Anda di halaman 1dari 9

1

BAB IV PEMIKIRAN TENTANG PENDIDIKAN ANAK A. Pemikiran pakar-pakar muslim Pemikiran tentang pendidikan dalam kalangan ilmuwan mulim, sebenarnya, sudah berkembang sejak awal zaman Islam, terbukti dengan semakin meningkatnya kegiatan pendidikan dan meluasnya wilayah jangkauannya. Tetapi pemikiran secara konsepsional dan tertulis mengenai pendidikan, khususnya pendidkan anak, ditemukan pada abad 2 dan 3 hijrah yang ternyata dimulai oleh Ibnu Sahnun dan l!"abisi. Pemikiran!pemikiran berikutnya, kira!kira satu setengah abad kemudian, ditemukan dalam tulisan!tulisan Ikhwanu al!Sha#a, l! $hazali, %bnu &haldun, Ibnu 'askawaih dan banyak lagi dalam jumlah yang sudah agak memadai. Pertanyaan!pertanyaan inti, sebagaimana terlihat dalam perumusan masalah yang diupayakan penemuan jawabannya melalui tulisan ini, terlebih dahulu dicoba dihadapkan kepada mereka. %ntuk itu, maka dalam uraian berikut ini pemikiran!pemikiran tersebut dipungut secara selekti# dari beberapa orang ilmuwan pemikir mulsim yang ikut membicarakan masalah pendidikan. 'ereka yang terpilih adalah( )*+ Ibnu sahnun, )2+ l!,abisi, )3+ Ihkhwanu l! ha#a, )-+ l!$hazali, ).+ Ibnu &haldun. Pemikirn!pemikir lainnya, setelah dipelajari terlihat membahas hal!hal yang kuran glebih bersamaan mengenai pendidikan, baik secara umum maupun secara khusus berkenaan dengan pendidikan anak. /ua pemikir yang tersebut pertama dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa keduanya adalah yang paling awal menulis hal!hal yang berkenaan dengan pendidikan dan pengajaran.* 0ang tersebut ketiga adalah kelompok politik dari golongan Syi1ah yang bergerak secara ilegal yang, karenanya, mempunyai missi tersendirid alam upayanya dibidang pendidikan.2 /ua ilmuwan muslim yang tersebut terakhir hidup dalam zaman dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan, sekaligus, diskusi ilmiah sedang sangat maju. 1. Ibnu Sahnun !"!-!#$ %&'#(-(1! M) Ibnu Sahnun, yang menulis lebih dari 22 buku, dikenal oleh kalangan peniliti pendidikan Islam karena bukunya yang berjudul dabu l! 'u1allimin )akhlak guru!guru+ yang diterbitkan pada tahun *3345*626 ' oleh l!7ajnah l!Tunisiyah )suatu badan di Tunis+ yang dengan secara berencana menerbitkan dan menyebarkan manuskrip!manuskrip rab Islam kuno yang ditulis, menimal, sebelum abad 3 4.3 tulisan Ibnu Sahnun ternyata baru dikenal setelah abad *2 )atau **23 tahun+ ia meninggal.
1

Muhammad munir Marsi, Al-Tabiyah Al-Islamiyah Ushuluha wa Tahawwuruha fi AlBiladi Al-Arabiyah, Al-Qahiroh, Alamu Al-Kutub, 1977, h 111 dan 119 ! "ihat #adiyah $amalu al din, %alsafatu al-tarbiyah &inda i'hwani al-shafa, samir Abu (aud, al Mar'a)u al &Arabi li Al *hahafah, Ahlan, 19+,, hal -!-.. , Muhammad Munir Al-Marsi, /0 1it , hal 111

