Anda di halaman 1dari 63

1

OHSAS 18001
Occupational Health & Safety Management System

ISO 14001
Environment Management System

Occupational Health Safety & Environment

Integration Management System

OHSAS 18001
Continual Improvement OHS Policy Management Review OHS Planning Management Review

ISO 14001
Continual Improvement Environment Policy Environment Planning

Checking and Corrective Action

Implementation And Operation Continual Improvement OHSE Policy Management Review OHSE Planning

Checking and Corrective Action

Implementation And Operation

Checking and Corrective Action

Implementation And Operation

Hazard Environmental Aspect Identification Risk-Impact Assessment Risk Control

Resources, Roles, Responsibility, Accountability, Authority

Monitoring & Measurement Performance

Competency, Training & Awareness Communication, Participation, Consultation

Management Review

Evaluation of Compliance Incident Investigation, NC-Corrective & Preventive Action

Occupational Health Safety & Environment Management Programs

Documentation

Control of Document

Control of Record

OHSE Legal & Other Requirements

Operational Control Emergency Preparedness and Response Internal Audit

Integrated Management System

Requirements

Based on

OHSAS 18001 : 2007


ISO 14001 : 2004
5

Occupational Health & Safety (OHS):


Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah kondisi dan faktor faktor yang berpengaruh atau dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan karyawan, pekerja sementara (temporer), pekerja kontraktor, tamu dan pekerja lainnya di area kerja. (3.12)

Environment (Lingkungan) :
adalah keadaan sekeliling dimana organisasi beroperasi termasuk udara, air, tanah, sumberdaya alam, flora, fauna, manusia dan interaksinya. (3.6)

Occupational Health & Safety (OHS) Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)

Environment / Lingkungan

Hazard (Bahaya):
Sumber, situasi, atau tindakan dengan potensial bahaya yang menyebabkan cidera atau gangguan kesehatan atau kombinasi keduanya. (3.6)

Aspek Lingkungan :
Unsur kegiatan atau produk atau jasa organisasi yang dapat berinteraksi dengan lingkungan. (3.7)

Risk (Resiko) : Kombinasi kemungkinan terjadinya bahaya atau paparan dan keparahan cidera atau gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh kejadian atau paparan. (3.22)

Dampak Lingkungan :
Setiap perubahan pada lingkungan baik yang merugikan atau bermanfaat yang keseluruhannya atau sebagian disebabkan oleh aspek lingkungan organisasi. (3.8)

4. Persyaratan Sistem Manajemen

Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan

4.1. Persyaratan Umum

Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan, memelihara dan memperbaiki sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan secara berkelanjutan sesuai dengan persyaratan standar OHSAS 18001 dan ISO 14001 dan menentukan bagaimana organisasi akan memenuhi persyaratan tersebut. Organisasi harus menetapkan dan mendokumentasikan lingkup sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja dan lingkungannya.

Pengembangan & Implementasi

Disyahkan oleh Top Manajemen

Disimpan sebagai dokumen SMK3L


SMK3L diterapkan pada seluruh proses mencakup aktivitas, produk dan service

Dipantau dan diukur penerapan

Dikaji efektivitasnya untuk perbaikan

4. Persyaratan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan

4.1. Kebijakan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan


Manajemen Puncak harus menetapkan

Kebijakan Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan


Kebijakan K3L harus mencakup :
Sesuai dengan sifat, ukuran, resiko dan dampak lingkungan dari aktivitas, produk dan jasa Komitmen pada perbaikan berkelanjutan, pencegahan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencegahan pencemaran lingkungan Komitmen untuk menaati peraturan perundangan yang berlaku dan persyaratan lain yang diikuti perusahaan terkait dengan bahaya dan aspek lingkungannya Menyediakan kerangka untuk menentukan dan mengkaji tujuan dan sasaran keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara Dikomunikasikan kepada semua orang yang bekerja pada atau atas nama perusahaan Tersedia untuk masyarakat, dikaji berkala

10

KEBIJAKAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN PT. BSC sebagai perusahaan terkemuka teknologi lingkungan yang mempunyai core bisnis teknologi rekayasa proses, pengolahan limbah, konsultasi sistem manajemen dan laboratorium rekayasa, mengutamakan kepuasan pelanggan dengan kualitas produk unggul melalui peningkatkan kinerja manajemen berkelanjutan. Dalam mencapai dan merefleksikan visi serta misi perusahaan pada setiap kegiatan, produk & jasa, Jajaran Manajemen PT.BSC berkomitmen untuk : 1. Memenuhi peraturan perundangan keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan serta persyaratan pelanggan yang berlaku terkait bahaya dan aspek penting lingkungan 2. Mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan Kebijakan Manajemen ini dikaji secara berkala, disampaikan kepada seluruh karyawan dan pihak ketiga yang terkait untuk ditindaklanjuti dan diterapkan secara konsisten

11

4.3. Perencanaan

4.3.1. Identifikasi Bahaya-Aspek Lingkungan Penilaian dan Pengendalian Resiko-Dampak Lingkungan F Organisasi harus menetapkan, menerapkan, memelihara prosedur untuk :
a. Mengidentifikasi bahaya-aspek lingkungan pada kegiatan, produk dan jasa dalam lingkup sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan yang dapat dikendalikan dan dapat dipengaruhi dengan memperhitungkan pembangunan yang direncanakan atau baru maupun perubahan Menentukan bahaya-aspek lingkungan yang mempunyai atau dapat mempunyai resiko keselamatan kesehatan kerja dan dampak penting bagi lingkungan (yaitu bahaya-aspek lingkungan penting)

b.

FOrganisasi harus mendokumentasikan informasi ini dan memelihara kemutakhirannya.

