Anda di halaman 1dari 18

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

1.1. Definisi Mekonium adalah pembuangan usus bayi baru lahir yang keluar pertama kalinya.Mekonium, berwarna hijau, kental dan pekat yang mengandung substansi terdiri dari sel epitel usus, lanugo, lendir, dan sekresi usus, seperti empedu. Sekresi usus, sel mukosa, dan elemen solid dari cairan ketuban adalah 3 kandungan padat yang utama pada mekonium. Air adalah kandungan cairan utama, sekitar 85- 5! dari mekonium. Aspirasi Mekonium merupakan terhisapnya cairan amnion yang tercemar mekonium ke dalam paru pada bayi yang mengalami stress intrauterin, yang dapat terjadi pada saat intrauterin dan sewaktu persalinan. 1.2. Klasifikasi "ada dasarnya Aspirasi Mekonium dibagi dalam # tahap yakni $bstruksi dan %n&eksi tergantung gejala.

1.3. Etiologi Adanya tekanan intrauterin, mempengaruhi bagian dalam rahim. 'aktor-&aktor yang mempengaruhi bagian dalam rahim termasuk insu&isiensi plasenta, hipertensi ibu, preeklamsia, oligohidramnion, dan penyalahgunaan obat ibu, terutama tembakau dan kokain. (airan mekonium, terutama ketuban dapat disedot oleh janin selama persalinan dan kelahiran, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan bayi. )arena mekonium jarang ditemukan dalam cairan ketuban pada kehamilan sebelum 3* minggu,aspirasi mekonium terutama mempengaruhi bayi pada kehamilan lewat bulan. Adanya cairan mekonium dalam mulut atau saluran na&as atas maupun bawah. (airan ini dapat menjadi hambatan bagi saluran na&as bagian atas +$bstruksi, dan jika cairan ini telah sampai di saluran na&as bawah atau jaringan paru, cairan yang berisi mekonium ini akan mengin&eksi jaringan paru tersebut atau bronkioli yang akan membuat reaksi radang sehingga terjadi hambatan bagi saluran na&as bagian bawah +%n&eksi,.

1.4. Patofisiologi -agian dalam rahim yang mengandung mekonium terjadi akibat dari rangsangan sara& saluran .% yang sudah matang dan biasanya disebabkan oleh stres hipoksia janin. Saat janin mendekati jalan keluar dengan saluran pencernaan matang , kepala atau kompresi tali pusat dapat menyebabkan gerakan peristaltik dan relaksasi s&ingter rektal yang mengarah ke saluran mekonium. /&ek dari mekonium dalam cairan ketuban secara sempurna dapat dimetabolisme. Mekonium langsung mengubah &ungsi cairan ketuban sehingga mengurangi akti0itas antibakteri dan selanjutnya meningkatkan risiko in&eksi bakteri perinatal. Selain itu, mekonium dapat mengiritasi kulit janin, sehingga meningkatkan kejadian eritema toxicum. 1amun, komplikasi yang paling parah dari mekonium dalam rahim adalah aspirasi cairan ketuban sebelum, selama, dan setelah kelahiran. 2ipoksia akibat aspirasi tersebut merangsang e&ek pada paru yaitu obstruksi saluran napas, dis&ungsi sur&aktan dan pneumonitis kimia. )ehadiran mekonium dalam cairan ketuban menyebabkan sindrom aspirasi mekonium +MAS,, tetapi tidak semua neonatus dengan mekonium yang mengandung ketuban berkembangkan menjadi aspirasi mekonium. )ehadiran mekonium yang mengandung partikel kental dalam cairan amnion meningkatkan kemungkinan aspirasi pranatal. "embersihan mekonium dari jalan napas sebelum napas pertama dan penggunaan tekanan 0entilasi positi& +""3, sebelum membersihkan saluran napas meningkat kemungkinan mekonium berkembang menjadi sindrom aspirasi mekonium pada neonates. 4rin yang hijau dapat diamati pada bayi baru lahir dengan sindrom aspirasi mekonium kurang dari #* jam setelah lahir. "igmen mekonium dapat diserap oleh paru-paru dan dapat diekskresikan dalam urin. Obst !ksi "alan nafas $bstruksi total saluran perna&asan oleh mekonium adalah atelektasis. $bstruksi parsial menyebabkan udara terperangkap dan hiperdistensi dari al0eoli, biasa disebut 5e&ek bolakatup6. 2iperdistensi dari al0eoli terjadi akibat ekspansi jalan napas selama proses perna&asan dan melemahnya saluran napas yang dikelilingi mekonium, menyebabkan resistensi meningkat selama perna&asan. .as yang terperangkap +hyperin&lating paru-paru, bisa pecah ke dalam pleura +pneumotoraks,, mediastinum +pneumomediastinum,, atau perikardium +pneumopericardium,. Disf!ngsi S! faktan Mekonium menonakti&kan sur&aktan dan mungkin juga menghambat sintesis sur&aktan. )andungan mekonium, terutama asam lemak bebas +misalnya, palmitat, stearat, oleat,, memiliki tegangan permukaan lebih tinggi dari nilai minimal sur&aktan dan atelektasis.
2

