Anda di halaman 1dari 53

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Pada masa bayibalita, berat badan dapat digunakan untuk menilai laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis seperti dehidrasi, asites, edema, dan adanya tumor. Di samping itu pula berat badan dapat dipergunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat dan makanan . Berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral pada tulang. Pada remaja, lemak tubuh cenderung meningkat, dan protein otot menurun. !artu "enuju #ehat (!"#) merupakan alat yang baik untuk pendidikan dan memonitor kesehatan anak dengan menggunakan berat badan sebagai indikatornya. Berat badan dipakai sebagai indikator terbaik saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh kembang anak, sensitif terhadap perubahan sedikit saja, pengukuran objektif dan dapat diulangi, dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah, mudah, dan tidak memerlukan banyak $aktu. !erugiannya, indikator berat badan ini tidak sensitif terhadap proporsi tubuh, misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus . Penambahan berat badan bayi merupakan salah satu cara untuk menilai pertumbuhan pada bayi. %erdapat &ariasi besar untuk berat dan tinggi badan yang dianggap normal pada bayi yang baru lahir. Berat rata-rata adalah antara ',(-),( kg dan banyak bayi yang sehat berat badannya kurang atau lebih dari angka-angka tersebut tanpa ada masalah . Di indonesia pada bayi normal rata-rata kehilangan berat badan adalah (*+ pada minggu pertama setelah lahir dimana persentase kehilangan ini lebih

besar pada bayi yang diberikan air susu ibu (,#-) yaitu .,)+ dibanding yang tidak yaitu ),/+. ,#- diyakini berkaitan dengan pertambahan berat yang lebih perlahan, sebaliknya susu formula akan meningkatkan produksi sel lemak tubuh sehingga berat badan bayi akan bertambah dengan cepat. !enaikan berat badan anak pada 0 bulan pertama kehidupan, berkisar antara )1-'11 gram setiap minggunya, berat badan lahir dua kali pada akhir 0 bulan pertama. #edangkan untuk usia 0- ' bulan, pertambahan berat badan berkisar antara *(-)11 gram setiap minggunya, berat badan tiga kali berat badan lahir pada akhir tahun pertama '. ,nak berumur -2 tahun akan mengalami pertambahan berat badan sebanyak '-',( kg. 3aju pertumbuhan anak, $anita dan pria hampir sama cepatnya sampai pada usia / tahun. #elanjutnya antara 1- ' tahun, pertumbuhan anak perempuan mengalami percepatan lebih dahulu karena tubuhnya memerlukan persiapan menjelang usia reproduksi, sementara pria baru dapat menyusul ' tahun kemudian 2. ,#- merupakan makanan yang sempurna bagi anak, karena disamping nilai gizinya yang tinggi, ,#- juga lebih mudah dicerna dan sesuai dengan kondisi fisiologis dan biokimia$i saluran pencernaan makanan bayi, selain itu ,#- juga mengandung berbagai macam zat anti yang dapat melindungi bayi dari berbagai macam infeksi ). Pola konsumsi masyarakat cenderung lebih suka yang bersifat instan dan tidak mau banyak membuang $aktu menjadikan semakin tingginya penggunaan susu formula sebagai Pengganti ,ir #usu -bu. Di dalam denyut kehidupan kota besar, kita lebih sering melihat bayi diberi susu botol dari pada disusui oleh ibunya, #ementara di pedesaan, kita melihat bayi yang baru berusia satu bulan sudah diberi pisang atau nasi lembut sebagai tambahan ,#-. "eskipun manfaat memberikan ,#- 4ksklusif dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak telah diketahui secara luas, namun

kesadaran -bu untuk memberikan ,#- 4ksklusif di Pro&insi D!- 5akarta, baru sebesar 2*,0 persen saja, berdasarkan data dari Dinas !esehatan Pro&insi tahun '1
(

. 67-849 juga menyebutkan bah$a ketidak tahuan ibu tentang

pentingnya ,#-, cara menyusui dengan benar, serta pemasaran yang dilancarkan secara agresif oleh para produsen susu formula, merupakan faktor penghambat bagi terbentuknya kesadaran orang tua didalam memberikan ,#4ksklusif. "aka untuk mengatasi hal tersebut dan untuk mencapai tumbuh kembang bayi secara optimal, 67-849 menetapkan :Global Strategy for Infant and Young Child Feeding ; yang di -ndonesia ditindak lanjuti dengan penyusunan #trategi 7asional pemberian makanan bayi dan anak yang disesuaikan dengan 66 7o. '2 %ahun '11' tentang perlindungan anak yang mengacu pada Convention On the Right Of The Child yaitu dengan memberikan ,#- dalam 21 menit setelah kelahiran, memberikan ,#- 4kslusif sejak lahir sampai 0 bulan, memberikan "P-,#- yang bermutu sejak bayi umur 0 bulan dan meneruskan pemberian ,#- sampai umur ' tahun 0. <alaupun regulasi dan program telah ditetapkan oleh pemrintah namun cakupan pemberian ,si eksklusif masih jauh dari target nasional sebesar *1+. =asil >-#!4#D,# tahun '1 1 tingkat pemberian ,#- 4ksklusif di -ndonesia yang masih tergolong sangat rendah yaitu baru (,2+ bayi yang mendapat ,#- 4ksklusif hingga enam bulan, sehingga tingkat pemberian 7on ,#- 4ksklusif di -ndonesia justru semakin meningkat .. Berdasarkan #D!- (#ur&ei Demografi dan !esehatan -ndonesia) tahun '11., hanya 2'+ bayi di ba$ah 0 bulan yang mendapatkan ,#- eksklusif menurun sebanyak 0 point. >ata-rata bayi -ndonesia hanya disusui selama ' bulan pertama, ini terlihat dari penurunan persentase #D!- '112 yang sebanyak 0)+ menjadi )*+ pada #D!- '11.. #ebaliknya, sebanyak 0(+ bayi baru lahir mendapatkan makanan selain ,#- selama 2 hari pertama.

"enurut ,zrul ('112), berdasarkan hasil penelitian tentang tumbuh kembang balita di -ndonesia, menjelaskan bah$a pemberian "P-,#- bagi balita penting, karena selain mencukupi kekurangan gizi sejak janin dalam kandungan, ketidaktaatan sang ibu bayi memberikan ,#- 4ksklusif, "P-,#juga dapat mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang pada balita, apabila diberikan pada bayi cukup bulan atau 0 bulan ke atas. ,kan tetapi dalam kenyataannya pemberian "P-,#- yang terlalu dini terhadap bayi sering ditemukan dalam kehidupan masyarakat -ndonesia, seperti pemberian makanan berupa pisang, madu, air tajin, air gula, susu formula dan makanan lain sebelum bayi berumur ) bulan *. Pada data dari puskesmas tahun '1 ' didapatkan bah$a sebesar ' + anak berusia 0 bulan ? ' tahun di $ilayah !elurahan 8ilandak Barat pernah mendapatkan ,#- eksklusif. Dan sebesar /+ sejak a$al tahun '1 2 sampai bulan 5uni '1 2. 9aktor yang mempengarahi pertumbuhan bayi yaitu faktor genetik berupa jenis kelamin, faktor lingkungan post natal berupa penyakit anak, asupan makanan tambahan, status gizi ibu saat menyusui, dan faktor keluarga berupa usia ibu dan bapak, pendidikan dan penghasilan orang tua, serta jumlah anak .

1.2 Perumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut@ . ,pakah terdapat hubungan antara pemberian ,#- ekslusif dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahunA '. ,pakah terdapat hubungan antara faktor-faktor anak (jenis kelamin, penyakit anak bulan terakhir, pemberian "P-,#-) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahunA
4

2. ,pakah terdapat hubungan antara sosio-demografi (pendapatan orang tua, pendidikan orang tua, usia ibu, usia bapak, jumlah anak) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahunA

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan umum "eningkatkan status kesehatan anak usia 0 bulan - ' tahun di kelurahan 8ilandak Barat 1.3.2 Tujuan khusus . "enentukan adanya hubungan antara pemberian ,#- ekslusif dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahun '. "enentukan adanya hubungan antara faktor-faktor anak (jenis kelamin, penyakit anak bulan terakhir, pemberian "P-,#-) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahun. 2. "enentukan adanya hubungan antara sosio-demografi (penghasilan orang tua, pendidikan orang tua, usia ibu, usia bapak, jumlah anak) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahun.

