Anda di halaman 1dari 10

BAB II PERMASALAHAN

1. Apa yang dimaksud trakeostomi? 2. Indikasi trakeostomi? 3. Siapakah petugas medis yang boleh melakukannya? 4. Bagaimana cara penatalaksanaannya?

2.1 Anatomi Laring dan Trakea Laring merupakan s ingter atau pintu masuk ke saluran na as ba!ah" menyerupai limas segitiga terpancung. #ada pria letaknya setinggi $ertebra cer$ikal III%&I" sedangkan pada !anita dan anak%anak biasanya lebih tinggi. Batas atas laring adalah epiglotis dengan plika ariepiglotika dan batas ba!ah adalah cincin trakea pertama 4"'.

(ambar 1. Anatomi Laring dan )rakea

*ongga laring dibagi dalam 3 bagian yaitu supraglotik" daerah glotik dan subglotik. +aerah supraglotis terdiri dari epilaring dan $estibulum. ,pilaring

merupakan gabungan dari permukaan epiglotis" plika ariepiglotika dan aritenoid" sedangkan daerah subglotik adalah rongga laring yang terletak di ba!ah plika $okalis '"-. Laring dipersara i oleh cabang%cabang ner$us $agus" yaitu ner$us laringeus superior dan in erior. #endarahan untuk laring terdiri dari 2 pasang" yaitu arteri laringeus superior dan in erior. Arteri laringeus superior merupakan cabang arteri tiroid superior" kemudian bersama cabang ner$us laringeus superior menembus membran tirohioid untuk ber.alan di ba!ah mukosa dinding lateral dan lantai sinus piri ormis dan memperdarahi otot%otot laring. Arteri laringeus in erior cabang arteri tiroid in erior" bersama%sama ner$us laringeus in erior ke belakang sendi krikotiroid dan memasuki laring melalui daerah pinggir ba!ah muskulus konstriktor in erior. &ena laringeus superior dan in erior letaknya se.a.ar dengan pembuluh nadinya untuk selan.utnya bergabung dengan $ena tiroid superior dan in erior. #embuluh lim e laring cukup banyak. +i plika $okalis" pembuluh lim e dibagi dalam golongan superior dan in erior -. )rakea merupakan pipa yang terdiri dari tulang ra!an dan otot yang dilapisi oleh epitel torak berlapis semu bersilia. )rakea dapat dibagi 2 yaitu trakea bagian atas /ser$ikal0 dan trakea bagian ba!ah /thorak0. )rakea terletak ditengah% tengah leher dan makin ke distal bergeser ke sebelah kanan dan masuk ke mediastinum di belakang manubrium sterni. #an.ang trakea" dari pertemuan laring dan trakea setinggi 1- /kartilago krikoid0 sampai bi urkasio aorta setinggi )4" setinggi iga kedua pada orang de!asa dan iga ketiga pada anak%anak. )rakea terdiri dari 1'%22 cincin trakea yang berbentuk 3" di bagian posterior terdapat .aringan yang merupakan batas dengan esophagus" yang disebut dinding bersama antara trakea dan esophagus (tracheoesophageal party wall). 1incin%cincin tersebut dihubungkan dengan membran elastik yang tipis 4"5.

(ambar 2. Anatomi trakea dan dinding anterior leher

#erdarahan trakea berasal dari cabang%cabang yang berasal dari a.tyroid superior" a. bronkhial dan a. torakalis interna. +rainase melalui $. tyroid in erior dan dialirkan menu.u ke salah satu atau kedua $ena brakhiose alik. Aliran lim e melalui kelen.ar lim e ser$ial" trakea dan trakeobronkial. #ersara an simpatik berasal dari cabang%cabang kardial trunkus simpatikus ser$ikal dan n. $isceral torak" serat post gangglioniknya ke otot trakea untuk ungsi bronkodilator. Serabut parasimpatis berasal dari n. $agus dan n. laryngeus rekuren" menyebabkan bronkokontriksi 4. 2.2 Sejarah Trakeostomi )rakeostomi telah dilakukan selama lebih dari 2.222 tahun. )rakeostomi pertama kali tertulis dalam *ig &eda" kitab suci umat 6indu 2222 S7. #ada tahun 1-22 6abicot menerbitkan buku pertama tentang trakeostomi. #ada tahun 1522%an topik tentang trakeostomi men.adi populer karena dapat menyelamatkan pasien di teri. #ada saat itu ada dua cara" metode letak tinggi dengan memotong tulang ra!an krikoid dan yang kedua metoda letak rendah melalui pemotongan tulang ra!an tarkea. Sampai tahun 1822%an trakeostomi hanya dilakukan pada pasien yang hampir meninggal dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Sikap terhadap tindakan trakeostomi ini berubah ketika 1he$alier 9ackson pada