Pne!#onitis Ki#ia /n7im, garam empedu, dan lemak dalam mekonium mengiritasi aluran napas dan parenkim, menyebabkan pelepasan sitokin +termasuk tumor necrosis &actor +81',-9, interleukin +%:,-;<, %-:=, %:-8, %:-;3, dan mengakibatkan pneumonitis yang menyebar yang dapat dimulai dalam beberapa jam setelah aspirasi. Semua e&ek ini dapat menghasilkan ketidakseimbangan 0entilasi-per&usi paru +3 > ?, hipertensi paru paru pada bayi baru lahir. Masalah yang lebih lanjut, banyak bayi dengan sindrom aspirasi mekonium +SAM, memiliki hipertensi paru persisten primer atau sekunder pada bayi baru lahir +2""-:, sebagai akibat dari stres kronis di dalam rahim dan penebalan pembuluh paru. 2"-: lebih berkontribusi terhadap hipoksemia yang disebabkan oleh sindrom aspirasi mekonium. Akhirnya, meskipun mekonium adalah kandungan steril, kehadirannya di saluran udara dapat mempengaruhi bayi terhadap in&eksi paru.

1.$. %akto &esiko 2amil lebih bulan %bu pre-eklamsi>eklamsi %bu hipertensi %bu @M %bu perokok berat, penyakit saluran kronik, kelainan jantung -unyi jantung anak abnormal -ayi )M) $ligohidroamnion. %n&eksi maternal + chorioamnionitis , "embersihan mekonium yang tidak adekuat

1.'. (anifestasi Klinis 8akhipneu


3

/kspirasi yang memanjang Sianosis Aetraksi intercosta Barrel Chest Adanya ronkhi pada auskultasi +8idak semua kasus ditemukan ronkhi , )uku, tali pusat, dan kulit yang berwarna kuning kehijauan,

1.). K ite ia Diagnosis

Anamnesis B adanya &aktor resiko (airan amnion tercemar mekonium .awat janin -ayi mengalami as&iksia dan setelah lahir menunjukkan sindrom gawat na&as -iasanya disertai tanda bayi lebih bulan +posterm, Analisis gas darah B asidosis metabolic, asidosis respiratorik, hipoksemia dan hiperkapnia 'oto thoraC B 2iperin&lasi, atelektasis, pneumonia