1. Hi!"tesis Penelitian . %erdapat hubungan antara pemberian ,#- ekslusif dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahun. '. %erdapat hubungan antara faktor-faktor anak (jenis kelamin, penyakit anak bulan terakhir, pemberian "P-,#-) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahun.

2. %erdapat hubungan antara sosio-demografi (penghasilan orang tua, pendidikan orang tua, usia ibu, usia bapak, jumlah anak) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahun.

1.# Man$aat Penelitian 1.#.1 Bagi Peneliti 6ntuk menambah $a$asan, memperluas ilmu pengetahuan dalam

pengembangan ilmu serta sebagai tambahan literatur atau informasi dalam melakukan penelitian selanjutnya. 1.#.2 Bagi Institusi Pen%i%ikan "emberikan informasi terbaru tentang keadaan di masyarakat sehingga dapat digunakan sebagai masukan untuk peningkatan cakupan program khususnya kesehatan ibu dan anak. "emberi tambahan pengetahuan kepada "ahasis$a !edokteran yang sedang menjalani !epaniteraan !linik. 1.#.3 Bagi Mas&arakat "eningkatkan pengetahuan tentang manfaat pemberian ,#- eksklusif khususnya bagi ibu ? ibu post partum yang sedang menyusui. "eningkatkan eksklusif. "eningkatkan pembinaan peran serta masyarakat dan kader dalam penyuluhan tentang pentingnya ,#- eksklusif. kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian ,#-

BAB II TIN'AUAN PU(TA)A

2.1 A(I Eksklusi$ 2.1.1 Pengertian A(I Eksklusi$ ,#- 4ksklusif adalah pemberian ,#- ( ,ir #usu -bu ) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jad$al dan tidak diberi makanan lain, $alaupun hanya air putih sampai bayi berumur 0 bulan /. ,#- 4ksklusif (menurut <=B) adalah pemberian ,#- saja pada bayi sampai usia 0 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain dapat diberikan sampai bayi berusia ' tahun . ,#- 4ksklusif adalah pemberian hanya ,#- saja tanpa makanan dan minuman lain. ,#- 4ksklusif dianjurkan sampai 0 bulan pertama kehidupan '. Pemberian ,#- secara eksklusif selama beberapa minggu setelah lahir akan menurunkan resiko menderita eksim ektopik di tahun pertama kehidupan, disamping itu juga menjalin keakraban.
1

. ,#-

2.1.2 )"m!"sisi )an%ungan A(I ,#- mengandung semua gizi yang diperlukan bayi dalam )-0 bulan pertama kehidupan dianjurkan agar pada masa ini bayi hanya diberikan ,#-. ). Protein Protein adalah bahan baku untuk tumbuh, k$alitas protein sangat penting selama satu tahun pertama kehidupan bayi.

a) Protein yang utama adalah $hey. <hey adalah protein yang halus, lembut, mudah dicerna. b) ,#- mengandung ,kfa 3aktalbumin. c) Protein lainnya yaitu taurin, taurin adalah protein otak yang diperlukan untuk pertumbuhan otak, susunan syaraf, pertumbuhan retina. d) 3aktoferin adalah protein yang mengangkut zat besi dari ,#- ke darah sebagai pembunuh C penghancur bakteri yang jahat dan memberikan bakteri usus yang baik menghasilkan &itamin. e) 3ysosyme adalah suatu kelompok antibiotik alami didalam ,#-. '). 3emak 3emak ,#- adalah komponen ,#- yang dapat berubah ? ubah kadarnya. !adarnya ber&ariasi disesuaikan dengan kebutuhan kalori untuk tumbuh. bayi yang sedang

2). !arbohidrat !arbohidrat utama ,#- adalah laktosa, ,#- mengandung lebih banyak laktosa dibandingkan dengan susu mamalia lainnya. a) 3aktosa diperlukan untuk pertumbuhan otak. b) #alah satu produk dari laktosa adalah galaktosa. Dalaktosa merupakan makanan &ital bagi jaringan otak yang sedang tumbuh. c) 3aktosa meningkatkan penyerapan kalsium yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang. d) 3aktosa juga meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik yaitu laktobacillus lifidus. e) 3aktosa oleh fermentasi akan menjadi asam laktat dan asam laktat ini akan menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya.
8

)). Eitamin, mineral, dan zat besi. (). Daram, kalsium, dan fosfat. 0). Dan adanya sel ? sel darah putih sebagai zat pelindung dalam tubuh bayi dari kuman ? kuman jahat.

2.1.3 Pengel"m!"kkan A(I ) ,#- stadium ,#- stadium - adalah k"l"strum. !olostrum merupakn cairan yang pertama disekresi oleh kelnjar payudara dari hari ke- sampai hari ke-), &olume berkisar (1-211C') jam. !olostrum ber$arna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi - komposisi lemak dan sel ? sel hidup. !olostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ,#-. =al ini menyebabkan bayi yang mendapat ,#- pada minggu ke- sering defekasi dan ber$arna ') ,#- stadium -,#- stadium -- adalah A(I !eralihan. ,#- ini diproduksi pada hari ke-) sampai hari ke- 1. komposisi protein makin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi dan jumlah &olume ,#- semakin meningkat. Pada masa ini pengeluaran ,#- mulai stabil begitu juga dengan kondisi fisik ibu. 2) ,#- stadium --,#- stadium --- adalah A(I matur. ,#- yang disekresi dari hari ke- 1 sampai seterusnya. ,#- matur merupakan nutrisi bayi yang terus menerus berubah yang disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai

berumur 0 bulan. #etelah 0 bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan selain ,#-.

2.1. Man$aat %an )eunggulan A(I Banyak manfaat pemberian ,#- khususnya ,#- 4ksklusif yang dapat dirasakan. Berikut manfaat terpenting yang diperoleh bayi@ ) ,#- sebagai nutrisi ,ir #usu -bu secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan bayi, misalnya ,#- dari seorang ibu yang kebutuhan bayi prematur. !omposisinya akan berbeda dengan ,#- yang dihasilkan oleh ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. ,#- yang keluar pada menit-menit pertama menyusui disebut foremilk sedangkan ,#- yang keluar pada saat akhir menyusui disebut hindmilk. ,#- merupakan gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. ,#- adalah makanan bayi yang paling sempurna, baik k$alitas maupun k$antitas. ') ,#- meningkatkan daya tahan tubuh dari bayi Bayi saat lahir akan membuat zat kekebalan cukup banyak sehingga mencapai kadar protektif pada $aktu berusia / sampai ' bulan. Pada saat kadar zatnya menurun dan yang dibentuk oleh badan bayi belum mencukupi maka akan terjadi kesenjangan kekebalan pada bayi, maka bayi perlu diberi ,#karena ,#- adalah cairan hidup yang mengandung zat kekebalan yang melindungi bayi dari berbagai penyakit. 2) ,#- 4ksklusif meningkatkan kecerdasan

10

!ecerdasan berkaitan erat dengan otak maka jelas bah$a faktor yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan adalah pertumbuhan otak dan faktor penting dalam proses pertumbuhan otak adalah nutrisi. 7utrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi, banyak terdapat dalam ,#-, karena kandungan daripada ,#- seperti yang disebutkan diatas mencakup semua yang diperlukan dalam pertumbuhan otak terutama taurin, laktosa, asam lemak ikatan panjang (D=,, ,,, Bmega-2, Bmega-0). )) ,#- 4ksklusif meningkatkan jalinan kasih sayang Bayi yang sering berasa dalam dekapan ibu karena menyusui akan merasakan kasih sayang ibunya dan ia pun akan merasa aman dan tentram. Perasaan inilah yang akan menjadi dasar perkembangan emosi bayi dan membentuk kepribadian yang percaya diri dan dasar spiritual yang baik.

2.1.# Man$aat Lain Pem*erian A(I Bagi Ba&i ) #ebagai makanan tunggal untuk memenuhi kebutuhan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan sampai usia )-0 bulan. ') "eningkatkan daya tahan tubuh. 2) "elindungi anak dari serangan alergi. )) "engandung asam lemak untuk pertumbuhan otak. () "eningkatkan daya penglihatan dan kepandaian berbicara. 0) "embantu pembentukan rahang yang bagus. .) "engurangi resiko terkena penyakit kanker, kencing manis.

