Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIKUM BIOKIMIA I

I. II. III.

Nomor Percobaan Nama Percobaan Tujuan Percobaan

: VI : Pembuatan Kasein : Memisahkan Kasein Dalam Susu Dengan Menggunakan

Alkohol Dan Menghitung % Rendemen Pada Berat Kasein. IV. Dasar Teori Susu terdiri dari tiga komponen utama: air, lemak, dan protein. Protein yang terdapat dalam susu terdiri dari dua jenis, yakni kasein dan whey. Seperti kita pelajari di SMA dulu, ciri dari protein adalah terdapatnya unsur N pada rantainya, tidak seperti lemak dan karbohidrat yang hanya terdiri dari unsur C, H, dan O.Protein merupakan senyawa yang sangat kompleks,terdiri dari 80% kasein dan 20% whey.Kasein termasuk jenus phospoprotein,terdiri dari beberapa unit asam amino yang terikat dengan ikatan peptida. . Protein berasal dari kata pionios yang artinya penting/utama. Protein merupakan faktor utama dalam sel yaitu 30 % dari berat kering sel. Secara umum protein dalam susu mencapai 3,25%. Struktur primer protein terdiri atas rantai polipeptida dari asam-asam amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida Jenis utama protein dan fungsinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Fungsi 1.katalitor. 2.struktural. Jenis Enzim. Protein struktural. Contoh Amilase, pepsin. Kalogen (pengikat jaringan/ tulang) 3.mortil (mekanik). 4.penyimpanan. 5.pengangkutan. 6.pengatur. 7.perlindungan. 8. tanggap toksit. Protein kontraktol. Protein angkutan. Protein angkutan Protein hormon. Antibiotik. Protein toksit. Keraten, miosin (otak). Kasein dan albumin. Albumin dan Hb. Insulin, hormon tumbuh. Imuglubin. Bisa ular.

Dengan teknik fraksinasi secara klasik dari protein susu yang dijalankan dengan proses sedimentasi, maka macam protein susu yang dihasilkan terdiri dari kasein,

laktoglobulin, dan laktalbumin. Namun setelah ditemukan teknik yang baru, ternyata masing-masing komponen tersebut masih terdiri dari fraksi-fraksi yang lain. Kasein yang merupakan partikel yang besar dan senyawa yang kompleks tersebut dinamakan juga kasein misel (casein micell). Kasein misel tersebut besarnya tidak seragam, berkisar antara 30 300 m. Kasein juga mengandung sulfur (S) yang terdapat pada metionin (0,69%) dan sistin (0,09%). Kasein adalah protein yang khusus terdapat dalam susu. Oleh karena itu kasein dalam susu dapat dikoagulasikan atau digumpalkan oleh asam yang terbentuk di dalam susu sebagai aktivitas dari mikrobia. Kasein dapat diendapapkan oleh asam, enzim rennet, dan alkohol. Selain penambahan asam, pengendapan kasein susu juga dilakukan dengan penambahan renin, yaitu suatu enzim proteolitik yang diperoleh dari induk sapi betina. oleh karena itu, susu dapat dikoagulasikan (digumpalkan) oleh asam yang terbentuk di dalam susu sebagai aktivitas dari mikroba. Kasein merupakan protein yang stabil terhadap pemanasan dan tidak mengalami denaturasi bila air susu dipanaskan. Kasein di dalam air merupakan molekul besar yang terdiri dari zat-zat anorganik seperti kalsium, fosfor dan sedikit magnesium serta sitrat. Kasein merupakan suatu misel yang mengandung kalsium dan fosfat yang membentuk kalsium kaseinat phosphatase kompleks. Titik isoelektris kasein pH 4,6 5,0 dan pada titik ini kasein mudah sekali mengendap. Kasein dapat pula mengendap dengan naiknya keasaman, perubahan Ca dan P yang larut menjadi menjadi tidak larut dan terjadinya interaksi antara protein yang ada. Kasein tersuspensi dalam susu dalam kompleks yang disebut misel. Kandungan fosfat yang tinggi pada kasein terkait dengan garam kalsium fosfat sehingga susu menjadi sumber kalsium dalam diet. Kappa kasein terdapat pada bagian luar misel.

