Anda di halaman 1dari 29

1.

Pengertian Tarif Pengertian tarif sering kali diartikan sebagai daftar harga (sewa, ongkos dan sebagainya) sehingga dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa tarif sama dengan harga. Berikut ini akan dikemukakan beberapa pendapat ahli mengenai pengertian tarif, sehingga menjadi jelas pengertian antara tarif dan harga. Ibrahim Pranoto K (1 !"##) mendefinisikan tarif sebagai berikut" tarif disebut juga bea atau duty yaitu sejenis pajak yang dipungut atas barang$barang yang melewati batas negara. Bea yang dibebankan pada impor barang disebut bea impor atau bea masuk (import tarif, import duty) dan bea yang dibebankan pada ekspor disebut bea ekspor, sedangkan bea yang dikenakan pada barang$barang yang melewati daerah pabean negara pemungut disebut bea transitu atau transit duty. %enurut &amdy &ady ('(((")#) tarif adalah pungutan bea masuk yang dikenakan atas

barang impor yang masuk untuk dipakai* dikonsumsi habis di dalam negeri. Pengertian tarif dikemukakan pula oleh +obri (1 !"!1) yaitu suatu pembebanan atas barang yang melintasi daerah pabean (,ostum area). -aerah pabean adalah suatu daerah geografis, yang mana barang$barang bebas bergerak tanpa dikenakan ,ukai (. bea pabean). +edangkan menurut /ulus /.&. /ambunan ('((0"1'2) tarif adalah salah satu instrumen dari kebijakan perdagangan luar negeri yang membatasi arus perdagangan internasional. +elanjutnya menurut 3liminsyah, dkk dalam buku Kamus Istilah 3kuntansi ('(('"' ($' 1) mendefinisikan tarif sebagai pengaturan yang sistematik dari bea yang dipungut atas barang dan jasa yang melewati batas$batas 4egara. -ari pendapat$pendapat diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tarif merupakan pungutan yang dibebankan untuk semua barang$barang yang melewati batas negara baik untuk barang yang masuk maupun keluar. /arif merupakan salah satu kebijakan pemerintahan dalam mengatasi perdagangan dalam negeri dan merupakan salah satu de5isa negara.

Jenis-jenis Tarif +elanjutnya akan dijelaskan beberapa jenis$jenis tarif" 1. /arif nominal " adalah besarnya presentase tarif suatu barang tertentu yang ter,antum dalam Buku /arif Bea %asuk Indonesia (B/B%I). Buku /arif Bea %asuk Indonesia yang digunakan saat ini adalah buku tarif berdasarkan ketentuan harmoni6ed system atau &+ yang menggunakan penggolongan barang dengan sistem digit. Penggolongan barang dengan sistem digit ini akan mempermudah dan memperlan,ar arus perdagangan internasional karena adanya kesatuan kode barang untuk seluruh negara, terutama yang telah menjadi anggota 7orld 8ustoms 9rgani6ation (789) yang bermarkas di Brussel. '. /arif proteksi efektif " /arif proteksi efektif ini disebut juga sebagai :ffe,ti5e ;ate of Prote,tion (:;P), yaitu kenaikan <alue 3dded %anufa,turing (<3%) yang terjadi karena perbedaan antara presentase tarif nominal untuk barang jadi atau 8B= (8ompletely Built$=p) dengan tarif nominal untuk bahan baku*

2.

komponen input impornya atau 8K- (8ompletely Kno,k -own). 1. /arif berdasarkan harga (burden rate) " tarif yang digunakan dalam pembebanan o5erhead pra produksi. 0. /arif bunga efektif (effe,ti5e rate of interest) " adalah tarif bunga di pasaran pada saat pengeluaran obligasi. #. /arif dasar (basing rate)" a. /empat yang dipilih untuk dijadikan dasar penentu dari tarif$tarif pengangkutan dari satu tempat ke tempat lain. b. /arif untuk menentukan tarif$tarif lainnya. ). /arif diskonto (dis,ount rate)" adalah tarif yang digunakan untuk menghitung bunga yang harus dipotongkan dari nilai jatuh tempo dari wesel. !. /arif pajak (ta> rate)" adalah tarif yang diterapkan atas penghasilan kena pajak untuk menghitung pajak penghasilan yang terhutang. /arif ini ditetapkan dalam undang$undang. 2. /arif pajak marjinal (marginal ta> rate)" adalah tarif pajak tertinggi yang dikenakan terhadap laba dari wajib pajak.

