Anda di halaman 1dari 18

PERSAMAAN DIFFERENSIAL

Banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dimodelkan dalam


persamaan diferensial. Untuk menyelesaikannya masalah tersebut kita perlu menyele-
saikan pula persamaan diferensialnya. Dalam bab ini persamaan diferensial yang diberi-
kan dibatasi pada persamaan diferensial tingkat satu khususnya sampai persamaan dife-
rensial eksak.
Pengertian Persamaan Diferensial
Secara matematis, persamaan differensial adalah persamaan yang didalamnya
terdapat turunan-turunan. Secara fisis, persamaan differensial adalah persamaan yang
menyatakan hubungan antara turunan (derivative) dari satu variabel tak bebas terhadap
satulebih variabel bebas.
Banyak permasalahan dalam berbagai bidang teknik, fisika maupun bidang !
bidang kehayatan yang dapat dimodelkan ke dalam bentuk persamaan diferensial.
Berikut diberikan beberapa contoh fenomena di alam yang dapat dimodelkan dalam
bentuk persamaan diferensial.
Fenomena Persamaan Diferensial
"eluruhan #at radioaktif
km
dt
dm

, dengan m $ massa #at, t $ %aktu, dan k


adalah konstanta pembanding
&ukum 'e%ton tentang
gerak
F m
(
(
dt
s d
, dengan F gaya, m massa benda,
s )arak, dan t $ %aktu.
*odel logistik menurut
+erhulst
( )P bP a
dt
dP

, dengan P besar populasi, t
%aktu, dan a, b konstanta.
,a)u perubahan tekanan
T
P
k
dT
dP

, dengan " tekanan uap dan - suhu.


uap suatu #at
*odel ayunan (bandul)
sederhana
. sin
(
(
+

l
g
dt
d
, dengan sudut perpindahan
bandul, g konstanta gravitasi, dan l pan)ang tali
bandul
Berdasarkan banyaknya variabel bebas, "ersamaan Differensial dapat dibedakan
men)adi dua macam, yaitu/
1. Persamaan Differensial Biasa, yaitu persamaan differensial yang mengandung
hanya satu variabel bebas
Contoh : 0.
kx
dx
dy

(.
x y y sin ( 1 + +

1. 2.
x y y + + 0

. Persamaan Differensial Parsial, yaitu persamaan differensial yang mengandung
le!ih "ari satu variabel bebas.
Contoh : 0.
z
y
y x
x
y

(.
. +

z
y
z
x
x
z
Definisi : #ing$at %Ordo& suatu "D adalah tingkat turunan tertingi yang terlibat dalam
"D tersebut.
Dera'at %degree& suatu "D adalah pangkat dari turunan ordo tertinggi )ika "D
tersebut ditulis sebagai polinomial dalam turunan.
Contoh /
0.
kx
dx
dy

"D tingkat 0 dera)at 0
(.
x y y sin ( 1 + +
"D tingkat ( dera)at 0
1. y y y +
(
) ( "D tingkat ( dera)at (
2.
x y y + + 0
"D tingkat ( dera)at (
Definisi /Suatu persamaan yang tidak lagi memuat turunan dan memenuhi satu persa-
maan differesial disebut (en)elesaian (ersamaan "ifferensial.
Contoh / "ersamaan C x x y + +
(
merupakan selesaian dari "D/
1 ( + + x y y

sebab
0 ( + x y
dan
( y
sehingga
1 ( ( ) 0 ( ( + + + + x x y y
.
"enyelesaian suatu persamaan diferensial dibedakan men)adi ( yaitu /
a. Pen)elesaian *mum Persamaan Differensial %P*PD&+ adalah selesaian "D yang
masih memuat memuat konstanta penting (konstanta sebarang).
!. Pen)elesaian Parti$ulir,-husus Persamaan Differensial %PPPD,P-PD&+ adalah
selesaian "D yang diperoleh dari "U"D dengan mengganti konstanta penting
dengan konstanta yang memenuhi syarat a%al atau syarat batas.
Contoh :
"D .
(
(

