Anda di halaman 1dari 6

INDIRECT PULP THERAPY IN A SYMPTOMATIC MATURE MOLAR USING CALCIUM ENRICHED MIXTURE CEMENT Triyunda Permatasari 1 Rina!

ati Satri"# Bidang Konservasi, Kedokteran Gigi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah
Alamat korespondensi: Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia, 531 ! "mail# tri$unda%ermatasari&ro'ketmail!'om

A$STRA%
Pulpa gigi memiliki kemampuan untuk regenerasi. Terapi pulpa indirect direkomendasikan untuk menjaga vitalitas pulpa pada gigi tanpa gejala disertai karies sangat mendalam serta gigi dengan gejala klinis pulpitis reversibel. Dalam studi kasus ini, kami melakukan terapi pulpa indirect dengan calcium enriched mixture (C !" cement pada molar permanen disertai gejala. #etelah pemeriksaan klinis dan radiogra$i gigi didiagnosis pulpitis ireversibel dan disertai periodontitis apikalis. Terapi pulpa indirect meliputi menghilangkan karies, aplikasi C ! cement sebagai pulp cap dan kemudian dilakukan restorasi. #etelah % minggu eveluasi gejala spontan pada pasien hilang. valuasi selama satu tahun menunjukan pulpa masih vital, $ungsi klinis baik, serta tidak adan&a rasa sakit atau n&eri pada perkusi, palpasi baik test sensitivitas dengan rangsangan dingin juga baik, gambaran radiogra$i pada periapikal menunjukan pen&embuhan lesi periradikuler dengan tulang &ang baru terbentuk , 'ondisi ini merupakan pulpa normal dengan periodonsium &ang normal. (ni merupakan hasil &ang menguntungkan dan menunjukan bah)a terapi pulpa indirect mungkin pilihan pengobatan &ang baik dibandingkan dengan pera)atan endodontik pada pasien muda. terapi pulpa indirect untuk lesi karies &ang dalam merupakan sebuah rencana pera)atan lebih mudah, lebih praktis dan berharga dari pada penghilangan karies keseluruhan . %ey!"rds& Apical periodontitis, calcium enriched mixture cement, endodontic, pulp cap, pulpitis, step)ise excavation

PENDAHULUAN
Pulpitis ireversibel dengan gejala adalah keadaan pulpa &ang ditandai dengan n&eri ringan atau berat &ang tetap timbul setelah rangsangan dililangkan . Dalam beberapa kasus kasus pulpektomi atau ekstraksi diperlukan untuk mengurangi gejala dan mencegah apikal periodontitis. *amun, karena beratn&a peradangan pulpa tidak dapat diukur secara kuantitati$ , maka harus didasarkan pada temuan klinis dari pada diagnosis histologis apalagi ada korelasi &ang tidak kuat pada keduan&a. #elain itu, pulpa gigi secara klinis didiagnosis dengan pulpitis ireversibel

&ang terbukti memiliki potensi untuk sembuh setelah pulpotomi dengan biomaterial &ang tepat seperti mineral trioksida agregat ( !TA " dan calcium enriched mixture (C !". #ebuah tinjauan sistematis mengungkapkan bah)a untuk mengurangi risiko karies pulpa teresposure, pengambilan sebagian karies ( terapi pulpa direct " dapat menghasilkan kesuksesan jangka panjang dibandingkan dengan pengambilan seluruh karies pada lesi &ang dalam . #ebuah uji klinis menunjukkan tingkat kelangsungan hidup &ang tinggi dari gigi permanen saat lesi karies &ang mendalam dira)at tanpa mengekspos

