Anda di halaman 1dari 10

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE BERMAIN PERAN

DISUSUN OLEH : NAMA STAMBUK PRODI INTEGRASI SEMESTER : LISTIAWATI : 21208287 : PAUD : VIII (DELAPAN)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari kegiatan berbahasa. Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi antarmanusia. Bahasa sebagai alat komunikasi ini, dalam rangka memenuhi sifat manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesama manusia. Bahasa dianggap sebagai alat yang paling sempurna dan mampu membawakan pikiran dan perasaan baik mengenai hal-hal yang bersifat konkrit maupun yang bersifat abstrak (Effendi, 198 ! ". #e$alan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dituntut untuk mempunyai kemampuan berbahasa yang baik. #eseorang yang mempunyai kemampuan berbahasa yang memadai akan lebih mudah menyerap dan menyampaikan informasi baik se%ara lisan maupun tulisan. Keterampilan berbahasa terdiri dari empat aspek, yaitu menyimak atau mendengarkan, berbi%ara, memba%a, dan menulis. #iswa harus menguasai keempat aspek tersebut agar terampil berbahasa. &engan demikian, pembela$aran keterampilan berbahasa di sekolah tidak hanya menekankan pada teori sa$a, tetapi siswa dituntut untuk mampu menggunakan bahasa sebagaimana fungsinya, yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi. #alah satu aspek berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa adalah berbi%ara, sebab keterampilan berbi%ara menun$ang keterampilan lainnya ('arigan, 198(!8(". Keterampilan ini bukanlah suatu $enis keterampilan yang dapat diwariskan se%ara turun temurun walaupun pada dasarnya se%ara alamiah setiap manusia dapat berbi%ara. )amun, keterampilan berbi%ara se%ara formal memerlukan latihan dan pengarahan yang intensif. #tewart dan Kennert *immer (+aryadi dan *am,ani, 199-! (" memandang kebutuhan akan komunikasi yang efektif dianggap sebagai suatu yang esensial untuk men%apai keberhasilan setiap indi.idu maupun kelompok. #iswa yang mempunyai keterampilan berbi%ara yang baik, pembi%araannya akan lebih mudah dipahami oleh penyimaknya. Berbi%ara menun$ang keterampilan memba%a dan menulis. /enulis dan berbi%ara mempunyai kesamaan yaitu sebagai kegiatan produksi bahasa dan bersifat menyampaikan informasi. Kemampuan murid dalam berbi%ara $uga akan bermanfaat dalam kegiatan menyimak dan memahami ba%aan. 0kan tetapi, masalah yang ter$adi di lapangan adalah tidak semua siswa mempunyai kemampuan berbi%ara yang baik. 1leh sebab itu, pembinaan keterampilan berbi%ara harus dilakukan sedini mungkin. 2entingnya keterampilan berbi%ara atau ber%erita dalam komunikasi $uga diungkapkan oleh #upriyadi (344 !1-8" bahwa apabila seseorang memiliki keterampilan berbi%ara yang baik, dia akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional. Keuntungan sosial berkaitan dengan kegiatan interaksi sosial antarindi.idu. #edangkan, keuntungan profesional diperoleh sewaktu pertanyaan, menyampaikan menggunakan bahasa untuk membuat pertanyaafakta-fakta dan pengetahuan, men$elaskan dan

mendeskripsikan.

Keterampilan

berbahasa

lisan

tersebut

memudahkan

murid

berkomunikasi dan mengungkapkan ide atau gagasan kepada orang lain. 2entingnya penguasaan keterampilan berbi%ara untuk murid #ekolah &asar $uga dinyatakan oleh 5arris (#upriyadi, 344 !1-9" bahwa pembela$aran keterampilan berbi%ara penting dikuasai murid agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir, memba%a, menulis, dan menyimak. Kemampuan berpikir mereka akan terlatih ketika mereka mengorganisasikan, mengonsepkan, mengklarifikasikan, dan menyederhanakan pikiran, perasaan, dan ide kepada orang lain se%ara lisan. Keterampilan berbi%ara harus dikuasai oleh para murid 'K 2ertiwi 6aha #ekolah &asar karena keterampilan ini se%ara langsung berkaitan dengan seluruh proses bela$ar siswa di #ekolah &asar. Keberhasilan berbi%ara mereka. #iswa yang tidak mampu mengalami pela$aran. /enurut pandangan whole language berbi%ara tidak dia$arkan sebagai suatu pokok bahasan yang berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan dalam pembela$aran bahasa bersama dengan keterampilan berbahasa yang lain. Kenyataan teresebut dapat dilihat bahwa dalam proses pembela$aran bahasa, keterampilan berbahasa tertentu dapat dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang lain. 2engaitan keterampilan berbahasa yang dimaksud tidak selalu melibatkan keempat keterampilan berbahasa sekaligus, melainkan dapat hanya menggabungkan dua keterampilan berbahasa sa$a sepan$ang akti.itas berbahasa yang dilakukan bermakna. /enurut Badudu (1997!171" pelaksanaan pembela$aran bahasa 8ndonesia dari $en$ang #ekolah &asar sampai #ekolah /enengah 0tas masih terkesan bahwa guru terlalu banyak menyuapi materi, guru dengan yang diharapkan, kurang menga$ak mengakibatkan siswa untuk lebih kemampuan berbi%ara aktif menyimak, men$adi berbi%ara, memba%a, dan menulis. 2roses pembela$aran di kelas yang tidak rele.an siswa rendah. #alah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam pembela$aran keterampilan berbi%ara siswa #ekolah &asar adalah penerapan pendekatan pengalaman berbahasa dalam pembela$aran berbi%ara siswa #ekolah &asar. kesulitan dalam bela$ar /urid dalam mengikuti proses berbi%ara dengan baik dan benar akan kegiatan bela$ar-menga$ar di sekolah sangat ditentukan oleh penguasaan kemampuan mengikuti kegiatan pembela$aran untuk semua mata