2
8uku Ibnu Sahnun ternyata kecil, terdiri dari hanya *2 halaman tulisan tangan )29 halaman buku yang diterbitkan+ tetapi terhitung sangat tinggi nilainya karena merupakan buku pertama dalam sejarah Islam yang ditulis khusus mengenai pendidikan, terutama yang berkenaan dengan guru. Ibnu Sahnun menulis bukunya itu dengan narasumber ayahnya sendiri, l!Imann Sahnun, seorang ulama besar yang menjabat hakim tinggi dalam masa pemerintahan l! mir l!: bbas dan beberapa orang mir sesudahnya.8uku Ibnu Sahnun berisi *2 bab( /alam bab pertama, pengajaran l!"ur1an, ia menjelaskan mengutamakan belajar dan mengajar l!"ur1an. %ntuk menunjang kebenaran penulisannya, Ia menyadur beberapa hadist ;abi kedalam bahasanya sendiri.. /alam bab kedua, keadilan guru terhadap murid, ia menjelaskan mengenai sikap adil yang harus dimiliki, baik oleh guru terhadap semua murid maupun oleh orang tua terhadap semua anak. %ntuk itu ia menyadur pula bebarapa hadist ;abi kedalam bahasanya sendiri.9 /alam bab ketiga, tatakrama menghapus nama llah atau ayat l! "ur1an yang telah ditulis, misalnya dibatu tulis atau kertas, ie menjelaskan bahwa menghapus nama llah atau ayat tersebut adalah makruh )tidak disenangi+ malah terlarang, kecuali dengan cara tertentu. Suatu cerita yang bersumber dari nas bahwa dalam masa pemerintahan keempat khali#ah, setiap guru menyediakan sebuah kolam kecil yang diisi oleh setiap murid dengan air suci, yang masing!masing mereka mendapat perintah untuk itu. apabila mereka bermaksud akan menghapus nama!nama llah atau ayat! ayat l!"ur1an yang telah ditulisnya maka batu tulisnya harus dimasukkan kedalam kolam tadi untuk dibersihkan di dalmnya. Sesudah semua murid membersihkan batu tulisnya dengan cara yang sama, iar kolam tersebut seluruhnya dialirkan kedalam sebuah lobah yang dengan sengaja digali untuk maksud itu agar semua air tadi diserap oleh bumi<. /alam bab keempat, hukuman, ia menjelaskan adab )tatakrama+ menghukum anak )murid+. %ntuk ini ia mengutip beberapa hadist ;abi yang menjelaskan batasan samapai dimana dan dengan alat apa saja guru!guru dibenarkan menjatuhkan5melakukan hukuman atas anak beruat salah. /iantara hadist ;abi yang dikutipnya adalah )yang artiyna+ ( tida seorangpun diantara kamu boleh di pukul dengan cambuk melebihi dari *2 kai kecuali karena hukuman berbentuk hudud )seperti karena mencuri, berzina, minum khamar dan sebagainya+. 0ang lainny adalah )yang artinya+ ( hukumlah anak dengan 3 kali pukulan )cambuk+. =ikalebih, maka yang memukul dituntut hukuman ,ishas )bela+ di hari kiamat3.
.

