Anda di halaman 1dari 6

Chapter 4 The Economics Of Financial Reporting Regulation Unregulated markets for accounting information Teori agensi menjelaskan kenapa

ada insentive untuk pelaporan sukarela kepada pemilik. Pelaporan sederhana yang lebih luas pada pasar modal dijelaskan oleh teori signalling dan daya saing pada pasar modal. Argumen yang mendukung Unregulated markets kebanyakan mempunyai sifat deduktif. Teori agensi Teori agensi membentuk perusahaan sebagai ikatan dari hubungan agen dan mencari pemahaman perilaku organisasi dengan memeriksa bagaimana hubungan antar agen pada perusahaan memaksimalkan kegunaannya. Salah satu unsur utama dari hubungan agen adalah antara kelompok manajemen dengan pemilik pada perushaan. Manajemen dipekerjakan oleh pemilik perusahaan untuk mengadministrasikan kegiatan perusahaan. Tujuan dari manajemen dan pemilik mungkin tidak dalam kesepakatan yang sempurna. Pemilik tertarik untuk memaksimalkan pengembalian investasi dan harga saham nya, sementara manajer mempunyai jarak yang luas dari kebutuhan ekonomi dan psikologi, termasuk memaksimalkan total kompensasi mereka yang dipenuhi dengan kontrak pekerjaan. Konflik teori agensi dapat dikurangi dengan pelaporan keuangan. meminimalkan biaya pengawasan agen merupakan insentif ekonomi bagi manajer untuk melaporkan hasil akuntansi secara handal kepada pemilik. Pelaporan yang baik akan menaikkan reputasi manajer dan reputasi yang baik akan meninggikan kompensasi karena biaya pengawasan agen yang semakin kecil jika pemilik merasa pelaporan akuntansi adalah handal. Pasar modal yang bersaing dan insentif signalling Teori signalling menjelaskan bagaimana perusahaan mempunya insentif untuk melaporkan secara sukarela kepada pasar modal bahkan pada saat tidak ada perintah untuk persyaratan pelaporan; perusahaan bersaing dengan yang lain untuk kelangkaan risiko modal, dan pengungkapan yang sukarela diperlukan untuk bersaing secara sukses pada pasar untuk risiko modal. Kemampuan perushaan dalam menaikan modal akan ditingkatkan jika perusahaan mempunyai reputasi yang baik dengan respek pada pelaporan keuangan. pelaporan yang baik akan menurunkan biaya modal perusahaan karena turunnya ketidakpastian tentang perusahaan yang melaporkan secara luas dan handal, risiko investasi yang lebih rendah dan persyaratan rate of return yang rendah. Insentif akan muncul untuk mempersiapkan laporan secara sukarela untuk tujuan kenaikan modal dan melaporkannya secara reguler untuk menjaga ketertarikan investor pada perusahaan. Insentif ekonomi untuk melaprokan (bahkan berita buruk) adalah inti dari pendapat teori signalling untuk pelapoan keuangan secara sukarela. Terdapat informasi asimetri diantara perusahaan dan pihak luar karena perusahaan lebih banyak tahu tentang perusahaan dan prospek masa depan dibandingkan pihak luar (investor). Penelitian pada efek signalling pada peramalan pendapatan manajemen, dimana ada pengungkapan sukarela, mempunyai dua aspek signalling, yaitu: (1) peramalan kejutan nilai pendapatan dan (2) kejutan yang ditimbulkan oleh peramalan pendapatan itu sendiri. Private Contracting Opportunities

