Anda di halaman 1dari 6

Askep SDH (Subdural Hematoma)

SUBDURAL HEMATOMA A. Pengertian Subdural hematoma adalah terkumpuln a darah antara durameter dan !aringan otak" ang dapat ter!adi #e$ara akut dan kronik. Ter!adi akibat pe$ahn a pembuluh darah %ena&!embatan %ena ang bia#an a terdapat diantara duramater" perdarahan lambat dan #edikit. Periode akut ter!adi dalam '( !am ) * hari atau * minggu dan kronik dapat ter!adi dalam * minggu atau beberapa bulan. B. Etiologi Pen ebab hematoma #ubdural bia#an a adalah trauma" +alaupun perdarahan #pontan !uga diketahui ter!adi. ,ni bia#a ter!adi akibat ke$elakaan lalu linta# atau !atuh. -. Pato.i#iologi Trauma #e$ara lang#ung men ebabkan $edera ang di#ebut le#i primer. Le#i primer ini dapat di!umpai pada kulit dan !aringan #ubkutan" tulang tengkorak" !aringan otak" #ara. otak maupun pembuluh/pembuluh darah di dalam dan di #ekitar otak. Pada tulang tengkorak dapat ter!adi .raktur linier 01234 dari .raktur tengkorak5" .raktur impre#i maupun per.ora#i. Perdarahan epidural bia#an a ter!adi karena robekan arteri&%ena meningea media atau $abang/$abangn a oleh .raktur linier tengkorak di daerah temporal. 6umpulan darah di antara duramater dan tulang ini akan membe#ar dan menekan !aringan otak ke #i#i ang berla+anan" hernia#i unku# dan akhirn a ter!adi keru#akan batang otak. 0dr.Lek#mono"dkk5 Sebagai akibat perdarahan pada lapi#an otak ang terdapat pada permukaan bagian dalam dari tengkorak. Hematoma epidural #ebagai keadaan neurologi# ang ber#i.at emergen#i dan bia#an a berhubungan dengan linear .ra$ture ang memutu#kan arteri ang lebih be#ar" #ehingga menimbulkan perdarahan. 7enou# epidural hematoma berhubungan dengan robekan pembuluh %ena dan berlang#ung perlahan/lahan. Arterial hematoma ter!adi pada middle meningeal arter ang terletak di ba+ah tulang temporal. Perdarahan ma#uk kedalam ruang epidural. Bila ter!adi perdarahan arteri maka hematoma akan $epat ter!adi. 8e!alan a adalah penurunan ke#adaran" n eri kepala" mual dan muntah. D. Mani.e#ta#i klinik 9 eri kepala" bingung" mengantuk" menarik diri" ber.ikir lambat" ke!ang dan edema pupil.
E. Penatalak#anaan

Beberapa $ara dapat di$oba untuk mengurangi edema otak: 1. Hiper%entila#i" bertu!uan untuk menurunkan paO* darah #ehingga men$egah %a#odilata#i pembuluh darah. 2. -airan hipero#moler" umumn a digunakan $airan Manitol ;3</;=4 per in.u# untuk >menarik> air dari ruang inter#el ke dalam ruang intra%a#kular untuk kemudian dikeluarkan melalui diure#i#. 3. 6ortiko#teroid" penggunaan kortiko#teroid untuk men#tabilkan #a+ar darah otak. Berupa De?ameta#on" Metilpredni#olon" dan Triam#inolon. 4. Barbiturat" digunakan untuk mem>biu#> pa#ien #ehingga metaboli#me otak dapat ditekan #erendah mungkin" akibatn a kebutuhan ok#igen !uga akan menurun@ karena

