Anda di halaman 1dari 11

UKL-UPL SPBU 44.551.

08

BAB II URAIAN RENCANA KEGIATAN

A. Identitas Penanggungjawab Usaha 1. Penanggungjawab 2. Jabatan 3. Alamat B. Lokasi Kegiatan 1. Alamat 2. Kelurahan 3. Kecamatan 4. Kota 5. Provinsi : Jl. Parangtritis No 156 Yogyakarta : Mantrijeron : Mantrijeron : Yogyakarta : Daerah Istimewa Yogyakarta : Agus Satriyo : Direktur PT.Harkat Manunggal Jaya : Karangkajen No 80 Yogyakarta

6. Peruntukan Lokasi Rencana Kegiatan a. Kawasan Budidaya Penuh Ekonomi, Sosial dan Budaya. b. Rencana pemanfaatan lahan masuk kawasan pendidikan dan jasa. c. Intensitas pemanfaatan ruang di dalam ruang sedang.

7. Letak lokasi dari fasilitas umum a. Sekolahan/Kampus b. Kantor Polisi c. Sarana Kesehatan d. Kantor Kecamatan e. Pasar C. Jenis Usaha/Kegiatan 1. Nama Kegiatan 2. Jasa Layanan 3. Jenis Produk D. Masa Operasional Masa kegiatan : 1997 -Selama kegiatan masih berlangsung : Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak untuk Umum (SPBU) : Jasa Penjualan Bahan Bakar Minyak. : Premium, Bio Solar, Pertamax 92 dan Pelumas. : 400 meter : 700 meter : 1000 meter : 700 meter : 400 meter

Bab II| - 1 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

E. Sarana dan prasarana mendukung : 1. Luas Tanah 2. Status hak tanah 3. Bangunan SPBU 4. Bangunan Pendukung (administrasi, Mushola, toilet 2 buah, ruang genset Ruang parker, gudang) 5. Fasilitas Taman Hijau dan pagar 6. Fasilitas jalan dan ruang sirkulasi 7. Sarana Penunjang Sanitasi Lingkungan a. Sumur Dangkal b. Water Torn c. Lubang Biopori d. SPAH e. Tempat Sampah : 1 unit : 1 unit (1000liter) : lokasi : 1 unit ukuran diameter 0.8 m kedalaman 8 m (vol.4.02m3) : : : : m2 m2 : 2.729 m2 : Hak Milik : : m2 m2

1) 2 buah tertutup dipisahkan sampah kering dan basah 2) TPS 1 buah 3) Sumur Pantau 2 buah 4) Oil Cacther (perangkap minyak) 1 buah f. Genset : 1 buah (30KVA)

F. Area Pelayanan Radius jarak SPBU JOGOKARYAN dengan SPBU terdekat Utara Selatan Timur Barat :SPBU Tungkak 1 Km :SPBU Manding 4 Km :SPBU Nitikan 1 Km :SPBU Dukuh 2 Km

Bab II| - 2 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

G. Skala Kegiatan Tabel 1-1. Peralatan, Kapasitas, dan sarana Pendukung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jenis Peralatan/Sarana pendukung Dispenser Premium Dispenser Bio Solar Dispenser Pertamax Tangki Pendam premium Tangki Pendam Bio Solar Tangki Pendam Pertamax Sumur Pantau Sumur Observasi Oil Cacther Listrik PLN Genset Pemadam Kebakaran isi DCP Pemadam Kebakaran isi DCP Pemadam Kebakaran isi CO2 Bak Pasir Bak Grajen (penyerap ceceran minyak) 0 Jumlah 3 1 1 2 1 1 2 0 1 1 1 Kapasitas 20lt/menit 20lt/menit 20lt/menit @32 Kilo Liter 32 Kilo Liter 32 Kilo Liter @12m 0 m3 7.5m2 3000 watt 20KVA Kg Kg kg m2

H. Izin Yang Dimiliki Tabel 1-2 Jenis Perizinan/Rekomendasi SPBU JOGOKARYAN 44.551.08
No 1 2 Jenis Izin Nomor dan tgl diterbitkan Instansi Pemberi Izin Masa berlaku

Sertifikat Tanah (DPL)

No 1532/Mjr No 195/Mjr Th 2005

3 4

IMBB Izin Gangguan (Ho)

Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

No: 905/imbb Tgl: 10-11-1994 No: 503-1296/821.Mj/2005 Tgl: 14-11-2010 No: 12055604640 Tgl: 27-4-1997

Kantor Pertanahan Kodya Yogyakarta Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kodya Yogyakarta Dinas Tata Kota dan Bangunan DIY Dinas Ketertiban Kodya Yogyakarta Kantor Departemen Perdagangan Kodya Yogyakarta

Sesuai Kepemilikan Selama Tidak ada Perubahan Sesuai Peruntukan 5 tahun

5 tahun

Bab II| - 3 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

No: 01/12.05/PB/1/1997 Tgl: 13-01-1997

Kanwil Dep Perindag Propinsi DIY

Selama Perusahaan masih beroprasi

I.

Jasa Layanan dan Sumber Daya Manusia 1. Jasa Penjualan Premium, Bio Solar, Pertamax 92 dan pelumas 2. Sumber Daya Manusia Tabel 1-3 Sumber Daya Manusia SPBU JOGOKARYAN 44.551.08

No 1 2 3 4 5

Jenis Kegiatan Pimpinan Keuangan Administrasi Operator Cleaning service Jumlah

Jumlah SDM 1 1 1 22 1 26

Jenis Kelamin L :1 L :1 L :1 L: 16 P:6 L :1 L :20 P: 6

Jam Kerja : 6 hari kerja (40jam/minggu) dengan sistem shift hari kerja, hari Minggu/Libur selain karyawan yang masuk karena shift/giliran diperhitungkan sebagai lembur. Waktu kerja : Shift I pkl 06.00-14.00, Shift II pkl 14.00-21.00 J. Proses Jasa Layanan Penjualan Bahan Bakar Minyak 1. Peralatan Operasional a. Tangki Timbun (Storage Tank) digunakan untuk menyimpan cadangan BBM sebelum dijual ke konsumen. b. Dispenser & Matering alat untuk pengisian BBM yang di lengkapi dengan matering ke dalam tangki kendaraan bermotor konsumen. c. Scale Tester/Check Scale alat untuk memeriksa ketepatan volume pengisian BBM dari tangki ke mobil pemasok. d. Oil Catcher berupa saluran drainase yang berguna untuk menangkap ceceran minyak yang ikut aliran air hujan. e. Sumur Pantau berfungsi mengidentifikasi adanya cemaran/kontaminasi minyak ke dalam air tanah. f. Sumur observasi untuk mendeteksi lebih dini apabila terjadi kebocoran atau keluhan masyarakat di sumur mereka. 2. Umur Kegiatan Kegiatan ini diharapkan bertahan paling sedikit 20 tahun, tetapi dari hasil studi kelayakan teknis sarana dan peralatan pompa BBM diharapkan bertahan sampai

Bab II| - 4 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

dengan 50 tahun. Untuk itu perlu ditunjang perencanaan kontruksi yang matang, tenaga kerja yang memiliki hard skill dan soft skill, manajemen pengelolaan yang sesuai dengan standard layanan SPBU. 3. Penerimaan BBM dan Penimbunan BBM Tahap pertama adalah kegiatan penerimaan BBM dilakukan dari mobil tangki pengangkut BBM ke dalam Tangki Timbun, pada proses pengisian ini yang perlu diperhatikan dan dicermati adalah pemeriksaan secara visual produk pada tangki timbun seperti suhu, volume, dan density. Tahap kedua kegiatan pengisian BBM dari mobil tangki ke dalam tangki timbun dengan menggunakan selang bongkar dari mobil tangki dialirkan kedalam tangki timbun, untuk menjaga dampak lingkungan pada pengisian proses layanan penjualan kepada konsumen bisa dihentikan. Pada proses penimbunan BBM dilakukan pemeriksaan secara visual terhadap produk di dalam tangki timbun meliputi suhu, air bebas, density dan tinggi minyak. Kegiatan lain pada tahap ini adalah setiap 5 tahun dilakukan Tank Cleaning yang menghasilkan sekitar 0.005% kapasitas tangki.

