testis sudah turun dengan sempurna yakni pada dasar skrotum dan rugae pada kulit skrotum sudah lengkap. Pada bayi perempuan yang matur, labia minor sudah tertutup dengan baik oleh labia mayor.

31

3ambut kepala 3ambut kepala relatif kasar, masing-masing helai terpisah satu sama lain dan tampak mengkilat. 7atas rambut pada dahi jelas. Pada bayi yang prematur rambut kepala halus seperti bulu wol atau kapas, masing-masing helai sulit dibedakan satu sama lain dan batas rambut pada dahi tidak jelas. Skin opacity Pada bayi matur, jaringan lemak bawah kulit 'ukup tebal sehingga pembuluh darah yang agak besar pada dinding perut tidak tampak atau tampak samar-samar. Pada bayi prematur pembuluh-pembuluh tersebut tampak jelas. 'rocessus 5iphoideus Pada bayi yang matur processus 5iphoideus membengkok ke dorsal, sedangkan pada yang prematur membengkok ke bidang dengan korpus manubrium sterni. Alis mata Pada bayi yang matur, alis mata sudah lengkap, yakni bagian lateralnya sudah terdapat, sedangkan pada yang prematur bagian itu belum terdapat. Pusat penulangan Pusat-pusat penulangan khususnya pada tulang paha (femur/ mempunyai arti yang 'ukup penting. 7agian distal femur dan proksimal tibia akan menunjukkan pusat penulangan pada umur kehamilan )A minggu. !emikian juga pada 'uboideum dan 'uneiform. Sedangkan, talus dan 'al'aneus pusat penulangan akan tampak pada umur kehamilan &* minggu. Penaksiran umur gestasi 3umus !e .aas 0enurut rumus !e .aas, untuk @ bulan pertama panjang kepala-tumit dalam sentimeter adalah sama dengan kuadrat angka bulan. -ntuk @ entral atau satu

32

bulan terakhir, panjang badan adalah sama dengan angka bulan dikalikan dengan angka @. 3umus Arey 0enggunakan panjang kepala, tumit dan bokong. -mur (bulan/ L panjang kepala - tumit ('m/ = ,,& -mur (bulan/ L panjang kepala - bokong ('m/ = ,,). 3umus 2innstrom 0enggunakan panjang lingkar kepala oksipito-frontal. -mur gestasi L $$,,) M ?,?@ (panjang lingkar kepala/

*.0., P!n5!bab K!"atian 7ila terbukti bayi lahir hidup (sudah bernafas/, maka harus ditentukan penyebab kematiannya. 7ila terbukti bayi lahir mati (belum bernafas/ maka ditentukan sebab lahir mati atau sebab mati antenatal atau sebab mati janin (fetal death/. Ada berbagai penyebab kematian pada bayi, yaitu6 a. Kematian wajar $. Kematian se'ara alami "maturitas Terjadi jika bayi yang lahir belum 'ukup matang dan mampu hidup di luar kandungan sehingga mati setelah beberapa saat sesudah lahir. Penyakit kongenital Seringkali terjadi jika ibu mengalami sakit ketika sedang mengandung seperti sifilis, tifus, 'ampak sehingga anak memiliki 'a'at bawaan yang menyebabkan kelainan pada organ internal seperti paru-paru, jantung dan otak. &. Perdarahan Perdarahan dapat terjadi dari umbilikus, perut, anus dan organ genital.

33

). 0alformasi Kadangkala bayi tumbuh dengan kondisi organ tubuh yang tidak lengkap seperti anensefali. 9ika kelainan tersebut fatal, maka bayi tidak akan bisa bertahan hidup. +. Penyakit plasenta Penyakit plasenta atau pelepasannya se'ara tidak sengaja dari dinding uterus akan dapat menyebabkan kematian dari bayi dan ibu, dan dapat diketahui jika sang ibu meninggal dan dilakukan pemeriksaan dalam. @. Spasme laring .al ini dapat terjadi karena aspirasi mekonium ke dalam laring atau akibat pembesaran kelenjar timus.

A. Gritroblastosis fetalis "ni dapat terjadi karena ibu yang memiliki rhesus negatif mengandung anak dengan rhesus positif, sehingga darah ibu akan membentuk antibodi yang menyerang sel darah merah anak dan menyebabkan lisisnya sel darah merah anak, sehingga menyebabkan kematian anak baik sebelum maupun setelah kelahiran. b. Kematian akibat ke'elakaan $. Akibat persalinan yang lama "ni dapat menyebabkan kematian pada bayi akibat ekstra asasi dari darah ke selaput otak atau hingga men'apai jaringan otak akibat kompresi kepala dengan pel is, walaupun tanpa disertai dengan fraktur tulang kepala. &. 9eratan tali pusat Tali pusat seringkali melingkar di leher bayi selama proses kelahiran. .al ini dapat menyebabkan bayi menjadi ter'ekik dan mati karena sufokasi. ). Trauma .antaman yang keras pada perut wanita hamil dengan menggunakan