"o1 1it "o1 1it hal 11! 2 "o1 1it ,hal 117 "o1 1it hal + "o1 1it

3
/alam bab kelima, mengenai khatam l!"ur1an, ia menjelaskan bahwa yang dimaksud khatam )tamat+ l!"ur1an tidaklah harus berarti mengha#al keseluruhannya, tetapi bisa berarti mengha#al sebagian besar, separuh, sepertiga atau seperempatnya. $uru sama sekalti tidak boleh memaksa anak )murid+ untuk mengha#al keseluruhan l!"ur1an kecuali dengan seizin orang tuanya. Pada upacara wisuda khatam l!"ur1an, hari!hari lebaran )puasa atau haji+, guru dibolehkan menerima hadiah dari murid!muridnya. Tetapi ia tidak dibenarkan menerimanya kecuali dengan izin orang tua mereka. Penerimaan hadiah di luar izin atau permintaan hadih dengan sesuatu hilah )dalih+ apapun bentuknya, hukumnya haram6. /alam bab ketujuh, mengenai libur dan murid yang absen, ia berpendpat bahwa hari libur puasa adalah *!3 hari dan lebur haji 3!hari. 'engenai murid yang absen, guru tidak boleh menugaskan murid lain untuk menyelidikinya, kecuali setelah mendapat izin dari orang tua anak yang ia tugaskan itu atau karena rumah anak yang absen tersebut memang dekat dengan lokasi belajar. Penugasan semacam itu dapat menimbulkan, minimal, dua akibat negati#, yaitu )*+ pelajaran anak yang ditugaskan akan tertinggal selama masa menyelidik, )2+ mungkin ia akan mendapat penerimaan yang tidak baik atau malah mungkin ancaman dari murid yang ia selidiki. $uru sendirilah yang harus menyelidikinya dan dengan segera melaporkannya kepada orang tuanya. /isamping itu, guru tidak boleh )*+ mewakilkan kepada satu )atau beberapa+ orang muridnya untuk melaksanakan hukuman )pukulan+ atas murid lainnya yang bersalah, )2+ mengangkat salah seorang muridnya untuk menjadi ketua bagi seluruh murid, kecuali jika murid tersebut sduah khatam l!"ur1an, )3+ mengangkat salah seorang muridnya menjadi guru bantu guna mengajar murid!murid yang lain, kecuali apabila murid tersebut telah memahami benar atau tidak perlu diajar lagi mengenai ilmu yang akan diajarkannya. pabila ia mengangkat guru bantu yang memenuhi persyaratan tersebut maka, dirasanya patut, ia boleh memberi uang lelah secara wajar.*2 /alam bab kedelapan, kewajiban khusus guru, ia menjabarkan bahwa guru( )*+ tidak boleh bercanda dengan murid, kecuali berkelakar sekedarnya pada waktu akan menukar pelajaran, )2+ harus melarang murid!muridnya melempar!lempar atau berubatan makanan atau buah!buahan dalam pesta >wisuda? khatam l! "ur1an, karena makanan yang dilempar atau yang direbut terhitung rampasan, )3+ harus meluangkan sebanyak mungkin waktunya untuk murid!muridnya dan tidak meninggalkan tugasnya karena hal! hal yang kurang perlu, misalnya mengikuti salat jenazah, mengantarkan jenazah kekuburan dan sebagainya, )-+ harus menyusun jadwal mengajar, misalnya, membaca l!"ur1an, i1rab l! "ur1an, wa,a#, tartil,@ tidak perlu mengajarkan ilmu hitung, sya1ir, ilmu nahwu, bahasa rab, kecuali jika memang dibebani untuk itu, ).+ tidak boleh memukul dibgian kepala atau muka murid, )9+ tidak
9

