Anda di halaman 1dari 45

ANALISA GANGGUAN PADA ELECTRIC ARC FURNACE (EAF) AKIBAT ARUS INRUSH TRANSFORMATOR & RESONANSI FILTER HARMONISA

PABRIK PELEBURAN BAJA PT. ISPATINDO

Oleh: Gunawan Muhammad 2209106042


Dosen Pembimbing: 1. Prof. Ir. Ontoseno Penangsang, M.Sc, Ph.D. 2. Heri Suryoatmojo ST, MT, Ph.D.

Pendahuluan Teori Penunjang Sistem Kelistrikan Simulasi dan Analisis Penutup

Latar belakang

Beban arc furnace adalah komponen penting pada perusahaan peleburan baja PT. Ispat Indo disisi lain beban tersebut menimbulkan efek harmonisa yang cukup besar. Pengoperasian periodik pada beban arc furnace menyebabkan timbulnya arus inrush dan arus harmonisa ke 2 yang tinggi pada saluran. Arus inrush dan arus harmonisa yang tinggi dapat merusak peralatan listrik, mengganggu kordinasi proteksi dan mengganggu kualitas daya pada saluran listrik dengan beban arc furnace

Tujuan
Membuktikan akibat dari operasi beban yang on-off secara

periodik dapat menyebabkan timbulnya arus inrush dan harmonisa yang tinggi antara beban arc furnace dan transformator utama. Menekan terjadinya resonansi paralel antara filter harmonisa dengan impedansi saluran Menjaga kualitas daya pada sistem saat terjadi gangguan

Batasan Masalah
1.

Sistem kelistrikan yang dipakai dalam tugas akhir ini adalah sistem kelistrikan PT. Ispat Indo dari sumber sampai bagian Arc Furnace.

2.

Perangkat lunak yang digunakan yaitu ETAP 7.00 untuk analisis studi aliran daya dan simulasinya.

Pendahuluan Teori Penunjang Sistem Kelistrikan Simulasi dan Analisis Penutup

Inrush current
Pada saat transformator dihubungkan terhadap suatu sumber

tegangan (energize) akan mengalir arus yang cukup besar dengan periode waktu yang sangat singkat sampai tercapai kondisi steady state. Arus awal ini disebut sebagai arus inrush dan besarnya dapat mencapai 8 sampai 30 kali arus nominal. Arus inrush ini perlu mendapat perhatian khusus karena pengaruhnya dapat mengganggu pengoperasian pengaman, tergantung keadaan awal saat transformator tersebut dihubungkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar dan lamanya arus inrush ini antara lain adalah magnitude tegangan suplay saat energize, flux sisa pada inti trafo dan impedansi sumber dan impedansi sistem.

Inrush current

Harmonisa
Merupakan suatu fenomena yang timbul akibat penggunaan beban-beban listrik non linier. Dalam sistem tenaga listrik, definisi harmonisa dapat dijelaskan sebagai gelombang terdistorsi secara periodik pada keadaan steady state yang disebabkan oleh interaksi antara bentuk gelombang sinus sistem pada frekuensi fundamental dengan komponen gelombang lain yang merupakan frekuensi kelipatan interger dari frekuensi fundamental sumber

fn = n fo
fo fn n = frekuensi dasar = frekuensi harmonisa ke-n = 1,2,3

Besaran Harmonisa
Ukuran distorsi harmonisa. Distorsi Harmonisa Total (Total Harmonics Distortion, THD)

Standard Harmonisa Arus (IEEE Std. 519-1992) untuk level tegangan 69 kV dan dibawahnya

Isc / IL <20 20 => 50 50 => 100 100 => 1000 > 1000

h<11 11h<17

17h<23 23h<35 35h THD (%) 1,5 2,5 4 5 6 0,6 1 1,5 2 2,5 0,3 0,5 0,7 1 1,4 5 8 12 15 20

4 7 10 12 15

2 3,5 4,5 5,5 7

Standard HarmonisaTegangan (IEEE Std. 519-1992)

Bus Voltage at PCC

Individual Voltage Distortion (%) 3,0 1,5 1,0

THD (%) 5,0 2,5 1,5

69 kV and below 69,001 kV through 161 kV 161,001 kV and above

Filter pasif
Filter pasif tersusun dari induktansi, kapasitansi, dan resistansi.

