Anda di halaman 1dari 19

Tantangan Memprediksi Perilaku Fondasi Tiang Bor dengan Lebih Tepat : Studi Kasus Instrumentasi dan Interpretasinya pada

Uji Beban Tiang Bor di akarta


!bstrak
Perilaku tiang bor, ternyata sangat dipengaruhi oleh cara pelaksanaan sehingga praktis tidak dapat dipakai satu rumus daya dukung empiris ataupun rasional yang bisa digunakan untuk semua jenis tiang bor. Dari puluhan data instrumentasi uji beban tiang bor di Jakarta dimana penulis ikut terlibat, penulis mencoba mengkaji ulang cara instrumentasi dan interpretasi hasil uji beban tersebut. Memang tujuan instrumentasi uji beban yang dilakukan terutama hanyalah untuk mengetahui apakah besarnya beban rencana tiang bor dapat ditingkatkan, maka instrumentasi juga tidak dilakukan seperti lajimnya instrumentasi untuk tujuan penelitian. Namun karena jumlahnya cukup banyak dan hasilnya cukup konsisten, ternyata banyak hal yang dapat kita ketahui dari hasil uji beban instrumentasi tersebut. Dengan interpretasi yang lebih tepat dan dikombinasikan dengan hasil penelitian para peneliti luar negeri, kita dapat memprediksi perilaku fondasi tiang bor dengan lebih tepat.

"# Pendahuluan Menurut pendapat penulis, sampai sekarang kemampuan para ahli geoteknik dalam memprediksi daya dukung fondasi tiang masih kurang. Hal ini antara lain dapat dilihat pada hasil simposium prediksi daya dukung tiang yang diadakan oleh ASCE dan Northwestern Univeristy pada tahun !"!, dimana praktis tidak ada satupun para ahli yang dapat memprediksi daya dukung friksi dan daya dukung u#ung tiang dengan keakuratan $ %& dari hasil u#i 'e'an statis ()inno, !"!*. Selain itu, dalam ke'anyakan 'uku+'uku a#ar ( textbook* tentang rekayasa fondasi tiang modern masih tetap mengan#urkan pengam'ilan faktor keamanan , - dari hasil analisis perkiraan daya dukung tiang. .ni tentunya 'erarti 'ahwa para ahli masih 'elum 'egitu yakin dengan pendekatan rumus+rumus perhitungan daya dukung fondasi tiang. Alasan utama kiranya adalah kondisi tanah dalam alam sangat 'ervariasi dan perilakunya sangat kompleks, selain itu semua /ara pelaksanaan tiang praktis mengu'ah dan mengganggu kondisi susunan tanah aslinya. 0leh karena itu, kiranya tidak salah #ika ada ahli geoteknik yang menyatakan 'ahwa kema#uan utama dalam pengetahuan fondasi tiang 'elakangan ini, adalah kesadaran 'ahwa pengaruh pelaksanaan fondasi harus diperhitungan dalam rekayasa geoteknik. Memang teori+teori perkiraan perhitungan daya dukung fondasi tiang pada umumnya sudah dikorelasikan dengan hasil pengu#ian di la'oratorium, namun kondisi di la'oratorium sering+sering sangat 'er'eda dengan kondisi tanah dalam keadaan aslinya. 1alam praktek, /ara pelaksanaan pada kondisi lapangan tertentu sangat mempengaruhi karakteristik tanah, sehingga se/ara keseluruhan kondisinya dapat 'er'eda sama sekali dengan kondisi di la'oratorium. Hal ini sering tidak disadari oleh para akademisi yang tidak 'anyak mendapat kesempatan pengalaman praktek lapangan. 0leh karena itu, mereka masih menggunakan rumus+rumus lama yang terdapat dalam pustaka. Selain rumus daya dukung fondasi tiang yang 'erasal dari analisis teoritis 'erdasarkan pendekatan mekanika tanah klasik, 'anyak #uga rumus yang sudah disesuaikan dengan kondisi lokal atau yang le'ih dikenal dengan rumus empiris. Namun, salah satu /ara yang paling dapat diandalkan dalam memprediksi perilaku daya dukung tiang adalah dengan melakukan u#i 'e'an statis yang dikom'inasikan dengan penggunaan instrumentasi. $# Pelaksanaan Tiang Bor di akarta 2erforma fondasi tiang 'or yang diren/anakan sangat dipengaruhi oleh metode pelaksanaan konstruksi yang digunakan. Seperti yang telah dikatakan dimuka, rumus+rumus empiris modern perhitungan daya dukung tiang 'or yang ada umumnya telah memasukkan pengaruh dari pelaksanaan tiang 'or. Namun hal itu 'iasanya hanya 'erlaku untuk kondisi tanah

