Anda di halaman 1dari 6

Data tentang kesalahan obat di Indonesia belum dapat ditemukan karena tidak terekspos oleh media masa.

Prinsip enam benar dalam memberikan obat sangat diperlukan dalam memberikan obat dengan tepat. Lima benar pada zaman dahulu sudah mulai ditinggalkan. tenaga kesehatan memberikan berbagai macam obat kepada pasien yang berbeda maka dalam memberikan obat perawat harus melakukan dengan aman. Dimana hal sebagai pertanggung jawaban perawat terhadap tindakan yang dilakukan. PENDA !L!AN "bat merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses penyembuhan penyakit# pemulihan kesehatan dan juga pencegahan terhadap suatu penyakit $%&. Penentuan obat untuk pasien adalah wewenang dari dokter# tetapi para perawat dituntut untuk turut bertanggung jawab dalam pengelolaan obat tersebut. 'ulai dari memesan obat sesuai order dokter# menyimpan dan meracik obat sesuai order hingga memberikan obat kepada pasien$(&. 'emastikan bahwa obat tersebut aman bagi pasien dan mengawasi akan terjadinya e)ek samping dari pemberian obat tersebut pada pasien. *arena hal tersebut maka perawat dalam menjalankan perannya harus dibekali dengan ilmu keperawatan sesuai !! No. (+ th. %,,( pasal +( ayat + $+& Dalam pemberian obat yang aman perawat perlu memperhatikan lima tepat $)i-e rights& yang kemudian dikenal dengan istilah lima benar oleh perawat. Istilah lima benar menurut .ambayong yaitu / pasien yang benar# obat yang benar# dosis yang benar# cara 0 rute dan pemberian obat harus pemberian yang benar dan waktu yang benar. Persiapan ini

dilakukan dengan akurat oleh perawat. Perawat menggunakan lima benar pemberian obat untuk menjamin pemberian obat yang aman $ benar obat# benar dosis# benar klien# benar rute pemberian# dan benar waktu & $1& . Dewasa ini prinsip tersebut mulai ditinggalkan setelah munculnya prinsip 2 benar dalam pemberian obat yang dianggap lebih tepat untuk perawat. 3oyce %,,2 menyebutkan prinsip enam benar yaitu / %& klien yang benar# (& obat yang benar# +& dosis yang benar# 1& waktu yang benar# 4& rute yang benar dan ditambah dengan 2& dokumentasi yang benar. 5i6 7ights ") medication are / 7ight medication# 7ight dose# 7ight time# 7ight role # 7ight client and 7ight documentation $4&.

al ini diperlukan pleh perawat sebagai pertanggunggugatan secara legal tindakan yang dilakukannya. 'engingat di ruang rawat inap seorang perawat harus memberikan berbagai macam obat kepada beberapa pasien yang berbeda. 8erdasarkan penelitian dari Auburn !ni-ersity di +2 rumah sakit dan nursing home di 9olorado dan :eorgia# !5A pada tahun (;;( dari +(%2 jenis pemberian obat 1+ < diberikan pada waktu yang salah # +; < tidak diberikan# %= < diberikandengan dosis yang salah # dan 1 < diberikan obat yang salah
$2&

. Pada penelitian ini juga dikemukakan hasil penelitian

sebelumnya yang dilakukan oleh Institute o) medicine error pada tahun %,,, yaitu kesalahan medis telah menyebabkan lebih dari satu juta cedera dan ,>. ;;; kematian dalam setahun. Data yang didapat 39 " juga menunjukkan bahwa 11.;;; dari ,>.;;; kematian yang terjadi di rumah sakit setiap tahun disebabkan oleh kesalahan medis $2& . .indakan ? tindakan dalam komponen prinsip enam tepat / %. .epat obat a. 'enegecek program terapi pengobatan dari dokter b. 'enanyakan ada tidaknya alergi obat c. 'enanyakan keluhan pasien sebelum dan setelah memberikan obat d. 'engecek label obat + kali $ saat melihat kemasan# sebelum menuangkan# dan setelah menuangkan obat& sebelum memberikan obat e. 'engetahui interaksi obat ). g. 'engetahui e)ek samping obat anya memberikan obat yang disiapkan sendiri

(. .epat dosis a. 'engecek program terapi pengobatan dari dokter b. 'engecek hasil hitungan dosis dengan perawat lain $double check& c. 'encampur 0 mengoplos obat sesuai petunjuk panda label 0 kemasan obat +. .epat waktu a. 'engecek program terapi pengobatan dari dokter b. 'engecek tanggal kadaluarsa obat c. 'emberikan obat dalam rentang +; menit sebelum sampai +; menit setelah waktu yang diprogramkan 1. .epat pasien a. 'engecek program terapi pengobatan dari dokter