pulpa dengan mengaplikasikan indirect pulp cap. +asil ini menunjukkan bah)a pulpa gigi tetap tanpa gejala dan dipertahankan potensi pen&embuhan dan kemampuan de$ensi$ setelah pera)atan . Penggambilan sebagian besar dentin &ang terin$eksi dan isolasi lesi karies &ang tersisa dari cairan rongga mulut dengan bahan &ang tepat adalah pengobatan &ang diterima untuk gigi &ang rusak parah. #elain itu , terapi pulpa direct adalah sederhana lebih ekonomis dibandingkan dengan pera)atan saluran akar . C ! semen telah diperkenalkan sebagai biomatrial endodontik berbasis air dan gigi ber)arna . #etelah pencampuran dengan cairan, p+ C ! meningkat menjadi , %- +al ini diasumsikan bah)a dalam lingkungan p+ &ang tinggi kalsium ion &ang dilepaskan dari C ! bereaksi dengan $os$at endogen untuk membentuk hidroksiapatit, ini akan menjelaskan kemampuan biokompatibilitas semen. #ebuah penelitian in vitro menunjukkan bah)a si$at anti . bakteri C ! mirip dengan kalsium hidroksida. C ! telah digunakan sebagai bahan pengisi ujung akar , serta agen direct pulp capping , pulpotomi agen, Aplikasi apikal , dalam perbaikan per$orasi $urkasi, pengelolaan resorpsi akar, dan ndodontik regenerati$ /aru.baru ini, laporan &ang menarik menunjukkan hasil pengobatan &ang menguntungkan direct pulp capping dengan C ! untuk penanganan molar permanen &ang mature atau de)asa dengan pulpitis ireversibel disertai periodontitis apikal. 0aporan berikut membahas kasus pertama keberhasilan pengelolaan gigi permanen dengan gejala pulpitis ireversibel disetai periodontitis apikal dengan terapi pulpa indirect dengan C ! , diikuti oleh restorasi sand)ich 1(C dan 'omposit. LAPORAN %ASUS #eorang )anita %2 tahun dengan gejala pada gigi molar pertama ba)ah kiri dan diobservasi pada sebuah klinik s)asta. Dia mengeluh sakit berkepanjangan selama beberapa menit bila terkena rangsang

dingin. Dia juga mengeluh sakit spontan pada siang hari dan pada malam hari. valuasi ekstraoral menunjukan struktur jaringan lunak &ang normal. Pemeriksaan intraoral menunjukkan gigi molar pertama ba)ah kiri dengan lesi karies &ang besar. Pemeriksaan diagnostik dilakukan, gigi tersebut memberikan respon berupa n&eri ringan ketika perkusi dan sakit berkepanjangan setelah di berikan #pra& dingin ndo . 3rost ( 4oeko , Coltene 5haledent , 0angenau , 6erman " .

Pemeriksaan radiogra$i menunjukkan adan&a lesi karies besar disertai periodontitis apikal 73igure %8.

(ntraoral pre.operative radiograph sho)ing )ell.de$ined radiolucenc& o$ mesial and distal roots o$ s&mptomatic $irst lo)er le$t molar

1igi &ang berdekatan dan berla)anan menunjukan kondisi &ang normal /erdasarkan pemeriksaan klinis dan radiogra$i , diagnosis pulpitis ireversibel dengan periodontitis apikal ditegakan . #etelah itu Terapi pulpa indirect diputuskan, in$ormed consent diperoleh dari )ali pasien.

Pasien diinstruksikan untuk berkumur dengan -,2 9 klorheksidin . 1igi dianestesi dengan lidokain 29 dengan %::-.--epine$rin ( DarouPakhsh , Tehran, (ran " kemudian daerah kerja diisolasi dengan rubber dam. #elanjutn&a dentin.enamel junction benar.benar di excavasi.

#ebagian besar karies pada dentin dengan hati.hati dibuang menggunakan tungsten.carbide round burs ('omet, 0emgo, 1erman&" pada kecepatan rendah, menengah dan besar excavator sendok ( Ash , 0ondon , (nggris " juga digunakan. xcavasi dihentikan setelah sisa karies dentin menunjukkan peningkatan resistensi terhadap instrumentasi manual. #etelah itu , dentin karies &ang tersisa di lantai pulpa ditutupi oleh kurang lebih %,; mm lapisan C ! semen ( /ioni<ue Dent , Tehran, (ran " . Cavitas gigi &ang tersisa kemudian direstorasi disegel dengan 1(C dan resin komposit sand)ich 73igure 28.

kedalaman probing normal, dan restorasi koronal memuaskan. Pemeriksaan radiogra$i menunjukkan periodontium normal, dan adan&a pen&embuhan periapikal 73igures 73igures@@ and andA8.A8.