11

2.1.+ ,ara Pem*erian A(I -ang Baik ) -bu duduk atau berbaring dengan santai dan nyaman. ') 6ntuk menjaga bayi gunakan bantal atau selimut. 2) Dendong bayi setinggi payudara, gunakan bantal untuk menyangga punggung lengan bayi. )) -bu mengatur posisi bayi sehingga tubuh bayi miring menghadap ibuserta perut bayi menempel perut ibu. () #iku dengan lengan ba$ah ibu menyangga kepala ,leher dan punggung bayi, tangan ibu memegang bokong atau paha atas bayi. 0) 3engan bayi lebih dekat ke ibu, diusahakan melingkari tubuh ibu agar tidak menghalangi mulut bayi ketika menghisap putting. .) %angan ibu yang sebelah memegang payudara dengan bentuk 8 yaitu ibu jari berada diatas dan keempat jari lainnya berada diba$ah, hal ini bertujuan untuk menyangga payudara dan akan lebih mudah dalam mengarahkan dan memasukkan putting susu keluar dari mulut bayi dan menekan dagu bayi. *) #entuh bibir bayi dengan putting susu, gerakan putting susu ke atas dan ke ba$ah untuk merangsang bibir bayi sampai bayi membuka lebar mulutnya. /) "ulut bayi terbuka lebar agar putting dan areola payudara bisa masuk ke mulut bayi.

2.1.. /aktu Pem*erian A(I 0 1rek2ensi Pem*erian A(I <aktu pemberian ,#- tergantung pada berat badan bayi, bayi dengan berat badan ',( kg - 2 kg perlu minum 2 jam sekali, jadi dalam ') jam pemberian ,#- sebanyak * kali, sedangkan berat bayi dapat mengikuti jad$al,

12

maka susuilah setiap bayi lapar sekalipun setiap ' jam. 5ika bayi tidur terus mele$ati $aktu minumnya sebaiknya dibangunkan. 2.1.3 Ham*atan Pem*erian A(I ) Puting #usu 7yeri #alah satu penyebab susu nyeri adalah karena bayi menghisap susu dengan posisi yang salah. Bayi tidak cukup banyak memasukkan areola ke mulutnya. Dan hanya menghisap dari ujung putting susu saja. ') Puting #usu Pecah Bila bayi terus menyusu dengan posisi yang salah, bisa terjadi kerusakan kerusakkan kulit putting susu, sehingga terjadi celah atau retak. Bakteri dapat memasuki jaringan payudara dan menyebabkan mastitis atau abses payudara. 2) ,#- %ersumbat #aat menyusui ada satu atau lebih saluran ,#- tersumbat dan ,#tidak dapat mengalir keluar. =al ini dapat menyebabkan payudara merah dan sakit, bila tidak diobati dapat terjadi infeksi. )) "astitis Puting buah dada terasa sakit dan bengkak, panas dan badan seluruhnya merasa tidak enak. -nfeksi payudara dapat terjadi ,#- yang tidak diobati. () ,bses Payudara #uatu abses atau penahan payudara tidak karena infeksi umum dan mengadakan komplikasi lokal dengan akumulasi penahanan disuatu bagian payudara. -2 minggu sesudah melahirkan dan dapat terjadi sebagai komplikasi tersumbatnya saluran

13

0)

-bu #akit Pada umumnya kebanyakan jenis penyakit ibu tidak menghalangi

ibu untuk melanjutkan pemberian ,#-nya namun bila sakit sebaiknya konsultasikan dengan ahlinya. .) !elelahan -bu #emua $anita akan merasa lelah dalam minggu pertama setelah ia melahirkan dan harus memberikan bayinya ,#-. !emungkinan adanya ketegangan ? ketegangan selama melahirkan mempengaruhi tenaganya karena itu ibu perlu untuk memulihkan tenaganya. *) -bu Bekerja -bu pekerja diluar rumah bukan alasan menghentikan menyusui. -bu harus mampu mengatur jad$al dalam pemberian ,#- dan $aktu bekerja.

2.2

Pertum*uhan Anak

2.2.1 Pengertian !ertum*uhan anak Pertumbuhan anak adalah sesuatu yang dimulai dari umur, berat badan, panjang badan dan lingkar kepala. Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekedar gambaran perubahan berat badan, tinggi badan, atau ukuran tubuh lainnya, tetapi lebih dari itu, gambaran tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak yang sedang dalam proses tumbuh '. Pertumbuhan (gro$th) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun indi&idu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm,meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
14

Pola pertumbuhan berat badan anak CBB (weight) dan panjang badanCPB (length) bayi digambarkan dalam !ur&a Pertumbuhan atau eight!"ength 8hart. >entangnya dari (+ sampai /(+. ,pabila bayi berada dalam chart tersebut, maka anak masih dikatakan normal. 7amun, berada di luar chart baik lebih rendah atau lebih tinggi tidak bisa dinilai ada kelainan, harus diperiksa penyebabnya apa. "isalnya faktor genetik. 2.2.2 Pengertian *erat *a%an Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting pada masa bayi dan balita. Berat badan merupakan hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh kembang anak, sensitif terhadap perubahan sedikit saja, pengukuran objektif dan dapat diulangi. 2.2.3 Penim*angan *erat *a%an Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi,sedangkan pada anak dengan timbangan berdiri. #ebelum menimbang, periksa lebih dahulu apakah alat sudah dalam keadaan seimbang (5arum menunjukkan angka nol). Bayi ditimbang dalam posisi berbaring terlentang atau duduk tanpa baju, sedang anak ditimbang dalam posisi berdiri tanpa sepatu dengan pakaian minimal. Balita yang akan ditimbang sebaiknya memakai pakaian seringan mungkin. Baju, sepatu dan topi sebaiknya dilepaskan. ,pabila hal ini tidak memungkinkan, maka hasil penimbangan harus dikoreksi dengan berat kain balita yang ikut tertimbang. Bila keadaan ini memaksa dimana anak balita tidak mau ditimbang tanpa ibunya atau orang tua yang menyertainya, maka timbangan dapat dilakukan dengan menggunakan timbangan injak dengan cara pertama, timbang balita beserta ibunya. !edua, timbang ibunya saja. !etiga, hasil timbangan dihitung dengan mengurangi berat badan ibu dan anak. Pengukuran berat badan digunakan untuk menilai hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh, misalnya tulang, otot,
15

organ tubuh, dan cairan tubuh sehingga dapat diketahui status gizi dan tumbuh kembang anak, berat badan juga dapat digunakan sebagai dasar perhitungan dosis dan makanan yang diperlukan dalam tindakan pengobatan. 2.2. Pemantauan Berat Ba%an Pada dasarnya semua informasi atau data bersumber dari data berat badan hasil penimbangan balita bulanan yang diisikan dalam !artu "enuju #ehat (!"#) untuk di nilai naik atau tidaknya berat badan tersebut. ,da tiga kegiatan penting dalam pemantauan berat badan, yaitu@ ) ,da kegiatan penimbangan yang dilakukan terus menerus secara teratur. ') ,da kegiatan pengisian data berat badan ke dalam !"#. 2) ,da penilaian naik atau turunnya berat badan sesuai arah garis pertumbuhannya. 2.2.# Penilaian *erat *a%an Pertumbuhan bayi dimulai dari umur dan berat badan. %entu saja ini hanya patokan dasar saja, karena tiap anak berbeda-beda tahapannya. Diba$ah disajikan tabel berat badan anak per umur berdasarkan <=B. 2