dx
y d
ditulis
.
,
_

dx
dy
dx
d
sehingga
dx
dx
dy
d .
,
_

.
3ika kedua ruas diintegralkan, diperoleh
dx
dx
dy
d


,
_

.
sehingga
0
C
dx
dy

.
"ersamaan terakhir diubah bentuk men)adi
dx C dy
0

.
Dengan mengintegralkan kembali kedua sisi diperoleh "U"D /
( 0
C x C y +
, dengan
C
0
dan C
(
konstanta sebarang.
3ika "D tersebut memenuhi y 0 untuk x . dan y 2 untuk x 0 akan diperoleh C
0
$ 1 dan C
(
$ 0. Diperoleh """D / y $ 1x 4 0.
Persamaan Differensial #er(isah Dan Mu"ah Di(isah
Bentu$ *mum PD "engan .aria!le ter(isah /
f(x) dx + g(y) dy = 0
Dengan mengintegralkan kedua ruas diperoleh "U"D /

C dy y g dx x f +

) ( ) (
Contoh: Selesaikan "D/
0. x
1
dx 4 (y + 0)dy $ .
(. e
x
d5 4 .
0

+
dy
e
e
y
y
Pen)elesaian :
0. Dengan mengintegralkan kedua ruas

+ + C dy y dx x ) 0 (
1
, diperoleh "U"D /
C y x + +
( 2
) 0 (
(
0
2
0
. Bentuk terakhir disa)ikan pula dengan "U"D /
C y x + +
( 2
) 0 ( ( .
(. Dengan mengintegralkan kedua ruas

dx e
x
4 C dy
e
e
y
y

0
, diperoleh

dx e
x
4 C
e
e d
y
y

+
+

0
) 0 (
sehingga "U"D / . ) 0 ln( C e e
y x
+ +
Bentuk Umum PD "a(at "i(isah/
f(x)g(y) dx 4 p(x)q(y) dy $ 0
"enyelesaian "D tersebut adalah membagi kedua ruas dengan g(y) p(x), sehingga
diperoleh
.
) (
) (
) (
) (
+ dy
y g
y q
dx
x p
x f

Dengan mengintegralkan didapat "U"D /
C dy
y g
y q
dx
x p
x f
+

) (
) (
) (
) (
Contoh : Selesaikan "D /
0. 2 y dx 4 (x dy $ .
(. x
2
(y 4 1) dx 4 y
2
(x ! 1) dy $ .
Pen)elesaian :
0. *embagi kedua ruas dengan xy, diperoleh
.
( 2
+ dy
y
dx
x
. Dengan
mengintegralkan kedua ruas 0
( 2
C dy
y
dx
x
+
diperoleh "U"D /
0
ln ( ln 2 C x x +
. Bentuk terakhir dapat diubah ke bentuk "U"D /
C y x ln ln
( 2
. Selan)utnya dapat pula disederhanakan men)adi "U"D / x
2
y
(
C.
(. 3ika kedua ruan dibagi dengan (y 4 0).(x ! 0) "D men)adi .
0 0
( (

+
+

dy
y
y
dx
x
x
.
6edua ruas diintegralkan C dy
y
y
dx
x
x

+
+


0 0
( (
. Untuk memperoleh hasilnya,
diubah men)adi C dy
y
y
dx
x
x

+
+
+

+

0
0 0
0
0 0
( (
. Bentuk ini diubah men)adi
C dy
y
y dx
x
x
+
+ +

+ +

)
0
0
0 ( )
0
0
0 (
,
diperoleh "U"D / C y y x x + + + + + 7 0 7 ln ) 0 (
(
0
7 0 7 ln ) 0 (
(
0
( (
.
Untuk selan)utnya penulisan persamaan diferensial dalam bab ini disa)ikan sebagai /
M(x,y) dx + N(x,y) dy ..
Persamaan Differensial /omogen
Untuk dapat menyelesaikan sebuah persamaan diferensial homogennon
homogen, terlebih dahulu harus difahami pengertian fungsi homogen.
Fungsi
) , ( y x f
dikatakan homogen berdera)at , )ika memenuhi
) , ( ) , ( y x f y x f

+ dengan suatu konstanta.