34

senjata tumpul, terjatuhnya ibu dari ketinggian juga merupakan penyebab kematian bayi intrauterin. -ntuk kasus seperti ini harus diperiksa tanda-tanda trauma pada ibu. +. Kematian dari ibu Ketika ibu mati saat proses melahirkan ataupun sebelum melahirkan, maka anak tidak akan bertahan lama di dalam kandungan sehingga harus dilahirkan sesegera mungkin. 9ika kematian disebabkan oleh penyakit kronis, seperti perdarahan kronis, maka kesempatan untuk menyelamatkan nyawa anak sangatlah ke'il. Sedangkan jika kematian disebabkan karena kejadian akut seperti ke'elakaan, dimana ibu sebelumnya sehat, maka kemungkinan untuk menyelamatkan nyawa bayi lebih besar. '. Kematian karena tindakan pembunuhan $. Pembekapan (sufokasi/ "ni merupakan tindakan yang paling sering dilakukan. 7ayi baru lahir sangat mudah dibekap dengan menggunakan handuk, sapu tangan atau dengan tangan. !apat juga ditemukan benda asing yang menyumbat jalan napas, seringkali karena ibu berusaha men'egah agar anak tidak menangis dan ini justru menyebabkan kematian. &. Penjeratan (strangulasi/ Penjeratan juga merupakan 'ara pembunuhan anak yang 'ukup sering ditemui. Sering ditemukan tanda-tanda kekerasan yang sangat berlebihan dari yang dibutuhkan untuk membuat bayi mati. Tandatanda bekas jeratan akan ditemukan di daerah leher disertai dengan memar dan resapan darah. Kadang juga ditemukan penjeratan dengan menggunakan tali pusat sehingga terlihat bahwa bayi mati se'ara alami. ). Penenggelaman (drowning/ "ni dilakukan dengan membuang bayi ke dalam penampungan berisi air, sungai dan bahkan toilet. +. Kekerasan tumpul pada kepala

35

9ika ditemukan fraktur kranium, maka dapat diperkirakan bahwa terjadi kekerasan terhadap bayi. Pada keadaan panik, ibu memukul kepala bayi hingga terjadi patah tulang. @. Kekerasan tajam Kematian pada bayi baru lahir yang dilakukan dengan melukai bayi dengan senjata tajam seperti gunting atau pisau dan menyebabkan luka yang fatal hingga menembus organ dalam seperti hati, jantung dan otak. A. Kera'unan 9arang dilakukan, tetapi pernah terjadi dimana ditemukan sisa opium pada putting susu ibu, yang kemudian menyusui bayinya dan menyebabkan bayi tersebut mati. Penentuan penyebab kematian dapat ditunjang dari pemeriksaan patologi anatomi yang diambil dari jaringan tubuh mayat bayi. *.1 P!"!#i$%aan t!#hada( P! a$u P!"bunuhan Ana$ S!ndi#i Pemeriksaan terhadap wanita yang disangka sebagai ibu dari bayi bersangkutan bertujuan untuk menentukan apakah wanita tersebut baru melahirkan. Pada pemeriksaan juga perlu di'atat keadaan jalan lahir untuk menjawab pertanyaan ;Apakah mungkin wanita tersebut mengalami partus presipitatusF< $. Tanda telah melahirkan anak a. 3obekan baru pada alat kelamin b. ostium uteri dapat dilewati ujung jari '. keluar darah dari rahim d. ukuran rahim saat post partum setinggi pusat, A-? hari post partum setinggi tulang kemaluan e. payudara mengeluarkan air susu f. hiperpigmentasi aerola mamma g. striae gra idarum dari warna merah menjadi putih) &. 7erapa lama telah melahirkan a. ukuran rahim kembali ke ukuran semula &-) minggu b. getah nifas 6 $-) hari post partum berwarna merah