#ix.month $ollo).up radiograph healing process o$ apical patholog&

sho)ing

Post.operative =rthopantomogram (=P1" sho)ing threel a&ers o$ restoration consist o$i ndirect pulptherap&>calcium enriched mixture, glass ionomer and composite resin. 0e$t: +igher magni$ication o$ treated $irst lo)er le$t molar revealing )ell de$ined periapical radiolucenc& o$ both roots

=ne.&ear $ollo).up radiograph complete periapical healing

sho)ing

PEM$AHASAN 'asus ini dilakukan dengan Terapi pulpa indirect dengan C ! semen pulp capping dengan tanda > gejala pulpitis ireversibel disertai dengan periodontitis apikal . Padahal , periodontitis apikal tampak jelas pada radiogra$, pulpa masih vital . Dalam kasus.kasus di mana radang pulpa ireversibel telah terdiagnosis, adalah bah)a pulpa tidak lagi memiliki potensi untuk men&embuhkan dan tidak akan bertahan dengan segala bentuk pengobatan. *amun, harus dipertimbangkan bah)a

Pasien kembali diperiksa secara klinis setelah % dan ? hari . Pada % hari $ollo). up, pasien mengeluhkan sensitivitas terhadap rangsang, &ang dingin telah berkurang secara signi$ikan % minggu pasca tindakan. Perkusi tidak dilaporkan kembali. Pasien dipanggil kembali pada % tahun untuk $ollo) up secara klinis dan radiogra$i. Pemeriksaan klinis dengan uji rangsang dingin menunjukkan gigi vital &ang $ungsional , tanpa gejala , dengan mobilitas &ang normal $isiologis ,

pulpitis ireversibel adalah istilah klinis untuk klasi$ikasi pen&akit pulpa , ketika mengobati lesi karies &ang dalam dokter harus mendiagnosa pulpitis ireversibel atas dasar metode diagnostik tidak langsung . Ada sedikit bukti untuk menghubungkan tanda.tanda klinis > gejala dengan $itur histologis dari pen&akit pulpa. =leh karena itu , dokter gigi dilatih untuk mendiagnosa pulpitis ireversibel ketika pasien mengeluh n&eri &ang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam , n&eri memperburuk dengan panas > cairan dingin, dan memancarkan rasa sakit, serta tendensi perkusi . *amun, tidak ada in$ormasi untuk menunjukkan gejala merupakan indikasi bah)a pulpa tidak lagi dapat memperbaiki dirin&a sendiri . #ebalikn&a, laporan terbaru menunjukkan bah)a gigi dengan pulpitis ireversibel menunjukkan hasil pengobatan &ang menguntungkan dengan pulpotomi menggunakan C ! > !TA sebagai cappings pulpa !eskipun pen&akit pulpa dalam kasus tersebut mengalami in$lamasi, pulpa tersebut masih vital, masih terdapat suplai darah dan karena itu $aktor &ang paling penting untuk pen&embuhan. Dalam evidence base baru.baru ini, proses in$lamasi harus dikaji ulang untuk mengenali mungkin atau kemungkinan e$ek positi$ pada pen&embuhan pulpa. 3ollo) up klinis atau radiogra$i menunjukkan hasil pengobatan &ang menguntungkan bagi Terapi pulpa indirect C ! . +asil ini menunjukkan bah)a peradangan lokal &ang parah pada jaringan pulpa dapat men&embuhkan dan diperbaiki jika iritasi akan dihapus dan pulpa dilindungi dari iritasi lebih lanjut. 6ika penelitian lebih lanjut mendukung hal ini , mungkin ada kebutuhan untuk reklasi$ikasi pen&akit pulpa gigi. 'onsep lengkap karies saat ini sedang ditantang untuk gigi permanen. #ebuah bukti.bukti telah