13

"o1 1it "o1 1it

4
boleh mewakilkan kepada muridnya untuk untuk mengajar murid lain, )<+ tidak boleh menyibukkan diri dengan sesuatu pekerjaan yang menyebabkan perhatiannya kepada muridnya berkurang, )3+ harus memperlihatkan kepada murid!muridnya atau tongkat pemukul, ruang belajar dan kantin, )6+ harus menguji sejauh mana kemajuan belajar murid!muridnya, )*2+ tidak boleh mengajar dengan suara ilhan )mereng+ dan juga nyanya karena keduanya makruh )tidak disenangi+, )**+ harus seng dengan tinta yang mengotori kainnya karena hal itu menandakan ketekunannya mengajar, )*2+ sebaiknya menetapkan waktu belajar dari pagi sampai zhohor, )*3+ boleh menyuruh salah seorang muridnya untuk mendikte pelajaran kepada yang lain, tetapi ia harus memeriksa kebenaran dikte itu, )*-+ tidak boleh menukar pelajaran muridnya dri satu surah l!"ur1an kepada surah lainnya sebelum ha#al la#azh, harakat dan tulisannya, )*.+ tidak boleh melepaskan anak kecil untuk membuang sendiri air besar atau air kecilnya, )*9+wajib memerintahkan muridnya mendirikan solat setelah berumur < tahun dan memukul yang meninggalkannya setelah berumur *2 tahun,, )*<+ tidak boleh menyelenggarakan pendidikan anak!anak di idalammesjid, karena mereka belum terjamin bersih dari najis, )*3+ tidak boleh mengajar anak!anak kristen membaca l!"ur1an, )*6+ tidak boleh menggabungkan anak perempuan dengan anak laki!laki dalam belajar, karena hal itu lama!lama akan mebuat mereka menjadi menyimpang, )22+ harus menghukum murid jika ia mengganggu5menyakiti murid yang lain, )2*+ jika tersalah dalam menghukum, misalnya menghukum muridnya sampai buta atau mati maka ia akan dikenakan hukum ki#arat )denda+ sesuai dengan ketentuan yang berlaku@ apabila hukumannya melampaui batas sehingga menyebabkan muridnya mati maka ia dikenakan hukum diyat )membayar *22 unta+@ sebaliknya, jikalau terbukti tidak melampaui batas, ia tidak terkena diyat@ jika hukumannya dilakukan dengan alat yang tidak termaa#kan dan muridnya mati maka ia dikenakan hukuman ,ishas )bela atau bunuh+**. /alam ke sembilan, gaji guru A berlainan dengan l!$hazali )dua abad dibelakangnya+ yang tidak membenarkan menerima upah A menegaskan bahwa guru( )*+ boleh digaji, baik bulanan maupun tahunan atau diberi insenti# secara wajar, )2+ tetap berhak menerima gaji yang sudah disepakti samapi masa setahun dari muridnya yang, krena sakit atau bepergian, tidak dapat mengikuti pelajaran, )3+ boleh digaji guna mengajar sekelompok anak, jika para orang tuanya bersepakt untuk itu, )-+ bisa dilarang mengajar jika telah diketahui berbuat salah atau keterlaluan dalam tindakannya, ).+ boleh mengajar anak!anak lain disamping dengan anak!anak dengan mana ia diberi gaji*2. /alam bab kesepuluh, sewa!menyewa l!"ur1an dan kitab!kitab #ikih, ia menegaskan( )*+ boleh menyewa dan mempersewakan l! "ur1an untuk dibaca seperti juga boleh menjualnya, karena yang
11 1!

"o1 1it ,o0 1it hal 11.-117 "o1 1it ,hal 11+

5
dijual itu adalah tinta dan kertas, )2+ boleh mempersewakan dan menjual kitab!kitab #ikih, jika sudah dikenal penyewa atau pembelinya*3. Ibnu Sahnun, meskipun tidak membahas pendidikan secara menyeluruh, telah berjasa terutama dalam pemikirannya mengenai guru. Pemikirannya itu menggambarkan betapa beragamnya tindakan guru dalam upayanya mendidik anak, terutama dalam hal melakukan hukuman. Sebagian dari hasil pemikirannya itu ada yang masih releBan dengan masa kini. Tetapi ia tidak membicarakan pendidikan anak di dalamkandungan, apalagi masa!masa sebelumnya. 2. l!"abisi )32-!-23 4563.!***2 '+. l!"abisi ) bu l!4asan : li ibnu 'uhammad Ibnu &hala# l!'a1ari#i l!"airawani+*-, disamping *. buku yang ditulisnya mengenai #ikih, hadist dan beberapa kumpulan!kumpulan nasehat, jika menulis buku berisi pembahasan tentang murid dan hukum!hukum mengenai hubungannya dengan guru. ;askah asli tulisan tangannya sendiri belum ditemukan, tetapi salinannya dengan tulisan tangan tahun <29 4 masih terpelihara dengan baik dalam perpustakaan ;asional di Paris*.. /iantara pemikiranny mengenai pendidikan adalah( Tujuan Pengajaran Tujuan pokok pengajran adalah mengenal agama Islam secara ilmiah dan amaliah. 'engajarkan l!"ur1an agar dipahami dan diamalkan oleh anak!anak tujaun pertama dan pertama. 8ahkan solah sebagai salah satu rukun islam , tidak dipandang sah tanpa membaca bagian!bagian tertentu dari l!"ur1an, misalnya al#atihah *9 &ewajiab 'endidik nak Semua anak wajib mendapat pengajaran dan, karenanya, mendidik mereka adalah wajib.. cikal bakal wajib belajar untuk semua anak telah terdapat dalam pemikiran l!"abisi. &ewajiban mendidik, pertama, dibebankan kepada orang tua dalam rumah tangga samapai dengan anak dewasa dan mampu berdiri sendiri. =ika tidak sanggup mendidik sendiri maka orang tua wajib mengupayakan pendidikan anaknya melalui guru, meskipun untuk itu ia harus mengeluarkan biaya. =ika kebetulan ia miskin maka biaya itu wajib dipukul oleh #amilinya yang berada. =ika kebetulan semua #amilinya tidak mampu maka biaya tersebut wajib dipikul oleh umat Islam yang kaya, atau guru!guru secara ikhlas berbakti mendidik anak A anak yang orang tuanya miskin. /alah hal ini, pemerintah wajib memperhatikan kesejahteraan guru!guru tersebut*<. Pendidikan
1, 1-

