Anda di halaman 1dari 28

OBSERVASI BENGKEL PENGECORAN

MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Manajemen Bengkel yang dibina oleh Bapak Yoto

Oleh Deby Yangin Drajat David Winarto Erik Prambada Erlanda Rosi Hidayat Fahrur Roji (120511403280) (120511427418) (120511427420) (120511403274) (120511427439)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN Oktober 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Observasi Bengkel Pengecoran dengan baik dan tepat waktu. Penulis menyadari bahwa pada penyusunan makalah tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. 2. Bapak Yoto selaku dosen pembina matakuliah Manajemen Bengkel. Bapak Misiran selaku kepala bengkel Jurusan Teknik Mesin,Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. 3. Teman-teman dari kelas A3 yang telah memberikan bantuan dan motivasi dalam penyusunan makalah. 4. Semua pihak yang terlibat dalam proses penyusunan makalah. Penulis menyadari bahwa pada penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah. Semoga makalah yang disusun oleh penulis dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Malang,Oktober 2013

Penulis

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ................................................................................ DAFTAR ISI .............................................................................................. i ii

Daftar Gambar ..................................................................................................... Daftar Tabel ....................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Rasional ..................................................... .......................... B. Permasalahan ................................................................ ....... C. Tujuan .................................................................. ................ BAB II KONDISI UMUM BENGKEL PENGECORAN A. IdentitasBengkel Pengecoran ........................................ B. KondisiBengkel (jenisbengkel, Produk, pegawai, dll) .. C. StrukturOrganisasidan Job Description(pekerjaanpegawai) BAB III PENGORGANISASIAN BENGKEL A. Jenisdan Fungsi Peralatan/mesin-mesin Pada Bengkel . B. Tata Letak Bengkel Pengecoran 1. DenahRuangan 2. Tata LetakPeralatan/Mesin-mesin 3. Instalasilistrik Dan KebutuhanDaya C. Utilitas 1. PengaturanJaringantransportasi 2. PengaturandanPerawatanJaringan Air 3. PengaturanLimbah (Cair, padat, dan gas) D. Penerangan, Pengaturan Ventilasi, Suhu Udara dan Kelembaman E. Analisis Kondisi Bengkel(berisolusi) 1. Analisis Peralatan/mesin-mesin 2. Analisis Lay out Bengkel 3. Analisis Utilitas 1 2 2

ii

4. Analisis Penerangan, ventilasi, suhu dan kelembaman udara BAB IV KESELAMATAN KERJA A. PetunjukUmumKeselamatankerja di Bengkel B. PeralatanKeselamatanKerja BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran-saran DAFTAR RUJUKAN

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Rasional Pengecoran merupakan proses penuangan logam cair dengan gaya gravitasi atau gaya lain ke dalam suatu cetakan, kemudian dibiarkan membeku, sehingga terbentuk logam padat sesuai dengan bentuk cetakannya. Perkembangan proses pengecoran meliputi pembuatan rangka cetak, pembuatan model, pembuatan inti, mencetak model pada rangka cetak, peleburan logam pada dapur cor, penuangan logam cair serta perlakuan benda setelah proses. Untuk melakukan suatu proses pengecoran yang maksimal dibutuhkan bengkel yang khusus untuk pengecoran sehingga proses pengecoran tersebut dapat dilakukan dengan baik dan maksimal. Hal ini harus sejalan dengan perkembangan dan standar bengkel permesinan. Dalam Bidang teknik mesin bengkel pengecoran merupakan bagian dari teknik pemesinan. Di bengkel pengecoran pastinya terdapat banyak berbagai macam alat yang berkaitan dengan pengecoran, dan sebelum menggunakan peralatan yang ada di bengkel pengecoran juga dilakukan manajemen atau

pengaturan terhadap peralatan yang terdapat dalam bengkel tersebut. Dalam perkembangan dunia teknologi, maka pengecoran sangat erat keterkaitannya dengan kemajuan perindustrian dan teknologi, agar mahasiswa mampu menganalisis tentang praktek di dunia kerja. Pengerjaan model asbak sebagai praktikum individu dan lampu hias yang menjadi bahan model untuk praktikum kerja pengecoran. Pada praktikum pengecoran mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan dalam proses pengecoran sebelum terjun ke lapangan. Praktikum pengecoran diberikan teori dan sekaligus praktikum, peralatan dan bahan pengecoran telah tersedia sehingga mengakibatkan proses praktikum menjadi lebih lengkap. Kondisi bengkel, kelengkapan alat, keselamatan kerja dan kesadaran akan keselamatan kerja dari mahasiswa yang akan melakukan praktek pengecoran dapat juga menunjang untuk melakukan suatu proses pengecoran dengan baik sehingga hasil yang di dapat dari proses pengecoran mulai dari bahan cair hingga berbentuk suatu benda dapat dicapai dengan maksimal.