Argument ketiga dari unregulated market adalah anggapan bahwa setiap orang yang benar-benar menginginkan informasi tentang perusahaan mampu mendapatkannya. Pihak ketiga dapat secara pribadi menyusun kontrak untuk mendapatkan informasi dari perusahaan itu sendiri, dari pemilik, atau dari perantara seperti analisi saham. Jika informasi yang dibutuhkan sulit didapatkan melalui publikasi ataupun pembebasan biaya, individu secara pribadi dapat membeli informasi yang dibutuhkan tersebut. Disinilah, pasar harus menghasilkan alokasi sumberdaya yang optimal dalam memproduksi informasi. Sebuah penelitian pada pasar saham menunjukan orang-orang sangat ingin melakukan kontrak secara pribadi untuk mendapatkan informasi. Pada pandangan ini, permintaan atas informasi yang optimal terjadi pada saat pasar memaksa menentukan produksi (supply) dan pengungkapan atas informasi akuntansi. Komisioner SEC mengatakan bahwa sistem mandatory pengungkapan tidak akan efektif untuk menyalurkan informasi dari pasar modal dan akan melayani tanpa tujuan kepada para investor dengan informasi yang tidak berguna. Regulated Markets Ada dua alasan dalam mempertahankan peraturan: (1) adanya kemungkinan kegagalan dalam sistem pasar bebas yang berarti kegagalan pasar dan alokasi sumber daya yang kurang optimal. Contoh : Monopoli (2) adanya kemungkinan pasar bebas berkebalikan dengan tujuan social. Sebagai contoh, pasar bebas tidak mengkomunikasikan informasi yang relevan tentang keamana pasar yang berakibat pihak manajer dan pihak internal memiliki informasi namun pihak pemegang saham tidak memilki informasi. Sebagai tambahan informasi yang tersedia pada unregulated market tidak menyediakan kecukupan perbadingan diantara perusahaan. Proses penyusunan standar disebut dengan codification yang didasarkan pada pengembangan evolusioner pada standar akuntansi pada kelompok demokrasi dan terbuka. Kegagalan pasar (market failure) Ada beberapa pendapat yang mendukung peraturan karena adanya kegagalan pasar. Pendapat ini berfokus pada perusahaan sebagai monopoli pemasok informasi, kegagalan atas pelaporan keuangan untuk mencegah kecurangan dan kebangkrutan dan sifat barang public atas informasi akuntansi dan pelaporan keuangan. The Firm as a Monopoly Supplier of Information Argument pertama bahwa kegagalan pasar terjadi karena perusahaan menjadi monopoli pemasok informasi tentang perusahaan itu sendiri. Situasi ini menciptakan kesempatak untuk pembatasan produksi informasi dan monopoli harga bila pasar tidak diatur. Mandatory pengungkapan akan menghasilkan lebih banyak informasi dan biaya yang rendah kepada kelompok daripada pada saat pasar belum diatur. Peraturan solusi atas kegunaan perusahaan adalah mengijinkan monopoli pada produksi namun mengatur harganya. Mandatory pengungkapan public adalah model cost-effective untuk mendapatkan informasi perusahaan yang khusus kepada mereka yang menginginkannya. Failures of Financial Reporting and Auditing

Kritikan atas praktik akuntansi dan proses penyusunan standar, secara umum berfokus pada dugaan kualitas yang rendah dari laporan keuangan, bahkan yang disusun dibawah peraturan. Alasan yang dikutip atas lemahnya standar akuntansi dan auditing adalah banyaknya flesibilitas manajemen dalam memilih kebijakan akuntansi dan kadang-kadang adanya kelalaian auditor. Tidak dideteksinya kecurangan perusahaan oleh auditor dan kegagalan perusahaan yang tidak dideteksi awal pada laporan keuangan maupun laporan audit merupakan bukti kegagalan sistem pelaporan keuangan kepada minat public. Argument untuk adanya peraturan diperlukan untuk menaikkan kualitas laporan keuangan untuk melindungi public dari kecurangan dan kegagalan daripada tidak adanya suatu peraturan. Accounting as a Public Good Kegagalan pasar dapat juga terjadi dengan apa yang disebut dengan Public goods. Public goods adalah komoditi dimana satu diproduksi dapat dikonsumsi tanpa mengurangi kesempatan orang lain untuk mengkonsumsinya. Contohnya adalah sinyal radio dan jalan tol. Barang public tidak diciptakan di pasar bebas, memiliki apa yang disebut dengan externalities. Sebuah externalitiy