Filter pasif ini mempunyai beberapa bentuk, berdasarkan susunan rangkaian komponen-komponen penyusunnya. Secara umum filter pasif dapat dibedakan dalam tiga jenis : Filter dengan penalaan tunggal (Single Tuned Shunt Filter). Filter dengan penalaan ganda (Double Tuned Filter). High Pass Damp Filter Type.

Resonansi

Paralel

Resonansi paralel akan menghasilkan impedansi yang tinggi. Sehingga jika frekuensi harmonisa sama dengan frekuensi resonansi paralel, maka akan terjadi tegangan yang tinggi pada terminal kapasitor.

fr
Gambar Kurva impedansi terhadap frekuensi saat terjadi resonansi paralel.

Seri

Resonansi seri akan mengakibatkan impedansi menjadi sangat kecil sehingga arus yang tinggi dapat mengalir ke kapasitor.

fr

Gambar Kurva impedansi terhadap frekuensi saat terjadi resonansi seri.

Pendahuluan Teori Penunjang Sistem Kelistrikan Simulasi dan Analisis Penutup

Sigle Line yang Dianalisa

Pendahuluan Teori Penunjang Sistem Kelistrikan Simulasi dan Analisis Penutup

Analisa aliran daya


Bus ID To Bus ID Near Furnace ABB Panel (Subs.) Bus88 Main Bus(PLN) Bus14 Near Furnace Bus147 Bus88 Main Bus(PLN) ABB Panel (Subs.) Bus88 Yard ABB Panel (Subs.) Bus14 Near Furnace ABB Panel (Subs.) MW 50883 -57183 -50803 6.849 -6.849 -6.828 34.565 64096 68.497 68.497 Load Flow Mvar 10265 -1641 -31485 4.622 2.571 -4.232 9217 -0.929 48.754 24.819 Amp 909.1 1001.9 50107. 2 433.9 384.2 17142. 5 137.7 246.7 1472.9 1276.4 % PF 98.0 100 85.0 82.9 -93.6 85.0 96.6 -100 81.5 94.0

Bus147 Main Bus(PLN)

Simulasi dan analisis (fenomena arus inrush)


Arus inrush diakibatkan switcing pada beban secara terus menerus, pengukuran

arus pada saluran dari trafo utama dan beban didapat hasil :

Arus harmonisa Trafo 65 Beban Arc furnace

1 100%

2 58.32%

3 61.69%

4 9%

11

13

2.89% 1.27% 0.00076 % 0.01%

100% 43.40 %

12.17%

9.6%

7.8% 2.88%

8.35%

6.53%

Simulasi harmonisa

Evaluasi gangguan arus harmonisa


Bus ID Fund. kV Voltage Distortion RMS % ASUM % THD % Bus 93 ABB Panel (Subs.) Bus 98 33.000 104.20 157.93 30.06 Bus 100 Near Furnace Near Furnace Bus147 Bus88 11.000 104.23 103.99 104.24 157.32 153.30 157.23 29.60 27.74 29.43 Main Bus(PLN) Bus88 Yard Bus 98 Bus14 Near Furnace 33.000 104.20 157.93 30.06 ABB Panel (Subs.) To Bus ID Fund. Amp 249.81 1131.23 300.43 908.11 50052.2 3 433.90 384.15 7643.09 153.49 276.88 4028.59 4007.24 Current Distortion RMS Amp 265.88 2157.12 2136.86 4007.24 192342.40 445.84 384.15 25040.29 270.68 276.88 6083.89 5796.13 ASUM Amp 428.52 3837.41 2468.52 5796.13 289717.50 627.77 384.15 24.36 49.27 0 361.99 429.79 THD % 36.44 162.36 704.20 429.79 371.04 23.63 0 251.13 344.04 0.50 290.93 167.47

Bus14

0.690

109.96

177.96

46.53

Bus147 Main Bus(PLN)