FOrganisasi harus memastikan bahwa bahaya-aspek lingkungan penting diperhitungkan dalam penetapan, penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja dan lingkungannya.
12

IDENTIFIKASI BAHAYA-ASPEK LINGKUNGAN


Identifikasi bahaya-aspek lingkungan harus sesuai ruang lingkup sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan pada setiap aktivitas, produk dan jasa masa lalu, saat ini, masa yang akan datang dengan mempertimbangkan : Kondisi Normal Operasi Kondisi Abnormal operasi (Start Up, Shut Down, Emergency dan Saat Kejadian maupun Kecelakaan) Aktivitas Rutin dan Non Rutin Aktivitas semua orang yang mempunyai akses ke area kerja (termasuk kontraktor, tamu)
Based on Process Operation : Peralatan Proses, Bahan Baku, Bahan Pendukung,Infrastruktur sekeliling, Energi, Pekerja, dll 13

METODA PENGEMBANGAN IDENTIFIKASI BAHAYA-ASPEK LINGKUNGAN

Identifikasi Bahaya / Aspek Lingkungan Aktivitas, Produk, Jasa

Based on Process

Updates Bahaya Resiko / Aspek Dampak Lingkungan

Penilaian Resiko / Dampak Lingkungan

Pengendalian Resiko / Dampak Lingkungan Signifikan


Kriteria K3L (Skala, Keparahan, Lamanya resiko/dampak, tipe, ukuran, frekuensi resiko / dampak lingkungan) Persyaratan perundangan yang berlaku Perhatian internal serta pihak ketiga

Resiko Diterima ? / Dampak Signifikan ?

14

HIERARKI PENGENDALIAN RESIKO K3 & DAMPAK LINGKUNGAN

1C 2C

HAZARD / ENVIRONMENT ASPECT ELIMINATION

Menghilangkan Sumber bahaya/aspek lingkungan (Investasi Peralatan Baru, ReDesign) Mengganti Sumber bahaya/aspek lingkungan dengan yg aman/ramah lingkungan (Mengganti B3 dilarang dengan B3 ramah lingkungan-Perubahan Proses) Melakukan rekayasa terhadap sumber bahaya/aspek lingkungan (Modifikasi proses/peralatan, overhoul, dll) Melakukan rekayasa terhadap resiko/dampak lingkungan (pengendalian dampak mis : recycle, reuse, recovery, waste water treatment, Air Pollution Control Devices, Treatment lainnya, Safe Guarding)

HAZARD / ENVIRONMENT ASPECT SUBSTITUTION

3C

HAZARD/ENV.ASPECT ENGINEERING CONTROL

4C

RISK/ENV.IMPACT ENGINEERING CONTROL

5C

ADMINISTRATION CONTROL

Menerapkan pengendalian administrasi, Safety Siging, Instruksi Kerja, Prosedur, Simboling & Label Memberikan perlindungan diri kepada manusia (Penerapan APD Safety Helmet, Gas Mask, Goggle, Gloves, dll)

6C

PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT

15

DAFTAR IDENTIFIKASI BAHAYA-ASPEK LINGKUNGAN


Department : Process : Date : Revision :
Keparahan (Severity)

No

PERENCANAAN / IDENTIFIKASI Aktivitas / Kondisi Bahaya / Resiko / Produk / Aspek Dampak (N/AN/E) Jasa

PENILAIAN RESIKO / DAMPAK LINGKUNGAN

Management Representative : Department Head :

PENGENDALIAN
STATUS PENTIN G (P/TP)
PENGENDALIA N OPERASIONAL PENGENDALIA N RESIKO / DAMPAK KET .

Frekuensi (Occurence )

Tingkat Resiko / Dampak

Based On Process Operation

HIRARC IAD Always Updates Periodically


16

Risk/Impact Assessment Matrix

MATRIX PENILAIAN RESIKO / DAMPAK LINGKUNGAN HIRADC - IAD


PERTIMBANGAN TINGKAT KEPARAHAN (SEVERITY)
TINGKAT KLASIFIKAS I

RESIKO DAMPAK LINGKUNGAN (Sumber Daya Manusia Infrastruktur Lingkungan) TINGKAT KERUSAKAN & SEBARAN BIAYA LAMA RESIKO & PERSYARATAN PEMULIHAN PEMULIHAN DAMPAK PERUNDANGAN
Resiko dan atau Dampak minimal, tidak terkait peraturan perundangan dan persyaratan K3L Resiko dan atau Dampak tidak mempengaruhi keselamatan kesehatan, infrastruktur, lingkungan namun mengganggu, tidak melanggar peraturan perundangan & persyaratan K3L Resiko / Dampak mempengaruhi K3, infrastruktur, lingkungan jangka panjang, tidak konsisten pd peraturan perundangan & persyaratan K3L Resiko dan atau Dampak berakibat kritis pd keselamatan kesehatan, infrastruktur, lingkungan, tidak menerapkan peraturan perundangan K3L Resiko dan atau Dampak menyebabkan bencana atau kematian dan melanggar peraturan perundangan K3L Didalam Area Kerja
< Rp.500.000 CITRA PERUSAHAA N Tidak Menurunkan citra perusahaan Menurunkan citra perusahaan dalam kawasan industri Menurunkan citra perusahaan dalam propinsi Menurunkan citra perusahaan nasional Menurunkan citra perusahaan internasional

KEMUNGKINAN TERJADI (OCCURRENCE)