Bengkel Pengecoran di Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang didirikan pada tahun 1986. Awal dari didirikan bengkel tersebut, untuk memenuhi mata kuliah pengecoran di Jurusan Teknik Mesin. Menurut Bapak Misiran selaku kepala bengkel mesin, bengkel pengecoran merupakan salah satu bengkel yang penting dalam lingkup proses pemesinan. Pentingnya bengkel pengecoran dalam teknik mesin produksi itu untuk membantu membuat bentuk bentuk benda dari logam dengan proses pencairan logam tersebut. Dalam bengkel pengecoran mahasiswa diharapkan dapat menguasai proses-proses pengecoran. Praktikum pengecoran berfungsi untuk membekali mahasiswa berupa kopentensi dan keterampilan teknis berdasarkan pengalaman nyata lapangan. Selain sebagai praktikum bengkel pengecoran juga untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dalam proses pembelajaran pratikum. Sehingga mahasiswa mempunyai kontrol kualitas, memiliki sikap dan

kemampuan yang baik selama praktik, dan memenuhi kompetensi dalam bidang pengecoran. Dalam pembuatan Laporan Observasi Bengkel Pengecoran ini yang kami bahas, seperti halnya kondisi umum bengkel pengecoran yang meliputi identitas bengkel, kondisi bengkel, struktur organisasi bengkel pengecoran.

Pengorganisasian bengkel mulai dari jenis dan fungsi peralatan bengkel pengecoran, tata letak bengkel pengecoran, utilitas, penerangan, pengaturan ventilasi, suhu udara dan kelembaman, analisis kondisi bengkel, dan keselamatan kerja dalam bengkel pengecoran.

B. Permasalahan Dari penjelasan rasional di atas, maka permasalahan maka dalam makalah ini antara lain: 1. Bagaimana kondisi umum bengkel pengecoran? 2. Bagaimana pengorganisaian bengkel pengecoran ? 3. Apa sajakah perlengkapan keselamatan kerja yang harus diperhatikan ? 4. Apa sajakah petunjuk umum keselamatan kerja ? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini antara lain: 1. Dapat menjelaskan kondisi umum bengkel pengecoran. 2. Dapat menjelaskan pengorganisaian bengkel pengecoran. 3. Dapat menjelaskan perlengkapan keselamatan kerja yang harus diperhatikan. 4. Dapat menjelaskan petunjuk umum keselamatan kerja.

BAB II KONDISI UMUM BENGKEL PENGECORAN

A. Identitas Bengkel Pengecoran Bengkel yang kami amati atau diobservasi pada Bengkel Pengecoran adalah : Hari Tanggal Waktu Tempat : Senin - Jumat : 3 Oktober 2013 : 07.00 s/d 11.30 WIB : Gedung G2 Bengkel Pengecoran Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Setelah dilakukan wawancara kepada tool man dan Coordinator Laboratorium Pengecoran dapat diambil data sebagai berikut, Nama : Bengkel Pengecoran Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Alamat : Berada di Kompleks Ruang Bengkel Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Gedung G2 Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Tahun Berdiri : Kurang-Lebih berdiri pada tahun 1986. Maksud dan Tujuan: a) Adanya mata kuliah pengecoran b) Adanya Praktikum Pengecoran dalam teknik pemesinan c) Sebagai layanan dan memfasilitasi praktikum mahasiswa teknik mesin

B. Kondisi Bengkel Pengecoran Jenis Bengkel : Bengkel Pengecoran Logam dan Non Logam

Pada bengkel pengecoran di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang menggunakan bahan logam maupun non logam dalam praktikum pengecoran. Penggunaan bahan logam maupun non logam tersebut sesuai job disc dan tugas yang diberikan oleh pengampu mata kuliah. Mahasiswa teknik mesin dapat melakukan praktikum itu dengan fleksibel.

Pegawai

: 1. Dosen Pengajar a) Pak Putut b) Pak Arif c) Pak Tuwoso 2. Coordinator Laboratorium Pengecoran Pak Misiran 3. Laboran a) Pak Wiyono b) Pak Khanim c) Pak Bambang 4. Tool Man

Keterangan : 1. Dosen Pengajar Merupakan anggota dari bengkel pengecoran yang bertugas sebagai pengampu mata kuliah pengecoran serta bertugas memberikan mata kuliah pengecoran tersebut kepada mahasiswa teknik mesin 2. Coordinator Laboratorium Pengecoran Merupakan orang yang bertugas sebagai pemimpin atau pengoordinator system manajemen dibengkel pengecoran. Disini