16

17

Pada masa pertumbuhan berat badan bayi dibagi menjadi dua, yaitu 1?0 bulan dan usia 0? ' bulan. Dan usia 1?0 bulan pertumbuhan berat badan akan mengalami penambahan setiap minggu sekitar )1? '11 gram dan berat badannya akan menjadi dua kali berat badan lahir pada akhir bulan ke-0. #edangkan pada usia 0? ' bulan terjadi penambahan setiap minggu sekitar '(? )1 gram dan pada akhir bulan ke- ' akan terjadi penambahan tiga kali lipat berat badan lahir. Pada masa bermain terjadi penambahan berat badan sekitar empat kali lipat dari berat badan lahir pada usia kurang lebih ',( tahun sertapenambahan berat badan setiap tahunnya adalah '?2 kg. pada masa pra sekolah dan sekolah akan terjadi penambahan berat badan setiap tahunnya kurang lebih '?2 tahun. 2.2.+ Petunjuk &ang %a!at %i !akai untuk mengetahui !r"%uksi A(I 6ntuk mengetahui banyaknya produksi ,#-, beberapa kriteria yang dapat di pakai sebagai patokan untuk mengetahui jumlah ,#- cukup atau tidak adalah @ ) ,#- yang banyak dapat merembes ke luar melalui puting ') #ebelum di susukan payudara terasa tegang 2) Berat badan naik dengan memuaskan sesuai dengan umur. a). 6mur -2 bulan )-0 bulan .-/ bulan 1- ' bulan !enaikan berat badan rata-rata .11 grCbulan 011 grCbulan )11 grCbulan 211 grCbulan

b). Pada umur ( bulan tercapai ' F berat badan $aktu lahir. c). Pada umur tahun tercapai 2 F berat badan $aktu lahir.

18

)). 5ika ,#- cukup, setelah bayi menyusui bayi akan tertidurC tenang selama 2-) jam. (). Bayi kencing lebih sering,sekitar * kali sehari. 2.2.. 1akt"r 4 $akt"r &ang mem!engaruhi !ertum*uhan *a&i . 9aktor genetik 9aktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. "elalui instruksi genetik yang terkandung dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan k$alitas dan k$antitas pertumbuhan. %ermasuk faktor genetik antara lain @ a. Berbagai faktor ba$aan yang normal dan patologik Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal. Dangguan pertumbuhan di negara maju lebih sering diakibatkan oleh faktor genetik, juga faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang anak yang optimal bahkan kedua faktor ini dapat menyebabkan kematian anak ? anak sebelummencapai usia balita. b. 5enis kelamin Dikatakan anak laki ? laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan, tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian. c. >as C suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras C suku bangsa. '. 9aktor lingkungan a. 9aktor lingkungan pranatal

19

. Dizi ibu pada $aktu hamil '. "ekanis 2. %oksin C zat kimia ). #tress b. . a. b. c. d. e. '. 9aktor lingkungan postnatal 3ingkungan biologis >as C suku bangsa 5enis kelamin. 6mur. Dizi. Pera$atan kesehatan. 9aktor fisik

a. 8uaca, musim, keadaan geografis suatu daerah. b. #anitasi. c. !eadaan rumah, struktur bangunan, &entilasi, cahaya, dan kepadatan hunian. d. >adiasi. 2. a. b. c. d. 9aktor psikososial #timulasi. "oti&asi belajar. Danjaran atau hukuman yang $ajar. #tress.

20

e. f. 2.

#ekolah. 8inta dan kasih sayang. 9aktor keluarga dan adat istiadat

a. Pekerjaan C pendapatan keluarga. b. Pendidikan ,yah C -bu. c. 5umlah saudara. d. 5enis kelamin dalam keluarga. e. !epribadian ,yah C -bu. f. ,dat istiadat. g. ,gama

2.3 5angkuman Be*era!a Penelitian Berdasarkan jurnal mengenai #erbedaan #ertumbuhan $nak Yang %endapat $&i 'k&klu&if (an )on $&i 'k&klu&if (i *ota %alang , terdapat perbedaan yang signifikan antara pertumbuhan anak yang mendapat ,#4ksklusif dan 7on ,#- 4ksklusif. ,nak yang mendapat ,#- 4ksklusif mengalami pertumbuhan normal, dan memiliki persentase lebih besar dari pada bayi yang mengalami pertumbuhan kurus. ,nak yang mendapat 7on ,#4ksklusif dengan pertumbuhan kurus, memiliki persentase lebih besar dari pada bayi yang mengalami pertumbuhan normal ). Berdasarkan jurnal mengenai +ubungan #emberian $SI 'k&klu&if (engan #enambahan ,erat ,adan ,ayi di #u&ke&ma& *arang #ule Tahun -./.. Diperoleh kesimpulan bah$a sebagian besar sampel yang diteliti mengalami kenaikan berat badan yang normal yaitu sebanyak .(, 0+ dan kebanyakan bayi yang minum ,si eksklusif mengalami penambahan berat
21

badan bayi yang normal sebanyak .2,/ +. #ehingga didapatkan adanya hubungan yang antara pemberian ,si 4kslusif dengan penambahan berat badan bayi di <ilayah !erja Puskesmas !ediri tahun '11/ (.

22

BAB III 5AN,AN6AN )7N(EP PENELITIAN 3.1 )erangka )"nse! 1akt"r Anak - Pemberian ,#eksklusif - 5enis !elamin

1akt"r I*u - 6sia -bu - 6sia Bapak - Pendidikan orang tua - Pendapatan orang tua - 5umlah anak

Peningkatan Berat Ba%an Anak

- Penyakit anak bulan terakhir (diare, -#P,) - Pemberian "P,#-

3.2 8aria*el Penelitian a. 8aria*el Tergantung Peningkatan berat badan anak *. 8aria*el Be*as i. 1akt"r I*u 6sia -bu 6sia Bapak Pendidikan orang tua Pendapatan orang tua 5umlah anak yang dira$at ibu

23

ii. -

1akt"r Anak 5enis !elamin Penyakit anak bulan terakhir

Pemberian "P-,#-

24

3.3 De$inisi 7!erasi"nal Eariabel Definisi Bperasional Peningkatan berat badan anak Peningkatan berat badan anak sesuai standar usianya ,lat ukur berupa timbangan gantung, tabel <=B 78=# Perilaku Pemberian ,#eksklusif
Perilaku dimana hanya memberikan ,ir #usu -bu saja kepada bayi sampai umur 0 (enam) bulan tanpa makanan ataupun minuman lain (seperti@ susu formula, madu, air putih, sari buah, biskuit atau bubur bayi) kecuali sirup obat

"etode

-ndikator

#kala

>eferensi

Dikategorikan dengan @ . kurang '. #esuai 2. 3ebih Dikategorikan dengan nilai ja$aban@ .Diberikan '.%idak diberikan

7ominal

!uesioner yang terdiri dari pertanyaan tentang pemberian ,#eksklusif "etode

7ominal

Eariabel

Definisi Bperasional

-ndikator

#kala

>eferensi

6sia

3ama $aktu hidup !uesioner (sejak dilahirkan) yang terdiri dari pertanyaan tentang usia -bu, Bapak, dan ,nak

7umerik

=oetomo, '11(

Pendidikan orang tua

5enjang pendidikan formal

!uesioner yang terdiri

Dikategorikan

Brdinal

25

yang ditempuh orang tua sampai mendapat ijazah

dari pertanyaan tentang tingkat pendidikan responden

dengan@ . Dasar (tamat #D an #"P) '. "enengah (tamat #",) 2. %inggi (akademiCP%)

Pendapatan orang tua

6ang yang didapat !uesioner keluarga dalam setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. yang terdiri dari pertanyaan tentang jumlah pendapatan perbulan -bu dan Bapak

Dikategorikan dengan @ .G >p '.'11.111 (diba$ah 6">) '. H >p '.'11.111 (diatas 6">) Dikategorikan dengan@ 7ilai benar dan salah dari pertanyaan kuesioner.

Brdinal

Pengetahuan =asil :tahu; dari tentang ,#eksklusif pengertian dan manfaat dari ,#4kslusif.

!uesioner yang terdiri dari pertanyaan tentang pengetahuan responden mengenai ,#- ekslusif

Brdinal

#oekidjo, 7otoadmodjo '112

Eariabel

Definisi Bperasional

"etode

-ndikator

#kala

>eferensi

26

5umlah anak yang dira$at

Banyaknya jumlah !uesioner anak yang diurus oleh orang tua yang terdiri dari pertanyaan mengenai jumlah anak yang dira$at.

