Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN Resin akrilik sekarang menjadi bahan pilihan karena memiliki kualitas estetika yang bagus, murah dan

mudah pembuatannya. Resin akrilik berdasarkan aktivasinya dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu: 1. Resin Akrilik Aktivasi Panas (Heat-Cured Resins) Bahan-bahan ini terdiri dari bubuk dan cairan, setelah pencampuran dan selanjutnya dipanaskan akan menjadi padatan yang kaku. Campuran bubuk polimer dan cairan monomer melalui beberapa tahap yaitu sandy, stringy, dough, rubbery, dan stiff. 2. Resin Akrilik Aktivasi Kimia (C ld-Cured Resins) Resin akrilik aktivasi kimia identik dengan resin akrilik aktivasi panas, kecuali aktivatornya yang mengandung amina tersier misalnya dimetil-p-toluidin atau asam sulfinat! bukan panas. "etode ini tidak seefisien #eat-Cured Resins dan cenderung menghasilkan bahan berat molekul rendah, sehingga memiliki efek buruk pada sifat kekuatan material dan juga meningkatkan jumlah monomer sisa. $tabilitas %arnanya juga tidak sebagus seperti #eat-Cured Resins. !. Resin Akrilik Aktivasi "el m#an$ Mikr (Mi%r &ave) &euntungan dari resin akrilik ini adalah %aktu polimerisasi cepat, sifat fisik dan ketepatan denture base sama dengan konvensional resin. '. Resin Akrilik Aktivasi Sinar (am)ak (*isi#le-+i$,t Cured Resins) Resin akrilik ini terdiri dari matriks urethane dimethacrylate yang mengandung sejumlah kecil silika koloid. 'ntroductin to (ental "aterials. Richard van )oort. *++*. *,--*,.! Resin akrilik aktivasi panas digunakan dalam pembuatan basis gigi tiruan lepasan. /nergi termal diperlukan dalam proses polimerisasi. /nergi termal dapat diperoleh melalui perendaman air. (alam percobaan yang dilakukan diperlukan air mendidih untuk proses polimerisasi. Resin akrilik jenis ini terdiri dari komponen bubuk dan cair. Bubuk terdiri atas butir-butir poli metil metakrilat! pra-polimerisasi dan sejumlah kecil ben0oil peroksida. Cairan didominasi oleh metil metakrilat tidak terpolimerisasi dengan sejumlah kecil hidro1uinon. 2hilips, Buku 3jar 'lmu &edokteran 4igi, &enneth 5. 3nusavice, hal. ,67, *++4! Resin poli metil akrilat! murni adalah tidak ber%arna, transparan, dan padat. 8ntuk mempermudah penggunaannya dalam kedokteran gigi, polimer di%arnai untuk mendapatkan %arna dan derajat kebeningan. 9arna serta sifat optik tetap stabil di ba%ah kondisi mulut yang

normal, dan sifat-sifat fisiknya telah terbukti sesuai untuk aplikasi kedokteran gigi. $atu keunggulan poli metil metakrilat! sebagai bahan basis gigi tiruan lepasan adalah relatif mudah pengerjaannya. 2hilips *++4, hal. ,6:! $eperti disebutkan sebelumnya, sebagian besar sistem resin gigi tiruan dasar terdiri dari bubuk dan komponen cair. Berikut merupakan komposisi resin akrilik aktivasi panas: Bubuk: 2olymer 2olymethylmethacrylate 'nitiator peroksidaberupa ben0oyl pero;ide sekitar+..<! 2igmensekitar ,< tercampurdalampartikelpolimer

Cairan : "onomer "ethylmethacrylate Cross-linking agent :/thyleneglycoldimethacrylate sekitar ,+<! 'nhibitor stabili0er!:#ydro1uinone trace!untukmencegahberlangsungnyapolymerisasiselamapenyimpanan. 3ctivator= N N>-dimethyl-p-toluidine sekitar ,<! 3da beberapa keuntungan dari resin akrilik aktivasi panas heat-cured!. Beberapa di antaranya adalah estetiknya bagus, kemudahan dalam fabrikasi, harga yang relatif murah. 9illiam 5. ?@Brien, (ental "aterials and Aheir $election -rd /d. *++*!, hal. ,4:! $ifat "erugikan resin akrilik ini adalah : a! "onomer bebas atau formal dehid dapat menimbulkan reaksi sensitif b! &ekuatan terhadap benturan rendah c! Bleksibilitas rendah d! Batigue Cife terlalu pendek e! Radiolusen (Obrienhal 147 tabel 6-1) &urangnya kekuatan dan ketangguhan resin akrilik gigi palsu adalah masalah serius dan dapat mengakibatkan fraktur hingga ,+< dari gigi palsu dalam %aktu - tahun penggunaan. (DENTURE !"E RE"#N" $17 Richar% &an N''rt)

