Anda di halaman 1dari 29

BAB I 1.

1 Pendahuluan Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual.Penyakit menular seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. PMS dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius. Penyakit Menular Seksual (PMS) disebut juga venereal (dari kata venus, yaitu Dewi Cinta dari Romawi kuno), didefinisikan sebagai salah satu akibat yang ditimbulkan karena aktivitas seksual yang tidak sehat sehingga menyebabkan munculnya penyakit menular, bahkan pada beberapa kasus PMS membahayakan. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi, seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian. Wanita lebih beresiko untuk terkena PMS lebih besar daripada laki-laki sebab mempunyai alat reproduksi yang lebih rentan. Dan seringkali berakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah. Oleh karena letak dan bentuk kelaminnya yang agak menonjol, gejala PMS pada laki-laki lebih mudah dikenali, dilihat, dan dirasakan. Sedangkan pada perempuan sebagian besar gejala yang timbul hampir tak dapat dirasakan

1.2 Rumusan Masalah A. Macam-macam Penyakit Menular Seksual B. Human Immunodeticiency Virus (HIV)/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 1. Definisi & Fase Human Immunodeficiency Virus 2. Cara Penularan HIV (AIDS) 3. Tes HIV (AIDS) 4. Caring and Curing pada penderita HIV (AIDS) 5. Komplikasi HIV (AIDS) 6. Perlindungan diri terhadap HIV (AIDS) C. Herpes Simplex Virus 1. Definisi Herpes Simplex Virus 2. Gejala Herpes Simplex Virus 3. Cara Penularan Herpes Simplex Virus 4. Tes Herpes Simplex Virus 5. Caring and Curing Herpes Simplex Virus 6. Komplikasi Herpes Simplex Virus 7. Pencegahan Herpes Simplex Virus D. Venereal (Kutil Pada Alat Kelamin) 1. Definisi Venereal 2. Gejala Venereal 3. Cara Penularan Venereal 4. Tes Venereal 5. Caring and Curing Venereal 6. Komplikasi Venereal 7. Pencegahan Venereal

E. Gonorrhea 1. Definisi Gonorrhea 2. Gejala Gonorrhea 3. Cara Penularan Gonorrhea 4. Tes Gonorrhea 5. Caring and Curing Gonorrhea 6. Komplikasi Gonorrhea 7. Pencegahan Gonorrhea F. Chlamydia 1. Definisi Chlamydia 2. Gejala Chlamydia 3. Cara Penularan Chlamydia 4. Tes Chlamydia 5. Caring and Curing Chlamydia 6. Komplikasi Chlamydia 7. Pencegahan Chlamydia G. Sifilis 1. Definisi Sifilis 2. Gejala Sifilis 3. Cara Penularan Sifilis 4. Tes Sifilis 5. Caring and Curing Sifilis 6. Komplikasi Sifilis 7. Pencegahan Sifilis

H. Infeksi Jamur (candida) 1. Definisi candida 2. Gejala candida 3. Cara Penularan candida 4. Tes candida 5. Caring and Curing candida 6. Komplikasi candida 7. Pencegahan candida I. Bacterial Vaginosis 1. Definisi Bacterial Vaginosis 2. Gejala Bacterial Vaginosis 3. Cara Penularan Bacterial Vaginosis 4. Caring and Curing Bacterial Vaginosis 5. Komplikasi Bacterial Vaginosis 6. Pencegahan Bacterial Vaginosis J. Trichomoniasis (trich) 1. Definisi Trichomoniasis (trich) 2. Gejala Trichomoniasis (trich) 3. Cara Penularan Trichomoniasis (trich) 4. Tes Trichomoniasis (trich) 5. Caring and Curing Trichomoniasis (trich) 6. Komplikasi Trichomoniasis (trich) 7. Pencegahan Trichomoniasis (trich) K. Kutu Mons Pubis (ketam) 1. Definisi Kutu Mons Pubis (ketam) 2. Gejala Kutu Mons Pubis (ketam) 3. Cara Penularan Kutu Mons Pubis (ketam) 4. Tes Kutu Mons Pubis (ketam) 5. Caring and Curing Kutu Mons Pubis (ketam) 6. Pencegahan Kutu Mons Pubis (ketam) 7.

L. Molluscum Contagiosum 1. Definisi Molluscum Contagiosum 2. Gejala Molluscum Contagiosum 3. Cara Penularan Molluscum Contagiosum 4. Tes Molluscum Contagiosum 5. Caring and Curing Molluscum Contagiosum 6. Pencegahan Molluscum Contagiosum M. Chancroid 1. Definisi Chancroid 2. Caring and Curing Chancroid 3. Komplikasi Chancroid 4. Pencegahan Chancroid

BAB II 2. Pembahasan A. Macam-macam Penyakit Menular Seksual 1. Human Immunodeticiency Virus (HIV)/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 2. Herpes Simplex Virus 3. Venereal (Kutil Pada Alat Kelamin) 4. Gonorrhea 5. Chlamydia 6. Sifilis 7. Infeksi Jamur (candida) 8. Bacterial Vaginosis 9. Trichomoniasis (trich) 10. Kutu Mons Pubis (ketam) 11. Molluscum Contagiosum 12. Chancroid B. Human Immunodeticiency Virus (HIV)/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) 1. Definisi & Fase Human Immunodeficiency Virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang hidup di dalam darah manusia, tidak dalam darah setiap orang tetapi hanya dalam darah seseorang yang terinfeksi. Meskipun begitu, siapa saja bisa terinfeksi, termasuk anda. HIV tidak membedakan usia, warna kulit, orientasi seksual, agama, kebangsaan ataupun faktor pembeda lainnya. Sekali saja HIV sudah berada dalam diri anda (artinya anda telah terinfeksi HIV), tidak ada yang bisa anda lakukan untuk mengeluarkannya. Tetapi ada banyak cara agar anda bisa menghindarinya.