1.*. Diagnosis Ban+ing

-- 8achipnoe 8ransient 1eonatus -- "neumonia -- 2ialin Membran @isease

1.,. Pe#e iksaan Pen!n"ang


4

Analisa .as @arah dan Aadiologi +'oto 8horaC,

1.1-. Penatalaksanaan Pen.ega/an sin+ o# as0i asi #ekoni!# 1SA(2 "encegahan adalah yang terpenting. @okter kandungan harus memonitor status janin dalam upaya untuk mengidenti&ikasi adanya stres janin. )etika mekonium terdeteksi, amnioin&usion, garam steril secara teoritis menguntungkan untuk mengencerkan mekonium dalam cairan ketuban, sehingga meminimalkan keparahan aspirasi. 1amun, bukti saat ini tidak mendukung amnioin&usion rutin untuk mencegah sindrom aspirasi mekonium. Aekomendasi sekarang tidak lagi menyarankan penyedotan intrapartum rutin untuk bayi lahir dari ibu dengan mekonium )etika aspirasi terjadi, intubasi dan penyedotan langsung dari saluran napas dapat mengeliminasi banyak mekonium. Dangan melakukan teknik-teknik berbahaya berikut dalam upaya untuk mencegah aspirasi mekonium yang mengandung cairan ketubanB %. Meremas dada bayi %%. Memasukkan jari ke mulut bayi

American Academy of Pediatrics Comitte telah mengumumkan pedoman untuk pengelolaan bayi yang terkena mekonium. "edoman diperiksa terus menerus dan dire0isi sebagai penelitian berbasis bukti baru yang telah tersedia. "edoman saat ini adalah sebagai berikutB ;. Dika bayi tidak kuat +dide&inisikan sebagai upaya perna&asan tertekan, penggunaan otot yang minimal, dan > atau detak jantung E;FF kali > menit, .unakan laringoskopi langsung, intubasi, dan suction trakea segera setelah melahirkan. 2isap tidak lebih dari 5 detik. Dika mekonium tidak dapat diambil, jangan mengulang intubasi dan hisap. Dika mekonium diambil dan tidak ada bradikardi, reintubate dan hisap. Dika denyut jantung rendah, mengelola tekanan 0entilasi positi& dan mempertimbangkan penyedotan lagi nanti. #. Dika bayi kuat +dide&inisikan sebagai upaya pernapasan normal, otot normal, dan denyut jantungG ;FF kali > menit,B Dangan melakukan intubasi elekti& electi&. 2apus sekresi dan mekonium dari mulut dan hidung dengan cateter suction.

3. @alam kedua kasus, sisa langkah resusitasi awal harus tetap diterapkan, termasuk pengeringan, merangsang, reposisi, dan distribusi oksigen yang diperlukan :anjutan perawatan di %(4 neonatal +1%(4, Menjaga lingkungan termal yang optimal untuk meminimalkan konsumsi oksigen. Minimal diperlukan penanganan karena bayi mudah gelisah. 2al ini dapat menyebabkan shunting kanan-ke-kiri pada jantung, menyebabkan hipoksia dan asidosis.

Sedasi sering diperlukan untuk mengurangi agitasi. :anjutkan perawatan pernapasan 8erapi oksigen melalui kap atau tekanan positi& sangat penting dalam mempertahankan oksigenasi arteri yang memadai. 3entilasi mekanis diperlukan oleh sekitar 3F! dari bayi dengan sindrom aspirasi mekonium. -uatlah upaya bersama untuk meminimalkan tekanan udara ratarata dan untuk digunakan sebagai inspirasi sesingkat mungkin. Saturasi oksigen harus dipertahankan pada F- 5! Diet @istres perinatal dan gangguan pernapasan yang berat menghalangi makan. 8erapi cairan intra0ena dimulai dengan in&us dekstrosa yang memadai untuk mencegah hipoglikemia. (airan intra0ena harus disediakan pada tingkat ringan +=F-HF ml >kg>hari,. Semakin banyak elektrolit, protein, lipid, dan 0itamindibutuhkan untuk memastikan nutrisi yang cukup dan mencegah kekurangan asam amino esensial dan asam lemak esensial. (e+ika#entosa Selain perawatan yang tercantum di atas, terapi pengganti sur&aktan sering digunakan. /kstrak alam untuk paru-paru diberikan untuk menggantikan sur&aktan yang telah hilang. Sur&aktan juga bertindak sebagai pembersih untuk memecah sisa mekonium, sehingga mengurangi keparahan penyakit paru-paru. Sur&aktan digunakan pada pasien dengan sindrom aspirasi mekonium +MAS,, namun kemanjurannya, regimen dosis, dan produk yang paling e&ekti& belum ditetapkan. "ernapasan gas

