Anda di halaman 1dari 11

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

TEMBAGA/CUPPER (Cu)

1. Kelimpahan Tembaga Tembaga atau cuprum dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Tembaga di alam tidak begitu melimpah dan ditemukan dalam bentuk bebas maupun dalam bentuk senyawaan. Tembaga kadang-kadang ditemukan secara alami, seperti yang ditemukan dalam mineral-mineral seperti cuprite, malachite, azurite, chalcopyrite, dan bornite. Deposit bijih tembaga yang banyak ditemukan di A , Chile, !ambia, !aire, "eru, dan #anada. $ijihbijih tembaga yang penting adalah sul%ida, o&ida-o&idanya, dan karbonat. Dari mereka, tembaga diambil dengan cara smelting, leaching, dan elektrolisis. #etersediaan tembaga murni berkisar 99.999 ' yang tersedia secara komersil. $ijih tembaga yang terpenting yaitu pirit atau chalcopyrite (Cu)e 2*, copper glance atau chalcolite (Cu2 *, cuprite (Cu2+*, malaconite (Cu+* dan malachite (Cu2(+,*2C+-* sedangkan dalam unsur bebas ditemukan di .orthern /ichigan Amerika erikat.Dalam jumlah kecil tembaga ditemukan pada beberapa jenis tanaman, bulu-bulu burung terutama yang berbulu terang dan dalam darah binatang-binatang laut seperti udang dan kerang. $ijih tembaga dapat berupa karbonat, oksida dan sul%ida. 0ntuk memperoleh tembaga dari bijih yang berupa oksida dan karbonat lebih mudah dibanding bijih yang berupa sul%ida. ,al ini disebabkan tembaga terletak dibagian bawah deret 1olta sehingga mudah diasingkan dari bijihnya. $ijih berupa oksida dan karbonat direduksi menggunakan kokas untuk memperoleh tembaga, sedangkan bijih tembaga sul%ida, biasanya kalkopirit (Cu)e 2*.
TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK 1

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

untuk memperoleh tembaga terdiri dari beberapa tahap yakni2 Pengapungan (flota i) "roses pengapungan atau %lotasi di awali dengan pengecilan ukuran bijih kemudian digiling sampai terbentuk butiran halus. $ijih yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam campuran air dan suatu minyak tertentu. #emudian udara ditiupkan ke dalam campuran untuk menghasilkan gelembunggelembung udara. $agian bijih yang mengandung logam yang tidak berikatan dengan air akan berikatan dengan minyak dan menempel pada gelembunggelembung udara yang kemudian mengapung ke permukaan. mengapung ini dipisahkan kemudian dipekatkan. Pemanggangan $ijih pekat hasil pengapungan selanjutnya dipanggang dalam udara terbatas pada suhu dibawah titik lelehnya guna menghilangkan air yang mungkin masih ada pada saat pemekatan dan belerang yang hilang sebagai belerang dioksida. elanjutnya gelembung-gelembung udara yang membawa partikel-partikel logam dan

Campuran yang diperoleh dari proses pemanggangan ini disebut !al!ine, yang mengandung Cu2 , )e+ dan mungkin masih mengandung sedikit )e . etelah itu calcine disilika guna mengubah besi(33* oksida menjadi suatu sanga atau slag besi(33* silikat yang kemudian dapat dipisahkan. 4eaksinya sebagai berikut
TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK 2

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

Tembaga(3* sul%ida yang diperoleh pada tahap ini disebut matte dan kemungkinan masih mengandung sedikit besi(33* sul%ide Re"u# i Cu2 atau matte yang yang diperoleh kemudian direduksi dengan cara

dipanaskan dengan udara terkontrol, sesuai reaksi 2Cu2 (s) 5 -+2(g) 67 2Cu2+(s) 5 2 +2(g) Cu2 (s) 5 2Cu2+(s* 67 8Cu(s) 5 +2(g) Tembaga yang diperoleh pada tahap ini disebut bli te$ atau tembaga lepuhan sebab mengandung rongga-rongga yang berisi udara. Ele#t$oli i $lister atau tembaga lepuhan masih mengandung misalnya Ag, Au, dan "t kemudian dimurnikan dengan cara elektrolisis. "ada elektrolisis tembaga kotor (tidak murni* dipasang sebagai anoda dan katoda digunakan tembaga murni, dengan elektrolit larutan tembaga(33* sul%at (Cu +9*. elama proses elektrolisis berlangsung tembaga di anoda teroksidasi menjadi Cu 25 kemudian direduksi di katoda menjadi logam Cu.