Coordinator Laboratorium Pengecoran memberikan pembagian tugas kepada para Laboran di Bengkel Pengecoran. 3. Laboran Merupakan anggota dari Laboratorium Pengecoran dibawah Coordinator Laboratorium Pengecoran. Tugas dari Laboran adalah memfasilitasi mahasiswa dalam penelitian di bengkel pengecoran. Kemudian membantu Coordinator Laboratorium Pengecoran dalam mengatur system manajemen di bengkel pengecoran. 4. Tool Man Tugas dari seoirang toolman adalah menyiapkan alat alat yang akan digunakan untuk kegiatan mata kuliah maupun praktikum di bengkel pengecoran pada setiap kali pertemuan. Yang mana alat harus siap dipakai

pada setiap harinya dan dalam keadaan bersih. Sehingga toolman harus membersihkan dan mengecek alat setiap hari. Tool Man pada bengkel pengecoran disini adalah asisten dari Dosen pengajar maupun dari mahasiswa yang sedang praktikum. Mahasiswa dilakukan penggiliran setiap pertemuannya dalam menjadi tool man. Selain menjaga peralatan pada bengkel pengecoran,juga bertugas melayani temannya dalam praktikum pengecoran.

Produk

: Hasil dari praktikum pengecoran di bengkel pengecoran Teknik

Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang adalah sebagai berikut, a)

Gambar kap lampu hasil dari pengecoran

b)

Gambar dari produk pengecoran : Puli, Tuas, dan Cup

c)

Display hasil pengecoran di bengkel pengecoran teknik mesin C. Struktur Organisasi dan Job Description 1. Struktur Organisasi Bangkel Pengecoran di Teknik Mesin Ketua Jurusan Teknik Mesin Pak Mardji

Kepala Laboratorium Teknik Mesin Pak Imam Muda Nauri

Coordinator Laboratorium Teknik Mesin Pak Misiran

Laboran Pak Wiyono Pak Khanm Pak Bambang

Tool Man Mahasiswa


7

Keterangan : Koordinasi pada struktur organisasi di bengkel pengecoran berturut-turut. Maksudnya sistemnya langsung turun ke bawah jadi pucuk dari kepemimpinan pada bengkel pengecoran ini ada Ketua Jurusan Teknik Mesin dan yang paling bawah ada Tool Man ( Mahasiswa Teknik Mesin). 2. Job Deskripsi Job Deskripsi dari struktur tersebut adalah a) Ketua Jurusan Teknik Mesin sebagai pucuk dari struktur tersebut bertugas memimpin dan penanggung jawab pada bengkel pengecoran di jurusan teknik mesin. Setiap kebijakan dari ketua jurusan teknik mesin sangat berpengaruh terhadap kegiatan praktikum di bengkel pengecoran tersebut. b) Kepala Laboratorium Merupakan bagian yang bertugas mengembangkan pengelolaan bengkel-bengkel di jurusan teknik mesin. Kepala Laboratorium

bertanggung jawab atas perkembangan di bengkel-bengkel yang ada di jurusan teknik mesin serta penggunaan laboratorium teknik mesin. c) Coordinator Laboratorium Pengecoran Merupakan orang yang bertugas sebagai pemimpin atau pengoordinator system manajemen dibengkel pengecoran. Disini

Coordinator Laboratorium Pengecoran memberikan pembagian tugas kepada para Laboran di Bengkel Pengecoran. d) Laboran Merupakan anggota dari Laboratorium Pengecoran dibawah Coordinator Laboratorium Pengecoran. Tugas dari Laboran adalah memfasilitasi mahasiswa dalam penelitian di bengkel pengecoran. Kemudian membantu Coordinator Laboratorium Pengecoran dalam mengatur system manajemen di bengkel pengecoran.

e) Tool Man Tugas dari seoirang toolman adalah menyiapkan alat alat yang akan digunakan untuk kegiatan mata kuliah maupun praktikum di bengkel pengecoran pada setiap kali pertemuan. Yang mana alat harus siap dipakai pada setiap harinya dan dalam keadaan bersih. Sehingga toolman harus membersihkan dan mengecek alat setiap hari. Tool Man pada bengkel pengecoran disini adalah asisten dari Dosen pengajar maupun dari mahasiswa yang sedang praktikum. Mahasiswa dilakukan penggiliran setiap pertemuannya dalam menjadi tool man. Selain menjaga peralatan pada bengkel pengecoran,juga bertugas melayani temannya dalam praktikum pengecoran.