nak Perempuan

"o1 1it Ahmad %uad al-ahwani, al-Tarbiyah fi al islam, al-Qahirah, (aru al-Maarif,19+3 hal !1 1. Muhammad Munir Marsi,o0 1it ,hal 119 12 Ahmad %uad al-ahwani,o0 1it ,hal 97 17 Muhammad Munir Marsi,o0 1it ,hal 1!3

6
nak perempuan wajib mendapat pengajaran karena kewajiban mengamalkan ajaran agama dan hak mendapat balasan sorga atau ancaman neraka sama antaranya dengan anak laki!laki. Islam memerintahkan menuntut ilmu tidak tidak hanya kepada laki!laki melainkan juga kepada perempuan. Tetapi dalam penyelenggaraan pendidikan5pengajaran mereka tidak seyogyanya digabung dengan anak laki!laki dalam satu ruangan. Penggabungan itu cenderung bermuara kepada demoralisasi sebagai akibat dari pergaulan muda! mudi secara terbuka selama belajar dan bahkan sebelum5sesudahnya. Cleh karena itu, anak perempuan sebaiknya dididik secara terpisah dan diajarkan ilmu pengetahuan yang erat kaitannya dengan kewanitaan, kerumahtanggaan yang dapat meningkatkan derajat wanita. Pemisahan itu lebih menjamin bagi terpeliharanya muda!mudi daripada #itnah atau hal!hal yang cenderung merangsang kerah melakukan perbuatan maksiat*3. &urikulum 'ata pelajaran poko adalah l!"ur1an yang diperinci oleh l!"abisi kedalam syllabus( )*+mengha#al l!"ur1an, )2+membaca l!"ur1an, )3+ menulis l!"ur1an, )-+menuturkan l!"ur1an dan memahaminya, ).+tajwidu l!"ur1an)pebaikan bacaan+. 'atapelajaran umum, seperti berhitung, tidak ditetapkannya secara baku sehingga dapat ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan*6. khlak Setiap kegiatan pendidikan harus diarahkan kepada pembinaan akhlak mulia. /alam aplikasinya harus dimulai dari pendidikan dhamir )nurani,super ego+ yakni mengisinya dengan nilai!nilai ajran Islam sehingga nantinya mempu menjadi pengendali dan pendorong bagi realisasi akhlak Islami dalam tingkahlaku kehidupan anak sehari!hari. 'etode untuk pendidikan akhlak adalah mengajarkan dan teladan. 0ang bertolakd ari #irman llah( >yang disuruh oleh Dasul laksanakanlah dan yang dilarangnya jauhkanlah?22. Sedangkan yang kedua berdasarkan kepada #irman!;ya( >sesungguhnya pada kepribadian Dasul itu )tercermin+ teladan utama untuk kamu?2*. &epada anak harus diajarkan akhlak yang terpuji dan tercela, termasuk perbedaan dan akibatiakibatnya. &emudian, guru harus membuat dirinya menjadi teladan dalam hal berakhlak mulia itu22. &ebajikan dan &enistaan &ebajikan5keutamaan adalah tujuan pendidikan akhlak yang sebenarnya. %ntuk itu perlu metode pembiasaan, yakni membiasakan agar melakukan yang bajik mempribadi didalam diri anak dan, pada gilirannya, akan termani#estasi dalam tingkah
1+ 19

"o1 1it, /0 1it ,hal 1!1 !3 Q * al-4asy5+ !1 Q * al- Ah)ab5!1 !! Muhammad Munir Marsi,o0 1it