HIV berkembang dari infeksi menjadi suatu penyakit yang mengancam jiwa manusia, yaitu Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), dalam 4 fase berikut : Fase 1 : Fase ini dimulai tepat setelah infeksi dan berlangsung selama beberapa minggu. Fase 1 ini ditandai dengan perasaan tidak enak badan seperti flu, meski pada 20% penderita terjadi flu yang parah. Tes HIV yang dilakukan pada fase ini mungkin menunjukkan bahwa anda tidak terinfeksi HIV. Fase 2 : Fase ini adalah tahap yang terpanjang diantara keempat fase lainnya, bahkan dapat berlangsung hingga sepuluh tahun. Selama fase ini hampir tidak ada gejala serta penderita terlihat dan merasa sehat-sehat saja. Padahal sebenarnya, pada fase inilah virus sedang berkembang. Pelan-pelan HIV menghancurkan sel-sel CD4 dalam darah, yang berjumlah banyak sekali untuk melawan penyakit. Semakin sedikit sel CD4 yang anda miliki, sistem kekebalan tubuh anda semakin melemah dan anda akan semakin sulit untuk menghindari penyakit. Memang tubuh akan melawan dengan cara mengganti sel CD4 yang rusak atau hilang dengan yang baru sebanyak mungkin, tetapi selalu kalah cepat dibanding dengan pembiakan HIV dalam tubuh anda. Untuk membantu tubuh dalam memerangi HIV ini, para peneliti telah mengembangkan obat-obatan antivirus yang bisa dikonsumsi orangorang dengan HIV.

Fase 3 : Fase ini dimulai ketika sel CD4 dalam tubuh sudah dikuasai virus yang pada tahap ini sudah banyak sekalidalam darah. Ketika sistem kekebalan tubuh sudah gagal, penyakitpun mulai menyerang. Penyakit-penyakit ini adalah penyakit yang biasanya dapat dilawan sistem kekebalan tubh dengan mudah, ironisnya penyakit inilah yang mnguasai dan mengendalikan tubuh yang terinfeksi HIV dan gejala penyakitpun berkembang. Pada awalnya gejala-gejala ini ringan, misalnya : lelah, diare, infeksi jamur, demam, berat badan terus menurun, berkeringat pada malam hari, pembengkakan kelenjar limpa, infeksi pada sekitar area mulut, atau batuk yang terus-menerus. Tetapi seiring dengan semakin melemahnya sistem kekebalan, gejala-gejala ini semakin parah. Fase 4 : Ketika gejala-gejala penyakit (seperti tuberculosis atau cancer) menjadi semakin parah, selanjutnya penderita didiagnosis menderita AIDS. Pada fase ini obat-obatan antivirus hanya bisa memperlambat perkembangan virus ini. 2. Cara Penularan HIV (AIDS) HIV terdapat dalam darah, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua spesimen yang berupa cairan tubuh dan berasal dari tubuh penderita HIV dapat dipastikan infeksius dan sangat potensional untuk menularkan virus ini pada orang lain, termasuk ketika sorang penderita HIV positif melakukan hubungan seksual dengan pasangannya maka bukan tidak mungkin bila pasangannya nantinya akan terinfeksi virus ini juga. Baik penderita HIV wanita maupun pria sangat riskan untuk menularkan virus ini pada pasangannya ketika berhubungan seksual, yakni melalui cairan sperma (bagi penderita pria) dan darah menstruasi (bila melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi bagi penderita wanita). Diyakini bahwa jumlah HIV dalam ludah seseorang yang terinfeksi sangat sedikit, oleh karenanya anda tidak perlu khawatir dengan ludah penderita HIV. Selain melalui hubungan