36

+-% hari post partum berwarna putih $,-$+ hari post partum getah nifas habis '. robekan alat kelamin sembuh dalam *-$, hari ). 0en'ari tanda-tanda partus pre'ipitatus a. robekan pada alat kelamin b. in ersio uteri (rahim terbalik/ yaitu bagian dalam rahim menjadi keluar, lebih-lebih bila tali pusat pendek '. robekan tali pusat anak yang biasanya terdapat pada anak atau pada tempat lekat tali pusat. 3obekan ini harus tumpul dibuktikan dengan pemeriksaan histopatologis d. luka pada kepala bayi menyebabkan perdarahan di bawah kulit kepala, perdarahan di dalam tengkorak +. Pemeriksaan histopatologi yaitu sisa plasenta dalam darah yang berasal dari rahim. -paya membuktikan seorang tersangka ibu sebagai ibu dari anak yang diperiksa adalah suatu hal yang paling sukar. 7eberapa 'ara dapat digunakan, yaitu6 $. 0en'o'okkan waktu partus ibu dengan waktu lahir anak Si ibu diperiksa, apakah memang baru melahirkan (tinggi fundus uteri, lo'hia, kolostrum dan sebagainya/. Sedangkan saat lahir si anak dilihat dari usia pas'a lahir ditambah lama kematian. &. 0emeriksa golongan darah ibu dan anak .al ini juga sulit karena tidak adanya golongan darah ayah. Gkslusi hanya dapat ditegakkan bila & faktor dominan terdapat bersama-sama pada satu indi idu sedang indi idu lain tidak mempunyai sama sekali. Jontohnya adalah bila golongan A7 sedangkan si anak golongan O atau sebaliknya. Penggunaan banyak jenis golongan darah akan lebih memungkinkan men'apai tujuan, tetapi oleh karena kendala biaya maka 'ara ini tidak merupakan prosedur rutin. ). Pemeriksaan !1A Jara ini merupakan 'ara yang 'anggih dan membutuhkan dana yang besar.

37

BAB I= PENUTUP ? KESIMPULAN Pembunuhan anak sendiri (infanticide/ adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anak kandungnya pada saat lahir atau tidak lama kemudian karena takut ketahuan telah melahirkan anak. 0otif pembunuhan anak sendiri hanya satu, yaitu takut ketahuan telah melahirkan anak. !alam K-.P, pembunuhan anak sendiri ter'antum di dalam bab kejahatan terhadap nyawa orang. Pasal yang mengatur mengenai pembunuhan anak sendiri, terdiri dari pasal )+$, pasal )+&, dan pasal )+). 7erdasarkan undang-undang, terdapat tiga faktor penting mengenai pembunuhan anak sendiri, yaitu faktor ibu, waktu, dan psikis. Pembunuhan anak biasa adalah pembunuhan pada anak diatas usia satu hari yang dilakukan oleh ibu, ayah, atau orang tua tiri. 7erbeda dengan pembunuhan anak sendiri, pembunuhan anak biasa memiliki berbagai motif, antara lain altruism, acute psychosis, unwanted child, accidental, dan sposal re+enge. !alam K-.P, belum terdapat pasal yang mengatur se'ara langsung pembunuhan anak biasa (non infantisida/. Oleh karena itu, pembunuhan anak biasa dapat dimasukkan dalam bab kejahatan terhadap nyawa orang, yaitu pasal ))*, ))%, )+,, dan )++, serta -ndang-undang Perlindungan Anak pasal $). Sedangkan Abortus adalah pengguguran kandungan (abortus/ yaitu adanya

38

janin (embrio/ yang hidup dan ia merupakan bayi yang belum hidup atau suatu bayi yang sudah mati, atau dengan kata lain bayi atau janin yang masih dalam kandungan baik mati maupun hidup yang masih dalam kandungan dan sudah mati sebelum bayi itu lahir. Pemeriksaan kedokteran forensik pada kasus pembunuhan anak atau yang diduga kasus pembunuhan anak ditujukan untuk memperoleh kejelasan mengenai anak tersebut dilahirkan hidup atau lahir mati, adanya tanda-tanda perawatan, luka-luka yang dapat dikaitkan dengan penyebab kematian, anak tersebut dilahirkan 'ukup bulan dalam kandungan, dan adanya kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Pada kasus 7ayi 8 ini kemungkinan dari hasil pemeriksaan forensik yang telah dilakukan bayi merupakan Ba5i Lahi# Hidu(, yang didapatkan dari tes breslauCs positif menandakan bayi telah hidup M N$& jam sebelumnya dan telah bernafas dengan ditemukan adanya tinggi diafragma setinggi iga A, bayi aterm ('ukup bulan dalam kandungan/ dari adanya Pembentukan pusat penulangan di ujung paha bagian bawah dan pangkal atas tulang dan dari panjang badan bayi. !iketahui tidak dilakukan perawatan bayi baru lahir dengan ditemukannya tali pusar yang masih melekat dengan tembuni. !idapatkan penyebab kematian dari bayi adalah karena Trauma kepala karena ditemukan adanya retak pada tulang kepala bagian tengah dari pun'ak kepala sebelah kanan patah dan tulang kepala bagian belakang. 7ayi lahir hidup selama kurang dari $& jam lalu mati dengan tanda belum ada perawatan paska lahir pada bayi dan juga adanya trauma kepala menjadi kriteria pendukung bahwa kasus ini adalah kasus pembunuhan anak sendiri ("nfanti'ideB:ate-term abortus/, tetapi belum sepenuhnya terbukti karena belum diketahuinya ibu dari korban.