Anda di halaman 1dari 16

WALK THROUGH SURVEY DI PERUSAHAAN PT.

MANDOM INDONESIA TBK 4 JULI 2013

Disusun Oleh : dr. Admireza Perdana Putri dr. Agung Sapto Wibowo dr. Arief Munandar dr. Ajeng Satya irana dr. Alif !ilang Per"asa dr. Amelia #itriati Masputra dr. Annisa $urmulia %ahman dr. Arief #aisal dr. Adriana &endraningrat

Pelatihan &iper"es Dan esehatan erja Do"ter Perusahaan Periode ' ( ) juli *+',
1

BAB I PENDAHULUAN

Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasiinformasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia merancang suatu sistem kerja, sehingga manusia dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman. Fokus dari ergonomi adalah manusia dan interaksinya dengan produk, peralatan, fasilitas, prosedur, dan lingkungan dan pekerja serta kehidupan sehari-hari dimana penekananya adalah pada faktor manusia. Para operator dalam melakukan pekerjaanya, posisi kerja mereka tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomi yaitu terlalu membungkuk, jangkauan tangan yang tidak normal, alat yang terlalu kecil dan lain-lain. Sehingga dari posisi kerja operator tersebut dapat mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan yaitu: kelelahan dan rasa nyeri pada pinggang akibat dari posisi duduk yang tidak ergonomis tersebut, timbulnya rasa nyeri pada bahu dan kaki akibat ketidaksesuaian antara pekerja dan lingkungan kerjanya. Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja masyarakat memperoleh derajat kesehatan setinggtingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha pre!entif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum. "enis sifat-sifat kesehatan kerja yaitu : #. $. Sasaran adalah manusia %ersifat medis Salah satu perusahaan yang kami kunjungi mengenai masalah ergonomi dan kesehatan kerja adalah P&.'()*+' ,)*+)ES,( &%K, yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kosmetika dan -angi--angian.

B.Tujua #.&ujuan umum .ntuk mengetahui ergonomi dan kesehatan kerja pada P&.'()*+' ,)*+)ES,( &%K. $.&ujuan Khusus .ntuk mengetahui beberapa hal yang menyangkut ergonomi dan kesehatan kerja, yang meliputi: a/ Sikap kerja b/ 0ara kerja c/ %eban kerja d/ 1i2i kerja e/ Pelayanan kesehatan f/ Pencegahan penyakit menular seperti 3,4 (,*S dan konsumsi narkoba g/ Penyakit akibat kerja h/ &op ten *isease !. Wa"#u $a T%&'a# K%()a#a #/ 5aktu Kunjungan ini dilakukan pada hari kamis,6 juli $7#8 97:.77 s d #$.77 5,%/ $/ &empat Kunjungan ini dilakukan di P&.'()*+' ,)*+)ES,( &%K "l.;os Sudarso, "akarta D. P*+,)- P%*u.a/aa (. ,*E)&,&(S PE<.S(3(() #. $. 8. 6. a. =. )ama : P&. 'andom ,ndonesia &bk Sektor usaha : Kosmetika (lamat : jl. ;os Sudarso by-pass jakarta utara #67#7 "umlah pekerja : #877 9 data terakhir / Staf : maincourse : 877 orang, bagian produksi: #777 .sia pekerja : $7->7 tahun

>.

5aktu kerja : pukul 7?.77 @ #>.=7 5,% ,stirahat : ##.87, #$.77, #$.87

A. ?.

3ari kerja : setiap hari 9senin- jumat/, berlaku shift kerja *okter perusahaan : $ orang .ntuk keluhan seperti sakit kepala, sakit perut, masuk angin dan penyakit lainnya pekerja dapat datang langsung ke klinik perusahaan dan bertemu langsung dengan dokter yang akan memberikan obat yang berasal dari klinik perusahaan. Sedangkan untuk keluhan yang memerlukan tindakan lebih lanjut, dirujuk kerumah sakityang bekerja sama dengan perusahaan tersebut.

:.