seksual, HIV juga bisa disebarkan melalui jarum suntik yang digunakan seseorang yang telah terinfeksi, atau bahkan bisa juga ditularkan oleh seorang ibu dengan HIV positif kepada bayinya pada waktu hamil atau menyusui. Jadi dapat disimpulkan bahwa penyebaran HIV yang infeksius ini dapat melalui perseksual, peroral (kemungkinan sangat kecil), parenteral (jarum suntik), dan perplasenta. 3. Tes HIV (AIDS) Bila ada kemungkinan anda terinfeksi HIV, lakukan tes dengan segera. Hasil yang positif berarti tes berhasil mendeteksi antibodi HIV dalam tubuh anda (dapat diasumsikan antibodi HIV = HIV). Bahkan meski hasil tes anda negatif bukan berarti anda bebas HIV karena virus ini mungkin saja telah masuk ke dalam pembuluh darah anda selama tiga bulan sebelum antibodi-antibodi itu muncul (bahkan ditemui kasus periode ini berlangsung hingga enam bulan), oleh karenanya untuk mendapatkan hasil tes yang akurat sebaiknya anda menunggu maksimal sampai enam bulan terhitung sejak saat pertama kali anda merasa kemungkinan terinfeksi, untuk melakukan tes HIV. Selama rentang waktu tersebut hindari hubungan seks tanpa pelindung untuk mencegah transmisi virus ini ke dalam tubuh orang lain. Tes HIV tersedia pada pusat-pusat Keluarga Berencana, klinik kesehatan, program rehabilitasi ketergantungan obat, prakter dokter dan rumah sakit. Ketika membuat janji dengan dokter (untuk pemeriksaan laboratorium), tanyakan tentang kebijakan kerahasiaan dan anonimitas. Jika berhubungan dengan HIV, sebagian besar petugas kesehatan akan menghargai hak dan privasi anda tanpa membedakan usia (akan lebih baik bila anda mengkonfirmasikan hal ini sebelumnya).

Terdapat dua jenis tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi HIV dalam darah manusia, yaitu : >>>Tes melalui sampling darah Tes ini adalah tes yang paling mudah didapatkan. Petugas kesehatan mengambil sejumlah kecil darah dari lengan anda dengan menggunakan jarum, kemudian mengirimkan sampel darah anda ke laboratorium untuk diperiksa apakah terdapat antibodi untuk melawan virus atau tidak. Hasilnya dapat dilihat setelah 1-2 minggu, untuk memastikan apakah anda HIV positif atau negatif. >>>Tes melalui spesimen saliva / ludah (Tes Oral) Tes yang dilakukan untuk memeriksa apakah ada antibodi HIV di dalam ludah anda. Pada pelaksanaan tes ini, anda perlu membuka mulut lebarlebar dan membiarkan petugas kesehatan menyeka lidah dan rongga dalam pipi anda dengan kapas. Hasilnya baru bisa terlihat setelah 1-2 minggu. Bila hasil tes anda dinyatakan HIV positif, yang berarti terdapat virus dalam darah anda, akan sangat sulit diterima. Dan akan sangat membantu bila anda mendapatkan dukungan keluarga dan teman-teman anda. Tetapi mungkin saja bahkan orang-orang yang paling menyayangipun tidak bisa memberikan solusi terbaik untuk menghadapi situasi sulit yang sedang anda hadapi. Disinilah peran konselor sangat diprioritaskan, untuk menjelaskan apa yang bisa dan seharusnya anda lakukan untuk mencegah virus ini menyebar dan menjelaskan pilihan-pilihan caring and curing serta memberikan informasi tentang pilihan gaya hidup yang akan menjaga kondisi anda tetap sehat selama mungkin.

10

4. Caring and Curing pada penderita HIV (AIDS) Penderita HIV (AIDS) mencoba dan berusaha untuk tetap sehat melalui istirahat, konsumsi makanan bergizi dan berolah raga. Tujuan mereka adalah agar sistem kekebalan tubuh mereka tetap kuat dalam melawan penyakit. Selain itu ada juga obat-obat yang dikembangkan untuk memperlambat penyebaran HIV dalam darah yaitu obat-obatan antivirus atau coctail. Dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV. 5. Komplikasi HIV (AIDS) Terdapat sejumlah penyakit yang umumnya berkembang dalam tubuh manusia dengan sistem kekebalan tubuh yang inadekuat ataupun rudak oleh HIV, diantaranya adalah : PCP (pneumonia), TBC, kaposi`s sarcoma (kanker kulit), non-Hodgkins`s lymphoma, herpes simplex, dll. 6. Perlindungan diri terhadap HIV (AIDS) Dalam hal ini bersifat kondisional artinya perlindungan diri terhadap infeksi HIV ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan diri untuk menghindari dan mencegah transmisi virus, misalnya dengan tidak mengabaikan pemakaian kondom (mencegah transmisi perseksual), menggunakan jarum disposible pada tiap pemeriksaan invasif (mengantisipasi transmisi parenteral), dll. C. Herpes Simplex Virus 1. Definisi Herpes Simplex Virus Herpes Simplex merupakan salah satu penyakit menular, yang disebabkan oleh virus DNA. Virus (Herpes Simplex) ini menyerang pada kulit, mukosa dan syaraf manusia.