B. RUMUSAN MASALAH berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut !

1. 0pakah upaya meningkatkan keterampilan berbi%ara melalui metode bermain peran dapat meningkatkan aktifitas guru di tk pertiwi raha kelompok 0 3. 0pakah upaya meningkatkan keterampilan berbi%ara melalui metode bermain peran dapat meningkatkan murid tk pertiwi raha kelompok 0 7. 0pakah upaya meningkatkan keterampilan berbi%ara melalui metode bermain peran dapat meningkatkan hasil bela$ar murid 'K pertiwi raha kelompok 0 C. TUJUAN PENELITIAN INI ADALAH 1. 9ntuk meningkatkan aktifitas :uru dalam pembela$aran keterampilan berbi%ara bahasa anak melalui metode bermain peran 3. 9ntuk meningkatkan aktifitas murid melalui pembela$aran metode bermain peran di 'k 2ertiwi Kelompok 0 7. 9ntuk meningkatkan hasil bela$ar murid melalui metode bermain peran di 'K 2ertiwi 6aha Kelompok 0 D. MANFAAT PENELITIAN hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap murid, guru, sekolah dan pihak yang terkait kontribusi tersebut adalah sebagai berikut ! 1. Bagi murid 'K pertiwi raha, khususnya kelompok 0 dengan tindakan ini akan meningkatkan keaktifan murid dalam proses pembela$aran sekaligus dapat meningkatkan keaktifan murid dalam proses pembela$aran sekaligus dapat meningkatkan 3. Bagi guru 'K 2ertiwi raha khususnya kelompok 0 untuk meningkatkan kreatifitas, ino.asi dan penguasaan terhadap metode bermain peran. 7. Bagi sekolah hasil penelitian ini dapat digunakan guru, khususnya 'K 2ertiwi 6aha untuk bisa meningkatkan kualitas pembela$aran dan prestasi bela$ar murid melalui penelitian lan$ut.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Keterampi an Ber!i"ara /enurut )urgiyantoro (199 !3-(" berbi%ara adalah akti.itas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah akti.itas mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar itu, kemudian manusia bela$ar untuk mengu%apkan dan akhirnya terampil berbi%ara. Berbi%ara diartikan sebagai kemampuan mengu%apkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan, serta perasaan ('arigan, 1987!1;". &apat dikatakan bahwa berbi%ara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan se$umlah otot tubuh manusia demi maksud dan tu$uan gagasan atau ide- ide yang dikombinasikan. Berbi%ara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis,semantik, dan linguistik. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa berbi%ara diartikan sebagai suatu alat untuk mengkombinasikan gagasan-gagasan yang disusun serta mengembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak. Berbi%ara merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampirhampir se%ara langsung apakah sang pembi%ara memahami atau tidak baik bahan pembi%araan maupun para penyimaknya, apakah dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia mengkombinasikan gagasan-gagasannya apakah dia waspada serta antusias ataukah tidak. B. T#$#an Ber!i"ara #etiap kegiatan berbi%ara yang dilakukan manusia selalu mempunyai maksud dan tu$uan. /enurut 'arigan (1987!1 " tu$uan utama berbi%ara adalah untuk berkomunikasi. 0gar dapat menyampaikan pikiran se%ara efektif, maka sebaiknya sang pembi%ara memahami makna segala sesuatu yang ingin dikombinasikan, dia harus mampu menge.aluasi efek komunikasi terhadap pendengarnya, dan dia harus mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari segala sesuatu situasi pembi%araan, baik se%ara umum maupun perorangan. /enurut &$ago, dkk (199-!7-" tu$uan pembi%araan biasanya dapat dibedakan atas lima golongan yaitu (1" menghibur, (3"