S'K8 : Perusahaan melakukan pelatihan k8 yang rutin terhadap 67 karya-an setiap $ atau 8 kali setahun.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

$.# Pengertian Ergonomi Ergonomi sering disebut Human Factor Engineering, suatu ilmu yang mengatur bagaimana manusia bekerja. ,stilah BergonomiC berasal dari bahasa ;unani yaitu Ergo 9kerja/ dan )omos 9peraturan dan hukum kerja/ serta dapat didefenisikan sebagai penerapan ilmuilmu biologi tentang manusia bersama-sama dengan ilmu-ilmu teknik dan teknologi untuk mencapai penyesuaian satu sama lain secara optimal dari manusia terhadap pekerjaannya. Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari perancangan pekerjaanpekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia, sistem orang dan mesin, peralatan yang dipakai manusia agar dapat dijalankan dengan cara yang paling efektif termasuk alat-alat peragaan untuk memberi informasi kepada manusia. Perhatian utama ergonomi adalah pada efisiensi yang diukur berdasarkan pada kecepatan dan ketelitian performance manusia dalam penggunaan alat. Faktor keamanan dan kenyamanan bagi pekerja telah tercakup di dalam pengertian efisiensi tersebut. Suatu rancangan memenuhi kriteria BbaikC apabila mampu memenuhi konsep E)(SE 9Efektif, )yaman, (man,Sehat dan Efisien/. *an untuk mencapai konsep E)(SE ini maka ilmu ergonomi memiliki peran yang sangat besar. Karena di dalam ilmu ergonomi manusia merupakan bagian utama dari sebuah system 93uman ,ntegrated *esign/, maka harus disadari benar bah-a faktor manusia akan menjadi kunci penentu sukses didalam operasionalisasi sistem manusia-mesin 9produk/D tidak peduli apakah sistem tersebut bersifat manual, semiautomatics 9mekanik/ ataupun full-automatics. $.$ 'anfaat dan Peran ,lmu Ergonomi
5

Ergonomi memeiliki beberapa manfaat, diantaranya : a/ 'eningkatkan unjuk kerja, seperti : menambah kecepatan kerja, ketepatan, keselamatan kerja, mengurangi energi serta kelelagan yang berlebihan. b/ 'engurangi -aktu, biaya pelatihan dan pendidikan c/ 'engoptimalkan pendayagunaan sumber daya manusia melalui peningkatan ketrampilan yang diperlukan. d/ 'engurangi -aktu yang terbuang sia-sia dan meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan kesalahan manusia. e/ 'eningkatkan kenyamanan karya-an dalam bekerja *alam lapangan kerja, ergonomi ini juga mempunyai peranan yang cukup besar. Semua bidang pekerjaan selalu menggunakan ergonomi. Ergonomi ini diterapkan pada dunia kerja supaya pekerja merasa nyaman dalam melakukan pekerjaannya. *engan adanya rasa nyaman tersebut maka produkti!itas kerja diharapkan menjadi meningkat. Secara garis besar ergonomi dalam dunia kerja akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: #/ %agaimana orang mengerjakan pekerjaannya. $/ %agaimana posisi dan gerakan tubuh yang digunakan ketika bekerja. 8/ Peralatan apa yang mereka gunakan. $.8 <esiko Karena Kesalahan Ergonomi Sering dijumpai pada sebuah industri terjadi kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja tersebut disebabkan oleh faktor dari pekerja sendiri atau dari pihak menajemen perusahaan. Kecelakaan yang disebabkan oleh pihak pekerja sendiri, karena pekerja tidak hati-hati atau mereka tidak mengindahkan peraturan kerja yang telah dibuat oleh pihak manajemen. Sedangkan faktor penyebab yang ditimbulkan dari pihak manajemen, biasanya tidak adanya alat-alat keselamatan kerja atau bahkan cara kerja yang dibuat oleh pihak manajemen masih belum mempertimbangkan segi ergonominya. 'isalnya pekerjaan mengangkat benda kerja di atas =7 Kg tanpa menggunakan alat bantu. Kondisi ini bisa menimbulkan cidera pada pekerja. .ntuk menghindari cedera, pertama-tama yang dapat dilakukan adalah

mengidentifikasi resiko yang bisa terjadi akibat cara kerja yang salah. Setelah jenis pekerjaan
6

tersebut diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah menghilangkan cara kerja yang bisa mengakibatkan cidera.

