Anda di halaman 1dari 11

PERCOBAAAN 02 KARAKTERISTIK DIODA

KELOMPOK 6: (LT2D) 1. Setya Arief Pambudi (21) 2. Suci Indah Asmarani (22) 3. Syahadah Rizka Anefi (23) 4. Vania Desy R. (24)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2012

PERCOBAAN 02 KARAKTERISTIK DIODA

1.

Tujuan Instruksional Khusus

Setelah selesai melalukan percobaan ini mahasiswa dapat : 1. menggambarkan karakteristik dioda bias maju dan bias mundur 2. menentukan tegangan lutut 3. menggambarkan garis beban dioda

2.

Teori dasar

Dioda semikonduktor adalah komponen elektronika yang terdiri dari pertemuan semikonduktor jenis P dan semikonduktor jenis N ( P-N Junction ). Elektroda yang dihubungan dengan material jenis P disebut anoda dan yang dihubungkan dengan material jenis N disebut katoda Kontruksi dan simbol dioda seperti pada gambar berikut :

Gb. 2.1 Konstruksi dan Simbol Dioda

Dioda akan mengalirkan arus ( konduksi ) jika diberi bias maju ( forward ) yaitu anoda mendapat tegangan positif dan katoda mendapat tegangan negatif. Sebaliknya jika diberi bias

mundur ( reverse ) yaitu anoda mendapat tegangan negatif dan katoda mendapat tegangan positif , maka dioda akan mempunyai resistansi tinggi, sehingga dioda tidak konduksi. Dioda dapat dipergunakan sebagai saklar elektronik, karena pada saat dioda diberi bias maju akan terjadi aliran arus ( saklar menutup ) dan apabila diberi bias maju arus tidak akan mengalir ( seperti saklar yang terbuka ). Keadaan ini hanya terjadi pada dioda yang ideal, pada kenyataannya dioda akan konduksi jika diberi tegangan maju 0.7 V untuk silikon dan 0,2 untuk germanium. Tegangan ini disebut Tegangan tegangan Dadal ( Breakdown ) .Setelah mencapai tegangan ini setiap kenaikan tegangan akan mengakibatkan kenaikan arus yang cukup besar.

Gb. 2.2 Rangkaian Untuk mengukur Karakteristik Dioda

Gb. 2.3 . Kurva Karakteristi Dioda

Bila harga Vs diubah, maka arus ID dan VD akan berubah pula. Bila kita mempunyai Karakteristik statik dioda dan kita tahu harga Vs dan RL , maka harga arus ID dan VD dapat ditentukan sebagai berikut :

Vs = Vab + ( I.RL ) atau I = - ( Vab/RL) + ( VD/RL )

Bila hubungan di atas digambarkan pada karakteristik statik dioda , maka akan didapat garis lurus dengan kemiringan ( I/RL ). Garis ini disebut garis beban ( Load Line ) , seperti ditunjukkan pada gambar berikut :

Gb. 2.4. Kurva Karakteristik Dioda dan Garis Beban Pada Gambar di atas garis beban memotong sumbu V dioda pada harga Vs yaitu bila arus I = 0 , dan memotong sumbu I pada harga Vs/RL. Titik potong antara karakteristik statik dengan garis beban memberikan harga tegangan dioda VD(q) dan arus dioda ID(q). Dengan mengubah harga Vs kita akan mendapatkan garis garis beban sejajar seperti pada gambar di atas.

3. Peralatan dan bahan


1. 2. 3. 4. 1 buah sumber tegangan DC 2 buah multimeter 1 buah resistor 220 ohm 1 Buah dioda IN 4001 , IN4002

4. Diagram Rangkaian

Gb. 2.5 Dioda bias maju

Gb. 2.6 Dioda bias Mundur

5.
1.

Langkah Percobaan
Rangkailah dioda seperti pada gambar 2.5

2.

Pastikan Posisi range alat ukur sudah benar sesuai dengan fungsinya dan catu daya pada kondisi minimum.