1
JARANG SEKALI 1
DIABAIKAN

2
JARANG
2
DIABAIKAN

3
SERING
3
DIABAIKAN

4
SERING SEKALI 2
DIABAIKAN

5
TERUS MENERU S 6 LOW 10

< 1 Hari

2
DIABAIKAN

4
DIABAIKAN

6 LOW

8 LOW

Sampai Batas Pagar Perusahaan Keluar Area Perusahaan sampai 3 km / Sekitar Perusahaan Keluar Area Perusahaan /Dalam Kawasan Industri Keluar Area Kawasan Industry lebih 10 km

Rp.500.000,- sd Rp.5.000.000,-

1 sd 7 Hari

MEDIUM

3 LOW

6 LOW

9
MEDIUM

15 MEDIUM

15

Rp.5.000.000,sd Rp.50.000.000

7 sd 30 Hari

HIGH

4 MEDIUM

8 MEDIUM

12

16

20

Rp.50.000.000,sd Rp.100.000.000

1 Bulan sd 1 Tahun

HIGH
15

HIGH
20

HIGH
25

Lebih Besar Rp.200.000.000

10

> 1 Tahun

HIGH

HIGH

HIGH

HIGH

HIGH

Quality of Assessment Criteria Always Update


17

4.3.2. Peraturan dan Persyaratan Lain


Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk :
a. Mengidentifikasi dan memperoleh informasi tentang persyaratan peraturan perundangan yang berlaku dan persyaratan lainnya yang diikuti organisasi terkait dengan bahaya dan aspek lingkungannya. b. Menentukan bagaimana persyaratan tersebut berlaku terhadap bahaya dan aspek lingkungannya Organisasi harus memastikan bahwa persyaratan peraturan perundangan yang berlaku dan persyaratan lainnya yang diikuti organisasi tersebut diperhitungkan dalam penetapan, penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja dan lingkungannya. Perusahaan harus menjaga informasi peraturan ini selalu up-to date dan mengkomunikasikan peraturan serta persyaratan K3L kepada karyawan dan pihak ketiga yang relevan
18

Proses Identifikasi Peraturan Perundangan

Identifikasi Bahaya-Aspek Lingkungan & Analisa Resiko-Dampak Lingkungan

Identifikasi peraturan perundangan & persyaratan K3L yang berlaku serta analisa keterkaitan bahaya-aspek & resiko-dampak lingkungan

Menganalisa skala bahayaaspek & resiko-dampak lingkungan terhadap pemenuhan peraturan terkait

Memantau pencapaian action plan terhadap pemenuhan peraturan terkait secara berkala

Menetapkan action plan pemenuhan peraturan perundangan dan persyaratan K3L terkait bahayaaspek lingkungan signifikan

Peraturan Terpenuhi ?

Mengevaluasi efektivitas pemenuhan peraturan terkait terhadap bahaya-aspek & pengendalian resiko dampak lingkungan

Mengakses keterbaruan peraturan perundangan dan persyaratan K3L kepada instansi terkait secara periodik setahun sekali sesuai tingkatan kewenangan dan legalitasnya

Mengkaji/Review kinerja pencapaian pemenuhan peraturan perundangan dan persyaratan K3L serta peluang peningkatan berkesinambungan

19

Siklus Evaluasi Pemenuhan Peraturan Perundangan

Program rekayasa operasi mesin produksi

Perbaikan Berkelanjutan

Bahaya/ Aspek Lingkungan

Kebisingan mesin produksi 90 dB

Kajian Tindakan Perbaikan


Upaya lain perbaikan menurunkan kebisingan

Baku Mutu/NAB Peraturan

Baku Mutu Kebisingan 70 dB

Evaluasi Pengukuran
Pengukuran Kebisingan mesin produksi 65 dB

Upaya Pemenuhan
Rekayasan Peredam Kebisingan-Action Plan

20

4.3. Perencanaan

4.3.3. Tujuan Sasaran dan Program


Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara tujuan dan sasaran K3L yang terdokumentasi, pada fungsi dan tingkatan yang sesuai pada organisasi. Tujuan dan sasaran harus dapat diukur bila memungkinkan dan konsisten pada kebijakan K3L.

Saat menetapkan dan mengkaji tujuan dan sasaran, organisasi harus memperhitungkan peraturan perundangan dan persyaratan keselamatan kesehatan kerja & lingkungan, mempertimbangkan bahaya-aspek lingkungan penting, pilihan teknologi, keuangan, persyaratan operasi dan bisnis serta pandangan pihak yang berkepentingan
Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara program untuk mencapai tujuan dan sasarannya.

Program harus mencakup :


a. Pemberian tanggung jawab untuk mencapai tujuan dan sasaran pada fungsi dan tingkatan yang sesuai pada organisasi

b.

Cara dan Jangka waktu mencapai tujuan dan sasaran tersebut

21

Department : Process : PLANNING Significant Aspect / Objective Hazard

Date : Revision :

No

Target

Program

Management Representative : Department Head : IMPLEMENTATION EVALUATION Evaluation Progress Performanc Operationa Monitoring & of PIC Achievemen Measurement Achievemen e Indicator l Control t t

Re vie w

Penanggung Jawab Program

Action Plan
Frame Work vs Time Frame

Framework sesuai Kebijakan K3L

SMART

22

Specific
Fokus pada masalah yang akan ditetapkan

Measureable
Terukur secara kuantitatif atau kualitatif

Achieveable
Tercapai secara kuantitatif atau kualitatif

Realistic
Dapat diperoleh secara kuantitatif/kualitatif

Time Frame
Ditentukan batas waktu pencapaian program
23

Paparan Panas Radiasi Dehidrasi Curahan Logam Panas

Luka Bakar

Program Manajemen Keselamatan , Kesehatan Kerja & Lingkungan

Tujuan :
Mencegah Gangguan Kesehatan

Sasaran :
S : Paparan Panas Radiasi M : Suhu paparan < 28oC pada pekerja A : Membuat Safe Guarding System R : Pertimbangan memadai T : Akhir November 2013
24

