Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL II

Topik Grup Tanggal Praktikum Pembimbing : Penuangan Logam (Casting) : A-8 : 25 September 20 ! : Sri "og#arti$ %rg&$ 'S

Pen#usun : (irsta 'auli%#a "asmin *isrina +asna *abila Amelia ,ristanti -ita .ana /i%ati /il%a Sa1ira 02 2 02 2 02 2 02 2 02 2 ! 0)! ! 0)) ! 0)5 ! 0)0 ! 0)2

DEPARTEMEN MATERIAL KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2013

1. TUJUAN a& 'a3asis4a mampu melakukan penuangan logam 5ampur %engan benar b& 'a3asis4a mampu menganalisa 3asil tuanganber%asarkan pengamatan 2. CARA KERJA 2& 6a3an a& Logam 5ampur Cu Alloy 2.2 Alat a. Glass lab b& ,ompor 5& 78en %& Alat tuang centrifugal %an crucible casting e. Blow torch 1& Pen9epit 6umbung tuang g& Pinset ,e5il 3& Pisau 'o%el i& Pisau 'alam 9& ,aliper k& 'aster -ie 2.3 Cara Kerja 2.3.1 Per !a"a# Alat a& ,ompor su%a3 siap %in#alakan b& Glass Lab %alam kea%aan bersi3 5& Pinset besar %an ke5il %ise%iakan %& Preheating furnace (o8en su%a3 %in#alakan) e& Alat casting centrifugal su%a3 %alam kea%aan siap %engan 5ara memutar seban#ak ! putaran 1& Crucible casting %imasukan ke %alam furnace

2.3.2

Burnout dan Preheating a& 6umbung tuang #ang berisi ba3an tanam %ilepas %ari crucible former b& 6uang malam %engan 5ara : bumbung tuang %iletakan %i atas kompor %engan posisi bagian %atar %ari bumbung tuang menga3a%ap keatas$ se%angkan bagian 5ekung meng3a%ap keba4a3 (api ) %engan su%ut )5

Gambar

& 6uang malam %an penge5ekan sisa malam

5& Api kompor %in#alakan$ bumbung tuang %ibiarkan terbakar sampai malam 3abis %& Setela3 malam %iperkirakan 3abis$ bumbung tuang %iambil %an %iletakan terbalik %engan posisi bagian 5ekung %iatas& Pastikan malam terbakar 3abis& Penge5ekan %ilakukan %engan 5ara segera menutupkan glass lab atau ka5a pa%a bagian 5ekung bumbung tuang& :ika setela3 %iangkat ka5a ti%ak buram$ maka malam tela3 terbakar 3abis& :ika ka5a terli3at buram #ang %isebabkan a%an#a uap air #ang menempel pa%a ka5a$ maka pembakaran malam %iulangi sampai malam benar-benar 3abis terbakar&

Gambar 2& Pemanasan bumbung tuang %i %alam o8en e& 78en %in#alakan kemu%ian bumbung tuang #ang malamn#a tela3 terbakar 3abis %imasukan %alam o8en& Pintu o8en %itutup %an %ibiarkan sampai men5apai su3u 250C 2.3.3 Pe#$e%&ra# '%a t!#$( a& Alat tuang 5entri1ugal %isiapkan %engan 5ara memutar !;$ alat tersebut %ita3an %engan menaikan kenop pena3an& b& Ca4an tuang (crucible casting) panas %iletakan pa%a alat tuang centrifugal$ kemu%ian logam #ang akan %ituang %iletakan %alam 5a4an tuang

Gambar !& Logam %an bumbung tuang %iletakan pa%a alat tuang sentri1ugal 5& 6umbung tuang %ikeluarkan %ari o8en$ bumbung tuang %iletakan pa%a alat tuang sentri1ugal& %& Logam %ipanaskan %engan api torch sampai 5air$ kemu%ian kenop %itekan$ alat tuang akan berputar

Gambar )& Logam %ipanaskan %engan api torch sampai men5air e& Setela3 logam masuk ke %alam bumbung tuang$ putaran alat %iperlambat %engan 5ara menekan porosn#a sampai alat tuang ber3enti berputar 1& 6umbung tuang %iambil$ %iletakan %an %i%iamkan se9enak& g& Setela3 %ingin 3asil tuangan %ikeluarkan %ari %alam bumbung tuang %an %ibersi3kan %ari ba3an tanam %iba4a3 air mengalir&