dan /ara pelaksanaan ditempat yang diteliti3diadakan per/o'aan. 0leh karena itu, untuk men/apai tingkat kiner#a dari desain sistem fondasi tiang 'or dengan 'enar, peren/ana harus mengawasi dan mem'uat spesifikasi pelaksanaan fondasi tiang 'or yang sesuai. 2rinsipnya, tiang 'or di'uat dengan /ara menge'or lu'ang hingga kedalaman yang diren/anakan, kemudian tulangan 'a#a dimasukkan kedalam lu'ang lalu dilakukan penge/oran 'eton dari dasar lu'ang hingga permukaan tanah. Setiap tahapan pelaksanaan terse'ut harus 'enar+'enar dikontrol dengan sangat serius sehingga dapat diperoleh tingkat performa yang diinginkan. 2emilihan metode pelaksanaan tiang 'or sangat dipengaruhi oleh kondisi lapisan tanah setempat dan #uga kondisi lokasi proyek. 1ekade ini, gedung+gedung yang di'angun di 4akarta umumnya men/apai -% tingkat le'ih karena ter'atasnya lahan dan mahalnya tanah. Sistem fondasi yang sering digunakan adalah fondasi tiang 'or karena penggunaan tiang pan/ang sangat mengganggu gedung+gedung disekitarnya sehingga umumnya tidak di'eri i#in. 2ada penggunaan tiang 'or, kedalaman dan diameter tiang 'or dapat divariasi dengan mudah serta dapat memikul 'e'an yang relatif 'esar. Muka air tanah di daerah 4akarta /ukup tinggi dan kondisi lapisan tanahnya /ukup 'ervariasi dari satu wilayah dengan wilayah lain dan semua hal ini harus diperhitungkan dalam memilih metode konstruksi tiang 'or yang sesuai. 2enge'oran tanah pada lu'ang akan menye'a'kan ter#adinya pelepasan tegangan (stress relief* disekeliling lu'ang 'or yang mengaki'atkan ke/enderungan tanah untuk 'erdeformasi kedalam lu'ang 'or dan ter#adi pengaliran air kedalam lu'ang. Aki'atnya guguran+guguran tanah sepan#ang dinding lu'ang akan ter#adi selama penge'oran 'erlangsung. .ntensitas guguran+ guguran tanah yang ter#adi sangat tergantung pada #enis dan kekuatan tanah, /ara pelaksanaan, mesin yang digunakan dan ke/akapan dari operator penge'oran (kontraktor tiang 'or*. Apa'ila kondisi tanah /ukup kuat (/emented* dan tidak terdapat lapisan pasir lepas sehingga tidak ter#adi guguran+guguran, tanah maka umumnya pelaksanaan tiang 'or tidak menemui 'anyak kendala. 5etapi se'aliknya #ika tanah dalam kondisi lepas, ikatan antar partikel tidak kuat serta 'anyak ter#adi longsoran, maka perlu dilakukan sta'ilisasi lu'ang 'or. Sta'ilisasi lu'ang 'or yang sering dilakukan adalah dengan penggunaan slurry bentonite. 2enggunaan slurry bentonite ini /ukup menguntungkan dalam menahan guguran+guguran tanah. 2rinsip dasar slurry bentonite adalah menghasilkan tekanan hidrostatis yang le'ih 'esar daripada tekanan air disepan#ang lu'ang 'or dan mem'entuk sema/am filter cake pada formasi tanah sehingga menahan guguran+guguran tanah. 5etapi harus diperhatikan 'ahwa karakteristik dari slurry bentonite harus dikontrol dan dilakukan pengu#ian la'oratorium terus menerus pada setiap tahapan pelaksanaan tiang 'or. 2em'ersihan lu'ang 'or merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan penge'oran lu'ang, terle'ih+le'ih #ika lu'ang penuh dengan air. Ada 'anyak /ara+/ara yang dapat dilakukan, tetapi untuk hal dimana lu'ang penuh air, pemakaian cleaning bucket khusus mungkin yang paling sering dilakukan di 4akarta. 6ang penting #uga agar lu'ang tidak terlalu lama di'iarkan. Se'aiknya pemasangan tulangan serta penge/oran 'eton dilakukan segera setelah lu'ang di'ersihkan dan 'elum ter#adi lagi 'anyak longsoran, sehingga dasar lu'ang relatif 'ersih. 4ika lu'ang itu penuh air, maka penge/oran 'eton harus menggunakan 'antuan tremie. Hal penting yang pertama perlu diperhatikan adalah workability dari 'eton. 7iasanya diperlukan 'eton dengan slump 8 9 : " /m. orkability 'eton ini diperlukan agar 'eton dapat mendesak kotoran tanah yang 'erada didasar lu'ang keatas serta dapat mendesak kesamping lu'ang. ;olume penge/oran 'eton di 4akarta umumnya le'ih 'esar sekitar 9 + % & dari volume teoritis, <

karena itu diameter lu'ang 'or 'iasanya le'ih 'esar dari diameter desain aki'at gugurnya se'agian tanah dari dinding lu'ang. Selain daripada itu, #ika 'eton disupply dari luar site, maka 'eton perlu ditam'ah cement aid (retarder* agar 'eton tidak mulai mengeras se'elum penge/oran selesai seluruhnya. Untuk men#amin kualitas tiang 'or, maka selama pelaksanaan diperlukan suatu sistem kontrol mutu yang harus dilakukan dengan 'enar. 2ara inspektor lapangan harus memiliki keahlian dan pengetahuan yang /ukup mengenai sistem pelaksanaan tiang 'or dan mereka harus dilengkapi dengan form+form piling record yang akan diisi selama pelaksanaan 'erlangsung. Piling record ini merupakan salah satu teknik kontrol terhadap kualitas pelaksanaan tiang 'or yang meliputi tahap pemeriksaan aligment, penge'oran lu'ang, pem'ersihan lu'ang, pengam'ilan sampel tanah, pengukuran kedalaman lu'ang, pemasangan tulangan, penge/oran 'eton, dan se'againya. %# Uji Beban Statis Fondasi Tiang dan Interpretasinya %#" proses Uji Beban Statis 1i 4akarta, umumnya u#i 'e'an statis fondasi tiang dilakukan untuk mem'uktikan 'ahwa daya dukung fondasi tiang yang telah dilaksanakan sesuai dengan perkiraan analisis daya dukung dengan faktor keamanan yang /ukup. U#i 'e'an sema/am ini dinamakan u#i 'e'an pem'uktian (proof test*. Sesuai ketentuan 52=7 1=. 4akarta, faktor keamanan yang ditentukan adalah < (dua*, sehingga 'iasanya u#i 'e'an /ukup <%%& dari kapasitas ren/ana fondasi tiang terse'ut. Sering peren/ana fondasi3struktur mengadakan pula u#i 'e'an statis pendahuluan (preliminary test pile*, maksudnya agar dapat meren/anakan fondasi tiang dengan le'ih efisien dan ekonomis. Untuk tu#uan ini, 'iasanya 'esarnya 'e'an pengu#ian ditentukan sekitar -%%& 'e'an ren/ana, sehingga #ika ter'ukti fondasi tiang mampu menahan 'e'an se'esar -%%& 'e'an ren/ana semula, maka daya dukung ren/ana fondasi tiang dapat dinaikkan. 2eren/ana yang le'ih hati+hati umumnya mengusahakan pemasangan instrumentasi pada u#i 'e'an statis pendahuluan. 1engan dipasangnya instrumentasi pada tiang u#i, maka perilaku transfer 'e'an dan pem'agian daya dukung friksi dan daya dukung u#ung tiang dapat pula diamati dengan /ermat. 1ari pengamatan penulis, instrumentasi yang 'iasanya dipasang masih 'elum /ukup #ika di'andingkan dengan instrumentasi untuk tu#uan penelitian perilaku fondasi tiang. Hal ini dise'a'kan karena memang tu#uan utamanya hanya untuk men/ari dasar peren/anaan fondasi tiang yang le'ih ekonomis. 1ari pengka#ian hasil u#i instrumentasi yang /ukup 'anyak dilakukan di 4akarta, 'anyak hal yang dapat men#elaskan perilaku transfer 'e'an sesungguhnya pada pondasi tiang yang diu#i. 1isini penulis menekankan fakta 'ahwa perilaku transfer terse'ut khususnya adalah untuk /ara pelaksanaan tiang 'or dan kondisi tanah yang tipikal di 4akarta sa#a. 4adi tidak 'isa 'egitu sa#a di'erlakukan untuk kondisi dan /ara pelaksanaan lain. Ada 'e'erapa permasalahan dalam pelaksanaan u#i 'e'an statis tiang 'eton yang kiranya perlu dika#i se/ara le'ih mendalam. Masalah pertama pelaksanaan u#i 'e'an adalah pengukuran 'e'an dengan manometer pada dongkrak hidraulik. Ahli seperti )ellenius (<%%>*, menyatakan 'ahwa adanya pergerakan poros dongkrak pasti mendatangkan friksi #uga, sehingga tekanan hidrolis yang ter/atat pada manometer le'ih 'esar dari 'e'an yang se'enarnya 'eker#a. 0leh karena itu dia mensyaratkan perlunya dipakai #uga load!cell. 0leh se'agian ahli, penggunaan load!cell untuk u#i 'e'an pem'uktian 'iasa dianggap terlalu merepotkan dan menam'ah 'iaya. Selan#utnya pemilihan set+up untuk menahan 'e'an #uga perlu dipikirkan. 1i 4akarta sistem penahan 'e'an yang 'anyak dipakai adalah sistem =entledge. 2ada pengu#ian dengan 'e'an yang 'esar (8 %%% ton*, penulis sering mempertanyakan apakah #arak yang ditentukan AS5M /ukup memadai? Maksudnya apakah penyangga (footing* 'e'an sistem =entledge pada tanah tidak mempengaruhi tahanan friksi tiang u#i (gam'ar *? =arena dari pengamatan penulis -