Kebijakan K3L
Identifikasi Bahaya-Aspek Penilaian & Pengendalian Resiko-Dampak

Peraturan Perundangan Dan persyaratan lain K3L

Program Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan

Memenuhi Peraturan Perundangan & Persyaratan K3L

Perlindungan Kecelakaan Kerja, Penyakit Akibat Kerja

Pencegahan Kecelakaan Kerja, Penyakit Akibat Kerja

Perlindungan Lingkungan

Pengembangan Pemberdayaan Komunitas Pencegahan Pencemaran Eksternal Perusahaan Lingkungan Meningkatkan Kinerja Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan 25

4.4. Penerapan dan Operasi

4.4.1. Sumber Daya, Peran, Tanggung Jawab dan Wewenang 4.4.2. Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran 4.4.3. Komunikasi, Partisipasi, Konsultasi 4.4.4. Dokumentasi 4.4.5. Pengendalian Dokumen

4.4.6. Pengendalian Operasional


4.4.7. Kesiagaan dan Tanggap Darurat

26

4.4. Penerapan dan Operasi

4.4.1 Sumber Daya, Peran, Tanggung Jawab dan Wewenang


Manajemen harus memastikan ketersediaan sumber daya (manusia, keahlian, infrastruktur, teknologi, keuangan) yang diperlukan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan. Peran, Tanggung Jawab dan Wewenang harus ditentukan, didokumentasikan, dan dikomunikasikan guna memfasilitasi manajemen K3L yang efektif. Manajemen puncak organisasi harus menunjuk satu orang atau lebih wakil manajemen tertentu, yang tidak tergantung tanggung jawab lainnya, yang harus mempunyai peran, tanggung jawab dan wewenang yang ditetapkan untuk : a. Memastikan bahwa sistem manajemen K3L ditetapkan, diterapkan, dan dipelihara sesuai dengan persyaratan standar OHSAS 18001 & ISO 14001 b. Melaporkan kepada manajemen puncak mengenai kinerja sistem manajemen K3L untuk kajian, termasuk rekomendasi perbaikan
27

Struktur Organisasi Perusahaan


Director
Management Representative Emergency Response Team

Manager Purchasing Supervisor A

Manager Produksi Supervisor B

Manager Quality Control Supervisor C

Manager Marketing

Operator A Operator B Operator C 28

Health Safety & Environment Committee


Panitia Pembina Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan (P2K3L)

Ketua
(Management Representative)

Sekretaris
(Ahli K3)

Komite-1
Perencanaan Manajemen K3L

Komite-2
Peraturan Perundangan & Persyaratan K3L

Komite-4 Komite-3
Sumber Daya Manusia Komunikasi & Pengendalian Operasional

Komite-5
Pengendalian Data, Dokumen & Rekaman

Komite-6
Kesiagaan & Tanggap Darurat

Komite-7
Pemantauan & Penguluran Kinerja

Komite-8
Internal Audit & Manajemen Review

29

Penanggung Jawab Board of Director No. 08881111

Koordinator Utama Mr.Emerng No. 08882222

Koord.Pemadam Kebakaran Mr.Freck

Koord.Search & Rescue Mr.Agbn

Koord.First Aid (P3K) Mr.Ernst

Koord.Security & Asset Perusahaan Mr.DOM

No. 08884444

No. 08885555

No. 08886666

No. 08887777

Koord.Area Maintenance Mr.A No. 08883333

Koord.Area Produksi Mr.B No. 08883333

Koord.Area Warehouse Mr.C No. 08883333

Koord.Area Office Mr.D No. 08883333

Koord.Area Utilities Mr.E No. 08883333

Koord.Area PGA Mr.F No. 08883333

EMERGENCY RESPONSE ORGANIZATION CHART


30

4.4.2. Kompetensi Pelatihan dan Awareness


Organisasi harus memastikan setiap orang yang bertugas untuk atau atas nama organisasi yang berpotensi menyebabkan satu atau lebih resiko K3 dan dampak lingkungan penting yang diidentifikasi organisasi mempunyai kompetensi yang berasal dari pendidikan, pelatihan atau pengalaman yang memadai dan organisasi harus menyimpan rekaman yang terkait dengan kompetensi tersebut. Organisasi harus mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang terkait dengan resiko K3 dan dampak lingkungan serta sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan. Organisasi harus memberikan pelatihan atau cara lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mengevaluasi efektivitas pelatihan dan menyimpan rekaman terkait. Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk memastikan orang yang bekerja untuk atau atas nama organisasi memahami tentang : a. Resiko K3 / Aspek lingkungan penting dan dampak nyata atau potensial yang terjadi terkait dengan pekerjaannya, perilakunya dan manfaat K3L bagi peningkatan kinerja perorangan

b.

Peran dan Tanggung Jawab mereka dan pentingnya kesesuaian dalam mencapai pemenuhan Kebijakan K3L, prosedur, persyaratan sistem manajemen K3L serta sistem tanggap darurat.
Akibat yang mungkin terjadi bila prosedur tidak dilaksanakan 31

c.

PENGEMBANGAN & PENERAPAN KOMPETENSI PELATIHAN - KEPEDULIAN

1. 2. 3. 4.