7
lakunya sehari!hari, baik pada saat sendirian maupun pada waktu didepan umum. Cleh karena itu, guru harus berupaya membiasakan anak berakhlak baik dan menghindarkan prilaku yang tercela. /iantara akhlak mulia yang harus terinternalisasi kedalam diri anak serta membudaya dalam prilakunya adalah taat, tidak saja kepada orang tua dan guru melaikan juga, yang malah palinbg utama, kepada llah dan Dasul serta %lul mri )pemimpin muslim+23. khlak mulia lainnya dalah disiplin dan teratur. &acau, berantakan dan berbuat seenaknya adalah prilaku tercela yang membuat anak menjadi berandalan dan bahkan jahat2-. &asih sayang dalam menghukum anak. Setiap guru harus benar!benar sayang kepada murid seperti orang tua sayang kepada anaknya, tentu saja, bukan orang tua yang kejam atau buas sampai membunuhnya2., yangsampai dengan zaman kinipun masih terdengar. 4ukuman atas anak atau murid, jika berbuat salah, dapat dan bahkan, jika berulang, perlu dilakukan, tetapi harus didasarkan atas kasih sayang sesuai dengan roh Islam dengan cirinya yang karektaristik( kasih sayang dan maa#. /alam melaksanakan hukuman, oleh karenanya, harus diikuti syarat!syarat sebagai ( )*+lembut dan sederhana dalam menghukum, bahkan mengurangi dari pada yang seharusnya, )2+adil dalam menghukum, artinya sesuai dengan kesalahan yang dilakukan dan tidak membeda!bedakan antara satu anak dengan yang lainnya, )3+ tidak tergesa!gesa menghukum, )-+ tidak berbentuk melarang makan atau minum, ).+tidak dengan maksud membalas dendam atau melapiaskan sakit hati. 4ukuman dalam bentuk pukulan hanya boleh dilakukan dengan syarat( )*+ karena kesalahan tertentu saja, )2+kadar pukulan harus selalu kurang dari sekedar kesalahan, )3+dibatasi dengan *!3 pukulan@ jika diperlukan lebih, maka harus melalui izin orangtua atau pemerintah setempat, )-+harus dilakukan oleh guru sendiri, ).+ hanya boleh dibagian kaki, tidak dibagian muka, kepala atau bagian! bagian tubuh yang peka, )9+alat pemukul adalah semacam rotan )cambuk+ atau bambu yang dibelah tipis, yang harus terjamin aman dari kemungkinan berbahaya.29 Sistem 8elajar 8elajar harus berjalan setiap dan sepanjang hari. 7ibur hanya pada hari jum1at dan setengah hari akhir hari kamis. =adwal belajar dan matapelajaraan diatur sebagai berikut( Dabu,pagi!sore dan kamis pagi(mengulang pelajaran dibawah pengawan dan periksa guru. 4ari!hari lainnya( /ari subuh!dhuha )kira!kira(26!22+ belajar al!"ur1an. /ari /huha!Euhur belajar menulis.
!, !-

"ihat Q* al-#isa5 .9 Muhammad Munir Marsi,o0 1it lihat $u6a5Ahmad %uad al-Ahwani,/0 1it , hal 112-1!!. 78mbunuhan ana' 08r8m0uan t8rd8n6ar b8rla'u dalam b8b8ra0a 'alan6an arab 9ahiliyah !2 Muhammad Munir Marsi,o0 1it ,hal 1!!-1!,