pada u#i 'e'an, tahanan friksi 'agian atas tiang hampir selalu sangat 'esar@ relatif #auh le'ih 'esar dari tanah dengan NS25 sama yang letaknya agak #auh didalam tanah. 2ada sistem yang memanfaatkan penun#ang dari tiang+tiang disekitar tiang u#i, sering+sering 'entang 'alok penahan reaksi men#adi le'ih 'esar, sehingga dimensi 'alok penahan reaksi dongkrak harus le'ih 'esar pula.

&ambar "# 2engaruh penyangga kentledge terhadap tiang u#i 2em'a/aan ukuran+ukuran se/ara manual sering menim'ulkan kesalahan+kesalahan manusia (human error*, terutama #ika petugas melakukan peker#aan pengukuran terlalu lama yang 'isa menye'a'kan ke#enuhan. Cara set!up sistem u#i dan sitem pen/atatan 'e'an yang modern dapat dilihat pada gam'ar < 'erikut ini.

&ambar $# Set+up u#i u#i 'e'an statis modern %#$ Interpretasi Kur'a Beban Penurunan =apasitas ultimit tiang 'or dapat ditentukan dari kurva 'e'an+penurunan yang didapatkan dari hasil u#i 'e'an statis. 1alam hampir semua 'uku tentang rekayasa fondasi, kapasitas ultimit ini didefinisikan se'agai 'e'an yang menye'a'kan tiang terus 'ergerak ke 'awah tanpa adanya peningkatan 'e'an yang 'erarti atau yang 'iasanya dise'ut plunging. Menurut )ellenius (<%%>*, >

definisi ini kurang tepat karena diperlukan penurunan yang 'esar untuk dapat menye'a'kan tiang terus 'ergerak ke 'awah (plunging* lagipula pada umumnya nilai terse'ut tidak dapat ditolerir oleh struktur 'angunan. 1efinisi yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh 5erAaghi ( !B!* yakni 'e'an yang menye'a'kan kurva 'e'an+penurunan mele'ihi nilai tertentu yang 'iasanya %& diameter tiang 'or. 1efinisi ini tidak mempertim'angkan deformasi elastis tiang 'or yang nilainya 'isa /ukup 'esar pada tiang yang pan#ang. 5anpa definisi yang #elas, interpretasi men#adi usaha yang sia+sia. Agar 'erguna, definisi kapasitas tiang dari kurva 'e'an+penurunan harus 'erdasarkan aturan matematis dan menghasilkan nilai yang sama (repeatable "alue* yang tidak tergantung dari skala gam'ar dan judgement peren/ana maupun kemampuan interpretasi individu ()ellenius, <%%>*. =riteria penentuan kapasitas tiang 'or dari kurva 'e'an+penurunan ada 'erma/am+ ma/am, 'aik dari 'entuk kurva itu sendiri maupun dari 'atas penurunan total dan atau penurunan tetap serta 'erdasarkan kriteria lain+lain. Se/ara umum, di .ndonesia dikenal metode interpretasi yang sering digunakan misalnya 1avisson, MaAurkiewi/As, Chin, dan se'againya. =etiga metode pertama inilah yang sering digunakan oleh peren/ana kita dalam melakukan interpretasi kurva 'e'an penurunan. Masing+masing metode mempunyai keunikan dan keter'atasan masing+ masing. Cam'ar - memperlihatkan dua /ontoh tipikal kurva 'e'an+penurunan yang didapatkan dari hasil u#i 'e'an pada proyek 'angunan gedung di 4akarta. Meskipun 'e'an pengu#ian sudah men/apai -%%& 'e'an ren/ana, tetapi 'entuk kurva 'elum menun#ukkan dengan #elas ter#adinya kegagalan pada tiang 'or.
Applied Load (ton)
0 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 0 0 200 400 600

Applied Load (ton)


800 1000 1200 1400 1600

10

Settlement (mm)

Settlement (mm)

10

15

20

20

30

25

&ambar %# Contoh tipikal kurva 'e'an+penurunan pada tiang 'or di 4akarta 7entuk kurva yang 'elum menun#ukkan tanda kegagalan dengan #elas akan menim'ulkan kesulitan dalam melakukan interpretasi untuk memperoleh kapasitas ultimit tiang 'or. Sehu'ungan dengan itu, para peren/ana umumnya melakukan ekstrapolasi garis kegagalan pada kurva terse'ut. Metode ekstrapolasi ini sangat 'ersifat su'#ektif dan sangat tergantung pada skala gam'ar serta judgement dari peren/ana. 2enentuan garis ekstrapolasi yang tepat sukar untuk ditentukan. Cam'ar > menampilkan penggunaan metode ekstrapolasi garis kegagalan untuk menentukan daya dukung tiang 'or dengan /ara 1avisson dan MaAurkiewi/As.