Job Roles / Description Business Process Mapping Resiko/Damapak Penting Standar Mutu

Identifikasi Standar Kompetensi Karyawan Analisa Pemenuhan Karyawan Pada Fungsi & Tingkatan Proses Manajemen

Standar Kompetensi Karyawan Struktur Organisasi Perusahaan Manpower Status

Recruitment Karyawan Penilaian Kesenjangan Kompetensi


(Competensy Gap Assessment)

Analisa Kesenjangan Kompetensi Karyawan


(Competency Gap Analysis)

Matrix Kompetensi Karyawan (Employee


Competency Mapping)

Identifikasi Kebutuhan Pelatihan


(Training Need Identification)

Analisa Kebutuhan Pelatihan (Training Need


Analysis)

Program Pelatihan Karyawan Tahunan Peningkatan Kompetensi dan Awareness 32

Pelaksanaan Pelatihan

Evaluasi Efektivitas Pelatihan (Training


Effectiveness Evaluation)

4.4. Penerapan dan Operasi

4.4.3. Komunikasi, Partisipasi & Konsultasi


Terkait Bahaya K3 / Aspek Lingkungan Penting serta SMK3L organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk :

a.
b. c.

Komunikasi internal antara tingkatan dan fungsi yang beragam di organisasi tersebut
Menerima, mendokumentasi dan menanggapi komunikasi yang terkait dari pihak eksternal yang berkepentingan Komunikasi dengan kontraktor dan tamu lainnya terhadap area kerja

Organisasi harus memutuskan mengkomunikasikan / konsultasi terkait bahaya atau aspek lingkungan signifikan kepada eksternal dengan metoda yang ditetapkan
33

Partisipasi dan Konsultasi OHSAS 18001 : 2007

Perusahaaan menetapkan, menerapkan dan menjaga prosedur untuk : a. Partisipasi karyawan terhadap identifikasi bahaya, penilaian dan penentuan pengendalian resiko. b. Keterlibatan karyawan dalam investigasi kejadian. c. Keterlibatan karyawan dalam pengembangan dan kajian Kebijakan K3L serta tujuan K3L. d. Keterlibatan karyawan dalam konsultasi terkait perubahan resiko K3 dan dampak lingkungan. e. Partisipasi karyawan mewakili masalah K3L.

f. Konsultasi dengan kontraktor terkait perubahan resiko K3 dan dampak lingkungan pada aktivitasnya.

34

Metoda Komunikasi diperbahatui

Identifikasi Sumber Informasi

Kebijakan K3L Bahaya/Aspek Lingkungan Signifikan Peraturan K3L Terkait Peran, Tanggung Jawab & Wewenang Pengendalian Operasional Emergency Sistem Kinerja K3L Perbaikan Berkelanjutan

Review & Komunikasi K3L

Penyampaian Informasi Manajemen K3L Evaluasi Efektifitas Komunikasi

Tingkat Awareness K3L Temuan audit internal & eksternal Tingkat Pencemaran Lingkungan Laju Kecelakaan Kerja Jumlah Penyakit Akibat Kerja Tingkat Pemenuhan Peraturan Tingkat Perbaikan Berkesinambungan

Internal : Sosialisasi Lisan Papan Informasi Lingkungan Buletin, WebSite, Elektronic Simbol, Label, Poster,Signing HSE Meeting, HSE Talk Eksternal : Accident Report, PAK, UKL/UPL Pelaporan Pengelolaan B3

35

4.4. Penerapan dan Operasi

4.4.4. Dokumentasi Organisasi harus mendokumentasikan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan mencakup :
Kebijakan, Tujuan dan Sasaran K3L Penjelasan lingkup sistem manajemen K3L Penjelasan unsur-unsur utama sistem manajemen K3L dan keterkaitannya serta rujukan kepada dokumen terkait Dokumen, termasuk rekaman yang dipersyaratkan standar OHSAS 18001 & ISO 14001

Dokumen, termasuk rekaman yang ditentukan oleh organisasi sebagai dokumen penting untuk memastikan perencanaan, operasi dan pengendalian proses secara efektif yang terkait dengan resiko K3 dan aspek lingkungan penting
36

Kebijakan K3L, Manual K3L Prosedur

1st 2nd 3rd 4th


EMS

Elemen inti SMK3L dan Interaksinya Definisi aktivitas harian berkaitan dengan area, departemen, dll Penjelasan Operasi Teknis pada kondisi tertentu Data Pemantauan, dll

Instruksi Kerja

Rekaman

QMS

SMS
37

4.4 Penerapan Operasi

4.4.5. Pengendalian Dokumen


Perusahaan harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk : 1. Menyetujui dokumen sebelum diterbitkan 2. Meninjau dan memutakhirkan seperlunya serta menyetujui ulang dokumen 3. Memastikan agar perubahan dan status perubahan dokumen terakhir dapat diidentifikasi 4. Memastikan agar versi dokumen yang berlaku tersedia di tempat penggunaan 5. Memastikan agar dokumen tetap terbaca dan segera dapat diidentifikasi secara mudah 6. Memastikan agar dokumen yang berasal dari eksternal yang ditetapkan oleh perusahaan sebagai dokumen penting dalam SML dapat diidentifikasi dan penyebarannya dikendalikan 7. Mencegah penggunaan dokumen kadaluarsa
38

4.4. Penerapan dan Operasi

4.4.6. Operasional control


Organisasi harus mengidentifikasi dan merencanakan operasi yang terkait dengan bahaya-aspek lingkungan penting yang telah diidentifikasi, sesuai dengan kebijakan, tujuan dan sasaran K3L agar operasi tersebut dilaksanakan pada kondisi tertentu dengan : a. Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur terdokumentasi untuk mengendalikan situasi yang tidak sesuai dengan kebijakan, tujuan dan sasaran K3L apabila prosedur tersebut tidak ada b. Menetapkan kriteria operasi dalam prosedur

c. Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur yang terkait dengan bahaya-aspek lingkungan penting yang telah diidentifikasi pada barang dan jasa yang digunakan oleh organisasi serta mengkomunikasikan prosedur dan persyaratan yang berlaku kepada pemasok, termasuk kontraktor.
39