kebutuhan ang rendah" otak relati. lebih terlindung dari kemungkinan keru#akan akibat hipok#i" +alaupun #uplai ok#igen berkurang. 5. Pemberian obat/obat neurotropik untuk membantu mengata#i ke#ulitan&gangguan metaboli#me otak" terma#uk pada keadaan koma. a. Piritinol" merupakan #en a+a mirip piridok#in 0%itamin BA5 ang dikatakan mengakti%a#i metaboli#me otak dan memperbaiki #truktur #erta .ung#i membran #el. Pada .a#e akut diberikan dalam do#i# (33/'333 mg&hari le+at in.u#. Tidak dian!urkan pemberian intra%ena karena #i.atn a a#am #ehingga mengirita#i %ena. b. Pira$etam" merupakan #en a+a mirip 8ABA / #uatu neurotran#mitter penting di otak. Diberikan dalam do#i# '/;* gram& hari intra%ena. c. -iti$holine" di#ebut #ebagai koenBim pembentukan le$ithin di otak. Le$ithin #endiri diperlukan untuk #inte#i# membran #el dan neurotran#mitter di dalam otak. Diberikan dalam do#i# ;33/=33 mg&hari intra%ena. C. Pemerik#aan Penun!ang 1. -T S$an: tanpa&dengan kontra#5 mengidenti.ika#i adan a hemoragik" menentukan ukuran %entrikuler" perge#eran !aringan otak. 2. Angiogra.i #erebral: menun!ukkan kelainan #irkula#i #erebral" #eperti perge#eran !aringan otak akibat edema" perdarahan" trauma. 3. D/Ra : mendetek#i perubahan #truktur tulang 0.raktur5" perubahan #truktur gari# 0perdarahan & edema5" .ragmen tulang. 4. Anali#a 8a# Darah: medetek#i %entila#i atau ma#alah pernapa#an 0ok#igena#i5 !ika ter!adi peningkatan tekanan intrakranial. 5. Elektrolit: untuk mengkorek#i ke#eimbangan elektrolit #ebagai akibat peningkatan tekanan intrakranial.

ASUHA9 6EPERAEATA9 SDH A. Pengka!ian ;. Breathing 6ompre#i pada batang otak akan mengakibatkan gangguan irama !antung" #ehingga ter!adi perubahan pada pola napa#" kedalaman" .rekuen#i maupun iraman a" bi#a berupa -he ne Stoke# atau Ata?ia breathing. 9apa# berbun i" #tridor" ronkhi" +heeBing 0 kemungkinana karena a#pira#i 5" $enderung ter!adi peningkatan produk#i #putum pada !alan napa#. *. Blood: E.ek peningkatan tekanan intrakranial terhadap tekanan darah ber%aria#i. Tekanan pada pu#at %a#omotor akan meningkatkan tran#mi#i rang#angan para#impatik ke !antung ang akan mengakibatkan den ut nadi men!adi lambat" merupakan tanda peningkatan tekanan intrakranial. Perubahan .rekuen#i !antung 0bradikardia" takikardia ang di#elingi dengan bradikardia" di#ritmia5. F. Brain 8angguan ke#adaran merupakan #alah #atu bentuk mani.e#ta#i adan a gangguan otak akibat $idera kepala. 6ehilangan ke#adaran #ementara" amne#ia #eputar ke!adian" %ertigo" #inkope" tinitu#" kehilangan pendengaran" baal pada ek#trimita#. Bila perdarahan hebat&lua# dan mengenai batang otak akan ter!adi gangguan pada ner%u# $raniali#" maka dapat ter!adi : a. Perubahan #tatu# mental 0orienta#i" ke+a#padaan" perhatian" kon#entra#i" peme$ahan ma#alah" pengaruh emo#i&tingkah laku dan memori5. b. Perubahan dalam penglihatan" #eperti keta!amann a" diplopia" kehilangan #ebagian lapang pandang" .oto .obia. c. Perubahan pupil 0re#pon terhadap $aha a" #imetri5" de%ia#i pada mata. d. Ter!adi penurunan da a pendengaran" ke#eimbangan tubuh. e. Sering timbul hi$$up&$egukan oleh karena kompre#i pada ner%u# %agu# men ebabkan kompre#i #pa#modik dia.ragma. f. 8angguan ner%u# hipoglo#u#. 8angguan ang tampak lidah !atuh ke#alah #atu #i#i" di#.agia" di#atria" #ehingga ke#ulitan menelan. '. Blader Pada $idera kepala #ering ter!adi gangguan berupa reten#i" inkontinen#ia uri" ketidakmampuan menahan mik#i. =. Bo+el Ter!adi penurunan .ung#i pen$ernaan: bi#ing u#u# lemah" mual" muntah 0mungkin pro ektil5" kembung dan mengalami perubahan #elera. 8angguan menelan 0di#.agia5 dan terganggun a pro#e# elimina#i al%i.

