Anda di halaman 1dari 2

4.2 Pembahasan 4.2.

1 kalibrasi sight glass Berdasarkan percobaan, kalibrasi sight glass dilakukan untuk mengetahui volume sebenarnya, dari grafik diperoleh persamaan garis dan nilai , persamaan tersebut

menunjukkan bahwa volume dari tangki tersebut tidak mencapai volume maksimum pada skala 50.

4.2.2 Penyaringan dengan plate and frame yang dilarutkan dengan H2O merupakan suatu larutan suspensi yang disebut juga sebagai slurry, pengangkutan menggunakan sistem perpipaan dan pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal digunakan karena tidak memerlukan tekanan yang terlalu tinggi. Kecepatan pengangkutan bergantung pada besarnya laju alir fluida, dan laju alir fluida sangat dipengaruhi oleh perbedaan densitas antara zat padat dengan zat cair, diameter partikel, konsentrasi slurry, dan besar pipa. Gaya dorong yang digunakan yaitu beda tekan.

4.2.3 Pengaruh beda tekan pada konsentrasi berbeda terhadap nilai Rm Nilai Rm yang diperoleh meningkat dengan kenaikkan nilai P dan kenaikkan nilai konsentrasi suspensi. Pada percobaan yang dilakukan diperoleh cake yang tertahan pada plat dan frame sangat banyak. Hal ini menyebabkan semakin besra pula nilai tahanan medium filter (Rm).

4.2.4 Pengaruh beda tekan terhadap nilai Rc Dengan berjalannya waktu, nilai tahanan cake (Rc) akan semakin besar. Hal ini disebabkan karena semakin banyak volume filtrat yang ke luar maka semakin banyak pula cake yang tertahan pada medium filter. Semakin banyak cake yang menumpuk pada medium filter, maka tahanan cake (Rc) akan semakin besra pula. Pada percobaan yang dilakukan, nilai Rc terus meningkat disetiap waktu kenaikkan volume filtrat. Hal ini disebabkan karena konsentrasi dari umpan yang cukup besar yaitu 5%, 10%, dan 15%. Meskipun hanya mengambil enam titik untuk mengukur waktu dan volume filtrat yang ke luar, akan tetapi cake yang tertahan cukup banyak karena pengaruh dari konsentrasi umpan.

4.2.5 penentuan densitas dan viskositas filtrat

Pada percobaan yang dilakukan diperoleh filtrat yang jernih. Pada variasi pltae and frame 4x4, filtrat yang dihasilkan lebih jertnih dibandingkan dengan variasi plate and frame 3x3 pada tekanan yang sama. Densitas filtrat yang diperoleh semuanya sama, akan tetapi viskositas yang diperoleh masing-masing filtra berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena filtrat yang diperoleh memiliki kejernihan yang berbeda-beda. 4.2.6 pengaruh beda tekan terhadap nilai Nilai tahanan spesifik akan semakin besar apabila beda tekan semakin besar. Beda tekan yang semakin besar menyebabkan laju alir suspensi akan semakin besar pula sehingga cake yang dihasilkan di medium filter semakin banyak pula.

4.2.7 Pengaruh beda tekan terhadap kompresibilitas (s) Faktor kompresibilitas (s) hanya dipengaruhi oleh konsentrasi suspensi. Berdasarkan hasil percobaan, perbedaan konsentrasi menyebabkan faktor kompresibilitas berubah.