0.270 150.000

Koordinasi kondisi normal saluran dengan filter harmonisa ke 2

Koordinasi kondisi dengan gangguan arus harmonisa saluran dengan filter harmonisa ke 2

Contoh perhitungan

ID ETAP

Relay

Brands

CT Rasio

Invers Current I> t> 0.1 0.4 0.4 0.6 0.6

Definite Current I>> 3.01 ` 3.4 2.6 6.6 6.6 t>> 0.2 0.5 0.7 0.9 0.9

OCR-14 OCR-66 OCR-65 OCR-207 OCR-208

50 50 50 50 50

MG Sepam 1000 MG Sepam 1000 MG Sepam 1000 MG Sepam 1000 MG Sepam 1000

2000/5 2000/5 600/5 250/5 250/5

0.91 0.91 1 2.4 2.4

Setting Normal

ID ETAP

Relay

Brands

CT Rasio

Invers Current I> t> 0.1 0.4 0.4 0.6 0.6

Definite Current I>> 3.01 3.4 2.6 6.6 6.6 t>> 0.2 0.5 0.7 0.9 0.9

OCR-14 OCR-66

50 50 50 50 50

MG Sepam 1000 MG Sepam 1000 MG Sepam 1000 MG Sepam 1000 MG Sepam 1000

2000/5 2000/5 600/5 250/5 250/5

1.15 1.15 1 2.4 2.4

Setting dengan gangguan harmonisa

OCR-65 OCR-207 OCR-208

Fenomena Resonansi Paralel

Pada frekuensi 410 Hz terjadi impedansi sistem yang tinggi bernilai 16,11 ohm

Respon frekuensi pada bus ABB 33 kV pada saat timbul arus inrush dan arus harmonisa ke 2

Solusi terhadap perbaikan kualitas daya Solusi untuk meredam arus harmonisa ke 2 yang tinggi yang bersumber pada transformator 65 dan beban arc furnace ,dalam hal ini akan dipertimbangkan untuk desain filter pasif yang dipasang pada bus near furnace 33 kV, bus ABB panel dan bus 169 agar arus harmonisa ke 2 yang ada pada single line diagram masih berada pada batas toleransi. Standar yang digunakan adalah standar IEEE 519 (1992) (keterangan pada bab 2). Oleh karena itu dilakukan pencatatan THD tegangan dan THD arus sebelum pemasangan filter dan pemasangan filter

Perencanaan pemasangan 3 buah filter harmonisa ke 2


Desain ulang dan pemasangan filter pasif dengan penalaan pada orde 2 di pasang pada gambar panah disamping yang berguna untuk meredam arus harmonisa ke 2 yang timbul pada saat beban arc furnace bekerja

2 3

Besar nilai R,L, C yang terpasang: R = 0.5 ohm XL = 14.97 mH C = 56,46 F Qc= 19317 KVAR

Contoh perhitungan filter pasif


Tegangan line-line : 33 kV Frekuensi Sudut : Lebar Band, Q = 30 50, dipilih Q = 30 Bus ABB Panel (cos = 83 %) S = 50786 kW +10244 kVAR Untuk pemasangan kapasitor dipakai (cos 96 %) Jadi, untuk Q1 = 50786tan ( arc cos 0.84 ) = 34128.39 kvar Untuk Q2 = 50786 tan ( arc cos 0.96 ) = 14812.56 kvar XLdiambil sebesar 14,97 dari hasil perhitungan langsung dari filter sizing ETAP 7.00 Dan komponen resistansi filternya adalah, BUS ABB Panel Single Tuned orde 2 kVar yang digunakan (Qc) sebesar 19317 kVar Rating kapasitor (dalam Farad) komponen filter adalah,

Frekuensi Tuning = 97 Hz ( toleransi dari tuning 100 Hz) Maka komponen reaktor filter:

Maka Qc yang dipilih untuk memperbaiki adalah sebesar Qc = Q1 Q2 = 34128.39 14812.56 =19316,8 kvar = 19317 kvar ( dibulatkan ) Cos menjadi 96%

Hasil simulasi (sebelum pemasangan filter)


