Anda di halaman 1dari 9

Tugas Rangkuman

PATOLOGI SISTEMIK
Langkah-Langkah Dasar Teknik Nekropsi Ayam

Nama : Muhammad Abdi Awal NIM : O111 11 264 Melakukan pemeriksaan secara patologik dengan / tanpa bantuan pemeriksaan laboratorium lainnya (mikrobiologik, parasitologik, patologi klinik, nutrisi) untuk mendapatkan penyebab kematian, gangguan pertumbuhan ataupun gangguan produksi seekro / sekelompok unggas, sehingga dapat diambil tindakan tertentu sesuai dengan kesimpulan yang diperoleh. Sebuah nekropsi yang baik memperhatikan semua petunjuk yang disediakan, sehingga rutin harus diikuti, dengan memperhatikan pada detail di setiap langkah. Rutinitas yang konsisten memerlukan 6 langkah : 1. Memperoleh informasi tentang sejarah/riwayat 2. Pemeriksaan eksternal 3. Membuka bagian tubuh 4. Melepaskan organ untuk dilakukan pemeriksaan 5. Memeriksa Organ Yang Telah Dikeluarkan 6. Menulis laporan

LANGKAH 1 : Memperoleh informasi tentang sejarah/riwayat Usia Jenis kelamin Keturunan Gejala klinis Riwayat trauma atau penyakit Riwayat perawatan mulai dari kebersihan kandang sampai pemberian pakan Riwayat populasi hewan

Informasi/anamnesa yang tepat dapat membantu dalam menentukan pengambilan sampel dan apa tes diperlukan untuk membuat diagnosis yang benar.

LANGKAH 2 : Pemeriksaan eksternal Pemeriksaan eksternal meliputi : Inspeksi ayam untuk setiap tanda-tanda trauma dan mengevaluasi kondisi tubuh ayam tersebut. Kondisi kulit, kelamin, bulu, mata, mulut, telinga, dan paruh. Melihat jengger apa ada pembengkakan atau perubahan warna

Memeriksa ada tidaknya lesi pada kulit Pemeriksaan selaput lendir (mulut, hidung, konjungtiva) ada tidaknya kelainan atau perubahan warna

Pemeriksaan kloaka Warna feses yang terdapat Pemeriksaan sendi untuk melihat ada tidaknya pembengkakan Pemeriksaan dan pengusapan trakea dan anus ayam dengan menggunakan spons

Celupkan seluruh tubuh ayam dalam ember yang berisi air sabun, sehingga dapat menurunkan buku yang mungkin aerosolize dari kulit.

LANGKAH 3 : Membuka bagian tubuh Tubuh ayam diletakkan dengan kaki dan bagian abdomen menghadap ke arah kita. Memeriksa refleks pada sayap belakang Bangkai ayam dibaringkan pada bagian dorsal dan dibuat suatu irisan pada kulit di bagian medial paha dan abdomen pada kedua sisi tubuh. Paha ditarik ke bagian lateral dan diteruskan irisan dengan pisau sampai persendian coxo femoralis. Irislah kulit pada bagian medial dari kaki / paha dan periksa otot dan persendian pada daerah tersebut. Buat irisan melintang pada kulit daerah abdomen, lalu kulit ditarik ke bagian anterior dan irisan tersebut diteruskan ke daerah thorax sampai mandibula. Irisan pada kulit juga diteruskan ke bagian posterior di daerah abdomen.

Kuliti pada bagian ventral badan leher

Potong dan singkirkan bagian dada demikian sehingga nampak organ dalam Amati letak organ, adanya cairan pada rongga perut/ peritoneum dan rongg dada

LANGKAH 4 : Melepaskan organ untuk dilakukan pemeriksaan

Mengidentifikasi tiroid dan parathyroids, yang berada di lokasi yang berbeda dan melihat struktur organ pada dada.

Saluran pencernaan dapat dikeluarkan dengan memotong oesophagus pada bagian proksimal proventrikulus. Tarik keluar seluruh saluran pencernaan ke arah posterior dengan memotong mesenterium sampai pada daerah kloaka. Periksa bursa fabrisius terhadap abnormalitas tertentu.