Kasein mengandung S yang terdapat dalam methionin dan cystein. Kasein merupakan campuran tiga jenis protein yaitu : -kasien, (75 %), -kasein (3 %) dan kasein (22%). Kasein dalam susu merupakan partikel kompleks atau berupa misel yang terdiri atas Ca, P anorganik, Mg, dan sutrat selain protein kasein. Senyawa kompleks ini sering disebut Kalsium Caseinat Phosphat kompleks. Kasein penting dikonsumsi karena mengandung komposisi asam amino yang dibutuhkan tubuh. Dalam kondisi asam (pH rendah), kasein akan mengendap karena memiliki kelarutan (solubility) rendah pada kondisi asam. Susu adalah bahan makanan penting, karena mengandung kasein yang merupakan protein berkualitas juga mudah dicerna (digestible) saluran pencernaan. Kasein asam (acid casein) sangat ideal digunakan untuk kepentingan medis, nutrisi, dan produk-produk farmasi. Selain sebagai makanan, acid casein digunakan pula dalam industri pelapisan kertas (paper coating), cat, pabrik tekstil, perekat, dan kosmetik. Pemanasan, pemberian enzim proteolitik (rennin), dan pengasaman dapat memisahkan kasein dengan whey protein. Selain itu, sentrifugasi pada susu dapat pula digunakan untuk memisahkan kasein. Protein dalam kasein terususun oleh rantai-rantai peptide jika mengalami hidrolisis akan menjadi disakarida seperti berikut:

Dalam isolasi, kasein larut dalam air, alkohol dan eter namun tidak larut dalam etanol, senyawa alkali dan beberapa larutan asam. Setelah kasein dikeluarkan, maka protein lain yang tersisa dalam susu disebut whey protein. Protein serum terdiri dari b-laktoglobulin 50%, a-laktalbumin 20%, albumin, immunoglobulin, laktoferin, trasferin dan sebagian kecil protein dan enzim. Whey tidak mengandung fosfor tapi mengandung asam amino sulfur yang membentuk ikatan disulfide. Jika ikatan rusak maka protein mengalami denaturasi. Whey protein merupakan protein butiran (globular). Betha-lactoglobulin, alphalactalbumin, Immunoglobulin (Ig), dan Bovine Serum Albumin (BSA) adalah contoh dari whey protein. Alpha-lactalbumin merupakan protein penting dalam sintesis laktosa dan keberadaannya juga merupakan pokok dalam sintesis susu. Dalam whey protein terkandung pula beberapa enzim, hormon, antibodi, faktor pertumbuhan (growth factor), dan pembawa zat gizi (nutrient transporter). Sebagian besar whey protein kurang tercerna dalam usus. Ketika whey protein tidak tercerna secara lengkap dalam usus, maka beberapa protein utuh dapat menstimulasi reaksi kekebalan sistemik. Peristiwa ini dikenal dengan alergi protein susu (milk protein allergy). V. Alat dan Bahan Bahan Susu Asam asetat glasial Etanol 95% Campuran etanol:eter = 1:1 Eter Alat Gelas Beker Erlenmeyer Batang Pengaduk Pipet Tetes Gelas Ukur Penangas Air Termometer

VI.

Prosedur Percobaan Panaskan 100 ml susu dalam air panas sehingga temperatur susu naik 40oC. Tambahkan tetes demi tetes sebanyak 1 ml asam asetat glasial sambil diaduk sehingga semua kasein mengendap. Saring endapannya dengan kain panjang, air diperas dalam kasein. Suspensikan endapan dengan 50 ml etanol 95%. Dekantasi supernatan. Ulangi menggunakan 50 ml larutan etanol : eter = 1:1. Dengan 50 ml

eter-alkohol pindahkan kasein ke dalam corong buchner dan cuci dengan 50 ml eter. Isap endapan. Keringkan dan pindahkan pada kaca arloji VII. Hasil Pengamatan Uji Percobaan Hasil Pengamatan

No. 1.