/arif transito (,ut ba,k rate)" adalah tarif pengangkutan yang dikenakan untuk pengapalan transito 1(. /arif 5arian upah langsung (dire,t labor rate 5arian,e)" adalah perbedaan biaya antara tarif sebenarnya yang dibayar untuk upah langsung dengan tarif standar untuk memproduksi barang. 11. /arif yang ditentukan lebih dulu (predetermined transfer pri,e)" adalah beban biaya tidak langsung yang ditentukan terlebih dahulu untuk tiap departemen yang menggunakannya. ?adi disini beban$beban yang dianggarkan, sehingga setelah terjadi di,ari selisih efisiensi (spending 5arian,e).
2.1 Konsep Biaya Produksi 2.1.1 Pengertian Biaya Untuk menghasilkan suatu produk (output) tertentu diperlukan sejumlah input. Dari sudut pandang produsen, biaya adalah nilai dari sejumlah input (faktor produksi) yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk (output). utput atau produk bisa berupa jasa pelayanan atau bisa juga berupa barang. Di sektor kesehatan misalnya !umah "akit dan Puskesmas, produk yang dihasilkan berupa jasa pelayanan kesehatan. Untuk menghasilkan pelayanan pengobatan di !umah "akit, diperlukan sejumlah input (faktor produksi) yang antara lain berupa obat, alat kedokteran, tenaga dokter, pera#at, gedung dan sebagainya. Dengan demikian biaya pelayanan pelayanan kesehatan di !umah "akit dapat dihitung dari nilai

(jumlah unit $ harga) obat, alat kedokteran, tenaga dokter, pera#at, listrik, gedung dan sebagainya yang digunakan untuk menghasilkan pelayanan kesehatan. Biaya juga sering diartikan sebagai nilai dari suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output tertentu jika dianalisis dari sudut pandang konsumen. Pengorbanan itu bisa berupa uang, barang, tenaga, #aktu maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi nilai kesempatan untuk memperoleh sesuatu yang hilang karena melakukan suatu kegiatan juga dihitung sebagai biaya yang disebut dengan biaya kesempatan (opportunity uang. 2.1.2 Pengertian Produksi &enurut %hyari (2''2) produksi adalah suatu (ara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia. &enurut "etiaji (2'')), produksi adalah pen(iptaan atau penambahan faedah, bentuk, #aktu dan tempat atas faktor*faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bah#a produksi adalah kegiatan untuk men(iptakan dan menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. 2.1.+ Pengertian Biaya Produksi Biaya produksi merupakan sebagian keseluruhan faktor yang dikorbankan dalam proses produksi untuk menghasilkan produk hingga produk tersebut sampai di tangan konsumen (,idjajanta, ,idyaningsih, 2''-). .adi biaya produksi merupakan pengertian biaya yang dilihat dari sudut pandang produsen, sehingga biaya produksi dapat diartikan sebagai besarnya biaya atau pengorbanan yang harus dikeluarkan oleh produsen untuk mendapatkan faktor produksi yang nantinya bisa digunakan untuk menghasilkan output yang berupa jasa pelayanan ataupun berupa barang. cost). %papun #ujud pengorbanan tersebut, dalam penghitungan biaya semuanya harus ditransformasikan ke dalam nilai

2.2

Klasifikasi Biaya /lasifikasi biaya adalah penggolongan atau proses mengelompokkan se(ara sistematis atas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan*golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau lebih penting.

2.2.1 /lasifikasi Biaya &enurut 0ubungannya dengan "kala Produksi 1. Biaya 1etap Biaya tetap adalah biaya yang dalam periode #aktu tertentu jumlahnya tetap, tidak bergantung pada jumlah pelayanan yang dihasilkan. 2ontohnya 3 nilai dari gedung rumah sakit yang digunakan (biaya gedung yang digunakan tidak berubah baik ketika pelayanannya meningkat maupun menurun), nilai dari peralatan kedokteran, nilai tanah tempat berdirinya rumah sakit. 2. Biaya 4ariabel (Variable Cost) Biaya 5ariabel adalah biaya yang besarnya tergantung pada output yang dihasilkan. &isalnya biaya bahan untuk menghasilkan suatu produk. "emakin banyak produk yang dihasilkan maka semakin banyak bahan yang digunakan. 1ak heran jika biaya semakin besar. +. Biaya semitetap (semifi6ed (ost) Biaya semitetap adalah biaya yang tetap untuk tingkat 5olume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang kostan pada 5olume produksi tertentu. 7. Biaya semi 5ariabel (semi5ariable (ost) Biaya semi5ariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan 5olume kegiatan. Biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya 5ariabel. &isalnya Biaya 1agihan 1elepon, Biaya 1agihan P89 (8istrik). 2.2.2 .enis biaya berdasarkan fungsi dan akti5itas sumber daya a. Biaya langsung (direct cost)