Spektrum THD sebelum pemasangan filter

Spektrum tegangan sebelum pemasangan filter

Hasil simulasi (setelah pemasangan filter)


Spektrum THD sebelum pemasangan filter

Spektrum tegangan sebelum pemasangan filter

Hasil simulasi setelah pemasangan filter


Bus Bus 14 Bus Near Furnace Bus ABB panel Bus 169 Bus 88 THDV (%) 1.86 2.77 2.85 2.97 1.16 Standard (%) 5 5 5 5 5 Condition OK OK OK OK OK PF (%) 85 83 98.7 -63.8 -93.6

THD Tegangan

Line 33kV Tranformator 65 ABB panel

To Line (Feeder) ABB Panel Near furnace

THDi (%) 60 70

THD Arus

Pendahuluan Teori Penunjang Sistem Kelistrikan Simulasi dan Analisis Penutup

Kesimpulan
Fenomena inrush current pada trafo terjadi karena pada

beban arc furnace bekerja secara periodic, dalam arti beban tersebut tidak sekali switch, namun diperlukan switching dalam waktu tertentu untuk sebuah proses peleburan baja, hal tersebut menimbulkan fenomena inrush current dan arus harmonisa orde 2 yang tinggi. Arus inrush dan arus harmonisa yang tinggi mempengaruhi setting relay, sehingga perlu dilakukan koreksi. Hasil yang diperoleh setelah pemasangan ke 3 filter harmonisa dengan tuning pada orde ke 2 adalah THD tegangan berkurang dari 16,95% menjadi 3,5 % dan THD arus yang masih cukup tinggi yaitu sekitar 60 %.

Terima Kasih

2nd harmonics in transformer


Typical harmonics generated by the transformer inrush current are shown in Fig. 17-8. Overexcitation of transformers in steady-state operation can produce harmonics. The generated fundamental frequency emf is given by V 4:44fTphBmAc 17:13where Tph is the number of turns in a phase, Bm is the flux density (consisting offundamental and higher order harmonics), and Ac is the area of core. Thus, thefactorV=f is a measure of the overexcitation, though these currents do not normally cause a wave distortion of any significance. Exciting currents increase rapidly with voltage, and transformer standards specify application of 110% voltage without overheating the transformer. Under certain system upset conditions, the transformers may be subjected to even higher voltages and overexcitation.

Polaritas dan akibat urutan harmonisa

Eksitasi awal dan eksitasi adanya harmonisa

Komponen DC

Yang dimaksud dengan inrush current


Pada saat transformator dihubungkan terhadap suatu

sumber tegangan (energize) akan mengalir arus yang cukup besar dengan periode waktu yang sangat singkat sampai tercapai kondisi steady state. Perbedaan dg short circuit: Arus gangguan karena hubungan fasa dengan fasa ataupun
netral pada arus AC tanpa melalui tahanan sehingga mengakibatkan arus meningkat dan menjadi besar.

Masalahnya dalam tugas akhir ini adalah saat transformator

utama di energize pada saat pertama kali, arus kemudian mengalir menuju transformator beban arc furnace, kemudian karena dalam saluran tersebut terdapat filter pasif orde ke 2 dan setelah di run menggunakan study case harmonics analysis pada software ETAP masih terjadi resonansi paralel.
Kemudian karena proses switching berkali-kali pada beban

mengakibatkan penguatan arus yang mengalir antara trafo utama menuju filter harmonisa ke 2, hal ini yang dapat mempengaruhi setting pengaman pada filter harmonisa ke 2

Transformator Dalam transformator ini pada saat beban bekerja maupun tidak bekerja, kondisinya dalam keadaan on Karena beban yang tidak sepenuhnya on, dalam arti setiap saat bisa on atau off, hal tersebut akann menimbulkan arus harmonisa ke 2 Akibat power faktor leading Tegangan akan menjadi lebih besar( overvoltage) Masih timbul resonansi paralel pada bus ABB Panel

Memasukkan parameter harmonisa ke dalam software ETAP 7.00

Parameter harmonisa pada trafo utama 150/33/11 kV

Parameter harmonisa pada beban arc furnace

Akibat power faktor leading


Tegangan saluran menjadi overvoltage