Anda di halaman 1dari 9

SINTESIS SENYAWA GARAM KOMPLEKS Cu(NH3)4SO4.

H2O (TETRAAMINTEMBAGA(II) SULFAT MONOHIDRAT)

MSDS BAHAN Nama Bahan Tembaga(II ) Sulfat pentahidrat Bahaya Peringatan! Berbahaya jika tertelan. Dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan iritasi saluran pernafasan dengan luka bakar. Menyebabkan iritasi mata dan kulit dan luka bakar. Higroskopis. Mutagen. Kemungkinan sensitizer. Penanganan Aman Penanganan: Cuci sampai bersih setelah memegang. Hubungi dokter dan cuci sebelum digunakan kembali. Gunakan hanya di daerah berventilasi baik. Minimalkan debu dan akumulasi. Hindari kontak dengan mata, kulit pakaian, dan. Simpan wadah tertutup rapat. Hindari konsumsi dan inhalasi. Jangan menelan atau menghirup. Menangani bawah suasana inert. Simpan dilindungi dari udara. Pertolongan Mata: Segera siram mata dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit, sesekali mengangkat kelopak mata atas dan bawah. Dapatkan bantuan medis. Kulit: Dapatkan bantuan medis. Siram kulit dengan banyak air dan sabun setidaknya selama 15 menit saat mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tertelan: JANGAN memancing muntah. Jika korban sadar, beri 2-4 cupfuls susu atau air. Dapatkan bantuan medis dengan segera. Inhalasi: Hapus dari paparan udara segar segera. Jika sulit bernapas, berikan oksigen.

Ammonia

Mudah terbakar dan iritan. Dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit serta pernapasan. Bahaya ledakan pada konsentrasi tinggi.

Etanol

Peringatan: Zat cair mudah terbakar dan uap. Menyebabka n gangguan saluran

Dapatkan bantuan medis. Pakai alat bantu KONTAK MATA: pernapasan ketika Bilas mata dengan memasuki area sejumlah besar air. pelepasan jika Mencari perhatian konsentrasi medis segera. melebihi batas yang Tertelan: Tertelan diperbolehkan. bukan rute Selalu waspada kemungkinan terhadap kebakaran paparan untuk dan potensi ledakan. Amonia. TERHISAP: pindahkan korban ke udara segar. Jika tidak bernapaslakukan pernapasan buatan. Jika bernapas sulit, berikan oksigen. Mendapatkan perhatian medis yang segera. KONTAK KULIT: Siram daerah yang terkena dengan sejumlah besar air. Lepaskan pakaian yang terkontaminasi segera. Jika cairan kontak dengan kulit, lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan siram dengan banyak air hangat selama beberapa menit. Mencari perhatian medis segera. Cuci sampai bersih Kontak setelah Mata: Dapatkan memegang. Gunaka bantuan n hanya di daerah medis. Lembut

pernapasan. Dapat menyebabkan pusat sistem saraf depresi. Menyebabkan gangguan mata berat. Zat ini menyebabkan efek reproduksi dan janin pada manusia. Menyebabka n kulit iritasi. Dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal dan kerusakan jantung.

berventilasi baik. Tanah dan wadah ikatan ketika mentransfer material. Gunakan percikan-bukti peralatan dan perlengkapan ledakan bukti. Hindari kontak dengan mata, kulit pakaian, dan. Kontainer kosong mempertahankan residu produk (cair dan / atau uap) dan dapat berbahaya. Simpan wadah tertutup rapat. Hindari kontak dengan panas, percikan dan nyala api. Hindari konsumsi dan inhalasi. Jangan menekan, potong, las, melas, solder, bor, menggiling, atau mengekspos kontainer kosong untuk panas, percikan atau api terbuka.

mengangkat kelopak mata dan terus menyiram dengan air. Kontak Kulit: Dapatkan bantuan medis. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Siram kulit dengan banyak sabun dan air. Tertelan: Jangan dimuntahkan. Jika korban sadar dan waspada, beri 2-4 susu atau air. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang pingsan. Dapatkan bantuan medis. Inhalasi: Hindari dari paparan dan pindah ke udara segar segera. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis. JANGAN menggunakan mulut ke mulut. Catatan untuk Dokter: Perlakuka n berdasar gejala dan penuh dukungan. Orang dengan kulit atau gangguan mata

atau hati, ginjal, penyakit pernapasan kronis, atau pusat dan perifer penyakit sistim saraf mungkin pada peningkatan risiko dari paparan zat ini.

A. Maksud Percobaan Adapun maksud dari percobaan ini yaitu mempelajari dan memahami sintetis senyawa garam.

B. Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. Mengetahui teknik pembuatan senyawa garam kompleks tembaga (II) tetraamin sulfat hidrat. 2. Mengetahui persen rendemen dari kristal yang terbentuk.