Biaya langsung adalah biaya yang dapat dihitung untuk tiap unit output yang dihasilkan. 1ermasuk biaya langsung misalnya adalah biaya tenaga kesehatan di !umah "akit. b. Biaya tidak langsung (indirect cost) Biaya tidak langsung adalah biaya yang dikeluarkan, tetapi tidak bisa dihitung untuk tiap unit produk yang dihasilkan karena adanya unsur* unsur biaya penggunaan fasilitas bersama. Biaya tidak langsung ini disebut pula overhead cost. 2ontohnya biaya peralatan kantor manajemen !umah "akit. 2.2.+ .enis biaya berdasarkan pertanggungja#aban a. Biaya 1erkendali (controllable cost) %dalah biaya yang se(ara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalam jangka #aktu tertentu. 2ontoh 3 Biaya pemasangan iklan merupakan biaya terkendali bagi manager Pemasaran. b. Biaya 1ak 1erkendali (noncontrollable cost) %dalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu berdasarkan #e#enang yang dimiliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan dalam jangka #aktu tertentu. 2ontoh 3 Biaya penggunaan bahan merupakan biaya tidak terkendali bagi &anager Pembelian 2.2.7 .enis biaya yang digunakan dalam pengambilan keputusan a. Avoidable cost Biaya*biaya yang dapat dihindari sebelum terjadinya suatu keputusan. b. Sunk cost Biaya*biaya yang telah dikeluarkan: diterima sebelum terjadinya suatu keputusan. c. Incremental cost Biaya yang timbul akibat adanya pertambahan:pengurangan output. d. Opportunity cost Biaya alternatif yang ditimbulkan akibat dipilihnya suatu keputusan.

2.3

Penghitungan Total Cost / Biaya Total Dalam menjalankan suatu proses produksi tentu dihasilkan produk baik berupa barang atau pun jasa. "esuai dengan rumus produksi yaitu adanya input, proses, dan output. Barang atau jasa yang dihasilkan merupakan hasil dari penggunaan input modal, tenaga kerja, dan bahan yang selanjutnya diproses menjadi barang dan jasa. Perusahaan mendapatkan input tersebut dari pasar ; pasar faktor produksi. "elanjutnya tentu sebuah perusahaan akan menghitung berapa jumlah biaya total yang timbul untuk memproduksi sejumlah barang.

2.+.1 !umus Dalam Penghitungan Biaya 1otal Biaya total adalah keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan. Biaya total berarti pula total pengeluaran terendah yang diperlukan untuk memproduksi setiap tingkat output. Biaya total akan meningkat ketika kuantitas dari barang yang diproduksi juga meningkat. Dalam makalah ini di(ontohkan tiga jenis penghitungan biaya produksi yang berbeda klasifikasi namun hasil penghitungan akhirnya tetap sama, adapun penghitungannya sebagai berikut 3 1. Berdasarkan "kala Produksi. 12 < =2 > 42 /eterangan 3 12 < Total cost =2 < i!ed cost 2. Berdasarkan 8ama penggunaannya 12 < ?2 > 2 > &2 /eterangan 3 12 < Total cost ?2 < Investment cost 2 < Operasional cost &2 < "aintanance cost +. Berdasarkan =ungsi Produksi 12 < ?D2 > D2 /eterangan 3 12 < Total cost ?D2 < Indirect cost D2 < #irect cost

2.3.2 Penghitungan Satuan Biaya Rata-Rata Biaya satuan adalah biaya yang dihitung untuk satu satuan produk (pelayanan). Biaya satuan diperoleh dari biaya total (12) dibagi jumlah produk (@) atau 12:@. Dengan demikian dalam menghitung biaya satuan harus ditetapkan terlebih dahulu besaran produk. Biaya satuan seringkali disamakan dengan biaya rata*rata (avera$e cost). Penetapan besaran satuan produk itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan. &akin ke(il satuan produk:pelayanan akan makin rumit dalam menghitung biaya satuan. !umus biaya satuan 3 Unit cost%Avera$e cost /eterangan 3 12 < Total Cost =2 < i!ed Cost %2 < Avera$e cost %42 < Avera$e variable cost Dengan melihat rumus biaya satuan (12:@) tersebut, maka jelas tinggi rendahnya biaya satuan suatu produk tidak saja dipengaruhi oleh besarnya biaya total tetapi juga dipengaruhi oleh besarnya produk atau pelayanan. Biaya satuan ada 2 ma(am, yaitu3 a. Biaya satuan actual%biaya tetap rata*rata:avera$e 'i!ed cost ( A C Aaitu biaya tetap yang dikeluarkan unit produksi perusahaan untuk menghasilkan satu output berdasarkan besaran produk perusahaan. 9ilai %=2 hanya dipengaruhi oleh perubahan output karena jumlah 1=2 sifatnya konstan. %=2 < 1=2 @ /ur5a %=2 merupakan sebuah garis lengkung yang mengarah ke kanan ba#ah. 0al ini memang seharusnya demikian sebab kedua ujung kur5a %=2 semakin lama semakin mendekati garis sumbu grafik tetapi tidak pernah menyinggung apalagi memotong sumbu*sumbunya. 0al 42 < variable Cost @ < &uantity o' Output %=2 < Avera$e 'i!ed cost %2 < %=2 > %42

ini karena di ujung kiri, pada tingkat output nol, nilai %= adalah tak hingga (B). "edangkan di ujung kanan, nilai %=2 tidak mungkin sama dengan nol, berapapun jumlah output yang dihasilkan.
Biaya Rerata