$.6 Kesehatan Kerja Kesehatan kerja adalah hal yang sangat penting didalam dunia kerja khusus nya dunia industri yang bergerak dibidang produksi, kesehatan kerja hendaknya dapat dipahami betapa penting nya kesehatan kerja tersebut di dalam bekerja kesehariannya. 3al ini memiliki kepentingan yang besar, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun dikarenakan aturan perusahaan yang meminta untuk menjaga hal-hal tersebut dalam rangka meningkatkan kinerja dan mencegah potensi kerugian bagi perusahaan. Patut diketahui pula bah-a ide tentang kesehatan telah ada sejak dua puluh tahun yang lalu, namun hingga saat ini, masih ada pekerja dan perusahaan yang belum memahami korelasi antara kesehatan dengan peningkatan kinerja perusahaan, bahkan tidak mengetahui eksistensi aturan tersebut. Sehingga para pengusaha tidak mementingkan kesehatan para pekerja an menjadikan hal tersebut menjadi hal yang mahal dan dapat mengganggu proses para pekerja. .ntuk menjalani semua itu maka pemerintah telah menerbitkan undang-undang no # tahun #:A7 tentang keselamatan kerja, yaitu : #. 'encegah dan mengurangi kecelakaan. $. 'encegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran. 8. 'encegah dan mengurangi bahaya peledakan. 6. 'emberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada -aktu kebakaran atau kejadian- kejadian lain yang berbahaya.

=. 'emberikan pertolongan pada kecelakaan. >. 'emberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja. A. 'encegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluaskan suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran. ?. 'encegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis, peracunan, infeksi dan penularan. :. 'emperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. #7. 'enyelenggarakan suhu dan kelembaban udara yang baik. ##. 'enyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. #$. 'emelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban. #8. 'emperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya. #6. 'engamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang #=. 'engamankan dan memelihara segala jenis bangunan. #>. 'engamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang. #A. 'encegah terkena aliran listrik yang berbahaya. #?. 'enyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang berbahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. *ari undang-undang yang dibuat tersebut, maka para pekerja dapat bekerja dengan tenang dan dapat menaikkan pendapatan perusahaan tempatnya bekerja tanpa harus memikirkan bagaimana membayar biaya pengobatan apabila pekerja tersebut sakit karena kesehatan mereka sudah dijamin oleh undang-undang. *asar 3ukum .. no.#8 $778
8

Pasal ?> 9#/ Setiap pekerja buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas: a/ Keselamatan E kesehatan kerja b/ 'oral E kesusilaan c/ Perlakuan yang sesuai dengan harkat E martabat manusia d/ .ntuk melindungi keselamatan kerja buruh guna me-ujudkan produkti!itas kerja yang optimal diselenggarakan upaya K8. 9$/ Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat 9#/ E ayat 9$/ dilaksanakn sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. .. no.#6 #:>:

Pasal : &iap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas: #. Keselamatan $. Kesehatan 8. Kesusilaan 6. Pemeliharaan moril kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia E moral agama

Pasal #7 Pemerintah membina norma perlindungan tenaga kerja yang meliputi : #. )orma keselamatan kerja $. )orma kesehatan kerja 8. )orma kerja 6. Pemberian ganti kerugian, pera-atan E rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja

.. no.# #:A7

#. (gar pekerja E setiap orang lainnya yang berada ditempat kerja selalu berada dalam keadaan sehat E selamat. $. (gar sumber-sumber produksi dapat dipakai E digunakan secara aman E efisien.
9

8. (gar proses produksi berjalan secara lancar tanpa hambatan.