11

2. Gejala Herpes Simplex Virus Gejala utama adalah : munculnya bintil (kumpulan vesiculae) secara serentak pada perbatasan kulit-mukosa serta terjadi di sembarang tempat (yang terinfeksi) dan sering didapati pada : area sekitar mulut, hidung, mata, jari tangan, pantat dan genetalia. Bintil ini bertahan 2-3 minggu, kemudian pecah. Biasanya diikuti rasa terbakar, nyeri dan gatal, serta sakit kepala dan demam. 3. Cara Penularan Herpes Simplex Virus Penyakit ini dapat menular melalui sentuhan serta adanya transmisi kontak langsung (misalnya berciuman)dengan penderita. Bintil herpes simplex virus ini bila ditemukan pada area sekitar genetalia, transmisi kontak langsung (melalui hubungan seksual) dengan penderita bukan tidak mungkin menyebabkan anda terinfeksi. Memakai pakaian penderita (secara bergantian) juga dapat diindikasikan sebagai media penularan herpes. 4. Tes ( diagnosa ) Herpes Simplex Virus Waktu yang paling tepat menemui dokter (spesialis kulit & kelamin) adalah segera setelah muncul bintil. Herpes mungkin saja bisa diidentifikasi dengan segera, tapi kadang memerlukan tes. Serangkaian tes tersebut meliputi pengorekan bintil untuk memperoleh lapisan mukosa kulit dalam dan dapat diperoleh hasil + / - setelah 1-2 minggu. Prosesnya akan menyakitkan. 5. Caring and Curing Herpes Simplex Virus Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang adekuat dan spesifik serta vaksin pencegah infeksi berulang untuk herpes. Perawatan herpes difokuskan pada 2 hal : pemberian obat anti-virus cyclovir dan antibiotik dengan dosis tepat. Serta pemenuhan kebutuhan nutrisi yang seimbang dan tepat.

12

6. Komplikasi Herpes Simplex Virus Kekambuhan dapat dipicu karena demam. Infeksi herpes dapat menimbulkan implikasi serius bila terjadi pada mata, cervix dan infant. 7. Pencegahan Herpes Simplex Virus Menghindari kontak langsung dengan penderita (dalam hal ini pemakaian kondom saat melakukan hubungan seksual dengan penderita), meningkatkan daya tahan tubuh dengan pemberian asupan dan pemenuhan kebutuhan nutrien (gizi) yang tepat, serta menjaga agar tubuh tetap fit dan sehat, dinilai sebagai tindakan yang bijak untuk mencegah herpes. D. Venereal (Kutil Pada Alat Kelamin) 1. Definisi Venereal Kutil pada alat kelamin (berbeda dengan kutil/benjolan kecil yang kadang timbul pada kaki, tangan dan punggung) merupakan salah satu PMS bagian dari human papilloma virus yang terdiri dari 100 jenis variasi virus. Inspeksi (pengamatan) bintil kutil pada alat kelamin ini akan tampak seperti kutil biasa, hanya saja jumlahnya tidak hanya satu atau dua saja tapi banyak dan bergerombol, berukuran sangat kecil dan seringkali tak terlihat. 2. Gejala Venereal Gejala awal munculnya virus ini ditandai dengan adanya sekelompok kutil di sekitar alat kelamin (genetalia), rectum dan gluteus. Bahkan pada beberapa kasus disebutkan bahwa kutil ini ditemukan pada bagian dalam vagina. Veneral akan terasa sangat sakit bila digaruk (apalagi bila berada dalam vagina) dan kadang terasa gatal. Biasanya dibutuhkan waktu 3 bulan bagi veneral untuk berkembang, meskipun kadang hanya butuh waktu 3 minggu.

13

3. Cara Penularan Venereal Veneral menjadi salah satu infeksi menular seksual yang penyebarannya paling cepat. Virus ini bisa tertular melalui kontak fisik secara langsung (berhubungan seksual) dengan penderita, bahkan hanya menyentuhnya saja anda bisa terinfeksi, Terlebih lagi veneral sangat kecil (sulit dihindari). Biasanya tubuh penderita akan membentuk antibodi terhadap virus ini sehingga penularan terhadap bagian tubuh yang lain tidak akan terjadi. 4. Tes ( diagnosa ) Venereal Langkah awal, dilakukan inspeksi secara visual dengan menggunakan alat khusus. Setelah didiagnosa bahwa bintil itu veneral, akan diberi medikasi sehingga bintil berwarna putih. Pada penderita wanita, biasanya didiagnosa terinfeksi veneral setelah dilakukan pap smear saat hasil tes menunjukkan pertumbuhan sel abnormal. Bisa juga melalui pemeriksaan sampel jaringan leher rahim (cervix) Pada penderita pria, sampel jaringan diambil dari saluran kencingnya. 5. Caring and Curing Venereal Belum ditemukan obat veneral yang spesifik dan adekuat. Sangat mungkin veneral akan hilang dengan sendirinyameski virusnya masih tertinggal dalam tubuh penderita. Pengobatan terkini difokuskan pada pengangkatan kutil dengan mendinginkan atau membakar nyadengan bahan kimia. Alternatif lain dengan memotongnya lewat pembedahan 6. Komplikasi Venereal Veneral akan menjadi lebih kompleks bila terdapat di cervix (leher rahim) karena bisa menjadi petanda adanya satu atau lebih human papilloma virus yang bisa mengarah pada ca-cervix.