terjadi jika produsen tidak bisa memaksakan beban produksi kepada semua pengguna barang tersebut. Efek dari externality adalah produsen dari barang public mempunyai insentif terbatas untuk dalam memproduksinya karena semua konsumen tidak dapat dibebankan atas barang tersebut. Orang yang mengkonsumsi barang public tanpa membayar disebut dengan free riders. Produksi yang sedikit atas barang public merupakan kegagalan pasar karena produsen tidak termotivasi untuk memenuhi permintaan atas barang public. Salah satu cara memproduksi barang public adalah memalui intervensi peraturan. Tidak bisa diacuhkan, biaya dari free riders harus dibebankan pada masyrakat keseluruhan jika produksi tersebut disubsidi untuk memenuhi permintaan atas barang public. Jika informasi akuntansi adalah barang public, maka perusahaan tidak akan mempunyai insentif yang kuat dalam memproduksi dan menjual informasi akuntansi. Hasilnya adalah underproduction atas informasi akuntansi pada unregulated market, intervensi dalam bentuk mandatory persayaratan pelaporan tergantung pada kebutuhan untuk menjamin terpenuhinyan permintaan atas informasi akuntansi. Social Goals Alasan lain dalam mendukung perturan adalah masyrakat ini mencapai tujuan tertentu yang tidak akan dipenuhi oleh pasar bebas, bahkan jika tidak terjadi kegagalan pasar. SEC selalu berfokus pada fair reporting dan protection of investor. Kewajaran pada pasar modal adalah tipe dari argumen minat public, ini diasumsikan bahwa pasar saham akan wajar hanya jika potensial investor mempunyai akses yang sama pada informasi yang sama. Hal ini disebut dengan simetri informasi dan ini adalah tujuan mulia karena lebih luas informasi terdistribusi, lebih banyak persaingan dalam pasar yang akan terjadi. Setelah itu, informasi yang sempurna dan murah adalah asumsi model ekonomi dalam persaingan sempurna. Peraturan dalam insider trading adalah aplikasi atas filosofi simetri informasi. Tujuan social yang lain sebagai tambahan simetri informasi adalah comparability. Comparability adalah keandalan pernyataan keuangan ketika membuat evaluaasi menggunakan pernyataan keuangan pada basis perbandingan perusahaan. The codificational Justification of Standard Setting

Risalah yang penting telah dipublikasi oleh the American Accounting Association (AAA). Gaa telah menyediakan justifikasi yang berarti pada regulasi laporang keuangan dan proses penyusunan standar. Pandangan atas codificational bukan rasional namun evolusioner pada saat sebuah sistem dirasa untuk evolusi ataupun dikembangkan. Hasil dari sistem codifikasi seperti standar akuntansi tidak penting dikoreksi pada logika deduktif. Kodifikasi menyediakan ide yang bagus dimana dapat diharapkan ketika masyrakat yang demokratis ditempatkan untuk menuraikan kesulitan distribusi masalah. Disisi lain, kodifikasi dapat dilihat sebagai rasionalisasi yang dangkal atas status quo meskipun, dengan definisi, diasumsikan bahwa akan ada pengembangan institusional untuk menyelesaikan masalah. Comparing Regulated and Unregulated Markets Salah satu argument atas regulasi adalah perusahaan merupakan monopoli pemasok atas informasi dirinya. Prima facie, ini dapat dilihat sebagai kegagalan pasar. Pendapat yang berbeda oleh pasar bebas menyatakan bahwa memiliki tekanan kompetitif pada modal, perusahaan memiliki insentif untuk melaporkan informasi secara sukarela atas dirinya. Pendapat lain yang melawan regulasi adalah informasi tidak diungkapkan secara sukarela oleh perusahaan dapat diperoleh melalui kontrak pribadi. Bagaimanapun juga, kelangsungan hidup dari kontrak pribadi dipertanyakan karena sifat dari barang public