%nhalasi nitrat oksida +1$, memiliki e&ek langsung dari 0asodilatasi paru tanpa e&ek samping hipotensi sistemik. 2al ini disetujui untuk digunakan, jika kegagalan pernapasan bersamaan hypoCemic terjadi.
6

3asokonstriktor sistemik

Agen ini digunakan untuk mencegah shunting kanan-ke-kiri dengan meningkatkan tekanan sistemik di atas tekanan paru. 3asokonstriktor sistemik termasuk dopamin, dobutamin, dan epine&rin. 1.11. Ko#0likasi

;. "neumothoraC #. -ronkopneumonia 3. 2ipertensi "ulmonal *. Sepsis

BAB II 3APO&AN KASUS

IDENTITAS PASIEN 1ama 4mur Alamat B -y /si Iardani B 3 jam B -alingka

8anggal Masuk B #* oktober #F;3

ANA(NESIS Alloanamnesis B %bu )andung

Kel!/an Uta#a B -ayi merintih sejak 3 jam sebelum masuk AS

&i4a5at Pen5akit Seka ang 1eonatus berat baru lahir cukup 33FF g, "anjang -adan :ahir 5F cm, :ahir spontan ditolong bidan, presentasi kepala, sisa air ketuban hijau kental tidak berbau. @emam tidak ada, kejang tidak ada Sesak ada, kebiruan ada. )ekuningan tidak ada . Aiwayat ibu keputihan dan nyeri saat berkemih sewaktu hamil tidak ada "asien sudah diberikan injeksi 0itamin ).

&i4a5at Ke/a#ilan Ib! .;";AF presentasi kepala. "emeriksaan Antenatal ke bidan sekali # bulan dimulai usia kehamilan 8 minggu . diketahui cairan ketuban sedikit saat usia kehamilan kehamilan 3# minggu dan pada ibu tidak didapatkan penyakit sewaktu hamil 2ari pertama haid terakhir B lupa .erak janin terasa usia kehamilan #F minggu "enyakit selama kehamilan B tidak ada )ebiasaan ibu sewaktu hamil B o makan kualitas dan kuantitas cukup
8

o minum kualitas dan kuantitas cukup o tidak pengonsumsi alcohol dan tidak perokok

&i4a5at Pe salinan

%bu melahirkan di rumah bersalin dipimpin oleh bidan, jenis persalinan per0aginam letak memanjang presentasi kepala dengan kala ; memanjang lebih kurang #* jam sisa air ketuban hijau kental tidak berbau lama persalinan lebih kurang # jam setelah pembukaan lengkap.

PE(E&IKSAAN %ISIK

6ital Sign 7

)4 B Sakit -erat 2A B ;*8C>menit AA B =5C>menit +8achipnoe, 8 B 3=o( +2ipotermi,

Kesan U#!# 7

--: B 33FF g "-: B 5F cm Sianosis ada


9

%kterik tidak ada :ingkar )epala B 33,5 cm :ingkar @ada B 3= cm :ingkar "erut B 3* cm Sim&isis- kaki B #3 cm )epala- sim&isis B ## cm "anjang lengan B ;8 cm "anjang kaki B #5 cm

Siste#ik 7

)epala B - ubun-ubun besar B ;,5 C ;,5 cm - ubun-ubun kecil B F,5 C F,5 cm - jejas persalinan B tidak ada jejas Mata B konjungti0a anemis tidak ada sclera ikterik tidak ada 8elinga B tidak ada kelainan 2idung B na&as cuping hidung Mulut :eher 8horaC B bentuk B normochest, retraksi intercostal ada ,retraksi epigastrium ada paru B suara bronko0esikuler, ronkhi +->-,, whee7ing +->-, B tidak ada kelainan B tidak ada kelainan

jantung B irama teratur, bising tidak ada


10

Abdomen B permukaan B distensi +-,, datar , de&ans muskuler +-, hepar B J C J lienBtidak teraba tali pusat tidak berbau, umbilicus tidak hiperemis .enitalia B tidak ada kelainan