menunjukkan bah)a Terapi pulpa indirect berhasil untuk pengelolaan dalam lesi karies pada gigi geraham primari serta teknik dua tahap pada gigi permanen &ang belum matang B . namun , beberapa studi terbaru menunjukkan hasil &ang sama pada gigi permanen matang . Terapi pulpa indirect mengurangi risiko eksposur pulpa akibat karies karies , mengurangi substrat untuk mikroorganisme, mencegah perkembangan lesi dan mempromosikan reaksi $isiologis di kompleks pulpa C dentin. % tahun $ollo).up klinis menunjukkan bah)a satu kunjungan terapi pulpa indirect koronal coronal $illing cukup memuaskan , dan $ollo) up kedua tidak dijad)alkan. /eberapa bahan gigi telah diusulkan untuk capping lesi karies &ang tersisa di terapi pulpa indirect , &aitu kalsium hidroksida , semen polikarboksilat dikombinasikan dengan tanin . $luoride persiapan, seng oksida . eugenol semen , resin . bonded komposit , semen ionomer kaca dan semen $os$at tembaga. /ahan capping &ang ideal anti . bakteri , tidak beracun , dimensi stabil , biokompatibel , dan menciptakan segel kedap udara serta dapat menginduksi regenerasi pulp. C ! semen sebagai endodontik biomaterial baru menunjukkan karakteristik &ang )ajar. Data &ang cukup telah menunjukkan si$at &ang menguntungkan dari C ! semen &aituB si$at anti . bakteri , kemampuan pen&egelan , stabilitas dimensi dan biokompatibilitas bila dibandingkan dengan bahan baku lain emas seperti kalsium hidroksida atau !TA. +asil &ang menguntungkan dalam studi kasus ini mungkin sebagian disebabkan usia pasien . 1igi pasien muda mungkin memiliki apices sedikit terbuka dan pulpa gigi dapat merespon lebih positi$ untuk pulp capping.

%ESIMPULAN /erdasarkan pengamatan klinis dan radiogra$i , kita dapat men&impulkan bah)a meskipun peradangan pulpa dan periradikuler jelas dari lesi karies &ang mendalam, Terapi pulpa indirect konservati$ dapat menghasilkan perbaikan pulpa dan pen&embuhan periradikuler &ang gigi geraham permanen. #elain itu, Terapi pulpa indirect > C ! kasus lesi karies &ang dalam pada pasien muda adalah rencana pera)atan lebih mudah , lebih praktis dan e$ekti$ dari pada lengkap karies &ang dapat mengakibatkan terbukan&a pulpa dan pera)atan saluran akar . Dji klinis perlu dilakukan pada teknik ini untuk lebih menjadi landasan bukti klinis . RE'ERENCES 1. 0evin 01, 0a) A#, +olland 14, Abbott PE, 4oda 4#. (denti$& and de$ine all diagnostic terms $or pulpal health and disease states. 6 ndod. 2--FB@;:%GA;C;?. 7Pub!ed: %FF@2@@F8 2. #eltHer #, /ender (/, IiontH !. The d&namics o$ pulp in$lammation: Correlations bet)een diagnostic data and actual histologic $indings in the pulp. =ral #urg =ral !ed =ral Pathol. %FG@B%G::AGC?%. 7Pub!ed: %@F:?:@-8 3. ghbal !6, Asgar& #, /aglue 4A, Parirokh !, 1hoddusi 6. !TA pulpotom& o$ human permanent molars )ith irreversible pulpitis. Aust ndod 6. 2--FB@;:AC:. 7Pub!ed: %F@@;;-F8 4. Asgar& #, hsani #. Permanent molar pulpotom& )ith a ne) endodontic cement: A case series. 6 Conserv Dent. 2--FB%2:@%CG. 7P!C(D: P!C2:A::%%8 7Pub!ed: 2-@?FA@:8