Hepar, jantung, hati, limpa, thymus, ovarium dan salurannya, ginjal, bursa fabricius serta kerusakan syaraf dikeluarkan dan dilakukan pemeriksaan. Paruh dipotong bagian atas secara melintang di daerah dekat mata sehingga cavum nasi dan sinus infraorbitalis dapat diperiksa terhadap adanya cairan. Semua persendian diperiksa dengan membuat irisan pada kulit diantara kaput dan sulkus persendian. Pemeriksaan tendo, khususnya tendo gastrocnemius dan tendo flexor digitalis.

Untuk memeriksa otak, kulit dan tulang leher di daerah persendian diiris sehingga foramen magnum dan medulla oblongata kelihatan. Otak dapat dikeluarkan sebagai berikut : kulit di daerah kepala dibuka, kemudian dibuat irisan dengan gunting dari foramen magnum ke arah os frontalis yang membentuk sudut 40 pada kedua sisi tulang tengkorak. Selanjutnya dibuat irisan melintang yang menghubungkan kedua sudut mata luar. Melalui irisan tersebut tengkorak dibuka. Setelah tengkorak terbuka, meninges di iris, kemudian bulbus olfactorius, nervi cranialis dipotong sambil mengeluarkan seluruh bagian otak. Hypofisis cerebri yang masih terlekat pada tulang tengkorak dikeluarkan dengan mengiris durameter yang mengelilingi sella tursica. Sinus paranasales dan sinus lainnya diperiksa dengan membuat suatu potongan melalui garis median hidung.

LANGKAH 5 : Memeriksa Organ Yang Telah Dikeluarkan Sistem Lymphoreticular Bentuk normal limpa pada unggas adalah organ bulat kecil memiliki struktur akordeon-seperti cokelat dan homogen. Unggas lebih tua dari 10 minggu akan memiliki bursa yang bahkan mungkin sulit untuk ditemukan.

Otak Otak diiris di tengah untuk menciptakan belahan simetris untuk dibekukan dan diformalinkan.

Jantung Perhatikan keadaan umum jantung (warna, ukuran, apex cordis); kemudian gunting pericardnya dengan memegang bagian apex cordis. Jika terdapat hydropericard, catatlah jumlah, sifat dan warnanya. Buatlah irisan yang sejajar septum atrioventriculare pada bagian apex cordis.

Sistem pernapasan Esophagus, pharynx, larynx dan trachea dibuka sampai percabangan bronchus yang masuk ke pulmo. Supaya diteliti pula glandula tyroidea dan parathyroidea. Perhatikan warna, besar, konsistensi dan uji apung. Irislah pulmo menjadi bagian-bagian kecil selebar 2 1 cm dan periksalah kemungkinan abnormalitas yang ada.

Ginjal Ini harus halus dan homogen. Pola reticular merupakan indikasi dehidrasi.

Saluran reproduksi Testis yang homogen pada permukaan kapsul. Ovarium harus bebas dari peradangan. Steril peritonitis kuning telur merupakan temuan umum dalam lapisan.

Hati perhatikan besar, warna, konsistensi dan bidang irisan. Irislah jaringan selebar - 1 cm dan amati kemungkinan abnormalitas yang timbul.

Saluran usus Amati keadaan mulut, esophagus, proventriculuc, tembolok, gizzard, serosa, lumen dan isinya, mukosa, usus halus, duodenum, pankreas, jejunum, ileum, kloaka dan pembuluh darah.

LANGKAH 6 : Menulis Laporan Nekropsi dianggap tidak selesai sampai semua temuan telah dicatat dalam bentuk tertulis. Laporan setidaknya sudah termasuk informasi berikut : Spesies, ras/bangsa, umur, dan jenis kelamin Sejarah/riwayat Mati atau euthanasia Gizi, status hidrasi Temuan dari pemeriksaan luar Temuan oleh sistem organ : Lymphoreticular (limpa dan bursa), pernapasan, pencernaan, urogenital, otot, dan saraf.