Anda di halaman 1dari 3

TUGAS INVENTARISASI HUTAN

INVENTARISASI HUTAN MENYELURUH BERKALA

Disusun oleh : Nama Nim : Ramadhini Febby L : 12/332175/SV/00891

PROGRAM STUDI DIPLOMA III PENGELOLAAN HUTAN

SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

INVENTARISASI HUTAN MENYELURUH BERKALA

IHMB atau Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala adalah kegiatan pengumpulan data dan informasi tentang kondisi sediaan tegakan hutan (timber standing stock), yang dilaksanakan secara berkala 1 (satu) kali dalam 10 (sepuluh) tahun pada seluruh petak di dalam kawasan hutan produksi setiap wilayah unit pengelolaan/manajemen. Ketentuan mengenai pelaksanaan IHMB ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.33/Menhut-II/2009, tentang Pedoman Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala pada Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) pada Hutan Produksi. Didalamnya disebutkan RKUPPHK-HA dan RKUPHHK-HT dibuat berdasarkan inventarisasi hutan berkala sepuluh tahunan yang dilakukan pemegang izin berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Permenhut No. P.33/Menhut-II/2009. Tujuan Pelaksanaan IHMB: 1. Untuk mengetahui kondisi sediaan tegakan (timber standing stock) pada hutan alam dan kondisi sediaan tegakan tanaman pokok pada hutan tanaman secara berkala pada tegakan hutan yang sama; 2. Sebagai bahan dasar penyusunan RKUPHHK-HA atau RKUPHHK-HT atau RKUPHHK-KPHP sepuluh tahunan, khususnya dalam menyusun rencana pengaturan hasil dalam mewujudkan pengelolaan hutan produksi lestari (sustainable forest management); 3. Sebagai bahan pemantauan kecenderungan (trend) kelestarian sediaan tegakan hutan di areal IUPHHK-HA atau IUPHHK-HT dan atau KPHP. Ruang lingkup pedoman ini meliputi pengaturan tata cara penyelenggaraan IHMB pada hutan produksi yang dikelola dalam IUPHHK-HA dan IUPHHK-HT (kayu pulp dan kayu pertukangan) serta KPHP. Pedoman ini tidak diwajibkan pada IUPHHK-HT Transmigrasi (IUPHHK-HT Trans), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Tanaman Hasil Rehabilitasi (HTHR) dan hutan tanaman yang dikelola Perum Perhutani di Jawa dan Madura. Waktu Pelaksanaan IHMB dilaksanakan 1 (satu) kali dalam setiap 10 (sepuluh) tahun; Hasil IHMB menjadi dasar perhitungan Annual Alowable Cut (AAC) untuk IUPHHK-HA dan dasar perhitungan etat untuk IUPHHK-HT kayu pertukangan. Pada IUPHHK-HT yang baru, IHMB dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan pembangunan tanamannya. Sedangkan untuk pengendalian IHMB Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan melaksanakan pengendalian IHMB melalui Wasganis PHPL Canhut sesuai Peraturan Menteri Kehutanan No. P.58/Menhut-II/2008 Tentang Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Sebelum dilaksanakan pengambilan data IHMB di lapangan, pihak pelaksana (dalam hal ini Unit Manajemen IUPHHK-HA/IUPHHK-HTI) diwajibkan menyerahkan dokumen Rencana Kerja IHMB kepada Departemen Kehutanan (dalam hal ini Dirjen BPK) dengan kelengkapannya sebagai berikut :

1. Data penginderaan jauh resolusi spasial sedang (10 m 30 m) dengan umur perekaman data tidak lebih dari 2 tahun serta mempunyai kualitas citra yang baik dengan maksimum tutupan areal sebesar 5%. 2. Peta petak dalam areal kerja, peta jalan, sungai dan lokasi pemukiman atau perkampungan baik dalam bentuk digital maupun hasil cetak (hardcopy). 3. Rencana bagan sampling dan bentuk plot contoh. 4. Rencana alat dan perlengkapan di lapangan. 5. Tata waktu pelaksanaan. 6. Rencana penyediaan tenaga kerja dan organisasi. 7. Rancangan pengolahan, analisis data dan pelaporan hasil. 8. Rencana luaran (output). Adapun Tahapan pengambilan sample/survey IHMB di lapangan dapat dirinci sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Penentuan Titik Awal Regu Penempatan Plot Contoh di Lapangan Pembuatan Plot Contoh Pemasangan Label Pohon Pengumpulan Data Pengolahan Data dan Penyelesaian Laporan

Pemanfaatan hasil IHMB antara lain akan digunakan untuk: Penyesuaian JPT RKU yang telah disusun, Penataan areal/blok RKT, Manajemen standing stock, Bahan pemantauan dan evaluasi kelestarian tegakan, dan Penyusunan perencanaan pemanfaatan hutan produksi sesuai prinsip kelestarian.