.. no.8 #::$ #. Kecelakaan kerja Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja E pulang kerumah melalui jalan yang biasa atau -ajar dilalui. $. "aminan kecelakaan kerja &enaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan kerja meliputi: #. %iaya pengangkutan. $. %iaya pemeriksaan pengobatan dan atau pera-atan. 8. %iaya rehabilitasi. 6. Santunan berupa uang meliputi : a. Santunan sementara tidak mampu bekerja. b. Santunan cacat sebagian untuk selamanya. c. Santunan cacat total untuk selamanya baik fisik maupun mental. d. Santunan kematian

BAB III HASIL PENGAMATAN

8.#

S,K(P KE<"(

3asil pengamatan mengenai sikap tenaga kerja dilapangan sebagian besar sudah sesuai dengan aspek keselamatan kerja dan ergonomis. &enaga kerja menggunakan alat@alat

10

pelindung diri yang sesuai dengan kebutuhan, seperti masker, kaca mata pelindung, baju pelindung, penutup kepala, dan ear plug. 8.$ 0(<( KE<"(

3asil pengamatan mengenai cara kerja tenaga kerja di lapangan secara umum sudah baik. %eberapa aspek yang kami amati, yaitu : #. Posisi kerja Posisi kerja tenaga kerja sebagian besar sudah sesuai dengan aspek ergonomi. &enaga kerja pada proses produksi memiliki dua posisi kerja, posisi duduk dan berdiri. Sebagian besar tenaga kerja duduk dengan tidak membungkuk, tidak kaku, dan peralatan sesuai dengan jangkauan tenaga kerja -alaupun ada beberapa tenaga kerja yang masih terlihat bekerja tidak sesuai dengan aspek ergonomi karena perbedaan postur dengan tenaga kerja yang lain. Sedang posisi berdiri, hanya dilakukan selama setengah jam yaitu pada proses pengemasan, setelah itu bertukar posisi dengan tenaga kerja lain, hal ini merupakan kebijakan perusahaan untuk mengurangi keletihan tenaga kerja. Saat bekerja tidak ada tenaga kerja yang bekerja dengan posisi ekstrem.

(da hal yang menjadi catatan kami, posisi pengemudi forkliftt tidak sesuai dimana pengemudi mengemudikan dengan cara mundur sehingga harus memalingkan kepala dan badan dalam -aktu yang lama, karena bagian depan tertutup oleh muatan logistic yang berlebihan.

$. Proses Kerja *alam proses kerja, para tenaga kerja secara keseluruhan banyak menggunakan bantuan mesin @ mesin otomatis. Selama tinjauan kami di lapangan mesin @ mesin tersebut sesuai dengan jangkauan. *alam proses tersebut tenaga kerja juga menggunakan tangan secara manual, dalam hal ini masih banyak tenaga kerja yang melakukan pekerjaan yang berulang @ ulang dan monoton.

8.8 %E%() KE<"(


11

*alam pembahasan ini terdapat dua aspek yang dibicarakan, yang pertama adalah beban kerja dan yang kedua adalah lamanya jam kerja. #. %eban Kerja %eban kerja dinilai dari barang yang di angkat oleh tenaga kerja. %arang terdiri dari berbagai ukuran dan berat. .ntuk barang berukuran kecil dengan berat kurang lebih sekitar = kilogram masih diangkat oleh pekerja dan ditumpuk sesuai dengan jangkauan tenaga kerja. Sedangkan barang yang lebih besar dipindahkan dan diangkut dengan menggunakan mesin pengangkut. Sehingga dalam pelaksanaan yang kami amati, beban kerja telah sesuai.