atas informasi akuntansi dan masalah free riders Standarisasi kebijakan akuntansi akan menimbulkan keseragaman diantara perusahaan dibadingkan yang terjadi pada unregulated market. Mandatory pelaporan public mempertinggi rasa wajar atas pasar modal dan dapat mengurangi biaya total pada masyarakat dalam mendapatkan informasi. Imperfections of Accounting Regulation Ekonomis telah menyimpulkan bahwa sangat sulit untuk mendapatkan kebijakan peraturan yang dapat menimbulkan kemakmuran social yang maksimal. Hal ini yang disebut oleh Arrow sebagai impossibility Theorem. Ketika harga pasar bebas ditinggalkan, tidak ada jalan untuk memntukan aggregate pilihan social. Jika sistem harga bekerja, aggregate pilihan social menyatakan melalui keseimbangan permintaan penawaran, dan sumberdaya dialokasikan melalui harga pasar. Tidak ada perbandingan peraturan pada regulated market, dan untuk alasan ini sangat sulit untuk mengevaluasi keuntungan atas peraturan pasar. Karena paradok ini, sangat tidak mungkin untuk mengetahui apakah peraturan akuntansi memproduksi kuantitas dan kualitas yang optimal atas laporan keuangan. Ekonomis berpendapat bahwa barang public yang ditawarkan pada regulated market melebihi produksi. Hal ini bertentangan dengan produksi yang lebih sedikit pada unregulated market yang menimbulkan paradok kegua atas peraturan. Dalam menentukan kebijakan akuntansi, FASB dapat dengan mudah memutuskan tentang level permintaan pada kebijakan akuntansi yang baru atau alternative sejak pengguna tidak membayar secara langsung untuk itu. FASB mungkin sadar dengan adanya masalah over produksi yang disebut dengan Standard overload, secara bagian telah mempengaruhi perusahaan kecil dan non public.

Kecenderungan over produksi pada regulated market dapat dihindari dengan sistem harga yang dimasukkan pada barang public. Menciptakan bukan penjual yang secara efektif dikeluarkan dari konsumsi barang. Salah satu contohnya adalah laporan keuangan yang dikirimkan kepada SEC dan mengenakan biaya untuk mengcopi informasi. Pada cara ini, permintaan ekonomis atas informasi dapat ditentukan dan biaya produksi dapat dipulihkan oleh pengguna dari informasi akuntansi. Konsekuensi negative pada regulating accounting adalah: 1. potensial over lokasi sumberdaya social pada tersedianya produksi publikasi gratis informasi akuntansi 2. transfer kemakmuran dari bukan pengguna kepada pengguna informasi akuntansi. Transfer kemakmuran terjadi ketikan pengguna menerima keuntungan dari informasi akuntansi yang gratis, sedangkan bukan pengguna secara implisit mendatangkan biaya produksi. The Regulatory Process Pembuatan peraturan adalah aktivitas politik yang penting. Sejak kemakmuran social tidak bisa diukur (the impossibility Theorem), tidak ada criteria untuk memntukan kebijakan apa yang akan memaksimalkan minat public. Konsekuensi, dugaan atas pemahaman yang baik atas minat public ada pada kontek politik dan dengan anjuran rekomendasi pendistribusian pendapatan dan kemakmuran. Ini berarti bahwa tidak ada jalan lain untuk menentukan peraturan akuntansi yang optimal dan peraturan tersebut menjadi hasil dari politik daripada proses ekonomi. The Political Nature of Regulation Dalam tradisi demokrasi di Amerika berarti bahwa due process adalah bahan dalam proses penyusunan peraturan. Dalam menyiapkan kebijakan, due process berarti agen penyusun peraturan mencari untuk memasukkan semua akibat pada pertimbangan. Hal ini penting untuk menjaga legitimasi atas proses penyusunan peraturan. Dalam sudut pandang penyusunan peraturan, fungsi FASB lebih sukses dalam badan penyusun peraturan. Due process telah