tahun 1828 menggambarkan teknik trakeostomi moderen. 9ackson kemudian menggambarkan bah!a tingginya kerusakan dan stenosis pada laring dan trakea yang dihubungkan dengan tindakan trakeostomi letak tinggi dalam artikelnya pada tahun 1821 yang ber.udul High Tracheotomy and Other Errors: The Chief Cause of Chronic Laryngeal tenosis.: +alam artikel ini 9ackson mengatakan bah!a tingginya angka stenosis laring dan trakea akibat tindakan trakeostomi letak tinggi" yang merusak kelen.ar tiroid dan trakea. 9ackson kemudian menyarankan trakeostomi diba!ah cincin trakea kedua yang secara signi ikan mengurangi stenosis laring dan trakea dan dapat menurunkan angka kematian dari 2'; sampai 1%2;" terutama pada anak%anak. )eknik ini telah diikuti sampai sekarang 8"12. 2.3 Termino ogi Tracheotomy berasal dari bahasa <unani" dari kata trachea dan tome /memotong0. Istilah trakeotomi (tracheotomy) lebih mengacu kepada tindakan pembedahan pada trakea untuk ungsi $entilasi. )racheostomy .uga berasal dari bahasa <unani" stome /membuka atau mulut0 .adi istilah trakeostomi (tracheostomy) menun.ukkan lobang atau stoma permanen yang dibuat pada trakea dan kulit tersebut 12. 2.! Indikasi 1" Indikasi dasar trakeostomi adalah a. #intas /!ypass0 obstruksi .alan na as atas b. 7embantu respirasi untuk periode yang lama c. 7embantu bersihan sekret dari saluran na as ba!ah d. #roteksi traktus trakeobronkhial pada pasien dengan resiko aspirasi e. )rakeostomi elekti " misalnya pada operasi bedah kepala leher sehingga memudahkan akses dan asilitas $entilasi. . 3ntuk elekti " misalnya pada operasi bedah kepala leher g. 3ntuk mengurangi kemungkinan timbulnya stenosis subglotis.

2.# Teknik Trakeostomi a. Trakeostomi emergensi )rakeostomi emergensi relati .arang dilakukan " dan penyebab yang sering adalah obstruksi .alan na as atas yang tidak bisa diintubasi. Anoksia pada obstruksi .alan na as akan meyebabkan kematian dalam !aktu 4%' menit dan tindakan trakeostomi harus dilakukan dalam 2%3 menit . )eknik insisi yang paling baik pada trakeostomi emergensi adalah insisi kulit $ertikal dan insisi $ertikal pada cincin trakea kedua dan ketiga. Insisi $ertikal ini lebih baik karena lebih mudah dilakukan dan lebih cepat" dimana insisi kulit $ertikal dapat langsung diteruskan dengan cepat menu.u .aringan lemak subkutan" a$askuler 11. b. Trakeostomi elektif Saat ini mayoritas tindakan trakeostomi dilakukan secara elekti atau semi%darurat. )rakeostomi elekti paling baik dilaksanakan diruang operasi dengan bentuan dan peralatan yang adekuat. Langkah%langkah teknik operasi 11 = 1. #asien tidur posisi supine dengan meletakkan gan.al diantara tulang belikat sehingga leher hiperekstensi dan posisi trakea lebih tinggi dibanding dada. 2. Insisi kulit secara hori>ontal sepan.ang 4%- cm dilakukan 1%2 cm diba!ah kartilago krikoid. Insisi hori>ontal didepan m. sternokleidomastoideus. Beberapa ahli bedah lebih menyukai insisi secara $ertikal. Insisi secara $ertical mungkin lebih menguntungkan pada bayi karena dapat meminimalkan pergerakan tube trakeostomi. 3. Insisi kulit sampai ke platisma kemudian diretraksi keatas dan keba!ah. Insisi $ertikal pada asia di garis tengah diantara otot%otot strap. ?artilago krikoid akan terlihat di bagian atas dan istmus tyroid di bagian ba!ah" diantaranya tampak ligamentum suspensorium kelen.ar tyroid. asia ser$ikal dalam pada garis tengah yang relati

