Anda di halaman 1dari 3

ANALISA DATA

No. 1. DS :

Data

Etiologi HIV masuk ke dalam tubuh manusia

Masalah keperawatan Kekurangan volume cairan

- Ny. R mengatakan urin berwana kuning pekat - Klien mengeluh diare sudah sebulan

Menginfeksi sel (Limfosit T4, Monosit, Sel dendrit, Sel Langerhans)

DO : - Keadaan kulit kering dan turgor klien tidak elastis - Mukosa bibir kering - TD = 100/70 mmHg
Memiliki sel target dan memproduksi virus

Sel limfosit T4 hancur

Imunitas menurun

Infeksi oportunistik

Sistem gastrointestinal

Diare

Terjadi output cairan yang berlebihan

Manifestasi klinis ( mukosa bibir kering, turgor kulit menurun, kulit kering, TD = 100/70 mmHg, S = 38 C)

Kekurangan volume cairan

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan No.2 Kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif ditandai dengan perubahan dalam status kesehatan ditandai dengan kulit telihat kering, membran mukosa kering, turgor kulit tidak elastis, TD 100/70 mmHg, S = 38C urin kuning pekat dan diare.

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan volume cairan klien kembali normal (mukosa bibir lembab, turgor kulit elastis, tidak terjadi dehidrasi, TD = 120/80 mmHg, S = 36,5- 37,5 C, N= 60-100x/mnt, urin normal)

Kriteria Hasil : Pada evaluasi hasil didapatkan skor 5 pada indikator NOC

NOC : Fluid Balance NO INDIKATOR 1 2 3 4 5

060101 Tekanan Darah (120/80 mm/Hg) 060122 Nadi (60-100x/mnt) 060107 Keseimbangan output dan intake dalam 24 jam (intake-output =0) 060116 Turgor kulit (elastik) 060117 Membran mukosa (lembab) 060120 Haluaran urin (0,5-1 ml/BB/jam)

Keterangan Penilaian : 1 : Sangat berat 2 : cukup berat 3 : sedang 4 : cukup ringan 5 : tidak ada

Intervensi NIC : Fluid Management 1. Menjaga keseimbangan intake dan output (intake-output = 0) Rasional: memberikan informasi tentang staus cairan menghindari adanya kelebihan satus cairan dalam tubuh pasien yang dapat menyebabkan edema. 2. Memonitor status hidrasi ( membrane mukosa lembab, turgor kulit elastis) Rasional: kekurangan dapat diidetifikasi dari penurunan turgor kulit, membrane mukosa kering 3. Memonitor vital sign (TD = 120/80 mmHg, S = 36,5- 37,5 C, N= 60-100x/mnt) Rasional: kekurangan cairan meningkatkan frekuensi jangtung, menurunkan TD, meningkatkan suhu tubuh dan mengurangi volume nadi. 4. Memberikan cairan sesuai kebutuhan Rasional: memperbaiki keadaan volume cairan dalam sirkulasi 5. Memberikan intake secara oral ( ex: memberikan air minum, menawarkan air bersamaan dengan makanan) Rasional: membantu pemberian cairan untuk keadaan sirkulasi di tubuh 6. Monitor adanya kelebihan cairan Rasional: kelebihan cairan ditandai dengan perubahan berat jenis urine, edema, perubahan tekanan darah, perubahan pola pernapasan 7. Monitor hasil lab yang berhubungan dengan retensi cairan ( haluaran urin) Rasional: haluaran urin merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui status cairan dalam tubuh (0,5-1 ml/BB/jam) 8. Konsultasi dengan dokter, jika klien menujukkan adanya tanda dan gejala kelebihan volume cairan yang berkepanjangan. Rasional: kolaborasi menentukan terapi selanjutnya 9. Memonitor berat badan setiap hari Rasional: perubahan berat badan dalam waktu yang singkat menunjukkan gangguan dalam cairan tubuh total