Gambar 5& 6umbung tuang %ibersi3kan %i %alam air 3& +asil tuangan %iambil %an %ibei tan%a sesuia %engan tan%a 4aktu penanaman& +asil tuangan %imasukkan pa%a alat 5etak malam

i& -ikelompokan ber%asarkan rasio bubuk %an air ba3an tanam %an %ipisa3 bila a%a 3asil tuangan #ang mengalami kegagalan&

Gambar 0& Logam #ang tela3 %i keluarkan %ari bumbung tuang 3. )ASIL PRAKTIKUM Ta*el 1. )a !l Pra+t!+,KONSISTENSI 1. N&r-al a& MARGINAL SPACE 0$ 8 mm 0 b & 2. E#%er a& 0$2 mm 0 POROSITAS .INTIL SA/AP A%a se%ikit A%a se%ikit A%a ban#ak A%a ban#ak A%a ban#ak A%a ban#ak A%a

A%a

0$2 mm

b & 3. Ke#tal a&

0$2)5 mm

0$ < mm

b &

0$ < mm

1. PEM.A)ASAN 1.1 Ca t!#$ Casting a%ala3 proses %imana 4a; pattern %ari restorasi %ikon8ersi untuk mereplikasikan %ental allo#& Proses casting %igunakan untuk membuat restorasi gigi seperti inlay, onlay, ma3kota$ 9embatan$ %an removable partial enture& (Po4ers$ 2008$ 3al& 202) 1.2 Pr& e Ca t!#$ Proses 5asting %imulai %ari pemili3an ba3an tanam tuang& ,emu%ian setela3 ba3an tanam tuang setting$ siap untuk burn out atau buang malam& ('5 Cabe 2008$ 3al 80) Sebelum itu bentuk %ulu rongga 5etakan atau moul , rongga 5etakan %ibentuk %engan membiarkan ba3an tanam tuang untuk membentuk seluru3 pola mo%el malam& (Anusa8i5e$ 200! 3al 2<0) Ta3ap a4al #ang %ilakukan a%ala3 pembuangan malam& Pa%a ta3ap ini$ bumbung tuang 3arus benar-benar %ipastikan bersi3 %ari malam& Lalu$ memanaskan bumbung tuang (moul ). Pemanasan moul investment 3arus %ilakukan pa%a tingkat #ang memungkinkan uap %an gas-gas lain %ibebaskan tanpa meretakkan 5etakan& :uga penting ba34a su3u 5etakan #ang %ipanaskan 5ukup untuk memungkinkan ter9a%in#a ekspansi termal %an in8ersi serta su3u ini ti%ak %ibiarkan turun se5ara signi1ikan sebelum penge5oran %imulai& Pa%a saat burnout, casting ring 3arus %iletakan terbalik untuk memu%a3kan malam mo%el untuk keluar %ari moul & 'alam tuang terbentuk %ari material organik seperti karbon$ 3i%rogen$ oksigen %an nitrogen& ,etika %ipanaskan menggunakan su3u #ang tinggi material organik tersebut akan membentuk karbon%ioksi%a$ air$ atau nitrogen #ang mu%a3 %i3ilangkan& 'alam inlay 3arus benar-benar 3ilang %ari moul $ karena 9ika tersisa se%ikit resi%u %ari malam inlay akan men#ebabkan proses casting men9a%i ti%ak selesai$ karena a%an#a ba3an lain %i %alam moul %apat men5ega3 u%ara keluar %ari moul