14

7. Pencegahan Venereal Pencegahan terhadap veneral yang infeksius bisa melalui tindakan : menghindari kontak fisik secara langsung (memakai pelindung/ kondom saat melakukan hubungan seksual) dengan penderita, menjaga sistem imun tubuh melalui istirahat, olahraga dan asupan gizi seimbang. E. Gonorrhea 1. Definisi Gonorrhea Infeksi akut yang disebabkan bakteri neiserria gonorrhoe (gonococcus) berbentuk menyerupai kacang buncis, hanya tumbuh pada membran yang lembab dan hangat, antara lain : anus dan genetalia. 2. Gejala Gonorrhea Masa inkubasi gonorrhoe antara 2-10 (sekitar 2 minggu)hari terhitung setelah penderita terinfeksi pertama kali. Adapun gejala gonorrhoe secara umum : pengeluaran sekret (purulent), disuria, malaise, sakit kepala dan limpadenopati regional. Pada wanita tidak menunjukkan adanya gejala fisik sampai pada fase nyeripada punggung, nyeri abdomen dan panggul (PID), cervix dan kelenjar bartolini tampak bengkak. Sebagian pria yang terinfeksi menunjukkan gejala sbb : bau busuk pada area genetalia, sekresi cairan pekat yang menetes ujung penis dan rasa perih ketika BAK. 3. Cara Penularan Gonorrhea Infeksi gonorrhoe terjadi melalui kontak fisik (seksual) secara langsung tanpa pemakaian pelindung dan mengabaikan seks yang aman.

15

4. Tes (diagnosa) Gonorrhea Penegakan diagnosa gonorrhoe melalui pemeriksaan sampel yang diambil dari: spesimen dari mukosa mulut, saluran kemih, cervix (pada wanita), ujung penis yang terbuka (pada pria) dan saluran anus dengan menggunakan spons (khusus) berukuran kecil dimana spons itu akan menyerap cairan (spesimen) yang nantinya akan diperiksa dan hasil tes biasanya tersedia dalam waktu 1 minggu. 5. Caring and Curing Gonorrhea Gonorrhoe bisa disembuhkan mmelalui medikasi antibiotika dalan dosis tinggi (misalnya: penicilline). Ironisnya, hal ini menyebabkan bakteri akan semakin kebal /resisten. Penelitian terus dikembangkan untuk penemuan medikasi yang lebih adekuat, spesifik dan efisien. 6. Komplikasi Gonorrhea Identifikasi komplikasi gonorrhoe: infertilitas, dermatitis, arthritis, endokarditis, myoperikarditis, meningitis bahkan hepatitis. 7. Pencegahan Gonorrhea Melakukan pemeriksaan rutin dan tidak gonta-ganti pasangan, menerapkan hubungan seksual yang sehat dan aman. Satu hal yang tak kalah pentingnya, menjaga kebersihan khususnya area genital tubuh F. Chlamydia 1. Definisi Chlamydiaea Chlamidia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh sejenis bakteri -chlamidia trachomatis- yang hidup dan berkembang dalam tubuh.

16

2. Gejala Chlamydiaea Pada pria : terjadi peradangan pada saluran kencing atau epididymis ( saluran kecil dan panjang sebagai tempat penyimpan sperma ), demam, keluarnya cairan dari penis, rasa sakit atau rasa berat pada kantong buah pelir. Pada wanita: infeksi saluran kemih dan cervix, infeksi ovarium dan tuba fallopii, sekresi cairan abnormal, iritasi (gatal) pada genetalia, rasa panas saat berkemih, sakit perut (bawah) hebat dan pendarahan diluar menstruasi 3. Cara Penularan Chlamydiaea Melalui kontak fisik (seksual) secara langsung tanpa pelindung dan tidak menerapkan pola hubungan seks yang sehat dan aman. 4. Tes Chlamydiaea Melakukan tes urin dan penyekaan pada vagina (pada wanita) atau ujung penis yang terbuka (bagi pria). Pada wanita mungkin saja ditemukan pada pemeriksaan pap smear. 5. Caring and Curing Chlamydiaea Setelah diagnosa, medikasi dilakukan dengan antibiotik selama beberapa hari sampai akhirnya sembuh. Kesembuhan bukan berarti tidak akan terjadi infeksi berulang. 6. Komplikasi Chlamydiaea Komplikasi chlamydia trachomatis yang nyata adalah : infertilitas, radang panggul (penyebaran radang cervix pada wanita) dan bisa menginfeksi mata pada kasus tertentu. 7. Pencegahan Chlamydiaea Menerapkan pola hubungan seks yang aman dan sehat. Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah menjalani pemeriksaan rutinsetiap 6 bulan sekali.

17

G. Sifilis 1. Definisi Sifilis Selama berabad-abad sifilis dianggap sebagai salah satu penyakit menular yang menakutkan dan mematikan. Sifilis didefinisikan sebagai infeksi kronik menular yang disebabkan bakteri troponema pallidum, menginfeksi dan masuk ke tubuh penderita kemudian merusaknya sampai penderita meninggal dunia. Pada kenyataannya sifilis dapat disembuhkan, bahkan ketika telah memasuki tahap akhir sekalipun kerusakan telah terjadi pada tubuh penderita. 2. Gejala Sifilis Masa inkubasi antara 10-90 hari, dengan gejala : Tahap 1 9-90 hari setelah terinfeksi. Timbul: luka kecil, bundar dan tidak sakit chancre- tepatnya pada kulit yang terpapar/kontak langsung dengan penderita. Chancre hampir selalu muncul di dalam dan sekitar genetalia, anus bahkan mulut. Pada kasus yang tidak diobati (sampai tahap 1berakhir), setelah beberapa minggu, chancre akan menghilang tapi bakteri tetap berada di tubuh penderita. Tahap 2 1-2 bulan kemudian, muncul gejala lain: sakit tenggorokan, sakit pada bagian dalam mulut, nyeri otot, demam, lesu, rambut rontok dan terdapat bintil. Beberapa bulan kemudian akan menghilang. Sejumlah orang tidak mengalami gejala lanjutan.