A. Bone Pa#ien $idera kepala #ering datang dalam keadaan pare#e" paraplegi. Pada kondi#i ang lama dapat ter!adi kontraktur karena imobili#a#i dan dapat pula ter!adi #pa#ti#ita# atau ketidak#eimbangan antara otot/otot antagoni# ang ter!adi karena ru#ak atau putu#n a hubungan antara pu#at #ara. di otak dengan re.lek# pada #pinal #elain itu dapat pula ter!adi penurunan tonu# otot.
B. Diagno#a" ,nter%en#i dan Ra#ional. 1. Perubahan per.u#i !aringan #erebral berhubungan dengan penghentian aliran darah

0hemoragi" hematoma5@ edema $erebral@ penurunan TD #i#temik&hipok#ia 0hipo%olemia" di#ritmia !antung5 Tu!uan: Mempertahankan tingkat ke#adaran bia#a&perbaikan" kogni#i" dan .ung#i motorik&#en#orik. 6riteria ha#il: Tanda %ital #tabil dan tidak ada tanda/tanda peningkatan T,6. ,9TER7E9S, RAS,O9AL a. Pantau &$atat #tatu# neurologi# #e$ara teratur dan bandingkan dengan nilai #tandar 8-S. Mengka!i tingkat ke#adaran dan poten#ial peningkatan T,6 dan berman.aat dalam menentukan loka#i" perlua#an dan perkembangan keru#akan SSP. b. E%alua#i keadaan pupil" ukuran" ke#amaan antara kiri dan kanan" reak#i terhadap $aha a. Reak#i pupil diatur oleh #ara. $ranial okulomotor 0,,,5 berguna untuk menentukan apakah batang otak ma#ih baik. Ukuran& ke#amaan ditentukan oleh ke#eimbangan antara per#ara.an #impati# dan para#impati#. c. Pantau tanda/tanda %ital: TD" nadi" .rekuen#i na.a#" #uhu. Peningkatan TD #i#temik ang diikuti oleh penurunan TD dia#tolik 0nadi ang membe#ar5 merupakan tanda ter!adin a peningkatan T,6" !ika diikuti oleh penurunan ke#adaran. Demam dapat men$erminkan keru#akan pada hipotalamu#. d. Pantau intake dan out put" turgor kulit dan membran muko#a. Sebagai indikator dari $airan total tubuh ang terintegra#i dengan per.u#i !aringan. ,#kemia&trauma #erebral dapat mengakibatkan diabete# in#ipidu# e. Turunkan #timula#i ek#ternal dan berikan ken amanan" #eperti lingkungan ang tenang. Memberikan e.ek ketenangan" menurunkan reak#i .i#iologi# tubuh dan meningkatkan i#tirahat untuk mempertahankan atau menurunkan T,6 .. Bantu pa#ien untuk menghindari & membata#i batuk" muntah" menge!an. Tinggikan kepala pa#ien ;=/'= dera!ad #e#uai indika#i& ang dapat ditoleran#i. Akti%ita# ini akan meningkatkan tekanan intrathorak dan intraabdomen ang dapat meningkatkan T,6. g. Bata#i pemberian $airan #e#uai indika#i. Pembata#an $airan diperlukan untuk menurunkan edema #erebral" meminimalkan .luktua#i aliran %a#kuler TD dan T,6.

h. Berikan obat #e#uai indika#i. Diuretik pada .a#e akut untuk menurunkan air dari #el otak" edema otak dan T,6. Steroid menurunkan in.lama#i" ang #elan!utn a menurunkan edema !aringan. Antikon%ul#an untuk mengata#i dan men$egah ter!adin a akti.ita# ke!ang. Analge#ik untuk menghilangkan n eri . Sedati. digunakan untuk mengendalikan kegeli#ahan" agita#i. Antipiretik menurunkan atau mengendalikan demam ang mempun ai pengaruh meningkatkan metaboli#me #erebral atau peningkatan kebutuhan terhadap ok#igen.
2. Re#iko tinggi pola napa# tidak e.ekti. berhubungan dengan keru#akan neuro%a#kuler