AFC

Crafik /ur5a biaya tetap rata*rata b. Biaya satuan normative%biaya 5ariabel rata*rata:Avera$e variable cost ( AVC Aaitu biaya yang diperlukan untuk menghasilkan satu jenis produk perusahaan menurut standar baku dengan melihat kapasitas dan utilitasnya. %42 < 142 @ Penetapan harga yang rasional mutlak memerlukan informasi tentang biaya satuan. Dalam kenyataan tidak mudah menghitung biaya satuan, antara lain karena produk perusahaan (enderung sangat banyak. /ur5a 12 memiliki memiliki bentuk persis dengan kur5a 42 (hanya letaknya saja yang berbeda), bentuk kur5a biaya rata*rata (%2) itu pun juga menyerupai bentuk kur5a biaya 5ariabel rata*rata (%42). /alau bentuk kur5a biaya 5ariabel rata*rata menyerupai huruf U, bentuk kur5a biaya rata*rata itu pun juga menyerupai huruf U. Biaya rata*rata mula*mula sekali turun dan sesudah di(apai suatu titik tertentu, lalu mulai naik.
Biaya Rerata AVC L 0 K Q AFC

Crafik /ur5a Biaya 4ariabel !ata*rata 9amun demikian, meskipun bentuk kur5a biaya rata*rata (%2) ini juga menyerupai huruf U tetapi ada perbedaan dengan kur5a biaya 5aribel rata*rata (%42). Bedanya adalah bah#a kur5a biaya rata*rata (%2) itu turun dengan (epat, tetapi naik dengan perlahan*lahan. Dengan kata lain, bagian kiri kur5a itu lebih (uram dibandingkan bagian kanannya. 0al ini dapat terjadi karena adanya pengaruh dari kur5a biaya tetap rata*rata (%=2). /ita ketahui bah#a kur5a biaya tetap rata*rata mula*mulai turun dengan tajam, untuk kemudan makin lama makin melandai. Bagian pertama kur5a %=2 yang (uram itu ketika bergabung dengan bagian kur5a %42 yang juga turun menghasilkan kur5a biaya rata*rata yang (uram. "elanjutnya bagian kanan kur5a biaya 5ariabel rata*rata yang naik ketika bergabung dengan bagian kanan kur5a biaya tetap rata*rata yang landai, lalu menghasilkan kur5a biaya rata*rata yang sekalipun naik* landai. ?tu sebabnya mengapa kur5a biaya rata*rata mempunyai bentuk yang sebelah kiri turun dengan (epat dan bagian kananya naik dengan lebih lambat, dan itu pula sebabnya mengapa kur5a biaya rata*rata tidak terletak tepat di atas kur5a biaya 5ariabel rata*rata sebagaimana kur5a 12 terletak tepat di atas kur5a 42, melainkan antara keduanya terpisahkan oleh jarak 5ertikal yang makin ke kanan makin menyempit. Berkaitan dengan hal ini, setiap titik di sepanjang kur5a biaya rata*rata menyatakan besarnya biaya total yang harus dipikul oleh setiap satuan output. Biaya rata*rata ini paling rendah ketika kur5a biaya rata*rata men(apai titiknya yang terendah. 0al ini menerangkan bah#a pada saat biaya rata*rata terendah itu output telah dihasilkan dengan (ara yang paling efisien, artinya setiap satuan output telah dihasilkan dengan biaya yang serendah*rendahnya. ?tulah sebabnya tingkat output

yang dihasilkan ketika biaya rata*rata adalah terendah atau minimum seperti itu disebut sebagai tingkat output yang optimal. Biaya satuan pada pelayanan kesehatan memiliki karakteristik, antara lain sebagai berikut3 a Biaya yang dihitung tersebar di unit Biaya produksi dan unit penunjang. "ehingga perlu metode distribusi biaya untuk mengalokasikan biaya yg ada di unit penunjang ke unit produksi b ( utput pelayanan kesehatan sangat beragam, baik unit pelayanan maupun tindakannya. %da yg sifatnya ideal (kapasitas) dan aktual (apa adanya), yang disebut unit (ost normatif dan unit (ost a(tual

2.

