Anda di halaman 1dari 3

Penentuan Keasaman dari Mineral Alam

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang : Untuk mengetahui kandungan dan sifat suatu mineral maka harus dilakukan karakterisasi. Salah satu karakterisasi sederhana dari suatu mineral adalah penentuan keasaman. Beberapa mineral alam menunjukkan tingkat keasaman yang berbeda, dan dengan adanya aktivasi, keasaman permukaan suatu mineral alam juga dapat berubah. I.2 Teori Tambahan : Salah satu Aluminosilikat yang penting adalah zeolit. Zeolit ditemukan di alam dan berbagai zeolit kini disintesis dengan jumlah besar di industri. Tetrahedra SiO4 dan AlO4 terikat melalui penggunaan bersama oksigennya dan membentuk lubang dan terowongan dengan berbagai ukuran. Strukturnya merupakan komposit dari satuan struktur tetrahedra MO4. Bila polihedra-polihedra ini berikatan, berbagai jenis struktur zeolit akan dihasilkan. Misalnya oktahedra terpancung yang disebut dengan kurungan adalah struktur dasar zeolit A sintetik,Na12(Al12Si12O48)].27H2O, dan bagian segi empatnya dihubungkan melalui kubus. Dapat dilihat bahwa terowongan oktagonal B terbentuk bila 8 oktahedra terpancung diikat dengan cara ini. Struktur yang akan dihasilkan bila bagian heksagon bersambungan melalui prisma heksagon adalah faujasit,NaCa0.5(Al2Si5O14)] .10 H2O.Kation logam alkali atau alkali tanah berada dalam lubangnya, dan jumlah kation ini meningkat dengan meningkatnya aluminum untuk mengkompensasi kekurangan muatan. Struktur zeolit memiliki banyak lubang tempat kation dan air bermukim. Kation ini dapat dipertukarkan. Dengan menggunakan sifat pertukaran kation ini, zeolit digunakan dalam jumlah besar sebagai pelunak air sadah. Zeolit terdehidrasi (didapat dengan pemanasan) akan mengabsorpsi air dengan efisien, zeolit juga digunakan sebagai pengering pelarut atau gas. Zeolit kadang juga disebut dengan penyaring molekular, karena ukuran lubang dan terowongannya berubah untuk zeolit yang berbeda dan dimungkinkan untuk memisahkan molekul organik dengan zeolit berdasarkan ukurannya. Zeolit dapat digunakan untuk mereaksikan dua molekul dalam lubangnya asal ukurannya memadai dan dapat digunakan sebagai katalis untuk reaksi selektif. Misalnya, sintesis zeolit ZSM-5 sangat bermanfaat sebagai katalis untuk mengubah metanol menjadi gasolin. Zeolit ini dapat dipreparasi secara hidrotermal dalam autoklaf (wadah bertekanan tinggi) pada suhu sekitar 100 C dengan menggunakan metanatrium aluminat, NaAlO2, sebagai sumber aluminum dan sol silika sebagai sumber silikon oksida dengan kehadiran tetrapropilamonium bromida, Pr4NBr, dalam reaksi. Bila garam amoniumnya dihilangkan dengan kalsinasi pada 500C, struktur zeolitnya akan tinggal. BAB II METODOLOGI PERCOBAAN II.1 Diagram Alir : bentonit - Timbang 0,5 g sampel mineral alam yang sudah ditumbuk halus ke dalam erlenmeyer +25 mL HCl 2M Kocok dengan shaker pada 250rpm selama 15 menit dan setelah itu diamkan sejenak pada suhu ruang Saring sampel filtrat residu - kemudian cuci dengan akuades hingga pH filtrat sama dengan pH akuades (dengan bantuan kertas indikator pH universal) - Keringkan sampel dalam oven / tanur pada 105-110oC selama 1 jam -Ambil sejumlah sampel (0,1-0,2g), masukkan ke dalam erlenmeyer, kemudian tambahkan 5-10mL akuades - Dengan bantuan indikator pp, titrasi larutan sampel dengan NaOH 1M hingga terjadi perubahan warna -Lakukan hal yang sama untuk sampel sejenis yang tidak diaktivasi atau sampel mineral alam lainnya (sampel tanpa aktivasi hanya dipreparasi dengan cara mencuci sampel dengan akuades terlebih dahulu kemudian dikeringkan dalam oven) hasil