7ominal

5enis kelamin

!eadaan kelamin responden

!uesioner yang terdiri dari pertanyaan tentang jenis kelamin ,nak

Dikategorikan dengan @ . Perempuan '. 3aki-laki

7ominal

27

BAB I8 MET7DE PENELITIAN

.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian obser&asional analitik yaitu dimana peneliti hanya melakukan pengamatan saja atau melakukan pengukuran?pengukuran saja dan tidak melakukan inter&ensi. >ancangan penelitian menggunakan cross sectional, yaitu penelitian yang pengukuran &ariabel - &ariabelnya dilakukan hanya satu kali pada satu saat. .2 Tem!at Dan /aktu Penelitian dilakukan di kelurahan cilandak barat pada bulan 5uli-,gustus '1 2. .3 P"!ulasi Dan (am!el a. Populasi Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia 0 bulan - ' tahun di kelurahan cilandak barat pada bulan 5uli ? ,gustus '1 2 baik yang pernah mendapatkan asi eksklusif maupun tidak. b. #ampel #ampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap me$akili seluruh populasi sesuai kriteria inklusi. #edangkan yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah anak berusia 0 bulan - ' tahun yang di batasi dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel kasus dalam penelitian ini adalah 01 orang.

28

5umus !"!ulasi in$init@ 7o JK P L d n1 I JK' F P F L d' I %ingkat kemaknaan yang dikehendaki /(+ besarnya ,/0 I Pre&alensi anak yang tidak naik berat badannyaI 1.'M I Pre&alensiCproporsi yang tidak mengalami peristi$a yang ditelitiI I ,kurasi dari ketepatan pengukuran untuk p N 1+ adalah 1,1( I ,/0' F 1,' F 1,* I 1,0 (1,1()' 5umus !"!ulasi $init9 n n n1 7 I n1 ( O n1C7) I Besar sampel yang dibutuhkan untuk populasi yang finit. I Besar sampel dari populasi yang infinit I Besar sampel populasi finit I ')) - 1.'I 1.*

1,11'(

!arena jumlah anak usia 0 Bulan - ' tahun di !elurahan 8ilandak Barat adalah ')) orang maka@ n I ')) I ')) ,0)

( O '))C2./)

I )*,.* P pembulatan )/ anak n' I n O 1+ I )*,.* O ),*. I 02,0( P pembulatan 01 anak M7ilai P berdasarkan 0urnal #erbedaan #ertumbuhan $nak yang %endapat $SI 'k&klu&if dan )on1$SI 'k&klu&if di *ota %alang/2

29

. )riteria Inklusi Dan Eksklusi a) !riteria -nklusi adalah karakteristik subjek penelitian dari suatu populasi target dan terjangkau yang akan diteliti. ,dapun kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah @ Bayi yang lahir dengan berat badan normal. 3ahir cukup bulan (2*-)' minggu). !edua orang tua bayi bersedia mengikuti penelitian.

b) !riteria 4ksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab. ,dapun kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah @ Bayi yang mengalami sakit berat (=-E, penyakit jantung ba$aan) pada usia 1-0 bulan. Bayi dengan cacat kongenital -bu bayi menderita penyakit infeksi kronis saat menyusui (ca payudara, anemia kronis, =-E, hepatitis kronis, %B8)

.# ,ara Pengam*ilan (am!el . Data tentang gambaran umum lokasi penelitian dikumpulkan melalui data monografi kelurahan

30

'. Pengambilan sampel dilakukan secara 3lu&ter &ampling dan &imple random &ampling. Dari * >< di kelurahan cilandak barat, dipilih ( >< secara acak kemudian dipilih ' >% secara acak dari masing-masing ><. !emudian secara &imple random &ampling dipilih 0 anak yang berusia 0 bulan ? ' tahun di setiap masing-masing >%. Dan didapatkan >%->< yang terpilih adalah >% 10 dan >% 1 dari >< 1 , >% 1' dan >% 10 dari >< 1', >% 1 dan >% 1' dari >< 1/ dari >< 2. 2. #umber data primer diambil dengan mengukur berat badan anak usia 0 bulan - ' tahun secara langsung. ). #umber data sekunder diambil dengan menggunakan kuesioner, diambil dari !"# mengenai data berat badan lahir, data rekap BB anak usia 0bulan- ' tahun yang diperoleh dari kader saat penyelenggaraan posyandu, rekam medis, serta penimbangan berat badan anak usia 0 bulan - ' tahun secara langsung. , >% 1) dan >% 1. dari >< ', serta >% 10 dan >%

.+ Instrumen Penelitian N". IN(T5UMEN . <a$ancaraC!uesioner (untuk ibu yang mempunyai anak usia 0 bulan ? ' tahun) 1UN6(I IN(T5UMEN 6ntuk mengetahui @ 6sia orang tua, anak 5enis kelamin anak Pekerjaan orang tua Pendidikan orang tua Pendapatan orang tua 5umlah anak Pengetahuan tentang ,#Perilaku ,#terhadap pemberian

31

'. %imbangan dacin injak,

Pemberian "P-,#Penyakit anak bulan terakhir

gantung, "engukur berat badan

.. ,ara Peng"lahan Data 4.7.1 Data entry Data yang telah berhasil diperoleh diolah secara elektronik setelah melalui proses penyuntingan, pemindahan data ke komputer dan tabulasi.

...2

Analisa %ata

Pada tahap a$al, setiap &ariabel akan dibuat distribusi frekuensinya, selanjutnya dilakukan analisis data bi&ariat yang di lakukan dengan uji pre&alensi untuk menguji adanya hubungan antara pemberian asi eksklusif dan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun. #emua analisis dilakukan dengan menggunakan program %S1'43el -..5 dan S#SS /5...

...3 Pen&ajian %ata Data yang telah terkumpul dan diolah akan disajikan dalam bentuk @ %abular %ekstular @ Penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan tabel @ Penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan kalimat

32

.3 'a%2al )egiatan Penelitian <aktu Dalam "inggu ' 2 ) ( 0 . * /

%ahapan !egiatan , Perencanaan Brientasi dan -dentifikasi "asalah ' Pemilihan %opik 2 Penelurusan kepustakaan ) Pembuatan Proposal ( !onsultasi dengan pembimbing 0 Pembuatan Questionnaire . Presentasi Proposal B Pelaksanaan 6jicoba Questionnaire ' Pengumpulan data dan #ur&ey 2 Pengolahan data ) ,nalisis data ( !onsultasi dengan Pembimbing 8 Pelaporan =asil Penulisan laporan sementara ' Diskusi

33

2 Presentasi hasil laporan sementara ) >e&isi Presentasi =asil akhir ( (puskesmas dan trisakti) 0 Penulisan laporan akhir

.: Perkiraan Bia&a Penelitian Penggandaan !uesioner, jilid %ransportasi 8D !ertas ,) %inta Printer 8enderamata Biaya tak terduga@ >p. '(1.111,>p. '(1.111,>p. >p (.111,2(,111,-

>p. ''1.111,>p 11,111,-

>p. '(1.111,>p. . '1.111,-

.1;

7rganisasi Penelitian . Pembimbing dari !edokteran 6ni&ersitas %risakti Prof. Dr. dr. ,di =idayat, "# '. Pembimbing Puskesmas !ecamatan Pasar "inggu dr. 9iena 9ihtriah 2. Penyusun dan Pelaksana Penelitian

34

,nggia Prathama 9elyana Duna$an %anti <idya -sh$ara

35

BAB # HA(IL PENELITIAN

#etelah dilakukan pemilihan responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sampel yang berhasil dikumpulkan saat penelitian adalah (1 responden. Besar sampel a$al adalah 01, dimana terdapat 1 responden yang memenuhi kriteria eksklusi sehingga dikeluarkan dari penelitian. Eariabel bebas yang diteliti yaitu usia ibu, usia bapak, pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, pemberian asi eksklusif, jumlah anak, jenis kelamin anak, penyakit anak satu bulan terakhir, dan pemberian "P-,#-. Eariabel bebas ini diteliti apakah memiliki hubungan bermakna dengan &ariabel terikat, yaitu peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun sesuai standar. #etelah dilakukan pengisian kuesioner dan pemindahan data kuesioner ke mi3ro&oft e43el didapatkan sejumlah 2 orang ibu yang sudah tidak mempunyai suami lagi (akibat perceraian atau suami meninggal), sehingga jumlah subjek bapak yang dapat dianalisis besarnya ). responden.