BAB II PENGORGANISAIAN BENGKEL PENGECORAN A. Jenis dan Fungsi Peralatan/mesin-mesin Pada Bengkel Berikut adalah peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam proses pengecoran. NO Jenis Peralatan 1 Timba FUNGSI Timba adalah tempat untuk menaruh pasir dari hasil adukan yang telah diaduk di tempat yang yang besar untuk di pindahkan di tempat yang lebih dekat sehingga dalam pengampilan dan proses pembuatan dikerjakan. inti dapat dengan mudah dilaksanakan atau

Sekop

Sekop adalah alat untuk mengaduk pasir yaitu digunakan untuk mencampur pasir dengan air sehingga dalam proses pencampuran pasir atau pada proses pengolahan pasir sesuai dengan takaran dan dpat merata ,sehingga pasir dapat digunakan dengan kriteria yang telah ditentukan

Gergaji tangan

Gergaji tangan merupakan salah satu perkakas tangan yang efisien digunakan dalam memotong atau membelah kayu dengan

ukuran dan jumlah yang kecil. Seperti pada semua perkakas tangan, pemakaian gergaji tangan ini diperlukan keterampilan untuk memberikan pemakanan dengan gerakan yang seimbang.

4.

Pahat tangan

Pahat kayu merupakan alat potong kayu yang digunakan untuk membentuk benda kerja, bentuk luar serta memuat lubang segi empat. Pahat kayu dibuat dengan berbagai bentuk dan ukuran dengan tangkai yang dibuat dari kayu atau plastik. Pembentukan dengan menggunakan pahat kayu biasanya dilakukan dengan pemukulan oleh palu.

5.

Palu

Palu dipergunakan untuk memukul benda kerja pada pekerjaan memahat, mengeling, membengkok, dan sebagainya.Menurut bentuknya palu dibedakan dalam beberapa jenis yaitu palu pen mukanya bulat dan bentuk kepalanya lancip, palu konde bentuk muka bulat dan puncaknya seperti bola.Untuk dapat dipergunakan palu tersebut diberi tangkai yang terbuat dari bahan kayu liat dan berurat lurus.

6.

Cetok

Cetok adalah alat yang biasa digunakan untuk memplester atau mengaci tembok.Alat ini juga biasa digunakan untuk mencampur adonan pasir dan semen.Sehingga para pekerja bangunan banyak yang menggunakan alat ini untuk membantu pekerjaan.Alat ini berbentuk lempengan dengan peganan dari kayu.

7.

Ragum

Ragum adalah alat untuk menjepit benda kerja.Untuk membuka rahang ragum dilakukan dengan caramemutar tangkai atau tuas pemutar ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) sehingga batang berulir akan menarik landasan tidak tetap pada rahang tersebut, demikian pula sebaliknya untuk pekerjaan pengikatan benda kerja tangkai pemutar diputar ke arah kanan (searah jarum jam).

10

8.

Rahang Penjepit

Rahang penjepit diberi landasan terbuat dari besi tuang yang permukaannya pada umumnya diberi parutan bersilang agar penjepitan lebih kuat dan tidak licin. Dengan demikian apabila menjepit benda kerja yang halus dan dikawatirkan akan rusak permukaannya maka disarankan untuk memberi lapisan pelindung berupa plat yang dapat menjaga permukaan benda kerja tersebut. Namun ada juga jenis ragum kerja bangku yang rahang penjepitnya dibuat rata dan halus (digerinda), di mana jenis ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang sudah memiliki permukaaan rata.

9.

Alat ukur

a. Mistar gulung Mistar gulung (meteran) memiliki fungsi sama dengan mistar baja, yang membedakan adalah bentuknya. Meteran gulung terbuat dari plat elastis dan relatif panjang dibanding mistar baja. Dalam pemakaiannya, meteran gulung sering digunakan untuk mengukur benda yang relatif panjang dan tidak terlalu membutuhkan ketelitian yang lebih. b. Mistar siku Fungsi utama penyiku adalah untuk memeriksa ketegak- lurusan atau kesikuan suatu benda, memeriksa kesejajaran garis, dan alat bantu dalam membuat garis pada benda kerja.

10.

Kikir

Kikir yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan, baik dalam segi kualitas pekerjaan maupun dalam segi bentuk.Untuk kualitas pekerjaan, yang perlu diperhatikan adalah ketajaman dan kemulusan kikir, seperti tidak bengkok dan tidak cacat.