4. Kegiatan Penyaluran (Penjualan) ke Konsumen Sebelum penyaluran BBM yang ditimbun dalam Tangki Timbun dilakukan pemeriksaan secara berkala baik dari kualitas maupun kuantitasnya, pemeriksaan volume BBM dilakukan dengan men tera BBM dengan bejana ukur 20 liter yang telah di sahkan oleh balai Metrologi secara berkala. Untuk pemeriksaan kualitas BBM dilakukan pemeriksaan dengan membandingkan density dari pertamina dan density BBM dari tangki timbun. Setelah proses pemeriksaan kualitas dan kuantitas dilakukan pengambilan sampel yaitu dengan cara mengambil sampel lewat ujung nozzle dan dimasukkan ke dalam botol gelap. Jika kedua prosedur tersebut sudah terpenuhi maka BBM bisa disalurkan kepada konsumen menggunakan dispenser. 5. Penggunaan Air Tanah Kebutuhan air tanah untuk operasional dipenuhin dengan air sumur gali. Keperluan air bagi seluruh karyawan dan pelanggan yang menggunakan fasilitas umum (toilet, kamar mandi dan wudlu) terisi setiap hari ada 200 orang ditambah 26 orang karyawan maka kebutuhan air : 226 orang x 50 liter = 11300 liter (11.4m3) sedangkan untuk penyiraman tanaman dan fasilitas umum diperkirakan kurang lebih 15m3 per hari.

Bab II| - 5 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

6. Penggunaan Sumeber Energi Listrik Sumber energi untuk memenuhi tiap tahap pasca kontruksi disediakan dari PLN(pusat listrik Negara) 3KVA dan energi cadangan dari genset dengan kapasitas 20KVA. 7. Jenis-jenis Limbah dan pengelolaannya Pengelolaan limbah direncanakan menggunakan prinsip-prinsip mengurangi sumber limbah, menggunakan kembali, dan mendaur ulang dari semua limbah yang dihasilkan. a. Limbah Cair Sisa Minyak Limbah cair dari ceceran BBM dan sisa-sisa pelumas (oli) harus mendapatkan pengelolaan yang baik. Disamping membahayakan pelanggan juga rawan terhadap resiko kebakaran. Oleh karena itu setiap karyawan SPBU harus cepat dan tanggap apabila ada ceceran limbah tersebut. Penanganan awal dengan pemberian pasir agar meredam efek yang membahayakan limbah tersebut. b. Sampah Sisa makanan, kertas pembungkus, kardus pembungkus, plastik pembungkus sisa-sisa pemeliharaan tanaman(daun, ranting dll). Tiap hari dengan asumsi 1 orang 3 ons (0,03kg) maka prediksinya 226 orang x 0.03kg = 6.78kg ditambah dari pemeliharaan tanaman kurang lebih 3 kg total sampah perhari sampah tersebut dimasukkan ke bak sampah 9.78kg.

yang disediakan di beberapa

tempat selanjutnya dari TPS di lokasi SPBU untuk diambil gerobak sampah dari kecamatan Mantrijeron untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). c. Limbah Air Domestik Kegiatan kamar mandi, toilet, dan sisa-sisa pembersihan alat-alat/lantai menghasilkan limbah cair yang mengandung sisa-sisa minyak dialirkan ke bak penangkap minyak diteruskan ke sumur peresapan. Penanganan limbah cair dari kamar mandi dan toilet dialirkan menuju bak control kemudian ke septic tank dan sumur peresapan. 8. Pencegahan Kebakaran Tindakan yang paling utama untuk kegiatan SPBU dalam mengatasi bahaya kebakaran adalah TINDAKAN PREVENTIF. Pencegahan kebakaran adalah usaha

menyadari/mewaspadai akan faktor-faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan. Pencegahan kebakaran membutuhkan suatu program pendidikan dan pengawasan beserta pengawasan karyawan, suatu rencana

pemeliharaan yang cermat dan teratur atas bangunan dan kelengkapannya, Bab II| - 6 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

inspeksi/pemeriksaan, penyediaan dan penempatan yang baik dari peralatan pemadam kebakaran termasuk memeliharanya baik segi siap-pakainya maupun dari segi mudah dicapainya. SPBU JOGOKARYAN 44.551.08 dilengkapi fasilitas pendukung kegiatan bisnis maka ketiga kelas kebakaran dimungkinkan terjadi. Karena bahan-bahan yang digunakan memenuhi ketiga unsure tersebut. Gambaran jenis kebakaran adalah sebagai berikut ; a. Kebakaran Kelas A Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet. Busa dan lain-lainnya. Maka media pemadaman kebakaran yang digunakan berupa air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering (DCP). b. Kebakaran Kelas B Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda yang mudah terbakar berupa

cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus dan lain-lainnya. Maka media pemadaman kebakaran yang digunakan untuk kelas ini berupa pasir dan Alat Pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering (DCP). Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan diatas sehingga apabila menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana. c. Kebakaran Kelas C Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa Alat Pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering (DCP). Matikan dulu sumber listrik agar aman dalam memadamkan kebakaran. Beberapa Bahan dan Alat Pencegahan Kebakaran dan Langkah-langkah pencegahan: a. Penyediaan APAR / Fire Extinguishers / racun Api Peralatan ini amerupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran kelas A,B dan C. peralatan ini mempunyai berbagai ukuran berat nya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan bersar-kecilnya resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, tempat penimbunan bahan bakar dengan tabung racun api dengan ukuran 5 - 68kg. bahan yang ada dalam tabung pemadam api

tersebut ada yang terbuat dari kimia kering, foam / busa CO2.

Bab II| - 7 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

b. Langkah-langkah Pencegahan Kebakaran Setelah mengetahui pengklasifikasian, prinsip pemadaman dan perlengkapan

pemadaman suatu kebakaran maka pemrakarsa SPBU harus bisa mengelola kesemuanya itu menjadi suatu sistem manajemen / pengelolaan pencegahan bahaya kebakaran. Langkah-langkah untuk pencegahannya adalah : o o o o o Pemasangan tulisan : DILARANG MEROKOK, MATIKAN HP SAAT MENGISI BBM, MATIKAN MESIN SAAT PENGISIAN BBM. Identifikasi bahaya yang dapat mengakibatkan kebakaran pada SPBU dan bangunan pendukung : bensin, bio solar, pertamax, karpet, kertas dan lain-lain. Sumber Panas seperti listrik, listrik statis, nyala api rokok dan lain-lain. Penilaian Resiko : resiko tinggi karena merupakan begunan bertingkat dan banyak orang. Monitoring : inspeksi tangki timbun, inspeksi listrik, inspeksi bangunan, inspeksi peralatan pemadam kebakaran, training, Fire Drill / latihan pemadaman kebakaran dan lain-lain. K. Aktivitas Parkir dan Gambaran Lalu lintas di Jl. Parangtritis (depan tapak kegiatan) 1. Kapasitas Jalan Jalan Parangtritis panjang 1.438 m lebar 7 m terbagi manggunakan manajemen 2/2UD tidak dipisahkan media jalan, trotoar di kanan kiri masing-masing lebar 1,5 m. Tabel 3.1 Tabel Kapasitas Jalan Parangtritis Lebar Jalan (m) 7 Faktor Koreksi FCW 1.0 FSP 1.0 FSF 0,97 FCS 0,94

Co 2900

Kapasitas 2.644

Co =Kapasitas Dasar, FCW = Faktor koreksi lebar jalan, FSP = Faktor koreksi arah lalu lintas, FSF = Faktor koreksi Hambatan samping, FCS = Faktor koreksi ukuran Kota 2. Volume Lalu Lintas Jalan Gandekan Lor Volume arus lalu lintas yang melintas di depan lokasi SPBU No. 44.551.08 diperoleh dengan melakukan survei perhitungan terhadap kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Bab II| - 8 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

Tabel 3.2 Hasil Survey Volume Kendaraan Jl. Parangtritis (Kendaraan/jam)


Waktu Pkl 06.30 - 07.30 Arah Selatan Utara Pkl 11.00 - 12.00 Selatan 1,7156 Utara 1,1566 Pkl 16.30 - 17.30 Selatan Utara 2,354 1,432 325 277 82 85 134 109 2,761 1,794 1156 211 78 94 2,165 Spd Motor 1,567 2,134 Mobil 167 224 Truck/bis 54 76 66 UM 78 102 89 Jumlah 1,788 2,434 2,040

Keterangan : MC = sepeda motor, LV = Mobil pribadi, taksi dll. HV = Truck, Bis dll (Hasil survey Senin 2 Juli 2012)