(a* ('* &ambar (# .nterpretasi pada kurva 'e'an penurunan yang di ekstrapolasi (a* 1avisson ('* MaAurkiewi/As Ada 'e'erapa ahli yang menentang penggunaan metode ekstrapolasi garis kegagalan. Alasan utamanya adalah karena garis ekstrapolasi sangat 'ersifat su'#ektif dan tidak menghasilkan nilai yang sama #ika dilakukan oleh orang yang 'er'eda. 5etapi menurut pendapat penulis, pendekatan dengan /ara ekstrapolasi garis kegagalan ini terpaksa dilakukan apa'ila kurva 'e'an+penurunan 'elum menun#ukkan dengan #elas efek plunging. Alasan utamanya adalah karena #ika tidak dilakukan ekstrapolasi, maka daya dukung yang didapatkan men#adi terlalu konservatif karena ge#ala kegagalan tiang tidak atau 'elum terlihat. 1ari /ontoh kasus diatas, terlihat 'ahwa dengan metode 1avisson dan MaAurkiewi/As didapatkan kapasitas tiang 'or sekitar <9%% ton dan <D%% ton. Cam'ar 9 adalah metode interpretasi dengan /ara Chin. Metode Chin ini diturunkan 'erdasarkan persamaan matematis pada 'entuk kurva para'olik 'e'an+penurunan pada saat mendekati kegagalan, sehingga metode ini dapat dilakukan tanpa dipengaruhi skala gam'ar kurva 'e'an penurunan. 1engan metode Chin pada kasus ini, didapatkan kapasitas tiang 'or sekitar -% % : ->>% ton setelah direduksi. 1ari /ontoh kasus kurva 'e'an+penurunan diatas terlihat 'ahwa metode Chin menghasilkan nilai yang sangat 'esar.
0.014

0.012

0.01

y = 0.00023x + 0.0044

0.008

/P
0.006

0.004

Qult = 1/Qult = 0.00023 Qult = 4300 ton Reduction factor = 20% - 30% Qult = 3010 - 3440 ton

0.002

0 0 5 10 15 20 25

Settlement (mm)

&ambar )# .nterpretasi hasil u#i 'e'an statis dengan metode Chin =emudian tim'ul pertanyaan metode mana yang harus diper/ayai? 2ertanyaan ini sukar ditentukan dengan tepat, karena pada /ontoh kasus ini, memang pada pem'e'anan akhir tiang 'elum memperlihatkan ge#ala kegagalan. 4ika u#i 'e'an ini merupakan u#i 'e'an pem'uktian (proof test* dan dilakukan pada tiang terpakai yang sudah terpasang, maka kita tidak perlu mem'ahas 'erapa tahanan 'atas tiang terse'ut karena kita sudah tahu 'ahwa tiang terse'ut aman. B

4ika /ontoh kasus terse'ut merupakan u#i 'e'an pendahuluan (preliminary test*, maka kita harus men/o'a melakukan EjudgementE tentang 'atas tahanan tiang dengan 'aik. 4ika sudah diu#i dengan -%%& 'e'an ren/ana tetapi kurva 'e'an+penurunan tiang masing 'elum menun#ukkan ge#ala kegagalan, maka ada dua kemungkinan. 6ang pertama adalah perkiraan 'e'an ren/ana memang terlalu konservatif dan ini tentu pula perlu dikoreksi dengan memper'esar 'e'an ren/ana agar ren/ana fondasi tetap efisien. Namun se'elum mengam'il keputusan diatas, ada 'aiknya kita menin#au kemungkinan kedua yaitu pelaksanaan u#i 'e'an kurang 'enar. =ita dapat mulai dengan memeriksa ulang semua alat+ alat ukur, terutama manometer yang dipakai. Selan#utnya diperiksa dan dievaluasi ulang apakah proses pengu#ian telah sesuai spesifikasi yang 'iasanya menga/u pada AS5M. (# Interpretasi Instrumentasi Uji Beban dan Permasalahannya (#" Pengantar U#i 'e'an statis konvensional yang tidak dilengkapi dengan instrumentasi mem'erikan data yang sangat ter'atas. 5u#uan utama dari u#i 'e'an statis pada tiang 'or yang diinstrumentasi adalah untuk mendapatkan informasi kuantitatif mengenai perilaku tiang+tanah (soil!pile beha"ior* aki'at pem'e'anan. Ada 'egitu 'anyak informasi yang sangat 'erguna yang 'isa didapatkan dari pemasangan instrumen. 4enis instrumen yang sering digunakan adalah strain gages dan tell!tales. Selain kurva 'e'an+penurunan, peren/ana 'isa mendapatkan informasi mengenai distri'usi 'e'an sepan#ang tiang 'or dan perilaku transfer 'e'an tiap lapisan tanah (gam'ar B*. 5etapi, yang men#adi permasalahan utama adalah 'agaimana melakukan interpretasi yang 'enar 'erdasarkan data+data yang tepat. 5anpa program yang #elas mengenai metode pengu#ian dan interpretasi yang tepat, u#i 'e'an statis dengan instrumentasi hanya sia+sia dan mem'uang waktu, tenaga serta uang. Se'elum melakukan pengu#ian 'e'an pada tiang 'or yang diinstrumentasi, terle'ih dahulu harus diren/anakan dengan matang program instrumentasi yang akan dilakukan. =un/i ke'erhasilan dalam melakukan instrumentasi adalah ren/ana yang matang yang meliputi penyelidikan tanah pada titik pengu#ian, prosedur u#i 'e'an, detail pemasangan instrumen, #umlah instrumen tiap level, pengukuran yang tepat dan pengawasan pelaksanaan yang 'enar. Semua hal itu harus diren/anakan se/ara terintegrasi se#ak permulaan proyek. 1engan informasi+ informasi perilaku tiang+tanah yang diperoleh, diharapkan peren/ana dapat meren/anakan fondasi tiang 'or dengan le'ih efisien dan ekonomis serta aman.

&ambar *# .nformasi kuantitatif yang diperoleh dari u#i 'e'an statis yang diinstrumentasi D