menginformasikan, (7" menstimulasi, (;" meyakinkan, dan " menggerakkan. Berdasarkan uraian di <atas maka dapat disimpulkan bahwa seseorang melakukan kegiatan berbi%ara selain untuk berkomunikasi $uga bertu$uan untuk mempengaruh orang lain dengana maksud apa yang dibi%arakan dapat diterima oleh lawan bi%aranya dengan baik. 0danya hubungan timbal balik se%ara aktif dalam kegiatan bebri%ara antara pembi%ara dengan pendengar akan membentuk kegiatan berkomunikasi men$adi lebih efektif dan efisien. C. Fa%t&r'(a%t&r Pen#n$ang Kegiatan Ber!i"ara Berbi%ara atau kegiatan komunikasi lisan merupakan kegiatan indi.idu dalam usaha menyampaikan pesan se%ara lisan kepada sekelompok orang, yang disebut $uga audience atau ma$elis. #upaya tu$uan pembi%araan atau pesan dapat sampai kepada audience dengan baik, perlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat menun$ang keefektifan berbi%ara. Kegiatan berbi%ara $uga memerlukan hal-hal di luar kemampuan berbahasa dan ilmu pengetahuan. 2ada saat berbi%ara diperlukan a" penguasaan bahasa, b" bahasa, %" keberanian dan ketenangan, d" kesanggupan menyampaikan ide dengan lan%ar dan teratur. berdasarkan pengalaman empiris di lapangan di ketahui bahwa kemampuan berbi%ara siswa dalam proses pembela$aran masih rendah. +al ini terdeteksi pada saat murid di minta oleh guru untuk men$elaskan letak suatu tempat sesuai dengan denah dan petun$uk penggunaan suatu alat dengan bahasa yang nuntut baik dan benar isi pembi%araan yang disampaikan oleh murid tersebut tidak akurat dan berbelit-belit. selain itu $uga murid berbi%ara tersendat-sendat sehingga isi pembi%araanya men$adi tidak $elas. ada pula diantara murid tidak mau bi%ara di depan kelas. bahkan pada saat guru bertanya kepada murid tk di kelas yang hanya ber$umlah 9 orang, umumnya murid lama sekali untuk men$awab pertanyaan guru, karena takut dan malu salah men$awab. apalagi untuk berbi%ara di depan kelas para murid belum menun$ukan keberaniannya aktifitas bela$ar dan keterampilan berbi%ara siswa sangat rendah. dan kalaupun ada beberapa dari mereka yang memiliki keberanian, sekitar 7 sampai ; murid (1 =-31=" menurut )uraeni (3443" banyak orang yang beranggapan berbi%ara adalah suatu peker$aan yang mudah dan tidak perlu untuk dipela$ari. untuk situasi yang tidak resmi barangkali anggapan itu ada benarnya $uga. namun pada situasi resmi peryataan tersebut $elas salah besar. kenyataanya tidak semua murid tidak mau berbi%ara di depan kelas sebab mereka umumnya kurang terampil sebagai akibat dari kurangnya latihan berbi%ara. latihan pertama kali yang perlu dilakukan guru ialah menumbuhkan keberanian murid untuk berbi%ara.

BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN $enis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas. penelitian tindakan kelas adalah tindakan yang dilakukan oleh guru se%ara berulang-ulang di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tu$uan untuk memperbaiki kiner$anya sebagai guru, sehingga hasil bela$ar siswa men$adi meningkat. B. TEMPAT DAN )AKTU PENELITIAN 1. tempat penelitian dilakukan disekolah 'aman Kanak-Kanak 2ertiwi Kelompok 0 3. >aktu penelitian dilaksanakan pada semester genap 'ahun 3417 C. SUBJEK PENELITIAN yang men$adi sub$ek penelitian ini adalah guru dan murid tk kelompok ; tk pertiwi yang $umlahnya 14 anak dengan rin%ian laki-laki sebanyak ( orang dan perempuan sebanyak ; orang. D. RENCANA TINDAKAN penelitian ini diren%anakan terdiri dari 3 siklus tiap siklus dilaksanakan dengan perubahan yang ingin di %apai. berdasarkan hasil pembela$aran anak setiap semester pada kelompok 0 di 'K 2ertiwi 6aha khususnya pada metode bermain peran masih tergolong rendah, sehingga ditetapkan tindakan yang akan dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan berbi%ara melalui metode bermain peran. E. PROSEDUR PENELITIAN prosedur penelitian tindakan kelas ini pelaksanaannya di ren%anakan dalam 3 siklus siklus dalam penelitian tindak ini dapat dilihat se%ara rin%i yaitu ! a. peren%anaan ! kegiatan yang dilahirkan dalam tahapan ini adalah 1. /embuat perangkat ren%ana kegiatan harian (6K+" 3. /embuat lembar obser.asi untuk guru dan untuk siswa 7. /embuat instrumen penelitian yang meliputi alat e.aluasi berupa tes disertai ku%i $awaban dan panduan dan lembur obser.asi. b. 2elaksanaan tindakan yaitu ! melaksanakan ? menya$ikan 6K+ yang telah dibuat berdasarkan kurikulum K'#2 %. 1bser.asi ! kegiatannya adalah melaksanakan proses obser.asi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar obser.asi dilakukan se$ak awal hingga akhir penelitian. d. e.aluasi kegiatannya dilakukan pada akhir siklus e.aluasi bertu$uan melihat apakah