18

Tahap 3 Dikenal sebagai tahap akhir sifilis. Pada fase ini chancre telah menimbulkan kerusakan fatal dalam tubuh penderita. Dalam stase ini akan muncul gejala: kebutaan, tuli, borok pada kulit, penyakit jantung, kerusakan hati,lumpuh dan gila. Tahap letal. 3. Cara Penularan Sifilis Harus terjadi kontak langsung dengan kulit orang yang telah terinfeksi disertai dengan lesi infeksi sehingga bakteri bisa masuk ke tubuh manusia. Pada saat melakukan hubungan seksual (misal) bakteri memasuki vagina melalui selaput lendir dalam vagina, anus atau mulut melalui lubang kecil. Sifilis sangat infeksius pada tahap 1 dan 2. selain itu, sifilis juga dapat disebarkan per-plasenta. 4. Tes (diagnosa) Sifilis Ketika penderita menjumpai bintil yang dicurigai chancre, dan mendatangi dokter ahli, maka dokter akan menanyai anamnesa dalam rangkan menegakkan diagnosa sifilis. Selain itu, dokter akan mengambil sampel cairan dari chancre dan memastikannya. Cara pemeriksaan yang lebih efektif adalah dengan pemeriksaan darah 4 minggu setelah chancre pertama kali muncul. Tes laboratorium penunjang: Veneral Desease Research Laboratory (VDRL) dan Fluoroscent Treponemal Antibody Absorption (FTAABS).

19

5. Caring and Curing Sifilis 1 kali penyuntikan penisilin dirasa telah cukup adekuat, meski beberapa penderita memerlukan 1-3 kali injeksi penisilin. Dokter akan meminta penderita yang telah menjalani medikasi untuk melakukan tes darah setahun kedepan, dimaksudkan untuk memastikan bakeri telah lisis dsri tubuh penderita. Menerapkan pola hubungan seksual yang sehat dan aman. Bagi penderita yang alergi penisilin, dapat di ganti dengan eritromycine atau tetrasiklin. 6. Komplikasi Sifilis Tahap 1 : Lympadenitis timbul setelah 1 minggu berlalu Pada pria sering terjadi edema meluas pd glans penis Edema meluas dan ulserasi pada labia mayor wanita Tahap 2 : Timbul kandiloma lata basah, pipih Menyebarkan infeksi sampai SSP, mata dan visera Tahap 3 : Mengakibatkan stroke (neurosefipis) yang fatal, Parastesia dan perubahan kepribadian. 7. Pencegahan Sifilis Jangan melakukan kontak fisik langsung dengan penderita bahkan dengan perlindungan sekalipun, karena kondom (salah satu pelindung) tidak memberi perlindungan terhadap bintil sifilis sebab kadang bintil tersebut menyebar ke seluruh tubuih penderita. Cara yang efisien untuk mencegah kerusakan permanen yangdisebabkan sifilis tahap akhir adalah dengan melakukan pemeriksaan teratur untuk memastikan bahwa telah bebas bakteri penyebab sifilis.

20

H. Infeksi Jamur (candida) 1. Definisi candida Candida adalah jamur yang biasa pada mulut dan usus besar sebagai flora normal. Pada wanita, jamur ini juga ditemukan pada vagina yang jumlahnya berlipat ganda dan tak terkendali. 2. Gejala candida Area sekitar genetalia (vagina) terasa gatal. Selanjutnya rasa gatal itu terasa sangat gatal dan menyakitkan. Pada pria akan tampak berupa warna merah pada ujung penis dan mungkin akan ada titik metah pada kulup glans penis, bahkan kulup tampak seperti luka bakar. 3. Cara Penularan candida Infeksi candida bisa ditularkan dengan muidah melalui hubungan seksual, yang akhirnya pasangan anda juga akan terinfeksi. 4. Tes (diagnosa) candida Perlu diagnosa dokter yang akurat untuk memastikan bahwa anda terinfeksi candida atau tidak dengan mengamati gejala dan menganalisa anamnesa/keluhan yang timbul. 5. Caring and Curing candida Medikasi dengan obat anti jamur berupa krim dan obat yang dimasukkan dalam vagina. Atau dengan alternatif lain yaitu obat tradisional dengan memanfaatkan yugort, bawang putih maupun jamu. 6. Komplikasi candida Candida muncul salah satunya disebabkan karena ketidakseimbangan PH dalam vagina, yang mana hal ini bisa aja berdampak serius bila tidak ditangani dengan segera.