Contoh :
0. 8ungsi
( (
( ) , ( y xy x y x f + merupakan fungsi yang homogen berdera)at (,
sebab

( (
) ( ) )( ( ( ) ( ) , ( y y x x y x f +
$
( ( ( ( (
( y xy x +
$ ) ( (
( ( (
y xy x +
$ ) , (
(
y x f
(. 8ungsi
x
y
y
y
x
x y x f cos sin ) , ( +
merupakan fungsi homogen berdera)at 0, sebab

x
y
y
y
x
x y x f

cos ) ( sin ) ( ) , ( +
$
x
y
y
y
x
x cos sin +
$
) , ( y x f
1. 8ungsi
xy xy y x f sin ) , ( +
!u$an fungsi homogen sebab

) )( sin( ) )( ( ) , ( y x y x y x f +
$ xy xy
( (
sin +
) , ( y x f


"ersamaan Differensial
. ) , ( ) , ( + dy y x N dx y x M
dikatakan suatu PD
homogen )ika
) , ( y x M
dan
) , ( y x N
masing-masing merupakan fungsi homogen
!er"era'at sama. "enyelesaian "D homogen dapat dilakukan dengan subtitusi /
y $ ! x dan
xd! !dx dy +

pada persamaan
. ) , ( ) , ( + dy y x N dx y x M
. Dari substitusi ini akan didapatkan "D
dengan variabel x dan ! yang dapat dipisah, sehingga dapat dicari penyelesaiannya.
Contoh : Selesaikan "D . ( ) (
( 1 1
+ dy xy dx y x .
Pen)elesaian :
Dapat ditun)ukkan bah%a
1 1
y x dan
(
(xy merupakan fungsi-fungsi yang homogen
berdera)at 1.
*isalkan
!x y
sehingga
xd! !dx dy +
"D men)adi / . ) ( ( ) (
( ( 1 1 1
+ + xd! !dx x x! dx x ! x
. ( ) ( (
2 ( 1 1 1 1 1
+ + d! x ! dx x ! x ! x
. ( ) 0 (
2 ( 1 1
+ + d! x ! dx ! x
6edua ruas dibagi
2 1
) 0 ( x ! + , diperoleh .
0
(
1
(
2
1

+
+ d!
!
!
dx
x
x
yang merupakan "D
terpisah. Dengan mengintegralkan diperoleh "U"D/
" ! x ln 0 ln
1
(
ln
1
+ +
.
Bentuk ini dapat diubah nmen)adi / " ! x +
1 ( 1
) 0 (
3adi "U"D / "
x
y
x +
1 (
1
1
) 0 ( , dapat dituliskan sebagai / "x y x +
1 ( 1 1
) ( .
Persamaan Differensial E$sa$
Suatu persamaan diferensial tingkat satu dera)at satu yang berbentuk /
. ) , ( ) , ( + dy y x N dx y x M

disebut Persamaan Differensial E$sa$, )ika dan hanya )ika /

x
y x N
y
y x M

) , ( ) , (
Contoh : Selidikilah apakah persamaan diferensial . ) ln ( (
(
+ + dy x dx x xy
merupakan persamaan eksak
Pen)elesaian :
x xy y x M ln ( ) , ( +
(
) , ( x y x N
x
y
y x M
(
) , (

x
x
y x N
(
) , (

6arena
x
x
y x N
y
y x M
(
) , ( ) , (

, maka"D tersebut 9ksak.


Pen)elesaian Persamaan Diferensial E$sa$
"andang "ersamaan
C y x F ) , (
, dengan C konstanta sebarang. Differensial
total dari ruas kiri adalah d
) , ( y x F
yaitu /
dy
y
y x F
dx
x
y x F
y x dF

) , ( ) , (
) , (

6arena diferensial ruas kanan adalah dC = 0, diperoleh

.
) , ( ) , (

dy
y
y x F
dx
x
y x F

3ika bentuk di atas dianalogkan dengan
. ) , ( ) , ( + dy y x N dx y x M
, diperoleh /
) , (
) , (
y x M
x
y x F

dan
) , (
) , (
y x N
y
y x F

sehingga "U"D 9ksak /


. ) , ( ) , ( + dy y x N dx y x M
berbentuk
C y x F ) , (
.
:kibatnya, penyelesaian "D eksak tersebut dapat diperoleh dari kedua bentuk di atas,
yaitu /
a.
) , (
) , (
y x M
x
y x F