C. Prinsip Percobaan Senyawa garam kompleks tetraamintembaga(II) sulfat monohidrat disintesis dengan mereaksikan CuSO4.5H2O dengan NH4OH dan etanol kemudian didinginkan. D. Teori Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Komponen kation dan anion ini dapat berupa senyawa anorganik seperti klorida (Cl), dan bisa juga berupa

senyawa organik seperti asetat (CH3COO) dan ion monoatomik seperti fluorida (F), serta ion poliatomik seperti sulfat (SO42). Natrium klorida (NaCl). Ada banyak macam-macam garam. Garam yang terhidrolisa dan membentuk ion hidroksida ketika dilarutkan dalam air maka dinamakan garam basa. Garam yang terhidrolisa dan membentuk ion hidronium di air disebut sebagai garam asam. Garam netral adalah garam yang bukan garam asam maupun garam basa. Garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks, misalnya heksamminkobalt(III) kloroda Co(NH3)6Cl3 dan kalium heksasianoferat(III) K3Fe(CN)6. Bila suatu kompleks dilarutkan, akan terjadi pengionan atau disosiasi, sehingga akhirnya terbentuk kesetimbangan antara kompleks yang tersisa (tidak berdisosiasi). Garam kompleks merupakan garamgaram yang memiliki ikatan koordinasi (garam yang dapat membentuk ion-ion dan salah satunya ion kompleks). Contoh dari garam kompleks ialah Cu(SO4)2(NH4)2. Garam rangkap akan terionisasi menjadi ion-ion komponennya ketika dilarutkan. Contoh lain dari garam kompleks yakni [Co(NH3)6]Cl3 atau CoCl3.6NH3 yang berfungsi sebagai ligan ialah NH3 sedangkan Cl ialah diluar daerah koordinasi.

E. Bahan dan Alat 1. Bahan Percobaan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah padatan CuSO4.5H2O, larutan NH4OH 15 M, larutan etanol 70%, akuades, aluminium foil, kertas saring, dan es batu.

2. Alat Percobaan

Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah labu erlenmeyer 250 mL, labu ukur 10 mL, gelas kimia 50 mL, gelas kimia 100 mL, corong, batang pengaduk, pipet skala 10 mL, gelas ukur 10 mL, baskom, oven, neraca digital dan bulb.

3. Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. Menimbang padatan CuSO4.5H2O sebanyak 2,5 gram. 2. Memanaskan dan melarutkan dengan 7 mL akuades. 3. Menambahkan 5 mL NH4OH 15 M. 4. Menambahkan 8 ml etanol secara perlahan melalui dinding gelas kimia sehingga larutan tertutup dengan alkohol. Jangan diaduk atau digoyang. 5. Larutan lalu ditutup dengan aluminium foil kemudian didinginkan dalam baskom berisi es batu dan dibiarkan satu malam. 6. Melakukan dekantasi untuk memisahkan cairan dengan endapan. 7. Menyaring endapan dan mencuci dengan 8 mL campuran 1:1 larutan NH4OH 15 M dengan etanol. 8. Mencuci endapan sekali lagi dengan 5 ml etanol. 9. Mengeringkan kertas saring dalam oven lalu menimbang bobot yang diperoleh.

F. Reaksi Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah : NH3 + H2O NH4OH Cu(NH3)4SO4.H2O + 8H2O

4NH4OH + CuSO4.5H2O

G. Hasil Pengamatan No. 1. 2. 3. 4. 5. Langkah Percobaan Berat CuSO4.5H2O Dilarutkan dengan campuran akuades dan amonia Penambahan etanol Setelah didiamkan satu malam Endapan disaring dan dicuci dengan amonia dan etanol 6. Kristal ditimbang dan dihitung persentase rendamennya % rendamen Pengamatan ...... gram Warna larutan Warna larutan Terbentuk ....... Terbentuk .......

H. Perhitungan 1. Secara Teori Massa Cu(NH3)4SO4.H2O Mr CuSO4.5H2O Mr Cu(NH3)4SO4.5H2O Mol CuSO4.5H2O Mol Cu(NH3)4SO4.H2O Volume NH3 Mol NH3 Berdasarkan reaksi : Mol Cu(NH3)4SO4.H2O mol CuSO4. 5H2O 4 mol NH4OH maka, = .gram = 249,54 g/mol = 245,54 g/mol = =
( ( ) )

= L = M NH3 x vol NH3

Massa kristal Cu(NH3)4SO4.H2O

= Mol Cu(NH3)4SO4.H2O x Mr kristal

2. Randemen Randemen =

LAMPIRAN BAGAN KERJA 2,5 g CuSO4.5H2O Ditimbang Dilarutkan dengan 7 mL akuades dan dipanaskan Kristal Dipisahkan Dicuci dengan 5 mL larutan ammonia : etanol (1:1) Hasil Dicuci dengan etanol 5mL Dikeringkan Ditimbang Ditambahkan 5 mL ammonia 15 M Ditambah 8 mL etanol Ditutup dengan alminium foil Didinginkan dan dibiarkan satu malam