se3ingga ter9a%i incomplete casting& =ntuk memastikan malam inlay benar-benar 3ilang$ moul %iletakan pa%a o8en %engan su3u 250C& +al ini 9uga %i perlukan untuk ter9a%in#a thermal e!pantion %ari ba3an tanam #ang %ibutu3kan untuk mengkompensasi ter9a%in#a pen#usutan logam selama pen%inginan pa%a proses setela3 casting& (Craig 2002$ 3al 522) Setela3 bumbung tuang %ipanaskan$ kemu%ian bumbung tuang %ikeluarkan %ari o8en atau furnace room %an %iletakan pa%a centrifugal casting machine& Casting machine membuat logam 5air masuk ke%alam moul %engan menggunakan ga#a sentri1ugal atau tekanan u%ara (Craig$ 2002 3al 52<)& ,emu%ian alat tuang sentri1ugal %iputar 2-5 kali& Pa%a praktikum ini kita memutar alat tuang sentri1ugal seban#ak ! kali& Setela3 itu logam %i5airkan %engan semburan api %i %alam 5a4an tuang (crucible casting) #ang su%a3 %ipanaskan %an %i5ekatkan pa%a lengan mesin & Si1at lengan ini akan memper5epat putaran a4al %ari crucible %an casting ring$ se3ingga meningkatkan ke5epatan linear %ari logam 5air ketika logam memasuki 5etakan (Anusa8i5e 200!$ 3al !!0)& Alloy %iletakan pa%a 5a4an tuang$ kemu%ian %i5airkan %engan menggunakan api torch& 6a3an bakar #ang %igunakan untuk api torch biasan#a a%ala3 5ampuran antara gas alam atau buatan %engan u%ara seperti oksigen atau asetilen& Ter%apat ! >ona api pa%a api #ang %i 3asilkan ole3 torch& ?ona #ang pertama a%ala3 >ona #ang %itan%ai %engan 3uru1 5 pa%a gambar& ?ona ini %isebut >ona oksi%asi$ pembakaran ter9a%i %engan oksigen pa%a u%ara& ?ona ini ti%ak %apat %igunakan untuk men5airkan alloy, selain karena su3un#a #ang lebi3 ren%a3 %ari >ona re%uksi$ >ona ini 9uga mengoksi%asi alloy& ?ona ke%ua a%ala3 >ona re%uksi #ang %itun9uk ole3 3uru1 b& Api pa%a >ona ini ber4arna biru %an merupakan >ona #ang paling panas %an %apat men5airkan allo# se5ara konstan& ?ona #ang ketiga a%ala3 >ona pembakaran (combustion "one) %engan api #ang ber4arna 3i9au %an

%itan%ai %engan A& Pa%a >ona ini gas %an u%ara sebagian terbakar& ?ona ini %apat mengoksi%asi se3ingga 3arus %i9au3kan %ari allo# selama pen5airan (Anusa8i5e$ 200! 3al !!))&

Gambar 2& ?ona api tor53 Logam paling baik %i5airkan %engan menempatkann#a pa%a bagian %alam %in%ing crucible& -alam posisi ini$ operator %apat menga4asi proses pen5airan$ %an a%a kesempatan bagi gas-gas %i %alam semburan api untuk %ipantulkan %ari permukaan logam$ bukann#a %iserap ole3 permukaan logam (Annusa8i5e 200!$ 3al !!!)& Selama proses pen5airan alloy, alloy 3arus %i9aga supa#a ti%ak terlalu panas tetapi 9uga ti%ak terlalu %ingin& :ika alloy terlalu panas saat proses pen5airan akan memungkinkan gas terlarut %alam allo# %an meng3asilkan porus pa%a 3asil casting (7@6rien 2002 3al )2<)& Sala3 satu 5ara meli3at pemanasan su%a3 sesuai maka logam #ang %ipanaskan akan men9a%i terang %an 9erni3 & :ika sala3 maka logam akan ber4arna mera3 gelap karena tela3 ter9a%i oksi%asi %an pemanasan ti%ak e1ekti1 %an kusam& Posisi blowtorch 9uga ti%ak bole3 terlelu %ekat$ karena 9uga akan men#ebabkan oksi%asi& (Craig 2002$ 3al 5! ) Setela3 logam masuk moul segera %i ren%am %engan air& +al ini bertu9uan untuk ter9a%in#a proses annealing$ #aitu proses pengaturan su3u pa%a saat pen%inginan #ang ber1ungsi untuk memperkuat struktur alloy& Pa%a saat peren%aman %alam air ter9a%i rekristalisasi pa%a alloy #ang menguba3 struktur mikro %ari alloy tersebut& Selain

itu peren%aman ini 9uga ber1ungsi untuk memu%a3kan pengeluaran logam %ari ba3an tanam (Anusa8i5e$ 200! 3al 0!!)&