3.

Hidupkan Catu daya, naikkan tegangan Catu Daya ( Vs ) dari 0 Volt sampai dengan 5 Volt dengan penambahan 0.2 Volt . Ukur Arus dan Tegangan dioda serta tegangan Beban , catat hasil pengukuran pada tabel 2.1 untuk setiap harga Vs.

4. 5.

Kembalikan pengatur tegangan pada posisi minimum. Ubah rangkaian dioda seperti pada gambar 2.6

6. 7. 8. 9.

Naikkan tegangan catu daya, sehingga tegangan dioda VAB sesuai dengan tabel 2.2 Catat penunjukkan ammeter untuk setiap kenaikan tegangan dan catat pada tabel 2.2. Kembalikan Pengatur tegangan pada posisi minimum dan matikan semua peralatan. ulangi langkah 1 8 untuk dioda germanium.

6.

Lembar Kerja

Tabel 2.1 Pengukuran Dioda Silikon Bias Maju 0.2 0.4 0.6 0.8 Vs [V] 0 0 0.33 1.04 Id [mA] Vd [V] VRL [V] Id VRl/RL [ma] 0.2 0 0 0.4 0 0 0.5 0.34 0.55 1

1 1.71 0.6 1.7

1.2 2.49 0.625 2.6

1.4 3.3 0.65 0.75 3.4

5 17.21 0.9 3.7 16.8

0.075 0.225 0.375 0.575

Tabel 2.2 Pengukuran Dioda Silikon Bias Mundur 1 2 5 10 15 VAB [V] Id [mA] Rd = VAB/Id 0 ~ 0 ~ 0 ~ 0 ~ 0 ~

20 0 ~

25 0 ~

30 0 ~

Tabel 2.3 Pengukuran Dioda Germanium Bias Maju 0.2 0.4 0.6 0.8 Vs [V] 0.0725 0.5 1 1.52 Id [mA] Vd [V] VRL [V] Id VRl/RL [mA] 0.132 0.016 0.0727 0.25 0.125 0.568 0.35 0.25 1.13 0.4 0.35 1.59

1 2.2 0.45 0.5 2.27

1.2 2.75 0.5 0.65 2.95

1.4 3.34 0.575 0.75 3.4

5 15.03 1.4 3.4 15.45

Tabel 2.4 Pengukuran Dioda Germanium Bias Mundur 1 2 5 10 VAB [V] Id [mA] Rd = VAB/Id 0 ~ 0 ~ 0 ~ 0 ~

15 0 ~

20 0 ~

25 0 ~

30 0 ~

7. Kurva
a) Kurva dioda silikon
20 I (mA) 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 -5 -2 0

Vs (Volt) 5 10

-15

-10

0.6 b) Kurva dioda germanium


I (mA) 16 14 12 10 8 6 4 2 0 -15 -10 -5 -2 0 Vs (Volt) 5 10

0.2

8. Analisis Data
Setelah melalui tegangan breakdown masing-masing dioda, semakin besar tegangan sumber (Vs), semakin besar pula arus dioda (Id) dan tegangan dioda (Vd) serta tegangan resistor (VRL) Dioda silikon baru dapat mengalirkan arus jika sudah diberi tegangan 0.6 V Dioda germanium baru dapat mengalirkan arus setelah mendapat tegangan 0.2 V Dioda tidak dapat mengalirkan arus pada rangkaian bias maju Dari percobaan yang telah dilakukan terlihat dioda berguna sebagai menyearahkan arus pada satu arah tegangan (arah maju), sedangkan pada arah berlawanan (arah mundur) arus yang dilewatkan sangat kecil dan dilewatkan

Dioda berguna sebagai penyearah arus pada satu arah tegangan (arah maju), sedangkan pada arah berlawanan (arah mundur) arus yang dilewatkan sangat kecil dan dilewatkan. Hal ini terlihat bila arah kutub dibalik, maka tegangannya akan negatif dan ampermeternya tidak terbaca. Kemudian terlihat juga semakin tinggi tegangan semakin tinggi pula kuat arus yang dihasilkan.