(Mc Cabe Chapter 13, 113)

2raktikum dilakukan dengan tiga percobaan tanpa variasi komposisi perbandingan banyaknya bubuk polimer dan cairan monomer. 2ada praktikum kali ini, variasi dilakukan pada fase yang digunakan saat penuangan adonan. 2ada percobaan pertama, fase yang dipakai saat penuangan adonan adalah stringy, kedua dough, dan ketiga adalah rubbery. "anipulasi resin akrilik ini melalui tiga tahapan, yaitu packing, kuring, dan deflasking. 2ada proses packing, ketiga percobaan dimulai dalam %aktu yang hamper bersamaan, tetapi karena perbedaan fase saat penuangan adonan, sehingga percobaan ketiga memakan %aktu yang lebih lama karena menunggu sampai terbentuknya fase rubbery pada resin akrilik untuk dimasukkan kedalam kuvet. (alam tahap packing ini, akrilik mele%ati lima perubahan fase. Base sandy yaitu fase dimana baru saja didapatkan campuran yang homogen dari adukan. (alam fase ini campuran masih terasa berpasir. Base selanjutnya adalah stringy, yaitu fase dimana campuran menjadi lengket dan berserabut jika dipegang. Base dough, adalah fase dimana campuran menjadi liat dan tidak lengket. 2ada fase ini campuran harus segera dimasukkan kedalam kuvet, karena flo% masih tinggi sehingga adonan lebih mudah masuk dan memenuhi cetakan dengan baik. Base selanjutnya adalah rubbery, dimana campuran sudah menjadi keras namun tetap lentur seperti karet, ketika ditarik maka dia akan dengan mudah kembali ke bentuk semula. Base terakhir adalah stiff, yaitu fase dimana campuran menjadi keras dan mudah patah ketika ditarik. 2ada tahap kuring dilakukan percobaan sesuai dengan prosedur yang telah ada. $edangkan pada tahap deflasking melalui proses yang berbeda. 2ada tahap deflasking, air panas tidak ditunggu sampai benar-benar dingin, tetapi dicampur dengan air dingin untuk mempercepat pendinginan air. #al ini dilakukan untuk mempercepat %aktu percobaan. $etelah airnya sudah ulai mendingin, kuvet dikeluarkan kemudian sampel diambil dengan menggunakan pisau malam. 2ada hasil akhir, terdapat tiga variant hasil percobaan. 2ada hasil percobaan yang ketiga didapatkan hasil yang mendekati sempurna karena polimerisasi berjalan dengan baik. $edangkan pada percobaan pertama dan kedua didapatkan hasil yang mengandung porositas yang tinggi. 2ada percobaan yang pertama, porositas terjadi karena campuran dimasukkan kedalam kuvet pada saat fase stringy. $aat fase ini, viskositas campuran masih terlalu rendah untuk dapat dicetak ke dalam kuvet. $elain karena tidak tepatnya fase untuk dimasukkan kedalam kuvet, porositas juga dapat disebabkan oleh perubahan suhu yang terlalu drastis pada tahap deflasking. 2ada percobaan ini,

kita memang melalui proses deflasking yang tidak sesuai dengan prosedur, dikarenakan untuk menghemat %aktu. &etidaktepatan rasio antara bubuk polimer dan cairan monomer juga dapat menyebabkan porositas. Aerlalu banyak polimer dapat menimbulkan adanya ruang diantara cairan monomer sehingga hasilnya menjadi rapuh dan berporos.

Sum#erDan )oort, R *++*, #ntr'%(cti'n t' Dental Material), $econd /dition, "osby, 'nc., 8$3 Craig, R E 2o%ers, 5 *++*, Re)t'rati&e Dental Material), /leventh /dition, "osby, 'nc., "issouri