#atoda 2 Cu25(aq* 5 2e 67 Cu(s*

TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

Anoda 2 Cu(s* 67 Cu25(aq* 5 2e "ada proses ini anoda semakin berkurang dan katoda (tembaga murni* makin bertambah banyak, sedangkan pengotor-pengotor yang berupa Ag, Au, dan "t mengendap sebagai lum %. &ifat' ifat Tembaga i%at-si%at yang dimiliki oleh tembaga meliputi si%at %isika dan si%at kimia. Adapun si%at-si%at itu adalh sebagai berikut2 :* i%at )isika

a. Tembaga merupakan logam yang berwarna kunign seperti emas kuning dan keras bila tidak murni. b. Tembaga tergolong logam yang kurang akti%. Di udara lembab terkorosi secara perlahan-lahan. Tembaga (II) sulfat, CuSO4.5H2O, senyawa ini dikenal sebagai terusi atau blue 1itriol dan digunakan sebagai %ungisida, misalnya pada kolam renang. #egunaan lain adalah sebagai elektrolit pada pemurnian tembaga tau penyepuhan dengan tembaga. $ijih yang berupa oksida atau karbonat biasanya dipisahkan dengan melarutkan dalm asam sul%at. Tembaga dipisahkan dari tembaga (II) sulfat yang terbentuk dengan elektrolisis ("urba, :999*. c. /udah ditempa (liat* dan bersi%at mulur sehingga mudah dibentuk menjadi pipa, lembaran tipis dan kawat d. #onduktor panas dan listrik yang baik, kedua setelah perak.

TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

2*

i%at #imia

a. Tembaga merupakan unsur yang relati% tidak reakti% sehingga tahan terhadap korosi. "ada udara yang lembab permukaan tembaga ditutupi oleh suatu lapisan yang berwarna hijau yang menarik dari tembaga karbonat basa, Cu(+,*2C+-. b. "ada kondisi yang istimewa yakni pada suhu sekitar -;; <C tembaga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk Cu+ yang berwarna hitam. edangkan pada suhu yang lebih tinggi, sekitar :;;; =C, akan terbentuk tembaga(3* oksida (Cu2+* yang berwarna merah. c. Tembaga tidak diserang oleh air atau uap air dan asam-asam nooksidator encer seperti ,Cl encer dan ,2 +9 encer. Tetapi asam klorida pekat dan mendidih menyerang logam tembaga dan membebaskan gas hidrogen. ,al ini disebabkan oleh terbentuknya ion kompleks CuCl 2>(a?* yang mendorong reaksi kesetimbangan bergeser ke arah produk.

Asam sul%at pekatpun dapat menyerang tembaga, seperti reaksi berikut

TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

d. Asam nitrat encer dan pekat dapat menyerang tembaga, sesuai reaksi

elain dapat encer atau larut da3am asam nitrat,tembaga juga larut dalam larutan #C. atau amonia dengan adanya oksigen seperti dicirikan pada potensialnya. #ebanyakan senyawa Cu(I) cukup mudah teroksidasi menjadi Cu(II), namun oksidasi selanjutnya menjadi Cu(III) sulit. Terdapat kimiawi larutan Cu(II) yang dikenal baik, dan sejumlah besar garam berbagai anion didapatkan, banyak diantaranya larut dalam air, menambah perbendaharaan kompleks. ebelum dibahas mengenai kimiawi tembaga (II) , tepatlah Cu25 cenderung mengalami distorsi bila diletakkan untuk mencatat akibat sterokimia dari kon%igurasi d9 dari Cu25. ,al ini menyebabkan dalamlingkungan simetris kubus. AkibatnyaCu25 hampir selalu ditemukan dalam lingkungan yang memungkinkan distorsi dari simetri yang biasa ini (Cotton dan @ilkinson, :9A9*.

TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

e. Tembaga tidak bereaksi dengan alkali, tetapi larut dalam amonia oleh adanya udara membentuk larutan yang berwarna biru dari kompleks Cu(.,-*95. %. Tembaga panas dapat bereaksi dengan uap belerang dan halogen. $ereaksi dengan belerang membentuk tembaga(3* sul%ida dan tembaga(33* sul%ida dan untuk reaksi dengan halogen membentuk tembaga(3* klorida, khusus klor yang menghasilkan tembaga(33* klorida.
g. Tembaga memiliki e' tunggal "i lua$ #ulit (" )ang te$i i.

3ni agak kurang umum dgn goloangan alkali kecuali stokiometri %ormal dalam tingkat oksidasi 5:. #ulit d yang terisi jauh kurang e%ekti%dari pada kulti gas mulia dalam melindungi e- s dari muatan inti, sehingga potensial pengion pertama Cu lebih tinggidari pada golongan alkali. #arena elektron-elektron pada kulit d juga juga dilibatkan pada ikatan logam, panas penyubliman dan titik leleh tembaga juga jauh lebih tinggi dari pada alkali. )aktor-%aktor ini bertanggung jawab bagi si%at lebih gas mulia tembaga. P tensial pengi n tembaga kedua dan ketiga jauh lebih rendah dari pada potensial pengion kedua dan ketiga pada alkali dan berperan untuk si%at logam transisi. (. Kegunaan Tembaga a. ebagai bahan untuk kabel listrik dan kumparan dinamo. b. "aduan logam. "aduan tembaga B;' dengan seng -;' disebut #uningan, sedangkan paduan tembaga A;' dengan timah putih 2;' disebut pe$unggu. "erunggu yang mengandung sejumlah %os%or digunakan dalam industri arloji dan gal1anometer. #uningan memiliki warna seperti emas sehingga banyak digunakan sebagai perhiasan atau ornamen-ornamen. edangkan perunggu
7

TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

banyak dijadikan sebagai perhiasan dan digunakan pula pada seni patung. #uningan dan perunggu berturut-turut seperti yang tertera pada gambar

c. /ata uang dan perkakas-perkakas yang terbuat dari emas dan perak selalu mengndung tembaga untuk menambah kekuatan dan kekerasannya. Cambar mata uang yang terbuat dari emas2

d. e.

ebagai bahan penahan untuk bangunan dan beberapa bagian dari kapal. erbuk tembaga digunakan sebagai katalisator untuk mengoksidasi metanol menjadi metanal.
TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK 8

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

*. Pe$ en)a+aan Tembaga Tembaga di alam memiliki tingkat oksidasi 5: dan 52. Tembaga dengan bilangan oksidasi 52 merupakan tembaga yang sering ditemukan sedangkan tembaga dengan bilangan oksidasi 5: jarang ditemukan, karena senyawaan tembaga ini hanya stabil jika dalam bentuk senyawa kompleks. elain dua keadaan oksidasi tersebut dikenal pula tembaga dengan bilangan oksidasi 5tetapi jarang digunakan, misalnya #-Cu)8. $eberapa senyawaan yang dibentuk oleh tembaga seperti yang tertera pada Tabel.

Tembaga ,, Cu+

-ama tembaga(33* oksida

Tembaga , Cu2+

-ama tembaga(3* oksida

Cu(+,*2

tembaga(33* hidroksida

CuCl

tembaga(3* klorida

CuCl2

tembaga(33* klorida

Cu3

tembaga(3* iodida

Cu)2 Cu Cu +9.D,2+

tembaga(33* %luorida tembaga(33* sul%ida tembaga(33* sul%at pentahidrat atau 1itriol biru

Cu(.+-*2.-,2+

tembaga(33* nitrat trihidrat

TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

"ersenyawaan kompek pada tembaga 3on Cu25 termasuk dalam sistem d9, distorsi disini sangat besar, hingga (Cu(.,-*9*25 berbentuk planar segiempat. ebenarnya ada dua molekul ,2+ dalam kompleks tersebut, tetapi jaraknya dengan ion pusat sangat jauh dibanding dengan tempat .,- yang ada. #arena itu kadang-kadang kompleks tersebut ditulis sebagai 2 (Cu(.,-*9(+,2*2*25. Distorsi dari struktur yang simetris akibat tingkatan energi yang sebagian terisi, dalam hal ini sub tingkatan d, disebut distorsi Ehon-Teller. distorsi. truktur oktahedral low spin juga mengalami istem d8 low spin, mirip dengan d- high spin. #eenam e- mengisi

orbital t2g, adanya e- diantara sumbu-sumbu tidak menyebebkan distorsi ( ukardjo,:9AD*. enyawa-senyawa kompleks yang memiliki bilangan koordinasi lebih dari satu berlangsungsecara bertahap dengan penambahan ligan satu per satu. /ula-mula sekali terbentuk senyawa kompleks :2: antara ion logam dengan ligan, kemudian :22 , dan seterusnya. /isalnya pembentukan senyawa kompleks ion tembaga dan ligan .,- sebagai berikut 2 Cu25 5 .,(Cu(.,-** 5 .,(Cu(.,-*2* 5 .,(Cu(.,-*-*25 5 .,(Cu(.,-**25 (Cu(.,-*2*25 (Cu(.,-*-*25 (Cu(.,-*9*25

.amun demikian, perlu dicatat bahwa beberapa Fat yang berbeda-beda bisa hadir secara bersamadalam sistem di atas persentasenya senyaw kompleks
TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK 10

KIMIA ANORGANIK

TEMBAGA (Cu)

tembaga (33* amonia yang berbeda-beda disajikan sebagai %ungsi kepekatan ligan bebas (GH.,-*. ali%atik. edangkan ligan yang tidak bermuatan selalu berupa ligan beratom banyak sehingga merupakan molekul, misalnya .,- dan amina i%at umum semua ligan ditentukan oleh adanya pasangan elektron bebas (4i1ai, :999*. alah satu dari si%at kompleks tembaga pada umunya adalah berinteraksi dengan medan magnet, bersi%at paramagnetik. ,al ini disebabkan karena atom pusat Cu25 memiliki e- tunggal pada orbital -d, yaitu - d&y, dan berakibat pada besarnya pengaruh medan magnet pada senyawa kompleks tersebut. kompleks dapat membentuk cis, trans, atau facial dan meridional. adalah membentuk isomer cis atau trans (,ala, 2;;8*. enyawa enyawa

kompleks Cu(.,-*9 +9.,2+ dan Cu( +9*2(.,-*2.8,2+, kemungkinannya

TEMBAGA (Cu) | KIMIA ANORGANIK

11