3ika kedua ruas diintegralkan terhadap x, maka

+
x
y g dx y x M y x F ) ( ) , ( ) , (

(;atatan /

x
menyatakan bah%a dalam integral tersebut, y dipandang sebagai kon-
stanta, dan g(y) adalah konstanta sebarang hasil pengintegralan yang harus dicari).
Untuk mencari g(y), bentuk F(x,y) di atas didiferensialkan ke-y, yaitu /
dy
y dg
dx y x M
y y
y x F
x
) (
) , (
) , (
+
1
]
1

atau
) ( < ) , (
) , (
y g dx y x M
y y
y x F
x
+
1
]
1


6arena
) , (
) , (
y x N
y
y x F

, maka
) , ( ) ( < ) , ( y x N y g dx y x M
y
x
+
1
]
1


sehingga
1
]
1

x
dx y x M
y
y x N y g ) , ( ) , ( ) (

6arena
) ( <
) (
y g
dy
y dg

merupakan fungsi y sa)a, maka dengan pengintegralan


terhadap y akan diperoleh
) ( y g
.
b. ;ara lain untuk mencari penyelesaian persamaan (0) adalah dengan mengambil
) , (
) , (
y x N
y
y x F

sehingga

+
y
x g dy y x N y x F ) ( ) , ( ) , (

Bentuk di atas dideferensialkan terhadap x untuk mendapatkan g(x), yaitu

dx
x dg
dy y x N
x x
y x F
y
) (
) , (
) , (
+
1
1
]
1


atau
) ( ) , (
) , (
x g dy y x N
x x
y x F
y
+
1
1
]
1

6arena
) , (
) , (
y x M
x
y x F

, maka
1
1
]
1

y
dy y x N
x
y x M x g ) , ( ) , ( ) (

6arena g#(x) adalah fungsi x sa)a, maka dengan mengintegralkan terhadap x akan
dapat diperoleh g(x).
Contoh : Selesaikan "D /
. ) ( ) ( + + dy y x dx y x
Pen)elesaian : -erlebih dahulu akan diu)i apakah "D diatas 9ksakbukan.
y x y x M + ) , ( y x y x N ) , (
0

y
M
0

x
N
6arena
0

x
N
y
M
, maka "D diatas 9ksak. Salah satu cara berikut dapat digunakan
untuk menentukan penyelesaian "D tersebut.
a. 3ika diambil
y x y x M
x
y x F
+

) , (
) , (
, maka

+ +
x
y g dx y x y x F ) ( ) ( ) , (

) (
(
0
(
y g xy x + +
) ( <
) , (
y g x
y
y x F
+

6arena
y x y x N
y
y x F

) , (
) , (
, maka
y x y g x + ) ( <

y y g ) ( <

(
(
0
) ( y dy y y g

3adi "U"D /
C y xy x +
( (
(
0
(
0
, dapat pula ditulis $ y xy x +
( (
( .
b. 3ika diambil
y x y x N
y
y x F

) , (
) , (
, maka

+
y
x g dy y x y x F ) ( ) ( ) , (

) (
(
0
(
x g y xy +
) (
) , (
x g y
x
y x F
+

6arena
y x y x M
x
y x F
+

) , (
) , (
, maka
y x x g y + + ) (

x x g ) (

(
(
0
) ( x dx x x g


3adi "U"D /
C x y xy +
( (
(
0
(
0
, dapat pula ditulis $ y xy x +
( (
( .
A(li$asi PD Dalam Bi"ang -eha)atan
Berikut diberikan beberapa contoh kasus yang melibatkan model persamaan
diferensial.
1. Masalah peluruhan zat radioaktif
=at radioaktif meluruh dengan memancarkan radiasi secara spontan. 3ika m(t)
adalah massa #at yang tersisa pada saat t, m
.
adalah massa a%al #at, maka la)u
peluruhan relative terhadap massanya bernilai konstan, yaitu

,

k
m
dt dm

dengan k konstanta.
>leh karena itu la)u perubahan massa #at m terhadap %aktu t dapat dinyatakan
dengan
km
dt
dm

"ersamaan diferensial ini dapat dituliskan pula sebagai /


dt k
m
dm

Dengan pengintegralan diperoleh / C kt m + ln .