Metoda Pengendalian Operasional


Gangguan Visual
Kebisingan Getaran Paparan radiasi Panas Bau

Input
Bahan Baku Energi (Bahan
Bakar, Listrik, Air)

Output

PROSES OPERASI
Produk
Produk Samping
Limbah Cair Limbah Padat Limbah Udara

ManPower

Resiko K3 dan Dampak Lingkungan


40

Konsep Pengendalian Operasional

Input

Output

PROSES Kinerja K3L

Peraturan Perundangan & Persyaratan K3L

Pencegahan Kecelakaan Kerja, Penyakit Akibat Kerja dan Pencemaran Lingkungan

Perbaikan Berkesinambungan 41

Pengendalian Operasional :

Standar Ketentuan yang diterapkan untuk menghindari penyimpangan atau potensi inkonsistensi terhadap Kebijakan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan serta pencapaian tujuan & sasaran K3L.
Implementasi lapangan : Pembatasan jam kerja normal, istirahat, jam keja lembur Pembatasan penggunaan operasional forklift (Khusus pemegang SIO) Pembatasan akses area kerja tertentu (Authorized Person Only) Sistem Ijin Kerja (Work Permit System : Hot Work Permit, Confined Space Work Permit, Special Work Permit) Sistem Lock Out Tag Out (LOTO System) Segregasi Proses Operasi (Peralatan Proses, Penempatan Bahan Kimia, Peralatan Kerja, Lokalisasi Proses berbahaya, dll) Pemeriksaan Kesehatan Karyawan Berkala Contractor Safety Management System (CSMS) Safe Product Oriented Work Instruction Start Up, Shut Down, Emergency Shut Down Job Safety Analysis (JSA) System for Interested Parties

42

4.4. Penerapan dan Operasi

4.4.7. Kesiagaan dan Tanggap Darurat


Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi potensi keadaan darurat dan kecelakaan yang dapat menimbulkan resiko keselamatan kesehatan dan dampak lingkungan serta bagaimana organisasi akan menghadapinya. Organisasi harus memelihara tindakan terhadap keadaan darurat atau kecelakaan yang terjadi serta mencegah maupun mengatasi resiko keselamatan dan kesehatan serta dampak lingkungan negatif yang ditimbulkan. Organisasi harus meninjau prosedur kesiagaan dan tanggap darurat secara berkala dan apabila diperlukan organisasi menyempurnakan prosedur tersebut, khususnya setelah terjadi kecelakaan atau situasi darurat.

Organisasi juga harus menguji prosedur tersebut secara berkala apabila dapat dilaksanakan mencakup pihak ketiga terkait.
43

Kesiagaan Keadaan Darurat

Ketersediaan Fasilitas Penanggulangan Keadaan Darurat sesuai Skala Resiko Dampak Inspeksi Kelayakan Siap Operasional

Tanggap Darurat

Melakukan Tanggap/Respon untuk berkoordinasi, evakuasi dan siap menanggulangi keadaan darurat

Tindakan Keadaan Darurat

Melakukan tindakan pengendalian, penanggulangan keadaan darurat untuk minimalisasi resiko dan dampak hingga pada tahap menghilangkan potensi darurat

44

1. 2. 3.
Emergency Response Review

Emergency Response Plan

4.

Identifikasi Potensi Keadaan Darurat Identifikasi Infrastruktur Tanggap Darurat Identifikasi Sumber Daya (Manusia, Asset Perusahaan) Program Pengelolaan Tanggap Darurat

1.
2. 3. 4. 5.

Emergency Response Evaluation

Emergency Response Operation

Tugas Tanggung Jawab dan Wewenang Tanggap Darurat Kompetensi Pelatihan dan Kepedulian Komunikasi Tanggap Darurat Pengendalian Data & Dokumen Tanggap Darurat Pengendalian Operasional Tanggap Darurat

1. 2.

Kajian Manajemen Peningkatan Kinerja Berkesinambungan

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Uji Inspeksi Fasilitas Tanggap Darurat Uji Simulasi Tanggap Darurat Investigasi Kejadian dan Kecelakaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Pengelolaan Rekaman Tanggap Darurat Audit Kesiagaan dan Tanggap Darurat

45

Pengembangan Sistem
1. Prosedur Identifikasi potensi keadaan darurat dan kejadian yang beresiko dan dampak lingkungan serta pengendaliannya 2. Daftar Identifikasi Potensi Keadaan Darurat pada masing-masing proses/bagian/departemen
Emergency Response Evaluation Emergency Response Operation

Emergency Response Review

Emergency Response Plan

3. Struktur Organisasi Tanggap Darurat 4. Pengendalian Tanggap Darurat 5. Uji Simulasi Tanggap Darurat

Infrastruktur :

6. Kajian Manajemen Tanggap Darurat

1. Jalur/Rute Evakuasi Tanggap Darurat 2. Jalur Kominukasi Tanggap Darurat 3. Infrastruktur Fasilitas Pemadam Kebakaran 4. Kompetensi Tim Penanggulangan Tanggap Darurat
46

4.5 Evaluasi Tindakan & Perbaikan

4.5.1. Pemantauan dan Pengukuran


Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk secara berkala memantau dan mengukur karakteristik pokok operasinya yang dapat menimbulkan resiko K3 dan dampak lingkungan penting.
Prosedur harus termasuk pendokumentasian informasi untuk memantau kinerja, pengendalian operasional yang berlaku dan pemenuhan tujuan dan sasaran K3L organisasi. Organisasi harus memastikan agar peralatan pemantauan dan pengukuran di kalibrasi atau di verifikasi, digunakan dan dipelihara serta organisasi harus menyimpan rekaman yang terkait.