Penentuan Keasaman dari Mineral Alam


II.2 Alat dan Bahan Alat-alat : Oven,Tanur, Ayakan 100 mesh ,Gelas kimia 100Ml,Gelas ukur 25mL, Satu set shaker , Sendok spatula, Pengaduk gelas, Neraca analitik, Gelas arloji , Cawan / kurs porcelin, Erlenmeyer 100mL ,Kertas pH universal, Statif + buret,Penjepit besi,Corong gelas, Botol semprot Bahan bahan : asam klorida, asam oksalat dihidrat, natrium hidroksida, akuades indikator pp, mineral alam (zeolit , bentonit) II.3 Langkah Kerja Timbang 0,5 g sampel mineral alam yang sudah ditumbuk halus (kira-kira 100 mesh), ke dalam erlenmeyer kemudian tambahkan 25 mL HCl 2M Kocok dengan shaker pada 250rpm selama 15 menit dan setelah itu diamkan sejenak pada suhu ruang Saring sampel kemudian cuci dengan akuades hingga pH filtrat sama dengan pH akuades (dengan bantuan kertas indikator pH universal) Keringkan sampel dalam oven / tanur pada 105-110oC selama 1 jam Ambil sejumlah sampel (0,1-0,2g), masukkan ke dalam erlenmeyer, kemudian tambahkan 5-10mL akuades Dengan bantuan indikator pp, titrasi larutan sampel dengan NaOH 1M hingga terjadi perubahan warna (duplo) Lakukan hal yang sama untuk sampel sejenis yang tidak diaktivasi atau sampel mineral alam lainnya (sampel tanpa aktivasi hanya dipreparasi dengan cara mencuci sampel dengan akuades terlebih dahulu kemudian dikeringkan dalam oven) BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN III.1 Hasil Data penimbangan Berat non aktifasi Berat aktifasi sebelum 0,5001 0,5011 0,5004 0,5005 sesudah Berat zat 1 0,1022 Berat zat 2 0,1361 Volume 0,0025 0,1 0,0020 0,05 III.2 Pembahasan Dalam Penentuan Keasaman dari Mineral Alam , kita meggunakan bentonit yang tidak diaktivasi dan diaktivasi

Walaupun masih menjadi menjadi perdebatan, struktur material silikaalumina, misalnya pada zeolite atau bentonite, dapat digambarkan dalam bentuk yang disederhanakan sebagai berikut. OH H+ Si-O-A-O-Si H20 Si-O-Al-O-Si

SiO

SiO

BASA LEWIS

ASAM LEWIS

Jika atom alumunium yang bervalensi tiga digantikan oleh atom silicon yang kuadrivalen, maka muatan bersih yang dihasilkan akan negatif. Muatan negatif ini harus distabilkan oleh muatan positif yang ada disekitarnya misalnya oleh proton. Muatan positif ini dapat dihasilkan dari disosiasi air membentuk gugus hidroksil pada atom alumunium. Pada struktur yang dihasilkan baik atom silicon maupun alumunium keduanya menjadi berikatan secara trahedral. Jika struktur yang dihasilkan dipanaskan, air (dalam bentuk H+ dan OH- terserap) dapat dilepaskan. Pada proses ini asam Bronsted berubah menjadi asam Lewis. Pada struktur asam Lewis, atom alumunium menjadi terkoordinasi dengan tiga ikatan sedangkan atom silikon terkoordinasi dengan empat ikatan. Proses sebailknya dapat pula dikondisikan untuk terjadi. BAB IV KESIMPULAN Jadi pada penentuan keasaman pada bentonit dilaikukan 2 macam yang pertama terakitivasi dan tidak teraktifasi .semakin teraktifasi maka saat d titrasi nya memerlukan sedikit naoh sedangkan apabila tidak ter aktifasi memerlukan naoh yang lebih banyak DAFTAR PUSTAKA
1. Albert Cotton, Geoffrey Wilkinson Kimia anorganik dasarF; penerjemah Sahati Suharto 2. 50526343-Bentonit.scribd.com; 3. Buku teks kimia anorganik online Taro Saito

Penentuan Keasaman dari Mineral Alam


Lampiran 1. Telah dikemukakan, bahwa larutan NaOH dipakai untuk titrasi asam, tetapi NaOH tidak dapat diperoleh dalam keadaan sangat murni. Oleh karena itu, konsentrasi tepatnya tidak dapat dihitung dari beratnya NaOH yang ditimbang dan volume larutan yang dibuat walaupun keduaduanya dilakukan secara cermat. Larutan NaOH ini harus distandarisasi atau dibakukan terlebih dahulu yakni ditentukan konsentrasinya yang setepatnya atau sebenarnya. Cara ini mudah untuk standarisasi atau pembakuan ialah dengan cara titrasi, misalnya larutan NaOH itu dipakai sebagai titran untuk menitrasi suatu larutan standar. 2. Suatu zat dapat menjadi baku primer jika memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 1. mudah diperoleh, dimurnikan dan dikeringkan (jika mungkin pada suhu 110-120 C) dan disimpan dalam keadaan murni. 2. tidak bersifat higroskopis dan tidak berubah berat selama penimbangan di udara. 3. zat tersebut dapat diuji kadar pengotornya dengan uji kuantitatif dan kepekaan tertentu. 4. sedapat mungkin mempunyai massa relatif atau massa ekivalen yang besar, sehingga kesalahan karena penimbangan dapat diabaikan. 5. zat tersebut harus mudah larut dalam pelarut yang dipilih. 6. reaksi yang berlangsung dengan pereaksi tersebut harus bersifat stoikiometrik dan langsung. kesalahan titrasi harus dapat diabaikan (tidak berpengaruh), atau dapat ditentukan secara tepat dan mudah.

Anda mungkin juga menyukai