"ada saat a%al (t .) massa #at adalah m
.
, sehingga
C m
.
ln
. 3ika
disubstitusikan pada hasil pengintegralan diperoleh
.
ln ln m t k m +
?ang dapat ditulis dalam bentuk /
kt
e m m
.
.
"ara ahli fisika menyatakan la)u peluruhan dalam %aktu ! paruh, yaitu %aktu yang
dibutuhkan oleh #at untuk meluruh sampai separonya.
2. Bunga majemuk kontinu.
*isalkan modal @ 0... ditabung dengan bunga A B, dihitung pertahun. setelah 0
tahun tabungannya bernilai @ 0... (0,.A) $ @ 0.A., setelah ( tahun bernilai @ (0...
(0,.A)) 0,.A $ @ 00(1,A., dan setelah t tahun bernilai @ 0... (0,.A)
t
.
Secara umum, )ika modal sebesar "
.
ditabung dengan bunga %, maka setelah t tahun
bernilai / "
.
(0 4 %)
t
.
'amun demikian, biasanya, bunga dihitung lebih sering, katakanlah kali
pertahun (misalkan bunga harian, maka dihitung 1AC kali pertahun). "ada kasus ini,
dalam setiap periode perhitungan bunga, bunganya adalah % & dan terdapat t
periode perhitungan bunga dalam t tahun, sehingga nilai tabungan setelah t tahun
adalah
"(t) = "
0

t

,
_

+ 0
Dapat dilihat bah%a bunga yang dibayarkan semakin membesar bila banyaknya
periode perhitungan bunga () bertambah. 3ika ( mendekati tak berhingga),
maka nilai tabungan akan men)adi
"(t) $
t

%
"

,
_

0 lim
.
$
t %
%

%
"
1
1
]
1

,
_

.
0 lim $ :
.
%t
%

%
1
1
]
1

,
_

0 lim
$ "
0
e
%t
3ika persamaan tersebut diturunkan terhadap t, diperoleh
) (
) (
.
t " % e %"
dt
t d"
%t

yang menun)ukkan bah%a dengan bunga ma)emuk kontinu, la)u pertambahan
tabungan sebanding dengan nilai tabungannya.
3. Model pertumbuhan logistik.
Suatu populasi meningkat secara eksponensial pada mulanya, yaitu ketika kondisi
lingkungan masih mendukung perkembangan populasi tersebut. Selan)utnya pertu-
mbuhan populasi tersebut melambat pada akhirnya dan mendekati kapasitas daya
tampungnya karena sumber daya alam yang terbatas. 3ika P(t) menyatakan besar
populasi pada saat t, dapat diasumsikan bah%a
kP
dt
dP

, )ika " kecil


"ersamaan tersebut mengisyaratkan bah%a la)u pertumbuhan populasi pada a%alnya
hampir sebanding dengan besar populasi. Dalam perkataan lain, la)u pertumbuhan
relatifnya hampir konstan, )ika populasi kecil. :kan tetapi kita )uga ingin
mengungkapkan fakta bah%a la)u pertumbuhan relatifnya menurun bila populasi P
meningkat dan bernilai negatif bila P melampaui $a(asitas tam(ung ($). Bentuk
paling sederhana untuk la)u pertumbuhan relatif yang mengakomodasi asumsi ini
adalah

,
_


$
P
k
dt
dP
P
0
0
, dengan P(.) $ P
.
menyatakan besar populasi a%al dan k
konstanta pembanding
"ersamaan tersebut dapat dituliskan sebagai

,
_


$
P
kP
dt
dP
0
, dengan P(.) $ P
.
*odel pertumbuhan populasi tersebut dikenal sebagai mo"el (ertum!uhan
logisti$. Untuk menentukan penyelesaian "D tersebut diubah ke bentuk
dt k dP
P $
$
P