#.1 Ta*el Uni<ariat %abel (. . Distribusi sosiodemografi bapak-ibu (nI (1) E,>-,B43 #B#-B4"BD>,96sia ibu De$asa muda ( *-'( tahun) De$asa penuh ('0-)( tahun) Pendidikan orang tua >endah %inggi (1,0+ )/,)+ 21+ .1+ n (+)

36

E,>-,B43 #B#-B4"BD>,9Pendapatan orang tua G 6"> H 6"> 5umlah anak N' R'

n (+)

(0,0+ )2,)+

'2,)+ .0,0+

%abel (. . menunjukkan sebagian besar usia ibu termasuk de$asa penuh, yaitu sebesar 1( (.1+). #ebagian besar orang tua mempiliki pendidikan rendah yaitu sebesar .0 ((1,0+). #ebagian besar orang tua memiliki pendapatan per bulan kurang dari upah minimum rata-rata (6">) yaitu sebesar *( ((0,0+). #ebagian besar orang tua mempunyai anak dengan jumlah R ' yaitu sebesar ( (.0,0+).

%abel (. .' Distribusi sosiodemografi bapak-ibu (nI ).) E,>-,B43 #B#-B4"BD>,96sia bapak De$asa muda ( *-'( tahun) De$asa penuh ('0-)( tahun) '1,( ./,( n (+)

%abel (. .' menunjukkan sebagian besar usia bapak termasuk de$asa penuh, yaitu sebesar . (./,(+).

37

%abel (. .2 Distribusi karakteristik faktor anak (nI (1) !,>,!%4>-#%-! 9,!%B> ,7,! Pemberian ,#- eksklusif -ya %idak 5enis kelamin anak 3aki-laki Perempuan Penyakit anak ,da Diare -#P, %idak ada Pemberian "P-,#,da %idak ada /*,0+ ,)+ bulan terakhir ).,2+ (),/+ )(, + (',.+ )*,0+ ( ,)+ )0,0+ (2,)+ n (+)

%abel (. .2 menunjukkan sebagian besar anak usia usia 0 bulan ? ' tahun di $ilayah kelurahan 8ilandak Barat tidak mendapatkan asi eksklusif yaitu sebesar *1 anak ((2,)+). #ebagian besar anak berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar .. anak (( ,)+). #ebagian besar anak tidak menderita penyakit satu bulan terakhir yaitu sebesar ./ anak ((',.+). Dan sebagian besar anak mendapatkan "P-,#- yaitu sebesar )* anak (/*,0+).

38

#.2 Ta*el Bi<ariat %abel (.'. cilandak barat. Eariabel sosioemografi #esuai %idak sesuai P> /(+ confidence inter&al 1,./- , ) =ubungan antara sosiodemografi bapak-ibu dengan

peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun di $ilayah kelurahan

6sia ibu De$asa muda De$asa penuh 6sia bapak De$asa muda De$asa penuh Pendidikan orang tua >endah %inggi Pendapatan orang tua G 6"> H 6"> 5umlah anak N' R'

2( *0 ') /) 0) (. 0( (0 21 /

1 / 0 '2 ' . '1 / ( ')

1,/(

,11

1,*'- ,''

,1/

1,/2- ,'*

1,**

1,.0- ,12

1,/'

1,.*- ,1*

39

Berdasarkan %abel (.'. di atas, menunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan anak yang sesuai standar pada ibu berusia de$asa muda 1,/( kali lebih kecil dibandingkan ibu yang berusia de$asa penuh, tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I1,/(S /(+ 8.-. 1,./- , )). "enunjukkan usia Bapak baik yang berusia de$asa muda maupun berusia de$asa penuh tidak mempunyai perbedaan dalam risiko peningkatan berat badan anaknya sesuai standar, tapi tidak bermakna secara statistik (P>I ,11S /(+ 8.-. 1,*'- ,''). "enunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan anak yang sesuai standar pada Brang tua yang berpendidikan rendah ,1/ kali lebih besar dibandingkan orang tua yang berpendidikan tinggi, tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I ,1/S /(+ 8.-. 1,/2- ,'*). "enunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan anak yang sesuai standar pada Brang tua yang berpendapatan G 6"> 1,** kali lebih kecil dibandingkan orang tua yang berpendapatan H 6">, tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I1,**S /(+ 8.-. 1,.0- ,12). "enunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan anak yang sesuai standar pada Brang tua yang memiliki jumlah anak N ' 1,/' kali lebih kecil dibandingkan orang tua yang memiliki jumlah anak R ', tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I1,/'S /(+ 8.-. 1,.*- ,1*). %abel (.'.' =ubungan antara karakteristik faktor anak dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun di $ilayah kelurahan cilandak barat.

40

!arakteristik faktor anak

#esuai

%idak sesuai

P>

/(+ confidence inter&al

Pemberian ,#- eksklusif -ya %idak 5enis kelamin 3aki-laki Perempuan Penyakit bulan terakhir '( 2 (0 0( / ' ( ) '/ 1 1,* 1,.)-1,*. . * 1,/0 1,/* 1,/( 1,.*- , * 1,*'- , * 1,*'- , ' Diare -#P, ,da %idak ada Pemberian "P-,#,da %idak ada () 0. (0 0( 0 2 . ' 1,/' 1,.*- ,1*

1,/

1,.*- ,10

41

Berdasarkan %abel (.'.' di atas, menunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan yang sesuai standar pada anak yang mendapatkan ,#- ekslusif 1,/' kali lebih kecil dibandingkan anak yang tidak mendapatkan ,#- eksklusiif, tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I1,/'S /(+ 8.-. 1,.*- ,1*). "enunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan yang sesuai standar pada anak yang berjenis kelamin laki-laki 1,/ kali lebih kecil dibandingkan anak yang berjenis kelamin perempuan, tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I1,/ S /(+ 8.-. 1,.*- ,10). "enunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan yang sesuai standar pada anak yang mempunyai penyakit diare dalam satu bulan terakhir 1,/* kali lebih kecil dibandingkan anak yang tidak mempunyai penyakit diare dalam satu bulan terakhir, tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I1,/*S /(+ 8.-. 1,*'- , *). #elain itu juga menunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan yang sesuai standar pada anak yang mempunyai penyakit -#P, dalam satu bulan terakhir 1,/0 kali lebih kecil dibandingkan anak yang tidak mempunyai penyakit -#P, dalam satu bulan terakhir, tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I1,/0S /(+ 8.-. 1,.*- , *). Dan juga menunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan yang sesuai standar pada anak yang mempunyai penyakit dalam satu bulan terakhir 1,/( kali lebih kecil dibandingkan anak yang tidak mempunyai penyakit dalam satu bulan terakhir, tetapi tidak bermakna secara statistik (P>I1,/(S /(+ 8.-. 1,*'- , '). "enunjukkan risiko untuk kenaikan berat badan yang sesuai standar pada anak yang mendapat "P-,#- 1,* kali lebih kecil dibandingkan anak yang tidak mendapat "P-,#-, dan bermakna secara statistik (P>I1,* S/(+ 8.1,.)-1,*.).

42

BAB 8I PEMBAHA(AN

Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ,#- 4ksklusif di !elurahan 8ilandak Barat telah dilaksanakan selama T ) minggu, dengan jumlah responden yang memenuhi kriteria sebanyak (1 orang. 3okasi penelitian adalah di $ilayah !elurahan 8ilandak Barat dan yang menjadi responden kami adalah anak berusia 0 bulan-' tahun yang berobat ke Puskesmas !elurahan 8ilandak Barat dan yang datang ke Posyandu.

+.1 Diskusi Hasil Penelitian +.1.1 Hu*ungan Antara ("si"%em"gra$i Ba!ak=I*u Dengan Peningkatan Berat Ba%an Anak Usia + Bulan 4 2 Tahun Di /ila&ah )elurahan ,ilan%ak Barat 6sia ibu tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> 1,/( 8- 1,./- , )). =al ini tidak mendukung hipotesis a$al. Pada penelitian sebelumnya didapatkan perbedaan secara bermakna antara hubungan usia ibu dengan praktek menyusui 0. Pada hasil penelitian ini didapatkan ibu berusia de$asa muda ( *-'( tahun) 1,/( kali lebih kecil resiko anaknya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan ibu yang berusia de$asa penuh ('0-)( tahun). =al ini dapat terjadi karena usia ibu mempengaruhi praktek pemberian ,#- dengan asumsi bah$a semakin muda usia ibu, ibu belum mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang cukup dalam hubungannya dengan praktek menyusui 0.