$. "am Kerja Pembagian jam kerja dibagi menjadi dua yaitu : jam kerja staff dan pega-ai kantor dan jam kerja tenaga kerja produksi. .ntuk jam kerja staff dimulai dari pukul 7?.77 5,% hingga pukul #>.=7 5,% selama = hari kerja 9Senin @ "umat/. &enaga kerja produksi dibagi menjadi $ jenis jam kerja, yaitu : Kelompok pertama terdiri dari 8 regu dengan tiga shift, yaitu : pertama 7A.77 5,% @ #8.77 5,%, shift kedua #8.77 @ $$.77 5,% dan shift ketiga $$.77 @ 7A.77 5,% selama = hari kerja 9Senin @ "umat/. Kelompok kedua terdiri dari 6 regu, yaitu : dengan pembagian shift yang sama dengan kelompok pertama tetapi dengan salah satu regu yang libur, kelompok ini bekerja selama A hari selama $6 jam. 8.6 KESE3(&() KE<"( 8.6.# SEP.F.3 %ES(< PE);(K,& *, &E'P(& KE<"( *ari hasil diskusi tidak diterangkan secara urut dan rinci mengenai sepuluh penyakit tersering di perusahaan tersebut. &etapi dari keterangan nara sumber didapatkan hipertensi dan dislipidemi merupakan penyakit yang sering dikeluhkan. 3al ini menurut narasumber dipengaruhi oleh gaya hidup tenaga kerja diluar lingkungan kerja. 8.6.$ F(S,F,&(S KESE3(&() 3asil pengamatan mengenai fasilitas kesehatan di perusahaan tersebut didapatkan adanya fasilitas klinik untuk tenaga kerja perusahaan, pada klinik tersebut terdapat dua dokter perusahaan yang bekerja secara bergantian. Pada setiap lantai disediakan kotak P8K dan tandu yang dapat digunakan bila terjadi kecelakaan kerja. Perusahaan telah mengadakan pelatihan dan penyuluhan tentang berbagai masalah kesehatan minimal setahun sekali. 8.= K()&,) *() 1,G, KE<"( 3asil pengamatan dilapangan terdapat kantin yang cukup luas untuk menampung tenaga kerja. 'anajemen menggunakan catering untuk pemenuhan makan. .ntuk gi2i dan kalori pada setiap makanan yang diberikan telah dikalkulasikan sesuai dengan kebutuhan
12

tenaga kerja. Kantin juga menyediakan air minum yang bersih dan cukup juga gelas minum yang cukup dan bersih. Sedang dari kebersihan kantin dinilai cukup bersih, sedangkan dapur perusahaan tidak dapat dinilai secara detail. Kantin juga dilengkapi dengan !entilasi yang baik dan -astafel yang bersih dan cukup bagi semua tenaga kerja. 8.> PE'%.()1() *() PE)1+F(3() F,'%(3 Perusahaan telah melakukan pengolahan limbah yang baik. Fimbah yang dihasilkan diolah kembali agar menjadi ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali, seperti limbah cair yang dihasilkan di olah kembali sehingga dapat dibuang dalam keadaan aman bagi perusahaan dan lingkungan sekitar.

13

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

KES,'P.F() 3al- hal penting yang dapat kami simpulkan mengenai aspek ergonomic dan kesehatan kerja di P&. '()*+' ,)*+)ES,( &%K. (dalah : Sudah terpenuhinya aspek ergonomic dalam sikap kerja, cara kerja, posisi kerja dan beban kerja. Kesehatan kerja juga telah berjalan dengan baik, mulai dari penyediaan gi2i karya-an sampai tersedianya klinik perusahaan maupun rumah sakit rekanan dari perusahaan yang berorientasi pada kesehatan kerja tanpa mengabaikan pelayanan kesehatan secara promotif, pre!entif, kuratif dan rehabilitati!e.

S(<() &idak banyak saran yang dapat disampaikan untuk perusahaan P&. '()*+' ,)*+)ES,( &%K. yang telah melakasanakan kesehatan dan keselamatan kerja. Satu hal yang kami sarankan adalah pencegahan terjadinya cervical root syndrome terhadap pengemudi forklift dan kecelakaan kerja karena tidak menggunakan spion.

14

*(F&(< P.S&(K(

#. Soeripto, '.$77?. Higiene Industri. "akarta: %alai Penerbit FK., $. Subaris, 3eru.$77?.Hygiene Lingkungan Kerja. ;ogyakarta: 'itra 0endika Press. 8. SumaHmur.#::6.Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. "akarta: 04 3aji 'asagung. 6. SumaHmur.#::>. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. "akarta: &oko gunung agung. =. 5ahyu, (tjo.$778. Higiene Perusahaan. .ni!ersitas 3asanuddin. >. ,ndan,Entjang.$777. Ilmu Kesehatan Masyarakat. %andung: P&. 0itra (ditya %akti
7. http: media.kompasiana.com buku $7#$ 76 #A makalahI-higiene-industry

15

16