Break !"en Point #Titik $%pas& a. "yarifuddin %l#i (1DD') "uatu keadaan perusahaan dimana dengan keadaan tersebut perusahaan tidak mengalami kerugian juga perusahaan tidak mendapatkan laba sehingga terjadi keseimbangan atau impas. hal ini bisa terjadi bila perusahaan dalam pengoperasiannya menggunakan biaya tetap dan 5olume penjualannya hanya (ukup untuk menutup biaya tetap dan biaya 5ariable. b. Bambang !iyanto (1DDE) 4olume penjualan di mana penghasilannya (revenue) tepat sama besarnya dengan biaya totalnya, sehingga perusahaan tidak mendapatkan keuntungan atau menderita kerugian. (. "ulyadi (2''1)

2.7.1 Pengertian )reak *ven +oint (1itik ?mpas) menurut para ahli

/eadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Dengan kata lain, suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan atau revenue (penghasilan) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. d. &enurut D#i Prasto#o Darminto dan !ifka .ulianty (2''2) dalam bukunya %nalisa 8aporan /euangan 3 /onsep dan &anfaat 1itik impas adalah titik dimana total biaya sama dengan total penghasilan. e. &enurut 0enry "imamora (2''2) dalam bukunya %kuntansi &anajemen, 4olume penjualan dimana jumlah pendapatan dan jumlah bebannya sama, tidak terdapat laba maupun rugi. f. %rmila /risna ,arindrani, (2''F) )reak *ven +oint kondisi perusahaan yang tidak memperoleh laba dan tidak mengalami kerugian, dengan mengetahui )reak *ven +oint dimana perusahaan akan meningkatkan penjualan diatas break even point untuk mendapatkan laba dan menghindarkan penjualan diba#ah )reak *ven +oint karena akan menderita kerugian.adalah g. Darsono Pra#ironegoro dan %ri Pur#anti (2'')) Posisi dimana perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian. BGP atau titik impas sangat penting bagi manajemen untuk mengambil keputusan untuk menarik produk atau mengembangkan produk. h. &enurut Bastian Bustami dan 9urlela (2''D) dalam bukunya %kuntansi Biaya &elalui Pendekatan &anajerial 1itik impas "uatu keadaan dimana perusahaan yang pendapatan dan penjualannya sama dengan jumlah total biayanya atau besarnya kontribusi marjin sama dengan total biaya tetap. 2.7.2 &anfaat )reak *ven +oint &enurut "oehardi "igit, (2''2), %nalisis )reak *ven +oint dapat digunakan untuk membantu menetapkan sasaran dan tujuan perusahaan.

%nalisis Break e5en se(ara umum dapat memberikan informasi kepada pimpinan, bagaimana pola hubungan antara 5olume penjualan, cost:biaya, dan tingkat keuntungan yang akan diperoleh pada le5el penjualan tertentu. Dalam analisis BGP terdapat manfaat bagi manajemen antara lain3 1) &embantu pengendalian melalui anggaran (bud$etery control). &embantu menunjukkan perubahan apabila ada yang diperlukan untuk menjadikan biaya selaras dengan pendapatan. 2) &eningkatkan dan menyeimbangkan penjualan. Berlaku sebagai sinyal peringatan untuk menggugah manajemen terhadap kemungkinan kesulitan dalam program penjualan. .ika penjualan se(ara relatif tidak (ukup tinggi dibandingkan dengan biasanya seperti semestinya, kenyataan ini akan diperhatikan. Dengan demikian akan tersedia (ukup #aktu guna menge5aluasi kembali teknik penjualan. +) &enganalisa dampak 5olume penjualan. &emberi ja#aban atas pertanyaan seperti3 a. Berapa banyak 5olume penjualan saat ini bisa berkurang sebelum industri menderita rugiH b. Berapa kenaikan laba bila ada kenaikan 5olume penjualanH 7) &enganalisis harga jual dan dampak perubahan biaya. &enunjukkan pengaruh yang mungkin terjadi atas laba akibat perubahan harga jual yang disertai oleh perubahan lain, sebagai (ontoh3 a. Perubahan apa yang dapat diharapkan dalam laba jika terjadi perubahan harga dengan asumsi semua faktor lainnya tetap:konstanH b. .ika harga barang dikurangi apa kombinasi perubahan 5olume dan biaya yang paling praktis untuk diberikan dan apa pengaruh bersih kombinasi industri tersebut terhadap labaH (. Demikian pula jika harga naik apa kombinasi perubahan dan pengaruhnya terhadap laba yang layak untuk diharapkanH E) &erundingkan upah. &embantu manajemen karena3

a. &enunjukkan dengan (epat kemungkinan pengaruh perubahan usulan gaji terhadap laba (dianggap tidak ada perubahan efisiensi karya#an). b. &emberikan industri. F) &enganalisa bauran produk. &emungkinkan dilakukan pengujian krisis atas bauran produk. %nalisa impas untuk tiap jalur produk merupakan bantuan yang berharga dalam menentukan produk mana yang mungkin harus dihapuskan. -) &enilai keputusan*keputusan kapitulasi dan ekspansi lanjutan memberi sarana guna menilai terlebih dahulu usulan belanja barang modal yang dapat mengubah struktur biaya industri )) &enganalisa margin pengamanan sebagai (adangan margin pengaman dan (ara untuk mempengaruhi melalui pengamanan. %nalisis break even dapat membantu pimpinan dalam mengambil keputusan mengenai hal*hal sebagai berikut3 a. .umlah penjualan minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. b. .umlah penjualan yang harus di(apai untuk memperoleh keuntungan tertentu. (. "eberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi. d. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan 5olume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh. 2.7.+ 1ujuan )reak *ven +oint a. &en(ari tingkat akti5itas dimana pendapatan sama dengan biaya. b. &enunjukan suatu sasaran 5olume penjualan minimal yang harus diraih. (. &emungkinkan perusahaan mengetahui apakah mereka beroperasi dekat atau jauh dari titik impas. 2.7.7 %sumsi Dasar BGP bantuan dalam menentukan kemungkinan penghematan efisiensi yang dapat melindungi posisi laba