21

7. Pencegahan candida Dapat dicegah dengan: mengenakan celana dari bahan katun yang nyaman dan tidak terlalu ketat (hindari pemakaian celana dalam dari bahan nilon), hindari pemakaian celana yang ketat, hindari kontak vagina-zat kimia (biasanya melalui tindakan menyemprot vagina dengan air, memakai sabun dengan pewangi, dll), mengeringkan area genetalia,menyeka kemaluan dari arah depan ke belakang. Yang tak kalah pentingnya, konsumsi acidophilus. I. Bacterial Vaginosis 1. Definisi Bacterial Vaginosis Kondisi dimana jumlah bakteri dalam vagina berlipat dan tak terkendali, bahkan tidak lagi berperan sebagai flora normal malah menimbulkan infeksi yang serius. 2. Gejala Bacterial Vaginosis Beberapa wanita tidak merasakan adanya infeksi BV ini (tidak memunculkan gejala, tampak normal). Gejala yang paling umum adalah keluarnya cairan berwarna gelap yang mengeluarkan bau tidak sedap, menimbulkan iritasi dan rasa panas pada saat berkemih (jarang). 3. Cara Penularan Bacterial Vaginosis Melalui kontak fisik (seksual) langsung dengan penderita tanpa mengenakan pelindung. 4. Caring and Curing Bacterial Vaginosis Setelah didiagnosa dan menetapkan bahwa infeksi yang muncul karena BV, dokter akan meresepkan antibiotik dalam bentuk pil. Bisa dalam bentuk gel atau krim yang dimasukkan dalam vagina.

22

5. Komplikasi Bacterial Vaginosis BV yang tidak diobati akan menyebabkan infeksi saluran kencing, radang panggul bahkan infertilitas. 6. Pencegahan Bacterial Vaginosis Menjaga area genetalia agar tetap bersih dan kering. Gunakan pakaian yang memberi ventilasi udara yang adekuat, mencuci genetalia dengan air hangat menggunakan sabun lembut dan tanpa pewangi (dimaksudkan untuk menjaga PH genetalia). J. Trichomoniasis (trich) 1. Definisi Trichomoniasis (trich) Infeksi ini disebabkan parasit kecil pada tempat-tempat yang hangat dan lembab pada tubuh manusia terutama di vagina. 2. Gejala Trichomoniasis (trich) Gejala biasa muncul pada 1-4 minggu. Gejala yang muncul: keluarnya cairan vagina yang berwarna putih atau hijau-kekuningan, berbuih serta berbau tidak sedap, vagian tampak merah dan gatal. Pada pria, ujung glans penis nya mengalami iritasi. 3. Cara Penularan Trichomoniasis (trich) Melalui kontak fisik (hubungan seksual) dengan penderita secara langsung. 4. Tes Trichomoniasis (trich) Penegakan diagnosa trich hanya bisa ditetapkan oleh dokter dengan cara mengambil cairan vagina (pada wanita) atau cairan dari saluran kencing (pada pria) dengan kapas, selanjutnya kapas tersebut akan diletakkan pada slide dan diamati dibawah mikroskop.

23

5. Caring and Curing Trichomoniasis (trich) Medikasi dengan antibiotik yang diresepkan dokter. Sebaiknya jangan melakukan hubungan seks dengan pasangan selama pengobatan. Disarankan, pasangan anda juga diobati karena mungkin saja telah terinfeksi. 6. Komplikasi Trichomoniasis (trich) Trich bisa menjalar ke cervix, saluran kencing dan vesica urinaria sehingga penderita akan merasa perih saat berkemih dan ketika melakukan hubungan seksual. Bila tidak diobati trich akan menyebar ke dalam kelenjar prostat (pada pria) dan meyebabkan BPH. 7. Pencegahan Trichomoniasis (trich) Menggunakan pelindung saat berhubungan seksual, hindari memakai pakaian renang milik orang lain dan jangan mengeringkan tubuh dengan handuk orang lain. K. Kutu Mons Pubis (ketam) 1. Definisi Kutu Mons Pubis (ketam) Dispesialisasi untuk ketam yang hidup di bagian tubuh manusia yang lembab dan berambut, terutama mons pubis. Kutu jenis ini sering ditemukan pada selangkangan dan bisa bertahan hidup tanpa makanan (darah manusia) selama 24 jam. Kutu yang dimaksud berwarna abu-abu kekuningan dan membutuhkan waktu 1 minggu untuk menetaskan telur mereka yang terdapat pada masing-masing helai mons pubis. 2. Gejala Kutu Mons Pubis (ketam) Penderita akan terasa gatal pada area sekitar genetalia, terutama pada mons pubis