11

Alat dan Bahan Pada Praktikum Pengecoran Alat dan Bahan Rangka Cetak (Flash) a. Gergaji

b. Palu c. Tatah

d. Paku e. f. Kayu meranti Alat ukur (Penggaris, meteran,

mistar siku)

Alat dan Bahan Model a. Model (Asbak berbentuk alas muka segi enam,inti pipa, dan lampu hias)

b. Dempul c. Kikir

d. Gergaji besi e. Kertas gosok

Alat dan Bahan Pembuatan Rongga Cetakan a. Flash (Jenis cup and drag dengan sistem kunci)

b. Model (Asbak berbentuk alas muka segi enam, hiasan lampu) c. Penumbuk

d. Cetok e. f. Kuas Sistem saluran

g. Palu kayu h. Pasir ( jenis pasir Silika) + air i. j. Karbon Kedap air Gambar Tool Box pada Bengkel Pengecoran

12

Berikut daftar mesin-mesin dan dapur yang digunakan pada praktikum pengecoran No Alat,Mesin/ Dapur 1 Mesin Diesel Mesin Diesel digunakan untuk menyalurkan udara melalui blower pada saat penyalaan dapur Gambar Fungsi

pengolahan logam

2.

Dapur Kupola

Dapur

Kupola

pada

bangkel

pengecoran ini digunakan untuk mencairkan bahan-bahan logam aluminium. Proses pemasukan

logam setelah tungku dapur sudah mencapai panas yang tinggi.(8001000 derjat C) 3. Dapur Arang Dapur Arang pada bengkel

pengecoran ini digunakan dalam melebur suatu logam dengan

tingkat pemanasan yang tidak terlalu tinggi (200-300 derajat C)

4.

Blower

Blower merupakan

alat untuk

kipas dan penyemprot bahan bakar

13

5.

Tabung Gas

Tabung gas merupakan Sumber dalam bahan bakar pemanasan dapur.

6.

Mesin Ayaan

Digunakan untuk memilah antara pasir yang halus dan yang kasar sebagai proses pengecoran

B. Tata Letak Bengkel


1. Denah Ruangan

14

2. Tata Letak Peralatan/Mesin-mesin

LEMARI DISPLAY HASIL MESIN BOR MEJA DOSEN

= BAHAN BAKU = TOILET = RAK ALAT

TEMPAT ALAT POTONG

= MESIN AYAKAN = TOOL BOX = ( belum tau ) = MESIN DIESEL

DAPUR ARANG PASIR

PASIR PASIR

= TEMPAT KERJA BANGKU = TANDON MINYAK

DAPUR KUPOLA

3. Instalasi listrik Dan Kebutuhan Daya

Instalasi listrik serta kebuthan daya pada bengkel pengecoran dapat terbagi sebagai berikut, Lampu : 4 buah x 30 V = 120 V

Mesin Bor : 1 buah x 260 V = 260 V +

Jumlah

= 380 V

C. Utilitas 1. Pengaturan Jaringan transportasi Pada bengkel pengecoran jaringan transportasinya dapat dibagi beberapa jenis transportasi,yaitu a) Transportasi Bahan Praktikum Pada bengkel pengecoran pendistribusian bahan praktikum tidak langsung diambil dari bengkel itu sendiri. Mahasiswa yang akan melakukan praktikum harus mengambil bahan pengecoran di ruangan depan kompleks bengkel
15

mesin G2. Sebelum melakukan praktikum mahasiswa harus dapat mengetahui bahan apa saja yang diperlukan pada saat praktikum untuk efisiensi waktu praktik. Bahan-bahan yang diambil itu terdapat beberapa yaitu, pasir, dempul, dan aluminium (jika persediaan di bengkel habis). Transportasi bahan Praktikum pengecoran ini melalui bengkel las dan fabrikasi,dan bengkel kerja bangku. b) Transportasi Tempat Praktikum Pada tempat praktikum pengecoran tidak terlalu luas. Jadi untuk pengerjaan finishing atau pekerjaan kerja bangku mahasiswa harus beralih tempat praktik di bengkel kerja bangku di bagian depan bengkel mesin G2. Karena tidak luasnya bengkel pengecoran mahasiswa yang dapat ditampung 12-20 orang maksimal. Jadi untuk pekerjaan yang membutuhkan tempat yang luas harus beralih ke tempat praktik yang lain. c) Transportasi Peralatan dan Perlengkapan Praktikum Untuk tempat peralatan praktikum pengecoran sebagian besar berada di bengkel pengecoran itu sendiri. Dari dapur,mesin-mesin,alat proses heat treatment berada di bengkel pengecoran tersebut. Hanya mungkin beberapa alat kerja bangku harus diambil ke bengkel kerja bangku

2. Pengaturan dan Perawatan Jaringan Air Jaringan air pada bengkel pengecoran tidak terlalu kompleks pengelolaannya. Kebutuhan air pada praktikum pengecoran hanya digunakan pada saat pencampuran air dengan pasir silica yang digunakan untuk pembuatan rangka cetakan model. Pencampuran pasir dengan air sampai pasir mencapai kelembaban yang diinginkan. Rata-rata pemberian air kedalam pasir hanya 7%-10%. Jika terlalu kering akan menyebabkan pasir tidak lengket sehingga akan menyebabkan rontok pada pasir dan jika terlalu basah akan menyebabkan pasir terlalu lengket sehingga cetakan akan lengket dengan model dan sulit diambil. Yang lain air digunakan saat pendinginan hasil pengecoran. Dibutuhkan satu ember atau lebih saat proses ini. Air yang sudah digunakan biasanya di buang pada halaman samping bengkel pengecoran yang masih berupa tanah. Jadi tidak memerlukan pengelolaan yang kompleks dalam menangani jaringan air ini.