Dalam penggunaan teknik analisis titik impas digunakan beberapa asumsi dasar sebagai berikut 3 1. 1arif setiap jenis pelayanan diasumsikan konstan pada berbagai tingkatan 5olume pemakaian. %sumsi ini diperlukan untuk menggambarkan penerimaan dalam bentuk garis lurus. 2. "emua elemen biaya produksi dapat dikelompokkan kedalam kelompok biaya tetap dan biaya 5ariabel. Biaya 5ariabel mempunyai 5ariabilitas terhadap output yang diproduksi bukan terhadap kegiatan lain di luar produksi. +. 0arga faktor produksi (seperti upah pega#ai, harga kapital, dll) diasumsikan konstan pada berbagai tingkatan kegiatan produksi. %sumsi ini diperlukan untuk menggambarkan biaya dalam bentuk garis lurus. 7. /apasitas yang dimiliki firma adalah tidak berubah, karena perubahan kapasitas yang dimiliki rumah sakit dapat merubah pola hubungan antara biaya penerimaan dan laba. %sumsi ini menunjukkan bah#a analisis titik impas hanya kita gunakan dalam periode jangka pendek. E. 1ingkat efisiensi dari rumah sakit tidak berubah, karena program efisiensi yang sangat berhasil ataupun sebaliknya tingkat pemborosan yang luar biasa akann berpengaruh terhadap pola hubungan biaya penerimaan dan laba. F. 1ingkat dan metode teknologi yang digunakan oleh rumah sakit tidak berubah. Perubahan tingkat dan metode teknologi yang digunakan rumah sakit dapat mempengaruhi pola hubungan antara biaya penerimaan dan laba. -. %pabila rumah sakit menyediakan berma(am*ma(am jenis pelayanan (di5ersifikasi) maka komposisi jasa yang dita#arkan diasumsikan tidak berubah. Perubahan komposisi ini akan berakibat berubahnya persentase laba kontribusi. 2.7.E &enentukan )reak *ven +oint (BGP) : 1itik ?mpas 1) !umusan untuk menghitung BGP < titik impas dengan rumus matematika

a) %tas dasar rupiah

b) %tas dasar unit

/eterangan3 =2 42 P " BGP(!p) BGP (@) 3 Biaya tetap 3 Biaya 5ariabel per unit 3 0arga jual per unit 3 Penjualan 3 .umlah untuk produk yang dihasilkan impas dalam rupiah 3 .umlah untuk produk yang dihasilkan impas dalam unit 2) %nalisis BGP dengan grafik
P (000) Q

TC

30 0 15 0

BEP

VC

P FC

60

Q (000)

,ra'ik -...Crafik BGP +) &etode ITrial and *rrorJ Penghitungan )reak *ven +oint dapat dilakukan dengan (ara ITrial and *rrorJ atau (ara (oba*(oba, yaitu dengan menghitung keuntungan netto dari suatu 5olume produksi atau penjualan tertentu. %pabila penghitungan tersebut menghasilkan keuntungan, maka diambil 5olume penjualan yang lebih rendah. %pabila dengan mengambil suatu 5olume penjualan tertentu perusahaan menderita kerugian, maka kita akan mengambil 5olume penjualan yang lebih besar. Demikian seterusnya sehingga di(apai 5olume penjualan dimana penghasilan penjualan tepat sama dengan biaya total. 2.7.F 2!! (Cost /ecovery /ate) 2ost !e(o5ery !ate adalah nilai dalam persen yang menunjukkan seberapa besar kemampuan rumah sakit menutup biayanya (2ost) denganpenghasilan yang didapatkan retribusi pasien (re5enue). !umus perhitungannya adalah 3

1ujuan dari perhitungan 22! dapat digunakan sebagai indikator kinerja keuangan rumah sakit serta mengidentifikasi keadaan untung atau ruginya rumah sakit. ?dealnya 2!! di suatu organisasi adalah K1 atau K 1''L, .ika 2!! <1 atau 1''L berarti organisasi tersebut belum memperoleh keuntungan se(ara finansial, tidak ada selisih antara pendapatan dengan pengeluaran (#ulandari, 2''+). Dalam Peraturan Pemerintah !epublik ?ndonesia 9omor 2+ tahun 2''E tentang pengelolaan keuangan badan layanan umum IPasal 1, yang disebut B8U (Badan 8ayanan Umum) adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan

barang dan atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan men(ari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produkti5itasJ. Persyaratan rumah sakit yang ingin menjadi B8U, antara lain harus memiliki cost recovery rate atau anggaran yang bias diperoleh dari pelayanan sebesar F' L , rumah sakit harus memiliki ren(ana bisnis dan nera(a yang siap di audit serta memiliki peraturan atau hospital by la0.