0$edera pada pu#at pernapa#an otak5. Tu!uan: mempertahankan pola pernapa#an e.ekti.. 6riteria e%alua#i: beba# #iano#i#" 8DA dalam bata# normal ,9TER7E9S, RAS,O9AL a. Pantau .rekuen#i" irama" kedalaman pernapa#an. -atat ketidakteraturan pernapa#an. Pernapa#an lambat" periode apnea dapat menandakan perlun a %entila#i mekani#. b. Pantau dan $atat kompeten#i re.lek gag&menelan dan kemampuan pa#ien untuk melindungi !alan napa# #endiri. Pa#ang !alan napa# #e#uai indika#i. 6emampuan memobili#a#i atau member#ihkan #ekre#i penting untuk pemeliharaan !alan napa#. 6ehilangan re.lek# menelan atau batuk menandakan perluna a !alan napa# buatan atau intuba#i. c. Angkat kepala tempat tidur #e#uai aturann a" po#i#i miirng #e#uai indika#i. Untuk memudahkan ek#pan#i paru&%entila#i paru dan menurunkan adan a kemungkinan lidah !atuh ang men umbat !alan napa#. d. An!urkan pa#ien untuk melakukan napa# dalam ang e.ekti. bila pa#ien #adar. Men$egah&menurunkan atelekta#i#. e. Lakukan penghi#apan dengan ek#tra hati/hati" !angan lebih dari ;3/;= detik. -atat karakter" +arna dan kekeruhan dari #ekret. Penghi#apan bia#an a !ika pa#ien koma atau dalam keadaan imobili#a#i dan tidak dapat member#ihkan !alan napa#n a #endiri. f. Au#kulta#i #uara napa#" perhatikan daerah hipo%entila#i dan adan a #uara tambahan ang tidak normal mi#al: ronkhi" +heeBing" krekel. Untuk mengidenti.ika#i adan a ma#alah paru #eperti atelekta#i#" konge#ti" atau ob#truk#i !alan napa# ang membaha akan ok#igena#i $erebral dan&atau menandakan ter!adin a in.ek#i paru. g. Pantau anali#a ga# darah" tekanan ok#imetri dan Lakukan ron#en thorak# ulang Menentukan ke$ukupan pernapa#an" ke#eimbangan a#am ba#a dan kebutuhan akan terapi. h. Berikan ok#igen. Memak#imalkan ok#igen pada darah arteri dan membantu dalam pen$egahan hipok#ia.

3. Re#iko tinggi terhadap in.ek#i berhubungan dengan !aringan trauma" kulit ru#ak"

pro#edur in%a#i.. Penurunan ker!a #ilia" #ta#i# $airan tubuh. Tu!uan: Mempertahankan normotermia" beba# tanda/tanda in.ek#i. 6riteria e%alua#i: Men$apai pen embuhan luka tepat +aktu. ,9TER7E9S, RAS,O9AL: a. Berikan pera+atan a#eptik dan anti#eptik" pertahankan tehnik $u$i tangan ang baik. Pen$egahan in.ek#i no#okomial haru# tetap diterapkan. b. Ob#er%a#i daerah kulit ang mengalami keru#akan" daerah ang terpa#ang alat in%a#i" $atat karakteri#tik dari draina#e dan adan a in.lama#i. Detek#i dini perkembangan in.ek#i memungkinkan untuk melakukan tindakan dengan #egera dan pen$egahan terhadap komplika#i #elan!utn a. c. Pantau #uhu tubuh #e$ara teratur" $atat adan a demam" menggigil" dia.ore#i# dan perubahan .ung#i mental 0penurunan ke#adaran5. Dapat mengindika#ikan perkembangan #ep#i# ang #elan!utn a memerlukan e%alua#i atau tindakan dengan #egera d. A!arkan melakukan napa# dalam" latihan pengeluaran #ekret paru #e$ara teru# meneru#. Ob#er%a#i karakteri#tik #putum. Peningkatan mobili#a#i dan pember#ihan #ekre#i paru menurunkan re#iko ter!adin a pneumonia" atelekta#i#. e. Berikan antibiotik #e#uai indika#i -ara pertama untuk menghindari ter!adin a in.ek#i no#okomial. Terapi pro.ilatik digunakan pada pa#ien ang mengalami trauma" kebo$oran -SS atau #etelah dilakukan pembedahan untuk menurunkan re#iko ter!adin a in.ek#i no#okomial DACTAR PUSTA6A Abdul Ha.id 0;G(G5" Strategi Da#ar Penanganan -idera Otak. P6B ,lmu Bedah D, ) Traumatologi " Suraba a. Doenge# M.E. 0*3335" Ren$ana A#uhan 6epera+atan: Pedoman Untuk Peren$anaan dan Pendokumenta#ian Pera+atan Pa#ien. Edi#i F . E8-. Hakarta.