47

Prosedur untuk memonitor dan mengukur kinerja


Baik pengukuran kualitatif dan kuantitatif Memonitor sejauh mana sasaran tersebut dicapai Melakukan pengukuran secara proaktif atas kinerja dan pemenuhannya Langkah-langkah reaktif atas kejadian-kejadian yang substandar Pencatatan
48

Terkait Bahaya Kerja


Kesehatan karyawan operator

Karakteristik Kunci Pengukuran/Pemantauan Kriteria


General Check-up tipe A Darah Urin Virologi Mata

Parameter

Nafas
Kesehatan karyawan staf Penerangan General Check-up tipe B Kuat Penerangan Lab Produksi Kantor Ambient Temperatur 1000 Lux 200 Lux 200 Lux

Kelembaban
49

Pemantauan Pemenuhan peraturan dan persyaratan terkait


Jumlah peraturan persyaratan vs pemenuhan Permintaan peraturan persyaratan vs pemenuhan aktual

Pemantauan Pencapaian obyektif dan target pengelolaan K3L


Persentase pencapaian target

Analisis dan tindak lanjut penyimpangan hasil pengukuran dan pemantauan


50

Pemantauan pro-aktif
Frekuensi inspeksi Efektifitas inspeksi

Pemantauan reaktif
Jumlah temuan inspeksi Jumlah kecelakaan Tingkat keparahan kecelakaan Jumlah insiden Pencatatan Hasil Pengukuran Kecenderungan, analisis dan tindak lanjut
51

4.5 Evaluasi Tindakan Perbaikan & Pencegahan

4.5.2. Evaluasi Penaatan/Pemenuhan

Sesuai dengan komitmen terhadap penaatan, organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk secara berkala mengevaluasi penaatan terhadap persyaratan peraturan perundangan yang berlaku.
Organisasi harus mengevaluasi penaatan terhadap ketentuan lain yang diikuti organisasi. Organisasi dapat menggabungkan evaluasi tersebut dengan evaluasi terhadap penaatan peraturan perundangan atau menetapkan prosedur terpisah. Organisasi harus menyimpan rekaman hasil evaluasi berkala tersebut.
52

4.5 Evaluasi Tindakan Perbaikan & Pencegahan


4.5.3. INCIDENT INVESTIGATION
INCIDENT (KEJADIAN)

Undesired event that had the potential to lead to accident Suatu kejadian yang tidak diinginkan berpotensi terjadinya kecelakaan
ACCIDENT

Undesired event giving rise to death, ill-health, injury, damage or other loss Suatu kejadian yang tidak diinginkan menyebabkan kematian, sakit, cedera, kerusakan atau kehilangan lainnya
INVESTIGASI KEJADIAN Proses penyelidikan suatu kejadian dan kecelakaan yang memerlukan kecakapan khusus, dengan waktu terbatas dalam pengumpulan data dan fakta, mencakup berbagai isu sensitif dan diperlukan adanya kerja sama antar anggota tim investigasi. INVESTIGASI KECELAKAAN Proses penyelidikan suatu kejadian dan kecelakaan yang memerlukan kecakapan khusus, dengan waktu terbatas dalam pengumpulan data dan fakta, mencakup berbagai isu sensitif dan diperlukan adanya kerja sama antar anggota tim investigasi. 53

4.5 Evaluasi Tindakan Perbaikan & Pencegahan

4.5.4. Pengendalian Rekaman Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk pengidentifikasian, penyimpanan, perlindungan, pengambilan, penahanan (retention), dan pembuangan rekaman. Rekaman harus tetap terbaca, teridentifikasi dan terlacak

54

4.5 Evaluasi Tindakan Perbaikan & Pencegahan

4.5.5 Internal Audit


Perusahaan menetapkan dan menjaga program audit dan prosedur untuk mengaudit secara berkala sistem manajemen yaitu :
1. Menentukan apakah sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan : a. Sesuai dengan persyaratan OHSAS 18001 & ISO 14001 b. Diimplementasikan dan dijaga dengan baik c. Sesuai dengan kebijakan dan tujuan sistem manajemen K3L 2. Mengkaji hasil audit sebelumnya 3. Menyediakan informasi hasil audit bagi manajemen

Prosedur Audit mencakup ruang lingkup, frekuensi, metodologi dan kompetensi terhadap pelaksanaan audit dan persyaratan melaksanakan audit serta pelaporan hasil audit.
55

Audit Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan adalah proses dimana perusahaan mengkaji dan evaluasi secara kontinyu terhadap efektivitas SMK3L.

Umumnya audit SMK3L mempertimbangkan kebijakan dan prosedur K3L serta kondisi dan situasi di tempat kerja
Program audit internal SMK3L ditetapkan untuk mengkaji kesesuaian terhadap persyaratan OHSAS 18001 & ISO 14001 Audit SMK3L dilakukan oleh karyawan perusahaan dan atau pihak eksternal yang dipilih perusahaan untuk menetapkan tingkat kesesuaian terhadap prosedur SMK3L dan efektifitas sistem terhadap tujuan K3L perusahaan

Audit internal SMK3L fokus terhadap kinerja SMK3L. Audit internal tidak fokus pada inspeksi keselamatan atau lainnya.
56