4.

Istmus tyroid kemudian ditarik keatas dengan retarktor $ena dan akan tampak cincin trakea ke%2" 3 dan 4. 9ika istmus tyroid sulit diatarik ke atas" dilakukan insisi hori>ontal pada ligamentum susupensorium kelen.ar tyroid" sisipkan klem bengkok melalui insisi" kemudian istmus tyroid dipotong dan di.ahit ikat.

'.

+engan menggunakan .arum hypodermic yang berisi 1%2ml cocain 12; atau tetracain 2;" diin.eksikan pada lumen trakea" udara yang terlihat saat .arum ditarik memastikan bah!a u.ung .arum berada didalam lumen trakea.

-.

Blade no.11 kemudian digunakan untuk membuat .endela pada trakea" insisi hori>ontal '%5 mm diatas cincin trakea 2"3 atau 4. Insisi diteruskan ke ba!ah mele!ati cincin trakea. Benang nilon mungkin dapat di.ahitkan pada bagian ba!ah untuk tanda dalam keadaan darurat .ika kanul lepas. #ada bayi dan anak%anak mungkin dapat di.ahitkan benang nilon pada dua sisi" bagian atas dan bagian ba!ah dan dilekatkan pada kulit.

4.

?anul trakeostomi yang sebelumnya telah disiapkan kemudian dimasukkan ke dalam stoma. 3.ung ba!ah kanul tidak boleh mencapai karina. ?anul trakeostomi kemudian di iksasi. Anak kanul dipasang dan kasa dipasang diba!ah kanul sekitar stoma. Luka trakeostomi dekat kanul tidak boleh tertutup rapat atau di.ahit karena dapat menimbulkan em isema subkutis" pneumomediastinum" pneumothorak dan in eksi.

5.

*oentgen dada selalu dilakukan setelah operasi selesai.

c. Trakeostomi Dilatasi Perkutaneus 11 )rakeostomi dilatasi perkutaneus adalah suatu teknik trakeostomi minimal in$asi sebagai alternati terhadap /)+#0 teknik kon$ensional. dengan cara )rakeostomi dilatasi perkutaneus dilakukan

menempatkan kanul trakeostomi dengan bantuan serangkaian dilator diba!ah panduan endoskopi. #rosedur ini dikenalkan oleh #as@uale 1iagalia pada tahun 185'. (riggs pada tahun 1882 melakukan modi ikasi