(#$ Instrumentasi Tiang Bor 2eralatan instrumen yang sering digunakan adalah strain gages dan tell!tales. 2rinsipnya, strain gages hanya mengukur regangan yang ter#adi pada tiang 'or 'ukan 'esarnya 'e'an yang 'eker#a pada lapisan terse'ut. 1engan mengetahui regangan yang ter#adi pada tiang 'or, kita dapat menghitung 'esarnya 'e'an yang 'eker#a pada suatu penampang dengan persamaan yang /ukup sederhana yaitu F 2 = EA ( * Sekilas, persamaan ( * diatas terlihat sangat sederhana dan dapat dengan mudah dipe/ahkan. 5etapi yang men#adi persoalan utama dalam melakukan peme/ahan persamaan ( * diatas adalah terletak pada pemilihan parameter+parameter regangan (G*, modulus elastisitas 'eton (E* dan luas penampang (A*. Hegangan yang ter#adi pada tiang 'or dapat diukur dengan mudah melalui pem'a/aan strain gages yang terpasang. .dealnya, setiap level harus dipasang > 'uah strain gages. Alasannya adalah untuk mendapatkan data yang konsisten yang mewakili keseluruhan penampang pada level yang ditin#au dari data rata+rata strain gages terse'ut. Sering kali pem'a/aan regangan strain gages pada satu level tidak konsisten. 4ika hanya dari > 'a/aan yang sangat 'er'eda, 'a/aan terse'ut dapat dia'aikan, maka diam'il nilai rata+rata 'a/aan ketiga strain gages sa#a. Selain itu, apa'ila ter#adi kerusakan pada salah satu strain gages, masih ada data /adangan lain yang 'isa didapatkan. Masalahnya #ika, peren/ana kadang+kadang memasang strain gages kurang dari > 'uah dengan alasan penghematan 'iaya. 2adahal, nilai rata+rata yang diam'il dari pem'a/aan < atau - strain gages sa#a sangat rentan terhadap ketidakkonsistenan data dan akan 'eraki'at pada penggunaan data yang tidak tepat. 1alam u#i 'e'an statis dengan pengu#ian 'e'an yang 'esar, sering ter#adi eksentrisitas 'e'an yang /ukup 'esar. Hal ini terlihat dari pem'a/aan regangan yang /ukup #auh 'er'eda dari dua sisi pada level strain gages yang sama. Eksentrisitas 'e'an ini harus diminimalisasi dengan set+up u#i 'e'an yang 'enar sehingga peru'ahan regangan yang ter#adi tidak #auh 'er'eda pada masing+masing strain gages. )aktor kedua yang penting adalah penentuan modulus elastisitas 'eton (E*. Umumnya, modulus elastisitas 'eton dihitung dengan pendekatan rumus yang ada ataupun dari hasil pengu#ian sampel 'eton silinder. 2endekatan ini sangat kasar, karena 'eton pada tiang 'or yang di/or dalam air sangat 'er'eda dengan sampel 'eton meskipun 'erasal dari sum'er yang sama. Modulus elastisitas 'eton se'enarnya dapat dikalkulasi 'alik dengan menggunakan data strain gages. 1ata strain gages yang digunakan 'ukanlah data pada setiap level, melainkan data yang 'erada dalam wilayah debonding (gam'ar D*. 1engan /atatan 'ahwa pemasangan strain gages pada daerah debonding harus /ukup #auh dari kepala tiang agar distri'usi 'e'an pengu#ian yang ter#adi sudah merata. Nilai hu'ungan tegangan dan regangan 'eton tidak linier, sehingga E'eton yang dihasilkan adalah nilai secant modulus dari 'eton pada tiang 'or.

"

&ambar +# 1e'onding pada tiang u#i 0leh karena hu'ungan tegangan+regangan 'eton merupakan garis lengkung pada tegangan 'esar, maka yang terdapat pada pem'a/aan strain gages 'esarnya nilai modulus 'eton sangat tergantung pada 'esarnya tegangan yang 'eker#a. Cam'ar " menun#ukan gam'ar tipikal dari hu'ungan tegangan dan regangan 'eton dan gam'ar ! merupakan hu'ungan tegangan regangan 'eton yang di/atat dari 'a/aan strain gages pada tiang 'or yang /ukup konsisten hasilnya.

&ambar , 1iagram tegangan : regangan 'eton (#tress and strain diagram*

200

Proyek B
180 160 140

fc' = 577 & !" k#/cm"

Stre$$ (k#/cm ")

120 100 80

!ycle 1
60 40 20 0 0 100 200 300 400 500 600 00

!ycle 2 !ycle 3 !ycle 4 !ycle 5

Strain (micro$train)

&ambar - 7entuk kurva tegangan+regangan dari data strain gages yang /ukup konsisten
250

Proyek A " fc' = %&& & '(& k#/cm


200

!ycle 1 !ycle 2 !ycle 3 !ycle 4

Stre$$ (k#/cm )

"

150

!ycle 5 !ycle 6

100

50

0 0 50 100 150 200 250 300 350

Strain (micro$train)

&ambar ". 7entuk kurva tegangan+regangan dari data strain gages yang tidak konsisten 2ada gam'ar %, terlihat 'ahwa kurva tegangan+regangan yang dihasilkan menun#ukkan keanehan yakni 'entuk kurva yang ti'a+ti'a naik. =eanehan ini ter#adi karena data strain gages yang tidak konsisten dan #uga karena pada proyek terse'ut hanya dipasang < 'uah strain gages pada masing+masing level. Selain itu, terlihat pula intial modulus pada setiap siklus #uga #auh 'er'eda. 7entuk kurva tegangan+regangan yang demikian seharusnya dia'aikan dan apa'ila digunakan dalam interpretasi, maka hasilnya kurang tepat. )aktor ketiga yang harus #uga diperhatikan adalah luas penampang (A* dari tiang 'or. Seperti yang kita ketahui, diameter tiang 'or sangat tidak seragam sepan#ang tiang, 'aik itu ter#adi pem'esaran ataupun penge/ilan diameter. =etiga hal yang dise'utkan diatas harus diperhatikan dalam melakukan interpretasi. Cam'ar memperlihatkan skema susunan tiang u#i modern yang dilengkapi dengan 'erma/am+ma/am peralatan instrumentasi termasuk pemasangan 0ster'erg Cell (0+Cell* pada dasar tiang 'or.

&ambar "" Susunan tiang u#i yang dilengkapi dengan 'erma/am+ma/am peralatan instrumentasi .nstrumentasi tiang terdiri dari strain gages yang 'erfungsi mengukur regangan yang ter#adi didalam tiang 'or 'ukan mengukur 'e'an. 7e'an pada tiang 'or dilokasi s train gages ditentukan dari peru'ahan regangan yang ter#adi aki'at 'e'an pada penampang tiang. 7esarnya 'e'an dihitung dari rumus ( *, yaitu perkalian regangan (G* dengan modulus elastisitas 'eton dan luas penampang tiang 'or. 2eru'ahan regangan didapat dari pengurangan 'a/aan regangan terhadap Ipem'a/aan regangan nol ($ero reading*E pada strain gages atau pem'a/aan awal (initial reading* ketika strain gages 'erada dalam kondisi se'elum 'e'an ditam'ah atau tanpa 'e'an (misalnya tidak adanya 'e'an yang 'eker#a pada lokasi strain gages*. 6ang men#adi

permasalahan adalah 'agaimana menentukan pem'a/aan $ero reading yang tepat pada tiang 'or ()ellenius, <%%>*. Akan tetapi, pem'a/aan awal yang dise'ut $ero reading 'ukan 'erarti tidak ada nilainya. Harus disadari 'ahwa pada saat awal u#i 'e'an dilakukan, ada 'e'an yang 'eker#a pada tiang dan nilainya 'isa /ukup 'esar. 7e'an sema/am ini diaki'atkan oleh regangan yang terkun/i ( locked! in!strain* misalnya regangan yang ter#adi pada tiang pada saat pengu#ian. %ocked!in!strain ini yang menye'a'kan ter#adinya 'e'an yang dise'ut dengan 'e'an residual (residual load*. 4ika 'e'an residual ini tidak diperhitungkan dalam mengevaluasi pengukuran distri'usi 'e'an, maka hasilnya rentan terhadap kesalahan dan tidak mendekati kenyataannya. (#% Trans/er Beban Sepanjang Tiang Uji 1engan menghitung 'e'an yang ter#adi pada masing+masing level strain gages, kemudian dapat dihasilkan 'entuk kurva distri'usi transfer 'e'an sepan#ang tiang 'or seperti pada gam'ar <. =urva transfer 'e'an ini menggam'arkan tahanan selimut yang termo'ilisasi pada saat pengu#ian 'erlangsung. 7iasanya, lapisan tanah 'agian atas akan termo'ilisasi dahulu 'aru kemudian yang 'agian 'awah.
Load (ton)
0 0 500 1000 1500 2000 2500