diadopsi pada standar porsedur dalam debat dan mengembangkan kebijakan akuntansi. Penyusunan peraturan melalui proses due process sangat lambat, namun pencapaian consensus memberikan legitimasi pada peraturan. Regulatory Behavior Capture theory dan life-cycle theory dari penyusunan peraturan sama-sama berpendapat bahwa kelompok akan diatur nantinya akan melalui proses penyusunan peraturan untuk mempromosikan minat pribadi. Ketika ini terjadi, proses penyusunan peraturan dipertimbangkan untuk ditangkap. The life cycle theory pada proses penyusunan peraturan berpendapat bahwa agen penyusun peraturan melalui beberapa fase yang berbeda. Meskipun ini berawal pada minat public, peraturan nantinya menjadi instrument untuk melindungi kelompok yang diatur. Pihak yang diatur dan penyusun peraturan akan mencari perlindungan atas minat mereka. Behavior of Companies, Auditors and Free Riders Tiga kelompok yang dipengaruhi oleh peraturan akuntansi:

1. manajemen terdapat sifat kecenderungan dari perusahaan untuk menolak pengungkapan atau peraturan baru yang akan menimbulkan biaya bagi perusahaan. Pada sisi lain beberapa peraturan mungkin menimbulkan akibat pada perusahaan khusus untuk menaikkan pelaporan pendapatannya. Manajemen dapat memiliki insetif untuk mendukung usulan tersebu yang akan berdampak positif terhadap pelaporan pendapatan dan akan menaikkan kompensasinya. Namun ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa banyak dari perushaan yang mendukung usulan peraturan akuntansi yang akan menimbulkan laporan pendapatan yang rendah. Jadi, ada beberapa kelompok manajemen yang menimbulkan banyak reaksi atas usulan kebijakan akuntansi. 2. Auditor Auditor berfokus pada implikasi peraturan audit laporan keuanga. Sangat naf jika berpikir bahwa opini sebuah perusahaan akuntansi tidak secara serius dipertimbangkan atas pertimbangan kebijakan akuntansi. Ronen menyarankan adanya penciptaan Financial Statement Insurance yang artinya biaya yang akan dibayarkan oleh auditee kepada perusahaan insurance lain. Insurance ini akan meliputi antara pembayaran jaminan oleh pemegang saham atas hasil dari kesalahan penyajian pada laporan keuangan dan biaya auditor. 3. free riders free rider seperti analis, akan menggunakan informasi akuntansi sebagai bahan konseling dan penyusunan Koran. FASB telah melihat secara dekat tentang free riders ini karena mereka tidak berhubungan langsung secara ekonomi pada informasi yang dimiliki oleh perusahaan atau auditor. Kebijakan akuntansi tidak boleh dibuat berdasarkan pelayanan kepada salah satu minat kelompok dengan menghancurkan masyarakat secara keseluruhan. Ketika peraturan didominasi oleh sekelompok kepentingan, mandat tersebut akan menjadi hilang karena proses penyusunan peraturan telah ditangkap oleh pribadi-minat kelompok. Economic consequences of accounting policy Secara jelas bahwa proses penyusunan peraturan adalah proses politik dimana terdapat banyak loby konstituen atas posisi mereka. Ketika agen penyusunan standar harus netral diantara kelompok yang bersaing dalammenyediakan informasi yang digunakan untuk membantu memprediksi aliran kas dan untuk menilai kinerja manajemen, penyusunan standar sering menyediakan keuntungan bagi satu kelompok dan beban untuk yang lain. Hal tersebut yang menyebabkan kebijakan akuntansi tidak semudah efisiensi ekonomis. Dan ini juga berpengaruh pada distribusi pendapatan dan kemakmuran dan ini kebutuhan social dan politik lebih penting daripada akuntansi. Economic consequence dari kebijakan akuantansi adalah akibat dari pelaporan akuntansi pada bisnis, pemerintah, gabungan, investor, dan kreditor.