1.3 )a !l A#al! a Pa%a praktikum #ang kami lakukan$ %i%apatkan 0 3asil 5asting logam %engan 4Ap rasio ba3an tanam #ang berbe%a-be%a& "ang pertama %engan 4Ap rasio normal #aitu 20A58$ kemu%ian %engan 4Ap rasio tinggi 25A58 %an #ang terak3ir 4Ap rasio ren%a3 20A0!& Pa%a 3asil 5asting %engan 4Ap rasio 20A58$ ter%apat marginal gap sebesar 0$ 8 mm %an 0$2 mm& Serta %i%apatkan bintil pa%a bagian luar$ permukaan #ang se%ikit kasar$ %an a%an#a sa#ap pa%a 3asil 5asting& Cekungan 9uga terli3at pa%a bagian luar 3asil 5asting& +asil 5asting %engan 4Ap rasio 25A58 %i%apatkan marginal gap sebesar 0$2 mm %an 0$2)5 mm& pa%a 3asil casting %i%apatkan 5ukup ban#ak bintil pa%a bagian luar$ serta permukaan %alam %an luar #ang kasar& =ntuk 3asil casting #ang ketiga %engan 4Ap rasio 20A0!$ %i%apatkan marginal gap sebesar 0$ < mm %an 0$ < mm& Ter%apat ban#ak bintil pa%a bagian luar 3asil casting& Serta permukaan #ang se%ikit kasar pa%a bagian luar& -ari 3asil #ang %i%apat$ masi3 ter%apat marginal gap %ari 3asil casting$ tetapi %ari ke enam 3asil 5asting$ semua memiliki marginal fit #ang bagus$ atau pas %engan master %ie n#a& A%an#a marginal gap %isebabkan ole3 %istorsi 3asil 5asting karena ekspansi ba3an tanam #ang kurang sempurna& (Anusa8i5e 200!$ 3al !!8) A%an#a peruba3an marginal %iakibatkan 9uga ole3 a%an#a bubbling pa%a investment #ang men#ebabkan u%ara ter9ebak& & ini %isebabkan ole3 #$P ratio #ang ren%a3 men#ebabkan ekspansi ba3an tanam lebi3 ke5il se3ingga ti%ak pas %engan shrin%age #ang ter9a%i %an men#ebabkan keti%aksesuaian marginal fit& 6egitu 9uga 9ika w$p ratio terlalu besar akan men#ebabkan marginal fit ti%ak pas akibat a%an#a kekasaran %an bintil pa%a bagian %alam %ari 3asil casting& (Anusa8i5e 200!$ 3al !00$! 0)& ,ontraksi atau pengerutan 9uga %apat

10

ter9a%i 9ika ba3an tanam %ipanaskan terlalu panas se3ingga saat proses 5asting ter9a%i kontraksi& ('5 Cabe 2008$ 3al 8!) :ika logam %ipanaskan sampai temperature #ang terlalu tinggi (over heating) sebelum penge5oran$ permukaan ba3an tanam 5en%erung rusak %an timbul permukaan kasar pa%a tuangan& (Anusa8i5e 200!$ 3al !)0) &urface tarnish atau oksi%asi %apat %i3ilangkan %engan proses pic%ling %engan pemanasan %alam sulfur aci 50B %an air& (Craig 2002$ 3al 5)2)& Pa%a semua 3asil 5asting 9uga %i%apatkan bintil #ang 5ukup ban#ak& 6intil tersebut %isebabkan ole3 gelembung u%ara #ang menempel pa%a mo%el malam saat penge5oran ba3an tanam& Tetapi bintil ini %apat %i3ilangkan se3ingga men%apatkan 3asil 5asting #ang bagus& (Annusa8i5e 200!$ 3al !!8) #etting agent %igunakan untuk menurunkan tegangan permukaan %an untuk membuat 5asting %engan permukaan #g 3alus& Penggunaan wetting agent #ang terlalu ban#ak akan mengakibatkan akan mengganggu setting investment #ang akan menimbulkan ton9olan %an permukaan #ang kasar&7le3 karena itu$ sebaikn#a membersi3kan sisa sabun sebaikn#a %engan sikat sampai bersi3& (Craig 2002$ 3al !)) Se%angkan a%an#a ton9olan besar %ikarenakan malam bersi1at menolak air$ apabila ba3an tanam terpisa3 %ari malam %alam beberapa kasus maka water film akan terbentuk %i atas permukaan& ,ea%aan ini 9uga %isebabkan ole3 #$P ratio #ang terlalu kental #ang mengakibatkan u%ara ter9ebak se3ingga membentuk ton9olan l besarA water film %i permukaan 3asil 5asting& (Anusa8i5e 200!$ 3al !!<) Sa#ap 9uga %i%apatkan pa%a %ua 3asil 5asting %engan 4Ap rasio #ang berbe%a& A%an#a sa#ap (finning) %isebabkan ole3 pemanasan bumbung tuang #ang terlalu 5epat$ se3ingga ba3an tanam men9a%i retak (crac%)& ,etika alloy masuk ke %alam moul $ alloy tersebut akan mengisi retakan-retakan se3ingga terbentukla3 sa#ap& Pen#ebab lain