/kstremitas B atas B akral hangat per&usi baik ,meconium stain +K,

bawah B akral hangat per&usi baik Anus B ada Ae&leC 1eurologis B moro +K, Aooting +K, pegang +K,

@own Score B Merintih +#, :aju perna&asan +;, Sianosis +;, Aetraksi +;, 4dara masuk +F,

Skor pemeriksaan &isik luar B #8


11

8anpa edem +#, Daringan kulit licin sedikit menebal terdapat erupsi kecil atau pengelupasan +#, Iarna kulit merah muda, pucat, ber0ariasi pada seluruh tubuh +#, $pesitas beberapa pembuluh darah besar sama terlihat pada dinding abdomen +3, :anugo sedikit di daerah tak berambut +3, .aris telapak kaki indentasi pada lebih dari L anterior +3, "erkembangan areola bertitik-titik pinggir tinggi diameter GF,H5cm +3, -esar mamae pada dua pihak berdiameter F,5- ;,F cm +#, -entuk kuping dengan pelipatan yang jelas pada semua pinna bagian atas +3, "inna keras tulang rawan pinggiran recoil cepat +3, .enitalia labia majora hampir menutupi seluruh labia minora +#,

kesimpulan B berdasarkan skor diatas maka usia kehamilan 3 -*F minggu Pe#e iksaan 3abo ato i!# 8anggal #= no0ember #F;3

2b B #F,# 2(8 B 5=,* :eukosit B ;5 3=F 8rombosit B ;;* FFF

Pe#e iksaan Pen!n"ang

12

'oto 8oraks B terdapat in&iltrate atas tengah dan parakardial kanan. Selebihnya sinus dan dia&ragma normal. )esan B bronkopneumonia

Diagnosa Ke "a

Sindroma Aspirasi Mekonium e.c "artus lama -ronkopneumonia e.c Sindroma Aspirasi Mekonium

Te a0i

("A"- ';$# *F! @ekompresi lambung -ayi dipuasakan )ogtail = gtt>i Amino&usin =Fcc>hr Ampicillin # C ;=Fg %3 .entamisin ; C ;= mg %3

&en.ana

"emeriksaan @arah :engkap .ula @arah Aandom

13

'ollow 4p #5 $ktober #F;3 Subjekti& - demam tidak ada - kejang tidak ada - kebiruan tidak ada - sesak ada - -A) jumlah dan warna biasa - -A- jumlah dan warna biasa 6ital Sign 7 - 1adi B ;5H C>menit - 1a&as B HH C>menit - Suhu B 3=,#o( Siste#ik 7 - Mata B konjungti0a tidak anemis sklera tidak ikterik - )ulit B teraba hangat - 8horaks B retraksi intercostal ada, retraksi epigastrium ada "ulmo B Ah+->-,, Ih+->-, (or B irama teratur
14

$bjekti&

8erapi

- Abdomen B distensi tidak ada, bising usus +K, normal. %nkubator suhu 33o( ("A"- ';$# *F! @ekompresi lambung -ayi dipuasakan )ogtail = gtt>i Amino&usin =Fcc>hr Ampicillin # C ;=Fg %3 .entamisin ; C ;= mg %3 (ek darah lengkap (ek .ula @arah

Aencana

'ollow 4p #= oktober #F;3

Subjekti&

$bjekti&

- demam tidak ada - kejang tidak ada - kebiruan tidak ada - sesak ada - menangis ada - -A) jumlah dan warna biasa - -A- jumlah dan warna biasa 6ital Sign 7 - 1adi B ;#F C>menit - 1a&as B =8 C>menit - Suhu B 3=,*o( Siste#ik 7 - Mata B konjungti0a tidak anemis sklera tidak ikterik - )ulit B teraba hangat - 8horaks B retraksi epigastrium ada "ulmo B Ah+->-,, Ih+->-, (or B irama teratur - Abdomen B distensi tidak ada, bising usus +K, normal.
15