B'B $$$ 'P($K'S$ P!)*+$T,)*') B$'-' PR./,KS$0 B!P /') CRR P'/' P!('-')') +'!1'T.(.*$ ('B.R'T.R$,1 /$ -'-'S') K!S!+'T') T!(K.1 S,R'B'-'

3.1 'nalisa Biaya Produksi0 B!P dan CRR pada Poli *igi -ayasan Kesehatan Telko% Sura2aya 1. ?dentifikasi biaya per bulan di poli gigi Aayasan /esehatan 1elkom "urabaya adalah sebagai berikut 3 )o. 1. 2. +. 7. E. F. -. ). D. 1'. 11. 12. 1+. 17. ,nsur Biaya 9ilai ?n5estasi 1anah Depresiasi 9ilai Cedung Depresiasi %lat &edis Depresiasi %lat 9on &edis Biaya Pemeliharaan Cedung Biaya Pemeliharaan %lat &edis Caji Dokter Cigi (1 orang) Caji Pera#at Cigi (1 orang) Caji 1enaga /ebersihan (1 orang) Biaya 8istrik Biaya %ir Biaya 1elepon Biaya Bahan 0abis Pakai Biaya Pen(etakan /artu Pasien Biaya #Rp& 15.666.667 28.888.888 19.888.888 9.988.888 298.888 988.888 .988.888 2.988.888 588.888 988.888 298.888 288.888 1.888.888 198.888 3C/4C =2 =2 =2 =2 42 42 =2 =2 =2 42 42 42 42 42 /C/$/C ?D2 D2 D2 D2 D2 D2 D2 D2 ?D2 D2 ?D2 ?D2 ?D2 D2 $C/.C ?2 ?2 ?2 ?2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

Total Cost #Biaya Produksi Total&

78.516.667

2. Penghitungan Unit 2ost ,Cn : T3C/;<ap = T4C/;a< < !p F).)1F.FF-,'' : D''> !p 2.1''.''','' : F+' < !p -F.7F+,'' > !p +.++7,'' < !p -D.-D-,'' /eterangan 3 U2n 1=2 @(ap < Unit 2ost 9ormatif < 1otal =i6ed 2ost < .umlah target pasien per bulan, diperoleh dari pasien supply maksimal 142 @a( < 1otal 4arible 2ost < .umlah pasien a(tual, diperoleh dari data rata*rata pasien per bulan .adi unit (ost normatif Poli Cigi Aayasan 1elkom "urabaya adalah !p. -D.-D-,''

Penghitungan Unit 2ost %ktual3 ,Ca< : TC/;a< < !p -'.D1F.FF-,'':F+' < !p 112.EFF,''

/eterangan 3 U2a( 12 < Unit 2ost %ktual < 1otal 2ost

@a( < .umlah pasien aktual per bulan, diperoleh dari jumlah rata* rata pasien per bulan +. Penghitungan BGP ;B!P#u& : T3C / #P-'4C& < !p. F).)1F.FF-,'' : (!p 1''.''','' * !p. +.++7,'') < !p. F).)1F.FF-,'': !p DF.FFF,'' < -11 pasien

/eterangan 3 @BGP(u) 1=2 P %42 3 1ingkat output dimana keadaan titik impas terjadi 3 Biaya tetap total 3 1arif per unit, diasumsikan rata*rata !p 1''.''','' 3 Biaya 5ariabel per unit

;B!P#sales&

: T3C / >1-#'4C/P&? < !p. F).)1F.FF-,'' : M1 * (!p. +.++7,'' : !p 1''.''','')N < !p. F).)1F.FF-,'' : ',DFFFF

< /eterangan 3 @BGP(sales) 1=2 P %42

< !p -1.1D'.17-,''

3 1ingkat penjualan dimana keadaan titik impas terjadi 3 Biaya tetap total 3 1arif per unit 3 Biaya 5ariabel per unit

.adi, poli gigi mengalami keadaan titik impas pada pasien ke -11 atau tingkat penjualan sebesar !p. -1.1D'.17-,''.