10

20

)ept* (m)

30

40

50 18 .5 ton "3 .5 ton 168 .5 60 3 5 ton 1125 ton 18 5 ton 562.5 ton 1312.5 ton 2062.5 ton 50 ton 1500 ton 2250 ton

&ambar "$ 7entuk tipikal kurva distri'usi 'e'an di 4akarta Cam'ar < diatas memperlihatkan 'entuk tipikal kurva distri'usi 'e'an tiang 'or di 4akarta dimana tahanan u#ung yang termo'ilisasi relatif sangat ke/il dan nilainya tidak 'erarti. 2ada gam'ar <, u#i 'e'an yang dilakukan men/apai -%%& 'e'an ren/ana (<<9% ton*, tetapi tahanan u#ung yang termo'ilisasi hanya sekitar !> ton. Seperti yang telah dikatakan dimuka, tahanan u#ung pada tiang 'or sangat dipengaruhi oleh kualitas pelaksanaan dan pem'ersihan dasar lu'ang 'or. 2ada tiang 'or yang relatif pan#ang, umumnya hal ini sukar di#amin dengan 'aik. Sehu'ungan dengan itu, ada 'aiknya #ika peren/ana menin#au kem'ali peren/anaan daya dukung u#ung tiang 'or dengan memperhatikan aspek pelaksanaan. Selan#utnya, dari kurva transfer 'e'an dapat diturunkan dengan menghitung pergerakan relatif tiang+tanah pada segmen yang ditin#au 'erdasarkan hasil pem'a/aan strain gages dan tell! tales. 1engan mengetahui tahanan friksi yang termo'ilisasi dan pergerakan relatif tiang+tanah, maka kurva t+A dapat diturunkan. 7entuk tipikal kurva t+A (atau J+A* seperti terlihat pada gam'ar - untuk tanah lempung dan tanah pasir. 1ari kurva terlihat pada 'ahwa pada tanah lempung kurva transfer 'e'annya terdapat suatu titik pun/ak yang merupakan efek dari strain softening yang merupakan karakteristik dari <

tanah lempung. Setelah men/apai nilai ultimit, lempung akan mem'erikan tahanan residu (Krs* yang nilainya le'ih ke/il dari nilai ultimitnya (Ku/*. 2erlu di/atat disini 'ahwa untuk tanah lempung, nilai tahanan friksi yang digunakan seharusnya Kr/ yakni tahanan residu. Sedangkan kurva pada pasir 'ersifat linear plastic dan tidak ada nilai residu. =urva transfer 'e'an ini #uga dapat diturunkan 'erdasarkan pendekatan lain yakni pendekatan empiris seperti yang dikemukakan oleh Coyle L Heese ( !BB* maupun pendekatan teoritis oleh =raft et al. ( !" *.

&ambar "% 7entuk tipikal kurva t+A Untuk mengetahui penurunan yang se'enarnya ter#adi pada u#ung tiang 'or, /aranya adalah dengan memasang tell!tales yang dapat mengukur perpendekan elastis tiang 'or. 2enurunan total pada kepala tiang diketahui dari pem'a/aan dial yang diukur terhadap reference beam. 4adi, penurunan pada u#ung tiang adalah merupakan pengurangan penurunan total pada kepala tiang terhadap perpendekan elastis tiang. Cam'ar > memperlihatkan /ontoh interpretasi tell!tales untuk mengetahui perpendekan elastis tiang dan penurunan u#ung tiang serta penurunan kepala tiang.
Applied Load (ton)
0 0 500 1000 1500 2000 2500

Settlement (mm)

10

15

20

#o$ $ile %ettle&ent ##-1 '-12 &( ##2 '-52 &( )%ti&ate %ettle&ent at !*+ '-12 &( )%ti&ate toe &o,e&ent '-52 &( )%ti&ated ela%tic %-ortenin.

25

&ambar "( .nterpretasi tell+tales -

)# Kasus Uji Beban Terinstrumentasi 2ada 'agian terdahulu sudah disinggung mengenai metode interpretasi yang sering dilakukan dalam program u#i 'e'an statis pada tiang 'or. 2ada 'agian ini akan di'i/arakan se/ara singkat kasus u#i 'e'an terinstrumentasi di 4akarta dan 'er'agai permasalahan yang sering mun/ul yakni F a. Masalah penentuan modulus 'eton (E'eton* 2enentuan modulus 'eton pada tiang 'or yang diinstrumentasi merupakan hal yang paling kritis dalam interpretasi u#i 'e'an. Mengam'il E 'eton yang 'eru'ah sesuai tegangan yang ter#adi le'ih logis, namun dalam praktek, /ara untuk menentukan E 'eton yang 'enar sangat sulit. Cam'ar % menun#ukan kasus u#i 'e'an dengan nilai E 'eton yang tidak konsisten. Seharusnya kurvanya menyerupai gam'ar !. Se/ara umum, ada 'er'agai metode pendekatan dalam menentukan E'eton yaitu dari rumus yang terdapat dalam peraturan 'angunan, dari hasil la'oratorium pada pengu#ian sampel 'eton silinder dan #uga dari pengamatan langsung pada 'agian atas tiang yang dipasang strain gages (daerah debonding*. 2enentuan nilai E'eton dengan /ara+/ara diatas menghasilkan nilai yang 'isa 'er'eda satu sama lain. Selain itu, nilai E 'eton yang diam'il untuk perhitungan dapat 'erupa angka yang konstan sepan#ang tiang 'or atau 'eru'ah+u'ah. '. 2ermasalahan transfer 'e'an yang tidak logis 5ranfer 'e'an pada tiang 'or terkadang 'isa menghasilkan suatu ke#anggalan yang harus dipertanyakan. =e#anggalan+ke#anggalan yang mungkin ter#adi dapat 'erupa nilai transfer 'e'an yang negatif, transfer 'e'an yang terlalu 'esar pada 'agian atas meskipun N S25+nya relatif ke/il. Sering+sering #ika ada transfer 'e'an yang terlalu menyimpang, maka peren/ana dapat mengka#i ulang hasil pem'a/aan data strain gages. 7erdasarkan pengalaman penulis, #ika data yang menun#ukkan adanya keanehan dihilangkan, maka rata+rata yang diam'il akan menghasilkan transfer 'e'an yang le'ih logis. 1ata+data instrumentasi merupakan parameter yang sangat 'erpengaruh sehingga harus diusahakan agar data yang didapat sudah 'enar. 5ransfer 'e'an pada 'agian 'awah tiang 'or dapat ke/il meski N S25+nya le'ih 'esar dari lapisan atasnya. Hal ini mungkin 'isa dise'a'kan karena 'elum memperhitungan pengaruh 'e'an residual. )ellenius (<%%<* menyatakan 'ahwa distri'usi 'e'an pada 'agian atas tiang terlihat /ukup 'esar ('entuk kurva le'ih /uram* di'andingkan dengan 'agian 'awah tiang karena dise'a'kan 'elum memperhitungkan adanya 'e'an residual yang ter#adi pada tiang. 2engaruh 'e'an residual terhadap distri'usi 'e'an diperlihatkan pada gam'ar 9 'erikut ini. Menurut )ellenius (<%%<*, kesalahan utama yang dihasilkan dari tidak menyadari adanya 'e'an residual dalam mengevaluasi hasil u#i 'e'an pada tiang adalah 'ahwa tahanan selimut akan terlihat le'ih 'esar dari nilai se'enarnya, sedangkan tahanan u#ung akan terlihat le'ih ke/il dari nilai se'enarnya. Selan#utnya dari gam'ar < terlihat adanya transfer 'e'an yang sangat 'esar antara level + <m sampai level + Dm dan anatara level + Dm sampai +<<m pada pem'e'anan B!% ton dan <%B% ton. 2adahal nilai N lapisan ini tidak le'ih 'esar dari lapisan tanah di'awahnya. Contoh kasus+kasus lain akan ditayangkan dalam penyampaian makalah.