Panaskan 50 ml susu dalam air 25 ml susu (putih) dipanaskan + 1 ml panas sehingga temperatur susu CH3COOH glasial (tidak berwarna) naik 40oC. Tambahkan setetes- terbentuk endapan putih kasein. setetes sebanyak 1 ml asam asetat glacial ambil diaduk sehingga semua kasein mengendap. Saring endapannya dengan kain panjang, air diperas dari kasein.

Suspensikan endapan dengan 25 Endapan kasein (putih) + etanol 95% ml etanol 95%. Dekantansi (tidak berwarna), disaring endapan kasein putih lebih padat

supernatan.

Ulangi dengan menggunakan 25 Endapan kasein (putih) + etanol : eter ml larutan etanol : eter = 1 : 1. (tidak berwarna), disaring endapan kasein putih lebih padat

Dengan 25 ml eter-alkohol lain Endapan kasein (putih) + eter (tidak pindahkan kasein ke dalam berwarna), disaring endapan kasein

corong Buchner dan cuci dengan putih lebih padat 25 ml eter.

Isap

endapan,

keringkan

dan Endapan kasein (putih) membentuk butiran kecil-kecil

pindahkan pada kaca arloji.

VIII. Analisa Data Massa Susu yang digunakan = = X= = 7,3 gram

Massa Protein Secara Teori = % Kandungan Protein x Massa Susu = 11 % x 7,3 gram = 0,803 gram

Massa Kasein Secara Teori = % Kasein x Massa Protein = 80 % x 0,803 gram = 0,6424 gram

Massa Kasein Secara Praktek = 1,28 gram Persentase Kesalahan = = = x 100 % x 100 % x 100 %

= 96,14 %

% Rendemen = =

x 100 % x 100 % = 17,26 %

IX.

Persamaan Reaksi

Hidrolisis Protein R1 H2N NH .


+

-O O H3N R1 Asam amino

-O

O
+

H3N R2

R2 Protein Dalam suasana asam -O O


+

Asam amino

HO CH 3COOH O
+

H3N R

H3N R

Asam amino

Asam amino dalam asam

Penambahan etanol 95 % HO O
+

HO C2H5OH H2N R R O

H3N

Penambahan Eter -O O
+

CH3

H3N R Asam amino

O CH 3CH 2OCH 2CH 3


+

H3N R

CH 3CH 2OH

Dietil eter

X.

Pembahasan .

XI.

Kesimpulan

Pemanasan pada suhu 40OCdilakukan untuk menurunkan kelarutan protein sehingga dapat menyebabkan terjadinya denaturasi rusaknya struktur protein sehingga mempercepat pengendapan protein. Penambahan asam ini mengakibatkan penambahan ion H+ sehingga dapat menetralkan protein, sehingga menyebabkan kasein mengendap lebih cepat

Pemisahan kasein dengan protein lain dapat menggunakan etanol, di mana kasein tidak larut dalam etanol sehingga tetap berada sebagai endapan sedangkan protein lain akan melarut. Suspensi dengan menggunakan etanol karena kasein tidak larut dalam etanol endapan kasein dilarutkan dengan campuran etanol dan eter yang perbandingannya 1:1 bertujuan untuk memisahkan lemak dari endapan kasein dimana lemak akan ikut melarut bersama eter, sedangkan etanol disini berfungsi untuk melarutkan protein atau senyawa lain selain kasein XII. Daftar Pustaka Anonim. 2011. Isolasi Protein. Online :

(https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7& cad=rja&ved=0CGMQFjAG&url=http%3A%2F%2Falchemist08.files.word press.com%2F2012%2F05%2Fpercobaan-v-pembuatankasein.docx&ei=jRyFUtbBG8eQrQfNvIHYAg&usg=AFQjCNEjxBOzzVH 8AJjRWutl2YknK8e6Gg&sig2=pVrj5HxY5NLbSpMbPV6zaQ) diakses : 14-11-2013 Lehninger.1992. Dasar-dasar Biokimia. Jilid 1. Jakarta : Erlangga Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta :UI-Press.

Anda mungkin juga menyukai