43

6sia bapak tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> ,11 8- 1,*'- ,''). =al ini tidak mendukung hipotesis a$al. Pada hasil penelitian ini di dapatkan usia bapak baik yang berusia de$asa muda maupun berusia de$asa penuh tidak mempunyai perbedaan dalam risiko peningkatan berat badan anaknya sesuai standar. Pendidikan orang tua tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> ,1/ 81,/2- ,'*). =al ini tidak mendukung hipotesis a$al. Pada penelitian sebelumnya dikatakan bah$a ibu yang berpendidikan tinggi lebih sadar terhadap pentingnya kebersihan, lebih baik dalam mera$at anak dan pemberian makanan, dan lebih a$as terhadap faktor penyebab penyakit dan cara menghindarinya .. Pada hasil penelitian ini di dapatkan orang tua yang berpendidikan rendah ,1/ kali lebih besar resiko anaknya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan orang tua yang berpendidikan tinggi. =al ini dapat terjadi karena orang tua contohnya ibu dengan pendidikan lebih rendah, lebih rendah pula kesadarannya dalam menjaga kebersihan anak dan pemberian makanan anak .. Pendapatan orang tua tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> 1,** 81,.0- ,12). =al ini tidak mendukung hipotesis a$al. Pada penelitian ibu di 8ina didapatkan bah$a tingginya pendapatan rumah tangga berhubungan dengan rendahnya perilaku pemberian makan (tinggi asupan lemak dan gula) *. Pada penelitian ini di dapatkan orang tua yang berpendapatan di ba$ah 6"> 1,** kali lebih kecil resiko anaknya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan orang tua yang berpendapatan H 6">. =al ini dapat terjadi karena penghasilan orang tua yang rendah berpengaruh terhadap rendahnya asupan makanan dengan kadar lemak dan gula, serta kurangnya akses untuk memperoleh informasi kesehatan *.

44

5umlah anak tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> 1,/' 8- 1,.*- ,1*). =al ini tidak mendukung hipotesis a$al. Pada penelitian di 5epang di katakan bah$a menjadi anak tunggal atau anak yang paling muda berpengaruh terhadap berat badan lebih pada anak, dan mempunyai lebih banyak saudara atau memiliki saudara yang lebih muda tidak berdampak terhadap berat badan lebih /. Pada penelitian ini di dapatkan orang tua yang memiliki jumlah anak yang N ' (dua) 1,/' kali lebih kecil resiko anaknya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan orang tua yang memiliki jumlah anak yang kurang dari sama dengan '. =al ini dapat terjadi karena pada studi sebelumnya menunjukkan bah$a jumlah makanan untuk tiap anak dalam keluarga dengan jumlah besar lebih kecil kuantitasnya daripada dalam keluarga kecil'1.

+.1.2 Hu*ungan Antara )arakteristik 1akt"r Anak Dengan Peningkatan Berat Ba%an Anak Usia + Bulan 4 2 Tahun Di /ila&ah )elurahan ,ilan%ak Barat Pemberian asi eksklusif tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> 1,/' 81,.*- ,1*). =al ini tidak mendukung hipotesis a$al. Pada penelitian sebelumnya mengatakan, $alaupun durasi dari pemberian ,#- eksklusif tidak berhubungan dengan B"- anak, tetapi bisa mempengaruhi laju pertumbuhan masa kanak-kanak' . Pemberian ,#- pada anak usia 0 bulan atau lebih bersifat protektif terhadap kelebihan berat badan dan obesitas pada populasi anak di ,ustralia' . Pada hasil penelitian ini didapatkan anak yang mendapatkan asi eksklusif 1,/' kali lebih kecil resikonya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan yang tidak mendapatkan asi eksklusif. =al ini dapat terjadi karena konsetntrasi serum

45

hormon insulin yang mendukung penimbunan lemak ditemukan lebih rendah pada bayi yang diberi ,#- daripada bayi yang diberi susu formula''. 5enis kelamin anak tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> 1,/ 8- 1,.*,10). =al ini tidak mendukung hipotesis a$al. Pada penelitian sebelumnya dikatakan tidak ada status berat badan signifikan berdasarkan jenis kelamin, berat badan perumur atau jenis kelamin, interaksi di obser&asi dari kemampuan motorik dan akti&itas fisik'2. Pada penelitian ini di dapatkan anak yang berjenis kelamin laki-laki 1,/ kali lebih kecil resikonya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan anak yang berjenis kelamin perempuan. =al ini dapat terjadi karena anak laki-laki memiliki akti&itas fisik lebih tinggi dibandingkan anak perempuan'2. Penyakit diare dalam satu bulan terakhir 1,/* kali lebih kecil resikonya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan anak yang tidak mempunyai penyakit diare dalam satu bulan terakhir (P> 1,/* 8- 1,*'- , *), dapat disimpulkan bah$a hasil tidak bermakna. Penyakit -#P, dalam satu bulan terakhir 1,/0 kali lebih kecil resikonya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan anak yang tidak mempunyai penyakit -#P, dalam satu bulan terakhir (P> 1,/0 8- 1,.*- , *), dapat disimpulkan bah$a hasil tidak bermakna. Penyakit anak bulan terakhir tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> 1,/( 8- 1,*'- , '). =al ini tidak mendukung hipotesis a$al. Pada penelitian anak usia (tahun di Bangladesh didapatkan bah$a morbiditas penyakit infeksi berhubungan dengan peningkatan berat badan yang lebih rendah'). Pada penelitian ini didapatkan anak yang mempunyai penyakit satu bulan terakhir 1,/( kali lebih kecil resikonya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan anak yang tidak mempunyai penyakit satu bulan terakhir. =al ini dapat terjadi karena terjadinya suatu infeksi dapat menyebabkan gangguan penyerapan makanan secara optimal').

46

Pemberian "P-,#- memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun (P> 1,* 8- 1,.)-1,*.). =al ini mendukung hipotesis a$al. Pada penelitian sebelumnya dikatakan bah$a semakin dini usia "P ,#- status gizi anak semakin buruk. =al ini mungkin dikarenakan jumlah "P ,#- yang diberikan pada usia dini sukar untuk dihitung seberapa besar kemampuan "P ,#- untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi'(. Pada penelitian ini di dapatkan anak yang mendapat "P-,#- 1,* kali lebih kecil resikonya untuk mengalami peningkatan berat badan sesuai standar dibandingkan anak yang tidak mendapat "P-,#-. =al ini dapat terjadi karena "P ,#- menurunkan intensitas dan frekuensi pengisapan ,#-, sehingga asupan ,#- pun menjadi berkurang, padahal ,#mengandung hampir semua zat gizi dan zat kekebalan yang penting untuk bayi'(. Dan juga pada penelitian ini terdapat ' anak yang tidak mendapatkan "P-,#- dan keduanya berusia 0 bulan yang masih hanya mendapatkan asi eksklusif saja, dan peningkatan berat badan kedua anak ini sesuai standar.

+.2 )eter*atasan 0 )elemahan Penelitian 0.'. . !eterbatasan $aktu dan tenaga dari peneliti "asih banyak hal-hal lain yang dapat dilakukan dari penelitian ini, namun karena keterbatasan $aktu maka &ariable yang digunakan dalam penelitian ini terbatas. <a$ancara kuesioner dilakukan saat ibu responden datang untuk menimbang anaknya di Posyandu dan yang datang berobat ke Puskesmas !elurahan 8ilandak Barat. <alaupun penelitian ini kami lakukan dalam $aktu yang singkat, kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik, yang mungkin bermanfaat di masyarakat. #elain itu, terdapat responden yang kurang kooperatif dalam pengisian kuesioner karena sebagian merasakan terpaksa menunggu lama dan tidak mau

47

meluangkan $aktu untuk melengkapkan data yang kami perlukan. Pengisian kuesioner terpaksa dilakukan secara $a$ancara per indi&idu karena responden terdiri dari berbagai tingkat pendidikan sehingga kami berusaha untuk menyamakan persepsi terhadap beberapa istilah yang didapatkan didalam kuesioner kami. 0.'.'. !eterbatasan kuesioner Dalam pembuatan kuesioner, peneliti belum menemukan standar baku instrumen &ariable tersebut sehingga instrumen tersebut kami dapatkan dari peneletian yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain sebelumnya. !arena keterbatasan $aktu, kami tidak menyertakan kuesioner gizi dan akti&itas fisik anak. 0.'.2. !eterbatasan hasil penelitian =asil penelitian ini merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ,#- 4ksklusif dengan peningkatan berat badan, jadi hasil yang kami peroleh tersebut memiliki keterbatasan dalam jumlah responden yang kami ingin teliti. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ,#- 4ksklusif dengan peningkatan berat badan hanya dilihat pada saat yang sama.