Tabel 3.3 Volume Lalulintas Terklasifikasi di Jl. Parangtritis hasil perhitungan survey (smp/jam)
Waktu Pkl 06.30 - 07.30 Arah Selatan Utara Jumlah Pkl 11.00 - 12.00 Selatan Motor 392 534 925 447 1156 Utara Jumlah Pkl 16.00 - 17.00 Selatan Utara Jumlah 469 916 589 358 947 211 398 325 277 602 98 180 103 106 209 778 1,494 1,016 741 1,757 2,644 2,644 2,644 2,644 2,644 0.29 0.56 0.38 0.28 0.66 Mobil 167 224 391 Truck/bis 68 95 163 83 Jumlah 626 853 1,479 716 C 2,644 2,644 2,644 2,644 DS 0.24 0.32 0.56 0.27

Dari hasil analisis diatas diketahui angka Derajat Kejenuhan (V/C ratio) ruas jalan Parangtritis pada kisaran 0.4 0.75 adalah yaitu pada tingkat pelayanan C (zona arus stabil) dimana pengemudi dibatasi memilih kecepatannya.

Bab II| - 9 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

3. Bangkitan Lalulintas Maksimum SPBU a. Bangkitan Transportasi dari Sepeda Motor Jumlah nozzle premium yang melayani pembelian premium sepeda motor 4 buah, jarak dengan jalan Parangtritis 14 m maka apabila terdapat antrian 32 sepeda motor (posisi parallel masing-masing nozzle 8 sepeda motor). Dengan asumsi pelayanan sepeda motor rata-rata 3 menit (kecepatan nozlle rata2 20 liter/menit) maka perjam melayani 80 sepeda motor atau setara 20 smp/jam. b. Bangkitan Transportasi dari Mobil Jumlah nozzle premium yang melayani pembelian premium mobil 2 buah, rata-rata pelayanan mobil rata-rata 5 menit maka perjam melayani 24 mobil setara 40 smp/jam c. Bangkitan Transportasi Kendaraan Berat Jumlah nozzle solar yang melayani pembelian minyak solar 1 buah, rata-rata pelayanan mobil rata-rata 10 menit maka perjam melayani 6 kendaraan berat setara 8 smp/jam d. Bangkitan Transportasi Mobil Jumlah nozzle pertamax yang melayani pembelian pertamax 1 buah, rata-rata pelayanan mobil rata-rata 20 menit (jarang terjadi penggunaan) maka perjam melayani 6 kendaraan berat setara 3 smp/jam e. Total Jumlah Bangkitan Kendaraan Bermotor Jumlah bangkitan kendaraan bermotor yang diakibatkan operasional SPBU Jl. Parangtritis adalah 20 spm/jam + 40 smp/jam + 8 smp/jam + 3 smp/jam = 71 smp/jam f. Dampak Terhadap Kapasitas dan Derajat Kejenuhan Jalan Parangtritis Akibat operasional SPBU Jl. Parangtritis pada kondisi maksimum maka akan mengakibatkan perubahan kapasitas dan derajat kejenuhan seperti tabel 4.1 Tabel 4.1 Perubahan Derajat Kejenuhan Jl Parangtritis Situasi SPBU Kapsitas Belum Maksimum Co jl. Parangtritis 2,644 V kend 1,757 Ds 0.66 2,644 Asumsi Kapasitas SPBU Maksimum Co V kend 1788 Ds 0.6 8 Perubahan derajat Kejenuhan 0.02

Nama Jalan

Bab II| - 10 -

UKL-UPL SPBU 44.551.08

4. Penanganan Dampak Lalu lintas


Mengingat jalan Parangtritis mempunyai lebar yang tidak terlalu besar (lebar efektif 7 m) maka dampak yang timbul adalah adanya gangguan kelancaran lalulintas, rawan kecelakaan lalulintas dan rawan keselamatan para pejalan kaki. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menangani dampak yang ditimbulkan adalah : a. Untuk menjamin kemudahan manuver kendaraan yang keluar dan masuk SPBU maka perlu adanya operasional geometrik yang baik pada akses keluar maupun masuk, sehingga dapat mengurangi ketidak nyamanan pelaku lalu lintas yang lain akibat adanya tundaan saat manuver. b. Dalam rangka mengurangi angka kecelakaan akibat adanya konflik lalu lintas antara kendaraan keluar masuk SPBU maka petugas operator membantu pengaturan keluar masuk kendaraan dari dan ke area parkir. c. Untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas perlu dipasang rambu-rambu larangan dan petunjuk di sekitar lokasi SPBU. d. Untuk meningkatkan sirkulasi di area parkir, perlu pengecatan marka dan pemasangan rambu pengarah.

Bab II| - 11 -