11

timbuln#a sa#ap pa%a 3asil tuangan a%ala3 ba3an a%onan #ang terlalu en5er (#$P ratio ren%a3)$ menggerakkan bumbung tuang sebelum ba3an tanam setting$ %an 9arak antara mo%el %engan ba3an tanam kurang %ari 0-2 mm& +al ini men#ebabkan u%ara #ang terperangkap ti%ak bisa keluar se3ingga ter9a%i tekanan balik #ang men#ebabkan 3asil tuangan men9a%i bulat-bulat& =ntuk men5ega3 timbuln#a sa#ap pa%a 3asil tuangan a%ala3 %engan men5ega3 pemanasan bumbung tuang #ang terlalu 5epat& (Anusa8i5e 200!$ 3al !08) -istorsi pa%a proses penuangan logam ter9a%i saat manipulasi malam inla#$ se3ingga pen5ega3an ter9a%in#a %istorsi tergantung pa%a proses manipulasi malam inla#& -istorsi ter9a%i akibat stress release$ #aitu tekanan #ang sangat besar pa%a material akibat malam %i5etak tanpa pemanasan #ang 5ukup 3ingga %iatas su3u transisi soli%-soli%& -istorsi %apat ter9a%i se4aktu membentuk %an melepas mo%el malam %ari mulut atau ie& ,ea%aan ini ter9a%i karena peruba3an su3u %an pelepasan stress #ang mun5ul se4aktu ter9a%in#a kontraksi saat pen%inginan$ u%ara #ang ter9ebak$ serta temperatur selama pen#impanan& (Craig 2002$ 3al )!8) Porositas %apat ter9a%i pa%a permukaan %alam maupun luar %ari 3asil casting& Porositas #ang %isebabkan karena keti%aksempurnaan& (Anusa8i5e 200!$ 3al !)2)& Porositas bisa terli3at sebagai permukaan lubang pa%a casting& 6agian pe5a3 pa%a investment atau partikel kotor %imana bisa men9atu3kan sprue$ mungkin men9a%i perlekatan %i %alam casting %an meng3asilkan lubang pa%a permukaan& =ntuk alasan ini$ semua moul% pa%a casting %apat %iatasi %engan sprue #ang lebi3 keba4a3& ('5 Cabe 2008$ 3al 82)& Bubbling %i casting mun5ul sebagai bulatan- bulatan ban#ak #ang menempel pa%a permukaan %ari casting& Cni men5erminkan a%an#a porositas pa%a investment$ suatu masala3 %imana %apat terisi alloy 5air pa%a investment kosong ta%i& ('5 Cabe 2008$ 3al 82)

12

Pa%a proses pengerasan %ibagi men9a%i %ua$ #aitu locali"e shrin%age porosity %an microporosity& Porositas karena gas #ang ter9ebak %ibagi men9a%i: pinhole porosity, cas inclusions, !)2) Locali"e shrin%age porosity ter9a%i pa%a persimpangan pa%a an subsurface porosity serta entrappe air porosity. (Anusa8i5e 200!$ 3al

pemasangan sprue %an munkin ter9a%i %imana sa9a %iantara en rite$ %imana itu merupakan bagian terak3ir %ari casting pa%a titik lebur logam #ang ren%a3 #ang %apat memperkuat per5abangan %ari en rite& (Annusa8i5e 200!$ 3al !)!) 'icroporosity 9uga ter9a%i akibat %ari pen#usutan pa%a saat pengerasan tetapi umumn#a 3a%ir %alam 5asting 1ine-grain saat proses penge5oran ini terlalu 5epat& (enomena seperti ini %apat ter9a%i ketika pengerasan allo# terlalu 5epat karena su3u moul% terlalu ren%a3& (Anusa8i5e 200!$ 3al !)!) Pinhole %an inklusi gas %apat terka%i karena a%an#a gas #ang ter9ebak saat proses pengerasan& Porositas akibat inklusi gas berukuran lebi3 besar %aripa%a pinhole& (nhole %i3asilkan ketika alloy men5air se%angkan inklusi gas %isebabkan ole3 penggunaan api mi;ing >one atau >ona oksi%asi& (Anusa8i5e 200!$ 3al !))) &ubsurface porosity %isebabkan ole3 nukleasi stimultaneous butiran pa%at %an gelembung gas pa%a saat pertama ketika allo# membeku pa%a %in%ing 5etakan& *amun 9enis porositas ini %apat %iatasi %engan mengontrol tingkat %i mana logam 5air memasuki 5etakan& Porositas pa%a 5asting ti%ak %apat %i3in%ari se5ara keseluru3an$ namun porositas mampu %i minimalisasi %engan menggunakan teknik #ang tepat& (Anusa8i5e$ 200!$ 3al !)0) )ntrappe air porosity atau %isebut 9uga bac% pressure porosity ini %apat meng3asilkan 5ekungan #ang besar akibat %epresi& +al ini %isebabkan akibat u%ara %alam moul ti%ak %apat keluar melalui pori-