Penetapan Program Audit

Perencanaan

Kompetensi Evaluasi Auditor

Kajian Program Audit

Review

Penerapan Program Audit

Implementasi

Pemantauan & Tinjauan Program Audit

Pemeriksaan

Aktivitas Audit

57

Wewenang Pengelolaan Program Audit

Plan

Penetapan Program Audit


Tujuan dan Pencapaian Tanggung Jawab Sumber Daya Prosedur

Act

Perbaikan Program Audit

Implementasi Program Audit


Penjadwalan Audit Evaluasi Auditor Pemilihan Tim Audit Mengarahkan Aktivitas Audit Memelihara Catatan

Kompetansi dan Evaluasi Auditor

Do

Aktivitas Audit

Pemantauan dan Review Identifikasi kebutuhan untuk Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Identifikasi Peluang Perbaikan

Monitoring dan Review Program Audit

Check

58

Penunjukkan Leader Tim Audit Definisi tujuan, ruang lingkup dan kriteria audit Penentuan kelayakan audit Pemilihan Tim Audit Penetapan kontak awal dengan Auditee

Persiapan Audit

Melakukan review dokumen sistem manajemen yang relevan termasuk catatan dan menentukan kriteria audit yang sesuai

Pelaksanaan Review Dokumen

Pelaksanaan Opening Meeting Komunikasi selama audit Petunjuk tugas dan tanggung jawab dan Pengamat Pengumpulan dan Pengujian Informasi Mengemukakan temuan audit Persiapan kesimpulan audit Pelaksanaan Closing Meeting

Pelaksanaan Audit Lapangan

Persiapan, Persetujuan dan distribusi laporan Audit


Persiapan laporan audit Persetujuan dan distribusi laporan audit

Persiapan rencana audit Penugasan kerja pada Tim Audit Persiapan dokumen kerja

Persiapan Audit Lapangan

Pemenuhan Kelengkapan audit

Pelaksanaan Follow up Audit


59

4.6 Tinjauan Manajemen

Manajemen puncak harus meninjau sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja & lingkungan organisasi, pada jangka waktu tertentu untuk memelihara kesesuaian, kecukupan dan efektivitas sistem yang berkelanjutan. Tinjauan harus mengkaji kesempatan untuk perbaikan dan keperluan untuk melakukan perubahan pada sistem manajemen K3L, termasuk kebijakan K3L, tujuan dan sasaran K3L. Rekaman tinjauan manajemen harus disimpan. Masukan kepada tinjauan manajemen harus termasuk : a. b. c. d. e. f. g. h. Hasil audit internal dan evaluasi penaatan terhadap persyaratan peraturan perundangan keselamatan kesehatan kerja & lingkungan Komunikasi dari pihak eksternal yang berkepentingan termasuk keluhan Kinerja K3L organisasi Tingkat pencapaian tujuan dan sasaran Status tindakan perbaikan dan pencegahan Tindak lanjut tinjauan manajemen sebelumnya Situasi yang berubah, termasuk perkembangan pada persyaratan peraturan perundangan dan persyaratan lain yang terkait bahaya K3 dan aspek lingkungan Rekomendasi perbaikan Keluaran tinjauan manajemen harus termasuk setiap keputusan dan tindakan terkait dengan perubahan pada kebijakan, tujuan dan sasaran K3L serta unsur lain sistem manajemen K3L, sesuai dengan komitmen pada perbaikan berkelanjutan.

60

MANAGEMENT REVIEW

Evaluasi Penaatan Peraturan Perundangan Tingkat Pencapaian Tujuan dan Sasaran Hasil Audit Internal Status Tindakan Perbaikan & Pencegahan Perubahan Situasi Bahaya / Aspek Lingkungan Kinerja K3l Perusahaan

Minutes of Meeting Management Review

Revisi Kebijakan Tujuan & Sasaran K3L

Hasil Pencapaian Tindakan Perbaikan

Revisi Kesesuaian Persyaratan OHSAS 18001 & ISO 14001

Rekomendasi Perbaikan

Review Pengendalian Resiko /Dampak Lingkungan

61

Kajian Perbaikan Berkelanjutan (Activity Plan untuk perbaikan)


Perencanaan Manajemen Review
1. 2. Identifikasi agenda kajian manajemen review dan jangka waktu pelaksanaan Identifikasi keterlibatan top manajemen dan jajarannya

Pelaksanaan Manajemen Review


1. Pembahasan perencanaan sistem manajemen K3L (Bahaya/Aspek lingkungan yang berubah, Evaluasi penaatan peraturan perundangan & persyaratan K3L, Pencapaian activity plan Program Manajemen K3L)
Pembahasan peningkatan kompetensi, program pelatihan dan tingkat Awareness Pembahasan komunikasi eksternal termasuk keluhan berbagai pihak Pembahasan kesesuaian pengendalian operasional terhadap resiko/dampak lingk. Pembahasan efektifitas sistem tanggap darurat Pembahasan pencapaian kinerja K3L Pembahasan tindakan perbaikan dan pencegahan yang telah dilakukan Pembahasan hasil internal audit Pembahasan perbaikan berkelanjutan terkait kebijakan 62 K3L termasuk rekomendasi perbaikan

2. 3. 4.

Evaluasi Manajemen Review


1. 2. 3. Evaluasi efektifitas rekomendasi perbaikan Evaluasi efektifitas sistem manajemen K3L Evaluasi efektifitas implementasi sistem manajemen K3L

5. 6. 7. 8. 9.

TERIMA KASIH PT. BATATA SISTEM CARAKA


NARIBA DUA BUILDING, 3rd Floor, unit. 301 Pasar Rebo, Jakarta Timur Phone : 021-70490278/79 Fax : 87781942 Website : www.bscgroup.co.id Millist : bsc_qhsecommunity@yahoogroups.com Facebook : BSC Sharing
63