8
Setelah shalat zhuhur anak!anak pulang makan. Sore belajar ilmu lainnya, seperi ilmu ;ahwu )"awa1id, berhitung, syair sampai ashar atau menjelang maghrib2< 7arangan mengajar non muslim %mat non muslim tidak boleh diajar di dalam l!&uttab atau madrasah. Putera puteri muslim tidak boleh belajar di sekolah! sekolah ;asrani atau non muslim lainnya. lasan untuk larangan yang tersebut kedua adalah hadist ;abi yang menyatakan bahwa anak yng baru lahir dalam keadaan #itrah )suci+, tetapi kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi 0ahudi, ;asrani atau 'ajusi.23jadi, jika seorang anak muslim dimasukkan kedalam, umpamanya, sekolah ;asrani maka dengan sendirinya berarti bahwa orang tuanya telah memasukkan anaknya kedalam lingkungan nasrani yang sekaligus dapat bermakna menasranikannya.26 $uru /ibagian penutupan tulisannya, l!"abisi mengetengahkan pembahasannya mengenai guru. Pada masanya berkembang semacam pameo bahwa jika ada seorang yang tolol atau bebal ditengah keluarga atau masyarakat segera dikatakan ahma, min mu1allimi al!kuttab )lebih bodoh dari guru l!&uttab+. Pameo ini menggambarkan betapa rendahnya penilaian masyarakat terhadap guru mengaji di l!kuttab itu. mereka dipandang bebal, kurang akal dan, karenanya, tidak dapat menjadi saksi.32 Pandangan tersebut mungkin sekali disebabkan oleh suatu kondisi dimasa itu bahwa guru!guru mengaji senantiasa mengajar anak! anak dari kalangan awam yang miskin. 'ereka, karenanya, selalu berhubungan atau bergaul dengan golongan miskin dan awam pula. kibatnya adalah bahwa mereka, karena memperoleh penghasilan yang sangat minim, turut menjadi miskin dan tampak melarat. &ondisi itu memunculkan akhirnya pandangan bahwa yang bersedia menjadi guru mengaji di l!kuttab adalah mereka yang bebal, tolol dan tidak layak hidup. /ipihak lain, para mu1addib )guru khusus dirumah atau istana+ mendapt penilaian yng baik dan wajar, karena hidupnya tampak lebih layak.3* l!"abisi menegaskan bahwa pandangan semacam itu tidak benar. Semua guru seyogyanya mendapat penghargaan yang sama, termasuk guru mengaji di l!&uttab. Tetapi I tidak secara ketat menjabarkan syarat!syarat untuk menjadi guru. Ia, terutama, menganjurkan bertanya kepada diri masing!amsing. =ika seseorang merasa sudah menguasai ilmu yang diajarkannya, boleh saja Ia
!7 !+

/0 1it ,hal 1!, 4adist *hahih !9 Muhammad Munir Marsi, lo1 1it ,3 Ahmad Muhammad 9amal, #ahwa Tarbiyah Islamiyah, 9iddah, Tihamah, 1-33 4:19+3 M, h -9 ,1 Muhammad Munir Marsi, lo1 1it

9
mengajar asalkan ada murid yang mau belajar kepadanya. ;amun demikian, beberapa syarat dikemukakannya, seperti memiliki ilmu tentang l!"ur1aan, "awa1id Sya1ir, Sejarah rab, kepribadian yang agamis dan dikenal berakhlak baik.32 Setelah bertugas sebagai guru, seseorang lantas terikat dengan syarat!syarat, seperti( tidak boleh meninggalkan tugas mengajar karena, misalnya, mengikuti solat jenazah, mengantarkan jenazah ke kuburan, mengunjungi orang sakit, menjdi saksi jual!beli, dan menghadiri )upacara+ perkawinan. 8arangkali, karena larangan itulah maka, akhirnya, mereka dipandang sebagai manusia kurang yang tidak diterima kesaksiannya.33 /alam pada waktu itu, guru boleh menerima upah sebanding dengan kelelahannya serta mendapat kewenangan yang sama kewenangan orang tua terhadap anak. Sejalan dengan kewenangan itu maka guru harus bertanggungjawab atas keberhasilan kegiatannya dan tidak boleh mengelak dalam hal itu. karena itu, seorang guru dapat dihukum apabila terbukti melengahkan tugasnya. 4ukuman itu dapat meningkat sampai kepada larangan mengajar atau pemecahan atas dirinya dari tugasnya sebagai guru.3-

,! ,,

o0 1it , h 1!,-1!"o1 1it ,lo 1it s8$auh itu 08mi'iran Al-Qabisi, namun 08mi'irannya t8rbatas '80ada 08ndidi'an ana' s8t8lah lahir