13

pori %ari investment atau karena gra%ient tekanan pa%a saat pemasangan sprue& (Annusa8i5e 200!$ 3al !)0)& -an a%an#a bac% presssure #ang men#ebabkan a%an#a 5ela3 pa%a marginal& ('5 Cabe 2008$ 3al 82) Gaseous porosity %i %alam casting %i3asilkan ole3 gas %imana men9a%i peng3an5ur pa%a alloy 5air& Copper$ gol $ silver$ platinum %an partikel palla ium$ semua melarutkan oksigen %i %alam bagian 5air& Saat men%ingin$ alloy membebaskan gas #ang terabsorbsi tapi beberapa sisa gas ter9ebak ketika alloy men9a%i rigi%& Tipe porositas %apat ter9a%i %i seluru3 casting& +al ini %apat %ikurangi %engan meng3in%ari pemanasan berlebi3 %ari alloy atau casting %i %alam atmos1er %ari gas #ang ti%ak akti1& (Cabe 2008$ 3al 82) =ntuk memimalisir porosity maka %itamba3kan flu!& ?at #ang %isebut 1luks biasan#a %itamba3kan untuk meminimalkan pembentukan oksi%a #ang mempengaru3i pemanasan %an mol ing pa%uan %an mempengaru3i kualitas ak3ir %ari casting& :enis flu! #ang %igunakan tergantung pa%a su3u aliran$ 9enis sumber panas #ang %igunakan$ 9enis penge5oran pa%uan %an 9enis investment& (Po4ers 2008$ 3al 220)& Sala3 satun#a a%ala3 Bora!$ atau so ium tetraborate ((*a2$6))2& 0 +27)& (Craig 2002$ 3al 5)5) Permukaan 3asil 5asting 9uga kasar pa%a beberapa 3asil #ang %i%apat& Permukaan kasar tersebut %ikarenakan ban#ak 1aktor& :ika 4Ap rasio semakin tinggi atau semakin 5air ba3an tanam$ maka akan semakin kasar permukaann#a& Seperti pa%a 3asil #ang kita %apat$ 3asil 5asting %engan 4Ap rasio #ang tinggi memiliki permukaan #ang lebi3 kasar& Logam 5ampur #ang terlalu panas 9uga bisa men9a%i pen#ebab terbentukn#a permukaan #ang kasar& Logam #ang terlampau panas 9uga %apat men9a%i sala3 satu pen#ebab$ karena logam #ang terlalu panas akan merusak %in%ing mol% se3ingga 3asil 5asting men9a%i kasar& (Annusa8i5e 200!$ 3al !)0)