b. 'emanggil nama pasien yang akan diberikan obat c. 'engecek identitas pasien pada papan 0 kardeks di tempat tidur pasien yang akan diberikan obat 4. .epat cara pemberian a. 'engecek program terapi pengobatan dari dokter b. 'engecek cara pemberian pada label 0 kemasan obat sampai meminum obatnya d. Pemberian melalui intramuskular / tidak memberikan obat @ 4 cc pada satu lokasi suntikan 2. .epat dokumentasi a. 'engecek program terapi pengobatan dari dokter b. 'encatat nama pasien # nama obat# dosis# cara dan waktu pemberian obat c. 'encantumkan nama0 inisial dan para) d. 'encatat keluhan pasien e. 'encatat penolakan pasien ). 'encatat jumlah cairan yang digunakan untuk melarutkan obat $ pada pasien yang memerlukan pembatasan cairan& g. 'encatat segera setelah memberikan obat !ni-ersal precaution %. 'encuci tangan sebelum dan sesudah memberikan obat (. 'enggunakan sarung tangan ketika memberikan obat secara parenteral +. 'embuang jarum suntik bekas pada tempat khusus dalam keadaan terbuka $%1& Adapun peran perawat dalam pengobatan yaitu / %. 'elaksanakan pemberian obat kepada pasien sesuai program terapi dengan menerapkan prinsip 2 benar $ klien# obat# dosis# cara# waktu dan dokumentasi & (. 'engelola penempatan# penyimpanan dan pemeliharaan dan administrasi obat di ruangan agar selalu tersedia# siap pakai# tidak rusak# mudah ditemukan dan tidak kadaluarsa. +. 'emberikan penyuluhan berkaitan dengan obat yang digunakan meliputi khasiat obat# makanan yang boleh selama terapi# E5" dan cara mengatasi kepatuhan obat# dampak ketidakpatuhan dan penghentian obat c. Pemberian per oral / mengecek kemampuan menelan# menunggui pasien

1. 'engamati dan mencatat e)ek samping# e)ek terapi# e)ek toksis dari pengalaman klinis beberapa pasien selama menggunakan obat untuk bahan masukan dan laporan 8eberapa peran perawat dalam memberikan obat yaitu peran dalam mendukung kee)ekti)an obat# mengobser-asi e)ek samping obat# menyiapkan menyimpan dan administrasi obat.

PE'8A A5AN prinsip enam benar dapat dilakukan berbagai cara# namun pada penerapan dalam keadaan sehariAhari di 7umah 5akit sering sekali hal ini tidak betulAbetul dioerhatikan. 8enar obat dapat dilakukan dengan mengkalri)ikasi obat dan diberikan dengan teliti. al ini berbeda dengan yang ada di teori dimana benar obat dilakukan dengan cara mengecek program terapi pengobatan dari dokter# menanyakan ada tidaknya alergi obat# menanyakan keluhan pasien sebelum dan sesudah memberikan obat# mengecek label obat + kali# mengetahui interaksi obat# mengetahui e)ek samping obat dan memberikan obat yang diresepkan sendiri. Pada poin Bmemberikan obat yang di resepkan sendiriB# menyinggung kasus pada sekenario# yaitu ketidak tepatan dalam memberikan obat karena kelalaian perawat# yang menyebabkan pasien mendapat kejadian yang tidak diharapkan. hal lain yang salah pada kasus tersebut ialah bnar dosis. Pada kasus sekenario terjadi kelebihan dosis karena kirang koordinasi dan keterampilan dari perawat# sehingga menyebabkan kejadian yang tidak diharapkan terjadi pada pasien. *E5I'P!LAN %. Pengalaman perawat dalam memberikan obat dapat dilakukan dengan benar obat yaitu melakukan klari)ikasi dan diberikan dengan teliti. Pada kasus sekenario terdapat beberapa yang menyimpang dari 2 benar pemberian obat. +. Adapun strategi kita dalam menerapkan prinsip enam benar dapat dilakukan dengan pelatihan untuk menyegarkan kembali didukung dengan peningkatan kapasitas 5D' kita. 'anejemen tentunya ikut andil dalam membuat terciptanya pemberian obat denga prinsip enam benar disukung dengan pengaturan ketenagaan yang cukup.

DAC.A7 P!5.A*A 1. Potter-Perry.Fundamental of Nursing. 6 Th edition.Elsever Mosby . USA.2005 2. Pemberian obat oleh perawat diambil tanggal !"rnal & item 1( ). Prinsip enam benar dalam pemberian obat * +"rnal ,e$era-atan .ndonesia vol"me # no 1 Maret 2005 (. Abram A/ 1##5 Clinical Drug Therapy. Ationales for nursing practise JB apinscott diambil dari !"rnal ,e$era-atan indonesia vol"me # no 1 tah"n 2005 5. 0innenger T 1 2eeder 3 E stabilishing 4or tehnology to red"'e medi'ation error is both a s'ien'e and an art. 5iambil dari htt$ % && ---. 6rigmedi'al . 'om & media 200) 6. Pengar"h Pengalaman terhada$ $ening,atan ,eahlian a"ditor oleh 5-i Ananing T E,onomi U. 8ogya,arta 2006 9. 0noers dan :aditono Psi,ologi $er,embangan . Pengantar dalam berbagai bagiannya * /eta,an ,e ; 12 Universitas <a!ah Mada 8ogya,arta . =otoatmo!o* Pro4 *5r . Pendidi!an Dan Perila!u "esehatan . +a,arta. PT 2ine,a /i$ta. 200) #. Moeloeng.3.+. #etodologi Penelitian "ualitatif. 6and"ng. PT 2ema!a 2oda,arya . 2001. 10. Amir 5.S.7 . Bunga $ampai %u!um "esehatan . >idya Medi,a . +a,arta. 1###. 11. S"giyono * Pro4. 5r . #etode Penelitian "uantitatif dan "ualitatif Dan $ & D . 'eta,an ,e 9 . /? Al4abeta . 6and"ng Pende,atan Proses Metodologi Penelitian 0e$era-atan. 200# 12. 5anim S"dar-an*52 . #en'adi Peneliti "ualitatif . /eta,an 1 . /? P"sta,a Setia . 6and"ng . 2002 1). A@i@ Alim"l :* S,e$ . $iset "eperawatan dan Te!ni! Penulisan (lmiah . Salemba medi,a. +a,arta. 200) 1(. Poer-andari E 0risti Pende!atan "ualitatif dalam Penelitian Psi!ologi +a,arta Universitas 7a,"ltas !"li 200# dari htt$ % && nersdora. M"lti$ly 'om.&

.ndonesia.