dengan menggunaan ka!at pemandu dan orsep dilatasi ( "riggs "uidewire #ilating forceps$ "%#&0 pada prosedur ini. #ada tahun 1885 dilakukan modi ikasi lagi terhadap teknik ini" dimana serangkaian dilator digantikan dengan dilator tunggal" ta.am dan meruncing pada bagian u.ungnya" dilapisi oleh lapisan hidro ilik /Ciaglia's (lue )hino method 0dan memungkinkan dilatasi lengkap dalam satu langkah /(ambar 40. #ada tahun 2222" ro$a dan Auintel membuat alat dilator tunggal baru yang berbentuk sekrup yang disebut *ercu Twist)eknik ini dimulai dengan insisi kulit sepan.ang 1.'%2 cm" 2 cm diba!ah kartialgo krikoid. Sepasang orsep mos@uito digunakan untuk diseksi secara tumpul sampai asia pretrakea. +engan menggunakan .ari kelingking identi ikasi tulang ra!an krikoid dan trakea. 9arum dengan kateternya ditusukkan" idealnya antara cincin trakea kedua dan ketiga dan tindakan ini dapat dipantau dengan menggunakan bronkoskopi yang telah dihubungkan ke kamera. 9arum kemudian ditarik" ka!at pemandu /+,%ire0 kemudian dimasukkan kemudian kateter ditarik sepenuhnya dan mempertahankan ka!at pemandu dalam lumen trakea. +ilator 1iaglia kemudian dimasukkan melalui ka!at pemandu sampai dengan ukuran 35B. ?anul trakeostomi kemudian dipasang dengan ukuran yang sama dengan dilator melaui ka!at pemandu" dan ka!at pemandu kemudian dilepas. ?anul trakeostomi di iksasi dan cuff dikembangkan. *oentgen thorak post operati dilakukan untuk melihat adanya komplikasi penumotorak dan pneumomediastinum 11.

10

(ambar 3. )eknik )rakeostomi dilatasi perkutaneus dengan menggunakan serangkaian dilator ciaglia dan ka!at pemandu

(ambar 4= teknik trakeostomi dilatasi perkutaneus dengan menggunakan dilator tunggal /Ciaglia's (lue )hino method0

2.$ Pera%atan Pas&a Trakeostomi #eriode post operati merupakan masa yang kritis terutama pada bayi dan neonatus. #era!atan dan perhatian yang cermat sangat penting pada masa ini 12.

11

1. 6umidi ikasi 6umidi ikasi udara inspirasi penting untuk transport mukosilier sekret dan mencegah obstruksi .alan na as karena sekret yang kental. Ada berbagai tipe alat untuk humidi ikasi= Cold water humidifiers- hot water humidifier- heat and moisture e.changers (H/E)- stoma protector$ tracheal (0( dan nebulisasi 8"2-"24 2. #enghisapan secret /Suction0 #enghisapan sekret dibutuhkan ketika pasien tidak mampu untuk mengeluarkan sekret secara e ekti . #emilihan ukuran suction kateter yang benar penting supaya lebih aman dan e ekti . 3. #enggantian kanul 9ika menggunakan kanul ganda" biasanya tidak perlu untuk mengganti kanul luar. Indikasi penggantian kanul luar yaitu .ika cuff telah rusak atau bila ditemukan ukuran kanul yang lebih cocok untuk pasien. #enggantian kanul luar bukan tanpa resiko dan dapat menimbulkan kecemasan bagi pasien. Indikasi penggantian kanul luar adalah obstruksi kanul" perubahan posisi kanul" kerusakan cuff atau ditemukannya ukuran kanul yang lebih cocok untuk pasien. #enggantian kanul luar biasanya dilakukan pada hari ke '%4 post operati ketika traktus yang sempurna sudah terbentuk. Anak kanul dalam biasanya dibersihkan dua kali sehari atau lebih sering sesuai dengan kebutuhan untuk mencegah obstruksi. 4. Antibiotik pro ilaksis #engguanaan antibiotik hanya diindikasikan pada in eksi paru dan in eksi spesi ik lain dan setela dilakukan kultur dan sensiti$ity test.

12

2.' (om) ikasi Trakeostomi *+11 1. Intraoperati #erdarahan" cedera pembuluh darah besar" kerusakan trakea dan laring" kerusakan struktur paratrakea" cedera dinding belakang trakea" emboli udara" apnoea dan henti .antung 2. ?omplikasi segera /hari 1%140 ,m isema subkutis" #erubahan posisi kanul" pneumothorak atau pneumomediastinum" sumbatan kanul" nekrosis trakea" perdarahan sekunder" gangguan menelan" edema paru dan in eksi 3. ?omplikasi lambat /C 14 hari0 #erdarahan" adanya granuloma" kesulitan dekanulasi" parut dan istula a. innominata%trakea. istula trakeo% eso ageal" adanya istula trakeokutan" adanya stenosis laryngotrakea" .aringan