16

3. Pengaturan Limbah (Cair, padat, dan gas) a) Pengaturan Limbah Cair Limbah cair yang terdapat pada bengkel pengecoran hanya berupa air sisa proses pendinginan hasil pengecoran. Limbah yang dibuang seperti pada keterangan sebelumnya dibuang di halaman samping bengkel pengecoran. b) Pengaturan Limbah Padat Limbah padat pada bengkel pengecoran berupa sisa terak hasil pengecoran. Terak sisa pengecoran dibuang pada tempat sampah yang disediakan pada bengkel. Tempat sampah tersebut hanya dikhususkan untuk pembuangan limbah tertentu agar pemilahan limbah dapat lebih mudah

c) Pengaturan Limbah Gas Limbah gas pada bengkel pengecoran merupakan hal paling kompleks. Pada proses pengecoran paling banyak menghasilkan limbah gas berupa asap. Pembuangan asap berada pada ventilasi tepat pada diatas penempatan dapurdapur seperti gambar berikut.

C. Penerangan, Pengaturan Ventilasi, Suhu Udara dan Kelembapan


Pada proses pengecoran suhu ruangan sangatlah tinggi. Panasnya suhu ruangan ini dapat menyebabkan terganggunya mahasiswa saat praktikum. Bengkel memiliki banyak. berada pengecoran ini

ventilasi yang cukup Terdapat pintu yang disamping bengkel

17

yang dibuka ditambah dengan jendela yang terdapat diatas bengkel. Dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar Ventilasi ruangan bengkel pengcoran Suhu ruangan pada bengkel pengecoran cukup panas. Pada saat observasi suhu tersebut dapat tertutupi dengan adanya ventilasi yang ada pada gambar diatas. Akan tetapi saat praktikum pada siang hari dengan cuaca panas sangatlah diperlukan ventilasi tersebut tetap terbuka. Kelembapan pada bengkel tidak terlalu tinggi. Karena memerlukan suatu ruangan yang tidak lembap untuk memperoleh hasil yang maksimal pada saat praktikum pengecoran. Pada saat praktikum harus tetap dijaga tingkat kelembapan dari ruangan itu. Penerangan pada bengkel pengecoran di jurusan teknik mesin ini tidak terlalu banyak. Mengingat tidak terlalu luasnnya ruangan. Terdapat 4 lampu masing masing bertegangan 30 V. Kurang luasnya ruangan ini sangat menguntungkan untuk daya yang diperlukan bengkel pengecoran di jurusan teknik mesin ini. Akan tetapi kurang luasnya ruangan bengkel menyebabkan kurang terkondisikan jika mahasiswanya banyak atau melebihi kapasitas.

D.

Analisis Kondisi Bengkel pada bengkel pengecoran telah

1. Analisis Peralatan/mesin-mesin Peralatan-peralatan yang berada

dikemukakan pada pembahasan di atas. Dari berbagai pengamatan,kelompok menyimpulkan beberapa analisis bagaimana kelengkapan dari peralatan dan perlengkapan di bengkel pengecoran.

18

a) Peralatan peralatan dari bengkel pengecoran cukup lengkap dari berbagai tahap praktikum b) Hasil wawancara dengan tool man dan kepala bengkel, menyatakan bahwa proses praktikum pada bengkel pengecoran sangatlah minim. Praktikum masih menggunakan atau masih mengolah bahan logam aluminium, dikarenakan kurangnya peralatan dapur pengolah logam,serta