Pada tegangan maju lengkungan ciri sebenarnya lebih condong dari pada lengkung teori, sebab hambatan oleh kebocoran arus melalui perduktor dalam dioda. Penyimpangan berikutnya adalah untuk tegangan mundur, lengkungan ciri dioda lebih condong daripada lengkungan teori sebab hambatan oleh kebocoran arus melalui permukaan dioda.

9. Tugas dan Pertanyaan.


1. Hitung arus dioda ID = VRL/RL ? Arus dioda silikon dapat dilihat pada tabel 2.1 Sebagai contoh, dengan menggunakan RL : 220 Ohm dan Vs : 0,6 didapat bahwa VRL : 0,075 Volt, Sehingga Id : VRL / RL Id : 0,075 / 220 Id : 0,34 mA Arus dioda germanium dapat dilihat pada tabel 2.3 Sebagai contoh, dengan menggunakan RL : 220 Ohm dan Vs : 0,6 didapat bahwa VRL : 0,25 Volt, Sehingga Id : VRL / RL Id : 0,25 / 220 Id : 1,13 mA 2. Dari hasil pengukuran gambarkan karakteristik dioda pada kertas grafik Buatlah garis beban untuk Vs = 1.5 V ? Karena tidak terdapat hasil percobaan yang menggunakan Vs = 1.5 V, maka akan digunakan Vs = 1.4 V

Garis beban untuk V = 1.4 V 3. Dari kurva karakteristik hitunglah resistansi dinamisnya ? Resistansi dinamis (Rd) = Vd / Id = 0.65 / 3.3 x 10-3 = 196.96 4. Berapa tegangan lutut dioda Si dan Ge ? Tegangan lutut pada dioda silikon adalah antara 0,6 dan 0,7 Volt, tergantung kualitas dioda Tegangan lutut pada dioda germanium adalah antara 0,2 dan 0,3 Volt, tergantung kualitas dioda

10. Kesimpulan
Dioda akan mengalirkan arus jika mendapat bias maju (anoda mendapat tegangan possitif dan katoda mendapat tegangan negatif). Jika diberi bias mundur, dioda tidak bisa mengalirkan arus listrik Tegangan breakdown untuk dioda silikon adalah 0,6 atau 0,7 Volt, dan tegangan breakdown untuk dioda germanium adalah 0,2 Volt. Dengan kata lain, setelah mencapai tegangan 0,6 V, dioda silikon baru dapat menalirkan arus dan dioda germanium baru dapat mengalirkan arus setelah diberi tegangan 0,2 V Selain pengukuran melalui multimeter, arus pada dioda (Id) juga dapat dihitung melalui pembagian antara tegangan pada resistor (VRL) dengan nilai resistansi (RL)

Dioda dilambangkan dengan anak panah yang arahnya menunjukkan arah tegangan positif atau kearah dimana arus dapat mengalir dan garis tegak lurus yang menunjukkan arus tertahan pada arah masuk ke dioda. Yang menjadi dasar dioda adalah penyearah tegangan maju saja, sedangkan pada arah mundur arus yang dilewatkan sangat kecil dan diabaikan. Dioda hanya menyearahkan arus pada tegangan positif saja, maka dioda dirangkai dengan arus searah.

Ciri ( karakteristik ) Dioda adalah hubungan antara arus dioda dan beda tegangan antara kedua ujung dioda. Setelah melalui tegangan breakdown masing-masing dioda, semakin besar tegangan sumber (Vs), semakin besar pula arus dioda (Id) dan tegangan dioda (Vd) serta tegangan resistor (VRL) Kurva untuk dioda silikon
20 15 10 5 0 -5 0 5 10 Id (mA) Vd (Volt) VRL (Volt)

Kurva untuk dioda germanium


20 Id (mA) 15 10 5 0 0 5 10 Vd (Volt) VRL (Volt)