Anda di halaman 1dari 2

TUMOR CAVUM NASI Pendahuluan Rongga hidung dikelilingi oleh 7 sampai 8 rongga sinus paranasal yaitu sinus maksilla,

, etmoid anterior dan posterior, frontal dan sphenoid. Kedelapan sinus ini bermuara ke meatus medius rongga hidung. Oleh sebab itu pembicaraan mengenai tumor ganas hidung tidak dapat dipisahkan dari tumor ganas sinus paranasal karena keduanya saling mempengaruhi kecuali ditemukan masing-masing dalam keadaan dini. Tumor hidung dan sinus paranasal pada umunya jarabg ditemukan, baik jinak maupun ganas. Di Indonesia dan di luar negri kekerapan jenis yang ganas hanya 1% dari keganasan seluruh tubuh keganasan di kepala dan leher. Hidung dan sinus paranasal atau juga disebut dengan sinonasal merupakan rongga yang dibatasi oleh tulang-tulang wajah yang merupakan daerah yang terlindungi sehingga tumor yang timbul didaerah ini sulit diketahui secara dini. Asal tumor primer juga sulit ditentukan apakah dari hidung atau sinus karena pasien biasanya berobat dalam keadaan penyakit telah lanjut dan tumor sudah memenuhi rongga hidung dan seluruh sinus.1,2

Anatomi Definisi Epidemiologi Di Indonesia keganasan hidung dan sinus paranasal merupakan 1,76% dari seluruh keganasan organ manusia atau 10% dari seluruh keganasan telinga hidung dan tenggorokan, dimana nasofaring merupakan keganasan yang terbanyak dengan 57%. Dari kelompok keganasan hidung dan sinus paranasal 80% merupakan keganasan sinus maksilla, 24% keganasan hidung dan etmoid, dan keganasan sinus sphenoid dan frontal hanya 1%. Tumor ini lebih sering ditemukan pada laki-laki dan wanita dengan perbandingan 2:1.1 Etiologi

Penyebab pasti belum diketahui. Diduga beberapa zat kimia atau bahan industry merupakan penyebab antara lain Patofisiologi Gejala Klinis Diagnosis Banding Diagnosis Penatalaksanaan Komplikasi Prognosis