perlengkapan lainnya. c) Kapasitas dapur pengolah logam yang ada di bengkel pengecoran hanya masih berkapasitas pada aluminium d) Bahan baku pada pengecoran yang cukup sulit dicari dan saat ini memakai barang bekas. e) Bahan bakar dari dapur pengolahan logam yang lumayan menghabiskan dana,mengingat proses heat treatmen pada praktikum sangatlah lama f) Hasil dari praktikum yang hanya masih sebatas benda yang sederhana konstruksi dan bahan pembuatannya. 2. Analisis Lay out Bengkel Setelah melakukan pengamatan pada bengkel pengecoran di Jurusan Teknik Mesin, kelompok menyimpulkan beberapa analisis pada Lay out/ ruangan Bengkel . yaitu, a) Ruangan tempat pengecoran yang kurang luas dan hanya menampung 12 sampai 20 mahasiswa praktikum. b) Penempatan peralatan yang kurang tertata dikarenakan sempitnya ruang praktikum pengecoran ini. Sehingga ada beberapa alat yang ditumpuk pada beberapa tempat yang bukan semestinya. c) Penempatan bahan baku pada bengkel yang kurang tertata,sehingga terdapat bahan baku yang penempatannya bergabung dengan beberapa peralatan pengecoran. Dilihat dari sini manajemen bengkel dalam hal penempatan peralatan, perlengkapan, bahan baku, mesin, dan dapur praktikum pengecoran masih kurang. 3. Analisis Utilitas

19

Bengkel pengecoran di jurusan teknik mesin dalam hal pengendalian utilitas bengkel dapat disimpulkan sebagai berikut, a) Sistem transportasi pada pendistribusian bahan baku masih kurang efektif. Dikarenakan mahasiswa harus mengambil bahan baku tersebut di depan bengkel pengecoran. Selain memperlambat system perkuliahan juga kurang efisiensi waktu praktikumnya. b) Sistem Tempat praktikum sebenarnya sudah cukup baik dimana penempatan dapur dan mesin-mesin lainnya berada di bengkel pengecoran tersebut. Akan tetapi pada pengerjaan finishing ataupun kerja bangku mahasiswa harus beralih ke bengkel kerja bangku. c) Sistem pendistribusian peralatan dan perlengkapan bengkel pengecoran sudah cukup baik. Seperti pada dibahas sebelumnya alat dan perlengkapan yang tidak terdapat pada bengkel pengecoran,mahasiswa harus mengambil peralatan itu ke bengkel lain. Yang seharusnya dari peralatan, perlengkapan, dan bahan baku praktikum harus tersedia de bengkel pengecoran itu untuk efisiensi waktu praktikumpengecoran. 4. Analisis Penerangan, ventilasi, suhu dan kelembaman udara Analisa tentang Penerangan, ventilasi, suhu dan kelembaman udara dapat diuraikan sebagai berikut. a) Pada penerangan bengkel pengecoran sudah cukup. Terdapat 4 lampu sebagai alat penerangan dikarenakan ruangan bengkel yang tidak cukup luas sehingga tidak membutuhkan banyak penerangan. b) Pada ventilasi pun cukup memadai setelah dilihat terdapat ventilasi jendela, ventilasi pintu, ventilasi keluaran dari asap saat proses heat treatment. c) Pengaturan suhu dan kelembapan udara sangat diatur dengan baik. Suhu ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu basah. Suhu ruangan yang tinggi di bengkel pengecoran menyebabkan terganggunya praktikum bagi mahasiswa. Sedangkan ruangan tidak terlalu basah akan memudahkan saat proses pengecoran logam yang membutuhkan kelembapan yang rendah saat praktikum.

20

BAB IV Perlengkapan Dan Petunjuk Umum Keselamatan Kerja


A. Perlengkapan Keselamatan Kerja

Pada bengkel pengecoran harus selalu memerhatikan keselamatan kerja. Mengingat praktikum pengecoran ini sangat banyak berhadapan dengan kegiatan heat treatment. Berikut daftar perlengkapan keselamtan kerja pada bengkel pengecoran.

Gambar Peralatan Keselamatan Kerja Bengkel Pengecoran No 1 Perlengkapan Keselamatan Kerja Apron Fungsi Berfungsi untuk melindungi badan dari bendabenda tajam dan mencegah baju yang dikenakan itu kotor.

Sarung Tangan

Alat pelindung tangan pada saat bekerja ditempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk disesuaikan pada masingmasing pekerjaan.

Masker

Penyaring udara yang dihirup saat bekerja ditempat dengan kualitas udara yang buruk. Misal, berdebu, beracun, dsb.

Kaca Mata Pelindung

Berfungsi sebagai alat pelindung mata saat bekerja.

21

Helm

Berfungsi sebagai pelundung kepala dari special resisting penetration seperti terantuk dengan pipa, atap dan kemungkinan jatuhnya benda dari atas.

Sepatu Praktik

Mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimba benda tajam atau berat, bbenda panas, cairan kimia, dsb.