>

0 &ambar ") 2engaruh 'e'an residual pada kurva distri'usi 'e'an ()ellenius, <%%<* /. 2enurunan tiang 'or dari tell+tale 2emasangan tell+tales sangat 'erguna dalam u#i 'e'an dalam mem'erikan penilaian penurunan elastis sepan#ang tiang 'or. Umumnya pada pelaksanaan, /asing tell+tales pada u#ung tiang 'isa kemasukan /airan 'eton atau lumpur sehingga tell+tales rod tidak mampu men/apai u#ung tiang. 0leh karena itu, tell+tales yang ditanamkan pada u#ung tiang harus dipasang dengan 'enar dan diproteksi. .nterpretasi tell+tale dari kasus u#i 'e'an se'agaimana terlihat pada gam'ar > tidak menun#ukan keanehan. .nterpretasi tell+tale umumnya le'ih konsisten asal lu'ang tell+tale tidak kemasukkan 'enda lain. *# 1iskusi dan Kesimpulan 1ari uraian terse'ut diatas, untuk dapat menginterpretasikan hasil u#i 'e'an, 'anyak hal+ hal yang perlu diperhatikan. 2engalaman penulis #uga menyimpulkan 'ahwa u#i 'e'an siklik sering menye'a'kan keran/uan pada pem'a/aan strain gages, sehingga untuk u#i 'e'an pendahuluan se'aiknya #angan dilakukan dengan pem'e'anan siklik. .nterpretasi u#i 'e'an tiang 'or yang dilakukan di 4akarta masih dapat diper'aiki dengan F . Melakukan pen/atatan u#i /o'a dengan alat yang le'ih 'aik <. Memasang #uga load!cell untuk menge/ek 'e'an yang diteruskan pada kepala tiang u#i . -. Mengukur 'esarnya 'e'an residu pada waktu 'eton 'aru selesai di/or dan 'elum dilakukan pem'e'anan pada tiang u#i. 1ari pengalaman penulis 'erdasarkan analisa pada hasil u#i 'e'an statis pada tiang 'or yang diinstrumentasi pada proyek+proyek 'angunan tinggi di 4akarta, tahanan u#ung yang termo'ilisasi pada tiang 'or sangat ke/il, terutama pada tiang 'or yang relatif pan#ang. 2erlu di/atat di sini 'ahwa pada u#i 'e'an terse'ut, 'e'an residu tidak3'elum ter/atat. Namun untuk tiang 'or, logikanya 'esarnya 'e'an residu tahanan u#ung tiang tidak 'esar. 7e'an residu pada u#ung 3dasar tiang tidak mungkin mele'ihi 'erat total 'eton tiang 'or. Menurut pendapat penulis ke/ilnya tahanan u#ung tiang terutama dise'a'kan adanya guguran+guguran tanah pada dasar lu'ang 'or yang tidak sempurna di'ersihkan, sehingga menye'a'kan adanya efek soft toe pada u#ung tiang 'or. Aki'at efek pelaksanaan tiang 'or inilah yang menye'a'kan 9

tahanan u#ung yang termo'ilisasi tidak sesuai dengan 'esarnya daya dukung u#ung yang dian#urkan penulis luar negeri. 1iluar negeri umumnya muka air sangat rendah, sehingga tiang 'or tidak terisi air dan dasar lu'ang dapat diinspeksi langsung se'elum 'etonnya di/or. 2erlu disadari 'ahwa /ara pelaksanaan tiang 'or yang 'er'eda menghasilkan perilaku dukung yang 'er'eda pula. 0leh karena itu, para ahli geoteknik .ndonesia #angan menyertai 'egitu sa#a rumus daya dukung tiang 'or dari 'uku yang ditulis ahli luar negeri, se'elum rumus terse'ut di u#i /o'a untuk proyek yang ditangani di .ndonesia. Ce#ala 'ahwa satuan tahanan friksi pada 'agian atas tiang yang relatif le'ih 'esar dari pada 'agian 'awah tiang, meskipun kekuatan tanahnya (nilai N* sama, perlu dika#i le'ih mendalam. 5erutama perlu dilihat apakah ada pengaruh dari tekanan tanah samping dari sistem =entledge. Hal ini kiranya perlu diteliti le'ih lan#ut untuk mendapat kepastian penye'a' dari ge#ala terse'ut. 2ada pem'e'anan tiang 'or, selalu tahanan friksi 'eker#a le'ih dulu daripada tahanan u#ung tiangnya. Setelah tahanan friksi tiang 'or mendekati tahanan ultimitnya, 'aru tahanan u#ung ikut 'eker#a. 0leh karena itu, perlu hati+hati menentukan daya dukung i#in tiang 'or. Humus daya dukung tiang yang 'iasa dipakai adalah F K K i#in = ult (<* )= t K K K i#in = u' + us (-* )= )= < 1i mana F Ki#in Kult Ku' Kus ()=t* ()= * ()=<* , 1aya dukung i#in tiang 'or , 1aya dukung ultimit total , 1aya dukung ultimit u#ung tiang , 1aya dukung ultimit friksi tiang , )aktor =eamanan total , )aktor =eamanan untuk tahanan u#ung , )aktor =eamanan untuk tahanan friksi