14

Sebelum melakukan pengisian logam %engan menggunakan mesin 5asting sentri1ugal$ bumbung mol% %ipanaskan se5ara perla3an 3ingga men5apai su3u 5air logam& ,eseimbangan su3u mol% %engan su3u 5air logam sangat penting untuk men%apatkan 3asil 5asting #ang akurat %an 3alus& Su3u mol% #ang sama %engan titik 5air logam 9uga sangat mempengaru3i ekspansi ba3an tanam %an men5ega3 kristalisasi premature se3ingga mol% ti%ak terisi sempurna ole3 logam& ('5 Cabe 2008$ 3al 80) :ika bumbung tuang %ipanaskan melebi3i %ari su3u 5air logam atau %iatas 2500C$ sul1ur %ioksi%a #ang merupakan pro%uk %ari reaksi ini men5emari 3asil 3asil penge5oran %an membuatn#a men9a%i sangat rapu3& 'emperta3ankan su3u tinggi %alam 4aktu #ang lama 9uga mengakibatkan kontaminasi sul1ur pa%a 3asil 5or %an 3asil 5asting men9a%i kasar karena kerusakan pa%a ba3an tanam& (Annusa8i5e 200!$ 3al !2<) Setela3 selesai proses 5asting$ bumbung tuang %iren%am %i %alam air %engan su3u ruang setela3 logam su%a3 ti%ak membara& Tu9uann#a a%ala3 supa#a logam 5ampur %ibiarkan pa%a kon%isi annealing untuk kemu%ian %ilakukan proses selan9utn#a& -an ketika air kontak %engan ba3an tanam #ang panas$ reaksi 8iolent ter9a%i$ #ang men#ebabkan ba3an tanam men9a%i lunak %an bergranular se3ingga 3asil 5asting mu%a3 %ilepas& (Annusa8i5e 200!$ 3al !!5) %an men#ebabkan keti%aksesuaian marginal fit& 6egitu 9uga 9ika w$p ratio terlalu besar akan men#ebabkan marginal fit ti%ak pas akibat a%an#a kekasaran %an bintil pa%a bagian %alam %ari 3asil casting& (Annusa8i5e 200!$ 3al !00$ ! 0) 1.1 I-"l!+a ! Pa%a praktikum penuangan logam (casting) ter%apat beberapa kesala3an #ang ter9a%i$ se3ingga men#ebabkan ti%ak sesuain#a 3asil praktikum %engan teori #ang tela3 a%a& 6eberapa %i antaran#a a%ala3 :

15

a& Ti%ak masukn#a logam #ang su%a3 5air ke %alam moul pa%a saat %i beri tekanan sentri1ugal& +al itu %ikarenakan kesala3an %ari operator #ang ti%ak segera melepaskan alat tuang sentri1ugal itu sen%iri& ,arena proses pen%inginan %ari logam 5air itu sen%iri membutu3kan 4aktu #ang 5epat& b& Ter%apatn#a sa#ap pa%a 3asil penuangan logam %i karenakan terlalu laman#a moul %i %alam o8en %engan su3u tinggi& 5& Spatulasi$ ba3an tanam #ang kurang baik&

2. KESIMPULAN Pa%a 3asil casting #ang tela3 %ilakukan %alam praktikum ini$ %itemui ban#ak bintil %i permukaan 3asil 5asting$ a%an#a sa#ap$ a%an#a marginal gap, %an permukaann#a kasar& A%an#a bintil ini %isebabkan ole3 gelembung u%ara #ang menempel pa%a mo%el malam ketika ba3an tanam %i tuangkan ke %alam bumbung tuang& ,emu%ian$ a%an#a sa#ap pa%a 3asil casting %isebabkan ole3 pemanasan bubung tuang #ang terlalu 5epat se3ingga bagian luar lebi3 panas terlebi3 %a3ulu %aripa%a bagian %alam %an ak3irn#a ba3an tanam retak %ari %alam keluar& A%an#a marginal gap %isebabkan ole3 %istorsi 3asil 5asting karena ekspansi ba3an tanam #ang kurang sempurna serta 4:p ratio %ari ba3an tanam tuang& Permukaan kasar %ari 3asil casting %ipengaru3i ole3 4:p ratio %an su3u logam 5air saat %imasukkan ke %alam moul &

16

DAFTAR PUSTAKA

Anusa8i5e$ ,: 200!$ P3illips@ S5ien5e o1 -ental 'aterials$ 2<0$ !00$ ! 0$ !28-!2<$ !!)-!!5$ !!8-!)0$ 00!

t3

e%$ Saun%ers$ pp&


t3

Craig$ .G D Po4ers$ :' 2002$ .estorati8e -ental 'aterial$ Else8ier$ pp&$ 202$ 522$ 52<

e%$ 'osb#

'5Cabe$ :/ D /alls$ A/G 2008$ Applie% -ental 'aterial$ < t3 e%$ 6la5k4ell Publis3ing$ 7;1or%$ pp&$ 80$ 82$ 8! 7@6rien$ /illiam : 2002$ -ental 'aterial an% T3eir Sele5tion$ ! r% e%$ Fuintessen5e Publis3ing Co$ Cn5$ p& )2<

17