B. Petunjuk Umum Keselamatan Kerja Berikut merupakan prosedur keselamatan kerja sebelum dan saat pekerjaan di bengkel pengecoran menurut tool man Bengkel Pengecoran di Jurusan Teknik Mesin. a. Memakai perlengkapan praktek, meliputi pakaian praktik, sepatu, sarung tangan dan lain-lain. b. Prosedur proses penyalaan dapur peleburan yang tepat. c. Pengawasan terhadap nyala api pada dapur peleburan.

d. Pemeriksaan bahan bakar dapur. e. f. Proses pemasukan logam secara bertahap kedalam dapur peleburan. Kehati-hatian dalam pengambilan logam cair dalam tungku, pengambilan logam cair menggunakan centong yang bertangkaipanjang. g. Peletakan cetakan yang terlalu jauh dari dapur. h. Melakukan penuangan dengan hati-hati. i. Penutupan dapur apabila selesai proses penuangan.

22

BAB V PENUTUP

Bengkel Pengecoran di Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang berada di Kompleks Ruang Bengkel Jurusan Teknik Mesin, FakultasTeknik, Gedung G2 Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Beberapa produk atau hasil dari praktikum pengecoran yaitu, Puli, Tuas, dan Cup Kap lampu. Tugastugas dari pegawai maupun pejabat pada bengkel pengecoran dimulai dari Ketua Jurusan Teknik Mesin, Kepala Laboratorium Teknik Mesin, Coordinator Laboratorium Teknik Mesin, Laboran, dan Tool Man. Pada bengkel pengecoran terdapat beberapa jenis peralatan yaitu, Timba, Sekop, Gergaji tangan, Pahat tangan, Palu, Cetok, Ragum, Rahang Penjepit, Alat ukur, Kikir. Terdapat 2 macam dapur pengolah logam yang terdapat pada bengkel pengecoran yaitu dapur Kupola,dan dapur arang. Juga ada beberapa mesin atau alat dalam membantu proses praktikum yaitu, Mesin Diesel, mesin ayaan, mesin blower. Pada system utilittas di bengkel pengecoran dapat dibagi menjadi 3 jenis, a) Transportasi Peralatan dan Perlengkapan Praktikum, b) Transportasi Tempat Praktikum, c) Transportasi Bahan Praktikum. Pengaturan dan Perawatan Jaringan Air di bengkel pengecoran tidak terlalu kompleks pengelolaannya. Kebutuhan air pada praktikum pengecoran hanya digunakan pada saat pencampuran air dengan pasir silica. Pengaturan Limbah Cair pada bengkel pengecoran hanya berupa air sisa proses pendinginan hasil pengecoran. Pengaturan Limbah padat pada bengkel pengecoran berupa sisa terak hasil pengecoran.. Pengaturan Limbah gas pada bengkel pengecoran merupakan hal paling kompleks. Pada proses pengecoran paling banyak menghasilkan limbah gas berupa asap. Sistem Penerangan pada bengkel pengecoran di jurusan teknik mesin ini tidak terlalu banyak. Mengingat tidak terlalu luasnnya ruangan. Sistem Pengaturan Ventilasi Bengkel pengecoran ini memiliki ventilasi yang cukup banyak. Terdapat pintu yang berada disamping bengkel yang dibuka ditambah dengan jendela yang terdapat diatas bengkel., Pada saat praktikum harus tetap

23

dijaga tingkat kelembapan dari ruangan itu,begitu pun suhu udara haruslah tetap pada kisaran yang tidak membuat para mahasiswa yang praktikum terganggu. Pada hasil observasi di bengkel pengecoran di jurusan teknik mesin terdapat beberapa analisis,a) Analisis Peralatan/mesin-mesin dimana Peralatan peralatan dari bengkel pengecoran cukup lengkap dari berbagai tahap praktikum. Akan tetapi masih terdapat beberapa peralatan yang harus diambil di bengkel lain. b) Analisis Lay out Bengkel pengecoran berupa kurangnya lahan atau tempat yang cukup untuk menampung praktikum pengecoran bagi mahasiswa.c) Analisis Utilitas pada bengkel pengecoran hasilnya beberapa cukup baik akan tetapi beberapa pendistribusian alat,perlengkapan,bahan baku,dan bahan bakar yang masih kurang tepat.d) Analisis Penerangan, ventilasi, suhu dan kelembaman udara berupa cukup baik pada pengaturan ventilasi,penerangan yang cukup,

pengkondisian suhu ruangan serta kelembapan yang baik. Prosedur K3 pada praktikum pengecoran sangatlah perlu diperhatikan. Beberapa peralatan yang wajib dipakai saat praktikum diantaranya, Apron, Sarung Tangan, Masker, Kaca Mata Pelindung, Helm, Sepatu Praktik. Pada system keselamatan di bengkel pengecoran mahasiswa tidak diperbolehkan mengabaikan perlengkapan keselamatan, proses praktikum yang memerlukan kecermatan dan ketepatan, serta tetap berlaku disiplin saat di bengkel.

24