.
0
atau ditulis pula
dt k dP
P $ P

+ )
0 0
(
3ika kedua ruas diintegralkan akan diperoleh
0
) ln( C t k
P $
P
+

, disa)ikan pula
sebagai
t k
e C
P $
P

.
3ika pada saat t . besarnya P(.) $ P
.
, diperoleh
.
.
P $
P
C

sehingga
penyelesaian persamaan diferensial logistik tersebut adalah /
0 0
) (
0
+

t k t k
t k
e C
$
e C
e C $
t P
:tau dapat disa)ikan sebagai
t k
"e
$
t P

+

0
) (
, dengan
.
. 0
P
P $
C "



.
4. Perbandingan pertumbuhan alami dan logistik
"ada tahun 0D1.!an ahli biologi E.8. Eause melakukan percobaan dengan proto#oa
"aramecium dan menggunakan persamaan logistik untuk memodelkan data yang
dihasilkannya. -abel berikut menun)ukkan hasil (erhitungan harian untuk populasi
proto#oa. Dia menaksir la)u pertumbuhan relatif a%alnya sebesar .,FD22 dan
kapasitas tampungnya sebesar A2.
T . 0 ( 1 2 C A F G D 0. 00 0( 01 02 0C 0A
P ( 1 (( 0A 1D C( C2 2F C. FA AD C0 CF F. C1 CD CF
T $ %aktu (hari), P besar populasi
*odel pertumbuhan logistik populasi proto#oa tersebut adalah /

,
_


A2
0 FD22 , .
P
P
dt
dP
, dengan P(.) $ (
"enyelesaian persamaan diferensial tersebut adalah /
P(t) $
t
e
FD22 , .
10 0
A2

+
Banyaknya populasi proto#oa berdasarkan model (dibulatkan hingga bilangan bulat
terdekat) dapat dibandingkan (o(ulasi (roto0oa )ang teramati, disa)ikan pada
tabel berikut.
# . 0 ( 1 2 C A F G D 0. 00 0( 01 02 0C 0A
P mo ( 1 (( 0A 1D C( C2 2F C. FA AD C0 CF F. C1 CD CF
ma ( 2 D 0F (G 2. C0 CF A0 A( A1 A2 A2 A2 A2 A2 A2
T $ %aktu (hari), P besar populasi , m' $ hasil perhitungan (model),
ma $ hasil pengamatan
Dari table tertlihat bah%a untuk t C, model logistik mendekati hasil pengamatan.
,atihan.
0.
.
(

+
dy
y
y
x
dx
(. ( ) . 0
1
+ dy e ydx
x
1. x xy y x + + < ) 0 (
(
2.
y
e y x

+ + ( 0 ) 0 (
C. . ) ( ( ) 1 (
2 1 ( 1 (
+ + dy y x y x dx xy y x
A.
0 2 1 2 2 1

,
_

,
_

+ dy
y
x
e dx e
y
x
y
x
F.
.
( ( ( (

,
_

+ + + dy y x x x dx y x y
G. ( x+2y)dx + (2x + y)dy = 0
D.
0..
x
y
e y
x y
+

00. ( ) xy y y x +
( (
yang memenuhi y 0 untuk 5 0.
0(.
(
(
(
x
y
x
y
y +
01.
.
(
(

+
y x
y x
y
01. *anakah yang merupakan "D 9ksak H
a. . ) ln(
( ( ( (
+ + + + dy y x x y dx y x
b.
. ) ( ) ( + + dy y x dx y x
c. . ) 0 1 ( ) 1 ( (
1
+ + + dy y x dx y x
d. . ) 1 ( ) ( 2 (
( ( 2 1 1
+ dy x y x dx xy y x
e. . ) ( 1 (
1 1
+ dy e dx x y e
x x
f.
. ) sin (sin ) cos (cos + + dy y x x dx x y y
g. . ) 0 ( (
( (
+ dy e dx ye x
x x
Selesaikan "D di ba%ah ini (no 02 0G)
02. . ) 1 G ( ) 0 ( 1
1 (
+ + dy x y x dx x y
0C. . ) 1 ( ( ) 2 (
( 1 (
+ + dy y ye dx x e y
x x
yang memenuhi y ( untuk 5 ..
0A.
. ) 0 sin ( ) cos sin ( + + + dy x x dx x xy x y
0F.
xy
xy
xe y
ye
y

+

(
(
0G.
. ) ( cos ( ) sin ( + + dy y y x dx y x