24

3. Cara Penularan Kutu Mons Pubis (ketam) kontak kelamin secara langsung dengan penderita menjadi salah satu mediasi penularan kutu ini. 4. Tes Kutu Mons Pubis (ketam) Telur kutu bisa diamati dengan kaca pembesar, sedangkan kutu dewasa bisa dilihat dengan mata telanjang. Kutu dewasa berukuran kepala peniti dan bisa dengan mudah dikenali. 5. Caring and Curing Kutu Mons Pubis (ketam) Sabun mengandung pestisida sangat efektif untuk membunuh kutu ini jika mengikuti petunjuk dengan seksama (hati-hati dalam penggunaanya). Setelah medikasi, potong mons pubis hingga yakin bahwa kutu tidak lagi ada. Selanjutnya cuci semua perabot dan pakaian yang diyakini adanya telur kutu dengan air panas dan jemur di tempat dengan panas matahari cukup. Selalu waspada terhadap adanya kutu ini setidaknya selama 1 minggu. 6. Pencegahan Kutu Mons Pubis (ketam) Hindari kontak fisik dengan penderita yang mengeluh gatal-gatal pada area mons pubis. Pikir 2 kali untuk meminjam pakaian orang lain atau tidur di ranjang yang tidak terjaga kebersihannya. L. Molluscum Contagiosum 1. Definisi Molluscum Contagiosum Infeksi yang disebabkan oleh virus molluscum contagiosum yang bisa tumbuh di bagian tubuh manapun.

25

2. Gejala Molluscum Contagiosum Mulai muncul setelah beberapa minggu-bulan. Tampak seperti jerawat kecil, selanjutnyamenjadi benjolan besar warna merah daging dan terdapat cekungan kecil menampung nanah pada bagian tengahnya. Tidak terasa gatal, benjolan akan tampak memerah dan agak sakit. Benjolan tersebut muncul di area sekitas genetalia, gluteus dan paha.jumlahnya sekitar 10-20 atau bahkan 100 benjolan. 3. Cara Penularan Molluscum Contagiosum Melalui kontak seksual dengan penderita. Pada kondisi berbeda, bisa menular karena berenang di kolam yang mengandung virus ini. 4. Tes Molluscum Contagiosum Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil pus dan memeriksanya di bawah mikroskop untuk menegakkan diagnosa infeksi molluscum contagiosum. 5. Caring and Curing Molluscum Contagiosum Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengeringkan nanah pada benjolan.selanjutnya benjolan akan hilang dengan sendirirnya. Kemudian disusul munculnya benjolan ditempat lain, dan butuh beberapa tahun agar semua benjolan itu hilang. Intensifkan perawatan pada benjolan yang muncul dan diduga karena infeksi virus ini. 6. Pencegahan Molluscum Contagiosum Hindari kontak langsung secara seksual atau kontak biasa dengan penderita. Perlu di ingat bahwa infeksi virus ini tidak dapat dihindari hanya dengan pemakaian kondom sebagai pelindung.

26

M. Chancroid 1. Definisi Chancroid Penyakit ini diawali dengan benjolan-benjolan kecil yang muncul disekitar genetalia atau anus, 4-5 hari setelah kontak dengan penderita. Benjolan itu akhirnya akan terbuka dan mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap. Borok chancroid pada pria biasanya sangat menyakitkan, sedangkan pada wanita tidak menimbulkan rasa sakit. 2. Caring and Curing Chancroid Medikasi dengan antibiotik 3. Komplikasi Chancroid Bila tidak diobati, borok pada pria akan membesar, sehingga satusatunya cara untuk mengobatinya adalah mengamputasi penis. 4. Pencegahan Chancroid Hindari kontak langsung dengan penderita. Segera periksakan diri ke dokter bila curiga adanya infeksi chancroid

27

BAB III Penutup 3.1 Saran Melakukan hubungan seksual tanpa memikirkan konsekuensi ataupun tanpa kesiapan bukanlah pemikiran tindakan bijak.oleh karenanya sangatlah penting memahami pola hubungan seksual yang aman dan sehat untuk mengantisipasi dan menghindari infeksi Penyakit Menular Seksual (PMS). Perlu diperhatikan bahwa ada beberapa PMS yang tidak bisa di antisipasi hanya dengan memakai pelindung, antara lain: herpes, kutil pada alat kelamin, sifilis, chancroid kutu dan molluscum contagium. Dengan Cara: Membicarakan dengan pasangan, tentang pentingnya melakukan hubungan seksual yang aman dan sehat Memastikan anda dan pasangan telah mengatur dan memilih perlindungan yang akan digunakan Menggunakan pelindung dengan benar ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan (perhatikan petunjuk pemakaian sehingga efektif dan aman) Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara teratur (tiap 6 bulan atau 1 tahun sekali) dan konsultasi pada dokter ahli 3.2 Kesimpulan Penyakit menular seksual adalah penyakit yang berbahaya, sebagian dari PMS dapat penyebabkan kematian dan susah disembuhkan. Dengan menjauh seks bebas dan menjaga kebersihan baik lingkungan maupun daerah genitalia kita sendiri dapat terhindar dari PMS

28

3.3

Daftar Pustaka

http://problemseks.blogspot.com/2007/12/macam-macam-penyakitkelamin.html http://alfarazaknowit.blogspot.com/2004/09/penyakit-menularseksual.html http://www.scribd.com/doc/7978226/Penyakit-Menular-Seksual https://dahlanforum.wordpress.com/2009/04/20/penyakit-menularlewat-hubungan-seksual-pms/ https://secure.wikimedia.org/wikipedia/id/wiki/Penyakit_kelamin http://belajarpsikologi.com/macam-macam-penyakit-kelamin-laki-laki-danperempuan/

29