5. Asgar& #. Calcium.enriched mixture pulpotom& o$ a human permanent molar )ith irreversible pulpitis and condensing apical periodontitis. 6 Conserv Dent. 2-%%B%A:F-C@. 7P!C(D: P!C@-FF%2;8 7Pub!ed: 2%GF%;%G8 6. *osrat A, #ei$i A, Asgar& #. Pulpotom& in caries.exposed immature permanent molars using calcium.enriched mixture cement or mineral trioxide aggregate: A randomiHed clinical trial. (nt 6 Paediatr Dent. 2-%2 7. Asgar& #, ghbal !6. Treatment outcomes o$ pulpotom& in permanent molars )ith irreversible pulpitis using biomaterials: A multi.center randomiHed controlled trial. Acta =dontol #cand. 2-%2 8. 4icketts D*, 'idd A, (nnes *, Clarkson 6. Complete or ultraconservative removal o$ deca&ed tissue in un$illed teeth. Cochrane Database #&st 4ev. 2--GB@:CD--@:-:. 7Pub!ed: %G:;G-%F8 9. /jJrndal 0, Th&lstrup A. A practice. based stud& on step)ise excavation o$ deep carious lesions in permanent teeth: A %.&ear $ollo).up stud&. Communit& Dent =ral pidemiol. %FF:B2G:%22C:. 7Pub!ed: FGA;A-G8 10. #tark !!, *icholson 46, #oelberg '/. Direct and indirect pulp capping. Dent Clin *orth Am. %F?GB2-:@A%CF. 7Pub!ed: %-?:;@G8 11. Asgar& #, #hahabi #, 6a$arHadeh T, Amini #, 'heirieh #. The properties o$ a ne) endodontic material. 6 ndod. 2--:B@A:FF-C@. 7Pub!ed: %:G@AF@28 12. Asgar& #, ghbal !6, Parirokh !, 1hoddusi 6. $$ect o$ t)o storage solutions on sur$ace topograph& o$ t)o root.end $illings. Aust ndod 6.

2--FB@;:%A?C;2. 7Pub!ed: %FFG%A;@8 13. Asgar& #, 'amrani 3A. Antibacterial e$$ects o$ $ive di$$erent root canal sealing materials. 6 =ral #ci. 2--:B;-:AGFC?A. 7Pub!ed: %F%-GA?G8 14. Asgar& #, ghbal !6, hsani #. Periradicular regeneration a$ter endodontic surger& )ith calcium. enriched mixture cement in dogs. 6 ndod. 2-%-B@G::@?CA%. 7Pub!ed: 2-A%GA2F8 %;. Asgar& #, ghbal !6, Parirokh !, 1hanavati 3, 4ahimi +. A comparative stud& o$ histologic response to di$$erent pulp capping materials and a novel endodontic cement. =ral #urg =ral !ed =ral Pathol =ral 4adiol ndod. 2--:B%-G:G-FC%A. 7Pub!ed: %:?%:?:@8 16. !aleka$Hali /, #hekarchi 3, Asgar& #. Treatment outcomes o$ pulpotom& in primar& molars using t)o endodontic biomaterials. A 2.&ear randomised clinical trial. ur 6 Paediatr Dent. 2-%%B%2:%:FCF@. 7Pub!ed: 22-??G:F8 17. *osrat A, Asgar& #. Apexogenesis treatment )ith a ne) endodontic cement: A case report. 6 ndod. 2-%-B@G:F%2CA. 7Pub!ed: 2-A%GAA;8 18. *osrat A, Asgar& #, ghbal !6, 1hoddusi 6, /a&at.!ovahed #. Calcium.enriched mixture cement as arti$icial apical barrier: A case series. 6 Conserv Dent. 2-%%B%A:A2?C@%. 7P!C(D: P!C@22?2FG8 7Pub!ed: 22%AA:%:8 19. #amiee !, ghbal !6, Parirokh !, Abbas 3!, Asgar& #. 4epair o$ $urcal per$oration using a ne) endodontic cement. Clin =ral (nvestig. 2-%-B%A:G;@C:.

2-. Asgar& #, *osrat A, #ei$i A. !anagement o$ in$lammator& external root resorption b& using calcium. enriched mixture cement: A case report. 6 ndod. 2-%%B@?:A%%C@. 7Pub!ed: 2%@2F:@%8 2%. *osrat A, #ei$i A, Asgar& #. 4egenerative endodontic treatment (revasculariHation" $or necrotic immature permanent molars: A revie) and report o$ t)o cases )ith a ne) biomaterial. 6 ndod. 2-%%B@?:;G2C?. 7Pub!ed: 2%A%F@%-8