48

BAB 8II )E(IMPULAN DAN (A5AN

..1 )E(IMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diambil kesimpulan bah$a, terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik faktor anak (pemberian "P-,#-) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun di $ilayah !elurahan 8ilandak Barat. %idak terdapat hubungan yang bermakna antara #osiodemografi Bapak--bu (usia bapak, usia ibu, pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, jumlah anak) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun di $ilayah !elurahan 8ilandak Barat. %idak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik faktor anak (pemberian ,#- 4kslusif, jenis kelamin, penyakit anak !elurahan 8ilandak Barat. ..2 (A5AN . Bagi Puskesmas "elakukan pembinaan terhadap kader kesehatan mengenai penyuluhan ,#ekslusif yang dilakukan secara berkala (misalnya 2 bulan sekali) agar kader kesehatan dapat melakukan sosialisasi serta penyuluhan mengenai ,#- ekslusif secara rutin di Posyandu masing-masing. Petugas kesehatan melakukan e&aluasi setiap bulan terhadap keberhasilan penyuluhan ,#- ekslusif yang dilakukan oleh kader kesehatan di Posyandu. Petugas kesehatan harus berupaya merubah paradigma masyarakat bah$a anak gemuk atau kurus secara fisik bukan merupakan patokan anak sehat, tapi harus melalui penimbangan berat badan dan didapatkan hasil penimbangan yang sesuai dengan standar yang ditentukan. bulan terakhir) dengan peningkatan berat badan anak usia 0 bulan ? ' tahun di $ilayah

49

'. Bagi -bu Diharapkan -bu dapat rajin datang ke Posyandu agar dapat mengetahui perihal pengertian ,#- eksklusif, manfaat ,#-, cara pemberian ,#- 4kslusif, keunggulan ,#dibanding susu formula, bagaimana agar produksi ,#- banyak dan berkualitas dengan asupan gizi yang baik serta melakukan konsultasi kepada petugas kesehatan. 2. Bagi Peneliti 3ain ,pabila ada peneliti yang hendak melakukan penelitian yang serupa, dapat melakukan penelitian di area berbeda sebagai bahan perbandingan.

50

DA1TA5 PU(TA)A

. #oetjiningsih. %umbuh !embang ,nak. 5akarta@ Buku !edokteran 4D8S '11.S hal.2*. '. !ehilangan Berat Badan Bayi Pada "inggu Pertama !elahiran. '1 2. http@CCrepository.usu.ac.id (diakses ) 5uli '1 2) 2. 7arendra. %umbuh kembang ,nak dan >emaja. 5akarta@ #agung #etoS '11*. ). 6tama, =endra. ,#- eksklusif. 5akarta@ 9akultas !edokteran 6ni&ersitas -ndonesiaS '11*@ hal. .-'0.
5. Persentase Pemberian ,#- 4ksklusif. '1

. http@CCdepkes.co.id (diakses ) 5uli

'1 2) 0. -nfant and Uoung 8hild 9eeding. '11.. http@CC$$$.unicef.orgCnutritionC. (diakses ) 5uli '1 2) .. 3aporan >iset !esehatan Dasar '1 1. Badan 3itbangkes. ,&ailable at@ http@CC$$$.litbang.depkes.go.idCsitesCdo$nloadCbukuVlaporanClapnasVriskesdas '1 1C3aporanVriskesdasV'1 1.pdf. (diakses '* 5uni '1 2) *. "# 9e$trell. %he relati&e importance of social class and maternal education for breast-feeding initiation. 8urr Pediat '11)S )@ /.- 12. /. Pur$anti #, =ubertin. Pengertian ,#- eksklusif. 5akarta@ 4D8S '11'S hal.2. 1. <orld =ealth Brganization. -ndicators for ,ssessing Breastfeeding Practices. Dene&a@ De&ision of 8hild =ealth and De&elopmenS '11(. . !ristiyansari <. ,#-@"enyusui dan #adari. Uogyakarta@ 7uha "edikaS '11/. '. Departemen !esehatan >-, Direktorat Bina Dizi "asyarakat, Direktorat 5enderal Bina !esehatan "asyarakat. "anajemen 3aktasi. 5akartaS '11(.

51

2. %abel <=B berat badan ? usia anak berdasarkan jenis kelamin. 5uni '*, '1 2 Wcited '1 5uni 'X. ,&ailable@ http@CCgizi.depkes.go.idC$pcontentCuploadsCCbuku-sk-antopometri.pdfCC ). #oemardini, ,riani, ,gista >7. Perbedaan Pertumbuhan ,nak yang "endapat ,#- 4ksklusif dan 7on-4ksklusif di !ota "alang. Ped -nd '1 1S .@ 2-). (. <a$an, Ua$armansyah. =ubungan Pemberian ,#- 4ksklusif dengan Penambahan Berat Badan Bayi di Puskesmas !arang Pule %ahun '1 1. Ped -nd '1 1S '@ )-(. 0. =oddinot P, Pill >. Lualitati&e study of decisions about infant feeding among $omen in east end of 3ondon. B"5 '11/S 2 *@21-). .. #tanley B, 8hristipher U. Pre&alence of diarrhea disease and risk factors in 5os 6ni&ersity %eaching =ospital, 7igeria. ,nnals of ,frican "edicine '1 'S *@ ' .-' . *. 8hen 53. =ousehold -ncome, "aternal ,cculturation, "aternal 4ducation 3e&el and =ealth Beha&iors of 8hinese-,merican 8hildren and "others. 5 -mmigrant "inority =ealth '11/S @ /*?'1).

/. Bchiai =, #hirasa$a %, Bhtsu %, 7ishimura >, "orimoto ,, Bbuchi >, et al. 7umber of siblings, birth order, and childhood o&er$eight@ a population-based cross-sectional study in 5apan. B"8 Public =ealth '1 'S '@.00. '1. <hitela$ ,D. %he association of social class and sibling number $ith skinfold thickness in 3ondon schoolboys. =um Biol '11.S )2@ ) )?'1.
21. Dunnarsdottir -, #chack-7ielsen 3, "ichaelsen !9, #Yrensen %-, %horsdottir -S

7ord7et #tudy Droup. -nfant $eight gain, duration of eFclusi&e breast-feeding and childhood B"- - t$o similar follo$-up cohorts. Public =ealth 7utr '1 1S 2(')@ '1 -..

52

''. #cott 5,, 7g #U, 8obiac 3. %he relationship bet$een breastfeeding and $eight status in a national sample of ,ustralian children and adolescents. B"8 Public =ealth. '1 'S '@ 1.. '2. Bon&in ,, Barral 5, !akebeeke %=, !riemler #i, 3ongchamp ,, Eidal P".. <eight status and gender-related differences in motor skills and in child carebased physical acti&ity in young children. B"8 Pediatrics '11/S '@'2.
24. %orres ,", Peterson !4, de #ouza ,8, Bra& 45, =ughes ", 8hen 38.

,ssociation of diarrhoea and upper respiratory infections $ith $eight and height gains in Bangladeshi children aged ( to Brganization '11(S.*@ 2 0-'2. '(. >ohmani ,. Pemberian "akanan Pendamping ,si ("pasi) Pada ,nak 6sia -' %ahun Di !elurahan 3amper %engah !ecamatan #emarang #elatan, !ota #emarang. -#B7 '1 1S /@ /.*-/. years. Bulletin of <orld =ealth

53