Mengingat 'ahwa untuk tiang 'or yang diameternya relatif 'esar, sedang mo'ilisasi tahanan u#ung ultimit tiang 'aru di/apai setelah ter#adi penurunan sekitar %& diameter tiang@ maka dilihat dari sudut 'atas penurunan struktur, daya dukung ultimit u#ung tiang tidak mungkin dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Atas dasar itu, untuk tiang 'or, rumus (-* le'ih sesuai. 0leh karena itu faktor keamanan untuk tahanan u#ung, #uga harus di'uat /ukup 'esar, katakanlah )= , > atau le'ih. Se'aliknya tahanan residu friksi tiang masih tetap dapat 'eker#a meskipun penurunan relatif 'esar, maka )=< dapat diperke/il. )=< , < umumnya dapat diterima dan #ika perhitungan tahanan friksi dianggap akurat dan aman, )=< , 3< 'isa diterapkan. .nterpretasi perilaku tiang 'or merupakan seni yang mem'utuhkan suatu pemahaman yang mendasar mengenai perilaku tiang+tanah terutama mengenai mekanisme 'e'an ditransfer ke dalam tanah. Metode interpretasi yang tepat merupakan suatu tantangan yang sangat menarik untuk dipela#ari terus+menerus terle'ih+le'ih terdapat 'anyaknya faktor ketidakpastian (uncertainty* dalam material tanah yang terdapat didalam 'umi. 1engan adanya studi+studi kasus, pengalaman setempat, dan engineering judgement, kiranya kita dapat melakukan evaluasi untuk menghasilkan suatu metode interpretasi yang le'ih tepat. .nterpretasi yang tepat merupakan integrasi dari semua aspek seperti yang terlihat pada gam'ar B merupakan pra+ syarat untuk mendapat disain pondasi yang optimum.

&ambar "*# 5antangan memprediksi daya dukung tiang 'or dengan le'ih tepat Se'agai penutup, penulis menyarankan agar instrumentasi tiang u#i diper'aiki sesuai B. sampai dengan B.- agar kita dapat menginterpetasikan dan memperkirakan daya dukungnya se/ara le'ih tepat. 1engan demikian dari hasil penelitian yang 'aru terse'ut, perhitungan tahanan friksi ultimit tiang 'or masih dapat dilakukan sesuai gam'ar D (Mimasalle !!!*, tetapi dengan koridor yang le'ih sempit 7erdasarkan data S25 (NB%* Humus tahanan )riksi F Kus , N.NB% (t3m<* (>*

D <%

<

% N.NB% (t3m<* 9 D B % % <% -% NB% &ambar "+# 5ahanan )riksi ultimit tiang 'or untuk kondisi tanah daerah 4akarta. (Mimasalle, !!D* D >% 9% B% "

1engan /atatan 'ahwa nilai N.NB% diam'il dari gam'ar D. Untuk 'agian atas tiang 'or sepan#ang 9 diamater (91*, nilai N.NB% dapat diper'esar sampai %%& #ika ter'ukti volume 'eton didaerah terse'ut le'ih 'esar (8 9&* dari volume teoritis. Untuk 'agian 'awah tiang 'or sepan#ang 9 diameter (maksimal %1 #ika M 8 >9m*, nilai N.NB% harus direduksi se'esar <%&. 5ahanan friksi i#in ditentukan dengan rumus F K US dengan )=< , <. K S5 = )= < +# 2e/erensi . !meri3an So3iety /or Testing and Materials4 !STM 1 ""(%5,"# 6"--(7. #tandard &est Method for Piles 'nder #tatic (xial )ompressi"e %oad . Annual 7ook of AS5M Standards, pp. !-+ %-. <. 8hang4 Ming5Fang# 6"--(7. *nterpretation of (xial %oad &est +esults from *nstrumented ,ored Piles. S/hool of Civil and Stru/tural Engineering, Nanyang 5e/hnologi/al .nstitute, Singapore. -. 8oyle4 9#M#4 : 2eese4 L#8# 6"-**7. %oad &ransfer for (xially %oaded Piles in )lay. ASCE 4ournal of the Soil Me/hani/s and )oundation 1ivision, !< (SM<*, pp. +<B. >. 1unni3li//4 # 6"--%7. -eotechnical *nstrumentation for Monitoring .ield Performance. 4ohn Oiley L Sons, .n/., New 6ork. 9. Fellenius4 B#9# 6$..$7. Determination the +esistance Distribution in Piles. Part /. Notes on #hift of No!%oad +eading and +esidual %oad . Ceote/hni/al News MagaAine, ;ol.<%, No.<. B. Fellenius4 B#9# 6$..$7. Determination the +esistance Distribution in Piles. Part 0. Method for Determining the +esidual %oad . Ceote/hni/al News MagaAine, ;ol.<%, No.-. pp. <9+<!. D. Fellenius4 B#9# 6$..(7. ,asic of .oundation Design. www.fellenius.net. ". Fellenius4 B#9# 6$..*7. 2ersonal Communi/ation. !. Finno4 2i3hard #4 ;1# 6"-,-7. Predicted and 1bser"ed (xial ,eha"ior of Piles. F +esults of a Pile Prediction #ymposium. Ceote/hni/al Spe/ial 2u'li/ation No.<-. ASCE. %. &eote3hni3al ;ngineering <//i3e# 6$..*7. .oundation Design and )onstruction. Civil Engineering and 1evelopment 1epartment, 5he Covernment of the Hongkong. . 9artono# 6$..+7. *nterpretasi 2asil 'ji ,eban &ekan dari &iang ,or yang di *nstrumentasi. Skripsi Sar#ana 5eknik Sipil Universitas =risten =rida Oa/ana, 4akarta. <. Kra/t4 L#M#4 2ay4 2#P#4 : Kaga=a4 T# 6"-,"7 . &heoretical t!$ )ur"e. ASCE 4ournal of Ceote/hni/al Engineering, ;ol. %D, No. C5 , Novem'er, pp. 9>-+ 9B . -. Kra/t4 L#M#4 Fo3ht4 #!#4 : !merasinghe4 S#F# 6"-,"7 . .riction )apacity of Piles Dri"en *nto )lay. ASCE 4ournal of Ceote/hni/al Engineering, ;ol. %D, No. C5 , Novem'er, pp. 9< + 9> . >. Limasalle4 S#P# 6"--*7. Masalah 'ji ,eban #tatis 3ertikal .ondasi &iang . 2rosiding Seminar )oundation 2ro'lemP!B. 9. Limasalle4 S#P# 6"---7. Perkiraan Daya Dukung (ksial .ondasi &iang ,or di Jakarta. 2rosiding Seminar Nasional Ceoteknik, 4urusan Sipil Universitas Ca#ah Mada, 6ogyakarta. B. Limasalle4 S#P# : 9artono# 6$..+7. 'ji ,eban #tatis, 4disi ke!0. )akultas 5eknik 4urusan Sipil, Universitas =risten =rida Oa/ana. 4akarta. "