8erapi

- "usat tidak hiperemis %nkubator suhu 33o( ("A"- ';$# *F! @ekompresi lambung -ayi minum "AS% 8C5 cc )ogtail = gtt>i Amino&usin =Fcc>hr Ampicillin # C ;=Fg %3 .entamisin ; C ;= mg %3

Aencana

(ek .ula @arah sewaktu #H8 g>dl 4reum creatinin ;*,5> F,8

'ollow 4p #8 $ktober #F;3

Subjekti&

$bjekti&

8erapi

- demam tidak ada - kejang tidak ada - kebiruan tidak ada - sesak tidak ada - kekuningan tidak ada - -A) jumlah dan warna biasa - -A- jumlah dan warna biasa 6ital Sign 7 - 1adi B ;3* C>menit - 1a&as B 5F C>menit - Suhu B 3=,H o( Siste#ik 7 - Mata B konjungti0a tidak anemis sklera tidak ikterik - )ulit B teraba hangat - 8horaks B retraksi tidak ada "ulmo B Ah+->-,, Ih+->-, (or B irama teratur - Abdomen B distensi tidak ada, bising usus +K, normal. - "usat tidak hiperemis Aawat gabung
16

AS% $@ Ampicillin # C ;=Fg %3 .entamisin ; C ;= mg %3 Aencana

'ollow 4p ; 1o0ember #F;3

Subjekti&

$bjekti&

8erapi

- demam tidak ada - kejang tidak ada - kebiruan tidak ada - sesak tidak ada - kekuningan tidak ada - -A) jumlah dan warna biasa - -A- jumlah dan warna biasa 6ital Sign 7 - 1adi B ;5F C>menit - 1a&as B 5* C>menit - Suhu B 3=,H o( Siste#ik 7 - Mata B konjungti0a tidak anemis sklera tidak ikterik - )ulit B teraba hangat - 8horaks B retraksi tidak ada "ulmo B Ah+->-,, Ih+->-, (or B irama teratur - Abdomen B distensi tidak ada, bising usus +K, normal. - "usat tidak hiperemis Aawat gabung AS% $@ Ampicillin # C ;=Fg %3
17

.entamisin ; C ;= mg %3 Aencana

@%S)4S% @ilaporkan satu kasus dengan Sindroma Aspirasi Mekonium e.c "artus lama yang ditegakkan melalui anmnesis, pemeriksaan &isik dan pemeriksaan penunjang pada bayi. "ada kasus ini ditemukan pada bayi laki- laki , berusia ; hari yang dirawat di nagian perinatalogi AS4@ @r. Achmad Mochtar -ukit 8inggi , dengan keluhan merintih sejak lahir. -ayi cukup bulan dengan berat badan 33FF gram, panjang badan 5F cm, lahir spontan dengan kala ; memanjang, ditolong bidan , anak kebiruan setelah dilahirkan. "ada pemeriksaan &isik ditemukan )eadaan 4mum sakit berat, &rekuensi jantung ;*8C per menit ,

na&as =5 C per menit dan suhu 3= o(. "ada hidung ditemukan na&as cuping hidung, pada pemeriksaan paru bayi tampak sesak dengan adanya retraksi epigastrium dan interkostal . Dika dihitung menurut score downe pada kasus ini memiliki jumlah 5 demana laju perna&asan =F- 8F C>menit, tidak ada sianosis dengan *F! 'i$#, retraksi ringan, merintih sedikit dan udara masuk baik, dengan kesan sesak na&as dan memiliki indikasi untuk diberikan bantuan na&as ("A". 8erapi yang diberikan pada pasien ini berupa ("A"- ';$# *F! 8 @ekompresi lambung8 -ayi dipuasakan8 )ogtail = gtt>%8 Amino&usin =Fcc>hr8 Ampicillin # C ;=Fg %3 dan .entamisin ; C ;= mg %3.

18