ketetampilan berbi%ara dapat meningkatkan dengan menggunakan metode bermain peran. e. refleksi ! hasil yang diperoleh pada kegiatan obser.asi dan e.aluasi dikumpulkan selan$utnya dianalisa berdasarkan kelemahan yang ditemukan pada pertemuan setiap siklusnya. temuan-temuan tersebut selan$utnya peneliti bersama dengan guru kolaborasi mendiskusikan untuk perbaikan peren%anaan pada pertemuan siklus berikutnya. f. teknik pengumpulan data 1. obser.asi dilakukan pada saat proses pembela$aran berlansung, untuk mengetahui aktifitas yang dilakukan oleh anak didik dan guru. 3. tes dilakukan pada saat kegiatan akhir pembela$aran untuk mengetahui kemampuan akti.itas bela$ar anak dalam proses pembela$aran. g. tekhnik analisa data 1. untuk mengetahui rata-rata hasil bela$ar siswa, digunakan rumus rata-rata hasil bela$ar @ $umlah skor perolehan siswa ? $umlah siswa 3. kriteria aktifitas menga$ar guru, digunakan rumus ! rata-rata hasil bela$ar @ $umlah skor yang diperoleh A 144 ? $umlah skor maksimal 7. kriteria aktifitas bela$ar siswa, digunakan rumus ! K0B# @ Bumlah skor yang diperoleh A 144 ? $umlah skor maksimal

BAB I* PENUTUP #etiap kegiatan pembela$aran diharapkan dapat men%apai target hasil bela$ar tertentu. #alah satu target hasil bela$ar yang ingin di%apai dalam kegiatan pembela$aran berbi%ara di sekolah dasar adalah siswa. Keterampilan berbi%ara harus dikuasai oleh para siswa #& karena keterampilan ini se%ara langsung berkaitan dengan seluruh proses bela$ar siswa di #&. Keberhasilan bela$ar siswa dalam mengikuti proses kegiatan bela$ar-menga$ar di sekolah sangat ditentukan oleh penguasaan kemampuan berbi%ara mereka. #iswa yang tidak mampu berbi%ara dengan baik dan benar akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembela$aran untuk semua mata pela$aran. 2embela$aran berbi%ara di sekolah dasar dilaksanakan dengan berbagai metode.

#etiap metode pembela$aran berbi%ara mempunyai kelebihan dan kekurangan masingmasing. /etode yang satu akan melengkapi metode yang lain. :uru dapat memilih salah satu atau menggabungkan berbagai metode sesuai dengan kondisi siswa dan tersedianya sarana pendukung lainnya. #elain itu, guru $uga boleh men%iptakan model baru dalam pelaksanaan pembela$aran berbi%ara. 2endekatan pengalaman berbahasa merupakan salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kelan%aran dalam berbi%ara di sekolah dasar, karena dalam pendekatan pengalaman berbahasa, materi dikembangkan oleh guru bersamasama dengan muridnya se%ara tatap muka. &alam kegiatan pengembangan materi itu dapat dikembangkan semua keterampilan berbahasaC menyimak atau mendengarkan, berbi%ara, memba%a, dan menulis. &engan padukannya semua keterampilan dalam suatu kegiatan itu guru dituntut untuk lebih kreatif.

DAFTAR PUSTAKA

Burhan )urgiyantoro.199 . Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Dogyakarta! B25E. EoA, Earole.1998. Teaching language arts (a student-and response-centered classroom).)ew Dork! 0 Fia%om Eompany. +aryadi. 199-. Berbicara (Suatu Pengantar) Di tat Per uliahan! 8K82 Dogyakarta. +aryadi dan *am,ani.199(?199-. Pening atan "eterampilan Berbahasa Indonesia. &epdikbud &ir$en &ikti bagian 2royek 2engembangan 2endidikan :uru #ekolah &asar. .