7. Penghitungan 2!! 2!! pada poli gigi Aayasan 1elkom dapat dihitung dengan (ara3 2!! 1otal < 1! : 12 6 1''L < F+' 6 !p. 1''.''','' : !p 78.516.667088 6 1''L < !p F+.'''.''','' : !p -'.D1F.FF-,'' 6 1''L < )),D L /eterangan 3 2!! 1otal 1! 12 3 2ost !e(o5ery !ate 3 1otal !e5enue < @a( 6 P 3 1otal 2ost

.adi tingkat kemampuan pengembalian biaya poli gigi adalah sebesar )),DL

3.2 'nalisa Biaya Produksi0 B!P dan CRR pada Pelayanan +ae%atologi (a2oratoriu% di -ayasan Kesehatan Telko% Sura2aya 1. ?dentifikasi biaya per tahun di Pelayanan 0aematologi 8aboratorium di Aayasan /esehatan 1elkom "urabaya adalah sebagai berikut 3

)o. 1. 2. +. 7. E. F. -. ). D. 1'. 11. 12. 1+. 17.

,nsur Biaya 9ilai ?n5estasi 1anah Depresiasi 9ilai Cedung Depresiasi %lat &edis Depresiasi %lat 9on &edis Biaya Pemeliharaan Cedung Biaya Pemeliharaan %lat &edis Caji analis medis (2 orang) Caji administrator (1 orang) Caji 1enaga /ebersihan (1 orang) Biaya 8istrik Biaya %ir Biaya 1elepon Biaya Bahan 0abis Pakai Biaya Pen(etakan /artu Pasien

Biaya #Rp& 236.888.888 288.888.888 198.888.888 1@8.888.888 5.888.888 12.888.888 66.888.888 21.688.888 18.@88.888 5.888.888 .288.888 2. 88.888 12.888.888 1.@88.888

3C/4C =2 =2 =2 =2 =2 =2 =2 =2 =2 42 42 42 42 42

/C/$/C ?D2 D2 D2 D2 D2 D2 D2 D2 ?D2 D2 ?D2 ?D2 D2 D2

$C/.C ?2 ?2 ?2 ?2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

Total Cost #Biaya Produksi Total& 2. Penghitungan Unit 2ost ,Cn : T3C/;<ap = T4C/;a<

51 .@88.888

< !p ))E.7''.''','' : +F'' > !p 2D.7''.''','' : +27' < !p 27E.D7E,'' > !p D.'-E,'' < !p 2EE.'2','' /eterangan 3 U2n 1=2 @(ap < Unit 2ost 9ormatif < 1otal =i6ed 2ost < .umlah target pasien per tahun, misal target yayasan adalah +F'' pasien setahun 142 < 1otal 4arible 2ost

@a(

< .umlah pasien a(tual, diasumsikan D'L dari target < +27' pasien

Penghitungan Unit 2ost %ktual3 ,Ca< : TC/;a< < !p D17.)''.''','' :+27' < !p 2)2.+7E,''

/eterangan 3 U2a( 12 @a( < Unit 2ost %ktual < 1otal 2ost < %sumsi jumlah pasien aktual dalam setahun (D'L dari target)

.adi, di Pelayanan 0aematologi 8aboratorium di Aayasan /esehatan 1elkom "urabaya memiliki unit (ost normatif < !p. 2EE.'2','' dan unit (ost a(tual < !p 2)2.+7E,''

+.

Penghitungan BGP ;B!P#u& : T3C / #P-'4C& < !p. ))E.7''.''','' : (!p 2E'.''','' * !p. D.'-E,'') < !p. ))E.7''.''','' : !p 27'.D2E,'' < +F-F pasien

/eterangan 3 @BGP(u) 1=2 P 3 1ingkat output dimana keadaan titik impas terjadi 3 Biaya tetap total 3 1arif per unit, diasumsikan !p 2E'.''',''

%42

3 Biaya 5ariabel per unit

;B!P#sales&

: T3C / >1-#'4C/P&? < !p. ))E.7''.''','' : M1 * (!p D.'-E,'' : !p 2E'.''','')N < !p. ))E.7''.''','' : ',DF+F7 < !p D1).)'-.)E7,''

/eterangan 3 @BGP(sales) 1=2 P %42 3 1ingkat penjualan dimana keadaan titik impas terjadi 3 Biaya tetap total 3 1arif per unit 3 Biaya 5ariabel per unit

.adi, Pelayanan 0aematologi 8aboratorium di Aayasan /esehatan 1elkom "urabaya mengalami keadaan titik impas pada pelayanan pasien ke +F-F atau tingkat penjualan sebesar !p D1).)'-.)E7,''.

7. Penghitungan 2!! 2!! pada poli gigi Aayasan 1elkom dapat dihitung dengan (ara3 CRR Total : TR / TC A 188B < +27' 6 !p. 2E'.''','' : !p D17.)''.''','' 6 1''L < !p )1'.'''.''','' : !p D17.)''.''','' 6 1''L < )),E7 L /eterangan 3 2!! 1otal 3 2ost !e(o5ery !ate

1! 12

3 1otal !e5enue < @a( 6 P 3 1otal 2ost

.adi tingkat kemampuan pengembalian biaya poli gigi adalah sebesar )),E7L